ALUR PROSES
I. Alur Proses Pembelian Tanah Dan Bangunan
1. Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)
Tanah yang sudah bersertifikat beralihnya kepemilikan melalui Akta Jual Beli
(AJB)
Yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dengan Persyaratan :
1) Bagi Calon Penjual :
a) Fotokopi KTP diri dan pasangan, bila sudah menikah
b) Fotokopi Kartu Keluarga
c) Fotokopi surat nikah, bila sudah menikah
d) Sertifikat tanah asli yang diterbitkan BPN
e) Bukti pembayaran PBB minimal 2 tahun terakhir
f) Dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB)/PBG asli, bila sudah ada
bangunan di atas tanah tersebut
g) Surat pernyataan bila properti atau tanah tidak dijadikan agunan
h) Surat roya, bila properti atau tanah dijadikan jaminan
i) Surat persetujuan dari pemilik asli/pasangan/ahli waris
2) Bagi Calon Pembeli Perorangan :
a) Fotokopi KTP diri dan pasangan, bila sudah menikah
b) Fotokopi Kartu Keluarga
c) Fotokopi surat nikah, bila sudah menikah
d) Fotokopi NPWP
e) Surat keterangan Warga Negara Indonesia (WNI)
f) Bukti pembayaran PPh 5% dari total nilai transaksi (opsional)
3) Bagi Calon Pembeli Badan Hukum :
Dokumen Identitas Badan Hukum
a) Fotokopi Akta Pendirian Perusahaan (misalnya PT, CV) yang telah
disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM.
b) Fotokopi Akta Perubahan (jika ada).
c) Fotokopi SK Pengesahan Badan Hukum dari Kemenkumham.
d) Fotokopi Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Tanda Daftar Perusahaan
(TDP).
1
Dokumen Identitas Kuasa (Jika Dikuasakan) :
a) Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK) dari perwakilan perusahaan yang
ditunjuk.
b) Surat Kuasa dari Direksi atau pihak berwenang di perusahaan, bermaterai
(biasanya Rp10.000).
2. Kantor Agraria Tata Ruang (ATR) / Badan Pertanahan Nasional (BPN)P
Persayratan Peralihan Hak Jual Beli :
1) Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau
kuasanya diatas materai cukup
2) Surat kuasa apabila dikuasakan
3) Fotokopi identitas pemohon (KTP,KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang
telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
4) Fotokopi akta pendirian dan pengesahan badan hukum yang telah
dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket, bagi badan hukum
5) Sertifikat Asli
6) Akta jual beli dari PPAT
7) Fotokopi KTP dan para pihak penjual-pembeli dan atau kuasanya
8) Fotokopi SPPT dan PBB tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan
aslinya oleh petugas loket, penyerahan bukti SSB (BPHTB) dan bukti bayar
uang pemasukan (pada saat pendaftaran hak)