Kunyit sebagai Jamu Obat Maag Tradisional
Kunyit sebagai Jamu Obat Maag Tradisional
DOI: [Link]
[Link]
*
Corresponding author: Jl. Perjuangan, Sunyaragi, Kec. Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 45132. E-mail addresses:
nisa.khoirun2703@[Link].
article i nfo abstract
Article history: Medicinal plants are plants that can be used as traditional medicine.
Received: dd mm yyyy Drugs are substances or active ingredients, which can be in the form
Received in revised form: dd mm
of plants and minerals, and have been used for treatment for
yyyy
Accepted: dd mm yyyy generations. Medicinal plants are all types of medicinal plants that
Available online: dd mm yyyy are known or believed to have medicinal properties. Turmeric is
used as a herbal medicine. Jamu is medicine that comes from plant
Keywords: parts that are processed or extracted into powder, pills or liquid and
Obat Tradisional
does not cause side effects either directly or in the long term.
Jamu
Kunyit Turmeric is a herbal plant that can be used as raw material for
Tanaman Obat medicines. Turmeric rhizome contains compounds that have
medicinal properties, namely curcuminoids and essential oils.
Medicinal plants are often used as herbal medicine to cure diseases.
Indonesian people, especially the Javanese, are known for their
traditional medicine which has survived and developed from the
past until now. medicinal plants used as traditional herbal medicine
1. Introduction
Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan berbagai macam kelimpahan alamnya.
Indonesia mempunyai berbagai macam keanekaragaman jenis tanaman. Tanaman tanaman
tersebut meliputi tanaman obat, tanaman rempah rempahan, serta beberapa tanaman tanaman
endemik dan bersifat langka. Indonesia mempunyai berbagai macam jenis tanaman yang
mempunyai berbagai macam manfaat. Setiap tumbuhan mempunyai manfaat dan kegunaannya
masing masing. Umumnya tanaman tanaman yang terdapat di indonesia ini mempunyai manfaat
untuk dijadikan obat. Keanekaragaman obat ini digunakan sebagai obat untuk membantu
menyembuhkan beberapa penyakit. Mulai dari penyakit ringan hingga untuk penyakit berat.
Masyarakat indonesia, terutama orang orang zaman dahulu, menggunakan berbagai jenis tanaman
untuk dijadikan obat tradisional. Menurut Haryanti (2022) Masyarakat menjadikan tanaman
untuk sebagai obat tradisional karena tanaman ini merupakan upaya untuk membantu
menyembuhkan atau untuk pengobatan sendiri. Serta obat tradisional yang berasal dari tanaman
ini merupakan sebuah bentuk pengobatan yang dilakukan orang orang zaman dahulu hingga
1
zaman sekarang sebelum ditangani oleh tenaga medis untuk membantu mengobati penyakit
tertentu. Orang orang terdahulu atau orang orang yang hidup pada zaman dahulu memilih obat
tradisional yang berasal dari tanaman, karena pada zaman dahulu zaman belum modern dan
masih bersifat tradisional. Dimana orang orang masih bergantung dengan alam sekitar.
Obat tradisional merupakan sebuah bahan ramuan yang berasal dari bahan tumbuhan,
bahan mineral, dari sediaan sarian atau galenik, dan berasal dari campuran bahan bahan tersebut,
yang telah diturunkan secara turun temurun dari generasi ke generasi selanjutnya yang digunakan
untuk membantu pengobatan berbagai macam penyakit. Obat tradisional ini digunakan sebagai
metode alternatif oleh beberapa orang untuk membantu menyembuhkan penyakitnya secara
medis. Penggunaan obat tradisional yang berasal dari berbagai macam jenis tumbuhan ini
diperoleh dari nenek moyang yang diwariskan secara turun temurun hingga menjadi suatu
kebiasaan. Pengetahuan seseorang mengenai obat tradisional ini telah diturunkan nenek moyang
secara lisan, sehingga menyebabkan setiap suku yang terdapat di indonesia mempunyai
pengetahuan mengenai obat tradisional yang berbeda beda. Begitu pula mengenai pemanfaatan
berbagai macam tumbuhan untuk dijadikan obat tradisionalpun berbeda beda.
Tanaman tanaman yang dijadikaan sebagai obat tradisional ini umumnya disebut sebagai
tanaman obat. Tanaman obat merupakan sebua tumbuhan yang organ organ tubuhnya dapat
dijadikan dan digunakan sebagai obat untuk membantu mengobati penyakit. Tanaman obat yang
dijadikan sebagai obat tradisional ini karena mengandung zat aktif yang mempunyai fungsi dapat
membantu mengobati penyakit tertentu, sehingga tanaman obat ini digunakan sebagai obat
tradisional. Zat zat aktif yang dimiliki tumbuhan obat tersebut, dengan melalui beberapa proses
pengolahan, maka zat aktif tersebut akan keluar dari selnya. Tanaman yang dijadikan obat
tradisional ini banyak digunakan oleh beberapa orang, selain karena telah diturunkan secara turun
temurun, tanaman yang dijadikan obat ini mempunyai harga yang mudah dijangkau, dan
didapatkan. Penggunaan tanaman yang dijadikan sebagai obat tradisional ini mempunyai efek
samping yang kecil, dibandingkan dengan menggunakan obat yang berasal dari obat oabatan
kimia yang umumnya mempunyai resiko efek samping yang besar dibandingkan dengan
menggunakan obat tradisional.
Tumbuhan obat yang tumbuh di berbagai macam daerah yag ada di negara Indonesia ini
mempunyai peran yang sangat penting. Tumbuhan obat di gunakan juga oleh para medis untuk
dijadikan obat. Dan tanaman obat ini umumnya masih di lestarikan di berbagai daerah untuk
dijadikan sebuah obat tradisional. Menurut Matatula (2021) Obat tradisional inii merupakan obat
yang berasal dari tumbuhan tumbuhan yang mempunyai beberapa khasiat untuk membantu
menyembuhkan penyakit. Tumbuhan obat mempunyai szat zat yang dapat membantu
menyembuhkan penyakit. Obat tradisional yang berasal dari tanaman obat ini hingga saat ini
masih dilestarikan. Tanaman obat mmempunyai nilai ekonomi yang dapat membantu masyarakat.
Salah satunya penjualan jamu yang berasal dari tanaman obat.
Masyarakat menjual dan memproduksi jamu yang berasal dari tanaman obat ini, masih
melestarikan penggunaan obat tradisional untuk membantu menyembuhkan penyakit. Masyarakat
yang menjual atau memproduksikan obat obat tradisional menggunakan resep yang diberikan
nenek moyang. Resep tersebut telah lahir secara turun temurun atau secara diwariskan dari
leluhur. Tanaman obat yang dijadikan sebuah obat umumnya dimanfaatkan oleh masyarakat
pedesaan. Masyarakat pedesaan yang masih melestarikan alam, umumnya untuk menyembuhkan
penyakit dengan cara menggunakan obat tradisional. Menurut kepercayaan masyarakat desa,
dengan menggunakan obat tradisional dapat mampu menyembuhkan penyakit dengan cepat. Serta
tidak mempunyai efek samping yang cukup tinggi. Tidak seperti penggunaan obat kimia. Dengan
2
adanya obat tradisional ini, membantu masyaarakat dalam penyembuhan penyakit. Terutama
pada masyarakat yang berada di pedesaan, yang dimana masyarakat desa mempunyai fasilitas
kesehatan yang sangat terbatas. Dengan adanya obat tradisional ini membuat masyarakat dapat
menyembuhkan penyakit dengan cara alami atau dengan menggunakan bahan alami yaitu
menggunakan tumbuhan obat.
Tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat untuk menyembuhkan penyakit yaitu
tanaman kunyit (Curcuma longa). Tanaman kunyit (Curcuma longa) dimanfaatkan sebagai salah
satu obat untuk menyembuhkan penyakit maag. Penyakit maag merupakan penyakit nyeri di
lambung. Penyakit maag yaitu penyakit peradangan yang terjadi pada lapisan lambung secara tiba
tiba. Penyakit maag disebabkan karena terlambat makan, stres, dan dapat juga disebabkan karena
konsumsi minuman yang tinggi kafein. Maag ini merupakan salah satu penyakit lambung yang
menyebabkan rasa nyeri dan rasa kembung. Penyakit maag dapat mengakibatkkan rasa nyeri
yang sangat luar biasa. Dengan mengandumsi kunyit (Curcuma longa) dapat membantu
meredaakan penyakit maag.
Kunyit (Curcuma longa) dapat membantu mengobati penyakit maag, umunya kunyit ini
diolah menjadi obat tradisional yaitu obat yang disebut jamu. Jamu ini merupakan obat yang
dibuat dari tanaman tanaman herbal yang digunakan untuk membantu menyambuhkan penyakit
berdasarkan noma norma masyarakat. Masyarakat umumnya memproduksi jamu dalam bentuk
cair botolan, dan ada juga jamu bubuk instan. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui pemanfaatan tanaman kunyi (Curcuma longa)
untuk dijadikan sebagai jamu tradisional sebagai obat penyakit maag. Dan untuk mengetahui
kandungan yang dimiliki kunyit (Curcuma longa) untuk dijadikan obat maag. Sehingga
diharapkan masyarakat dapat mengetahui pemanfaatan tanaman kunyit (Curcuma longa) untuk
dijadikan sebagai jamu tradisional sebagai obat penyakit maag. Serta masyarakat dapat
mengetahui kandungan yang dimiliki kunyit (Curcuma longa) untuk dijadikan obat maag.
2. Method
Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode kualitatif. Pada
penelitian ini menggunakan sumber data primer dan data sekunder. Pada penelitian ini, data
primer yang didapatkan dari kegiatan observasi secara langsung ke tempat produksi jamu kunyit
tradisional, data hasil wawancara dengan pemilik usaha jamu kunyit tradisional. Untuk
memperoleh data primer pada penelitian ini, dilakukan observasi ke tempat produksi jamu kunyit
tradisional yang dilakukan pada tanggal 3 juni 2023 pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.
Dan pada penelitian ini, data sekunder yang didapatkan melalui beberapa studi literatur terhadap
berbagai jurnal ataupun buku yang berkaitan dengan penelitian ini. Untuk memperoleh data
sekunder ini melalui jurnal ataupun buku. Pada metode penelitian ini ditetapkan topik atau kata
kunci yaitu mengenai kunyit (Curcuma longa), obat tradisional dan jamu. Langkah selanjutnya
mengunjungi situs situs jurnal yaitu Google schoolar. Situs situs buku yaitu Google library. Pada
situs tersebut, dimulailah mencari beberapa literatur yang relevan sesuai dengan topik atau kata
kunci yang ingin dibahas. Dalam penelitian ini, topik atau kata kunci yang ingin dibahas yaitu
mengenai kunyit (Curcuma longa), obat tradisional, dan jamu. Literatur yang dipilih yaitu jurnal-
jurnal nasional dan buku, dengan tahun minimal, yaitu 10 tahun terakhir. Langkah selanjutnya,
memilih sumber-sumber yang spesiifik. Mengidentifikasi detail jurnal-jurnal yang dipilih dan
membuat Outline atau garis besar yang ingin dibahas.
3
3. Result and Discussion
3.1 Tanaman Obat Yang Dapat Dijadikan Obat Tradisional.
Tanaman obat merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Obat adalah zat
atau bahan aktif, yang dapat berupa tumbuhan dan mineral, dan telah digunakan untuk pengobatan
secara turun-temurun. Ada banyak tumbuhan yang bisa dijadikan obat, namun sebagian masyarakat
Indonesia tidak merasakan manfaatnya. Di Indonesia, tanaman obat umumnya digunakan oleh
masyarakat pedesaan dalam pengobatan tradisional dan bersifat turun-temurun. Pengobatan tradisional
merupakan warisan budaya yang harus dikembangkan dan dilestarikan agar tidak mengalami
perubahan budaya atau punah. Sehingga obat tradisional ini dapat dilestarikan untuk generasi
selanjutnya. Bila menggunakan bahan alami berupa tanaman sebagai obat, biasanya hanya bagian
tanaman tertentu saja yang dicampurkan ke dalam obat, mulai dari daun, batang dan akarnya. Menurut
Febriawan (2020). Salah satu tanaman obat yang dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk
menyembuhkan penyakit adalah kunyit. Milik keluarga Zinggeberaceae, kunyit adalah salah satu
bumbu dan rempah yang biasa digunakan dalam masakan. Selain itu, kunyit juga cocok sebagai
tanaman obat. Kunyit telah digunakan sebagai obat tradisional, misalnya, sejak lama. Kunyit berguna
untuk mengobati sakit perut. Bagian tanaman kunyit yang dijadikan obat adalah rimpangnya. Dalam
pembuatannya, rimpang kunyit dikupas, dicuci, kemudian diparut atau digiling dan diperas airnya,
setelah itu ditambahkan air kunyit peras.
Tumbuhan obat adalah segala jenis tumbuhan obat yang diketahui atau diyakini mempunyai khasiat
obat. Sebagai negara tropis, Indonesia dikenal sebagai laboratorium hidup karena Indonesia
merupakan rumah bagi 90% dari seluruh jenis tumbuhan obat yang ada di dunia. Di Indonesia,
tumbuhan obat juga sering digolongkan sebagai tumbuhan biofarmasi, yang terdiri dari lima belas
jenis tumbuhan antara lain jahe, lengkuas atau lengkuas, kencur, kunyit, lempuyang, temulawak,
juangeng, dan temu kunci. Masing-masing tanaman tersebut memiliki khasiat yang bermanfaat untuk
pengobatan, termasuk ramuan obat kunyit. Secara tradisional, kunyit digunakan untuk menambah
nafsu makan, melarutkan empedu, menyembuhkan luka dan gatal-gatal, mencegah radang dan sesak
napas, mencegah diare, serta merangsang sekresi lambung. Sebagai obat luar digunakan sebagai lulur
kecantikan dan kosmetik Subagia, 2019). Umumnya rimpang kunyit (Curcuma longa) digunakan
sebagai stimulan, pewarna makanan dan minuman, serta sebagai bumbu masakan. Tumbuhan obat
adalah segala jenis tumbuhan obat yang diketahui atau diyakini mempunyai khasiat obat. Sebagai
negara tropis, Indonesia dikenal sebagai laboratorium hidup karena Indonesia merupakan rumah bagi
90% dari seluruh jenis tumbuhan obat yang ada di dunia. Di Indonesia, tumbuhan obat juga sering
digolongkan sebagai tumbuhan biofarmasi, yang terdiri dari lima belas jenis tumbuhan antara lain
jahe, lengkuas atau lengkuas, kencur, kunyit, lempuyang, temulawak, juangeng, dan temu kunci.
Masing masing tanaman tersebut memiliki khasiat yang bermanfaat untuk pengobatan, termasuk
ramuan obat kunyit. Secara tradisional, kunyit (Curcuma longa) digunakan untuk menambah nafsu
makan, melarutkan empedu, menyembuhkan luka dan gatal-gatal, mencegah radang dan sesak napas,
mencegah diare, serta merangsang sekresi lambung. Sebagai obat luar digunakan sebagai lulur
kecantikan dan kosmetik. Umumnya rimpang kunyit digunakan sebagai stimulan, pewarna makanan
dan minuman, serta sebagai bumbu masakan (Djufri, 2022).
Kunyit atau (Curcuma longa) adalah tanaman obat berbentuk semak yang merupakan tanaman
tahunan. Tumbuhan ini tersebar luas di daerah tropis dan dapat tumbuh subur serta tumbuh liar di
dekat hutan atau bekas kebun. Orang Asia sering mengkonsumsi kunyit baik sebagai bumbu kuliner,
sebagai obat herbal, sebagai obat maupun untuk kecantikan. Kunyit (Curcuma longa) sangat
bermanfaat bagi kesehatan, karena memiliki sifat antioksidan, anti inflamasi, anti tumor, antimikroba
dan anti kanker, menurunkan lemak darah dan kolesterol serta membersihkan darah. Kunyit (Curcuma
longa) digunakan sebagai obat herbal. Jamu adalah obat yang berasal dari bagian tanaman yang diolah
4
atau diekstraksi menjadi bubuk, pil atau cairan dan tidak menimbulkan efek samping baik secara
langsung maupun dalam jangka waktu yang lama. Kunyit (Curcuma longa) merupakan tanaman
herbal yang dapat digunakan sebagai bahan baku obat-obatan. Rimpang kunyit (Curcuma longa)
mengandung senyawa yang berkhasiat obat yaitu kurkuminoid dan minyak atsiri. Selain kedua
senyawa tersebut, rimpang kunyit (Curcuma longa) juga mengandung senyawa karet, lemak protein,
kalsium, fosfor dan zat besi. Curcumin merupakan senyawa antioksidan yang berperan dalam
melindungi sel-sel sehat, terutama sel-sel yang berisiko terkena kanker. Curcumin merupakan senyawa
yang dapat mengontrol pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Selain itu, kurkumin berperan dalam
menurunkan kolesterol dan meningkatkan fungsi hati. Selain itu, kurkumin juga dikenal dapat
melindungi jaringan otak (Adisa, 2022).
Tumbuhan obat sering digunakan sebagai obat herbal untuk menyembuhkan penyakit. Masyarakat
Indonesia khususnya suku Jawa dikenal dengan pengobatan tradisionalnya yang masih bertahan dan
berkembang dari dulu hingga sekarang. Salah satu obat tradisional masyarakat Jawa yang sampai saat
ini masih digunakan adalah jamu tradisional yang berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit, menjaga
kesehatan atau untuk perawatan kecantikan. Pengobatan tradisional dengan menggunakan jamu ini
sudah dikenal masyarakat Jawa sejak ratusan tahun yang lalu. Orang Indonesia menggunakan jamu
sebagai obat. Jamu ini sudah dikembangkan sejak zaman nenek moyang kita. Masyarakat percaya
bahwa tradisi membuat dan meminum jamu sudah ada sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu.
Menurutnya, tradisi menciptakan dan meminum jamu masih terus berkembang.
Tumbuhan atau rempah rempah memiliki berbagai khasiat yang menjaga kesehatan dan kecantikan
serta menyembuhkan penyakit. Dalam produksi obat tradisional atau jamu dengan kunyit (Curcuma
longa), selain kunyit digunakan tanaman obat lain seperti temulawak dan kunyit putih untuk
menghasilkan obat herbal. Temulawak berkhasiat untuk memperlancar peredaran darah, menambah
nafsu makan serta mencegah dan mengobati penyakit liver. Mangga potong efektif untuk pencegahan
dan pengobatan. Jamu adalah obat tradisional yang seperti obat tradisional lainnya, juga memiliki
berbagai efek kesehatan. Pengobatan tradisional di masyarakat Jawa semakin berkembang dan masih
banyak peminatnya. Ini karena obat herbal yang terbuat dari tanaman obat dikenal efektif.
Kunyit (Curcuma longa) merupakan salah satu tumbuhan dari famili Temu (Zinggiberaceae)
yang sering ditanam di pekarangan, kebun dan sekitar hutan jati. Kunyit (Curcuma longa) dikenal di
dapur sebagai bahan penyedap atau bumbu. Kunyit (Curcuma longa) juga sering digunakan sebagai
5
ramuan obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Kunyit (Curcuma longa) dapat
dimanfaatkan sebagai obat tradisional atau obat herbal yang masih dikonsumsi dan digemari oleh
penduduk. Kunyit (Curcuma longa) mengandung banyak minyak asin, yang dapat mencegah sekresi
lambung yang berlebihan dan mengurangi buang air besar yang berlebihan. Selain itu, minyak atsiri
kunyit dapat menyembuhkan penyakit hati dan kandung empedu. Pigmen kunyit atau kurkumin
mempengaruhi kontraksi kandung empedu, sedangkan peningkatan produksi empedu dipengaruhi oleh
minyak asini pada rimpangnya (Winarto, 2020).
Kunyit (Curcuma longa) merupakan salah satu tanaman yang berasal dari keluarga
Zingiberaceae. Asal kata Zingiberaceae adalah Zingiber, yang berasal dari bahasa Sanskerta Singaberi.
Kata Sanskerta singaberi berasal dari bahasa Arab zanzabil atau kata Yunani zingibert. Kunyit berasal
dari bahasa arab kurkum yang berarti kuning. Tumbuhan ini menemukan sel-sel minyak yang sangat
halus di seluruh bagian tumbuhan, sehingga akar, batang, bunga dan bijinya menghasilkan minyak
atsiri. Selain kunyit, terdapat tanaman obat lain dari famili Zingiberaceae, yaitu temulawak (Curcuma
xanthorrhiza), jahe (Zingiber officinale) dan kencur (Kaempferia galanga). Ketiga jenis tumbuhan
tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan baku obat dan pengawet makanan. Kunyit
merupakan salah satu tumbuhan dari famili Temu (Zinggiberaceae) yang sering ditanam di
pekarangan, kebun dan sekitar hutan jati. Kunyit dikenal di dapur sebagai bahan penyedap atau
bumbu. Kunyit juga sering digunakan sebagai ramuan obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai
penyakit. Kunyit (Curcuma longa) dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional atau obat herbal yang
masih dikonsumsi dan digemari oleh penduduk. Kunyit mengandung banyak minyak asin, yang dapat
mencegah sekresi lambung yang berlebihan dan mengurangi buang air besar yang berlebihan. Selain
itu, minyak atsiri kunyit dapat menyembuhkan penyakit hati dan kandung empedu. Pigmen kunyit atau
kurkumin mempengaruhi kontraksi kandung empedu, sedangkan peningkatan produksi empedu
dipengaruhi oleh minyak asini pada rimpangnya (Said, 2020).
Kunyit merupakan salah satu tanaman yang berasal dari keluarga Zingiberaceae. Asal kata
Zingiberaceae adalah Zingiber, yang berasal dari bahasa Sanskerta Singaberi. Kata Sanskerta singaberi
berasal dari bahasa Arab zanzabil atau kata Yunani zingibert. Kunyit berasal dari bahasa arab kurkum
yang berarti kuning. Tumbuhan ini menemukan sel-sel minyak yang sangat halus di seluruh bagian
tumbuhan, sehingga akar, batang, bunga dan bijinya menghasilkan minyak atsiri. Selain kunyit,
terdapat tanaman obat lain dari famili Zingiberaceae, yaitu temulawak (Curcuma xanthorrhiza), jahe
(Zingiber officinale) dan kencur (Kaempferia galanga). Ketiga jenis tumbuhan tersebut belum
dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan baku obat dan pengawet makanan. Berikut merupakan
klasifikasi ilmiah dari Kunyit (Curcuma longa) yang dapat dijadikan obat tradisional atau dijadikan
sebagai jamu:
6
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Spesies : Curcuma longa
Author : Linnaeus, 1758
Kunyit (Curcuma longa) adalah ramuan abadi yang memiliki sifat tumbuh berkelompok.
membentuk bola. Tinggi tanaman 40-100 cm. Morfologi kunyit (Curcuma longa) meliputi batang.
Kunyit (Curcuma longa) memiliki batang semu yang terdiri dari bracts atau kelopak atau kelopak
daun yang tumpang tindih. Batang kunyit lembab karena kemampuannya menahan air, berbentuk bulat
dan berwarna ungu kehijauan. Daun Daun kunyit terdiri atas pelepah daun, tangkai daun, dan helaian
daun. Daun tersusun berselang-seling seperti kelopak. Daun kunyit berbentuk lonjong dan memiliki
permukaan yang agak kasar. Tulang daun berbentuk pipih dengan ujung runcing atau melengkung.
terlihat seperti ekor. Permukaan daun berwarna hijau muda. Satu tanaman memiliki enam hingga
sepuluh daun.
Bunga kunyit berbentuk kerucut runcing, berwarna putih atau kuning pucat dengan dasar putih.
Setiap bunga memiliki tiga kelopak, tiga sepal dan empat benang sari. Salah satu dari empat benang
sari bertindak sebagai replikator. Pada saat yang sama, tiga benang sari lainnya berubah menjadi daun
neraka. Bunganya muncul dari pucuk batang semu dan biasanya mekar bersamaan. Bunga ini
memiliki kelopak berwarna putih. Bagian atas bunga memiliki garis-garis hijau atau merah muda.
Pada saat yang sama, bagian bawah daun pelindung berwarna hijau muda. Bunganya kompleks.
Batang bunga berbulu dan bersisik. Rimpang kunyit bercabang dan membentuk rumpun. Akar akar
atau rimpang berbentuk elips dan mengembangkan cabang rimpang berupa batang pada pangkalnya.
Rimpang kunyit terdiri atas rimpang utama atau umbi kunyit yang merupakan inang atau induk kunyit
dan pucuk atau cabang rimpang. mendatar atau melengkung. Tunas pendek, lurus atau melengkung.
Biasanya ada banyak tunas. Rimpang kunyit yang besar dan tua merupakan bahan yang dominan
sebagai obat.
Salah satu morfologi kunyit (Curcuma longa) adalah akar kunyit berbentuk rimpang panjang dan
bulat dengan diameter 1-2 cm dan panjang 3-6 cm. Kunyit (Curcuma longa) dapat membentuk tunas
baru dari mana tanaman baru akan tumbuh. Komponen kimia utama rimpang kunyit termasuk
kurkumin, minyak atsiri, resin, demethoxycurcumin, oleoresin dan methoxycurcumin biside, resin,
gom, lemak, protein, kalsium, fosfor dan besi. Curcumin sendiri memiliki banyak manfaat seperti efek
anti-inflamasi karena menghambat molekul yang terlibat dalam peradangan termasuk fosfolipase,
7
lipoksigenase, COX-2, leukotrien, tromboksan, prostaglandin, oksida nitrat, kolagenase, elastase,
hyaluronidase, MCP-1, interferon-inducible protein. Faktor nekrosis tumor dan interleukin-12.
Curcumin adalah senyawa antioksidan yang sangat larut dalam lemak. Di dalam membran sel,
kurkumin bereaksi dengan radikal lipid dan menghasilkan radikal fenoksil. Curcumin dan minyak
kunyit bertindak sebagai agen antijamur terhadap Fusarium solani dan Helminthosporium oryzae.
8
seperti merokok dan konsumsi alkohol. Kunyit atau kunyit mengandung kurkumin yang dapat
mengobati iritasi lambung. Kurkumin juga diduga mengatur produksi asam lambung berlebih. Ketiga:
Pengobatan kembung Banyak orang terkadang mengeluhkan kembung. Penyebab utama kembung
adalah terlalu banyak gas di perut. Kondisi ini menimbulkan rasa tidak nyaman pada tubuh. Salah satu
cara untuk mengobati bengkak adalah dengan menggunakan kunyit. Kandungan kurkumin dapat
membuat gerakan pada organ pencernaan menjadi lebih lancar (Lestari, 2018).
3.5 Proses Pembuatan Jamu Kunyit (Curcuma longa) Sebagai Obat Tradisional Umntuk
Menyembuhkan Penyakit Maag.
Jamur kunyit dapat membantu menyembuhkan penyakit maag. Berdasalkan dari hasil penelitian
observasi ke tempaat produksi jamu kunyit tradisional. Cara pembuatan jamu kunyit (Curcuma longa)
yaitu. Pertama Kunyit (Curcuma longa) dihaluskan hingga menjadi bubuk. Kemudian temulawak
(Curcuma zanthorhiza), serta kunyit putih (Curcuma zedoaria) dihaluskan hingga halus atau hingga
menjadi bubuk. Kemudia di campurkan kunyit, temulawak, kunyit putih hingga menjadi satu. Takaran
yang digunakan yaitu 50 % adonan bubuk kunyit (Curcuma longa), 25% bubuk temulawak (Curcuma
zanthorhiza), dan 25% bubuk kunyit putih (Curcuma zedoaria).
Gambar 4 : Bubuk kunyit (Curcuma longa), temulawak (Curcuma zanthorhiza), dan bubuk
kunyit putih (Curcuma zedoaria).
Gambar 6 : Dituangkan madu, dan di campurkan dengan bubuk kunyit (Curcuma longa),
temulawak (Curcuma zanthorhiza), dan bubuk kunyit putih (Curcuma zedoaria) kemudian diadu
hingga rata.
9
Gambar 7 : Dimasukkan dalam botol kemasan
Setelah tercampur kemudian dimasukan madu di tempat yang terpisah, lalu dimasukan adonan
bubuk kunyit (Curcuma longa), temulawak (Curcuma zanthorhiza), serta kunyit putih (Curcuma
zedoaria), lalu diaduk hingga rata. Setelah di sudah menjadi rata, kemudian dimasukan kedalam botol,
lalu di beri lebel kunyit sakti. Dalam proses pembuatan ini masi menggunakan cara manual. Lalu
untuk cara penggunaan jamunya. Dituangan jamu tersebut kedalam gelas secukupnya, laku diberikan
air panas secukupnya. Dan jadilah jamu kunyit (Curcuma longa) untuk menyembuhkan penyakit
maag. Kunyit (Curcuma longa) ini mempunyai berbagai macam khasiat yang dapat menyembuhkan
penyakit salah satunya yaitu penyakit maag.
4. Conclusion
Pada penelitian Pemanfaatan Tanaman Kunyit (Curcuma longa) Untuk Dijadikan Jamu
Tradisional Sebagai Obat Penyakit Maag Didaerah Sumber, Kabupaten Cirebon. Tanaman obat
merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Obat adalah zat atau bahan aktif,
yang dapat berupa tumbuhan dan mineral, dan telah digunakan untuk pengobatan secara turun-
temurun. Ada banyak tumbuhan yang bisa dijadikan obat. Salah satunya yaitu dijadikan sebagai obat
tradisional jamu. Tumbuhan obat yang dijadikan sebagai obat jamu tradisional yaitu kunyit (Curcuma
longa). Tumbuhan kunyit (Curcuma longa) mempunyai kandungan yang dapat menyembuhkan
penyakit salah satunya penyakit maag. Kandungan tersebut yaitu zat kurkumin. Serta kunyit (Curcuma
longa) ini dimanfaatkan sebagai obat tradisional yang ada sejak zaman dahulu dan bersifat turun
temurun.
10
Acknowledgments
Peneliti mengucapkan terimakasih kepada Bapak Ahmad Iskandar pemilik usaha obat jamu
tradisonal di Daerah Sumber Kabupaten Cirebon. Dan terimakasih kepada masyarakat sekitar Sumber
yang sudah membantu dalam penelitian ini. Serta terimakasih kedada penulis junal dan buku yang
karyanya digunakan sebagai referensi dalam penelitian ini. Sehingga peneliti mampu menyelesaikan
tugas penelitian mengenai etnobotani.
References
A’yunin, N. A. Q., Santoso, U., & Harmayani, E. (2019). Kajian kualitas dan aktivitas
antioksidan berbagai formula minuman jamu kunyit asam. Jurnal Teknologi Pertanian
Andalas, 23(1), 37-48.
Adisa, S. D., Tripatmasari, M., Suryawati, S., & Wasonowati, C. (2022). Identifikasi
morfologi dan rendemen kunyit (Curcuma domestica Val.) di Kecamatan Kamal dan
Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan. Jurnal AGROMIX, 13(2), 209-216.
Djufri, K., Luang, L., & Araie, F. H. (2022). Identifikasi Pemanfataan Morfologi Tumbuhan
Sebagai Obat Tradisional Oleh Mahasiswa Biologi STKIP Kie Raha Ternate. Journal of
Biology Education and Science, 2(2), 86-94
Febriawan, R. (2020). Manfaat senyawa kurkumin dalam kunyit pada pasien diare. Jurnal
Medika Hutama, 2(01 Oktober), 255-260.
Haryanti, I., Munandar, A., Ilham, I., Yusuf, M., Muhajirin, M., & Jaenab, J. (2022).
Pemanfaatan Potensi Kunyit Di Desa Raba Wawo Menjadi Jamu Kunyit Asam Sebagai
Minuman Sehat Dan Kekinian. Jurnal Terapan Abdimas, 7(1), 114-121.
Lestari, A., & Simarmata, T. (2018). Pengetahuan Masyarakat Jawa Tentang Tanaman Bahan
Dasar Jamu Tradisional Di Desa Brohol Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batubara. Jurnal
Pendidikan Antropologi, 1(1), 7-13.
Matatula, E., Pangemanan, E. F., & Lasut, M. T. (2021, December). KEANEKARAGAMAN
JENIS DAN PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT DI KELURAHAN BATU PUTIH
BAWAH KOTA BITUNG. Jurnal COCOS, 8(8), 1-12.
Safia, W., & Purnomo, R. (2023). Pengaruh Perbedaan Dosis Ekstrak Kunyit Merah
(Curcuma domestica) Terhadap Perubahan Morfologi Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
yang Diinfeksi Bakteri Aeromonas hydrophila. Jurnal FPIK UNIDAYAN, 10(1), 32-41.
Said, A. 2020. Khasiat Dan Manfaat Kunyit. Bekasi: Sinar Wijaya Lestari.
Subagia, I. K., Januarta, I. G. A., Arisanti, C. I. S., & Samirana, P. O. (2019). Optimasi
Konsentrasi Pulvis Gummi Arabicum (PGA) sebagai Emulgator Formulasi Emulsi Ekstrak
Rimpang Kunyit (Curcuma longa). Jurnal Farmasi Udayana, 8(1), 22.
Winarto, P. [Link] Dan Manfaat Kunyit. Yogyakarta: Agromedia.
11