0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan16 halaman

Ergonomi dalam Pengelolaan Kesehatan Kerja

Dokumen ini membahas pendekatan ergonomi dalam pemantauan tugas di lingkungan kerja untuk mengoptimalkan interaksi antara manusia dan desain produk. Selain itu, dokumen ini menjelaskan pentingnya pengendalian faktor risiko fisik, kimia, dan psikologi untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Panduan juga diberikan terkait pengangkatan dan membawa beban secara manual untuk mengurangi risiko cedera.

Diunggah oleh

yusrizal bakar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan16 halaman

Ergonomi dalam Pengelolaan Kesehatan Kerja

Dokumen ini membahas pendekatan ergonomi dalam pemantauan tugas di lingkungan kerja untuk mengoptimalkan interaksi antara manusia dan desain produk. Selain itu, dokumen ini menjelaskan pentingnya pengendalian faktor risiko fisik, kimia, dan psikologi untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Panduan juga diberikan terkait pengangkatan dan membawa beban secara manual untuk mengurangi risiko cedera.

Diunggah oleh

yusrizal bakar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Ergonomi Sebagai Sebuah

Pendekatan SOLUSI

Yusrizal Bakar
SASARAN MATERI
Menggunakan PENDEKATAN ergonomi sebagai landasan DALAM MELAKUKAN TUGAS
PEMANTAUAN
SOCIAL MEDIA

ergonomi
ilmu mengenai interaksi manusia kesesuaian sebuah
dan elemen-elemen pada suatu desain/produk dengan
sistem, untuk mengoptimasi manusia secara fisiologi,
performa sistem dan kondisi psikologi, dan
manusia antropometri
keseimbangan ergonomi
Organization Characteristics Personal Capacity
berhubungan dengan jam kerja dan 01
meliputi usia jenis kelamin, antropometri,
jam istirahat, kerja malam dan pendidikan, pengalaman, status sosial,
Environmental Characteristic bergilir, cuti dan libur, manajemen agama, dan kepercayaan, status
berkaitan dengan manusia, suhu dan Kesehatan dan kesegaran tubuh
kelembaban, bising dan getaran, 03
penerangan, sosio budaya, norma, adat
dan kebiasaan, bahan-bahan pencemar Physiological Capacity
meliputi kemampuan dan
05 daya tahan cardiovaskuler,
syaraf otot, panca indera

Task and material


Characteristics
ditentukan oleh karakteristik 02
peralatan dan mesin, tipe, Psycological Capacity
04
kecepatan dan irama kerja berhubungan dengan
kemampuan mental, waktu
Biomechanical Capacity reaksi, kemampuan
berkaitan dengan kemampuan dan adaptasi, stabitas emosi
daya tahan sendi dan persendian,
tendon dan jalinan tulang
ergonomi dan lingkungan kerja
upaya perlindungan untuk tenaga kerja dan orang lain dari potensi
bahaya yang berasal dari :
• mesin, pesawat, alat kerja, bahan, dan energi
• lingkungan kerja
• sifat pekerjaan
• cara kerja
• proses produksi
perlindungan & pengelolaan
lingkungan hidup

adalah upaya sistematis dan terpadu yang


dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan
hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan
kerusakan lingkungan hidup meliputi perencanaan,
pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan,
pengawasan, dan penegakan hukum
hal penting yang harus diperhatikan terkait pengendalian
lingkungan dalam upaya mencegah bahaya kecelakaan
kerja dan penyakit akibat kerja

1. mengendalian faktor fisika dan kimia


agar berada di bawah NAB
2. mengendalian faktor biologi, faktor
ergonomi, dan faktor psikologi kerja
agar memenuhi standar
3. menyediaan fasilitas kebersihan dan
sarana higiene di tempat kerja yang
bersih dan sehat
4. menyediaan personil K3 yang memiliki
kompetensi dan kewenangan pada
bidang lingkungan kerja
mewasdai BEBAN kerja sebagai salah satu cara mengatasi risiko
BAHAYA kecelakaan kerja
beban kerja adalah sejumlah pekerjaan yang dikerjakan (beban kerja fisik
adalah kerja yang memerlukan energi fisik otot manusia sebagai sumber
tenaganya)

beban kerja fisik


disebut juga manual operation yaitu kondisi performans kerja sepenuhnya akan tergantung
pada manusia yang berfungsi sebagai sumber tenaga, kerja fisik akan mengakibatkan
perubahan fungsi pada tubuh (dapat dideteksi melalui beberapa parameter, misalnya
konsumsi oksigen, denyut jantung, peredaran udara dalam paru-paru, temperatur tubuh,
konsentrasi asam laktat dalam darah, komposisi kimia dalam darah)
Gradjean (2003) “fitting the task to the human”
menyajikan formulasi untuk mengenali potensi
BAHAYA secara dini terkait beban KERJA
operator
100 x denyut nadi kerja − denyut nadi istirahat
%CVL =
denyut nadi maksimum − denyut nadi istirahat
1. denyut nadi istirahat (yaitu rerata denyut nadi sebelum bekerja)
2. denyut nadi kerja (yaitu rerata denyut nadi selama bekerja)
3. nadi kerja (yaitu selisih antara denyut nadi istirahat dan denyut nadi kerja)
4. denyut nadi masksimum (wanita=200-usia dan laki-laki=220-usia)
penyakit akibat gangguan kesehatan baik jasmani
maupun rohani yang ditimbulkan dan
kerja atau diperparah karena aktivitas kerja
atau kondisi yang berhubungan dengan
pekerjaan

pencegahan
1. pemeriksaan kesehatan berkala
2. pemeriksaan kesehatan khusus
3. pelayanan kesehatan
4. penyedian sarana dan prasarana

faktor penyebab
1. biologi (bakteri, virus jamur, binatang, tanaman)
2. kimia (bahan beracun dan berbahaya/radioaktif)
3. fisik (tekanan, suhu, kebisingan, cahaya)
4. biomekanik (postur, gerakan berulang, pengangkutan manual)
5. psikologi (stress, dsb)
pengendalian potensi
BAHAYA berdasarkan
prinsip MMH (manual
material handling)
The National Institute for
Occupational Safety and Health
(NIOSH)
memberikan suatu PEDOMAN dalam
melaksanakan TUGAS penanganan yang
dilakukan secara manual, NIOSH
membatasi sebuah pekerjaan pada batas
angkat tertentu UNTUK mencegah
terjadinya CIDERA atau PENYAKIT
AKIBAT KERJA
panduan aktivitas mengangkat
pada saat bekerja secara manual
terdapat empat kategori warna yaitu hijau,
kuning, merah dan ungu
(1) area warna hijau dengan kode G (Green) = 0 merupakan
kategori pengangkatan yang aman
(2) area wana kuning sawo dengan kode A (Amber) = 4
masih dalam kondisi aman namun perlu mendapat
pengawasan.
(3) area warna merah dengan kode R (Red) = 6 dalam
kondisi berbahaya harus dihindari.
(4) area warna ungu dengan kode P (Purple) = 10 kategori
pekerjaan yang sangat berbahaya dan diperlukan
pengawasan sangat ketat karena berpotensi risiko
cedera serius
panduan aktivitas membawa
pada saat bekerja secara manual
terdapat empat kategori warna yaitu hijau,
kuning, merah dan ungu
(1) area warna hijau dengan kode G (Green) = 0
merupakan kategori membawa yang aman
(2) area wana kuning sawo dengan kode A (Amber) = 4
masih dalam kondisi aman namun perlu mendapat
pengawasan
(3) area warna merah dengan kode R (Red) = 6 dalam
kondisi berbahaya harus dihindari
(4) area warna ungu dengan kode P (Purple) =10 kategori
pekerjaan yang sangat berbahaya dan diperlukan
pengawasan sangat ketat karena berpotensi risiko
cedera serius
dalam melaksanakan batas berat BEBAN yang
fungsi INSPEKSI, kiranya direkomendasikan untuk penanganan
dapat memperhatikan secara manual (RWL=Recomended
Weight Limit)
kaedah ERGONOMI
untuk menentukan RWL terdapat 6 faktor pengali LC
seperti yang dijelaskan (Load Constants), formula yang SUDAH direvisi oleh
NIOSH disebutkan konstanta berat beban maksimum
oleh NIOSH menjadi 23 kg

misalnya saat MEMINDAHKAN


sebuah BENDA/BEBAN dengan
manual, pada POSISI kerja yang
aman dan tidak berisiko terjadinya
CIDERA atau penyakik akibat kerja
lifting index
Indeks pengangkatan untuk
mengestimasi adanya cedera akibat
Recomended Weight Limit pengerahan tenaga yang berlebihan
pada pekerjaan penanganan material
RWL = Lc x Hm x Vm x Dm x Am x Fm x Cm secara manual

Dimana: L
LC = Load Constants (Konstanta beban) LI =
HM = Horizontal Multiplier (Faktor pengali horisontal) RWL
VM = Vertical Multiplier (Faktor pengali vertikal)
DM = Distance Multiplier (Faktor pengali jarak) Dimana L adalah berat objek
AM = Asymmetric Multiplier (Faktor pengali asimetri) yang diangkat, jika nilai LI
FM = Frequency Multiplier (Faktor pengali frekuensi) lebih dari 1 maka berisiko
CM = Coupling Multiplier (Faktor pengali kopling) terhadap cedera
variabel pengali
H V D A
faktor pengali horisontal dari faktor pengali vertikal jarak perpindahan sudut asimetri, merupakan sudut
tangan (pusat beban) pada merupakan lokasi secara vertikal pemindahan beban dari bidang
titik tengah pergelangan, vertikal tangan dari merupakan jarak lengkung, diukur dari titik awal dan
yang diukur pada titik awal lantai, yang diukur antara lokasi awal
tujuan pengangkatan (dalam derajat),
dan tujuan pengangkatan. pada titik awal dan tujuan
Jika H diukur kurang dari 25 pengangkatan, nilai V pengangkatan, D pengangkatan asimetri harus
cm, maka digunakan nilai berada pada range V berada pada range 25 dihindari, jika pengangkatan asimetri
minimum dari H = 25 cm. = 0 (benda ditaruh cm ≤ D ≤ 175 cm, jika tidak dapat dihindari maka RWL
Nilai maksimum H dilantai) sampai V = pada pengukuran nilai kurang secara signifikan dari batas
diasumsikan 63 cm. Faktor 175 cm (batas atas D kurang dari 25 cm, yang digunakan untuk pengangkatan
pengali (HM) adalah 25/H jangkauan vertikal maka nilai minimum D simetri, sudut A berkisar antara 00
(cm) atau 10/H (in). Jika H untuk pengangkatan) = 25 cm digunakan sampai 1350 sudut putar tubuh diukur
,

kurang dari atau sama untuk menghitung


pada pengangkatan awal. Jika A >
dengan 25 cm (10 in) maka RWL
faktor pengali adalah 1, jika 1350, maka AM sama dengan 0 yang
H adalah 63 cm (25 in) maka menghasilkan RWL sama dengan 0
faktor pengali menjadi 0,4 atau tidak ada beban

Anda mungkin juga menyukai