100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan63 halaman

Materi KKA Koding Kelas 10 SMK

Dokumen ini membahas tentang mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam kurikulum nasional Indonesia, yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan abad 21 pada siswa. KKA mengajarkan berpikir komputasional, literasi digital, dan etika dalam penggunaan teknologi, serta mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di era digital. Pembelajaran dilakukan secara kontekstual dan dapat dilakukan baik secara online maupun offline, dengan fokus pada pengembangan kompetensi yang relevan.

Diunggah oleh

sripujiati85
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan63 halaman

Materi KKA Koding Kelas 10 SMK

Dokumen ini membahas tentang mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam kurikulum nasional Indonesia, yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan abad 21 pada siswa. KKA mengajarkan berpikir komputasional, literasi digital, dan etika dalam penggunaan teknologi, serta mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di era digital. Pembelajaran dilakukan secara kontekstual dan dapat dilakukan baik secara online maupun offline, dengan fokus pada pengembangan kompetensi yang relevan.

Diunggah oleh

sripujiati85
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MATA PELAJARAN KODING

DAN KECERDASAN ARTIFISIAL (KKA)


PADA KURIKULUM NASIONAL

HASIHOLAN YUSUF L.
PENGEMBANG TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
BALAI GTK PROV. KALTENG
Bagaimana perasaan
bapak/ibu hari ini ?

1 2 3 4
Apa yang bapak/ibu pikirkan
ketika mendengar kata:

KECERDASAN ARTIFISIAL
Bayangkan sebuah KA yang bisa
melakukan apa saja untuk
membantu bapak/ibu

Layanan apa yang


bapak/ibu ingin dilakukan
oleh KA tersebut ?
Latar Belakang KKA
Latar Belakang KKA

Indonesia memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia


yang unggul dan siap menghadapi tantangan global, terutama di bidang
digital.

Mata pelajaran ini membantu siswa


belajar teknologi seperti koding dan
kecerdasan artifisial yang sangat penting
di era digital saat ini.
Tujuan Pembelajaran KKA
Tujuan Pembelajaran KKA
• terampil berpikir komputasional untuk menciptakan
solusi atau penyelesaian persoalan secara logis,
sistematis, kritis, analitis, dan kreatif;

• cakap dan bijak sebagai warga masyarakat digital


yang literat, produktif, beretika, aman, berbudaya
dan bertanggungjawab;

• terampil mengelola dan memanfaatkan data untuk


pemecahan masalah kehidupan;

• terampil berkarya dengan menghasilkan rancangan


atau program melalui proses koding dan
pemanfaatan kecerdasan artifisial.
Tujuan Pembelajaran KKA

Pelajaran koding dan KA memberikan bekal keterampilan abad 21, yaitu


kemampuan berpikir komputasional yang membantu siswa menyusun logika
dan menyelesaikan masalah secara sistematis dan kreatif.

Selain itu, siswa diajarkan jadi pengguna teknologi yang bertanggung jawab
dan paham etika digital serta bisa mengolah data yang berguna untuk
kehidupan sehari-hari maupun pekerjaan
Karakteristik Pembelajaran KKA
Karakteristik Pembelajaran KKA
• Menanamkan etika (keadaban) sebagai fondasi bagi
penguasaan kompetensi di semua jenjang

• Pembelajaran yang kontekstual sesuai dengan situasi


yang dihadapi peserta didik sehari-hari dan
permasalahan yang terjadi di masyarakat/lingkungan
sekitar.

• Pembelajaran dapat dilaksanakan secara internet-based,


plugged, dan unplugged.

• Penggunaan pendekatan human-centered di mana manusia sebagai fokus


dalam pembelajaran, pemanfaatan, dan pengembangan KA.
Karakteristik Pembelajaran KKA

• Menekankan penguasaan kompetensi pra-dasar pada


jenjang SD sebagai bekal bagi pembelajaran Informatika
serta Koding dan KA di jenjang SMP.

• Praktik mendalam berpikir komputasional dan literasi


digital tingkat dasar pada jenjang SMP.

• Praktik mendalam berpikir komputasional dan literasi


digital tingkat menengah dan lanjut pada jenjang
SMA/SMK.
Karakteristik Pembelajaran KKA

Pembelajaran koding dan KA dilakukan dengan pendekatan yang dekat dengan


kehidupan sehari-hari, menggunakan metode yang bisa dilakukan baik secara
online maupun offline, serta menempatkan manusia sebagai pusat dalam
memanfaatkan teknologi.
Elemen KKA
Elemen KKA
• Berpikir Komputasional

• Literasi Digital

• Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial

• Pemanfaatan dan Pengembangan Kecerdasan


Artifisial

• Algoritma Pemrograman

• Analisis Data
Elemen KKA
• Berpikir Komputasional
Keterampilan problem
solving yang berjenjang
melalui pemodelan dan
melalui simulasi untuk
menghasilkan solusi efektif,
efisien, dan optimal yang
dapat dijalankan oleh
manusia atau mesin meliputi
penalaran logis, kritis, dan
kreatif berdasarkan data,
baik secara mandiri maupun
berkolaborasi.
Elemen KKA

Kecakapan bermedia digital


dengan fokus produksi dan
• Literasi Digital
diseminasi konten digital,
dengan memahami etika
dan keamanan digital.
Elemen KKA

Mengetahui konsep dasar KA,


bagaimana KA bekerja,
manfaat dan dampak KA,
serta sikap kritis dan etika
dalam pemanfaatan KA • Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial
Elemen KKA

Kemampuan memanfaatkan
KA untuk penyelesaian
masalah dan peningkatan
efisiensi, serta menciptakan
dan memperbaiki sistem KA

• Pemanfaatan dan Pengembangan Kecerdasan


Artifisial
Elemen KKA

Mengembangkan solusi dari


berbagai persoalan dengan
membaca bermakna dan
menulis teks algoritmik
terstruktur (logis, sistematis,
bertahap, konvergen, dan
linier) menjadi kumpulan
instruksi berdasarkan
paradigma pemrograman
yang menaik secara
bertahap dan berjenjang, • Algoritma Pemrograman
dapat dikerjakan secara
mandiri atau berkolaborasi
dengan yang lain.
Elemen KKA

Kemampuan untuk
menstrukturkan, menginput,
memproses (antara lain
menganalisis, mengambil
kesimpulan, membuat
keputusan, dan
memprediksi), dan
menyajikan data.

• Analisis Data
Bagiamana pendapat Bpk/ibu melihat video berikut :
Bagiamana pendapat Bpk/ibu melihat video berikut :
Bagiamana pendapat Bpk/ibu melihat video berikut :
Posisi Mata Pelajaran KKA dan Informatika
Posisi Mata Pelajaran KKA dan Informatika

Mata pelajaran Informatika merupakan mapel wajib yang diselenggarakan di kelas


10, dengan dua elemen Berpikir Komputasional dan Literasi Digital serta menjadi
mapel pilihan pada kelas 11 dan 12 dengan empat elemen yaitu Berpikir
Komputasional, Literasi Digital, Analisis Data dan Algoritma Pemrograman

Penting sekali bagi pendidik untuk mengetahui ruang lingkup mapel Informatika, dan
relasinya dengan mapel KKA ini, sehingga dapat membuat perencanaan
pembelajaran KKA dengan tepat.

Bpk/ibu perlu untuk memastikan supaya


tidak ada materi yang berulang
Posisi Mata Pelajaran KKA dan Informatika
Fase E (Kelas 10 SMA/SMK)
Posisi Mata Pelajaran KKA dan Informatika
Fase E (Kelas 10 SMA/SMK)
Posisi Mata Pelajaran KKA dan Informatika
Fase E (Kelas 10 SMA/SMK)
Posisi Mata Pelajaran KKA dan Informatika
Fase E (Kelas 10 SMA/SMK)
Posisi Mata Pelajaran KKA dan Informatika
Fase E (Kelas 10 SMA/SMK)
Posisi Mata Pelajaran KKA dan Informatika
Fase E (Kelas 10 SMA/SMK)
Posisi Mata Pelajaran KKA dan Informatika
Fase E (Kelas 10 SMA/SMK)
Posisi Mata Pelajaran KKA dan Informatika
Fase E (Kelas 10 SMA/SMK)
Posisi Mata Pelajaran KKA dan Informatika
Fase E (Kelas 10 SMA/SMK)
Posisi Mata Pelajaran KKA dan Informatika
Fase F (Kelas 11-12 SMA/SMK)
Posisi Mata Pelajaran KKA dan Informatika
Fase F (Kelas 11-12 SMA/SMK)
Posisi Mata Pelajaran KKA dan Informatika
Fase F (Kelas 11-12 SMA/SMK)
Posisi Mata Pelajaran KKA dan Informatika
Fase F (Kelas 11-12 SMA/SMK)
Posisi Mata Pelajaran KKA dan Informatika
Fase F (Kelas 11-12 SMA/SMK)
Posisi Mata Pelajaran KKA dan Informatika
Fase F (Kelas 11-12 SMA/SMK)
Posisi Mata Pelajaran KKA dan Informatika
Fase F (Kelas 11-12 SMA/SMK)
Posisi Mata Pelajaran KKA dan Informatika
Fase F (Kelas 11-12 SMA/SMK)
Posisi Mata Pelajaran KKA dan Informatika
Fase F (Kelas 11-12 SMA/SMK)
Pilihan Penerapan Pembelajaran KKA
Pilihan Penerapan Pembelajaran KKA

1. Mata Pelajaran Wajib

2. Mata Mata Pelajaran Pilihan

3. Kokurikuler atau Terintegrasi pada Mata Pelajaran yang Sudah Ada


Elemen KKA
Elemen KKA
• Berpikir Komputasional

• Literasi Digital

• Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial

• Pemanfaatan dan Pengembangan Kecerdasan


Artifisial

• Algoritma Pemrograman

• Analisis Data
Elemen KKA
• Berpikir Komputasional

Berpikir komputasional : keterampilan dan pola pikir dasar yang tidak terbatas
pada ilmuwan komputer tetapi dapat diterapkan secara universal.

Proses berpikir komputasional dapat dibagi menjadi empat pilar:


1. Dekomposisi, yaitu proses memecah masalah kompleks menjadi bagian-
bagian yang lebih kecil dan lebih dapat dikelola. Ini memungkinkan
pendekatan yang lebih sistematis dalam memecahkan masalah.
Elemen KKA
• Berpikir Komputasional

Contoh aktivitas dekomposisi dalam kehidupan sehari-hari adalah saat ibu


merencanakan memasak sebuah hidangan yang kompleks.

Ibu akan memecah tugas besar "memasak" menjadi bagian-bagian lebih kecil
seperti menyiapkan bahan, memotong sayuran, memasak nasi, memasak lauk,
dan menyajikan.

Dengan memecah tugas ini, ibu bisa fokus mengerjakan satu bagian pada satu
waktu sehingga proses memasak menjadi lebih teratur dan mudah dikelola.
Elemen KKA
• Berpikir Komputasional

2. Pengenalan pola, yaitu proses identifikasi pola atau kesamaan yang berulang
dalam data atau di berbagai masalah. Mengenali pola-pola ini dapat
mengarah pada penerapan solusi yang serupa dalam berbagai konteks.

Contoh pola : Penggunaan Listrik di Rumah


• Proses yang dilakukan adalah mengamati bahwa penggunaan listrik di
rumah meningkat setiap sore hingga malam hari.
• Pola ini dapat membantu kamu menghemat energi dengan mengatur
pemakaian alat listrik pada jam-jam tertentu.
Elemen KKA
• Berpikir Komputasional

3. Abstraksi, adalah proses menyaring informasi yang tidak perlu dan fokus
pada detail yang relevan yang penting untuk memecahkan masalah yang
dihadapi. Ini memungkinkan pendekatan yang lebih efisien dan terarah

Contoh aktivitas abstraksi dalam kehidupan sehari-hari adalah saat sedang


membuat catatan atau ringkasan dari materi pelajaran.
• Proses yang dilakukan adalah : Membaca bahan pelajaran yang panjang,
kemudian menuliskan inti sari atau poin-poin utama.
• Manfaat: Memudahkan pemahaman, menghemat waktu belajar, dan fokus
pada hal yang penting
Elemen KKA
• Berpikir Komputasional

4. Algoritma, melibatkan pengembangan urutan instruksi yang logis dan


bertahap untuk mencapai solusi. Ini menekankan pendekatan terstruktur dan
metodis dalam memecahkan masalah.

Contoh aktivitas dalam keseharian adalah : Membuka dan Menggunakan


Perangkat Elektronik
• Urutan langkah yang dilakukan: Nyalakan perangkat, masukkan password,
buka aplikasi, gunakan sesuai kebutuhan.
• Manfaat: Meminimalkan kesalahan dan memastikan langkah operasi yang
benar.
Elemen KKA
• Literasi Digital

Literasi digital merujuk pada keterampilan dan pemahaman yang diperlukan


untuk menggunakan, mengevaluasi, dan menerapkan teknologi digital secara
bijaksana dan bertanggung jawab

Literasi digital meliputi pemahaman dan keterampilan menggunakan perangkat


keras, perangkat lunak, dan aplikasi TIK untuk mengakses informasi,
berkomunikasi, dan mencari solusi dalam berbagai konteks.

Penting bagi peserta didik untuk memahami dasar-dasar sistem komputer,


arsitektur jaringan, serta mekanisme komunikasi antar komputer, yang mencakup
pengetahuan tentang perangkat keras, sistem operasi, protokol jaringan, dan
aspek teknis lainnya
Elemen KKA
• Literasi Digital

Peserta didik perlu dikenalkan dengan konsep-konsep seperti algoritma, analisis


data, dan komputasi statistik.

Aspek lain dari literasi digital adalah pemahaman tentang dampak media sosial
terhadap individu dan masyarakat, yang mencakup isu privasi dan keamanan
data, etika bermedia sosial, efek psikologis penggunaan media sosial, serta
kemampuan mengidentifikasi berita palsu (hoaks) dan konten yang meragukan.

Peserta didik juga harus mempelajari dampak teknologi terhadap lingkungan dan
kesehatan manusia, seperti penggunaan energi perangkat digital, pengelolaan
limbah elektronik, dan pengaruh radiasi dari perangkat elektronik
Elemen KKA
• Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial

Literasi kecerdasan artifisial (KA) bagi peserta didik sekolah dasar dan menengah
mencakup pemahaman fundamental tentang apa itu KA, bagaimana KA bekerja,
dan bagaimana KA diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik juga
perlu mengetahui lanskap KA, dan bisa membedakan masing-masing modelnya.

Di tingkat menengah, literasi KA membangun fondasi dasar dengan


memperkenalkan konsep dan pertimbangan etika yang lebih kompleks. Peserta
didik harus mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang machine
learning, yang mencakup teknik pembelajaran terawasi (supervised learning),
tanpa pengawasan (unsupervised learning), dan reinforced learning.
Elemen KKA
• Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial

Etika KA merupakan aspek krusial yang harus dipahami oleh peserta didik. Mereka
perlu menyadari bahwa sistem KA dikembangkan dan dilatih oleh manusia,
sehingga sistem tersebut dapat mencerminkan bias dan prasangka yang ada
dalam data pelatihan.

Peserta didik perlu diajarkan untuk mengidentifikasi potensi bias dalam sistem KA
dan bagaimana hal ini dapat memengaruhi pengambilan keputusan dan tindakan
yang diambil.
Elemen KKA
• Pemanfaatan dan Pengembangan Kecerdasan Artifisial

Di sekolah menengah, pemanfaatan KA diperluas dengan memperkenalkan


konsep dan teknik yang lebih kompleks.

Peserta didik dapat diajak untuk menggunakan KA dalam menganalisis data,


memecahkan masalah yang kompleks, dan mengembangkan proyek berbasis KA.

Contoh pemanfaatan KA meliputi: pemanfaatan KA generatif baik untuk berbagai


aktivitas baik menjadi asisten virtual, membantu memecahkan permasalahan,
belajar bahasa asing, membantu memberikan saran untuk penulisan dan tata
bahasa, hingga untuk berkreasi dalam seni.
Elemen KKA
• Pemanfaatan dan Pengembangan Kecerdasan Artifisial

Beberapa Teknologi KA yang bisa kita kenalkan kepada peserta didik kita antara
lain:
1. Pengenalan Suara
2. Pengenalan Gambar
3. Analisis Data, Rekomendasi dan Prediksi
4. Pemanfaatan KA Generatif
Elemen KKA
• Algoritma dan Pemrograman

Peserta didik diperkenalkan tentang Alogritma dan menuliskan dengan bahasa


program tertentu seperti Phyton, C, atau Java.

• Analisis Data

Peserta didik diajak untuk melakukan proses pemeriksaan keabsahan dan


kebenaran data, pembersihan (menindaklanjuti hasil pemeriksaan), transformasi,
dan pemodelan data dengan tujuan untuk menemukan informasi yang berguna
-- TERIMA KASIH --

MATA PELAJARAN KODING


DAN KECERDASAN ARTIFISIAL (KKA)
PADA KURIKULUM NASIONAL

HASIHOLAN YUSUF L.
PENGEMBANG TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
BALAI GTK PROV. KALTENG
Di era digital yang terus berkembang pesat ini, peran Bapak/Ibu sebagai pendidik
sangat krusial untuk membentuk generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi
juga bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi tersebut.

Mari kita terus belajar dan berinovasi agar dapat memberikan edukasi yang relevan
dan adaptif dengan perkembangan zaman.

Semoga Bapak/Ibu senantiasa diberikan semangat dan kekuatan untuk terus


menginspirasi dan mencetak generasi hebat yang siap menyambut masa depan.

Sampai berjumpa di kesempatan lainnya.


Selamat menjalankan tugas.

Sukses mulia untuk kita semua!

Common questions

Didukung oleh AI

'Computational thinking' provides students with skills to approach problems methodically, breaking down complex issues into manageable parts, recognizing patterns, abstracting information, and creating algorithms. This structured approach is crucial in devising innovative solutions in technology-driven environments. 'Digital literacy', on the other hand, ensures students can interact with digital tools safely and effectively, making informed decisions while navigating digital environments. Together, these competencies enable students to function effectively in modern society by enhancing their ability to critically assess information, adapt to new technologies, and contribute responsibly to digital communities .

Educators can employ strategies such as project-based learning, where students undertake real-world projects that involve ethical AI considerations. Encouraging debates and discussions on current AI applications and their societal impacts can engage students deeply. Interactive simulations and role-playing can demonstrate potential ethical dilemmas in AI, fostering critical thinking. Technology-supported storytelling and the use of case studies can illustrate the consequences of unethical AI uses, providing practical insights. These approaches not only make learning engaging but also instill a deeper understanding of AI's ethical frameworks .

Integrating ethics into AI literacy is essential for students because it helps them understand the implications of AI technologies, including recognizing biases present in AI systems. Ethical considerations guide students in evaluating how AI decisions may impact individuals and society, promoting responsible use and development of AI. This can be implemented in educational curricula by exposing students to real-world scenarios that require ethical judgments, teaching them to identify biases, and encouraging them to think about the social responsibilities of deploying AI technologies. It involves discussions on privacy, data security, and the potential ethical dilemmas posed by AI decisions .

Integrating lessons on privacy, data security, and social media ethics is crucial in fostering digital responsibility among students. Such education empowers students to navigate digital landscapes safely and responsibly, understanding the risks associated with data breaches and privacy violations. It prepares them to critically assess the content and impact of social media, recognize misinformation, and respect the digital rights of others. By instilling these principles, students learn to make informed decisions, prioritize ethical considerations, and contribute positively to digital communities, which is essential in today's interconnected world .

In the KKA curriculum, 'algorithm programming' and 'data analysis' complement each other by enabling students to create structured, logical steps for processing and analyzing data. Algorithm programming provides the skills necessary to develop sequences of instructions or processes, which are crucial in handling and manipulating data effectively. Data analysis, in turn, involves extracting insights and supporting decision-making processes based on processed data. Together, these elements prepare students to engage in computational tasks that require both precise programming skills and the ability to interpret and use data to drive conclusions and solve complex problems .

The 'human-centered approach' in teaching coding and AI focuses on ensuring that these technologies serve human interests and improve quality of life. In educational settings, this approach emphasizes developing technologies that prioritize user experience and accessibility, encouraging students to consider the societal impact of technology solutions. It fosters an understanding that technology should not just be about technical prowess but also about solving real-world human problems effectively and ethically. This approach promotes empathy, ensuring that students design and implement AI applications with a mindset geared towards benefitting communities and addressing users' needs .

Understanding both 'supervised' and 'unsupervised' learning techniques is crucial in AI literacy for secondary education students because these techniques represent foundational approaches to teaching machines how to learn from data. Supervised learning involves training AI models on labeled data, allowing them to make predictions or categorize data based on examples. Unsupervised learning, on the other hand, deals with unlabeled data, where the system identifies patterns or relationships without predefined labels. Mastery of these concepts enables students to comprehend how AI models are developed and applied in various industries, thereby equipping them with critical skills to innovate within the field .

'Plugged' teaching methods involve the use of computers and software to teach coding and AI, offering hands-on experience with digital tools. These methods are effective in showing real-time outcomes and application scenarios. In contrast, 'unplugged' methods use physical activities and analogies to teach computational principles without computers. They cater to diverse learning styles and emphasize fundamental concepts, making them accessible in environments lacking technological resources. Together, these methods provide comprehensive learning experiences by combining theoretical knowledge with practical application, accommodating varied learning environments .

'Computational thinking' transcends computer science by providing a framework for problem-solving that is applicable to numerous fields. The KKA program highlights that computational thinking involves breaking down problems into smaller, manageable parts, recognizing patterns, abstracting relevant information, and devising step-by-step solutions. These skills are valuable not only in coding and AI but also in fields like mathematics, engineering, biology, and even the humanities, where systematic analytical thinking is essential for devising solutions to complex issues. This approach encourages creative problem-solving and innovative thinking across disciplines .

The main goals of implementing coding and artificial intelligence (AI) courses in the Indonesian national curriculum are to develop students' computational thinking skills, teach them to be responsible users of technology, equip them with the ability to manage and utilize data for problem-solving, and enable them to create projects using coding and AI. These objectives aim to prepare students to face global challenges, especially in the digital field, by becoming digitally literate, ethical, productive, and responsible citizens. The courses also aim to enhance systematic and creative problem-solving skills through logical and structured approaches .

Anda mungkin juga menyukai