0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Analisis QoS Bandwidth: HTB vs PCQ

Dokumen ini membahas analisis perbandingan Quality of Service (QoS) pada performa bandwidth jaringan menggunakan metode Hierarchical Token Bucket (HTB) dan Per Connection Queue (PCQ). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode manajemen bandwidth yang lebih efisien untuk administrator jaringan. Hasil analisis diharapkan dapat memberikan referensi dalam pemilihan metode yang tepat untuk meningkatkan kualitas layanan internet.

Diunggah oleh

Vicky Wibisono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Analisis QoS Bandwidth: HTB vs PCQ

Dokumen ini membahas analisis perbandingan Quality of Service (QoS) pada performa bandwidth jaringan menggunakan metode Hierarchical Token Bucket (HTB) dan Per Connection Queue (PCQ). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode manajemen bandwidth yang lebih efisien untuk administrator jaringan. Hasil analisis diharapkan dapat memberikan referensi dalam pemilihan metode yang tepat untuk meningkatkan kualitas layanan internet.

Diunggah oleh

Vicky Wibisono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Vol.

XV Nomor 3 November 2020 – Jurnal Teknologi Informasi ISSN: 1907-2430

Analisis Perbandingan Quality Of Service (Qos) Pada Performa


Bandwidth Jaringan Dengan Metode Hierarchical Token Bucket
(Htb) Dan Per Connection Queque (Pcq).

Adytia A. Tambunan1, Lukman2


Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta
Jl. Ring Road Utara Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta 55283
1
[Link]@[Link], 2 masman@[Link]

INTISARI
Quality of Service (QoS) adalah cara cerdas untuk mengalokasikan bandwidth yang
tersedia. Penggunaan manajemen bandwidth sebagai parameter Quality of Service tidak hanya
membatasi tetapi menjaga kualitas bandwidth, sehingga semua pengguna yang terhubung dalam
satu jaringan mendapatkan kualitas internet yang merata dan stabil. Ada beberapa cara untuk
mengaplikasikan bandwidth managemen untuk meningkatkan Quality of Service, salah satunya
yakni menggunakan mikrotik.
Ada banyak metode manajemen bandwidth yang dapat digunakan atau diterapkan pada
jaringan yang menggunakan router mikrotik. Adapun yang paling sering digunakan dalam
jaringan berskala menengah atau pun besar seperti metode Hierarchical Token Bucket (HTB) dan
Per Connection Queue (PCQ).
Penelitian ini akan melakukan analisis variabel Quality of Service (QoS) terhadap
performa bandwidth dengan membandingkan dua metode antrian yaitu metode Hierarchical
Token Bucket (HTB) dan metode Per Connection Queue (PCQ). Penelitian dilakukan untuk
mengetahui metode manakah lebih baik untuk di implementasikan oleh administrator jaringan
agar efesien dan tepat untuk digunakan.
Kata kunci: Manajemen Bandwidth, QOS, PCQ, HTB, Mikrotik.

ABSTRACT
Quality of Service (QoS) is a smart way to allocate available bandwidth. The use of bandwidth
management as a Quality of Service parameter not only limits but maintains bandwidth quality, so
that all users connected in one network get an even and stable internet quality. There are several
ways to apply bandwidth management to improve Quality of Service, one of which is using a
proxy.
There are many bandwidth management methods that can be used or applied to networks that
use a proxy router. As for what is most often used in medium or large scale networks such as the
Hierarchical Token Bucket (HTB) and Per Connection Queue (PCQ) methods.
This study will analyze the Quality of Service (QoS) variable on bandwidth performance by
comparing two queuing methods, namely the Hierarchical Token Bucket (HTB) method and the
Per Connection Queue (PCQ) method. The study was conducted to determine which method is
better for network administrators to implement in order to be efficient and appropriate to use.
Keywords: Bandwidth Management, QOS, PCQ, HTB, Mikrotik.

I. PENDAHULUAN Quality of Service (QoS) adalah cara cerdas


A. Latar Belakang Masalah untuk mengalokasikan bandwidth yang tersedia.
Perkembangan Teknologi yang terbuka Penggunaan manajemen bandwidth sebagai
bebas, jaringan komputer dan akses internet parameter Quality of Service tidak hanya
sangat di butuhkan sebagai pencarian informasi, membatasi tetapi menjaga kualitas bandwidth,
alat komunikasi, media sosial, dan pencarian sehingga semua pengguna yang terhubung
hiburan[1]. Semakin tinggi penggunaan akses dalam satu jaringan mendapatkan kualitas
internet maka teknologi akan semakin internet yang merata dan stabil[3]. Ada
berkembang[2]. Hal tersebut membuat orang beberapa cara untuk mengaplikasikan
tidak bisa lepas dari yang namanya internet. bandwidth managemen untuk meningkatkan
Untuk memenuhi kebutuhan aktivitas di Quality of Service, salah satunya yakni
internet maka di bangunlah sistem management menggunakan mikrotik.
bandwidth, yaitu melakukan teknik antrian Ada banyak metode manajemen
Quality of Service(QoS). bandwidth yang dapat digunakan atau

24
Vol. XV Nomor 3 November 2020 – Jurnal Teknologi Informasi ISSN: 1907-2430

diterapkan pada jaringan yang menggunakan 2. Menghasilkan sebuah informasi berupa


router mikrotik. Adapun yang paling sering hasil analisis jaringan yang sesuai
digunakan dalam jaringan berskala menengah dengan standar QoS.
atau pun besar seperti metode Hierarchical
Token Bucket (HTB) dan Per Connection II. METODOLOGI PENELITIAN
Queue (PCQ)[4]. Jenis penelitian ini memakai metode
Pertanyaan yang timbul adalah penelitian eksperimen (uji coba), di gunakan
permasalahan bagaimana cara mengetahui untuk melakukan perbandingan metode HTB
metode yang mana paling tepat terhadap dan PCQ. Metode penelitian eksperimen yang
pemilihan metode Hierarchical Token Bucket akan di gunakan merupakan pendekatan salah
(HTB) dan Per Connection Queue (PCQ) di satu metode kuantitatif, di gunakan apabila
jaringan. Secara umum sistem Hierarchical peneliti ingin melakukan percobaan untuk
Token Bucket (HTB) sangat baik jika jumlah mencari pengaruh variabel perlakuan tertentu
client sedikit, sehingga admin jaringan bisa terhadap variabel hasil dalam kondisi yang
menentukan parameter limit-at. Sedangkan , terkendalikan. Dalam penelitian ini hanya
jika user yang kita handle merupakan user melakukan uji coba sehingga variabel
dengan jumlah yang cukup banyak maka Per perlakuan dan variabel hasil itu tidak ada. Di
Connection Queue (PCQ) adalah metode yang karenakan pada variabel perlakuan di lakukan
paling tepat karena dapat melakukan bandwidth pada saat jaringan yang sudah ada, lalu di teliti
sharing otomatis dan merata ke multiclient[5]. dengan perbandingan variabel hasil. Sedangkan
Pada saat jaringan yang sudah di buat, banyak pada penelitian ini, jaringan belum di buat
yang belum mengujikan parameter variabel sehingga penelitian ini bereksperimen membuat
QoS itu sendiri. Apakah metode tersebut sesuai sebuah jaringan dengan memakai dua metode
dengan kriteria parameter QoS atau sebaliknya. yaitu HTB dan PCQ yang akan di bandingi.
Maka penelitian ini akan melakukan analisis Kegunaan hasil penelitian adalah untuk
variabel Quality of Service (QoS) terhadap mencapai tujuan yang di harapkan peneliti.
performa bandwidth dengan membandingkan Walaupun metode penelitian ini hanya uji coba,
dua metode antrian yaitu metode Hierarchical tetapi tahapan alur penelitian tetap
Token Bucket (HTB) dan metode Per menggunakan pendekatan sistematika penulisan
Connection Queue (PCQ). Penelitian pada metode penelitian eksperimen.
dilakukan untuk mengetahui metode manakah Dalam penyusunan penelitian, di mulai dari
lebih baik untuk di implementasikan oleh pengumpulan data hingga hasil penelitian maka
administrator jaringan agar efesien dan tepat terlebih dahulu membuat diagram flowchart.
untuk digunakan. Diagram tersebut digunakan untuk
mempermudah tentang alur penelitian. Adapun
B. Maksud dan Tujuan Penelitian alur penelitian dapat di lihat pada Gambar
Penelitian mengenai Analisis Perbandingan sebagai berikut :
Quality of Service (QoS) pada Performa
Bandwidth Jaringan dengan Metode
Hierarchical Token Bucket (HTB) dan Per
Connection Queue (PCQ) bermaksud untuk :
1. Melakukan analisa perbandingan
manajemen bandwidth dengan
menggunakan metode Hierarchical
Token Bucket (HTB) dan dan Per
Connection Queue (PCQ).
2. Memberikan referensi kepada
administrator jaringan dalam
menentukan metode mana yang paling
tepat dan benar dalam manajemen
bandwidth.

Adapun tujuan penelitian ini sebagai berikut :


1. Untuk mengetahui dan menentukan nilai
Quality of Service (QoS) dari
perbandingan kedua metode tersebut.

Gambar 1. Flowchart Alur Penelitian

25
Vol. XV Nomor 3 November 2020 – Jurnal Teknologi Informasi ISSN: 1907-2430

Adapun penjelasan di setiap tahapnya mensinkronasikan bot


sebagai berikut: dengan mikrotik
1. Tahap I Perencanaan 4 Wireshark Sebagai tool
Kegiatan yang di lakukan pada tahap penganalisa paket
perencanaan ini meliputi mengidentifikasi jaringan yang dipakai
untuk melihat parameter
masalah, mengumpulkan data yang berasal delay, jitter, packet loss,
dari subjek penelitian lain yang di peroleh dan throughput.
dari buku, skripsi, jurnal, dan informasi 5 Microsoft Excel Digunakan sebagai alat
menyangkut bandwidth dan terkait hitung untuk
parameter QoS untuk mendukung menjumlahkan
penelitian penulis. Serta melakukan parameter nilai dari
perencanaan baik kebutuhan perangkat delay, jitter, packet loss,
keras dan kebutuhan perangkat lunak untuk dan throughput.
persiapan, seperti yang bisa dilihat ditabel
berikut.
TABEL I. 2. Tahap II Perancangan
KEBUTUHAN PERANGKAT KERAS Untuk memenuhi tahap implementasi, di
No Perangkat keras Spesifikasi butuhkan perancangan sebuah jaringan.
1 Komputer - Laptop Asus Tahap perancangan ini terdiri dari :
X555QG Rancangan Topologi, Sebuah model
- Processor= AMD jaringan sangat penting dalam sebuah
A12-9700P penelitian agar mempermudah
~2.5GHz
implementasi dari sebuah sistem yang akan
- RAM = 8192MB
DDR4 dibangun, sehingga dalam tahap ini
- Hardisk = 1 TB dilakukan perancangan topologi. Adapun
- VGA AMD Radeon rancangan topologi yang digunakan
2 Mikrotik - Architecture = peneliti ditujukan pada gambar berikut.
RB951Ui- MIPS-BE
2HnD - CPU = AR9344
600MHZ
- Main Storage =
64MB
- RAM = 128MB
Wireless = 802.11
b/g/n
-
3 Kabel UTP - UTP dengan
Connector RJ45
dengan rancangan
kabel Straight
4 Switch - TP-Link TL-
SF1005D
(unmanageable)
5 Access point - TP-LINK 300Mbps
Wireless Router -
TL- WR840N
Gambar 2. Rancangan Topologi Jaringan
TABEL II.
KEBUTUHAN PERANGKAT LUNAK Rancangan IP Address, Pemberian IP
No Perangkat lunak Fungsi Address pada Ether1-Internet menggunakan
1 Windows 10 64 Sistem operasi yang DHCP Client. Untuk interface Ether2-Switch
Bit digunakan dalam
dan Ether3-AP pemberian IP Address
komputer (Laptop)
dilakukan secara dinamis yang diberikan oleh
2 RouterOS Sistem operasi yang
digunakan dalam DHCP Server. DHCP Server dapat
mikrotik mempermudah karena pembagian IP dilakukan
3 Winbox Aplikasi untuk secara otomatis. Untuk pemberian IP Address
meremote mikrotik Ether4-Admin di lakukan IP statik dan berperan
dengan tampilan GUI sebagai konfigurator serta analisis QoS.
(Graphical User Adapun rancangan IP Address dapat di lihat
Interface) dan tabel berikut.

26
Vol. XV Nomor 3 November 2020 – Jurnal Teknologi Informasi ISSN: 1907-2430

TABEL III. Setelah mendapatkan pengambilan data,


RANCANGAN IP ADDRESS analisis pertama di lakukan pada metode
Interface IP Address Subnet Mask Hierarchical Token Bucket (HTB) lalu
dilakukan perbandingan kedua yaitu,
Ether1- [Link]/24 [Link] analisis metode Per Connection Queue
INTERNET
(PCQ). Analisis yang di maksud adalah
Ether2- [Link] /24 [Link] parameter QoS yang terdiri dari delay,
SWITCH jitter, throughput, dan packet loss yang di
gunakan untuk mengukur serta
Ether3-AP [Link] /24 [Link]
membandingi performa kualitas jaringan
yang mana lebih bagus sesuai standarisasi
Ether4- [Link] /30 [Link] QoS.
ADMIN Jika hasil rata-rata nilai parameter QoS itu
sama yang berdasarkan nilai index QoS ,
maka di lakukan perbandingan nilai QoS
3. Tahap III Implementasi
yang sebenarnya. Nilai QoS yang
Setelah penerapan dari tahap perancanan di
sebenarnya di dapatkan dari hasil nilai rata-
lakukan tahap implementasi. Tahap
rata setiap parameter QoS yaitu throughput,
implementasi bertujuan untuk menerapkan
delay, jitter, dan packet loss. Untuk itu,
rancangan jaringan setiap metode untuk
sebelum pengambilan data maka di
mengukur parameter Quality of Service
lakukan tahap implementasi.
(QoS). Setelah penerapan implementasi
Saat pemecahan masalah dapat tercapai
yang akan di lakukan adalah membandingi
maka hasil analisis QoS dapat terjawab
performa bandwidth pada metode HTB dan
sesuai dengan standarisasi QoS TIPHON.
PCQ dengan memanfaatkan fitur dari
Jika nantinya perbandingan nilai rata-rata
routerboard mikrotik.
indeks QoS nantinya sama, yang di ukur
4. Tahap IV Analisis
adalah nilai rata-rata parameter QoS yang
Untuk pengambilan data ada beberapa
sebenarnya. Hasil analisa nantinya adalah
tahap meliputi :
solusi yang terdapat pada jaringan, yang
dimana metode manakah paling tepat
- Pengujian Quality of Service (QoS) di
untuk penelitian ini. Untuk mencapai hasil
lakukan 5 hari dengan 2 sesi yaitu jam
analisa maka penelitian ini memakai
siang 12.00-16.00 dan jam malam
metode penelitian eksperimen yang akan
18.00-22.00. Hasil dari pengujian Qos
membandingi metode HTB dan PCQ
metode Hierarchical Token Bucket
dengan parameter QoS tersebut.
(HTB) dan metode Per Connection
Queue (PCQ) akan di analisa untuk
5. Tahap V Dokumentasi hasil penelitian
perbandingan.
Pada tahap ini dokumentasi berupa
- Pengujian Quality of Service (QoS)
kesimpulan dan saran. Dokumentasi
dilakukan pada saat semua user sedang
tercipta setelah hasil penelitian telah
mengakses internet.
tercapai. Adapun kesimpulan yaitu
- Pengujian Quality of Service (QoS)
rumusan masalah yang dapat terjawab
menggunakan bandwidth sebesar
dengan proses analisa sebelumnya dan
20Mbps untuk trafik download
saran merupakan harapan penulis terhadap
maupun trafik upload.
kekurangan penelitian ini sehingga dapat di
- Pengujian parameter QoS yang terdiri
kembangkan penelitian ini nantinya.
dari delay, jitter, throughput, dan
packet loss akan menggunakan
[Link] DAN PEMBAHASAN
perangkat lunak wireshark dengan
A. Implementasi
melakukan capture paket saat
Sebelum melakukan tahap uji data, pada
download maupun upload di protokol
tahap ini dilakukan kegiatan implementasi yang
TCP. Layanan yang di pakai untuk
sudah di rancang sebelumnya di tahap
download adalah [Link]
perancangan. Tahap implementasi di gunakan
download dan upload
untuk menerapkan rancangan perbandingan
[Link] dengan
Quality of Service (QoS) terhadap performa
manual test size masing-masing
bandwidth metode HTB dan PCQ
sebesar 12MB.
menggunakan fitur dari Mikrotik. Untuk
konfigurasi dalam mikrotik akan menggunakan

27
Vol. XV Nomor 3 November 2020 – Jurnal Teknologi Informasi ISSN: 1907-2430

software winbox. Berikut yang perlu yang di colokkan pada port LAN 1 TP-
dikonfigurasi pada device : Link TL-WR840N. Setelah konfigurasi,
1. Konfigurasi Router Mikrotik nantinya port LAN 1 TP-Link TL-
Sebelum konfigurasi router dilakukan WR840N di sambungkan pada port
instalasi winbox 3.18. Tahap awal masuk Ether3-AP. Langkah awal konfigurasi
ke dalam winbox menggunakan Connect dilakukan login melalui browser dengan
To : MAC Address yang ada pada ip default TP-Link TL-WR840N
mikrotik. Secara default Login : admin [Link] dengan username admin dan
dan Password : dikosongkan kemudian password admin.
pilih connect dan akan masuk halaman Selanjutnya konfigurasi IP access point
awal winbox. dengan [Link], kemudian disable
Tahap pertama adalah konfigurasi DHCP pada access point dan
interface winbox, pada router mikrotik pengaktifan wireless sebagai media
RB951Ui-2HnD mempunyai lima penghubung client dan juga
interface. Konfigurasi interface di
gunakan untuk memudahkan konfigurasi
wireless security untuk keamanan.
jaringan dengan melakukan penamaan
pada tiap interface yang akan di pakai.
Berdasarkan rancangan IP Address pada
Bab 3 maka ip address yang akan di
terapkan pada ether1-INTERNET
adalah [Link]/24, ether2-
SWITCH [Link]/24, ether3-AP
[Link]/24, dan ether4-ADMIN
[Link]/30.
Gateway berfungsi sebagai gerbang router
mikrotik untuk menuju internet. Pada
Dst-Address di isi default gateway Gambar 5. Konfigurasi Wireless Security
[Link]/0 dan gateway adalah
[Link].

3. Marking Packet HTB


Untuk melakukan marking packet
terhadap traffic upload dan download
pada penelitian ini langkah pertama yaitu
Gambar 3. Hasil Konfigurasi Interface melakukan konfigurasi marking packet
pada firewall mangle. Konfigurasi di
Selanjutnya dilanjutkan konfigurasi DNS, awali dengan melakukan marking
konfigurasi NAT agar dapat terkoneksi connection pada chain prerouting yang
dengan internet, serta konfigurasi DHCP berguna menangkap koneksi client.
yang berperan sebagai pemberi IP Setelah konfigurasi marking connection,
Address, subnet mask, gateway, dns di lanjutkan konfigurasi marking packet.
secara otomatis kepada user di dalam Konfigurasi marking packet dilakukan
jaringan. pada chain prerouting.
Ada juga parameter passthrough=yes
digunakan untuk marking connection agar
packet yang sudah di proses masih dapat
dimarking oleh marking packet
selanjutnya. Parameter lain yang harus di
Gambar 4. Hasil Konfigurasi DHCP
gunakan adalah passthrough=no
digunakan untuk marking packet agar
packet yang sudah di-marking tidak lagi di
2. Konfigurasi Access Point proses oleh konfigurasi yang lain.
Untuk mengkonfigurasi Access Point TP-
Link TL-WR840N bisa menggunakan
wireless maupun kabel UTP. Dalam
penelitian ini menggunakan kabel UTP

28
Vol. XV Nomor 3 November 2020 – Jurnal Teknologi Informasi ISSN: 1907-2430

Adapun yang dikonfigurasi adalah Inner


Queue Download dan Inner Queue
Upload.

Gambar 6. Hasil Konfigurasi Marking Packet HTB Gambar 9. Hasil Konfigurasi Queue PCQ

4. Marking Packet PCQ B. Pengujian


Pada PCQ marking packet cukup Tahap ini akan menguji Quality of Service
dilakukan terhadap network address nya. (QoS) yang di lakukan selama 5 hari dengan 2
Namun marking packet tetap terpisah baik sesi yaitu jam siang 12.00-16.00 dan jam
untuk traffic upload dan traffic download. malam 18.00-22.00 dengan 10 kali percobaan.
Menurut L. Dharmawan (2017) untuk
mengukur pengambilan data parameter QoS
antara perbandingan metode di lakukan
pengujian 10 kali dalam penelitian nya [23].
Dalam penelitian [Link] (2017) menguji
parameter QoS di lakukan pada trafik jam sibuk
[8] dan penelitian dari S. Elvitra (2017)
Gambar 7. Hasil Konfigurasi Marking Packet PCQ pengukuran parameter QoS di lakukan 2 sesi
jam sibuk[24] . Sehingga pada penelitian ini di
5. Queue HTB lakukan 2 sesi jam sibuk yaitu jam siang 12.00-
Setelah konfigurasi marking packet, tahap 16.00 dan jam malam 18.00-22.00 sesuai
selanjutnya adalah melakukan konfigurasi kebutuhan penelitian ini.
HTB pada queue tree. Di tahap ini pada Hasil dari pengujian Qos metode
traffic upload dan download akan di buat Hierarchical Token Bucket (HTB) dan metode
menggunakan hasil marking packet yang Per Connection Queue (PCQ) akan di analisa
sudah di buat. untuk perbandingan.
Adapun yang dikonfigurasi adalah Inner Untuk menangkap semua traffic paket
Queue Download dan Inner Queue dari mikrotik ke wireshark, fitur mikrotik
Upload. yang di gunakan adalah packet sniffer yang
terdapat di menu winbox tools > packet sniffer.
Untuk pengaturan di menu streaming,
streaming enabled di centang, lalu server di
masukkan ip admin sebagai server penangkap
traffic paket. Di bagian menu filter, kolom ip
address di masukkan ip network setiap
interface dan ip protocol yang di gunakan tcp.
Untuk detail nya dapat dilihat sebagai berikut :

Gambar 8. Hasil Konfigurasi Queue HTB

6. Queue PCQ
Untuk melakukan marking packet
terhadap traffic upload dan download
pada metode PCQ, konfigurasi sama saja
dengan queue HTB. Hanya saja dalam
penggunaan PCQ marking packet cukup
di lakukan terhadap network address-nya Gambar 10. Konfigurasi Packet Sniffer
saja.

29
Vol. XV Nomor 3 November 2020 – Jurnal Teknologi Informasi ISSN: 1907-2430

Untuk menerima stream paket dari mikrotik


di lakukan konfigurasi yaitu udp port 37008 di %Throughput = Throughput x 100%
interface ether4-Admin. Router akan mengirim Alokasi Bandwidth Network
informasi melalui port UDP 37008 sehingga di
wirehark juga harus menambahkan filter. Untuk hasil pengujian throughput metode
Pengambilan data throughput, delay, jitter, HTB dan PCQ sebagai berikut:
dan packet loss menggunakan perangkat lunak
wireshark dengan cara mengcapture paket saat TABEL IV.
download dan upload berkas sebesar 12 MB. HASIL UJI THROUGHPUT HTB
Pada layanan testmynet upload maupun Throughput Throughput(%)
download saat penelitian ini akan berlangsung, Urutan Uji (kb/s)
berkas yang paling terkecil yang hanya sekali AP SW AP SW
kirim pada manual test size yaitu sebesar 12 Uji 1 6744 9473 67 95
MB.
Uji 2 10341 11021 103 110
Pada eksperimen ini, proses download dan
upload akan di lakukan semua client secara Uji 3 8857 10290 89 103
bersamaan yang berasumsi untuk menguji QoS Uji 4 10392 10392 95 104
dalam kondisi padat. Setelah selesai capture
Uji 5 10011 11335 100 113
paket, kemudian di lakukan filter paket pada
protokol TCP karena proses download dan Uji 6 7841 8538 78 85
upload akan di capture pada protokol TCP. Uji 7 8673 9336 87 93
Informasi tentang paket TCP dapat di lihat pada
menu Statistic > Capture File Properties, Uji 8 8291 8243 83 82
sehingga di dapat hasil sebagai berikut : Uji 9 8640 8793 86 88
Uji 10 8477 8922 85 89

Rata-rata 8827 9634 87 % 96 %


Throughput kb/s kb/s

Untuk melakukan perbandingan metode HTB


dan PCQ di lakukan pengujian juga terhadap
metode PCQ sesuai table sebagai berikut.

TABEL V.
HASIL UJI THROUGHPUT PCQ
Throughput (kb/s) Throughput(%)
Urutan Uji AP SW SW
AP
Gambar 11. Capture File Properties Wireshark Uji 1 9013 9525 90 95
Uji 2 6335 10275 63 103
Pengujian throughput di lakukan untuk
mengetahui jumlah total kedatangan paket Uji 3 9870 11431 99 114
yang sukses di ukur dalam bps. Pengujian Uji 4 9047 8054 90 81
untuk mencari nilai throughput dapat di lihat
Uji 5 9562 8200 96 82
pada baris Bytes dengan kolom Displayed dan
baris Time span kolom Displayed. Adapun Uji 6 5142 6657 51 67
rumus perhitungan throughput sebagai berikut: Uji 7 9297 10201 93 102
Uji 8 7230 9920 72 99
Throughput = 𝑃aket data diterima
Lama pengalamatan Uji 9 9493 5924 95 59
Uji 10 9676 9525 97 95
Total bandwidth pada penelitian ini untuk
setiap network sebesar 10 Mbps (10000 kb/s),
Rata-rata 8466 8971 85 % 90 %
perhitungan di atas adalah contoh mencari
Throughput kb/s kb/s
throughput. Kemudian untuk perhitungan
throughput dalam persentasi di lakukan dengan
rumus :

30
Vol. XV Nomor 3 November 2020 – Jurnal Teknologi Informasi ISSN: 1907-2430

Dapat di lihat pada tabel IV dan tabel V Uji 5 100.685 124395 0.8094 116.369 121926 0.9544
untuk nilai rata-rata throughput di dalam Uji 6 192.155 130737 1.4698 111.815 114898 0.9732
interface AP, pengujian throughput HTB AP
Uji 7 102.297 117790 0.8539 90.648 115607 0.7841
bernilai 8827 kb/s dengan persentase 87 % dan
metode PCQ AP bernilai 8466 kb/s dengan Uji 8 134.383 126200 1.0648 93.080 115928 0.8029
persentase 85 %. Untuk perbandingan metode Uji 9 100.786 121636 0.8286 156.209 116713 1.3384
HTB lebih unggul daripada metode PCQ dalam
interface AP. Untuk perbandingan interface Uji 10 99.131 121598 0.8152 96.753 115007 0.8413
SW, metode HTB juga lebih unggul daripada Hasil Rata- 0.9550 0.9057
metode PCQ yang di mana nilai throughput rata Delay ms ms
HTB SW sebesar 9634 kb/s dengan persentase
96 % dan nilai throughput PCQ SW sebesar
8971 kb/s persentase 90 %. Dapat di lihat pada tabel VI dan tabel VII
Pengujian delay di lakukan untuk untuk nilai rata-rata delay di dalam interface
mengukur lamanya waktu yang di butuhkan AP, pengujian rata-rata delay metode HTB AP
data untuk menempuh jarak dari asal ke tujuan. bernilai 0,9193 ms dan metode PCQ AP
Sehingga semakin kecil nilai delay semakin bernilai 0,9550 ms . Untuk eksperimen
baik. perbandingan, metode HTB lebih unggul
TABEL VI. daripada metode PCQ dalam interface AP
HASIL UJI DELAY HTB walaupun selisis 0,0357 ms. Untuk
AP SW perbandingan interface SW, metode HTB juga
Uruta lebih unggul daripada metode PCQ yang di
n Time Rata- Time Rata-
Uji Span Packet rata Span Packet rata mana nilai rata-rata delay HTB SW sebesar
(s) Delay (s) Delay 0,8156 ms dengan dan nilai rata-rata delay
(ms) (ms) PCQ SW sebesar 0.9057 ms dengan selisih
Uji 1 147.238 132156 1.1141 105.382 128869 0.8177 0,0901 ms.
Pengujian jitter di lakukan untuk
Uji 2 91.934 120230 0.7647 90.956 129327 0.7033
mengetahui variasi delay atau variasi waktu
Uji 3 108.799 125427 0.7975 104.592 138636 0.7544 kedatangan paket sampai ke tujuan. Sehingga
Uji 4 100.152 123378 0.8117 93.946 123146 0.7629 semakin kecil nilai jitter semakin bagus
kualitas jaringan.
Uji 5 95.691 124395 0.8137 82.597 116136 0.7112
Setelah dilakukan pengambilan data uji
Uji 6 120.697 114833 1.0511 78.672 114182 0.6890 jitter pada HTB dan PCQ didapatkan, untuk
Uji 7 111.024 117790 0.9426 99.946 114961 0.8694 PCQ mendapatkan nilai rata-rata jitter sebesar
0,9488 ms di interface AP, sedangkan interface
Uji 8 115.674 117707 0.9827 111.943 112070 0.9989
SW mendapatkan nilai rata-rata jitter sebesar
Uji 9 110.869 116766 0.9495 104.725 112531 0.9306 0,8981 ms. Pada eksperimen jitter metode HTB
Uji 10 112.776 116810 0.9655 103.403 112586 0.9184 AP mendapatkan nilai rata-rata 0.9142 ms
sedangkan metode PCQ dengan nilai rata-rata
Hasil Rata- 0.919
rata Delay 3 ms
0.815 0,9488 ms. Hasil yang di dapat pada interface
6 ms AP metode HTB lebih unggul dengan selisih
0,0346 ms. Kemudian pada interface SW yang
unggul adalah metode HTB juga, dengan nilai
Setelah mendapatkan nilai rata-rata delay
rata-rata 0,8087 ms lalu metode PCQ yang
metode HTB dilakukan perbandingan metode
bernilai rata-rata 0,8981 ms. Selisih yang di
PCQ sesuai table berikut.
TABEL VII.
dapatkan sebesar 0,0894 ms.
HASIL UJI DELAY PCQ Pengujian packet loss di lakukan untuk
AP SW mengetahui jumlah total paket yang hilang
Uruta karena congestion atau kemacetan tranmisi
n Time Rata- Time Rata-
dalam jaringan. Kualitas jaringan yang baik
Uji Span Packet rata Span Packet rata
(s) Delay (s) Delay adalah nilai packet loss yang semakin kecil.
(ms) (ms) Untuk melakukan pengambilan data packet loss
Uji 1 107.466 125010 0.8597 107.592 119143 0.9030 pada perangkat lunak wireshark perlu adanya
filter paket dengan perintah
Uji 2 153.691 128265 1.1982 95.560 123689 0.7726 [Link].lost_segment untuk mencari paket
Uji 3 95.609 119893 0.7975 88.453 125752 0.7034 yang hilang. Informasi tentang packet loss
Uji 4 104.665 122755 0.8526 124.789 126823 0.9840
dapat di lihat pada menu Statistic > Capture
File Properties.

31
Vol. XV Nomor 3 November 2020 – Jurnal Teknologi Informasi ISSN: 1907-2430

TABEL VIII. 0,41%, 0,66%, dan 0,96%. Sedangkan pada


HASIL UJI PAKETLOSS HTB metode PCQ uji 1,2,3 hasil packet loss nilai
AP SW rata-rata sangat kecil yaitu 0,16%, 0,31%,
Urutan Uji Packet Pack Hasil Packet Packet Hasil 0,34%.
Data et Packet Data Data Packe
di Data Loss % di di t
C. Analisa Hasil
kirim di kiri terim Loss
teri m a % Berdasarkan hasil eksperimen pengujian
Uji 1 134535 1098 0.82 130573 537 0.41
QoS pada metode Hierarchical Token Bucket
Uji 2 120230 383 0.32 129327 849 0.66 (HTB) dan metode Per Connection Queue
Uji 3 125427 451 0.36 138636 1332 0.96 (PCQ), di lakukan pengukuran perhitungan
Uji 4 123378 454 0.37 123146 646 0.52 QoS menurut standarisasi Telecommunication
Uji 5 117593 344 0.29 116136 388 0.33 and Internet Protocol Harmonization Over
Networks (TIPHON) yang di buat oleh
Uji 6 114833 410 0.36 114898 232 0.20
European Telecommunications Standards
Uji 7 117790 388 0.33 115437 446 0.39 Institute (ETSI). Hasil yang akan di dapatkan
Uji 8 117707 257 0.22 112070 303 0.27 adalah metode mana yang paling baik menurut
Uji 9 116766 238 0.20 112531 310 0.28 TIPHON, dengan cara melakukan
Uji 10 116810 284 0.24 112586 259 0.23
perbandingan nilai hasil dari rata-rata tiap
metode.
Rata- 0.35 % 0.43
rata %
Adapun hasil analisis dalam penelitian ini di
lakukan pengujian sepuluh kali untuk
TABEL IX.
mengetahui seberapa baik kinerja performa
HASIL UJI PAKETLOSS PCQ bandwidth dengan metode HTB. Hasil analisis
AP SW dapat di lihat pada tabel berikut :
Urutan Uji Packet
TABEL X.
Pack Hasil Packet Packet Hasil
Data et Packet Data Data Packe
HASIL ANALISIS KINERJA METODE HTB
di Data Loss % di di t Kinerja Data Parameter Nilai TIPHON
kirim di kiri terim Loss Metode Interface QoS yang di
teri m a % dapat Indeks Ket.
Uji 1 125010 252 0.20 119143 185 0.16
Throughput 87% 3 Bagus
Uji 2 128265 1072 0.84 123689 382 0.31
Delay 0.9193 4 Sangat
Uji 3 119893 222 0.19 125752 433 0.34 Switch Bagus
Uji 4 122755 851 0.69 126823 974 0.77 Jitter 0.9142 3 Bagus
Hierarchic
Uji 5 125372 365 0.29 121926 256 0.21 Packet Loss 0.35% 4 Sangat
al Token
Uji 6 130737 914 0.70 122409 628 0.51 Bagus
Bucket
(HTB) Throughput 96% 3 Bagus
Uji 7 119804 124 0.10 115607 232 0.20
Delay 0.8156 4 Sangat
Uji 8 126200 643 0.51 115928 218 0.19 Access Bagus
Uji 9 121636 240 0.20 116713 741 0.63 Point Jitter 0.8087 3 Bagus
Uji 10 121598 242 0.20 115007 184 0.16 Sangat
Packet Loss 0.43% 4
Rata- 0.39 % 0.35 Bagus
rata % Throughput 91.5% 3 Bagus

Delay 0.8675 4 Sangat


Dapat di lihat hasil dari nilai rata-rata Rata-rata Bagus
packet loss metode PCQ di dapatkan nilai Hasil HTB Jitter 0.8615 3 Bagus
0,39% untuk interface AP dan nilai 0,35% Sangat
Packet Loss 0.39% 4
untuk interface SW. Dapat di simpulkan, dalam Bagus
eksperimen perbandingan packet loss metode
HTB juga lebih unggul daripada PCQ. Selisih TABEL XI.
metode HTB dengan PCQ terhadap interface HASIL ANALISIS KINERJA METODE PCQ
AP hanya 0,04% walaupun demikian tetaplah Kinerja Data Parameter Nilai TIPHON
metode HTB yang lebih baik karena di ambil Metode Interface QoS yang di
dari nilai paling terkecil. Kemudian pada dapat Indeks Ket.
Throughput 85% 3 Bagus
interface SW yang lebih unggul adalah metode
PCQ karena mendapatkan nilai 0,35% dan Delay 0.9550 4 Sangat
Switch Bagus
metode HTB mendapatkan nilai 0,43 %. Hal ini
di karenakan pada pengujian metode HTB SW Jitter 0.9488 3 Bagus

uji 1,2,3 hasil packet loss lumayan besar yaitu

32
Vol. XV Nomor 3 November 2020 – Jurnal Teknologi Informasi ISSN: 1907-2430

Hierarchic Packet Loss 0.39% 4 Sangat HTB yang lebih unggul karena mendekati nilai
al Token Bagus 100% dengan nilai indeks 4 yaitu sangat bagus.
Bucket Throughput 90% 3 Bagus
(HTB)
Delay 0.9057 4 Sangat
Access Bagus
Point Jitter 0.8981 3 Bagus

Packet Loss 0.35% 4 Sangat


Bagus
Throughput 87.5% 3 Bagus

Delay 0.9303 4 Sangat


Rata-rata Bagus
Hasil HTB Jitter 0.9234 3 Bagus

Packet Loss 0.37% 4 Sangat


Bagus Gambar 13. Grafik Perbandingan Nilai Parameter
Delay Sebenarnya
Hasil perbandingan dari kedua metode
yakni HTB dan PCQ dapat di lihat pada tabel Untuk hasil nilai rata-rata parameter delay
dan gambar berikut : metode HTB bernilai 0,8675 ms dan untuk nilai
rata-rata parameter delay metode PCQ berada
TABEL XII. di 0,9303 ms. Dapat di simpulkan metode yang
PERBANDINGAN NILAI AKHIR QOS paling baik adalah metode HTB karena delay
bergantung juga pada nilai rata-rata throughput
Parameter Hierarchical Per Connection
yang baik. Hal ini di karenakan pengaruh
QoS Token Bucket Queue (PCQ)
bandwidth dapat di kontrol HTB setiap client
(HTB)
nya.
Throughput 3 3
Delay 4 4
Jitter 3 3
Packet Loss 4 4
Rata-rata 3.5 3.5
Keterangan Memuaskan Memuaskan

Gambar 14. Grafik Perbandingan Nilai Parameter


Untuk mendapatkan hasil akhir QoS maka
Jitter Sebenarnya
di lakukan perbandingan berdasarkan nilai
parameter QoS yang sebenarnya[8]. Nilai Hasil jitter tidak berbeda jauh dengan delay.
parameter QoS di dapatkan dari rata-rata hasil Jitter di hasilkan dari total variasi delay di bagi
analisis setiap metode HTB dan PCQ. Berikut total paket yang di terima. Untuk nilai rata-rata
grafik perbandingan dari rata-rata parameter perbandingan nilai jitter metode HTB bernilai
hasil analisis setiap metode, yaitu : 0,8615 ms dan metode PCQ bernilai 0,9234 ms.
Hasil perbandingan nilai jitter adalah metode
HTB lebih baik daripada metode PCQ.

Gambar 12. Grafik Perbandingan Nilai Parameter


Throughput Sebenarnya

Dapat di lihat pada gambar di atas nilai rata-


rata throughput metode HTB memiliki nilai 92
% dan metode PCQ nilai rata-rata throughput Gambar 15. Grafik Perbandingan Nilai Parameter
Packet Loss Sebenarnya
berada di 87,50%. Untuk performa, metode

33
Vol. XV Nomor 3 November 2020 – Jurnal Teknologi Informasi ISSN: 1907-2430

[4] Hardiman, L. F. Aksara, and Subardin,


Dapat di lihat gambar di atas nilai rata-rata “Analisis perbandingan QoS (Quality Of
parameter packet loss untuk metode HTB Service) Pada Manajemen Bandwidth Dengan
berada di persentase 0,39 % dan metode PCQ Metode PCQ (Per Connection Queue) Dan
HTB (Hierarchical Token Bucket),” semanTIK,
memilik persentase nilai 0,37%. Hasil yang di vol. 4, no. 1, pp. 121–128, 2018.
dapatkan metode yang paling unggul adalah [5] L. Purnomo and I. Susilawati, “Analisis
metode PCQ walaupun selisih nilai hanya Perbandingan Quality of Service Pada
0,02% dengan metode HTB. Hal ini berkaitan Manjemen Bandwidth Per Connection Queue
dengan metode HTB yang membagikan dan Hierarchical Token Bucket di Jaringan
bandwidth secara antrian. Sedangkan, metode Komputer,” Universitas Mercu Buana
PCQ membagikan bandwidth secara merata Yogyakarta, 2018.
setiap client yang aktif pada jaringan. [6] D. Kurnia, “Analisis QoS pada Pembagian
Bandwidth dengan Metode Layer 7 Protocol,
PCQ, HTB dan Hotspot di SMK Swasta Al-
Washliyah Pasar Senen,” CESS (Journal
IV. KESIMPULAN Comput. Eng. Syst. Sci., vol. 2, no. 2, pp. 102–
Hasil akhir eksperimen dari grafik 111,2017
perbandingan nilai akhir Quality of Service [7] I. Budi, Jaringan Komputer, 1st ed.
(QoS) berdasarkan nilai parameter QoS yang Yogyakarta: Graha Ilmu, 2005.
sebenarnya, secara keseluruhan metode [8] M. Muhammad and I. Hasan, “Analisa Dan
Hierarchical Token Bucket (HTB) yang lebih Pengembangan Jaringan Wireless Berbasis
unggul daripada metode Per Connection Queue Mikrotik Router Os V.5.20 Di Sekolah Dasar
(PCQ). Walau pun nilai perbandingan yang Negeri 24 Palu,” J. Elektron. Sist. Inf. dan
Komput., vol. 2, no. 1, pp. 10–19, 2016.
berdasarkan nilai index parameter QoS pada [9] M. Y. Choirullah, M. Anif, and A. Rochadi,
nilai nya sama. Maka dari itu di lakukan “Analisis Kualitas Layanan Virtual Router
perbandingan berdasarkan nilai parameter QoS Redundancy Protocol Menggunakan Mikrotik
yang sebenarnya. pada Jaringan VLAN,” J. Nas. Tek. Elektro
Kesimpulan bahwa metode Hierarchical dan Teknol. Inf., vol. 5, no. 4, pp. 278–
Token Bucket (HTB) yang lebih unggul dapat di 285,2016.
lihat pada perbandingan nilai rata-rata [10] Madcoms, Panduan Lengkap Membangun
throughput, delay, jitter yang di mana metode Sistem Jaringan Komputer dengan Mikrotik
HTB selalu unggul daripada metode Per RouterOS, 1st ed. Yogyakarta: Andi, 2019.
[11] R. Towidjojo, Mikrotik Kung Fu : Kitab 1,
Connection Queue (PCQ). Sedangkan 2019th ed. Palu: Jasakom, 2019.
perbandingan nilai rata-rata packet loss yang [12] Willyam, Wilibrodus, and H. Agung,
lebih unggul adalah metode Per Connection “Pengimplementasian Jaringan Wireless
Queue (PCQ). Walaupun begitu, selisih nilai Dengan Hierarchical Token Bucket Pada
packet loss hanya 0,02 % yang tidak begitu Mikrotik Dan Squid,” vol.6, no. 2, pp. 63–72,
jauh. Sehingga dapat di simpulkan bahwa 2017.
metode Hierarchical Token Bucket (HTB) [13] Sukri and Jumiati, “Analisa Bandwidth
adalah yang lebih unggul menurut standarisasi Menggunakan Metode Antrian Per Connection
Telecommunication and Internet Protocol Queue,” J. Teknol. dan Sist. Inf. Univrab, vol.
2, no. 2, pp. 136–151, 2017.
Harmonization Over Networks (TIPHON). [14] Mike Flannagan, R. Froom, and K. Turek,
Cisco Catalyst QoS: Quality of Service in
REFERENSI Campus Networks, 1st ed. Cisco Press, 2003.
[1] C. Smansub, B. Purahong, P. Sithiyopasakul, [15] J. R. Fraenkel and N. E. Wallen, How to
and C. Benjangkaprasert, “A study of network Design and Evaluate research in Education,
bandwidth management by using queue tree 7th ed. New York: McGraw-Hill, 2009.
with per connection queue,” J. Phys. Conf. Ser.,
vol. 1195, no. 1, 2019.
[2] I. P. Sari and Sukri, “Analisis Penerapan
Metode Antrian Hirarchical Token Bucket
untuk Management Bandwidth Jaringan
Internet,” J. RESTI (Rekayasa Sist. dan Teknol.
Informasi), vol. 2, no. 2, pp. 522–529, 2018.
[3] Sugianto and M. F. Rohmah,
“Perbandingan Performance Managemen
Bandwidth Metode Hierarchical Token Bucket
( Htb ) Dan Per Connection Queue
Menggunakan Mikrotik Rb450G,” pp. 260–
265, 2018.

34

Anda mungkin juga menyukai