0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan10 halaman

Analisis QoS Internet ICON+ untuk Zoom

Penelitian ini menganalisis Quality of Service (QoS) layanan broadband ICONNET pada jaringan akses internet PT ICON+ Banda Aceh dengan menggunakan aplikasi Zoom, memanfaatkan dua bandwidth yaitu 10 Mbps dan 20 Mbps. Metode analisis dilakukan menggunakan Wireshark untuk mengukur parameter seperti delay, packet loss, throughput, dan jitter. Hasil analisis diharapkan dapat memberikan gambaran tentang kualitas layanan internet yang digunakan untuk mendukung aktivitas belajar dan bekerja dari rumah selama pandemi.

Diunggah oleh

Vicky Wibisono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan10 halaman

Analisis QoS Internet ICON+ untuk Zoom

Penelitian ini menganalisis Quality of Service (QoS) layanan broadband ICONNET pada jaringan akses internet PT ICON+ Banda Aceh dengan menggunakan aplikasi Zoom, memanfaatkan dua bandwidth yaitu 10 Mbps dan 20 Mbps. Metode analisis dilakukan menggunakan Wireshark untuk mengukur parameter seperti delay, packet loss, throughput, dan jitter. Hasil analisis diharapkan dapat memberikan gambaran tentang kualitas layanan internet yang digunakan untuk mendukung aktivitas belajar dan bekerja dari rumah selama pandemi.

Diunggah oleh

Vicky Wibisono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KITEKTRO: Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro e-ISSN: 2252-7036

Vol.7 No.3 2022: 112-121

Analisis QoS Layanan Broadband pada Jaringan


Akses Internet PT ICON+ Banda Aceh Terhadap
Implementasi Aplikasi Zoom Berbasis Wireshark
Ci Restu Mutiara1, Syahrial2, Muhammad Irhamsyah3
1,2,3
Jurusan Teknik Elektro dan Komputer, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk, Syech Abdurrauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh 23111 Indonesia
[Link]@[Link]

2syahrial@[Link]

[Link]@[Link]

Abstrak— Perkembangan teknologi dan informasi di Indonesia sehingga penelitian ini bertujuan menganalisis QoS layanan
semakin membuat masyarakat menjadi mudah dalam broadband (ICONNET) pada jaringan akses internet PT
melakukan aktifitas sehari-hari. Sebuah jaringan yangberfungsi ICON+ Banda Aceh dengan menggunakan 2 (dua) bandwidth
sebagai penghubung komputer di dunia disebut dengan internet. layanan, yaitu 10 Mbps dan 20 Mbps untuk penggunaan Zoom
Jaringan Wi-Fi di masa ini menjadi kebutuhansetiap orang agar
secara bersamaan oleh lebih dari satu user[2]. Dari penelitian
dapat digunakan untuk mengakses internet terutama dirumah
pada masa pandemik. Pada kondisi Covid-19 seperti ini ini akan diketahui nilai delay, packet lost, throughput dan
mengharuskan mahasiswa ataupun khalayak umum jitter yang dianalisis menggunakan metode Wireshark.
menggunakan aplikasi Zoom, aplikasi ini merupakan solusi Dengan adanya analisis ini dapat diketahui seberapa baik
terdepan yang penting oleh mahasiswa, para dosen, perusahaan, Quality of Service (QoS) dari 2 (dua) bandwidth layanan yang
perkantoran dan pekerja lainnya. Sehingga penelitian ini berbeda untuk mengakses Zoom pada jaringan PT Indonesia
bertujuan untuk menganalisis Quality of Service (QoS) layanan Comnets Plus.
broadband pada jaringan akses internet ICONNET dengan
kecepatan berkapasitas 10 Mbps dan 20 Mbps layanan single II. DASAR TEORI
play untuk penggunaan secara bersamaan pada implementasi
aplikasi Zoom. Pada penelitian ini akan diketahui nilai delay, A. Zoom
packet loss, throughput dan jitter yang dianalisis menggunakan Zoom diluncurkan pada tahun 2011 dengan kantor pusat
aplikasi Wireshark. Dari penelitian ini dapat diketahui seberapa
berada di kota San Jose, California. Zoom saat ini menjadi
baik Quality of Service (QoS) dari 2 (dua) bandwidth layanan
yang berbeda untuk mengakses internet pada jaringan PT bagian penting dalam kehidupan terutama sebagai media
Indonesia Comnets Plus Banda Aceh. pembelajaran menggunakan video dan juga sebagai wadah
dalam kegiatan perkantoran dan juga kegiatan yang lainnya.
Zoom merupakan platform yang bersifat gratis dengan
Kata Kunci— Internet, Zoom, Wi-Fi, QoS, MOS, Wireshark,
keterbatasan waktu selama 45 menit[3]. Zoom dikategorikan
bandwidth.
sebagai platform untuk proses belajar mengajar online yang
I. PENDAHULUAN sangat sering digunakan di era ini. Pada penggunaan media
pembelajaran online, perlu dipertimbangkan beberapa faktor
Jaringan Wi-Fi di masa ini menjadi kebutuhan setiap orang
seperti kualitas jaringan dalam mengakses internet, akses
agar dapat digunakan untuk mengakses internet terutama di
internet berbayar, dan keterbatasan bandwidth [4].
rumah pada masa pandemi ini. Dimana segala aktifitas baik
itu perkantoran dan juga sekolah diliburkan sehingga segala B. PT INDONESIA COMNETS PLUS (ICON+)
aktivitas kantor dan belajar diharuskan dilaksanakan di rumah Sebuah perusahaan yang beroperasi pada bagian
atau work from home[1]. Zoom menjadi sebuah sarana telekomunikasi dan juga merupakan bagian dari perusahaan
aplikasi yang saat ini digunakan untuk membantu proses besar PLN (Perusahaan Listrik Negara) adalah PT Indonesia
belajar mengajar. Selain itu, Zoom ini bukan untuk proses Comnets Plus (ICON+). Memenuhi kebutuhan untuk
belajar mengajar saja tetapi juga sebagai wadah dalam memberikan arahan mengenai Teknologi Informasi dan
kegiatan perkantoran dan juga kegiatan yang lainnya. Pada Komunikasi (TIK) dan juga 16 penyediaan layanan yang
aplikasi Zoom kita dapat terhubung dengan siapa saja lewat meyakinkan dan tak ada habisnya untuk pelanggan, namun
video[3]. ICONNET merupakan produk retail Wi-Fi rumahan juga berkontribusi aktif pada perusahaan untuk kelangsungan
PT Indonesia Comnets Plus (ICON+). Dimana layanan Wi-Fi telekomunikasi nasional merupakan misi dari ICON+.
milik ICON+ ini merupakan produk baru bagi masyarakat Sebagai anak perusahaan dari PT PLN (Persero), ICON+
sehingga masyarakat yang ingin berlangganan dapat saat ini mulai mengekspansi bisnisnya ke fiber to the home
mengetahui seberapa baik kualitas dari layanan tersebut guna mendukung program belajar dan bekerja dari rumah.

Vol.7 No.3 2022 112 @2022 kitektro


KITEKTRO: Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro e-ISSN: 2252-7036
Vol.7 No.3 2022: 112-121

Perusahaan ICON+ menawarkan jaringan telekomunikasi berkisar 12 – 24 dengan 6 tube dan 24 – 48 dengan 12
serat optik milik PLN untuk kebutuhan industri-industri tube.
terbaik di Indonesia seperti telekomunikasi, perbankan,  Kabel Drop: Kabel drop merupakan penghubung antara
keuangan, pemerintahan dan manufaktur[5]. ICON+ FDT dan FAT dan sebagai penerus kabel optik kerumah
membagi produknya untuk segmen pelanggan perusahaan dan pelanggan. Kabel drop memiliki kapasitas 1,2,3, atau 4
instansi atau biasa disebut dengan corporate kedalam 4 core[7].
kategori yaitu ICONect, ICONWeb, ICONBase, ICONApps,  Kabel Fiber Optik ADSS (All Dielectric Self
dan ICONNET [6]. Supporting): Kabel ADSS merupakan jenis kabel
ADSS dengan Aramid Yain sebagai komponen
C. ICONNET penguatan periperal. Kabel ini diharuskan memiliki
ICONNET merupakan layanan internet dari ICON+ yang daya yang bersifat non logam dan daya tarik tinggi[8].
berada dibawah naungan Perusahaan Listrik Negara (PLN)
yang memiliki nama yang awalnya yaitu Stroomnet. E. Jaringan Akses Telekomunikasi
ICONNET yaitu layanan internet melalui kabel fiber optik ke Sistem telekomunikasi merupakan proses pertukaran
rumah-rumah atau yang biasanya disebut Fiber To The Home informasi dengan jarak jauh. Adapun informasi yang
(FTTH). ICONNET memiliki kelebihan yaitu memiliki didapatkan berbentuk data, video dan suara yang dapat
kecepatan internet yang tinggi dan stabil dikarenakan terkirim lewat media pengiriman.
menggunakan jaringan fiber serta menggunakan layanan Jaringan lokal akses fiber optik memiliki keunggulan
unlimited kuota. Koneksi ICONNET sangat stabil karena dimana bandwidth dan bit rate yang tersedia lebih besar
menggunakan jaringan fiber optik yang canggih. Selain itu, sehingga kualitas jaringannya dapat memenuhi permintaan
ICONNET memiliki jangkauan yang sangat luas, sejumlah user yang terus meningkat. Terdapat dua jenis
pendistribusian ini dilakukan dengan jaringan fiber optic, yaitu:
memanfaatkan/pendayagunaan aset-aset PLN berupa tiang  Single Mode (SM): Jaringan fiber optik jenis single
TR/TM dan lainnya sebagai entitas anak perusahaan PLN mode mempunyai pusat (core) yang termasuk kecil,
group [6]. dengan diameter 0.00035 inch atau 9 micron [14].
 Multi-Mode (MM): Multi mode adalah bentuk kabel
D. Fiber to the Home (FTTH) fiber optik yang mempunyai pusat yang lebih besar dari
Suatu bentuk penyaluran optik dari pusat penyediaan ke kabel fiber optik jenis single mode yaitu berdiameter
daerah pengguna dengan menggunakan serat optik sebagai 0.0025 inch atau 62.5 micron [9].
media penghantar disebut dengan Fiber to the Home (FTTH).
Terdapat beberapa perangkat-perangkat FTTH, seperti: F. Quality of Service (QoS)
 Optical Line Terminal (OLT): OLT merupakan sebuah Quality of Service merupakan sebuah proses dalam suatu
perangkat aktif yang memiliki kegunaan sebagai inti jaringan yang berfungsi untuk menyelesaikan bahwa layanan
dari layanan jaringan optik Passive Optical Network dan aplikasi bisa bekerja berdasarkan standar kualitas jaringan
(PON). yang sudah ditetapkan. Parameter-parameter yang terdapat
 Optical Distribution Frame (ODF): ODF merupakan pada QoS yaitu berupa throughput, delay, packet loss, dan
daya listrik yang dikonversi menjadi sinyal optik dari jitter. Layanan QoS bertujuan untuk mengendalikan
OLT yang kemudian disalurkan ke ODF. bandwidth, delay, jitter, dan packet loss sebagai aliran pada
 Optical Distribution Frame (ODF): ODF merupakan suatu jaringan [10].
daya listrik yang dikonversi menjadi sinyal optik dari
1) Throughput: Total paket yang digunakan dan berhasil
OLT yang kemudian disalurkan ke ODF.
dilihat pada destinasi selama jangka waktu yang ditentukan
 Fiber Access Terminal (FAT): Suatu perangkat pasif
dibagi dengan tempo jangka waktu tersebut disebut dengan
yang dipasang pada bagian luar (outdoor) dan didalam
throughput [11].
ruangan (indoor) disebut dengan FAT.
 Optical Network Terminal (ONT): Peletakan perangkat TABLE I
yang dekat dengan pelanggan disebut dengan ONT. STANDARISASI THROUGHPUT VERSI TIPHON
ONT berperan mengganti sinyal optik yang disebarkan Kategori Nilai Throughput Nilai Indeks
dari OLT dan diubah menjadi sinyal elektrik yang Sangat Bagus >1.200 Kbps 4
dibutuhkan. Bagus 700 Kbps – 1.200 Kbps 3
 Patchord: Patchord berfungsi sebagai penghubung Cukup 338 - 700 Kbps 2
kabel feeder dari ODF ke OLT. Buruk 0 – 338 Kbps 1
 Kabel Feeder: Feeder merupakan penghubung antara
ODF dan FDT yang berbentuk kabel fiber optik udara 𝑝𝑎𝑘𝑒𝑡 𝑑𝑎𝑡𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎
𝑡ℎ𝑟𝑜𝑢𝑔ℎ𝑝𝑢𝑡 = (1)
(aerial) yang berkapasitas 48 - 96 core. 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑖𝑟𝑖𝑚𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑡𝑎
 Kabel Distribusi: Kabel distribusi merupakan
penghubung antara FDT dan FAT yang memiliki 2) Packet Loss: Jumlah total paket yang hilang di sebut
kapasitas berkisar 6 – 48 core. Pada kabel udara dengan packet loss. Packet loss di akibatkan karena terjadinya

Vol.7 No.3 2022 113 @2022 kitektro


KITEKTRO: Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro e-ISSN: 2252-7036
Vol.7 No.3 2022: 112-121

overload di dalam suatu jaringan, error pada media fisik, H. Mean Opinion Score (MOS)
tabrakan suatu jaringan serta kegagalan yang terjadi pada sisi Mean opinion score merupakan penilaian pada
penerimaan jaringan yang di sebabkan oleh router buffer over perbandingan diberikan pendapatnya mengenai kerja pada
flow atau kemacetan[12]. unit. MOS merupakan skor rata-rata diatara subjek. PoinMOS
TABLE III terdiri dari 5 skala, dimana kualitas sangat bagus bernilai 5,
STANDARISASI PACKET LOSS VERSI TIPHON kualitas bagus bernilai 4, kualitas cukup bernilai 3, kualitas
Kategori Nilai Packet Loss (%) Nilai Indeks buruk bernilai 2 dan sangat buruk bernilai 1 [16].
Sangat 0–3% 4
Bagus
III. METODE PENELITIAN
Bagus 3 – 15 % 3 Tahapan-tahapan dalam penelitian dapat dapat dilihat pada
Cukup 15 – 25 % 2 diagram alur gambar 1.
Buruk > 25 % 1

𝑝𝑎𝑘𝑒𝑡 𝑑𝑎𝑡𝑎 𝑑𝑖𝑘𝑖𝑟𝑖𝑚−𝑝𝑎𝑘𝑒𝑡 𝑑𝑎𝑡𝑎 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎


𝑝𝑎𝑐𝑘𝑒𝑡 𝑙𝑜𝑠𝑠 = (2)
𝑝𝑎𝑘𝑒𝑡 𝑑𝑎𝑡𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑘𝑖𝑟𝑖𝑚

3) Delay: Parameter yang digunakan dalam memberikan


informasi mengenai jumlah waktu yang dipakai paket dalam
pengiriman dari sumber ke penerima [13].
TABLE IIIII
STANDARISASI DELAY VERSI TIPHON
Kategori Nilai Delay Nilai Indeks
Sangat <150 ms 4
Bagus
Bagus 150-300 ms 3
Cukup 300-450 ms 2
Buruk >450 ms 1

𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑑𝑒𝑙𝑎𝑦
𝑑𝑒𝑙𝑎𝑦 (𝑠) = (3)
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑝𝑎𝑘𝑒𝑡 𝑑𝑎𝑡𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎

4) Jitter: Jitter berfungsi untuk melihat berapa variasi


waktu delay end to end dari satu waktu ke waktu yang lain
terhadap suatu aliran paket yang sama [14].
TABLE IVV
STANDARISASI JITTER VERSI TIPHON
Kategori Nilai Delay Nilai Indeks
Gambar 1 Diagram Alir Penelitian
Sangat <150 ms 4
Bagus A. Studi Literatur
Bagus 150-300 ms 3
Pada penelitian ini diawali dengan mengumpulkan
Cukup 300-450 ms 2
berbagai referensi dan teori-teori yang berhubungan dengan
Buruk >450 ms 1
penelitian tentang QoS beserta Mean Opinion Score dari
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑣𝑎𝑟𝑖𝑎𝑠𝑖 𝑑𝑒𝑙𝑎𝑦 pelanggan ICONNET.
𝐽𝑖𝑡𝑡𝑒𝑟 = (4)
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑝𝑎𝑘𝑒𝑡 𝑑𝑎𝑡𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎
B. Pemilihan Lokasi Penelitian
G. Wireshark Lokasi yang dipilih dalam pengambilan sampel data pada
Wireshark merupakan sebuah software yang digunakan penelitian ini dilakukan pada rumah-rumah pelanggan yang
untuk analisis jaringan yang sangat sering digunakan. Untuk berlangganan layanan ICONNET produk retail dari PT
tersedianya jaringan dan protokol dan pemberi informasi ICON+ tersebut dengan layanan 10 Mbps dan 20 Mbps.
tentang data yang tertangkap pada jaringan dibutuhkan
C. Pengumpulan Data Parameter QoS
software Wireshark. Software Wireshark juga pengiriman
digunakan untuk menganalisis pengiriman paket data pada Pada penelitian ini untuk mengumpulkan data parameter
suatu jaringan, proses koneksi dan pengiriman data antar QoS yaitu dengan menggunakan 3 hingga 5 laptop dengan
komputer[15]. spesifikasi yang bisa menjalankan software Wireshark dan
aplikasi Zoom. Untuk menjalakan aplikasinya serta untuk
mengakses Zoom memerlukan jaringan internet yang dimana
menggunakan layanan internet ICONNET dengan bandwidth

Vol.7 No.3 2022 114 @2022 kitektro


KITEKTRO: Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro e-ISSN: 2252-7036
Vol.7 No.3 2022: 112-121

layanan 10 Mbps dan 20 Mbps. Dalam penelitian ini Gambar 3 merupakan salah satu hasil capture data parameter
dilakukan 3 skenario pengambilan data uji percobaan untuk QoS pada jaringan ICONNET.
layanan 10 Mbps dan 20 Mbps dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Topologi Jaringan WLAN Pengambilan Data Uji Percobaan


Gambar 3 Pengujian Pengambilan Paket Data Uji 1 oleh 3 user
menggunakan Aplikasi Wireshark
D. Pengolahan Data QoS
Pada tahapan ini data parameter QoS yang telah didapatkan Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan persamaan
dari aplikasi Wireshark akan dioperasikan menggunakan (1)-(4), maka di peroleh untuk keselurahan data parameter
rumus-rumus persamaan dari setiap parameter QoS pada QoS 3 user dengan menggunakan layanan bandwidth 10
Microsoft Excel. Kemudian hasil dari peroperasian nilai Mbps seperti yang terlihat pada tabel V.
parameter QoS pada Microsoft Excel tersebut akan ditabelkan Berdasarkan Tabel V dapat dilihat hasil pengukuran
yang bertujuan untuk memudahkan peneliti dalam parameter QoS menurut standart THIPON, di mana untuk
menganalisis hasil dari parameter QoS dengan layanan 10 nilai throughput tertinggi yang diperoleh pada percobaan data
Mbps dan 20 Mbps saat Zoom digunakan bersamaan oleh uji oleh 3 user yaitu sebesar 1155 Kb/s pada data uji 1 hari ke
lebih dari satu user. tiga, dan untuk nilai thoughput terendahnya yaitu 749 Kb/s
pada data uji 1 hari pertama. Pada nilai packet loss,
E. Pengumpulan Data MOS penggunaan Zoom oleh 3 user secara bersamaan memperoleh
Pada tahapan ini yaitu dilakukan pengumpulan data katagori sangat bagus secara keseluruhannya, dengan masing-
kuesioner yang diberikan dan kemudian diisi oleh pelanggan masing nilai packet loss sebesar 0%. Pada nilai delay,
yang menggunakan Zoom pada jaringan broadband penggunaan Zoom oleh 3 user secara bersamaan memperoleh
ICONNET. Dimana nilai yang diisi oleh pelanggan pada katagori sangat bagus untuk keseluruhannya, dimana nilai
kuesioner ini merupakan nilai kepuasaan pelanggan pada delay terkecil yaitu 2,81 ms pada data uji 3 hari pertama ms
kualitas kestabilan pengguna Zoom jika Zoom digunakan dan delay terbesar yaitu 4,32 ms pada data uji 2 hari ke dua.
bersamaan oleh lebih dari satu user pada 2 layanan yang Pada nilai jitter, penggunaan Zoom oleh 3 user secara
berbeda. Pengumpulan data kuesioner tersebut dilakukan bersamaan memperoleh katagori bagus untuk keseluruhannya
yaitu dengan menggunakan Google forms. kecuali pada data uji 3 hari pertama dan data uji 3 hari ketiga
masing-masing memperoleh nilai jitter yaitu -0,09 ms, dan -
F. Pengolahan Data MOS 2,24 ms memperoleh katagori sangat bagus, dimana untuk
Pada tahap ini data yang didapatkan dari pengguna Zoom nilai jitter terkecilnya yaitu - 2,24 ms pada data uji 3 hari ke
tersebut yang telah diisi melalui Google forms akan dianalisis tiga dan untuk nilai terbesarnya yaitu 9,79 ms pada data uji 1
menggunakan tabel data dan grafik. hari ke dua. Dari hasil perolehan nilai parameter QoS pada
Tabel V untuk 3 user didapati nilai rata-ratanya memperoleh
G. Hasil Analisa Data MOS dan QOS katagori “bagus” karena nilai rata-rata QoS yang didapati
Pada tahapan akhir ini yaitu merupakan kesimpulan dari sebesar 3,60. Menurut standart THIPON jika nilai rata-rata
hasil yang telah didapati dari analisis QoS serta MOS pada indeks QoS yang didapati berkisaran 3,8–4 maka termasuk ke
layanan 10 Mbps dan 20 Mbps saat Zoom digunakan dalam katagori “sangat bagus” sedangkan rata-rata indeks
bersamaan oleh lebih dari satu user. QoS yang didapati berkisaran 3–3,79 maka termasuk ke
dalam katagori “bagus”.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Layanan Broadband 10 Mbps dengan Parameter QoS
A. Layanan Broadband 10 Mbps dengan Parameter QoS Data Uji oleh 4 User
Data Uji oleh 3 User
Pada percobaan pertama yaitu dengan menggunakan Pada percobaan ini, pengumpulan data parameter QoS
bandwidthlayanan 10 Mbps, di mana percobaan pertama ini diukur ketika penggunaan aplikasi Zoom oleh 4 user secara
menganalisis seberapa baik dari kualitas jaringan ICONNET bersamaan menggunakan layanan broadband 10 Mbps
tersebut jika Zoom digunakaan oleh 3 user secara bersamaan. dimana nilai hasil parameter QoS yang didapatkan pada saat

Vol.7 No.3 2022 115 @2022 kitektro


KITEKTRO: Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro e-ISSN: 2252-7036
Vol.7 No.3 2022: 112-121

Zoom digunakan oleh 4 user ini akan dibandingkan dengan TABLE VI


HASIL DATA PARAMETER QOS OLEH 4 USER MENURUT STANDAR THIPON
hasil QoS 37 menurut standart THIPON.
UNTUK LAYANAN 10 MBPS
TABLE V
HASIL DATA PARAMETER QOS OLEH 3 USER MENURUT STANDAR THIPON Tanggal 4 Parameter Nilai Kategori Nilai
UNTUK LAYANAN 10 MBPS / Waktu User QoS Parameter Indeks
Throughput 2204 Kb/s Sangat 4
Tanggal 3 Parameter Nilai Kategori Nilai Bagus
/ Waktu User QoS Parameter Indeks Packet 0% Sangat 4
Data
Throughput 749 Kb/s Bagus 3 Loss Bagus
Uji 1
Packet 0% Sangat 4 Delay 2,45 ms Sangat 4
Data Loss Bagus Bagus
Uji 1 Delay 4,27 ms Sangat 4 Jitter 0,12 ms Bagus 3
Bagus 11 April Throughput 1026 Kb/s Bagus 4
Jitter 0,21 ms Bagus 3 2022 Packet 0% Sangat 4
Throughput 769 Kb/s Bagus 3 Data Loss Bagus
11 April 09.00- Uji 2 Delay 3,87 ms Sangat 4
Packet 0% Sangat 4
2022 12.00 Bagus
Data Loss Bagus
Uji 2 Delay 4,29 ms Sangat 4 WIB Jitter 9,85 ms Bagus 3
09.00-
Bagus Throughput 1190 Kb/s Bagus 3
12.00
Jitter 1,10 ms Bagus 3 Packet 0% Sangat 4
WIB
Throughput 768 Kb/s Bagus 3 Loss Bagus
Data
Packet 0% Sangat 4 Delay 3,39 ms Sangat 4
Uji 3
Loss Bagus Bagus
Data Jitter -8,697 ms Sangat 4
Delay 2,81 ms Sangat 4
Uji 3 Bagus
Bagus
Jitter -0,09 ms Sangat 4 Throughput 769 Kb/s Bagus 3
Bagus Packet 0% Sangat 4
Throughput 804 Kb/s Bagus 3 Data Loss Bagus
Packet 0% Sangat 4 Uji 1 Delay 3,12 ms Sangat 4
Data Loss Bagus Bagus
Uji 1 Delay 4,06 ms Sangat 4 Jitter 0,26 ms Bagus 3
Bagus Throughput 909 kb/s Bagus 3
12 April
Jitter 9,79 ms Bagus 3 Packet 0% Sangat 4
2022
12 April Throughput 829 kb/s Bagus 3 Loss Bagus
Data
2022 Packet 0% Sangat 4 Delay 0,03 ms Sangat 4
09.00- Uji 2
Data Loss Bagus Bagus
12.00
09.00- Uji 2 Delay 4,32 ms Sangat 4 WIB Jitter -9,82 ms Sangat 4
12.00 Bagus Bagus
WIB Jitter 7,59 ms Bagus 3 Throughput 819 Kb/s Bagus 4
Throughput 996 Kb/s Bagus 3 Packet 0% Sangat 4
Packet 0% Sangat 4 Data Loss Bagus
Data Loss Bagus Uji 3 Delay 4,27 ms Sangat 4
Uji 3 Delay 3,43 ms Sangat 4 Bagus
Bagus Jitter 0,11 ms Bagus 3
Jitter 3,26 ms Bagus 3 Throughput 951 Kb/s Bagus 3
Throughput 1155 Kb/s Bagus 3 Packet 0% Sangat 4
Packet 0% Sangat 4 Data Loss Bagus
Data Loss Bagus Uji 1 Delay 3,63 ms Sangat 4
Uji 1 Delay 3,63 ms Sangat 4 Bagus
Bagus Jitter 4,57 ms Bagus 3
Jitter 4,57 ms Bagus 3 13 April Throughput 871 Kb/s Bagus 3
Throughput 871 Kb/s Sangat 4 2022 Packet 0% Sangat 4
13 April Bagus Data Loss Bagus
2022 Packet 0% Sangat 4 09.00- Uji 2 Delay 4,21 ms Sangat 4
Data 12.00 Bagus
Loss Bagus
Uji 2 WIB Jitter 0,13 ms Bagus 3
09.00- Delay 4,21 ms Sangat 4
12.00 Bagus Throughput 861 Kb/s Bagus 3
WIB Jitter 0,13 ms Bagus 3 Packet loss 0% Sangat 4
Throughput 861 Kb/s Bagus 3 Data Bagus
Packet loss 0% Sangat 4 Uji 3 Delay 4,19 ms Sangat 4
Bagus Bagus
Data Jitter 5,29 ms Bagus 3
Delay 4,17 ms Sangat 4
Uji 3
Bagus Rata-Rata Indeks QoS Bagus 3,61
Jitter -2,24 ms Sangat 4
Bagus Berdasarkan Tabel VI, dapat dilihat hasil pengukuran
Rata-Rata Indeks QoS Bagus 3,60 parameter QoS menurut standart THIPON, di mana nilai
throughput tertinggi yang diperoleh pada percobaan data uji

Vol.7 No.3 2022 116 @2022 kitektro


KITEKTRO: Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro e-ISSN: 2252-7036
Vol.7 No.3 2022: 112-121

oleh 4 user sebesar 2204 Kb/s untuk data uji 1 hari pertama bandwidth yang digunakan. Gambar 4 merupakan salah satu
dan untuk nilai thoughput terendahnya yaitu 769 Kb/s pada hasil capture data parameter QoS pada jaringan ICONNET.
data uji 1 hari ke dua. Pada nilai packet loss, penggunaan TABLE VII
Zoom oleh 4 user secara bersamaan secara keseluruhan HASIL DATA PARAMETER QOS OLEH 5 USER MENURUT STANDAR THIPON
memperoleh katagori sangat bagus, dengan masing-masing UNTUK LAYANAN 10 MBPS
nilai untuk packet loss diperoleh sebesar 0%.Pada nilai delay, Tanggal 5 Parameter Nilai Kategori Nilai
penggunaan Zoom oleh 4 user secara bersamaan memperoleh / Waktu User QoS Parameter Indeks
katagori sangat bagus untuk keseluruhannya, dimana nilai Throughput 952 Kb/s Bagus 3
delay terkecil yaitu 0,03 ms pada data uji 2 hari ke dua dan Packet 0,5 % Sangat 4
Data Loss Bagus
nilai delay terbesar yaitu 4,27ms pada data uji 3 hari ke dua.
Uji 1 Delay 0,52 ms Sangat 4
Pada nilai jitter, penggunaan Zoom oleh 4 user secara Bagus
bersamaan memperoleh katagori bagus kecuali pada data uji Jitter 0,11 ms Bagus 3
3 hari pertama, data uji 2 hari ke dua, dan data uji 3 hari ke Throughput 733 Kb/s Bagus 3
tiga yang memproleh nilai masing-masingnya yaitu -8,697 ms 11 April Packet 0% Sangat 4
2022 Loss Bagus
dan -9,82 ms memperoleh katagori sangat bagus, dimana Data
Delay 4,19 ms Sangat 4
untuk nilai jitter terkecilnya yaitu -9,82 ms pada data uji 2 hari Uji 2
09.00- Bagus
ke dua dan untuk nilai terbesarnya yaitu 9,85 pada data uji 2 12.00 Jitter -7, 62 ms Sangat 4
hari pertama. Dari hasilperolehan nilai parameter QoS pada WIB Bagus
Tabel VI untuk 4 user didapati nilai rata-ratanya memperoleh Throughput 798 Kb/s Bagus 3
Packet 0,05 % Sangat 4
katagori “bagus” karena nilai rata-rata QoS yang didapati Loss Bagus
sebesar 3,61. Di mana menurut standart THIPON jika nilai Data
Delay 3,71 ms Sangat 4
Uji 3
rata-rata indeks QoS yang didapati berkisaran 3,8–4 maka Bagus
termasuk kedalam katagori “sangat bagus” sedangkan rata- Jitter -7,62 ms Sangat 4
rata indeks QoS yang didapati berkisaran 3 –3,79 maka Bagus
Throughput 980 Kb/s Bagus 3
termasuk ke dalam katagori“bagus”. Packet 0% Sangat 4
Loss Bagus
C. Layanan Broadband 10 Mbps dengan Parameter QoS Data
Delay 3,56 ms Sangat 4
Data Uji oleh 5 User Uji 1
Bagus
Pada percobaan ini, pengumpulan data parameter QoS Jitter -1,26 ms Sangat 4
Bagus
diukur ketika penggunaan aplikasi Zoom oleh 5 user secara 12 April Throughput 927 Kb/s Bagus 3
bersamaan menggunakan layanan broadband 10 Mbps. Di 2022
Packet 0% Sangat 4
mana nilai hasil parameter QoS yang didapatkan pada saat 09.00-
Data Loss Bagus
Zoom digunakan oleh 5 user ini akan dibandingkan dengan Uji 2 Delay 3,23 ms Sangat 4
12.00
Bagus
hasil QoS menurut standard THIPON. WIB
Jitter 1,53 ms Bagus 3
Dari hasil perolehan nilai parameter QoS pada Tabel VII Throughput 782 Kb/s Bagus 3
untuk 5 user didapati nilai rata-ratanya memperoleh katagori Packet 0% Sangat 4
“bagus” karena nilai rata-rata QoS yang didapati sebesar 3,58. Data Loss Bagus
Di mana menurut standart THIPON jika nilai rata-rata indeks Uji 3 Delay 4,36 ms Sangat 4
Bagus
QoS yang didapati berkisaran 3,8 – 4 maka termasuk kedalam
Jitter 0,15 ms Bagus 3
katagori “sangat bagus” sedangkan rata-rata indeks QoS yang Throughput 734 Kb/s Bagus 3
didapati berkisaran 3 – 3,79 maka termasuk ke dalam katagori Packet 0% Sangat 4
“bagus”. Sehingga dapat disimpulkan berdasarkan Data Loss Bagus
standarisasi THIPON, bahwa kualitas jaringan ICONNET Uji 1 Delay 3,84 ms Sangat 4
Bagus
dengan menggunakan bandwidth layanan 10 Mbps untuk Jitter 0,13 ms Bagus 3
penggunaan Zoom oleh 5 user secara bersamaan memiliki Throughput 672 Kb/s Sedang 2
kualitas jaringan yang bagus, dapat dibuktikan pada Tabel VII 13 April
Packet 0% Sangat 4
2022
tersebut menurut standart THIPON. Data Loss Bagus
Uji 2 Delay 4,34 ms Sangat 4
09.00-
D. Layanan Broadband 20 Mbps dengan Parameter QoS Bagus
12.00
Jitter 4,10 ms Bagus 3
Data Uji oleh 3 User WIB
Throughput 714 Kb/s Bagus 3
Pada percobaan ke dua yaitu dengan menggunakan Packet loss 0% Sangat 4
bandwidth layanan 20 Mbps, dimana percobaan ke dua sama Bagus
Data
Delay 4,02 ms Sangat 4
seperti percobaan pertama ini menganalisis seberapa baik dari Uji 3
Bagus
kualitas jaringan ICONNET tersebut jika Zoom digunakaan Jitter -3,89 ms Sangat 4
oleh 3 user secara bersamaan, namun yang membedakan Bagus
percobaan ke dua dengan percobaan pertama yaitu hanya pada Rata-Rata Indeks QoS Bagus 3,58

Vol.7 No.3 2022 117 @2022 kitektro


KITEKTRO: Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro e-ISSN: 2252-7036
Vol.7 No.3 2022: 112-121

TABLE VIII
HASIL DATA PARAMETER QOS OLEH 3 USER MENURUT STANDAR THIPON
UNTUK LAYANAN 20 MBPS
Tanggal 3 Parameter Nilai Kategori Nilai
/ Waktu User QoS Parameter Indeks
Throughput 1017 Kb/s Bagus 3
Packet 0% Sangat 4
Loss Bagus
Data
Delay 3,56 ms Sangat 4
Uji 1
Bagus
Jitter -8,93 ms Sangat 4
Bagus
Throughput 882 Kb/s Bagus 3
11 April
Packet 0% Sangat 4
2022
Loss Bagus
Gambar 4. Pengujian Pengambilan Paket Data Uji 1 oleh 3 user Data
Delay 3,97 ms Sangat 4
menggunakan Aplikasi Wireshark 09.00- Uji 2
Bagus
12.00
WIB Jitter -0,18 ms Sangat 4
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan dengan Bagus
menggunakan persamaan (1)-(4), maka di peroleh untuk Throughput 863 Kb/s Bagus 3
keselurahan data parameter QoS 3 user dengan menggunakan Packet 0% Sangat 4
layanan bandwidth 20 Mbps seperti pada tabel VIII. Loss Bagus
Data
Delay 3,98 ms Sangat 4
Dari hasil perolehan nilai parameter QoS pada Tabel VIII Uji 3
Bagus
untuk 3 user didapati nilai rata-ratanya memperoleh katagori Jitter -159,07 ms Sangat 4
“bagus” karena nilai rata-rata QoS yang didapati sebesar 3,64. Bagus
Di mana menurut standart THIPON jika nilai rata-rata indeks Throughput 980 Kb/s Bagus 3
QoS yang didapati berkisaran 3,8 – 4 maka termasuk kedalam Packet 0% Sangat 4
Data Loss Bagus
katagori “sangat bagus” sedangkan rata-rata indeks QoS yang Uji 1 Delay 3,11 ms Sangat 4
didapati berkisaran 3 – 3,79 maka termasuk ke dalam katagori Bagus
“bagus”. Sehingga dapat disimpulkan berdasarkan standarisai Jitter 0,12 ms Bagus 3
THIPON, bahwa kualitas jaringan ICONNET dengan Throughput 920 Kb/s Bagus 3
12 April
menggunakan bandwidth layanan 20 Mbps untuk penggunaan Packet 0% Sangat 4
2022
Loss Bagus
Zoom oleh 3 user secara bersamaan memiliki kualitas Data
Delay 3,73 ms Sangat 4
jaringan yang bagus, dapat dibuktikan pada Tabel VIII 09.00- Uji 2
Bagus
12.00
menurut standar THIPON. WIB Jitter -9,42 ms Sangat 4
Bagus
E. Layanan Broadband 20 Mbps dengan Parameter QoS Throughput 800 Kb/s Bagus 3
Data Uji oleh 4 User Packet 0% Sangat 4
Data Loss Bagus
Pada percobaan ini, pengumpulan data parameter QoS Uji 3 Delay 3,88 ms Sangat 4
diukur ketika penggunaan aplikasi Zoom oleh 4 user secara Bagus
bersamaan menggunakan layanan broadband 20 Mbps. Di Jitter 0,22 ms Bagus 3
mana nilai hasil parameter QoS yang didapatkan pada saat Throughput 899 Kb/s Bagus 3
Packet 0% Sangat 4
Zoom digunakan oleh 4 user ini akan dibandingkan dengan Data Loss Bagus
hasil QoS menurut standart THIPON. Berikut merupakan Uji 1 Delay 3,89 ms Sangat 4
hasil data parameter QoS 4 user dengan menggunakan Bagus
layanan bandwidth 20 Mbps seperti yang terlihat pada tabel Jitter 1,53 ms Bagus 3
13 April Throughput 1100 Kb/s Bagus 3
IX.
2022 Packet 0% Sangat 4
Dari hasil perolehan nilai parameter QoS pada Tabel IX Data Loss Bagus
untuk 4 user, didapatkan bahwa nilai rata-ratanya tergolong 09.00- Uji 2 Delay 3,59 ms Sangat 4
pada katagori “bagus” karena nilai rata-rata QoS yang didapati 12.00 Bagus
sebesar 3,66. Di mana menurut standart THIPON jika nilai WIB Jitter 9,58 ms Bagus 3
Throughput 907 Kb/s Bagus 3
rata-rata indeks QoS yang didapati berkisaran 3,8 – 4 maka
Packet loss 0% Sangat 4
termasuk kedalamkatagori “sangat bagus” sedangkan rata-rata Data Bagus
indeks QoS yangdidapati berkisaran 3 – 3,79 maka termasuk Uji 3 Delay 3,67 ms Sangat 4
ke dalam katagori “bagus”. Sehingga dapat disimpulkan Bagus
berdasarkan standarisai THIPON, bahwa kualitas jaringan Jitter 0,13 ms Bagus 4
Rata-Rata Indeks QoS Bagus 3,64
ICONNET dengan menggunakan bandwidth layanan 20 Mbps
untuk penggunaan Zoom oleh 4 user secara bersamaan
memiliki kualitas jaringan yang bagus, dapat dibuktikan pada
Tabel IX menurut standar THIPON.

Vol.7 No.3 2022 118 @2022 kitektro


KITEKTRO: Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro e-ISSN: 2252-7036
Vol.7 No.3 2022: 112-121

TABLE IX TABLE X
HASIL DATA PARAMETER QOS OLEH 4 USER MENURUT STANDAR THIPON HASIL DATA PARAMETER QOS OLEH 5 USER MENURUT STANDAR THIPON
UNTUK LAYANAN 20 MBPS UNTUK LAYANAN 20 MBPS
Tanggal 4 Parameter Nilai Kategori Nilai Tanggal 3 Parameter Nilai Kategori Nilai
/ Waktu User QoS Parameter Indeks / Waktu User QoS Parameter Indeks
Throughput 1036 Kb/s Bagus 3 Throughput 960 Kb/s Bagus 3
Packet 0% Sangat 4 Packet 0,05 % Sangat 4
Data Loss Bagus Loss Bagus
Data
Uji 1 Delay 3,01 ms Sangat 4 Delay 4,12 ms Sangat 4
Uji 1
Bagus Bagus
Jitter 0,23 ms Bagus 3 Jitter -1,18 ms Sangat 4
Throughput 1236 Kb/s Sangat 4 Bagus
11 April Bagus 11 April Throughput 1194 Kb/s Bagus 3
2022 2022
Packet 0% Sangat 4 Packet 0,05% Sangat 4
Data
Loss Bagus Data Loss Bagus
09.00- Uji 2 09.00-
Delay 3,31 ms Sangat 4 Uji 2 Delay 3,53 ms Sangat 4
12.00 12.00
Bagus Bagus
WIB WIB
Jitter 0,10 ms Bagus 3 Jitter 1,89 ms Bagus 3
Throughput 1017 Kb/s Bagus 3 Throughput 1023 Kb/s Bagus 4
Packet 0% Sangat 4 Packet 0,5 % Sangat 3
Data Loss Bagus Data Loss Bagus
Uji 3 Delay 3,72 ms Sangat 4 Uji 3 Delay 3,77 ms Sangat 4
Bagus Bagus
Jitter 0,21 ms Bagus 3 Jitter 0,40 ms Bagus 3
Throughput 980 Kb/s Bagus 3 Throughput 680 Kb/s Sedang 4
Packet 0% Sangat 4 Packet 0% Sangat 4
Data Loss Bagus Loss Bagus
Data
Uji 1 Delay 3,75 ms Sangat 4 Delay 4,71 ms Sangat 3
Uji 1
Bagus Bagus
Jitter 0,15 ms Bagus 3 Jitter -0,82 ms Sangat 2
Throughput 993 Kb/s Bagus 3 Bagus
12 April Packet 0% Sangat 4 12 April Throughput 720 Kb/s Bagus 4
2022 Data Loss Bagus 2022 Packet 0% Sangat 4
Uji 2 Delay 3,81 ms Sangat 4 Loss Bagus
Data
09.00- Bagus 09.00- Delay 4,48 ms Sangat 3
Uji 2
12.00 Jitter 0,35 ms Bagus 3 12.00 Bagus
WIB Throughput 1342 Kb/s Sangat 4 WIB Jitter -4,59 ms Sangat 3
Bagus Bagus
Packet 0% Sangat 4 Throughput 625 Kb/s Bagus 4
Data Loss Bagus Packet 0% Sangat 4
Uji 3 Delay 3,12 ms Sangat 4 Data Loss Bagus
Bagus Uji 3 Delay 4,79 ms Sangat 4
Jitter -0,22 ms Sangat 4 Bagus
Bagus Jitter 2,09 ms Bagus 4
Throughput 1704 Kb/s Sangat 4 Throughput 543 Kb/s Sedang 3
Bagus Packet 0% Sangat 4
Packet 0% Sangat 4 Loss Bagus
Data Data
Loss Bagus Delay 5,11 ms Sangat 3
Uji 1 Uji 1
Delay 3,67 ms Sangat 4 Bagus
Bagus Jitter -0,18 ms Sangat 4
Jitter 1,96 ms Bagus 3 Bagus
Throughput 1263 Kb/s Sangat 4 13 April Throughput 531 Kb/s Sedang 4
13 April Bagus 2022 Packet 0% Sangat 3
2022
Packet 0,1% Sangat 4 Loss Bagus
Data Data
Loss Bagus 09.00- Delay 5,05 ms Sangat 2
09.00- Uji 2 Uji 2
Delay 3,21 ms Sangat 4 12.00 Bagus
12.00
Bagus WIB Jitter -0,16 ms Sangat 4
WIB
Jitter 0,11 ms Bagus 3 Bagus
Throughput 1416 Kb/s Sangat 4 Throughput 701 Kb/s Bagus 4
Bagus Packet loss 0% Sangat 3
Packet loss 0% Sangat 4 Data Bagus
Data
Bagus Uji 3 Delay 4,44 ms Sangat 2
Uji 3
Delay 3,21 ms Sangat 4 Bagus
Bagus Jitter 0,15 ms Bagus 3
Jitter 0,11 ms Bagus 3 Rata-Rata Indeks QoS Bagus 3,44
Rata-Rata Indeks QoS Bagus 3,66

Vol.7 No.3 2022 119 @2022 kitektro


KITEKTRO: Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro e-ISSN: 2252-7036
Vol.7 No.3 2022: 112-121

F. Layanan Broadband 20 Mbps dengan Parameter QoS Berdasarkan grafik pada gambar 5 dapat dilihat bahwa nilai
Data Uji oleh 5 User mean tertinggi untuk keseluruhan pertanyaan yaitu pada Q2
Pada percobaan ini, pengumpulan data parameter QoS sebesar 4,38 dengan user yang mengisi kuesioner dengan
diukur ketika penggunaan aplikasi Zoom oleh 5 user secara pertanyaan bagaimana kualitas jaringan ketika melakukan
bersamaan menggunakan layanan broadband 20 Mbps di login/logout pada saat menggunakan aplikasi Zoom,
mana nilai hasil parameter QoS yang didapatkan pada saat sedangkan untuk nilai mean terendah yaitu pada Q5 sebesar
Zoom digunakan oleh 5 user ini akan dibandingkan dengan 4,1 dengan user yang mengisi kuesioner dengan pertanyaan
hasil QoS menurut standart THIPON. bagaimana kualitas video dan audio ketika menggunakan
Dari hasil perolehan nilai parameter QoS pada Tabel X aplikasi Zoom oleh 5 user dalam satu jaringan secara
untuk 5 user didapati nilai rata-ratanya memperoleh katagori bersamaan. Berdasarkan nilai kepuasan user dari grafik pada
“bagus” karena nilai rata-rata QoS yang didapati sebesar 3,44 . Gambar 4.3 dapat disimpulkanjika semakin besar atau tinggi
Di mana menurut standart THIPON jika nilai rata-rata indeks nilai mean yang di dapatkan berkisaran 4-5 maka semakin
QoS yang didapati berkisaran 3,8 – 4 maka termasuk kedalam bagus kualitas di dalam sebuah jaringan tersebut dan jika nilai
katagori “sangat bagus” sedangkan rata-rata indeks QoS yang mean yang didapatkan semakin kecil atau rendah berkisaran 3–
didapati berkisaran 3 – 3,79 maka termasuk ke dalam katagori 0 maka semakin buruk kualitas di dalam sebuah jaringan
“bagus”. Sehingga dapat disimpulkan berdasarkan standarisai tersebut.
THIPON, bahwa kualitas jaringan ICONNET dengan
V. KESIMPULAN
menggunakan bandwidth layanan 20 Mbps untuk penggunaan
Zoom oleh 5 user secara bersamaan memiliki kualitas Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, nilaiQuality
jaringan yang bagus, dapat dibuktikan pada Tabel X menurut of Service (QoS) layanan internet broadband (ICONNET)
standar THIPON. untuk penggunaan Zoom secara bersamaan oleh 3 hingga 5
user dengan bandwidth layanan 10 Mbps dan 20 Mbps
G. Hasil Pengukuran Mean Opinion Score (MOS) memperoleh katagori “bagus” menurut standart THIPON,
Pada tahapan ini pengumpulan data MOS dilakukan dapat dibuktikan pada Tabel 4.1,4.2 dan 4.3 di mana hasil nilai
dengan uji subjektif terhadap user/pelanggan yang rata-rata indeks QoS yang di peroleh pada bandwidth layanan
berlangganan pada jaringan internet ICONNET. Nilai yang 10 Mbps masing-masing bernilai 3,60, 3,61 dan 3,58,
diisi oleh pelanggan pada kuesioner ini merupakan nilai sedangkan pada Tabel 4.4, 4.5 dan 4.6 memperoleh hasil nilai
kepuasaan pelanggan pada kualitas kestabilan pengguna rata-rata indeks QoS pada bandwidth layanan 20 Mbps
Zoom jika Zoom digunakan bersamaan oleh lebih dari satu masing-masing bernilai 3,64, 3,66 dan 3,[Link] mana menurut
user pada 2 layanan yang berbeda. Data MOS diperoleh standart THIPON jika nilai rata-rata indeksQoS yang didapati
setelah user/pelanggan mengisi kuesioner. Katagori berkisaran 3 – 3,79 maka termasuk kedalam katagori
penilainnya yaitu “Sangat Bagus” sama dengan 5, “Bagus” “bagus”. Sehingga dapat disimpulkan berdasarkan
sama dengan 4, “Sedang” sama dengan 3, “Buruk” sama standarisai THIPON, bahwa kualitas jaringan ICONNET
dengan 2 dan “Sangat Buruk” sama dengan 1. Data kuesioner dengan menggunakan bandwidth layanan 10Mbps dan 20
berjumlah 25 (dua puluh lima) orang untuk bandwidth Mbps untuk penggunaan Zoom secara bersamaan oleh 3
layanan 10 Mbps dan 20 Mbps sehingga total keseluruhan hingga 5 user pada jaringan akses milik PT ICON+ Banda
data kuesioner yang diperoleh sebanyak 50 data. Aceh memiliki kualitas jaringan yang “bagus”. Berdasarkan
penelitan uji subjektif yang telah di lakukan, terdapat 25 (dua
4, puluh lima) orang responden untuk pengguna bandwidth
5 layanan 10 Mbps dan 25 (dua puluh lima) orangresponden
4, untuk pengguna bandwidth layanan 20 Mbps, sehingga
4 didapati hasil dari Mean Opinion Score (MOS) yangdi peroleh
untuk bandwidth layanan 10 Mbps dan 20 Mbps secara
4, keseluruhan memperoleh katagori “bagus” dari segi
3 kepuasan user dapat dibuktikan pada Tabel 4.7 dimana hasil
4, nilai mean yang diperoleh untuk masing-masing pertanyaan
2 sebesar 4,36 pada Q1, 4,38 pada Q2, 4,3 pada Q3, 4,24 pada
Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q4, 4,1 pada Q5, 4,16 pada Q6 dan 4,32 pada Q7.
Q7
Gambar 5. Grafik MOS bandwidth layanan 10 Mbps dan 20 Mbps
Kearsipan Daerah Kota Tidore,” Jurnal Oktadiurna, Vol. 5 No. 2, pp.
REFERENSI 1-7, 2016.
[3] F. F. Gazali, “Efektifitas Penggunaan Aplikasi Zoom Meeting dalam
[1] R. Priantama, “Efektifitas Wi-Fi dalam menunjang proses Pendidikan
Pembelajaran dimasa Pandemi Covid-19,” Jurnal Pendidikan dan
bagi Lembaga perguruan tinggi,” Jurnal Cloud Information, vol. 1 No.
Sejarah, Vol. 17 No. 1, pp. 1-5, 2021.
1, pp. 22-28, 2018.
[4] D. Haqien, dan A. R. Aqilah, “Pemanfaatan Zoom Meeting untuk
[2] R. Karim, “Pentingnya penggunaan Jaringan Wi-Fi dalam Memenuhi
Proses Pembelajaran pada Masa Pandemi Covid-19,” Susunan Artikel
Kebutuhan Informasi Pemustaka pada kantor Perpustakaan dan
Pendidikan, Vol. 5 No. 1, pp. 51-56, 2020.

Vol.7 No.3 2022 120 @2022 kitektro


KITEKTRO: Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro e-ISSN: 2252-7036
Vol.7 No.3 2022: 112-121

[5] Ramadhani et. al. “Penggunaan Aplikasi Zoom guna Mendukung


Pembelajaran Daring di Masa Pandemi,” Jurnal Pendidikan Tambusai, [11] A. Turmudi, dan A. M. Fuad, “Analisis QoS (Quality of Service)
Vol. 5 No. 2, pp. 3405-3413, 2021. dengan Metode Traffi Shapieng pada Jaringan Internet (Studi kasus :
[6] H. Drajat, “Komitmen Menuju Perusahaan Berintegritas. PT. Toyonaga Indonesia),” Jurnal Teknologi Pelita Bangsa, Vol. 9 No.
Sustainability Report PT. Indonesia Comnets Plus,” 2015. 4, pp. 37-45, 2019.
[7] R. M. Muttaqien, H. Akhmad, dan W. Musarah, “Perancangan [12] F. M. R. Imam, “Analisa Bandwidth pada Jaringan Internet
Jaringan Akses Fiber to the Home (FTTH) Menggunakan Teknologi menggunakan Parameter Quality Of Service (Studi kasus: cafe ilham),”
10 – Gigabits Passive Optical Network (X GPON) untuk Perumahan Jurnal Ipsikom, Vol.9 No. 1, pp. 57-66, 2021.
Grahayasa Asri dengan Ducting Bersama,” in E-Proceeding of [13] S. Amri, T. Joko, R. K. Yuliana, “Analisis Kinerja Wireless Akses
Engineering, Vol. 3 No. 2, pp. 1-11, 2016. Point (WAP) dan Virtual Akses Point (VAP) PAD,” Jurnal Jarkom,
[8] F. Ilhamirosa, P. H. Jenny, dan I. Munaf, “Link Budget Analisis Fiber Vol. 3 No. 2, pp. 22-34, 2017.
to the Home (FTTH) pada Wilayah Resisdensial untuk Perancangan [14] Sukri, dan Jumiati, “Analisa Bandwidth menggunakan Metode Antrian
yang Efektif dan Efisien di Puri Anjasmoro Kecamatan Semarang Per Connection Queue,” Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi
Barat menggunakan Teknologi GPON,” in Proceeding Konferensi Univrab, Vol. 2 No. 2, pp. 244-257, 2017.
Ilmiah Mahasiswa UNISSULA (KIMU) 2, Vol. 7 No. 2, pp.189-196, [15] D. Irawan, “Analisis dan Penyedapan Transmisi Paket Data Pada
2019. Jaringan Komputer Menggunakan Wireshark,” Jurnal Informatika.
[9] R. T. Silalahi, dan S. Lina, “Analisis Performansi Jaringan Fiber Optik Vol. 7 No. 1, pp. 1- 5, 2017.
pada Penyambungan Single-mode ke Multi-mode Provider XL [16] I. Iskandar, dan H. A. Nur, “Analisa Quality of Service (QOS) Jaringan
menggunakan Perangkat Temporary,” Jom F Teknik, Vol. 8 No. 2, pp. Internet Kampus (Studi Kasus UIN Suska Riau),” Jurnal CoreIT. Vol.
1-6., 2021. 1 No. 2, pp. 67-76, 2015.
[10] Apriadi, Z. Abdullah, dan I. Syamsul, “Analisis QoS (Quality of
Service Jaringan Internet Kampus (Studi Kasus: Fakultas Teknik
Universitas Mataram),” Jurnal Teknik Elektro, Vol. 2 No. 1, pp. 1-9,
2018.

Vol.7 No.3 2022 121 @2022 kitektro

Anda mungkin juga menyukai