Assalamualaikum wr wb.
Selamat pagi,
Bapak Kepala Sekolah yang terhormat,
Bapak dan ibu Guru yang saya hormati,
Dan teman-teman sekalian yang saya banggakan,
Saya ucapkan terima kasih atas kesempatan yang sudah diberikan pada saya, sehingga di hari yang
cerah ini kita semua dapat berkumpul di SMK Negeri 1 Giritontro dalam keadaan sehat tanpa kurang
suatu apa pun.
Mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Swt. Karena atas rahmatNya kita bisa berada di sini.
Bapak, ibu, dan saudara sekalian,
Melihat gaya hidup generasi muda zaman sekarang yang jauh berbeda dengan gaya hidup generasi
muda belasan tahun lalu terkadang membuat kita harus mengelus dada. Jika dulu untuk
mendapatkan narkoba harus sembunyi-sembunyi, kini dengan mudahnya anak muda mendapatkan
akses pada narkoba hanya dengan berbekal telepon genggam. Bahkan, ada yang terang-terangan
bertransaksi narkoba dan membagikan momen tersebut di media sosial. Narkoba seakan-akan
menjadi barang yang mirip “permen” karena dengan mudah diperjualbelikan. Para pengguna narkoba
yang sebagian besar pelajar sebenarnya sudah tahu dampak negatif barang terlarang tersebut.
Namun, masih ada yang coba-coba menggunakannya dan justru berujung pada rasa ketagihan. Sekali
dua kali, anak muda masih bisa menahan diri. Tapi tiga empat kali, mereka mulai ketergantungan dan
tidak bisa hidup jauh dari narkoba. Mirisnya, anak muda yang memakai narkoba masih berstatus
sebagai pelajar yang seharusnya memanfaatkan waktunya untuk belajar dan mengejar mimpi. Jika
boleh saya katakan, narkoba sangat tepat jika diibaratkan sebagai pembunuh mimpi.
Bapak Ibu yang saya hormati,
Anak muda yang seharusnya produktif menimba ilmu dan belajar banyak hal baru untuk memajukan
negeri ini justru disibukkan dengan dirinya sendiri. Karena narkoba, anak muda menjadi fokus mencari
cara untuk mendapatkan narkoba lagi demi memenuhi rasa ketergantungannya. Mereka hidup dalam
dunianya sendiri dan tidak peka pada sekitarnya. Akibatnya, di kehidupan nyata anak muda yang
mengonsumsi narkoba seperti asing dan menutup diri. Di sekolah atau di kampus pun prestasinya
menurun drastis. Tentu sangat disayangkan jika potensi anak muda yang seharusnya diasah tajam
justru tumpul karena narkoba. Oleh karena itu, di momen yang tepat ini saya ingin mengajak bapak,
ibu, dan saudara sekalian untuk mengawasi anak muda atau anak-anak kita agar tidak terjerumus
godaan narkoba.
Demikian pidato ini saya sampaikan. Mohon maaf apabila dalam menyampaikan kalimat ada hal yang
kurang berkenan.
Wassalamualaikum wr wb.