PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
(DEEP LEARNING)
Satuan Pendidikan : SMA NUSANTARA
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Nama Guru : Bulan Purnama
Kelas/ Semester : X / Ganjil
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit (6 Pertemuan)
Tahun Ajaran : 2025 /2026
IDENTIFIKASI Peserta Didik:
Peserta didik kelas VII di SMP Nusantara memiliki keberagaman dalam
kesiapan belajar. Beberapa peserta didik mungkin telah memiliki
pengetahuan awal yang baik tentang teks deskripsi dari pendidikan dasar
sebelumnya, terbiasa dengan kegiatan membaca dan menulis, serta memiliki
akses yang luas ke media sosial dan internet. Namun, ada pula peserta didik
yang memiliki minat baca yang kurang, mungkin belum terbiasa dengan
berbagai jenis teks (termasuk media digital dan audiovisual), atau
memerlukan pendampingan khusus dalam mengembangkan keterampilan
berkomunikasi lisan maupun tertulis. Minat peserta didik juga bervariasi,
dengan sebagian menyukai fiksi dan media sosial, sementara yang lain
mungkin lebih tertarik pada topik faktual atau kegiatan langsung. Latar
belakang sosial dan akses terhadap fasilitas daring juga perlu
dipertimbangkan untuk memastikan pembelajaran yang inklusif dan
terdiferensiasi.
Materi Pelajaran:
Materi pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII berfokus pada
pengembangan kemampuan berkomunikasi efektif, kreativitas, dan daya
kritis peserta didik, mempersiapkan mereka menghadapi tantangan abad ke-
21 serta mengukuhkan jati diri sebagai warga negara Indonesia yang
berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Pembelajaran ini akan membawa peserta
didik berkelana di dunia imajinasi lewat puisi rakyat dan cerita fantasi.
Peserta didik akan belajar tentang jenis dan unsur puisi rakyat, alur dan
penokohan dalam teks narasi fantasi, serta unsur bahasa dalam teks narasi
fantasi. Analisis materi akan mempertimbangkan relevansi dengan
kehidupan nyata peserta didik, seperti mengenali cerita rakyat yang tumbuh
turun-temurun dan mengkaji elemen intrinsik untuk meningkatkan
keterampilan berpikir aras tinggi dan memetik pesan. Tingkat kesulitan
materi akan disesuaikan secara bertahap, dimulai dari pemahaman elemen
dasar hingga kreasi karya. Materi juga akan mengintegrasikan nilai-nilai
Profil Pelajar Pancasila seperti bernalar kritis, kreatif, bergotong royong, dan
mandiri.
Dimensi Profil Lulusan:
1. Bernalar Kritis: Peserta didik mampu memperoleh dan memproses
informasi serta gagasan, mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan
mengolah informasi dan gagasan, serta menganalisis dan
mengevaluasi penalaran.
2. Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan gagasan yang
orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.
3. Kolaborasi: Peserta didik memiliki kemampuan kolaborasi,
termasuk komunikasi untuk mencapai tujuan bersama dan kerja
sama.
4. Kemandirian: Peserta didik memiliki pemahaman diri dan situasi
yang dihadapi, serta mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan
yang dihadapi.
DESAIN Capaian Pembelajaran:
PEMBELAJARAN
Pada akhir fase D, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk
berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial, dan
akademis. Peserta didik mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi
informasi paparan tentang topik yang beragam dan karya sastra. Peserta
didik mampu berpartisipasi aktif dalam diskusi, mempresentasikan, dan
menanggapi informasi nonfiksi dan fiksi yang dipaparkan; Peserta didik
menulis berbagai teks untuk menyampaikan pengamatan dan pengalamannya
dengan lebih terstruktur, dan menuliskan tanggapannya terhadap paparan dan
bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya. Peserta didik
mengembangkan kompetensi diri melalui pajanan berbagai teks untuk
penguatan karakter.
Topik Pembelajaran:
Berkelana di Dunia Imajinasi: Puisi Rakyat dan Cerita Fantasi.
Tujuan Pembelajaran:
Pada bab ini, peserta didik diajak mempelajari dan mendiskusikan elemen
dan gaya bahasa dalam puisi dan cerita fantasi agar mereka dapat
menyajikannya dengan baik dan menarik.
Peserta didik mampu membandingkan jenis dan unsur puisi rakyat
dengan teliti.
Peserta didik mampu menafsirkan tujuan penulisan puisi dengan
baik.
Peserta didik mampu mengekspresikan ide dengan menulis puisi
rakyat.
Peserta didik mampu mengekspresikan ide melalui musikalisasi puisi
rakyat secara menarik.
Peserta didik mampu menuliskan pemahaman tentang tokoh cerita
dengan runtut.
Peserta didik mampu menganalisis perubahan lebih perinci dalam
alur cerita.
Peserta didik mampu menganalisis sifat tokoh dan amanat penulis.
Peserta didik menemukenali majas asosiasi dalam teks naratif.
Peserta didik mampu menganalisis penokohan dalam cerita fantasi.
Peserta didik menilai alur pada teks naratif secara tepat.
Peserta didik menemukenali ragam kalimat dalam teks naratif.
Peserta didik menyajikan gagasan melalui cerita fantasi sederhana.
Praktik Pedagogis:
1. Pembelajaran Berbasis Proyek.
2. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, wawancara, dan presentasi.
Mitra Pembelajaran:
1. Orang tua/wali peserta didik dalam kegiatan membaca bersama anak
dan menyaksikan pertunjukan drama/dongeng.
2. Pendongeng atau seniman lokal untuk memberikan inspirasi.
3. Perpustakaan sekolah dan umum sebagai sumber bacaan.
Lingkungan Pembelajaran:
1. Ruang Fisik: Kelas dengan pojok baca yang dilengkapi koleksi buku
puisi, cerita rakyat, dan cerita fantasi.
2. Ruang Virtual: Laman Badan Bahasa Kemdikbud , Wattpad , Line
Webtoon , YouTube untuk mengakses materi dan inspirasi.
3. Budaya Belajar: Kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan rasa ingin tahu
dalam mengeksplorasi dunia imajinasi.
Pemanfaatan Digital:
1. Perencanaan: Canva untuk membuat visual presentasi atau materi
ajar tambahan.
2. Pelaksanaan: Video musikalisasi puisi dari YouTube , aplikasi
wajah (Snapchat, FaceApp, Faceplay) untuk video monolog.
3. Asesmen: Google Form untuk kuis formatif, Rubrik penilaian daring
untuk presentasi.
PENGALAMAN Pertemuan 1 (6x45 menit)
BELAJAR
Topik: Mengenal dan Mengidentifikasi Unsur Puisi Rakyat: Mengenal Jenis
dan Unsur Puisi Rakyat & Mengidentifikasi Tujuan Puisi Rakyat.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran
yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas.
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru membuka pembelajaran dengan mendiskusikan pengalaman
peserta didik dengan kisah, baik yang dibaca maupun dituturkan.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Buku cerita atau tokoh
cerita apa yang berkesan di masa kecil kalian?" dan "Siapa yang
biasa menuturkan dongeng kepada kalian di rumah?".
10. Peserta didik dapat berbagi dongeng yang sering mereka dengar dan
alasannya menyukai dongeng tersebut.
11. Jika tidak ada pengalaman dengan dongeng, guru dapat bertanya
tentang tokoh film kartun atau serial yang ditonton dan ciri-cirinya,
serta mengapa tokoh tersebut menarik.
12. Guru menjelaskan bahwa penulis menciptakan tokoh dan alur untuk
menarik minat pembaca.
13. Guru dapat membacakan atau menuturkan sebuah dongeng untuk
menumbuhkan minat terhadap cerita dan memberi masukan tentang
pengetahuan latar peserta didik.
Kegiatan Inti (Memahami – Berkesadaran, Bermakna)
Orientasi Siswa pada Masalah:
1. Guru menjelaskan bahwa puisi rakyat memiliki fitur bait dan
baris dengan jumlah yang tak jauh berbeda, menciptakan
irama menarik saat dituturkan.
2. Guru meminta peserta didik membaca bait dalam puisi rakyat
secara bergantian.
Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik bekerja sama dalam kelompok kecil untuk
mengisi alat bantu perbandingan puisi yang mencakup jumlah
bait, baris, suku kata, pola rima, jenis puisi, dan pesan.
2. Peserta didik menafsirkan tujuan penulisan puisi melalui
diskusi, melatih kemampuan berpikir subjektif.
Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Perwakilan kelompok membacakan alat bantu perbandingan
puisi mereka dan kelompok lain mencocokkan jawabannya.
2. Peserta didik mencocokkan jawaban dengan penjelasan
tentang puisi rakyat.
3. Peserta didik mengisi alat bantu mengidentifikasi tujuan puisi
rakyat.
4. Peserta didik berpasangan mendiskusikan jawaban mereka,
membandingkan dan menjelaskan alasannya.
5. Guru mendorong peserta didik untuk menjelaskan alasannya
dengan pertanyaan pemantik "Mengapa kalian berpikir
demikian?" dan "Sebutkan kalimat dalam pantun yang
memperkuat jawaban kalian.".
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik menyajikan hasil perbandingan jenis dan unsur
puisi rakyat di depan kelas.
2. Peserta didik memaparkan interpretasi mereka tentang tujuan
puisi rakyat.
Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk membandingkan
jawaban dan mengklarifikasi pemahaman.
2. Guru menekankan bahwa perbedaan jawaban mungkin terjadi
karena perbedaan alasan.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai jenis
dan tujuan puisi rakyat.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai partisipasi
mereka dalam menganalisis puisi dan kemampuan berdiskusi.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 2 (6x45 menit)
Topik: Berkreasi dengan Puisi Rakyat: Berkreasi dengan Puisi Rakyat &
Musikalisasi Puisi.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Apakah menulis puisi itu
sulit?" dan "Bagaimana cara agar puisi yang kita buat menjadi
menarik?"
6. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti (Mengaplikasi – Bermakna, Menggembirakan)
Orientasi Siswa pada Masalah:
1. Guru melatih keberanian dan kepercayaan diri peserta didik
untuk mengekspresikan ide melalui puisi rakyat, menjelaskan
bahwa siapa saja dapat menulis puisi.
2. Guru menjelaskan bahwa proses menulis dibagi dalam tiga
tahapan: pramenulis, menulis, dan menyunting karya.
Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Proses Pramenulis:
Guru dan peserta didik memikirkan pertanyaan:
"Siapakah pembaca sasaran puisi yang akan dibuat?"
Peserta didik menuliskan beberapa alternatif jawaban
pada buku tulis.
Guru dan peserta didik menyaksikan beberapa gambar
atau foto untuk menggali inspirasi tentang tema yang
ingin ditulis.
Guru menceritakan tema puisi yang akan ditulis dan
memotivasi peserta didik untuk menceritakan rencana
tema mereka.
Guru dan peserta didik menulis pernyataan-pernyataan
sesuai tema.
2. Proses Menulis:
Guru dan peserta didik mengembangkan pernyataan
tersebut ke dalam larik dan isi.
Peserta didik diberikan waktu cukup untuk
menuliskannya di rumah, dengan kebebasan
mengubah rencana jika menemukan gagasan lain yang
lebih menarik.
Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Proses Pascamenulis:
Guru dan peserta didik menyepakati cara untuk
memberikan masukan pada draf pertama (misalnya
penyuntingan silang, fokus ejaan dan tanda baca).
Guru memodelkan cara menyunting karya.
Peserta didik memperbaiki draf pertama.
2. Peserta didik diajak mendiskusikan lirik lagu dari grup
pemusik independen, mengidentifikasi perbedaan puisi rakyat
dari puisi pada lagu.
3. Guru menjelaskan bahwa puisi dapat dikonversi menjadi lagu
dan peserta didik dapat mengerjakannya secara berkelompok.
4. Peserta didik menyaksikan tayangan musikalisasi puisi pada
laman YouTube dan menganalisis aspek yang dapat ditiru.
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Guru dapat mengadakan konferensi mini untuk memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk membacakan
karyanya.
2. Alternatifnya, peserta didik dapat diminta untuk memajang
karya pada dinding kelas agar peserta didik lain dapat
memberikan komentar.
3. Guru memberikan contoh komentar dan apresiasi yang dapat
diberikan kepada karya teman.
4. Peserta didik mengunggah video musikalisasi puisi di media
sosial (YouTube atau IGTV) dan dibantu untuk menyebarkan
video tersebut.
Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Guru dan peserta didik menggunakan rubrik penilaian
kegiatan menulis puisi rakyat sesuai format umum (seperti
Rubrik Penilaian Kegiatan Menulis Puisi Rakyat) untuk
mengevaluasi karya tulis.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai kreasi
puisi rakyat dan musikalisasi.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai kreativitas dan
keberanian mereka dalam menulis dan menyajikan puisi.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 3 (6x45 menit)
Topik: Mengidentifikasi Elemen dalam Teks Naratif: Mengidentifikasi Alur
dalam Cerita Fantasi & Menuliskan Ulang Alur Teks Naratif.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Apa itu alur cerita?" dan
"Mengapa alur cerita penting dalam sebuah cerita?"
6. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti (Memahami – Berkesadaran, Bermakna)
Orientasi Siswa pada Masalah:
1. Guru mengajak peserta didik mengamati gambar di atas judul
"Bola-Bola Waktu" dan menghubungkannya dengan judul.
2. Guru menanyakan pertanyaan pemantik untuk mengajak
peserta didik memprediksi isi cerita: "Apa yang dilakukan
anak pada gambar itu?", "Menilik gestur dan ekspresi
wajahnya, bagaimana perasaan anak itu?", "Dapatkah kalian
menebak isi cerita dengan membaca judul dan gambar
tersebut?", "Kira-kira, cerita ini tentang apa?".
3. Peserta didik mencatat prediksi mereka pada buku tulis.
Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik membaca teks "Bola-Bola Waktu".
2. Setelah membaca, guru menanyakan kebenaran prediksi
mereka.
3. Peserta didik diminta untuk menjawab pertanyaan tentang
cerita (misalnya, siapa nama tokoh, apa keinginannya,
bagaimana ia memenuhi keinginannya, mengapa ia sedih, apa
yang akhirnya ia lakukan, bagaimana perasaannya di akhir
cerita).
Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Peserta didik melatih kemampuannya untuk menelaah alur
cerita dalam teks naratif "Bola-Bola Waktu" dengan mengisi
alat bantu alur.
2. Guru menjelaskan bahwa alur cerita adalah elemen intrinsik
yang penting, menggambarkan cara tokoh mengatasi masalah,
dan dapat menghadirkan ketegangan.
3. Guru dapat meminta peserta didik untuk mengisi alat bantu
telaah alur cerita dengan alternatif jawaban (seperti Contoh
Jawaban Peserta Didik dalam Kegiatan Telaah Alur Cerita).
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik secara individu menuliskan kembali alur teks
naratif "Bola-Bola Waktu".
2. Peserta didik menyajikan hasil analisis alur cerita mereka di
depan kelas atau dalam kelompok.
Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk membandingkan
analisis alur cerita antar peserta didik dan mengklarifikasi
pemahaman.
2. Guru memberikan umpan balik terhadap tulisan alur cerita
peserta didik.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai alur
cerita dalam teks fantasi.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai kemampuan
mereka dalam menganalisis dan menuliskan alur cerita.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 4 (6x45 menit)
Topik: Mengidentifikasi Elemen dalam Teks Naratif: Mengkaji Penokohan
dalam Cerita Fantasi & Mengenali Majas Asosiasi dalam Cerita Fantasi &
Membandingkan Penokohan pada Cerita Komik & Menilai Alur dalam
Cerita Fantasi.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Apa yang membuat sebuah
tokoh cerita menjadi menarik?" dan "Bagaimana seorang penulis
membuat pembaca merasakan apa yang tokoh rasakan?"
6. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti (Mengaplikasi – Bermakna, Menggembirakan)
Orientasi Siswa pada Masalah:
1. Guru mengajak peserta didik mengamati profil gambar ketiga
tokoh pada cerita "Sihir Unik Mao".
2. Guru menanyakan prediksi peserta didik terhadap karakter
tokoh-tokoh tersebut (tokoh baik/jahat).
3. Guru dapat mengembangkan diskusi tentang tokoh baik dan
jahat dalam buku atau film yang pernah ditonton peserta
didik.
4. Guru menjelaskan bahwa fokus kegiatan adalah
membandingkan tokoh Emas dan Mao.
Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik membaca cerita "Sihir Unik Mao" dan
memeriksa kebenaran prediksi mereka.
2. Peserta didik menjawab pertanyaan tentang tokoh pada cerita
"Sihir Unik Mao" secara berpasangan.
3. Peserta didik menemukenali majas asosiasi dalam teks naratif
"Sihir Unik Mao" dengan menuliskan ulang kalimat majas
asosiasi.
4. Guru menjelaskan tujuan penggunaan majas (menghidupkan
suasana, menggambarkan emosi, meningkatkan ketertarikan)
dan fokus pada majas asosiasi yang menciptakan efek
imajinatif.
5. Peserta didik membandingkan penokohan pada cerita komik
"Sihir Unik Mao" dan "Keberanian Emas" secara
berpasangan.
6. Peserta didik berlatih menilai alur pada teks naratif
"Keberanian Emas" dengan mengisi diagram alur.
Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Guru menjelaskan tentang cara menyikapi jawaban yang
berbeda dengan teman, menekankan perbedaan alasan.
2. Guru dapat meminta peserta didik menjelaskan alasan
jawaban mereka dengan pertanyaan "Kalimat mana dalam
cerita yang mendukung jawabanmu tersebut?".
3. Guru menilai kegiatan membaca berpasangan sesuai format
umum (seperti Lembar Penilaian Kegiatan Membaca
Berpasangan).
4. Guru menanyakan pertanyaan pemantik tentang versi asli
"Timun Mas" jika belum ada peserta didik yang
mengenalnya. Guru dapat mendongengkan cerita tersebut jika
diperlukan.
5. Guru menanyakan pertanyaan pemantik setelah membaca
komik: "Apa yang membedakan versi komik ini dari versi
'Timun Mas' yang asli?", "Apakah kesamaan kedua versi
tersebut?", "Pesan apa yang ingin disampaikan oleh cerita
rakyat tersebut?".
6. Kegiatan perbandingan penokohan dapat ditutup dengan
meminta peserta didik menjawab: "Tokoh mana yang lebih
disukai?", "Mengapa?", "Bagaimana sifat tokoh pilihan
tersebut apabila dirangkum dalam satu kata?", "Manakah
kalimat dalam komik yang mendukung simpulan peserta didik
tentang sifat tokoh tersebut?".
7. Guru menjelaskan bahwa alur cerita yang baik mengandung
awal, tengah, dan akhir, dengan ketegangan yang memuncak
(klimaks) pada bagian tengah cerita.
8. Peserta didik berlatih menandai bagian awal, tengah dengan
klimaks, dan akhir cerita.
9. Peserta didik mengisi alat bantu telaah alur cerita fantasi
sesuai format umum (seperti Lembar Penilaian Kegiatan
Menelaah Alur Cerita Fantasi).
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik menyajikan hasil analisis penokohan tokoh
dalam cerita fantasi.
2. Peserta didik mempresentasikan hasil identifikasi majas
asosiasi.
3. Peserta didik menyajikan hasil perbandingan penokohan pada
cerita komik.
4. Peserta didik memaparkan penilaian alur dalam cerita fantasi.
Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk membandingkan hasil
analisis penokohan dan alur cerita antar kelompok.
2. Guru memberikan umpan balik terhadap temuan majas
asosiasi.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai
penokohan, majas asosiasi, dan alur cerita dalam teks naratif.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai analisis mereka
terhadap elemen cerita.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 5 (6x45 menit)
Topik: Mengidentifikasi Elemen dalam Teks Naratif: Kalimat Langsung dan
Tak Langsung dalam Teks Fantasi & Berkreasi dengan Teks Naratif:
Menulis Cerita Fantasi Sederhana.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana perbedaan
antara apa yang dikatakan langsung oleh tokoh dan apa yang
diceritakan tentang tokoh tersebut?" dan "Bagaimana kita bisa
membuat cerita fantasi yang menarik?"
6. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti (Mengaplikasi – Bermakna, Menggembirakan)
Orientasi Siswa pada Masalah:
1. Guru menjelaskan bahwa teks naratif ditandai dengan
penggunaan kalimat langsung dalam dialog dan kalimat tak
langsung.
2. Guru menjelaskan bahwa menulis teks naratif bukan proses
instan, melainkan melibatkan draf, masukan, dan revisi.
Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik melatih pengetahuan kebahasaan mereka dengan
mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tak langsung
dari teks "Keberanian Emas".
2. Peserta didik berlatih menyajikan gagasannya dalam teks
naratif dengan menulis cerita fantasi sederhana.
3. Pramenulis: Peserta didik menggunakan pertanyaan (tema,
tokoh, latar) sebagai pemandu untuk membuat kerangka cerita
fantasi.
4. Peserta didik dapat menggunakan diagram alur (seperti Peta
Cerita) untuk membantu menyusun kerangka.
Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Menulis: Guru membiasakan peserta didik menyerahkan draf
kemajuan naskahnya.
2. Guru dapat membuat pertemuan konsultasi dengan kelompok
kecil peserta didik untuk mendiskusikan kesulitan yang
dihadapi.
3. Peserta didik dapat meminta pendapat teman kelompok untuk
mengembangkan draf.
4. Peserta didik melakukan penyuntingan silang pekerjaan teman
dalam kelompok.
5. Guru mengawasi pekerjaan penyuntingan tersebut dan
mengingatkan aspek dalam ejaan dan tanda baca yang perlu
disunting.
6. Guru menjelaskan bahwa proses menulis mencakup kegiatan
pramenulis atau membuat kerangka peta cerita, menulis,
menyunting, dan merevisi karya.
7. Guru menggunakan lembar pengontrol kegiatan menulis
sesuai format umum (seperti Lembar Pengontrol Kegiatan
Menulis) untuk memastikan kualitas draf tulisan peserta didik.
8. Pada sesi konsultasi, peserta didik dilibatkan untuk menilai
draf mereka sendiri dengan pertanyaan: "Apa tema?", "Apa
tujuan?", "Siapa tokoh?", "Bagaimana sifat tokoh?",
"Bagaimana mengatasi masalah?", "Bagaimana alur
ceritanya?".
9. Guru membantu peserta didik dalam elaborasi tulisan jika ada
kelemahan (misalnya, menambahkan kalimat perincian atau
penjelasan dari pakar/informan).
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik menyajikan hasil latihan mengubah kalimat
langsung menjadi tak langsung.
2. Peserta didik menyajikan draf cerita fantasi sederhana
mereka.
Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Guru dan peserta didik menggunakan rubrik penilaian
kegiatan menulis cerita fantasi sesuai format umum (seperti
Contoh Rubrik Penilaian Kegiatan Menulis Cerita Fantasi)
untuk mengevaluasi karya tulis.
2. Guru memfasilitasi umpan balik dari teman dan guru terhadap
cerita fantasi.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai
kalimat langsung dan tak langsung, serta penulisan cerita fantasi
sederhana.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, termasuk kegiatan pengayaan (dramatisasi cerita "Bola-
Bola Waktu" , video monolog 1 menit , jurnal membaca ).
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai proses kreatif
dan hasil karya cerita fantasi mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 6 (6x45 menit)
Topik: Asesmen Umum dan Refleksi.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan terakhir bab ini.
5. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Apa saja yang sudah kita
pelajari di bab ini?" dan "Bagaimana kita bisa tahu apakah kita sudah
memahami materi dengan baik?"
6. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti (Merefleksi – Berkesadaran, Bermakna)
Orientasi Siswa pada Masalah:
1. Guru menjelaskan bahwa pada akhir pertemuan ini akan
diadakan asesmen umum untuk mengukur pemahaman
seluruh materi Bab 2.
Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik mengerjakan soal-soal asesmen umum yang
mencakup seluruh materi Bab 2 (misalnya, sesuai format soal
pada Kunci Jawaban Asesmen Umum Bab 2).
Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Peserta didik melakukan refleksi individual terhadap
kemampuan dan proses belajar mereka sepanjang bab ini
(misalnya, Refleksi Peserta Didik seperti di Refleksi Peserta
Didik).
2. Guru mendampingi peserta didik merefleksi kemampuannya
pada setiap kegiatan dengan memberikan masukan terhadap:
apakah kegiatan tersebut dapat dilakukannya dengan mandiri ,
dengan bantuan , atau tidak dipahaminya sama sekali.
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik menyerahkan hasil asesmen umum dan lembar
refleksi mereka.
Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Guru menganalisis hasil asesmen umum untuk memetakan
kemampuan peserta didik sesuai tujuan pembelajaran.
2. Guru merumuskan kemampuan peserta didik dalam data
pemetaan sesuai format umum (seperti Pemetaan Kemampuan
Peserta Didik).
3. Guru merencanakan pendekatan pembelajaran pada bab
berikutnya berdasarkan pemetaan ini, termasuk bimbingan
individual atau kelompok kecil (perancah) dan kegiatan
pengayaan untuk peserta didik yang melampaui kompetensi.
4. Guru merefleksi strategi pembelajaran yang telah digunakan
(misalnya, Refleksi Strategi Pembelajaran seperti di Refleksi
Strategi Pembelajaran).
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah
dicapai di Bab 2.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan berdasarkan
hasil refleksi.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
mereka sepanjang proses pembelajaran.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
ASESMEN Asesmen pada Awal Pembelajaran:
PEMBELAJARAN
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Proses Pembelajaran:
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Akhir Pembelajaran:
Proyek/Praktik
Mengetahui, Pekalongan, Juli 2025
Kepala Sekolah, Guru Mapel
Matahari Bulan Purnama
Identifikasi
Desain Pembelajaran
Pengalaman Belajar
Tentu, saya akan membuat bahan ajar lengkap untuk Bab 2 "Berkelana di Dunia Imajinasi"
berdasarkan materi buku siswa yang Anda lampirkan, dengan sistematika Tujuan
Pembelajaran dan Materi, serta contoh-contoh yang relevan.
Bahan Ajar Bab 2: Berkelana di Dunia Imajinasi
Tujuan Pembelajaran
Pada bab ini, peserta didik akan mempelajari dan mendiskusikan elemen dan gaya bahasa
dalam puisi dan cerita fantasi agar mereka dapat menyajikannya dengan baik dan menarik.
Materi
A. Mengenal dan Mengidentifikasi Unsur Puisi Rakyat
Puisi rakyat adalah sastra lisan berupa puisi terikat yang berkembang pada masa masyarakat
tradisional. Disebut terikat karena puisi jenis ini diatur oleh ketentuan-ketentuan tertentu,
seperti jumlah suku kata, jumlah baris, jumlah bait, dan rima. Puisi rakyat umumnya bersifat
anonim (nama pengarangnya tidak diketahui), diwariskan secara turun-temurun dari mulut ke
mulut, dan disebarkan dalam bentuk yang tetap dan tidak berubah. Puisi rakyat terikat aturan-
aturan seperti jumlah kata dalam tiap baris, jumlah baris dalam tiap bait, dan juga
pengulangan kata yang bisa terdapat di awal maupun akhir sajak (rima).
Beberapa jenis puisi rakyat meliputi:
1. Pantun:
o Satu bait terdiri atas empat baris.
o Setiap baris terdiri atas 8-12 suku kata.
o Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sementara baris ketiga dan
keempat merupakan isi.
o Rima akhirnya berpola a-b-a-b, artinya bunyi akhir baris pertama sama dengan
bunyi akhir baris ketiga, dan bunyi akhir baris kedua sama dengan baris
keempat.
Contoh Pantun: "Berakit-rakit ke hulu Berenang-renang ke tepian Bersakit-sakit
dahulu Bersenang-senang kemudian"
2. Gurindam:
o Setiap bait terdiri atas dua baris atau larik.
o Setiap larik terdiri atas 8--14 suku kata.
o Larik pertama merupakan syarat, sedangkan larik kedua merupakan jawaban.
o Larik pertama dan kedua membentuk kalimat majemuk, umumnya merupakan
hubungan sebab-akibat.
o Rima akhirnya berpola a-a.
Contoh Gurindam: "Kurang pikir kurang siasat Tentu dirimu kelak tersesat Kalau
mulut tajam dan kasar Boleh ditimpa bahaya besar"
3. Mantra:
o Terdiri dari beberapa rangkaian kata yang memiliki irama.
o Isinya berhubungan dengan kekuatan gaib serta dibuat dan diucapkan untuk
tujuan tertentu.
o Mengandung rayuan dan perintah.
o Merupakan satu bagian yang utuh dan tidak bisa dipahami melalui setiap
bagiannya.
o Mementingkan keindahan permainan bunyi.
Contoh Mantra: "Assalamualaikum hantu pemburu Yang diam di rimba sekampung
Yang duduk di ceruh banir Yang bersandar di pinang burung Yang berteduh di bawah
tukas Tali buaya semambu tunggal Kurnia Tengku Sultan Berimbangan Yang diam di
Pagaruyung Rumah bertiang terus jelatang Rumah berbendul bayang-bayang
Bertaburkan batang purut-purut Janganlah engkau mungkir setia padaku Matilah
engkau ditimpa daulat empat penjuru alam Mati ditimpa malaikat yang empat puluh
empat Mati ditimpa tiang Ka'bah Mati dipanah halilintar Mati disambar kilat senja"
Tujuan puisi rakyat adalah untuk menghibur pembaca dan memberikan nasihat untuk
mendidik anak. Selain itu, puisi rakyat juga dapat memberikan isyarat untuk memulai suatu
permainan, mengajak, melarang melakukan sesuatu, menggambarkan perenungan, serta
memprotes ketidakadilan yang terjadi di masyarakat. Hal-hal yang disampaikan dalam puisi
rakyat biasanya berupa nasihat, sindiran, atau humor.
B. Mengidentifikasi Elemen dalam Teks Naratif
Teks fantasi merupakan cerita yang bersifat khayalan atau imajinatif. Dalam cerita fantasi,
penulis menciptakan tokoh yang merupakan tokoh khayalan penulis. Untuk menarik
pembaca, biasanya tokoh dalam cerita fantasi dapat memiliki keahlian atau kekuatan tertentu,
seperti dewa-dewi, raksasa, makhluk ajaib, atau manusia dengan kesaktian. Cerita fantasi
juga dapat berupa cerita yang mengkhayalkan kejadian pada masa depan, yang disebut cerita
futuristik, atau cerita tentang kehidupan peri-peri.
Teks naratif adalah cerita imajinatif yang berisi serangkaian kejadian berurutan yang
menggambarkan alur awal, tengah, dan akhir. Teks naratif biasanya menggambarkan seorang
tokoh yang mengalami masalah, yang bermula saat tokoh tidak mendapatkan sesuatu yang
diinginkannya. Alur cerita menggambarkan bagaimana tokoh tersebut berusaha untuk
mendapatkan keinginannya. Pada bagian akhir cerita, tokoh telah mendapatkan resolusi atau
penyelesaian masalah.
Alur Cerita Fantasi: Alur cerita dapat dianalisis berdasarkan bagian awal, tengah, dan akhir.
Awal: Memperkenalkan latar tempat, latar keluarga tokoh utama, dan petunjuk
permasalahan yang dihadapi tokoh utama.
Tengah (Klimaks): Bagian cerita di mana masalah mulai terjadi dan terdapat adegan
aksi yang paling menegangkan.
Akhir (Resolusi): Menjelaskan hal yang dialami tokoh utama dan antagonis, serta
amanat atau tujuan penulis.
Contoh cerita "Bola-Bola Waktu" oleh Eugenia Rakhma Subarna:
Awal: Ivan merasa malu dan lelah berjualan kue, sering diejek teman, dan ingin
menjadi anak SMP yang keren dan dikagumi.
Tengah: Ivan bertemu peramal dan mengambil bola merah yang membawanya ke
masa depan (tahun 2022). Ia menyadari ibunya menua dan lelah, serta ayahnya telah
meninggal karena sakit. Penyesalan muncul karena ia tidak membantu orang tuanya
berjualan kue.
Akhir: Ivan terbangun kembali di masa sekarang, memeluk ayahnya. Ia melompat
dari tempat tidur penuh semangat untuk membantu membuat kue dan bangga dengan
kue buatan ibunya. Ia bahkan memiliki ide untuk menerima pesanan kue di sekolah.
Penokohan Cerita Fantasi: Penokohan merupakan elemen intrinsik yang menentukan daya
pikat sebuah cerita. Tokoh cerita dapat memiliki sifat yang berbeda.
Protagonis: Tokoh utama dalam cerita fiksi.
Antagonis: Tokoh lawan atau tokoh dalam cerita fiksi yang menentang tokoh utama.
Contoh cerita "Sihir Unik Mao" oleh Eugenia Rakhma Subarna menampilkan tokoh Mao,
Piru, dan Yari. Mao digambarkan pekerja keras, sementara Yari sombong dan jahat. Mao
menghadapi perlakuan buruk dari Yari karena ia selalu membuat kesalahan saat belajar. Mao
dapat terhindar dari perlakuan tersebut dengan belajar bersama Piru dan belajar sendiri
sampai bisa. Amanat cerita ini adalah bahwa kalau mau berusaha, pasti bisa, dan jangan
berbuat jahat kepada teman.
Dalam komik "Keberanian Emas" yang diadaptasi dari cerita rakyat "Timun Mas", tokoh
utama Emas adalah protagonis yang berani dan pantang menyerah. Ia menghadapi masalah
harus menjadi santapan Raksasa, yang merupakan antagonis. Emas menyelesaikan
masalahnya dengan melawan Raksasa menggunakan kantung ajaib pemberian pertapa. Ia
dibantu oleh ibunya dan pertapa.
Majas Asosiasi dalam Cerita Fantasi: Penulis menggunakan aneka majas untuk
menghidupkan suasana, menggambarkan emosi tokoh, dan meningkatkan ketertarikan
pembaca. Salah satu majas yang banyak digunakan dalam cerita fantasi adalah majas asosiasi.
Majas asosiasi adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal berbeda yang sengaja
dianggap sama. Majas ini biasanya menggunakan kata-kata seperti sama, bagai, bagaikan,
laksana, seumpama, bak, dan lain-lain.
Contoh majas asosiasi dari cerita "Sihir Unik Mao":
1. "Semua terasa rumit bak benang kusut."
2. "Semangatnya keras bagaikan baja...."
3. "Untunglah ada Piru. kebaikannya laksana oase di padang pasir."
Kalimat Langsung dan Tak Langsung dalam Teks Fantasi: Teks naratif ditandai dengan
penggunaan kalimat langsung dalam dialog dan kalimat tak langsung.
Kalimat Langsung: Kalimat kutipan perkataan seseorang secara langsung,
menggunakan tanda petik buka (") pada bagian awal kalimat dan tanda petik tutup (")
pada akhir kalimat. Contoh: Raksasa berseru, "Berani-beraninya kau melukaiku!
Akan kutangkap dan kumakan habis kau, Emas!"
Kalimat Tak Langsung: Kalimat yang menyatakan kembali ucapan seseorang.
Contoh: Raksasa tak menyangka Emas berani melukainya. Ia mengancam akan
menangkap dan memakan Emas.
Latihan mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung:
1. Emas berkata, "Jangan sedih terus, Bu. Kita pasti bisa menemukan cara untuk
mengalahkan raksasa itu."
2. Raksasa berteriak, "Kemarilah, aku tak sabar untuk memakanmu!"
3. Emas menjawab, "Coba saja, aku tidak takut!"
4. Teman Emas bertanya, "Emas, kau mau ikut memetik bunga di ladang nanti?"
5. Pertapa berpesan, "Gunakanlah keempat benda ini untuk mengalahkan raksasa. Tapi
ingat, Emas harus percaya dan memiliki keberanian."
C. Berkreasi dengan Teks Naratif
Menulis cerita fantasi sederhana melibatkan beberapa langkah:
1. Menentukan Tema: Tema adalah gagasan pokok yang ingin diungkapkan dalam
puisi, memuat gagasan, perasaan, atau pesan. Pilihlah salah satu tema seperti berbakti
kepada orang tua, persahabatan, atau pahlawan sejati.
2. Menentukan Pernyataan-Pernyataan Sesuai dengan Tema: Pernyataan-
pernyataan adalah kalimat-kalimat yang menjadi kerangka dalam menyusun larik
puisi, harus sesuai dengan tema agar puisi memiliki gagasan atau pesan yang jelas.
Contoh untuk tema "Pahlawan di Sekitar Kita": "Pahlawan itu suka menolong tanpa
pandang bulu.", "Pahlawan itu tak pernah mengharapkan imbalan.", "Pahlawan itu
disukai dan dicintai banyak orang."
3. Menentukan Larik Isi:
o Untuk pantun, diperlukan dua sampiran dan dua isi, setiap baris 8-12 suku
kata, dan berima a-b-a-b.
o Untuk mantra, rangkai beberapa kata yang memiliki irama.
4. Menuliskan Pendapat tentang Puisi Teman: Buatlah kelompok, tukarkan puisi, dan
amati apakah puisi rakyat teman sudah memenuhi ketentuan. Masukan teman-teman
dapat menjadi bahan perbaikan karya.
5. Musikalisasi Puisi: Salah satu jenis musikalisasi puisi adalah membacakan puisi
dengan diiringi lagu. Pilih alat musik sederhana, lagu yang sesuai, dan rekam
pembacaan puisi berdurasi 1-3 menit. Unggah video di media sosial.
Dalam menulis cerita fantasi, ikuti langkah-langkah berikut:
1. Tentukan tema cerita fantasi kalian.
2. Tentukan siapa tokoh dalam cerita kalian.
3. Tentukan di mana latar terjadinya cerita kalian.
4. Gambarlah kerangka alur cerita kalian dalam diagram alur.
5. Kembangkan cerita fantasi kalian.
6. Berilah judul yang menarik untuk hasil karya kalian.
Proses menulis teks naratif bukan instan. Peserta didik perlu menyerahkan draf tulisan,
mendapatkan masukan, dan mendapatkan kesempatan untuk merevisi drafnya. Proses ini
mencakup kegiatan pramenulis (membuat kerangka peta cerita), menulis, menyunting, dan
merevisi karya. Peserta didik juga perlu dibiasakan untuk mendapatkan masukan dan
mendengarkan komentar teman terhadap karyanya. Lembar pengontrol kegiatan menulis
dapat digunakan untuk memastikan kualitas draf tulisan.
ASESMEN FORMATIF PROSES PEMBELAJARAN
SATUAN PENDIDIKAN : SMP NUSANTARA
KELAS / SEMESTER : VII / Gasal
MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia
TOPIK : Berkelana di Dunia Imajinasi: Puisi Rakyat dan Cerita
Fantasi
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Membandingkan jenis dan unsur puisi rakyat dengan teliti.
2. Menafsirkan tujuan penulisan puisi.
3. Mengekspresikan ide dengan menulis dan memusikalisasi puisi rakyat.
4. Menuliskan pemahaman tentang tokoh cerita dengan runtut.
5. Menganalisis perubahan dalam alur cerita.
6. Menganalisis sifat tokoh dan amanat penulis.
7. Menemukan majas asosiasi dalam teks naratif.
8. Menganalisis penokohan dalam cerita fantasi.
9. Menilai alur cerita dengan tepat.
10. Menemukan ragam kalimat dalam teks naratif.
11. Menyajikan gagasan melalui cerita fantasi sederhana.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)
Mengidentifikasi jenis dan unsur puisi rakyat.
Menafsirkan makna dan tujuan puisi.
Menganalisis perubahan alur dan sifat tokoh dalam cerita fantasi.
Menemukan penggunaan majas dalam teks naratif.
Menyimpulkan amanat dari cerita fantasi.
KISI-KISI SOAL
No IPK Level Bentuk Soal
Kognitif
1 Mengidentifikasi jenis puisi rakyat C2 Pilihan
Ganda
2 Menganalisis struktur puisi rakyat C4 Pilihan
Ganda
3 Menafsirkan makna dan tujuan penulisan puisi rakyat C4 Pilihan
Ganda
4 Menemukan majas asosiasi dalam cerita fantasi C4 Pilihan
Ganda
5 Menganalisis perubahan alur dalam cerita fantasi C5 Pilihan
Ganda
6 Mengidentifikasi sifat tokoh dan amanat cerita C4 Pilihan
Ganda
7 Menilai alur teks naratif secara logis C5 Pilihan
Ganda
8 Membedakan ragam kalimat dalam teks naratif C3 Pilihan
Ganda
9 Menyimpulkan penokohan berdasarkan narasi C4 Pilihan
Ganda
10 Menyusun ide pokok untuk menulis cerita fantasi C6 Pilihan
sederhana Ganda
SOAL PILIHAN GANDA
Bacalah kutipan puisi berikut untuk menjawab soal nomor 1–3!
Duduk termenung di tepi pantai,
Ombak berdebur menyapa kaki,
Angin membawa kisah nenek moyang,
Dalam nyanyian laut yang tak henti.
1. Puisi tersebut termasuk jenis puisi rakyat yang disebut...
A. Pantun
B. Syair
C. Gurindam
D. Talibun
E. Karmina
2. Tujuan penulisan puisi di atas kemungkinan besar adalah...
A. Memberi nasihat moral
B. Menyindir keadaan sosial
C. Mengekspresikan rasa cinta terhadap alam dan tradisi
D. Menceritakan sejarah secara ilmiah
E. Memberi perintah kepada masyarakat
3. Majas asosiasi yang digunakan dalam puisi tersebut adalah...
A. Ombak marah-marah di pantai
B. Angin membawa kisah
C. Duduk termenung
D. Laut tak bertepi
E. Pantai menyapa kaki
Bacalah penggalan cerita berikut untuk soal 4–6!
Nara membuka lemari tuanya. Tiba-tiba cahaya biru keluar dari dalamnya. Seketika ia
berada di hutan dengan langit ungu dan burung berbicara. “Selamat datang di Arkania,”
kata seekor elang bersayap emas.
4. Bagian cerita tersebut menunjukkan...
A. Amanat cerita
B. Klimaks cerita
C. Latar tempat yang realistis
D. Alur mundur
E. Awal perubahan alur cerita
5. Sifat tokoh elang berdasarkan penggalan tersebut adalah...
A. Jahat dan menakutkan
B. Bersahabat dan membantu
C. Galak dan keras kepala
D. Cerdas dan misterius
E. Pendiam dan pemalu
6. Amanat yang tersirat dari bagian cerita tersebut adalah...
A. Jangan membuka lemari tua
B. Dunia fantasi tidak nyata
C. Petualangan dimulai dari rasa ingin tahu
D. Elang bisa berbicara
E. Jangan bicara dengan burung
7. Urutan alur yang tepat untuk cerita fantasi biasanya terdiri atas...
A. Latar – penokohan – amanat
B. Prolog – latar – amanat
C. Orientasi – komplikasi – resolusi
D. Judul – penokohan – simpulan
E. Paragraf – kalimat utama – penutup
8. Kalimat berikut yang termasuk kalimat langsung adalah...
A. Ia berkata bahwa ia akan datang.
B. Ia bilang ia senang.
C. “Aku ingin ikut ke Arkania!” seru Nara.
D. Nara ingin pergi.
E. Nara terlihat gugup.
Bacalah pernyataan berikut untuk soal nomor 9 dan 10!
Tokoh utama dalam cerita fantasi biasanya memiliki kekuatan istimewa dan menghadapi
konflik luar biasa dalam dunia yang ajaib.
9. Tokoh yang memiliki ciri seperti itu disebut sebagai...
A. Tokoh statis
B. Tokoh datar
C. Tokoh pendukung
D. Tokoh utama
E. Tokoh pembantu
10. Ide cerita yang cocok dikembangkan dari pernyataan tersebut adalah...
A. Seorang remaja yang membuka warung makan sederhana
B. Seorang siswa menemukan pintu ajaib menuju negeri peri dan ditugaskan
menyelamatkan ratu sihir
C. Sebuah keluarga pindah ke kota baru
D. Seorang guru mengajar seperti biasa di kelas
E. Seorang petani bercocok tanam di desa
KUNCI JAWABAN
1. B
2. C
3. B
4. E
5. B
6. C
7. C
8. C
9. D
10. B
RUBRIK PENILAIAN
Rentang Nilai Kategori
85 – 100 Sangat Baik
70 – 84 Baik
55 – 69 Cukup
40 – 54 Kurang
< 40 Sangat Kurang
Total Nilai: 100 (Setiap soal = 10 poin)
ASESMEN FORMATIF AKHIR (BERBASIS PROYEK)
SATUAN PENDIDIKAN : SMP NUSANTARA
KELAS / SEMESTER : VII / Gasal
MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia
MATERI : Berkelana di Dunia Imajinasi: Puisi Rakyat dan Cerita
Fantasi
TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik diharapkan mampu:
1. Membandingkan jenis dan unsur puisi rakyat.
2. Menafsirkan tujuan penulisan puisi.
3. Mengekspresikan ide melalui puisi rakyat dan musikalisasinya.
4. Menganalisis perubahan alur, sifat tokoh, dan amanat dalam cerita fantasi.
5. Menemukan majas asosiasi dan ragam kalimat dalam teks naratif.
6. Menyajikan cerita fantasi sederhana secara kreatif dan menarik.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)
Peserta didik mampu menulis dan memusikalisasi puisi rakyat dengan memperhatikan
gaya bahasa.
Peserta didik mampu menyusun cerita fantasi berdasarkan tokoh, alur, dan amanat
yang logis.
Peserta didik mampu menyajikan proyek puisi dan cerita secara kreatif dan
komunikatif.
Peserta didik mampu mengidentifikasi dan memanfaatkan majas dan kalimat naratif.
KISI-KISI PROYEK
No IPK Level Bentuk
Kognitif Penilaian
1 Menulis puisi rakyat sesuai jenis dan unsur C6 Proyek Kreatif
2 Menyajikan musikalisasi puisi rakyat secara C5 Presentasi
menarik
3 Menulis cerita fantasi dengan memperhatikan tokoh, C6 Proyek Tulis
alur, amanat
4 Menyajikan cerita fantasi dengan penggunaan majas C5 Presentasi
dan kalimat tepat Cerita
SOAL (TUGAS PROYEK)
Judul Proyek: “Suara Imajinasi Nusantara”
Stimulus:
Bayangkan kamu adalah penulis muda yang ingin menghidupkan kembali kekayaan budaya
dan imajinasi Indonesia. Tugasmu adalah membuat karya puisi rakyat dan cerita fantasi yang
terinspirasi dari nilai-nilai lokal, mitos, atau pengalaman magis yang dapat menarik perhatian
pembaca seusiamu.
Tugas Proyek:
Bagian A – Puisi Rakyat
1. Pilih salah satu jenis puisi rakyat: pantun, syair, atau gurindam.
2. Tulis puisi rakyat 3–4 bait dengan memperhatikan struktur, rima, dan tema.
3. Kreasikan menjadi musikalisasi puisi, dengan iringan alat musik sederhana atau
suara ritmis.
4. Rekam dan tampilkan di kelas.
Bagian B – Cerita Fantasi
1. Tulis cerita fantasi minimal 3 paragraf yang mengandung:
o Tokoh unik
o Alur yang jelas
o Amanat tersirat
o Majas asosiasi (perbandingan/penyamaan)
o Ragam kalimat naratif
2. Ceritamu boleh mengambil inspirasi dari legenda, mitos, atau tempat magis di
Indonesia.
3. Sajikan cerita secara lisan atau melalui video kreatif di depan kelas.
KUNCI JAWABAN (KRITERIA KEBERHASILAN PROYEK)
Puisi rakyat memuat struktur yang sesuai (pantun/syair/gurindam), rima tepat, makna
mendalam.
Musikalisasi puisi sesuai ritme dan tema, serta dinyanyikan dengan ekspresif.
Cerita fantasi logis, imajinatif, dan memuat unsur tokoh, alur, amanat, majas, dan
variasi kalimat.
Penyajian lisan/video dilakukan dengan percaya diri, jelas, ekspresif.
RUBRIK PENILAIAN PROYEK
Aspek Penilaian Skor Kriteria Penilaian
Maksimal
Struktur dan isi puisi rakyat 15 Memuat jenis puisi rakyat yang benar
dan temanya menarik
Musikalisasi puisi (ekspresi & 15 Menarik, sesuai isi, dan dinyanyikan
kesesuaian nada) dengan ekspresif
Isi cerita fantasi (alur, tokoh, 20 Cerita runtut, imajinatif, dan
amanat) mengandung nilai
Penggunaan majas dan kalimat 15 Tepat dan memperkuat cerita
naratif
Kreativitas cerita (tema, konflik, 15 Orisinal, tidak meniru, dan menyentuh
penyelesaian) imajinasi pembaca
Penyajian (presentasi 20 Percaya diri, jelas, ekspresif, dan
lisan/video) komunikatif
Total 100
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
SATUAN PENDIDIKAN : SMP NUSANTARA
KELAS / SEMESTER : X / Gasal
MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia
MATERI : Berkelana di Dunia Imajinasi: Puisi Rakyat dan Cerita
Fantasi
TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Membandingkan jenis dan unsur puisi rakyat.
2. Menafsirkan tujuan penulisan puisi.
3. Mengekspresikan ide dalam puisi rakyat dan musikalisasinya.
4. Menjelaskan dan menulis tokoh serta perubahan alur cerita fantasi.
5. Menganalisis majas asosiasi dan kalimat naratif.
6. Menyajikan cerita fantasi sederhana secara runtut dan menarik.
ALAT DAN BAHAN
Buku catatan
Alat tulis
Gawai (untuk pencarian contoh puisi/cerita fantasi)
Speaker (untuk musikalisasi puisi)
Kertas A4/karton (untuk menulis dan ilustrasi cerita)
TUGAS / SOAL
Stimulus
"Pantun dan syair adalah bentuk puisi rakyat yang kaya makna dan sederhana. Sementara
cerita fantasi membawa pembaca menjelajahi dunia-dunia ajaib penuh imajinasi dan pesan
moral tersembunyi."
A. Puisi Rakyat
1. Identifikasi Jenis Puisi Rakyat
Tuliskan perbedaan antara pantun, syair, dan gurindam berdasarkan struktur dan
ciri-cirinya!
2. Menulis Puisi Rakyat
Buatlah satu puisi rakyat (boleh pantun/syair/gurindam) dengan tema kehidupan
pelajar atau cinta tanah air.
o Panjang minimal 3 bait.
o Perhatikan rima dan makna.
3. Musikalisasi Puisi
Kreasikan puisi buatanmu menjadi musikalisasi (boleh dinyanyikan atau diiringi
ketukan). Tampilkan di depan kelompok atau rekam lalu tayangkan.
B. Cerita Fantasi
4. Analisis Tokoh dan Alur
Baca penggalan cerita berikut:
“Raka menemukan tongkat ajaib yang dapat menghentikan waktu. Namun, setiap kali
digunakan, tongkat itu menyerap kenangan masa kecilnya.”
a. Siapakah tokoh utama dalam cerita tersebut?
b. Apa konflik dan perubahan alur yang terjadi?
c. Menurutmu, apa amanat dari cerita itu?
5. Temukan Majas dan Kalimat
a. Temukan majas asosiasi dalam kutipan cerita tersebut.
b. Temukan satu kalimat langsung dan satu kalimat tidak langsung dari cerita itu.
6. Menulis Cerita Fantasi Sederhana
Buatlah cerita fantasi sederhana (minimal 2 paragraf) yang mengandung:
o Tokoh unik
o Alur imajinatif
o Amanat
o Majas dan variasi kalimat
KUNCI JAWABAN
No. 1:
Pantun: bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris
Syair: bersajak a-a-a-a, tema nasihat
Gurindam: 2 baris, baris 1 sebab, baris 2 akibat
No. 4a: Tokoh utama: Raka
No. 4b: Perubahan alur terjadi saat Raka mulai kehilangan kenangan
No. 4c: Amanat: Setiap kekuatan ada konsekuensinya
No. 5a: “Tongkat menyerap kenangan” → asosiasi
No. 5b:
Langsung: “Aku tak mau kehilangan masa kecilku!” teriak Raka.
Tak langsung: Raka berkata bahwa ia tidak mau kehilangan masa kecilnya.
RUBRIK PENILAIAN
Aspek Penilaian Skor Kriteria
Maksimal
Identifikasi puisi rakyat (jenis dan 10 Tepat dan lengkap
unsur)
Puisi rakyat buatan sendiri 15 Kreatif, sesuai bentuk dan rima
Musikalisasi puisi 15 Irama sesuai, ekspresi baik
Analisis tokoh dan alur cerita 10 Alur dan tokoh dipahami dengan
baik
Penggunaan majas dan kalimat 10 Majas dan kalimat ditemukan dan
naratif dipahami
Cerita fantasi buatan sendiri 30 Orisinal, struktur jelas, tokoh dan
amanat kuat
Penyajian dan kerapian tugas 10 Rapi, jelas, dan menarik
Total 100