6.
4 Prapembasahan (Prewetting)
Dalam cara ini, tanah ekspansif dibasahi atau digenangi sebelum dilakukannya pembangunan
perkerasan. Dalam penanganan dengan cara pembasahan, maka perlu dipertimbangkan hal-
hal berikut ini:
1) Periode waktu sekitar 1 tahun atau lebih dibutuhkan untuk menambah kadar air dalam
zona aktif.
2) Drainase pasir vertikal dalam pola segiempat dapat mengurangi waktu pembasahan.
3) Reaksi tanah kering retak-retak lebih disukai untuk pembasahan
4) Kadar air harus ditambah paling tidak 2-3% di atas batas plastis (PL)
5) Surfactants dapat menambah kecepatan perkolasi
6) Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan pengembangan yang dikehendaki, mungkin
lebih lama daripada waktu untuk penambahan kadar air.
7) Hampir tidak mungkin untuk melakukan prapembasahan pada lempung tidak retak-retak
yang padat
8) Air yang berlebihan pada tanah d bagian atas, dapat menyebabkan pengembangan pada
lapisan yang lebih dalam dikemudian hari
9) Penanganan tanah permukaan dengan kapur yang menyertai prapembasahan memberikan
landasan kerja alat berat dan menambah kekuatan tanah
10) Tanpa pencamuran tanah dengan kapur, kekuatan tanah dapat berkurang secara signifikan
dan basahnya permukaan membuat operasi alat berat terganggu
11) Permukaan harus dilindungi terhadap evaporasi dan surface slaking. Pengontrolan
kualitas memperbaiki kinerja.
Percobaan yang dilakukan pada jalan raya McLennan Country, Texas yang menggunakan
metode prapembasahan dilakukan dengan cara sebagai berikut;
Area yang digenangi air dipilih dengan berdasarkan nilai PVR lebih dari 25 mm, dengan
menggunakan prosedur TSDHPT (Texas State Department of Highway and Public
Transportation, 1970). Spesifikasinya meliputi, prosedur standar untuk perataan, drainase,
dan pembuatan perkerasan dengan pengecualian area yang dipilih adalah lahan asli dan
tanah-dasar digenangi air sampai 90m hari. Komponen struktur perkerasan terdiri dari tanah-
dasar yang tebalnya 15 cm dan yang paling atas pelat beton tanpa tulangan yang tebalnya 30
cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggenangan umumnya menguntungkan dan
kombinasi penggenangan dan stabilisasi tanah-dasar dengan lempung baik untuk mencegah
gangguan kerataan permukaan perkerasan yang diakibatkan oleh perubahan volume dari
tanah-dasar.