0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan2 halaman

Mekanisme Pengembangan Tanah Lempung

Dokumen ini membahas fenomena primer dan sekunder yang mempengaruhi pengembangan tanah, termasuk proses pengikatan air dalam mineral lempung dan faktor-faktor yang mempengaruhi mekanisme pengembangan seperti karakteristik tanah, kondisi lingkungan, dan kedudukan tegangan. Karakteristik tanah dibagi menjadi skala-mikro dan skala-makro, yang masing-masing mempengaruhi potensi pengembangan tanah. Selain itu, kondisi lingkungan dan perubahan kadar air juga berperan penting dalam proses kembang-susut tanah.

Diunggah oleh

Yudha 85
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan2 halaman

Mekanisme Pengembangan Tanah Lempung

Dokumen ini membahas fenomena primer dan sekunder yang mempengaruhi pengembangan tanah, termasuk proses pengikatan air dalam mineral lempung dan faktor-faktor yang mempengaruhi mekanisme pengembangan seperti karakteristik tanah, kondisi lingkungan, dan kedudukan tegangan. Karakteristik tanah dibagi menjadi skala-mikro dan skala-makro, yang masing-masing mempengaruhi potensi pengembangan tanah. Selain itu, kondisi lingkungan dan perubahan kadar air juga berperan penting dalam proses kembang-susut tanah.

Diunggah oleh

Yudha 85
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Fenomena primer terdiri dari:

a) Proses penetrasi dan pengikatan air dalam ruang pori antara kelompok-kelompok partikel
dalam kisi-kisi kristalin mineral. Kejadian dari fenomena ini secara keseluruhan dipengaruhi
struktur kimia Kristal dari kisi-kisi, dan hal ini adalah karakteristik untuk tipe-tipe spesifik
dari mineral lempung.
b) Proses pengikatan air yang mengalir pada garis batas pemisah antara fase padat dan cair.
Hal ini adalah suatu fenomena permukaan yang terjadi pada permukaan eksternal dari seluruh
mineral-mineral lempung saat berinteraksi dengan air.
c) Proses-proses yang terjadi dalam pori-pori yang terisi air(pore fluid) dalam tanah. Hal ini
adalah fenomena osmotik yang teramati pada konsentrasi tinggi dari pori-pori yang terisi air,
di mana gradien konsentrasi yang signifikan dapat berkembang, ketika tanah terbasahi oleh
air.

Fenomena sekunder yang mengikuti fenomena primer, terdiri dari:


a) Hidrasi dari kation-kation yang dapat bertukar, yang memisah selama pembentukan lapisan
air serapan pada permukaan partikel.
b) Pengaruh kapiler yang nampak oleh akibat fenomena permukaan molekuler pada bidang
pertemuan (interface) antara fase-fase padat dan cair.

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mekanisme Pengembangan


Faktor–faktor yang mempengaruhi mekanisme pengembangan juga mempengaruhi, atau
dipengaruhi oleh sifat-sifat fisik tanah, seperti plastisitas atau kepadatan. Faktor-faktor yang
mempengaruhi kembang-susut tanah dapat di bagi ke dalam tiga kelompok berbeda:
1) Karakteristik tanah yang mempengaruhi sifat dasar dari medan gaya internal
2) Kondisi lingkungan.
3) Kedudukan tegangan.

3.1 Karakteristik Tanah


Karakteristik tanah dapat ditinjau dari faktor skala-mikro. Maksud dari faktor skala-mikro
adalah faktor sifat-sifat mineralogy dan kimia tanah, sedang faktor skala-makro adalah faktor
sifat-sifat teknis tanah yang juga dipengaruhi oleh faktor skala-makro.

a. Faktor skala-mikro
Macam dari mineral lempung mempengaruhi potensi pengembangannya oleh pengaruh
variasi medan listrik yang ada pada setiap mineral. Kapasitas pengembangan di pengaruhi
oleh macam mineral lempung di dalam tanah, susunan dan spesifik partikel lempung dan
kandungan kimia air tanah disekitar partikel.
Tiga susunan kelompok mineral lempung yang penting adalah :
1) Kelompok kaolinite yang umumnya tidak ekspansif.
2) Kelompok menyerupai mika (mica-line), seperti illite dan vermiculite yang mungkin dapat
ekspansif, tapi umumnya tidak mengakibatkan banyak masalah.
3) Kelompok smectite, termasuk montmorillote, adalah kelompok mineral lempung yang
sangat ekspansif dan merupakan mineral lempung yang banyak mengakibatkan masalah.
Kimia air tanah sangat mempengaruhi besarnya potensi pengembangan. Kation-kation garam,
seperti sodium, kalsium, magnesium, dan potasim larut dalam air tanah dan terserap pada
permukaan partikel lempung sebagai kation-kation yang dapat bertukar untuk mengimbangi
muatan permukaan listrik negatif. Hidrasi kation-kation ini dan gaya-gaya serap dari Kristal-
kristal lempung sendiri dapat menyebabkan pengumpulan air secara berlebihan di antara
partikel-partikel lempung.
b. Faktor skala-makro (plastisitas dan kepadatan)
Sifat-sifat tanah skala-makro mencerminkan sifat-sifat skala-mikro tanah, karena hal ini lebih
cocok dipakai dalam praktek-praktek pembangunan daripada skala-mikro. Karakteristik
skala-makro digunakan sebagai indikator utama perilaku pengembangan tanah. Umumnya,
sifat-sifat tanah seperti plastisitas dan kepadatan dapat memberikan petunjuk penting dalam
tinjauan potensi pengembagan tanah.
Konsistensi tanah, seperti yang ditunjukkan dalam uji batas-batas Atterberg sering digunakan
sebagai indicator potensi pengembangan tanah. Kebanyakan tanah-tanah ekspansif masih
dalam kedudukan plastis pada kisaran kadar air yang lebar (indeks plastisitas, PI tinggi).
Kelakuan ini adalah hasil dari kemampuan mineral lempung ekspansif dalam menampung
banyak air diantara partikel-partikel, namun masih tetap terjaga sebagai struktur yang
menyatu lewat pengaruh gaya-gaya listrik interpartikel. Plastisitas tanah dipengaruhi oleh
faktor-faktor skala-mikro yang mengontrol potensi pengembangan, karena itu memberikan
indikator berguna pada potensi pengembangan. Medan gaya listrik antara partikel-partikel
bergantung pada jarak interpartikel (interparticle spacing). Jadi, berat volume kering dan
susunan partikel-partikel akan mempengaruhi potensi pengembangan. Kenaikan kepadatan
tanah oleh pemadatan atau pengendapan alami akan mengakibatkan pengembangan yang
lebih besar dan tekanan pengembangan lebih tinggi pula (Nelson dan Miller, 1992).

3.2 Kondisi lingkungan


Potensi tanah untuk menarik dan melepas air bergantung pada kadar air relative terhadap
kekurangn air di dalam tanah. Kadar air awal tanah sangat mempengaruhi potensi kembang-
susut tamah dan kadar air relative terhadap kadar-kadar air dar batas-batas konsistensi, seperti
batas plastis dan batas susut sangat penting diketahui.
Perubahan kadar air dibawah batas susutnya, akan menghasilkan sedikit atau tanpa perubahan
volume tanah. Ketersediaan air pada profil tanah ekspansif dipengaruhi oleh faktor
lingkungan dan faktor perbuatan manusia. Biasanya, bagian atas atau beberapa meter dari
permukaan tanah merupakan bagian yang sangat dipengaruhi oleh perubahan kadar air.
Selain itu, karena tanah masih dangkal, tekanan overburden juga sangat rendah, sehingga
berat sendiri tanah tidak dapat menahan gerakan ke atas. Lapisan tanah dibagian atas ini
merupakan bagian yang banyak menimbulkan masalah kembang susut. Zona tanah yang
dibagian atas yang dipengaruhi kembang-susut ini disebut zona aktif. Variasi kadar air dalam
zona aktif sangat dipengaruhi oleh iklim. Batas-batas perubahan kadar air ini akan berubah
secara signifikan oleh adanya bangunan, semacam lantai bangunan atau struktur perkerasan
jalan. Hal ini akan merubah profil kadar air dari tanah bagian bawah bangunan tersebut.
Pengaruh lain yang dapat merubah variasi kadar air didalam tanah adalah adanya saluran
drainase, irigasi atau pipa-pipa air minum yang bocor.

Anda mungkin juga menyukai