Compensation & Benefit Supervisor
PORTALHR
Shares
13 FEBRUARY 2008
Menyelenggarakan dengan benar dan tepat waktu kebijakan, sistem dan proses
compensation & benefit kepada karyawan agar hak-hak dan kewajiban karyawan dan
Perusahaan dapat dilaksanakan secara seimbang dan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku
No
Uraian
Skala Waktu H/M/B/T
Menganalisis dan mengembangkan sistem remunerasi di perusahaan sebagai
rekomendasi untuk meningkatkan motivasi karyawan dan mendukung pencapaian target
kinerja perusahaan.
B/T
Memaintain dan memverifikasi data / pencatatan kehadiran pekerja, Surat Perintah Kerja
Lembur, shift, cuti, training, dinas dan medical sehingga dapat dipakai sebagai dasar
yang benar dalam membayarkan kompensasi dan benefit (salary, allowance, incentive,
iuran pensiun/asuransi)
B/M/H
Memaintain dan memverifikasi pencatatan potongan-potongan atas pinjaman, uang
muka, pemakaian telepon dan lainnya , untuk memastikan setiap data tercatat dengan
benar.
B
Melakukan proses payroll berdasarkan data yang benar sehingga pembayaran gaji dapat
dilakukan dengan jumlah yang benar dan tepat waktu
Memverifikasi expense report yang diajukan pekerja atas perjalanan dinas, cuti, medical,
training, sehingga pembayaran dapat dilakukan dengan jumlah yang benar
B/M
Memproses administrasi perjalanan dinas didalam dan diluar negeri (reservation,
advance, formalitas), sehingga perjalanan dapat dilakukan dengan tepat waktu dan
lancar.
B/M
Memaintain fasilitas perusahaan (perumahan, kendaraan, telepon, komputer) sesuai
dengan policy dalam rangka program retensi dan peningkatan produktivitas pekerja
T/B
Menyelenggarakan administrasi pensiun / asuransi / pajak dan pengakhiran pekerja
sesuai dengan ketentuan, agar setiap proses pembayaran dilaksanakan dengan benar &
tepat waktu.
T/B
H : Harian, M : Mingguan, B : Bulanan, T : Tahunan
1.
Motivasi karyawan
2.
Akurasi Data
3.
Ketepatan waktu dan akurasi perhitungan dan pembayaran payroll
Keuangan
1.
Total biaya remunerasi karyawan
Non Keuangan
1.
Jumlah bawahan
Latar belakang pendidikan dan pengalaman
1.
Min D3 Manajemen dengan pengalaman 5 tahun SDM
Keahlian dan pengetahuan
1.
Manajemen Remunerasi
2.
Manajemen SDM
3.
Sistem Asuransi
4.
Peraturan Perpajakan (Income Tax)
Apa Itu Key Performance Indicator (KPI)?
Oleh Nurul Ariska Ferani / Kamis 27 Juni 2013 / 2 Komentar
Pada setiap organisasi, perusahaan, atau industri tertentu, ukuran kinerja harus
diciptakan untuk mengukur kemajuan yang sudah dicapai. Pengukuran kinerja bertujuan
untuk meningkatkan kemajuan organisasi kearah yang lebih baik.
Apa Itu Key Performance Indicator (KPI)?
Pada setiap organisasi, perusahaan, atau industri tertentu, ukuran kinerja harus
diciptakan untuk mengukur kemajuan yang sudah dicapai. Pengukuran kinerja bertujuan
untuk meningkatkan kemajuan organisasi kearah yang lebih baik. Identifikasi hasil
(outcome) yang diinginkan dan proses yang dilakukan untuk mencapainya, dapat
menghasilkan pengukuran kinerja yang bermanfaat bagi organisasi.
Key Performance Indicator (KPI) atau disebut juga sebagai Key Success Indicator (KSI)
adalah satu set ukuran kuantitatif yang digunakan perusahaan atau industri untuk
mengukur atau membandingkan kinerja dalam hal memenuhi tujuan strategis dan
operasional mereka. KPI bervariasi antar perusahaan atau industri, tergantung pada
prioritas atau kriteria kinerja ([Link]).
KPI dibuat setelah sebuah organisasi memiliki strategi dan tujuannya. KPI membantu
organisasi memastikan seberapa jauh kemajuan tujuan yang telah dan akan dicapainya.
Menurut Darmin A. Pella (2008), sebuah indikator keberhasilan stratejik (strategic
measures) yang baik perlu memenuhi unsur-unsur berikut ini:
Dapat menjadi sarana perusahaan mengkomunikasikan strategi (ability of the
organization to communicate their strategy for measures).
Terkait secara langsung dengan strategi yang dipilih perusahaan (the selected measure
adequately focuses on the strategic issue).
Indikator tersebut bersifat kuantifitatif, memiliki formula tertentu dalam
penghitungannya (quantifiable, can be evaluated objectively).
Indikator tersebut dapat dihitung (the measures are quantifiable, reliabled and
repeatable).
Frekuensi pemutakhirannya bermanfaat (the frequency of updates are meaningfull).
Penetapan target untuk perbaikan dapat dilakukan (meaningful targets for improvement
are established).
Kemungkinan pembandingan dengan perusahaan lain dapat dilakukan(external
benchmarking is feasible and/or desirable).
Pengukurannya masih valid (validity of measures – not old unvalid measures).
Data dan sumber daya tersedia (availability of data and resources).
Biaya pengukurannya tidak melebihi manfaatnya (cost of measures not more than
benefit of measures).
Pengukuran suatu kinerja ada 2 (dua) tipe, yaitu indikator kinerjalag dan lead. Suatu
indikator lag tanpa indikator lead tidak dapat memberitahu informasi bagaimana hasil
atau tujuan akan dicapai, atau memastikan bahwa ukuran yang dibuat telah sesuai
dengan tujuan stratejik organisasi. Begitu juga dengan indikator lead tanpa indikator lag,
hanya dengan indikator lead dapat fokus pada kinerja jangka pendek, tapi kita tidak
akan dapat melihat hasil atau tujuan organisasi secara besar atau jangka panjang telah
dicapai. Indikator lead harus memungkinkan kita untuk mengambil tindakan
pendahuluan untuk meningkatkan kesempatan mencapai tujuan strategis (Improving
Skills Consulting).Indikator lead dapat diketahui sebelum resiko terjadi, yang
menjelaskan suatu kondisi dari sebuah proses. Indikator lag merupakan ukuran dari past
performance dan diketahui setelah resiko terjadi. Berikut adalah contoh-contoh KPI dari
berbagai bidang ([Link]):
1. KPI bidang HR/SDM
2. KPI bidang Marketing
3. KPI bidang Information Technology
4. KPI bidang Finance
5. KPI bidang Produksi
Salah satu perbedaan metode BSC (dibandingkan dengan metode lainnya) dalam
menentukan KPI adalah KPI-KPI dalam BSC ditentukan dari visi misi sampai pada strategy
objective. Baru dari strategy objective ini bisa diidentifikasikan KPI-KPI yang diperlukan.
Jadi BSC lebih pada pendekatan top-bottom ([Link]). Hal ini mirip dengan
strategi dagang perusahaan Jepang yang mengutamakan
Menyusun “Key Performance Indicators” Organisasi
By Muhammad Rojikin - 18/09/2017316359
Key performance indicator (indikator kunci kinerja / KPI) menjadi salah satu elemen
penting di setiap organisasi. Hampir setiap organisasi, dengan segala bentuknya,
membutuhkan ukuran terperinci untuk memastikan target pencapaian dapat
diselesaikan oleh setiap personil atau penanggungjawab. Pengukuran kinerja bertujuan
untuk memperoleh gambaran tentang capaian organisasi dilihat dari sudut pandang
capaian kinerja individu atau unit kerja. KPI merupakan salah satu alat evaluasi yang
dapat digunakan oleh organisasi guna memudahkan proses pengembangan organisasi.
[Baca Juga: Fungsi Organisasi dan Manajemen]
Penyusunan Key performance indicator (KPI) membutuhkan kejelian tersendiri untuk
memastikan keunikan setiap organisasi. Artinya, satu indikator yang digunakan oleh
sebuah organisasi tidak dapat serta merta diterapkan oleh organisasi yang lain. Hal ini
perlu diperhatikan untuk menghindari ketidaksesuaian instrumen yang diterapkan pada
organisasi. Hal ini akan sangat tergantung pula dengan target capaian setiap organisasi.
Apa Itu key performance Indicators (KPI)?
Key performance indicator sering juga disebut dengan istilah lain, yaitu Key Success
Indicators (KSI). KPI merupakan instrumen yang berupa serangkaian alat ukur kuantitatif
yang digunakan oleh organisasi –perusahaan, lembaga pemerintah, atau lembaga
nirlaba– untuk memeriksa kinerja dan mengukur capaian berdasarkan indikator tertentu
[1].
Apa tujuan penggunaan KPI?
Penggunaan KPI bertujuan untuk memastikan berjalannya mandat organisasi yang
diberikan kepada masing-masing individu atau unit. Pengukuran pelaksanaan mandat
atau tugas organisasi kepada individu diukur dari pencapaian masing-masing untuk
setiap mandat. Penggunaan instrumen ini berfungsi untuk mengevaluasi kinerja
organisasi berbasis unit maupun untuk memotret keseluruhan organisasi secara general
dengan mengevaluasi bagian terkecil organisasi. KPI bisa digunakan sebagai instrumen
guna memerbaiki kinerja organisasi. KPI merupakan bagian dari instrumen untuk
membangun penilaian objektif atas kinerja setiap bagian pada organisasi.
[Baca Juga: Menyusun Rencana Strategis Organisasi]
Syarat Key Performance Indicator yang Baik
Pella (2008) menyebutkan 10 persyaratan agar KPI dinilai sebagai KPI yang memenuhi
syarat atau baik. Persyaratan tersebut terkait dengan asas manfaat dan kesesuaian
instrumen terhadap kebutuhan sebuah organisasi. Nilai kebutuhan ditentukan oleh
seberapa jauh organisasi membutuhkan KPI sekaligus seberapa rinci penilaian akan
dilakukan. Asas manfaat terkait dengan pemutaakhiran sebuah instrumen yang juga
memertimbangkan nilai kebutuhan sebuah organisasi untuk merumuskan instrumen
evaluasi yang baru [3]. Kesepuluh unsur tersebut adalah:
Kompatibel dengan kemampuan organisasi mengkomunikasikan strategi evaluasi atau
pengukuran kinerja (ability of the organization to communicate their strategy for
measures);
Fokus evaluasi atau pengukuran secara optimal terhubung dengan isu-isu strategis
dalam organisasi (the selected measure adequately focuses on the strategic issue);
Bersifat kuantitatif dan memungkinkan untuk dievaluasi secara objektif (quantifiable, can
be evaluated objectively);
Frekuensi Pemutaakhiran berbasis nilai manfaat bagi organisasi (the frequency of
updates are meaningfull)
Indikator pada instrimen KPI bersifat reliabel, dapat dikuantifikasi dan dapat digunakan
secara berulang-ulang (the measures are quantifiable, reliabled and repeatable)
Memiliki manfaat untu meningkatkan kinerja (meaningful targets for improvement are
established)
Hasil beremungkinan dapat diperbandingkan dengan hasil pada organisasi yang lain
(external benchmarking is feasible and/or desirable)
Terkait dengan ketersediaan sumber daya dan data (availability of data and resources)
Validitas pengukuran yang memenuhi standar terkini (validity of measures – not old
unvalid measures)
Biaya yang ditimbulkan oleh implementasi KPI tidak lebih besar dari nilai yang diperoleh
oleh organisasi (cost of measures not more than benefit of measures)
Bagaimana Menyusun Key Performance Indicator?
Kualitas Key Performance indicator juga ditentukan oleh prosedur dan proses
penyusunan instrumen ini. Sebagai catatan, terdapat logika operasional yang berlaku
dalam penggunaan KPI. Hal ini yang akan menjadi landasan dalam proses penyusunan
dan pemanfaatan KPI sebagai sebuah instrumen evaluasi kinerja organisasi melalui
perorangan atau unit. KPI yang baik merinci setiap aspek dalam ukuran yang spesifik
sehingga penilaian atas setiap aspek menjadi terukur dan objektif. Penilaian atas aspek
yang tidak memiliki nilai tambah strategis bagi organisasi perlu diperhitungkan terlebih
lebih matang atau dihindari.
Contoh Key Performance Indicator [4]
Pertama
Tahapan pada penyusunan KPI adalah menyusun tujuan besar KPI dan implementasinya.
Organisasi harus memiliki tujuan yang spesifik dalam penyusunan alat kerja evaluasi ini.
Tujuan menggambarkan target strategis yang akan dicapai apabila KPI diterapkan pada
sebuah organisasi.
Kedua
Menetukan unit analisa. Unit analisa harus disusun dengan rinci dengan definisi
operasional yang dapat dipahami dan jelas. Kesalahn membuat unit analisa dan definisi
operasional dapat mengaburkan validitas hasil yang diperoleh menggunakan instrumen
KPI. Unit analisa sering juga dikenal sebagai unit kerja utama (AKU). Aku menjelaskan
bagian yang menjadi sasaran evaluasi menggunakan instrumen KPI.
[Baca Juga: Apa itu Knowledge Management Organisasi?]
Ketiga
Menyusun item evaluasi. Item evaluasi ideal dalam KPI tidak melampaui jumlah 15 butir
item. Item ini perlu terfokus pada unit analisa yang jelas. Total score pada seluruh item
adalah 100%. Indeks juga dapat digunakan sebagai standar ukuran. Range nilai atau
definisi pada setiap range perlu didefinisikan secara tepat agar temuan menjadi
bermakna.
Pembobotan berbeda pada setiap butir juga dapat dilakukan berdasarkan skala prioritas
pada setiap organisasi yang tentu berbeda. Hal ini tergantung dengan nilai penting
setiap butir yang melekat pada setiap aspek yang akan dinilai.
Sumber Rujukan
[1] Definition of Key Performance Indicators. [Link], diakses pada 5
November 2014
[2] Ilustrasi gambar indikator motor. [Link], diakses pada 5 November 2014
[3] Pella.A,. Memilih Key Performance Indicator Berkualitas.
[Link] Aida
Consultant , diakses pada 5 November 2014.
[4] Hanief,H. Menyusun Key Performance Indicator untuk mengukur kinerja Anda.
Academia, diakses pada 5 November 2014.