1
NILAI AGAMA DAN BUDI PEKERTI
Nama Anak] menunjukkan perkembangan yang sangat baik dalam mengenal dan membiasakan nilai-nilai
keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Ia telah terbiasa mengucapkan salam, doa sebelum dan sesudah
kegiatan, serta menunjukkan sikap sopan santun kepada guru dan teman. [Nama Anak] mulai memahami
konsep ibadah seperti salat, berwudhu, dan menyukai kegiatan menghafal surat pendek serta hadits pilihan.
Dalam kesehariannya, ia menunjukkan perilaku jujur, suka menolong, dan bertanggung jawab atas tugas-tugas
kecil yang diberikan. Ia juga menunjukkan rasa syukur dan mulai memahami bahwa perbuatan baik akan
mendatangkan pahala. Kebiasaan mengucap alhamdulillah, maaf, dan terima kasih sudah menjadi bagian dari
sikap kesehariannya.
Jika Anda ingin saya buatkan versi narasi berdasarkan pencapaian anak yang belum maksimal atau yang
perlu bimbingan lebih lanjut, berikut juga contohnya:
🕊️Contoh Narasi: Perlu Bimbingan Lanjutan
[Nama Anak] mulai mengenal doa-doa harian dan nilai-nilai dasar keislaman seperti mengucapkan salam dan
bersikap sopan. Ia masih memerlukan bimbingan dalam mengingat hafalan surat pendek dan memahami
makna perilaku baik, seperti jujur dan bertanggung jawab. Namun, ia menunjukkan semangat untuk belajar
dan mengikuti kegiatan keagamaan dengan antusias. Diharapkan dengan pendampingan yang konsisten dari
guru dan orang tua, perkembangan nilai agama dan budi pekertinya akan semakin meningkat.
Pada semester 2 kemarin di TK Insan Mulia, ananda dapat menunjukan sikap percaya terhadap Tuhan yang
Maha Esa, sekaligus mulai mengenal serta melaksanakan ajaran-ajaran pokok dalam agama atau kepercayaan
yang dianutnya.
Dimana, pada saat melaksanakan kegiatan keagamaan pagi seperti berdoa atau hafalan doa, ananda dapat
mengikutinya dengan baik meskipun masih memerlukan bimbingan dari para guru. Selain itu, saat ini ananda
sudah dapat mengenai alat atau fasilitas ibadah keagamaan di lingkungan sekitar.
Ananda juga mulai dapat berpartisipasi secara aktif dalam beberapa hal penting seperti menjaga kebersihan
diri sendiri dan lingkungan sekitar, kesehatan, serta keselamatan, yang merupakan bentuk ketaatan dan rasa
syukur terhadap Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa
2
Hal ini dapat dilihat saat ananda selesai bermain bersama teman-teman sekelasnya, ia mengembalikan semua
alat yang telah digunakannya ke tempat semua seperti sedia kala, membuang sampah ke tempat yang sudah
sekolah sediakan, serta mencuci tangan dan berdoa sebelum makan.
Dalam aspek budi pekerti, Ananda juga perlahan menunjukan sikap untuk menghargai satu sama lain dengan
teman sekelasnya yang memiliki perbedaan pandangan.
Ia juga mulai bisa menunjukan sikap untuk menghargai alam dan apa yang telah Tuhan ciptakan dengan
menyayangi sesama. Dimana ia telah bisa membedakan perlakuan baik dan buruk terhadap hewan.
Untuk nantinya, di kelas TK Insan Mulia A, baik guru maupun orang tua dapat melanjutkan pengajaran
perilaku terhadap ananda baik dalam mempraktikan nilai atau ajaran agama maupun budi pekerti sesuai
dengan usianya nanti.
Contohnya dengan menambah doa-doa sehari-hari apa saja yang perlu dihafal, hingga rajin untuk diajak
mengunjungi tempat ibadah agar lebih mengenai Tuhan yang Maha Esa
3
Contoh Narasi Rapor – JATI DIRI
Semester: II
Jenjang: TK B
Satuan Pendidikan: TK Aisyiyah
[Nama Anak] menunjukkan perkembangan yang baik dalam membentuk jati dirinya. Ia mulai mengenali
potensi diri, mampu menyebutkan identitas pribadi seperti nama lengkap, nama orang tua, alamat rumah, dan
menunjukkan rasa bangga terhadap dirinya sebagai bagian dari keluarga dan warga sekolah.
Ia juga menunjukkan kemandirian yang makin berkembang, seperti merapikan perlengkapan sendiri, memakai
sepatu dan pakaian tanpa bantuan, serta bertanggung jawab atas barang miliknya. Dalam berinteraksi, [Nama
Anak] bersikap percaya diri dan berani menyampaikan pendapat serta pilihan secara sopan.
Ia mulai memahami aturan yang berlaku di lingkungan sekolah dan menunjukkan kemampuan mengendalikan
emosi saat menghadapi tantangan kecil. Perilaku jujur, tangguh, serta mau mencoba hal-hal baru menjadi
bagian dari proses penguatan jati dirinya. Semangat belajar dan rasa ingin tahunya juga menjadi bekal positif
untuk menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya.
🧩 Contoh Narasi – Jika Anak Masih Perlu Bimbingan
[Nama Anak] sedang dalam proses mengenali jati dirinya. Ia mulai mampu menyebutkan nama lengkap dan
identitas dasar lainnya, namun masih memerlukan pendampingan dalam menumbuhkan rasa percaya diri saat
berbicara di depan teman atau guru. Ia mulai belajar mandiri, meskipun dalam beberapa kegiatan masih
membutuhkan bantuan orang dewasa.
Ia menunjukkan sikap terbuka terhadap bimbingan dan mulai mencoba mengikuti aturan kelas serta
menyelesaikan tugasnya secara bertahap. Diharapkan dengan pendampingan yang konsisten dari guru dan
keluarga, perkembangan jati diri [Nama Anak] akan semakin optimal.
Jati Diri
Ananda menunjukkan kemampuan menjaga kebersihan diri, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi saat
menceritakan kegiatan sarapannya ketika pagi. Ia dapat mengikuti aktivitas fisik di pagi hari dengan penuh
semangat.
4
Ananda dapat menjauhi perbuatan yang berbahaya ketika bermain diluar ruangan. Ananda mengenali emosi
dirinya dan orang lain bahkan ia mulai dapat mengelola emosi tidak sabarnya ketika harus bergantian mainan
dengan anak lain.
Ia sering mengatakan, “Aku harus sabar kan sudah besar” untuk membantunya menenangkan diri, ananda juga
memiliki empati yang baik, terlihat saat membagikan jajan miliknya kepada temanya.
Pada akhir semester 2 di TK B ini Ananda dapat membuat kesepakatan atau peraturan main dan mentaatinya
dengan tertib, dapat menunjukkan perilaku melaksanakan kegiatan berdoa (saat memulai kegiatan belajar,
bermain, sebelum dan sesudah makan, dan sebelum pulang sekolah) dengan baik, dapat menerapkan nilai-
nilai baik dalam agama islam seperti menyegerakan berwudhu ketika waktu shalat dan mengumandangkan
adzan sebelum shalat. Hafalan surat pendek, do’a harian dan surat pendek ananda sudah baik sekali.
Ananda dapat menunjukkan perilaku baik sesuai dengan nilai agamanya dalam kehidupan sehari-hari melalui
ucapan dan perilakunya seperti santun, jujur, dan suka menolong teman, membantu bapak dan ibu gurunya
membereskan mainan, membantu membersihkan sampah, bahasa ananda juga selalu sopan saat berbicara
dengan bapak dan ibu gurunya, dapat membedakan bahasa yang baik dan yang tidak baik.
Sikap toleransinya terhadap teman yang berbeda agama ditunjukkan saat kegiatan shalat, ia tidak menegur
temanya yang tidak shalat karena ia tahu shalat hanya dilakukan orang islam.
Ananda juga menunjukkan perilaku sayang kepada tanaman di sekolah, setiap pagi ia membantu untuk
menyiraminya, ananda juga terlibat dalam menjaga kebersihan kelas, mengingatkan temannya jika ada yang
membuang sampah sembarangan.
Di kelas I SD nanti, guru dan orang tua dapat melanjutkan perilaku baik praktik nilai dan ajaran agama sesuai
dengan usianya nanti. Misalnya, menambah hafalan surat pendek, menambahkan pengetahuan yang lebih luas,
menguatkan literasi nilai agama melalui gerakan membaca buku series islami setiap hari.
5
Dasar Literasi dan STEAM
Ananda dapat menulis nama diri, nama beberapa teman yang singkat, nama orang tuanya dan kata - kata yang
sering ditemuinya sehari-hari. Ketika ditanya pendapatnya tentang cerita, Ananda responsif dalam menjawab
pertanyaan guru dan bercerita dengan kalimat panjang sesuai pemahamannya.
Pengenalannya terhadap warna, bentuk, angka 1 - 100, dan huruf terlihat muncul dalam karya-karya gambar
dan kreasi seninya. Ananda sudah mengenal konsep bilangan dengan sangat baik, melakukan penjumlahan
dan pengurangan sederhana, mengetahui lambang bilangan penjumlahan (+) pengurangan (-) lebih dari (>)
kurang dari (<).
Artikel ini telah tayang di [Link] dengan judul "Contoh Narasi Raport TK PAUD Semester 2
Lengkap: Agama dan Budi Pekerti, Jati Diri, dan P5".
Klik untuk baca: [Link]
agama-dan-budi-pekerti-jati-diri-dan-p5
📚 1. Literasi Dasar
[Nama Anak] menunjukkan perkembangan yang sangat baik dalam literasi dasar. Ia mampu mengenali huruf-
huruf abjad dan hijaiyah, serta mulai memahami hubungan antara huruf dan bunyi. Ia senang mendengarkan
cerita islami dan mampu menceritakan kembali isi cerita dengan bahasa sendiri. Ia juga mulai menunjukkan
minat dalam menulis, seperti mencoba menuliskan namanya dan menyalin huruf-huruf sederhana.
🔢 2. Matematika (Numerasi Dasar)
[Nama Anak] mampu mengenali dan menyebutkan angka 1 sampai 20 serta mengurutkannya dengan benar. Ia
dapat menghitung benda dengan teliti dan memahami konsep sederhana seperti lebih banyak, lebih sedikit,
dan sama banyak. Ia juga mulai memahami pola, bentuk geometri dasar, serta mampu mengelompokkan
benda berdasarkan warna, ukuran, atau fungsi.
🔬 3. Sains, Teknologi, dan Rekayasa (STEM)
6
[Nama Anak] menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya. Ia senang
bereksperimen sederhana seperti mencampur warna, mengamati tanaman tumbuh, atau mencermati benda-
benda di sekitar. Ia mulai memahami sebab-akibat dari peristiwa sederhana, misalnya tumbuhan
membutuhkan air dan cahaya matahari untuk tumbuh. Ia juga terbiasa menggunakan alat bantu sederhana
(seperti kaca pembesar, alat ukur mainan) dengan bimbingan guru.
🎨 4. Seni (Kreativitas dan Ekspresi Diri)
[Nama Anak] menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap kegiatan seni. Ia senang menggambar,
mewarnai, menyanyi, dan membuat karya kolase. Ia juga aktif mengikuti kegiatan gerak dan lagu serta dapat
mengekspresikan ide dan perasaannya melalui kegiatan seni secara mandiri maupun berkelompok. Karyanya
mencerminkan perkembangan koordinasi motorik halus yang baik dan imajinasi yang kreatif.
Kemampuan tentang karakteristik benda, membedakan benda, dan perbandingan ukuran besar-kecil, panjang-
pendek, berat-ringan, tebal-tipis, dan jauh-dekat sudah dapat dipahaminya. Ananda sangat menyukai kegiatan
eksperimen.
Ia menggunakan alat-alat dengan bertanggung jawab dan mengembalikan ke tempat semula setelah
memakainya. Ia tidak berhenti bermain bila belum menemukan jawaban atas penyelidikannya, terlihat saat
kegiatan INKUIRI tentang mainan listrik, ia berusaha menemukan masalah kenapa belum bisa menyala
hingga akhirnya terpecahkan masalahnya.
Ia sering mendahului karena tingginya rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu yang tinggi ditunjukkan dengan
meminta segera memulai pembelajaran.
Ananda mempunyai perbendaharaan kata yang bagus, ketika bermain peran, ananda bisa menawarkan barang
yang dijual dengan bahasa yang menyakinkan pembeli, dapat berperan sebagai kasir dan juga pembeli.
Kemampuan dasar-dasar literasi, sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika Ananda sesuai dengan
usianya. Untuk membantu stimulasi lanjutan di rumah, orang tua dapat membacakan banyak buku cerita untuk
menambah kosakata baru.
Orang tua juga dapat mengajak Ananda belajar menuliskan buku cerita yang dibaca sehingga akan
memperkaya kemampuan bahasanya. Ananda sangat suka dengan kegiatan eksperimen, dalam melakukan
eksperimen ananda bisa menyiapkan semua alat dan bahan sendiri sesuai dengan petunjuk kerja.
7
Secara umum, sebagai gurunya di TK, saya bangga kepada Ananda, anak yang sehat secara fisik, mental,
sosial, dan rohani, cerdas dan selalu ceria (selama tidak dipicu oleh hal-hal yang tidak diinginkan)
Artikel ini telah tayang di [Link] dengan judul "Contoh Narasi Raport TK PAUD Semester 2
Lengkap: Agama dan Budi Pekerti, Jati Diri, dan P5".
Klik untuk baca: [Link]
agama-dan-budi-pekerti-jati-diri-dan-p5
8
🇮🇩 Contoh Narasi Rapor – Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)
Semester: II
Jenjang: TK B
Satuan Pendidikan: TK Aisyiyah
Tema Projek (contoh): "Aku Cinta Lingkunganku"
Dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila bertema “Aku Cinta Lingkunganku”, [Nama Anak]
menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan sekitar. Ia aktif dalam kegiatan
membersihkan taman sekolah, memilah sampah organik dan anorganik secara sederhana, serta menghias pot
tanaman dari barang bekas bersama teman-temannya.
Ia mulai memahami pentingnya menjaga ciptaan Allah SWT dan menunjukkan sikap tanggung jawab dalam
merawat lingkungan. Melalui kegiatan projek, [Nama Anak] juga belajar bekerja sama, mengekspresikan ide,
serta menghargai pendapat teman. Hal ini mencerminkan perkembangan nilai gotong royong, mandiri, dan
bernalar kritis sebagai bagian dari Profil Pelajar Pancasila yang berbasis nilai-nilai Islam.
🧭 Alternatif Tema Projek & Narasi Singkat Lainnya
Tema: “Aku Anak Jujur dan Bertanggung Jawab”
[Nama Anak] menunjukkan pemahaman yang baik tentang nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam kegiatan
projek. Ia dapat membedakan perilaku baik dan tidak baik, serta mulai berani berkata jujur ketika melakukan
kesalahan. Ia menyelesaikan tugas yang diberikan dengan bantuan minimal dan menunjukkan kemauan untuk
membantu teman yang kesulitan.
Tema: “Sahabat Sehat dan Ceria”
[Nama Anak] aktif mengikuti kegiatan seputar pola hidup sehat seperti mencuci tangan, memilih makanan
bergizi, dan melakukan senam pagi. Ia mulai memahami pentingnya menjaga kesehatan tubuh sebagai bentuk
syukur kepada Allah SWT. Ia juga menunjukkan antusiasme saat berdiskusi tentang cara menjaga kebersihan
diri dan lingkungan.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)
Semester ini ananda melakukan projek “Aku seorang Petani” yaitu Menanam dengan teknik semai, dengan
membangun dua dimensi Profil Pelajar Pancasila, yakni Mandiri, dan gotong royong.
9
Melalui projek ini anak mengenal pekerjaan petani lebih dalam. Mampu bekerjasama, komunikasi dengan
teman untuk menyelesaikan masalah, dan bersikap adil terhadap temanya.
Saat melaksanakan kegiatan projek, Ananda bekerjasama dengan temannya untuk menyiapkan tanah,
menyiapkan polybag, memilah bibit sayur dan buah sesuai namanya, dilanjutkan memindahkan tanah kedalam
polybag.
Ananda juga mengkomunikasikan bagaimana cara mencampur tanah dengan pupuk, menanyakan kepada
gurunya bagaimana cara memasukkan bibitnya yang benar, selain bisa berkoordinasi selama kegiatan projek
berlangsung, ananda juga menunjukkan kemandiriannya saat mengembalikan peralatan yang digunakan
menanam, ia tahu setelah menggunakan peralatan harus dikembalikan lagi ke tempatnya.
Refleksi Guru
Keberhasilan pembelajaran yang dicapai ananda bukanlah puncak dari sebuah pembelajaran, kedepanya masih
ada jenjang selanjutnya yang lebih luas lagi, stimulasi dukungan dan perhatian dari orang tua dan orang
terdekat selalu diharapkan guna mendukung belajar ananda dimasa yang akan datang.
Artikel ini telah tayang di [Link] dengan judul "Contoh Narasi Raport TK PAUD Semester 2
Lengkap: Agama dan Budi Pekerti, Jati Diri, dan P5".
Klik untuk baca: [Link]
agama-dan-budi-pekerti-jati-diri-dan-p5
10
Contoh Narasi Rapor – Ekstrakurikuler (Semester II TK B Aisyiyah)
🥁 Ekstrakurikuler: Seni & Kreativitas (Melukis / Mewarnai / Menari)
[Nama Anak] mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni dengan antusias. Ia senang mengekspresikan diri
melalui gambar, warna, dan gerakan. Dalam kegiatan melukis dan mewarnai, ia menunjukkan ketekunan dan
daya imajinasi yang baik. Ia juga aktif mengikuti gerakan dalam kegiatan menari islami dan senam ceria.
Ekspresi, koordinasi, dan rasa percaya dirinya berkembang secara positif.
📖 Ekstrakurikuler: Tahfidz / Hafalan Surat Pendek
[Nama Anak] menunjukkan semangat yang tinggi dalam mengikuti kegiatan tahfidz. Ia mampu menghafal
beberapa surat pendek dengan pelafalan yang cukup baik dan memperhatikan tajwid dasar. Ia juga mulai
memahami makna surat yang dihafalkan dengan bimbingan guru. Kegiatan ini membentuk kebiasaan
mencintai Al-Qur’an sejak dini.
⚽ Ekstrakurikuler: Olahraga / Senam Anak Muslim
[Nama Anak] mengikuti kegiatan senam dan olahraga dengan penuh semangat. Ia mampu mengikuti instruksi
gerakan dengan koordinasi yang semakin baik dan menunjukkan sikap sportivitas saat bermain bersama
teman. Kegiatan ini mendukung perkembangan fisik motorik kasar dan menumbuhkan semangat hidup sehat
dan aktif.
🎤 Ekstrakurikuler: Drum Band / Musik Islami
[Nama Anak] antusias mengikuti kegiatan drum band. Ia mulai mengenal alat musik ritmis dan mampu
mengikuti irama secara berkelompok. Ia juga menunjukkan rasa percaya diri saat tampil bersama dalam
kegiatan sekolah. Melalui kegiatan ini, anak belajar bekerja sama, disiplin, dan tampil percaya diri di depan
umum.