0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan10 halaman

Perhitungan Sudut Putar dan Tikungan

Dokumen ini berisi perhitungan teknik jalan termasuk titik koordinat, sudut putar, superelevasi, dan lengkung peralihan untuk jalan kelas I (Arteri) dengan kecepatan rencana 80 km/jam. Perhitungan meliputi berbagai aspek seperti panjang lengkung, besaran tikungan, dan kelandaian jalan, serta hasil analisis menunjukkan bahwa desain tikungan dapat digunakan. Data yang digunakan mencakup jari-jari lengkung, lebar jalan, dan parameter lainnya untuk memastikan keamanan dan kenyamanan berkendara.

Diunggah oleh

Muhammad Afdhal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan10 halaman

Perhitungan Sudut Putar dan Tikungan

Dokumen ini berisi perhitungan teknik jalan termasuk titik koordinat, sudut putar, superelevasi, dan lengkung peralihan untuk jalan kelas I (Arteri) dengan kecepatan rencana 80 km/jam. Perhitungan meliputi berbagai aspek seperti panjang lengkung, besaran tikungan, dan kelandaian jalan, serta hasil analisis menunjukkan bahwa desain tikungan dapat digunakan. Data yang digunakan mencakup jari-jari lengkung, lebar jalan, dan parameter lainnya untuk memastikan keamanan dan kenyamanan berkendara.

Diunggah oleh

Muhammad Afdhal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA : MUHAMMAD AFDHAL

KELAS : B
NIM : 1803120070
1. Titik Koordinat
KOORDINAT
TITIK
X Y
A 858070,99 520070,79
PI1 858070,28 520070,02
PI2 858070 520070,35
B 858070,99 520070,16

YA Y1 − Y2
2. Sudut Putar

∆PI1 = tan−1
− Y1
± tan−1
X1 − X 2
XA −
X1

∆PI = tan−1
520070,79−
1 ± tan−1858070,28 − 858070
520070,02 520070,02− 520070,35
858070,99− 858070,28

∆PI1 = tan−1
−0,33
± tan−1 0.28
0,77

∆PI1 = tan (1) ± tan−1 (1)


0.71
−1

∆PI1 = 45°

−1 Y1 − Y2
YB
∆PI = tan Y2 -X1 −±Xtan
−1
-XB
2
X2 -
2

∆PI2 =
520070,35−

±
520070,02− 520070,35 520070,16

tan−1 tan−1 858070− 858070,99

858070,28− 858070
2

∆PI = -0.33
∆PI2 = tan−1 (1±) ±
tan
tan−1 (~)
−1
∆PI2 = 45°
Komponen Perhitungan Sudut Putar Jenis Lengkung
PI1 45 ͦ Spiral Spiral (SS)

PERHITUNGAN ∆𝐏𝐈𝟏 = ∆𝐏𝐈𝟐


PI2 45 ͦ Spiral Spiral (SS)

Dik data perencanaan :


 Klasifikasi jalan : kelas I (Arteri)
 Sudut Putar : 45 ͦ
 Jari -jari rencana (Rren) : 100 m
 V rencana : 80 km/jam
 Lebar jalan : 2 x 3,5 m
 Kelandaian jalan : 10 % atau 0,1
 en :2%
m 200
n :2m
c : 0,4
C : 0,8

a) Menghitung Superelevasi
1432,39
D = Rrec

1432,39
= 200
= 7,161 ͦ
− e max . D2 2 . emax . D
etjd = +
Dmax Dmax
2

+
− 0,10 . (7,1612) 2 . 0,10 . 7,161
= 11,6722 11,672

= 8,5 % = 0,085
etjd < emax

0,085 < 0,10 ……… Oke!!!!

b) Menghitung Lengkung Peralihan


1. Berdasarkan waktu tempuh maksimum (3 detik) untuk melintasi
lengkung peralihan, maka Panjang lengkung :
Ls = Vr . t
3,6

= 80 x 3
3,6

= 66 m
(maka nilai termasuk dalam ring Ls = 66 m pada e mak 10%)
2. Berdasarkan antisipasi gaya sentrifugal :
3
Vr . etjd
) − 2,727 ( )
Vr
Ls = 0,022 .(
Rrenx c
3 c
80
) − 2,727 (80 )
. 0,085
= 0,022 .(
200x 0,4 0,
4
= 94,44 m
3. Berdasarkan tingkat pencapaian perubahan kelandaian :
. Vr
emax− enormal
3,6 − 0,025
Ls =

=3,6 −0,025 . 80
0,10 −0,02

= 53,333 m
4. Berdasarkan rumus bina marga :

Ls = W2 x (en + etjd)x m

=2 x 3,5
x (0,02 + 0,085)x 200
2

= 73,5 m
( dipakai nilai Ls yang terbesar yaitu 73,5 m)
c) Perhitungan Besaran Tikungan
Ls x 90
Qs = π x Rr
73,5 x 90
= 3,14 x 200
= 10,54

∆c = ∆2 − (2 x Qs)
= 45 – (2 x 10,54)
= 23,92

. π . re
R
∆c−2 Qs

180
Lc =

. 3,14 . 200
23,92−(2 x 10,54)
= 180

= 9,90 m

Qs . π .Rr
Ls = 90

22,5 . 3,14 . 200


= 90

= 157 m
Ls > Ls min
157 > 73,5

3
Xs = Ls . ( Ls
)
40 . Rr2

= 157 . ( )
3
157

40 . 2002

= 379,74 m

2
Ys = Ls
6 . Rr

1572
6.
200
= = 20,54 m
Ls2
6. − Rr . (1 − cos Qs)
Rr
P =

1572
= 6 . 200 − 200 . (1 − cos 22,5)
= 20,54 – 15,22 = 5,316 m

K = Ls −
3
Ls

40 . Rr2 − Rr . sin Qs

− 200 . sin 22,5


= 157 –
1573

40 . 2002

= 157 – 2,419 – 76,54


= 78,041 m

Ts = (Rr + P) . tan ½ ∆ + k
= (200 + 5,316) (tan 22,5) + 78,041
= 163,085 m

Es = (Rr + P) . sec ½ ∆ - Rrec


= (200 + 5,316) (sec 22,5) – 200
= 222,232 – 200
= 22,23 m
Ts > Ls
163,085 > 157 (tikungan SS dapat digunakan)
KET
Karena ∆𝐏𝐈𝟏 & ∆𝐏𝐈𝟐 memiliki sudut putar yang sama yaitu 45 ͦ maka
:

∆𝐏𝐈𝟏 = ∆𝐏𝐈𝟏
PERHITUNGAN ∆𝐏𝐈𝟑
Dik data – data perencanaan sebagai berikut :
 Klasifikasi jalan : kelas I (Arteri)
 Sudut putar ß : 45 ͦ
 V rencana : 80 km/jam
 Jari-jari rencana : 115 m
 Lebar jalan : 2 x 3,5 m
 Kelandaian jalan : 10 % atau 0,10
 en :2%
m 200
n :2m
c : 0,4
C : 0,8

a) Menghitung Superelevasi

= 4,50 °
1432,39 1432,39
D= Rrec = 318
− emax . D2 2 . emax . D
etjd = 2 +
Dmax Dmax

+ 11,672
−0,10 . (4,50)2 2 . 0,10 . 4,50
= 11,6722

= 6,2 % = 0,062
etjd > emax

0,062 > 0,10.................oke!!

b) Menghitung Lengkung Peralihan


1. Berdasarkan waktu tempuh maksimum (3 detik) untuk melintasi
lengkung peralihan, maka Panjang lengkung :
Ls = Vr . t
3,6

= 80 x 3
3,6

= 66 m
(maka nilai termasuk dalam ring Ls = 50 m pada e mak 10%)
2. Berdasarkan antisipasi gaya sentrifugal :
3
Vr . etjd
Rrenx c) − 2,727 ( )
Vr
Ls = 0,022 .(
3 c
80
) − 2,727 (80 )
. 0,062
= 0,022 .(
120x 0,4 0,
4
= 201 m
3. Berdasarkan tingkat pencapaian perubahan kelandaian :
. Vr
emax− enormal
3,6 − 0,025
Ls =

=3,6 −0,025 . 80
0,10 −0,02

= 53,333 m
4. Berdasarkan rumus bina marga :

Ls = W2 x (en + etjd)x m

=2 x 3,5
x (0,02 + 0,062)x 200
2

= 57,4 m
( dipakai nilai Ls yang terbesar yaitu 57,4 m)

c) Perhitungan Besaran Tikungan


Ls x 90
Qs = π x Rr
57,4 x 90
= 3,14 x 318
= 5,17

∆c = ∆2 − (2 x Qs)
= 45 – (2 x 5,17)
= 34,66

. π . re
R
∆c−2 Qs

180
Lc =

. 3,14 . 200
16,22−(2 x 5,17)
= 180

= 32,61 m
Qs . π .Rr
Ls = 90

13,28 . 3,14 . 318


= 90

= 147,33 m
Ls > Ls min
147,33 > 73,5

3
Xs = Ls . ( Ls
)
40 . Rr2

= 147,33 . ( )
147,333

40 . 3182

= 116,479 m

2
Ys = Ls
6 . Rr

147,332
6.
318
= = 22,75 m

Ls2
6.
− Rr . (1 − cos Qs)
Rr
P =

= 147,33 − 200 . (1 − cos 13,28)


2

6 . 318

= 22,75 – 5,349 = 17,40 m

K = Ls −
3
Ls

40 . Rr2 − Rr . sin Qs

3
147,33 − 200 . sin 13,28
= 147,33 –
2

40 . 318

= 147,33 – 0,80 – 45,95


= 100,58 m

Ts = (Rr + P) . tan ½ ∆ + k
= (318 + 17,40) (tan 13,28) + 100,58
= 179,75 m
Es = (Rr + P) . sec ½ ∆ - Rrec
= (318 + 17,40) (sec 13,28) – 318
= 222,232 –
= 26,62 m

L total = Lc + (2 x Ls)
= 32,61 + (2 x 147,33)
= 32,61 + 294,66
= 327,27 m

2 x Ts > Ltotal
2 x 179,75 > 327,27
359,5 > 327,27 (Tikungan S-C-S dapat digunakan)

Anda mungkin juga menyukai