0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan14 halaman

Penyuluhan TBC untuk Masyarakat Desa

Dokumen ini menjelaskan rencana penyuluhan tentang Tuberkulosis (TBC) yang akan dilaksanakan di Desa Lancang Barat pada 22 Mei 2025. Penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengertian, penularan, gejala, pencegahan, dan pengobatan TBC, serta menurunkan angka penularan penyakit ini. Metode pelaksanaan mencakup ceramah, tanya jawab, dan evaluasi lisan untuk memastikan peserta memahami materi yang disampaikan.

Diunggah oleh

rachmanadha542
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan14 halaman

Penyuluhan TBC untuk Masyarakat Desa

Dokumen ini menjelaskan rencana penyuluhan tentang Tuberkulosis (TBC) yang akan dilaksanakan di Desa Lancang Barat pada 22 Mei 2025. Penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengertian, penularan, gejala, pencegahan, dan pengobatan TBC, serta menurunkan angka penularan penyakit ini. Metode pelaksanaan mencakup ceramah, tanya jawab, dan evaluasi lisan untuk memastikan peserta memahami materi yang disampaikan.

Diunggah oleh

rachmanadha542
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

C.

Satuan Acara Penyuluhan Tuberkulosis (TBC)

Topik : Tuberkulosis
Sub topik : Penagngan TBC
Sasaran : Masyarakat desa lancang barat
Hari / tanggal : 22 mei 2025
Waktu : Pukul 09.00
Tempat : Menasah desa lancang barat

a. Latar belakang masalah

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit lama, namun sampai saat ini masih belum bisa
dimusnahkan. Jika dilihat secara global, TBC membunuh 2 juta penduduk dunia setiap
tahunnya, dimana angka ini melebihi penyakit infeksi lainnya. Bahkan Indonesia adalah
negara terbesar ketiga dengan jumlah pasien TBC terbanyak di dunia, setelah Cina dan
India. Tuberculosis (TBC) ini merupakan penyakit yang dapat menular dan sangat menjadi
perhatian dunia. Hingga saat ini, tidak ada satu Negara pun yang bebas dari penyakit ini.
Angka kematian dan kesakitan akibat Mycobacterium Tuberculosis ini sangat tinggi.

Hingga kini, prevalensi pengidap TBC di Indonesia saat ini diperkirakan sudah
mencapai 289 per 100.000 penduduk dan insidensi telah mencapai angka 189 per 100.000
penduduk sudah terancam dunia seperti yang telah diutarakan oleh Direktorat Jendral
Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan Republik
Indonesiayang menghimpun angka tersebut sejak tahun 2011 yang lalu mengenai
Tuberculosis (TBC) di Indonesia. Namun, pada tahun 2011 ini angka penyembuhan
penyakit TBC tersebut suda sesuai dengan harapan yaitu sebesar 90,3 persen pasien telah
sembuh. Mengingat masalah tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa penyakit TBC ini
merupakan penyumbang kematian terbesar di dunia khususnya di Indonesia. Oleh karena
itu, hal ini perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak khususnya pemerintah kesehatan
Republik Indonesia untuk mencegah penularan lebih lanjut yang dapat mengakibatkan
dampak yang lebih buruk lagi bagi masyarak, sehingga sangat perlu dilakukan pencegahan
dini terhadap penyakit TBC tersebut.

Dalam rangka menurunkan angka penularan penyakit TBC ini, kami berinisiatif
untuk melakukan sebuah kegiatan “Promosi Kesehatan tentang Penyakit TBC” yang
diharapkan dapat mengubah paradigma masyarakat dalam mencegah terjadinya TBC,
sehingga dapat menurunkan angka penderita penyakit TBC tersebut.

B. Tujuan Instruksional Umum (Tiu)

Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan keluarga dapat menginformasikan


dan mengetahui tentang penyakit TBC sehingga dapat menjaga kesehatan dan lingkungan
sekitar.

C. Tujuan Instruksional Khusus (Tik)


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan mahasiswa dapat menjelaskan
kembali :

1. Pengertian TBC
2. Proses penularan TBC
3. Gejala – gejala TBC
4. Pencegahan TBC
5. Pengobatan TBC

D. Materi Penyuluhan
Terlampir
E. Metode Pelaksanaan
Strategi yang digunakan dalam penyampaian penyuluhan ini berupa cermah dan tanya
jawab

F. Rencana Proses Pelaksanaan

NO Waktu Keguatan penyuluhan Kegiatan peserta


1 2 menit Pembukaan :
 Memberi salam  Menjawab salam
 Menjelaskan tujuan pembelajaran  Mendengarkan
 Menyebutkan materi / pokok bahasan penjelasan
yang akan disampaikan

10 menit Pelaksanaa :
 Menjelskan materi penyuluhan  Menyimak dan
Materi : memperhatikan
 Pengertian TBC
 Tanda dan gejala
 Proses penularan
 Pengobatan TBC
 Pencegahan TBC

6 menit Evaluasi :
Meminta sasaran untuk menyebutkan stau  Menjawab
menjelaskan kembali : pertanyaan
1. Pengertian TBC
2. Tanda dan gejala
3. Proses penularan
4. Pengobatan TBC
5. Pencegahan TBC

2 menit Penutup :
Mengucakan terimakasih dan salam  Menjawab salam

G. Media Penyuluhan
Media Penyuluhan yang digunakan adalah materi SAP dan Leaflat
H. Metode Evaluasi : Lisan
I. Jenis Evaluasi : Tanya jawab
J. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Persiapan Media
Media yang digunakan dalam penyuluhan semua lengkap dan dapat digunakan dalam
penyuluhan yaitu : materi SAP dan Leaflet
b. Persiapan Materi
Materi disiapkan dalam bentuk Madding dan leaflet dengan ringkas, menarik, lengkap
mudah di mengerti oleh peserta penyuluhan.
c. Persiapan Peserta
Penyuluhan mengenai TBC diberikan kepada seluruh keluarga Tn. “A” yang telah
diinformasikan sebelum dilaksanakan penyuluhan.
2. Evaluasi Proses
a. Proses penyuluhan dapat berlangsung dengan lancar dan peserta penyuluhan
memahami materi penyuluhan yang diberikan.
b. Peserta penyuluhan memperhatikan materi yang diberikan.
c. Selama proses penyuluhan terjadi interaksi antara penyuluh dengan sasaran.
d. Kehadiran peserta diharapkan 80% dan tidak ada peserta yang meninggalkan tempat
penyuluhan selama kegiatan berlangsung.
3. Evaluasi Hasil
a. Masyarakat mampu menjelaskan dan memahami pengertian TBC.
b. Masyarakat mahami dan mengetahui bagaimana gejala – gejala yang ditimbulkan dari
penyakit TBC
c. Masyarakat mengetahui dan memahami bagaimana proses penularan TBC.
d. Masyarakat mengetahui dan memahami cara pencegahan penyakit TBC
e. Masyarakat mengetahui pengobatan yang tepat dan benar terhadap penyakit TBC.

K. Materi
a. Pengertian TBC
b. Proses penularan TBC
c. Gejala – gejala TBC
d. Cara Pencegahan TB
e. Pengobatan TBC
MATERI

A. Pengertian.
Tuberkulosis (TBC atau TB) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh
bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat
sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi
organ paru-paru dibandingkan bagian lain tubuh manusia.

Insidensi TBC dilaporkan meningkat secara drastis pada dekade terakhir ini di seluruh
dunia. Demikian pula di Indonesia, Tuberkulosis / TBC merupakan masalah kesehatan, baik
dari sisi angka kematian (mortalitas), angka kejadian penyakit (morbiditas), maupun diagnosis
dan terapinya. Dengan penduduk lebih dari 200 juta orang, Indonesia menempati urutan ketiga
setelah India dan China dalam hal jumlah penderita di antara 22 negara dengan masalah TBC
terbesar di dunia.

Hasil survei Kesehatan Rumah Tangga Depkes RI tahun 1992, menunjukkan bahwa
Tuberkulosis / TBC merupakan penyakit kedua penyebab kematian, sedangkan pada tahun
1986 merupakan penyebab kematian keempat. Pada tahun 1999 WHO Global Surveillance
memperkirakan di Indonesia terdapat 583.000 penderita Tuberkulosis / TBC baru pertahun
dengan 262.000 BTA positif atau insidens rate kira-kira 130 per 100.000 penduduk. Kematian
akibat Tuberkulosis / TBC diperkirakan menimpa 140.000 penduduk tiap tahun.

Jumlah penderita TBC paru dari tahun ke tahun di Indonesia terus meningkat. Saat ini
setiap menit muncul satu penderita baru TBC paru, dan setiap dua menit muncul satu
penderita baru TBC paru yang menular. Bahkan setiap empat menit sekali satu orang
meninggal akibat TBC di Indonesia.

Kenyataan mengenai penyakit TBC di Indonesia begitu mengkhawatirkan, sehingga


kita harus waspada sejak dini & mendapatkan informasi lengkap tentang penyakit TBC .

B. Proses Penularan TBC


Sumber penularan adalah dahak penderita TBC yang mengandung kuman TBC. TBC
menular melalui udara bila penderita batuk, bersin dan berbicara dan percikan dahaknya yang
mengandung kuman TBC melayang-layang di udara dan terhirup oleh orang lain.
Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri
Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-
anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila sering
masuk dan terkumpul di dalam paru- paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama
pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar melalui pembuluh
darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir
seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah
bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-
paru.

C. Gejala – gejala TBC

Gejala penyakit TBC dapat dibagi menjadi gejala umum dan gejala khusus yang
timbul sesuai dengan organ yang terlibat. Gambaran secara klinis tidak terlalu khas terutama
pada kasus baru, sehingga cukup sulit untuk menegakkan diagnosa secara klinik.
1. Gejala sistemik / umum
a. Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari
disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat
hilang timbul.
b. Penurunan nafsu makan dan berat badan.
c. Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah).
d. Perasaan tidak enak (malaise), lemah.

2. Gejala khusus
a. Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan sebagian bronkus
(saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang
membesar, akan menimbulkan suara "mengi", suara nafas melemah yang disertai sesak.
b. Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluhan
sakit dada.
c. Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat
dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar
cairan nanah.
d. Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai
meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan
kesadaran dan kejang-kejang.
Pada pasien anak yang tidak menimbulkan gejala, TBC dapat terdeteksi kalau
diketahui adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Kira-kira 30-50% anak yang kontak
dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak
usia 3 bulan – 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan
BTA positif, dilaporkan 30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi / darah.
D. Pencegahan dan Pengobatan Penyakit TBC
1. Tahap Pencegahan
Berkaitan dengan perjalanan alamiah dan peranan Agent, Host dan Lingkungan dari
TBC, maka tahapan pencegahan yang dapat dilakukan antara lain :
a. Pencegahan Primer
Dengan promosi kesehatan sebagai salah satu pencegahan TBC paling efektif,
walaupun hanya mengandung tujuan pengukuran umum dan mempertahankan standar
kesehatan sebelumnya yang sudah tinggi.
Proteksi spesifik dengan tujuan pencegahan TBC yang meliputi :
1) Imunisasi Aktif, melalui vaksinasi BCG secara nasional dan internasional pada
daerah dengan angka kejadian tinggi dan orang tua penderita atau beresiko tinggi
dengan nilai proteksi yang tidak absolut dan tergantung Host tambahan dan
lingkungan.
2) Chemoprophylaxis, obat anti TBC yang dinilai terbukti ketika kontak dijalankan
dan tetap harus dikombinasikan dengan pasteurisasi produk ternak.
3) Pengontrolan Faktor Prediposisi, yang mengacu pada pencegahan dan pengobatan
diabetes, silicosis, malnutrisi, sakit kronis dan mental.
b. Pencegahan Sekunder
Dengan diagnosis dan pengobatan secara dini sebagai dasar pengontrolan kasus
TBC yang timbul dengan 3 komponen utama ; Agent, Host dan Lingkungan.
Kontrol pasien dengan deteksi dini penting untuk kesuksesan aplikasi modern
kemoterapi spesifik, walau terasa berat baik dari finansial, materi maupun tenaga.
Metode tidak langsung dapat dilakukan dengan indikator anak yang terinfeksi TBC
sebagai pusat, sehingga pengobatan dini dapat diberikan. Selain itu, pengetahuan tentang
resistensi obat dan gejala infeksi juga penting untuk seleksi dari petunjuk yang paling
efektif.
Langkah kontrol kejadian kontak adalah untuk memutuskan rantai infeksi TBC,
dengan imunisasi TBC negatif dan Chemoprophylaxis pada TBC positif. Kontrol
lingkungan dengan membatasi penyebaran penyakit, disinfeksi dan cermat
mengungkapkan investigasi epidemiologi, sehingga ditemukan bahwa kontaminasi
lingkungan memegang peranan terhadap epidemi TBC. Melalui usaha pembatasan
ketidakmampuan untuk membatasi kasus baru harus dilanjutkan, dengan istirahat dan
menghindari tekanan psikis.
c. Pencegahan Tersier
Rehabilitasi merupakan tingkatan terpenting pengontrolan TBC. Dimulai dengan
diagnosis kasus berupa trauma yang menyebabkan usaha penyesuaian diri secara psikis,
rehabilitasi penghibur selama fase akut dan hospitalisasi awal pasien, kemudian
rehabilitasi pekerjaan yang tergantung situasi individu. Selanjutnya, pelayanan
kesehatan kembali dan penggunaan media pendidikan untuk mengurangi cacat sosial
dari TBC, serta penegasan perlunya rehabilitasi.

2. Pengobatan
Pengobatan dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap awal (intensif) dan tahap
lanjutan. Lama pengobatan 6-8 bulan, tergantung berat ringannya penyakit. Penderita harus
minum obat secara lengkap dan teratur sesuai jadwal berobat sampai dinyatakan sembuh.
Dilakukan tiga kali pemeriksaan ulang dahak untuk mengetahui perkembangan kemajuan
pengobatan, yaitu pada akhir pengobatan tahap awal, sebulan sebelum akhir pengobatan dan
pada akhir pengobatan.

3. Mendiagnosa TBC

Harus dilakukan pemeriksaan dahak dengan miskroskop. Seseorang dipastikan


menderita TBC bila dalam dahaknya terdapat kuman TBC.
Dahak yang diambil adalah dahak Sewaktu-Pagi-Sewaktu :
a. Pada waktu datang pertama kali untuk periksa ke unit pelayanan kesehatan, disebut
dahakSewaktu pertama (S).
b. Dahak diambil pada pagi hari berikutnya segera setelah bangun tidur, kemudian dibawa
dan diperiksa di unit pelayanan kesehatan, disebut dahak Pagi (P).
c. Dahak diambil di unit pelayanan kesehatan pada saat menyerahkan dahak pagi, disebut
dahak Sewaktu kedua (S).
4. Tempat pengobatan penderita TBC
Puskesmas, Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru (BP4), Rumah Sakit, klinik dan
dokter praktek swasta. Di Puskesmas, penderita bisa mendapatkan pengobatan TBC secara
cuma-cuma (GRATIS).

5. Mengetahui kemajuan pengobatan

Keluhan berkurang atau hilang, berat badan bertambah, nafsu makan meningkat.
Pemeriksaan dahak pada akhir tahap awal juga menunjukkan hasil negatif.

Anda mungkin juga menyukai