LAPORAN PRAKTIKUM
MATERIAL TEKNIK
KELOMPOK 3
VIKERS HARDNESS TESTING
Disusun Oleh :
Nama : Morello Danendra Satriani
NPM : 3331230137
Tanggal Praktikum : 31 Mei 2025
Tanggal Pengumpulan Laporan : 16 Juni 2025
Asisten : Muhamad Afandi
LABORATORIUM MATERIAL TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2025
LEMBAR PENGESAHAN
PRAKTIKUM MATERIAL TEKNIK
No Tanggal Revisi Paraf Asisten
15 Juni 2025 • VICKERS HARDNESS TESTING (italic)
• disesuaikan dengan pengumpulan
[Link]
• LEMBAR PENGESAHAN diisi ketika
pengumpulan [Link] (diketik)
• no halaman romawi dimulai dari
cover-abstrak dengan poisi center
bawah
• Langsung 1 gausah pake 1.1 karena
itu bukan bab 1
• sebelum dan sesudah gambar enter
1x biar rapih
• no halaman angka dimulai dari
pendahuluan-kesimpulan dengan
posisi kanan bawah dan setiap
awalan bab gausah ditulis no halaman
tetapi tetap diperhitungkan
• Langsung 1 gausah pake 3.1 karena
itu bukan bab 3
• tambahkan fungsi
• literatur taro atas
• pake satuan
• jelaskan kenapa hasilnya beda antara
DP dan TP
• PROLOG
• KAPITAL bold
ABSTRAK
Uji kekerasan Vickers adalah salah satu metode pengujian kekerasan
material dengan menggunakan beban tertentu dan indentor berbentuk limas
segitiga dari intan. Tujuan dilakukannya percobaan ini yaitu ,engetahui
prosedur pecobaan pada uji kekerasan Vickers, lalu menentukan nilai kekerasan
benda uji dengan metode pengujian Vickers, mampu menganalisa dan
membandingkan hasil uji kekerasan dari spesimen antara hasil perhitungan alat
dengan hasil perhitungan secara manual. Berikut ini merupakan prosedur
pengujiannya pertama Menyiapkan alat, bahan, dan perangkat komputer yang
terhubung dengan Vickers Hardness Tester, lalu menyalakan keduanya.
Letakkan spesimen pada meja spesimen, atur fokus dengan memutar tuas
hingga mendekati penekan, dan sesuaikan waktu penekanan sesuai ketentuan.
Tekan tombol START untuk memulai pengujian, kemudian amati bekas
penekanan menggunakan mikroskop optik untuk memperoleh nilai d1 dan d2.
Hitung nilai kekerasan Vickers menggunakan rumus yang diberikan, lalu
rapikan kembali alat dan bahan yang telah digunakan. Setelah dilakukannya
pengujian didapatkan perhitungan nilai dari percobaan 1 dengan menggunakan
bahan alumunium Tanpa perlakuan panas dengan beban 3 kgf dengan indentor
intan dan dimensi indensasi d1 0,2222 mm dan d2 0,2217 mm dengan nilai rata
rata diagonal indentasinya yaitu 0,22195 mm dengan harga kekerasan Vickers
hasil dari perhitungan 112,90695 kgf/mm² dan harga kekerasan Vickers pada
alat yaitu 112,9 kgf/mm². Dan percobaan ke 2 dengan menggunakan bahan
alumunium dengan perlakuan panas dengan beban 5 kgf dengan indentor intan
dan dimensi indensasi d1 0,4281 mm dan d2 0,4281 dengan nilai rata rata
diagonal indentasinya yaitu 0,4281 mm dengan harga kekerasan Vickers hasil
dari perhitungan 50,58122 dan harga kekerasan Vickers pada alat yaitu 50,5
kgf/mm².
Kata Kunci : Piramida intan, Uji kekerasan, Vickers Hardness
iii
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
pada dunia industri, sifat mekanik suatu logam sangat penting untuk
dipahami sebelum dipakai dalam aplikasi tertentu. Salah satu sifat mskanik
yang sering diuji adalah kekerasan. Kekerasan berhubungan dengan
kemampuan suatu material untuk menahan goresan, tekanann, atau deformasi
plastis. Karena itu pengujian kekerasan bisa memberikan gambaran awal
tentang ketahanan material terhadap beban saat digunakan. Vickers merupakan
salah satu metode uji kekerasan yang banyak digunakan karena mampu
memberikan hasil yang akurat, terutama untuk bahan logam seperti aluminium.
pada metode ini sebuah indentor intan ditekan ke permukaan material dengan
beban tertentu, lalu panjang diagonal bekas tekanannya diukur untuk
menentukan nilai kekerasan.
Melalui pengujian Vickers ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh
perlakuan panas terhadap kekerasan aluminium dengan melakukan pengujian
menggunakan metode Vickers. Dengan membandingkan hasil uji antara
aluminium tanpa perlakuan panas dan yang telah diberi perlakuan panas, bisa
melihat secara langsung cara kerja alat pengujian kekerasan vickers.
2. Tujuan Praktikum
Berikut ini merupakan tujuan untuk percobaan vickers pada praktikum
material Teknik.
1. Mengetahui prosedur pecobaan pada uji kekerasan vickers
2. Menentukan nilai kekerasan benda uji dengan metode pengujian Vickers.
3. Mampu menganalisa dan membandingkan hasil uji kekerasan dari spesimen
antara hasil perhitungan alat dengan hasil perhitungan secara manual.
TINJAUAN PUSTAKA
1. Uji Kekerasan
Kekerasan adalah satu dari bentuk sifat mekanik dari suatu pengujian
material, dan didefinisikan sebagai ketahanan suatu material atau spesimen uji
terhadap penetrasi atau daya tembus dari bahan lain yang akan lebih keras
kekerasan adalah suatu sifat dari bahan yang Sebagian besar dipenguri oleh
unsur – unsur paduan dan kekerasa dari sebuah bahan itu bisa berubah jika
dikerjakan dengan cold worked contohnya pengerolan, penarikan, pemakanan
juga kekerasa bisa dicapai sesuai kebutuhan dengan perlakuan panas. Kekerasa
suatu bahan bisa dipahami dengan menguji kekerasan memakai mesin uji
kekerasan menggunakan tiga metode yang umum digunakan yaitu metode :
(Muslih Nasution, 2020)
1) Brinell
2) Rockwell
3) Vikers (Muslih Nasution, 2020)
Uji kekerasan merupakan suatu pengujian untuk menentukan kekuatan
suatu bahan pada menghadapi deformasi. Ada 3 macam metode pengujian
model, yaitu berdasarkan dinamis, penekanan dan goresan tapi metode
pengujian yang paling mudah dan paling sering digunakan yaitu pengujian
berbasis penekanan. Pengujian kekerasa dibagi jadi ada 3 macam metode yaitu
Vickers, rockwell, Brinell. metode rockwell ditentukan didasari kedalaman
indentor kepada benda kerja. Tapi jika Brinell dan Vickers lebih ke menitik
beratkan ke hubungan antara kekuatan bahan dari luas penampang. Metode
pengujian kekerasan Vickers dilakukan dengan menekan sampel dengan berlian
berbentuk priamida dengan basis persegi Panjang dan sudut besar dari
permukaan yang menghadap 136º. Penekanan yang dilakukan oleh indentor
akan memberikan hasil berupa jejak atau lekukan dibagian permukaan spesimen
uji. Maka diagonal rata rata dari jejak iotu harus diulur terlebih dulu dengan
menggunakan mikroskop. (Rahmat Ridlo Aminuddin, 2020)
2. Pengujian Kekerasan Vickers
Prinsip kerja terdiri dari cara pengujian kekerasan metode ini bisa dibilang
mirip dengan metode lain dari pengujian kekerasan yaitu metode Brinell. sudut
indentor piramida berlian pengujian ini yaitu 136º. Jejak dan indentasi yang
didapatkan oleh indentor Vickers lebih jelas, dibandingkan dengan jejak
indentor dan yang terdiri dari uji metode Brinell. sampai metode ini mempunyai
tingkat akurasi yang lebih baik. Dikarenakan kelebihan yang dimilikinya,
karena itu metode ini lebih banyak digunakan pada dunia penelitian dan
Pendidikan. Penerapan dari metode ini dibilang sangat luas, milai untuk logam
yang memiliki nilai Vickers rendah 5 HV pada logam yang lunak, hingga logam
dengan nilai Vickers tertinggi sekitar 1500 HV pada logam yang lumayan sangat
keras. (Muslih Nasution, 2020)
Uji kekerasan Vickers dilakukan dengan menggunakan piramida intan yang
mempunyai alas persegi. Sudut yang terbentuk antara dua permukaan piramida
yang berhadapan yaitu 136º. Dengan bentuk penumbuknya yang menyerupai
piramida, pengujhian ini biasanya disebut sebagai uji kekerasan piramida intan.
Nilai kekersan Vickers (VHN) ditentukan dengan cara membagi beban dengan
luas area lekukan. Pada prakteknya, luas itu dihitung berdasarkan pengukuran
miroskopik dari Panjang diagonal jejak yang terbentuk. (Arga Jeremia Sinaga,
2020)
Gambar 1. Skema pengujian Vickers
(Sumber : [Link]
Vickers mirip dengan uji Brinell, perbedaan bisa dilihat dari pengunaan
indentor intan yang memiliki bentuk piramida yang memiliki alas bujur sangkar
3
dan sudut puncak diantara dua buah sisi yang hdap – hadapan 136º.
Mengukuran diagonal segi empat lebih baik akurasinya jika dibandingkan
dengan pengukuran pada suatu lingkaran. Uji ini dapat diaplikasikan pada
spesimen yang tipis sampai 0,006 inci. (Ryan Cahyo Kuntoro, 2025)
4
METODOLOGI PENELITIAN
1. Alat dan bahan
Berikut ini merupakan alat dan bahan yang digunakan pada saat percobaan
Vickers hardness dilaksanakan.
Gambar 3.1 Alat dan bahan
(Sumber : dokumen pribadi)
A. Mesin uji kekerasan Vickers sebagai penguji kekerasan
B. Benda uji sebagai benda uji pada percobaan
C. Logam kalibrasi (800 HV) sebagai pengkalibrasi benda uji
D. Indentor Vickers sebagai untuk membuat lekukan pada benda uji
E. Mikroskop optic untuk melihat kecacatan yang dibuat
F. Komputer sebagai penampil bentuk cacat dari input mikroskop optic
2. Diagram Alir Praktikum
Berikut ini merupakan diagram alir praktikum modul Vickers hardness testing.
Mulai
Literatur
Menyiapkan alat dan bahan
Menyiapkan perangka computer dan alat vickers
hardness tester
Menghidupkan PC, dan alat Vickers hardness tester
dengan menekan tombol power
Meletakkan benda kerja pada meja spesimen dan
diatur fokus sampai mendekati penekan
Mengatur waktu penekanan sesuai dengan ketentuan
yang berlauku
Menekan tombol START pada alat untuk melakukan
pengujian kekerasa vickers
Mengamati bekas injakan dengan mikroskop optic
hingga didapatkannnilai d1 dan d2
Menghitung nilai kekerasan Vickers dengan
menggunakan persamaan yang diberikan asisten
Merapihkan alat dan bahan yang telah digunakan
6
x
Data
Pembahasan
Kesimpulan
Selesai
Gambar 3.2 Diagram Alir Praktikum
(sumber : Dokumen Pribadi)
3. Prosedur
Berikut ini merupakan prosedur pada percobaan Vickers hardness testing.
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Disiapkan perangkat computer dan alat Vickers Hardness Tester
3. Dihidupkan PC, pastikan sudah terhubung ke alat Vickers Hardness Tester
4. Dihidupkan alat Vickers Hardness Tester dengan menekan tombol power
5. Diletakkan spesimen pada meja spesimen dan atur fokus dengan cara
memutar tuas pada meja spesimen sampai mendekati penekan.
6. Diatur waktu penekanan sesuai dengan ketentuan yang ada
7. Ditekan tombol START pada alat untuk melakukan pengujian kekerasan
Vickers.
8. Diamati bekas injakan dengan menggunakan mikroskop optic sehingga
didapatkan d1 dan d2
9. Dihitung nilai kekerasan Vickers dengan menggunakan persamaan yang
diberikan asisten.
10. Dirapihkan alat dan bahan yang sudah digunakan.
7
ANALISA DAN PEMBAHASAN
1. Gambar Benda Kerja
Berikut ini merupakan spesifikasi benda kerja yang diuji dalam metode
Vickers sebagai berikut.
Gambar 1 Logam Kalibrasi
(Sumber : Dokumen Pribadi)
Gambar 2 Alumunium TP
(Sumber : Dokumen Pribadi)
Gambar 3 Alumunium DP
(Sumber : Dokumen Pribadi)
9
2. Perhitungan
Berikut ini merupakan perhitungan pada percobaan merusak modul vickers.
1) Diagonal indentasi rata – rata
Berikut ini merupakan perhitungan diagonal indentasi rata rata
d1 + d2
D rata − rata =
2
Dimana :
d1 = Diagonal Indentasi Memanjang (mm)
d2 = Diagonal Indentasi Melintang (mm)
• Percobaan 1
0,2222+0,2217
D rata – rata 1 = = 0,22195 mm
2
• Percobaan 2
0,4281+0,4281
D rata – rata 2 = = 0,4281 mm
2
2) Nilai Kekerasan Vickers
Berikut ini merupakan perhitungan Nilai Kekerasan Vickers.
p
HVN = 1,854 x 2
d
Dimana :
P = beban yang diberikan (kgf)
d² = diagonal indentasi (mm)
• Percobaan 1
3
HVN 1 = 1,854 x = 112,90695 𝑘𝑔𝑓/𝑚𝑚²
0,221952
• Percobaan 2
5
HVN 2 = 1,854 x = 50,58122 𝑘𝑔𝑓/𝑚𝑚²
0,42812
10
Dibawah ini adalah tabel perbandingan nilai kekerasan vickers (HVN)
hasil perhitungan dan nilai kekerasan vickers (HVN) pada alat.
Tabel 1 data Perbandingan Pengujian Uji Kekerasan Vickers
Nilai Kekerasan Nilai Kekerasan Vickers
No
Bahan Vickers pada alat pada perhitungan
Test
(kgf/mm²) (kgf/mm²)
1 Aluminium TP 112,9 112,90695
2 Alumunium DP 50,5 50,58122
3. Analisa Hasil
Setelah dilakukannya percobaan pada praktikum material teknik
dipengujian kekerasan Vickers berikut ini merupakan analisanya. Pada
perhitungan nilai dari percobaan 1 dengan menggunakan bahan alumunium
Tanpa perlakuan panas dengan beban 3 kgf dengan indentor intan dan dimensi
indensasi d1 0,2222 mm dan d2 0,2217 dengan nilai rata rata diagonal
indentasinya yaitu 0,22195 mm dengan harga kekerasan Vickers hasil dari
perhitungan 112,90695 kgf/mm². Dan percobaan ke 2 dengan menggunakan
bahan alumunium dengan perlakuan panas dengan beban 5 kgf dengan indentor
intan dan dimensi indensasi d1 0,4281 mm dan d2 0,4281 dengan nilai rata rata
diagonal indentasinya yaitu 0,4281 mm dengan harga kekerasan Vickers hasil
dari perhitungan 50,58122 kgf/mm².
Perbandingan data yang didapatkan dari pengujian dari nilai kekersan
Vickers pada alat dan nilai kekersan Vickers dari hasil perhitungan. Dari
percobaan 1 dengan mengunakan bahan alumunium tanpa adanya perlakuan
panas nilai kekerasan Vickers pada alat didapatkan hasil 112,9 kgf/mm² dan
nilai kekersan Vickers dari hasil perhitungan yaitu 112,90695 kgf/mm² bisa
dianalisa hasil perbandingan dari nilainya yaitu hamper sama dari data yang
diapatkan dari alat maupun perhitungan. Dari percobaan 2 dengan mengunakan
bahan alumunium dengan perlakuan panas nilai kekerasan Vickers pada alat
didapatkan hasil 50,5 kgf/mm² dan nilai kekersan Vickers dari hasil perhitungan
yaitu 50,58122 kgf/mm² dapat diberi Analisa bahwasannya nilai kekerasan
11
Vickers pada alat maupun dari perhitungan nilai yang didapatkannya sama
diantara keduanya.
Selama praktikum berlangsung, terdapat beberapa hal menjadi
kemungkinan penyebab ketidaktepatan data atau hasil pengujian yang kurang
maksimal. Salah satu kendala utama yaitu kesulitan dalam mengukur panjang
diagonal jejak indentasi. Karena ukurannya sangat kecil pengamatan melalui
mikroskop bisa kurang akurat, dan juga jika operator masih belum terbiasa.
Selain itu, permukaan spesimen yang kurang rata atau tidak cukup halus juga
bisa memengaruhi bentuk jejak indentasi sampai hasil pembacaan menjadi
kurang jelas. Waktu penekanan yang tidak bagus juga bisa menjadi penyebab,
karena jika terlalu singkat atau terlalu lama, bahan bisa bereaksi berbeda
terhadap beban. Faktor lain yang juga perlu diperhatikan yaitu proses perlakuan
panas itu sendiri. Jika pemanasan tidak merata atau suhu tidak terkontrol dengan
baik, maka hasil perlakuan bisa berbeda di setiap bagian spesimen, sehingga
menyebabkan variasi nilai kekerasan. Terakhir, kemungkinan alat uji yang
kurang terkalibrasi juga bisa menjadi faktor yang memengaruhi keakuratan
pengujian. Semua hal ini menunjukkan bahwa ketelitian dalam prosedur dan
persiapan sangat penting agar hasil pengujian kekerasan bisa benar-benar
mewakili kondisi material yang diuji.
Gambar 4 Diagram Fe3c
(sumber : [Link]
Diagram Fe3C merupakan penggambaran hungan antara kandungan karbon
dan temperature pada paduan besi karbon, yang memperlihatkan bentuk dan
perubahan fasa selama proses pemanasan dan pendinginan. Fungsi utamanya
yaitu untuk mengetahui perubahan pada struktur mikro yang ada pada material
dikarenakan perlakuan panas. Tujuan pada diagram ini yaitu bagaiamana
12
pengaruh temperature dan komposisi terhadap perubahan fasa ini menjadi dasar
pada perlakuan panas dan pengaruh terhadap struktur mikro dan kekuatan
material berbahan logam.
13
KESIMPULAN
1. Kesimpulan
Setelah dilakukannya percobaan metode uji tarik pada praktikum material
Teknik berikut ini merupakan kesimpulan yang menjawab tujuan dilakukannya
praktikum ini.
1) Menyiapkan alat dan bahan lalu menyiapkan perangkat computer dan alat
Vickers Hardness Tester, menghidupkan PC, pastikan sudah terhubung ke
alat Vickers Hardness Tester, menghidupkan alat Vickers Hardness Tester
dengan menekan tombol power lalu meletakkan spesimen pada meja
spesimen dan atur fokus dengan cara memutar tuas pada meja spesimen
sampai mendekati penekan, lalu mengatur waktu penekanan sesuai dengan
ketentuan yang ada lalu menekan tombol START pada alat untuk
melakukan pengujian kekerasan Vickers, selanjutnya mengamati bekas
injakan dengan menggunakan mikroskop optic sehingga didapatkan d1 dan
d2 lalu menghitung nilai kekerasan Vickers dengan menggunakan
persamaan yang diberikan asisten, tewrakhir merapihkan alat dan bahan
yang sudah digunakan.
2) Setelah dilakukannya pengujian didapatkan perhitungan nilai dari
percobaan 1 dengan menggunakan bahan alumunium Tanpa perlakuan
panas dengan beban 3 kgf dengan indentor intan dan dimensi indensasi d1
0,2222 mm dan d2 0,2217 dengan nilai rata rata diagonal indentasinya yaitu
0,22195 mm dengan harga kekerasan Vickers hasil dari perhitungan
112,90695 kgf/mm² dan harga kekerasan Vickers pada alat yaitu 122,9
kgf/mm². Dan percobaan ke 2 dengan menggunakan bahan alumunium
dengan perlakuan panas dengan beban 5 kgf dengan indentor intan dan
dimensi indensasi d1 0,4281 mm dan d2 0,4281 dengan nilai rata rata
diagonal indentasinya yaitu 0,4281 mm dengan harga kekerasan Vickers
hasil dari perhitungan 50,58122 dan harga kekerasan Vickers pada alat yaitu
50,5 kgf/mm².
3) Perbandingan antara data yang diperoleh dari alat uji kekerasan Vickers dan
hasil perhitungannya menunjukkan hasil yang hampir sama. Pada
percobaan pertama, yang menggunakan aluminium tanpa perlakuan panas,
nilai kekerasan Vickers dari alat adalah 112,9 kgf/mm², sedangkan hasil
perhitungannya sebesar 112,90695 kgf/mm². Selisih keduanya sangat kecil,
jadi bisa disimpulkan bahwa hasil dari alat dan perhitungan cukup akurat
dan konsisten. Sementara itu, pada percobaan kedua yang menggunakan
aluminium dengan perlakuan panas, nilai kekerasan dari alat adalah 50,5
kgf/mm², dan hasil perhitungannya adalah 50,58122 kgf/mm².
perbedaannya sangat kecil, sehingga bisa dianalisis bahwa data dari alat dan
perhitungan menunjukkan hasil yang hampir sama. Perbedaan diantara
dengan perlakuan panas dan tanpa perlakuan panas terjadi karena perlakuan
panas dapat menyebabkan perubahan struktur miro pada material. Saat
sebuah aluminium dipanaskan partikel partikel tertentu dalam logam akan
mengalami proses seperti pengedapan fasa penguat atau pelarutan fasa
lunak sehingga kekerasan material meningkat Perubahan ini
menggambarkan bahwa perlakuan panas berpengaruh terhadap sifat
mekanik material.
2. Saran
Setelah dilakukannya praktikum pada metode percobaan Vickers hardness
dilaboratorium material Teknik ada beberapa saran untuk laboratorium dan
asisten laboratorium itu sendiri.
A. Laboratorium
berikut ini merupakan saran untuk laboratorium.
1. Sebaiknya ruangan yang digunakan untuk pengujian atau praktikum
bisa lebih besar dan luas lagi dikarenakan jumlah praktikan yang
lumayan banyak
2. Sebaiknya benda yang diuji lebih bervariatif lagi bahannya.
3. Sebaiknya praktikum material dilakukan tidak dalam waktu dekat
misalnya dalam 3 hari ada 2 modul dan dimulai tidak dari setelah uts
karena jadwal terasa sangat dibuat diburu burukan.
15
B. Asisten Labratorium
Berikut ini merupakan saran untuk asisten laboratorium.
1. Sebaiknya asisten laboratorium dapat menjelaskan lebih detail dan lebih
baik lagi dengan penjelasan yang jelas.
2. Sebaiknya asisten laboratorium lebih baik lagi dan dapat mengatur
waktu seperti managemen waktu misalkan waktu penjelasan bisa
ditentukan oleh asisten supaya selesai praktikum tidak lebih atau kurang
sesuai jam shift yang berlaku
3. Sebaiknya asisten dapat menegur praktikan yang tertidur atau tidak
menaati peraturan yang berlaku dilaboratorium
16
DAFTAR PUSTAKA
Arga Jeremia Sinaga, S. L. (2020). Analisa Laju Korosi dan Kekerasan Pada
Stainless Steel 316 L Dalam . Analisa Laju Korosi dan Kekerasan Pada
Stainless Steel 316 L Dalam , 93.
Muslih Nasution, R. H. (2020). ANALISA KEKERASAN DAN STRUKTUR
MIKRO BAJA AISI 1020 . ANALISA KEKERASAN DAN STRUKTUR
MIKRO BAJA AISI 1020 , 167 - 168.
Rahmat Ridlo Aminuddin, A. W. (2020). Analisa Kekuatan Tarik, Kekerasan dan
Kekuatan Puntir Baja ST . Jurnal teknik perkapalan, 371.
Ryan Cahyo Kuntoro, S. A. (2025). Analisa Pengaruh Variasi Arus dan
Kecepatan Pengelasan terhadap Uji. SENASTIAN, 3.
LAMPIRAN
Lampiran A. FWI
Lampiran B. Bukti mengikuti sosialisasi, praktikum teori, dan praktikum alat.