LAPORAN PRAKTIKUM
MATERIAL TEKNIK
KELOMPOK 3
EDDY CURRENT TESTING
Disusun Oleh :
Nama : Morello Danendra Satriani
NPM : 3331230137
Tanggal Praktikum : 21 Mei 2025
Tanggal Pengumpulan Laporan : 5 juni 2025
Asisten : M. keiysar Ardana P
LABORATORIUM MATERIAL TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2025
PRAKTIKUM MATERIAL TEKNIK
No Tanggal Revisi Paraf Asisten
2 juni 2025 • Metode = prosedur
• Tambahkan kesimpulan
• Baris pertama pada paragraph
menjorok kekanan
• Litelatur setelah mulai
• Cek prosedur yang tidak dilakukan
• Tambah 3D pada gambar benda kerja
• Tiap gambar kalibrasi di Analisa
• Interpolasi tujuan untuk mencari nilai
diantara 2 nilai
• Analisa kegagalan minimal 150 kata
• Prinsip kerja pada kesimpulan no 1
ditambah
• Bentuk daftar Pustaka bukan IEEE
tapi APA
ABSTRAK
Eddy current testing merupakan salah satu tahap pengujian non destructive
testing (NDT) yang menggunakan prinsip induksi elektromagnetik untuk
mendeteksi cacat pada material atau benda kerja. Non destructive testing adalah
metode pengujian yang digunakan untuk mendeteksi suatu kecacatan pada benda
kerja yang tidak sempurna dan mengalami kecacatan secara permanen. Tujuan
dilakukannya percobaan ini untuk memahami apa itu pengujian tidak merusak pada
suatu material, dan memahami prinsip serta cara kerja Eddy Current Testing.
Mendeteksi cacat pada surface atau near surface pada benda kerja menggunakan
flaw detector Olympus NORTEC 600. Langkah pengujian pada metode ini pertama
yaitu menyiapkan alat dan bahan, lalu mengkalibrasi alat, dengan cara meletakkan
prohe pada blok kalibrasi sebanyak tiga kali, lalu masuk ketahap inspeksi untuk
mendapatkan indikasi crack pada benda kerja lalu melakukan recording data. Lalu
mengukur benda kerja dan cacat yang terdapat pada benda kerja/uji. Setelah
dilakukannya percobaan pada benda uji didapatkan hasil h1 0,5 mm, h2 0,5 mm, v1
1 mm, v2 1 mm, v3 1 mm. Dari hasil pengujian ini bisa disimpulkan bahwa metode
eddy current testing bisa mendeteksi cacat permukaan dengan cukup akurat
pengujian ini menunjukkan adanya beberapa indikasi cacar yang ukurannya
berbeda – beda.
Kata Kunci : Eddy current testing, non destructive testing, suface
iii
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Salah satu Teknik pengujian material tanpa harus adanya kerusakan yaitu
pengujian non destruktif. Tujuan dari dilakukannya percobaan NDT ini utnuk
mengetahui apakah pada suatu benda terdapat kecacatan dan jika ada kecacatan
akan dideteksi dan dipahami apakah cacat tersebut layak lazim atau tidak. Ada
banyak macam – macam dalam pengujian non destruktif testing. Salah satu dari
macam – macam pengujian tanpa merusak ini yaitu pengujian edyy current.
Eddy current testing merupakan salah satu tahap pengujian non destructive
testing (NDT) yang menggunakan prinsip induksi elektromagnetik untuk
mendeteksi cacat pada material atau benda kerja. Pengujian ini merupakan salah
satu Teknik mepngujian tanpa merusak material benda uji. Pengujian ini
memiliki tujuan untuk mendeteksi secara dini timbulnya Crack atau Flaw
material secara dini. Untuk memahami cacat pada suatu benda dengan
menggunakan gelombang elektromagnetik maka dilakukannya percobaan
dengan metode ini. Dengan metode ini dapat mendeteksi cacat pada surface dan
near Surface dengan menggunakan flaw detector Olympus NORTEC 600.
2. Tujuan Praktikum
Berikut ini merupakan tujuan untuk percobaan Eddy Current pada
praktikum material Teknik.
1. Memahami apa itu pengujian tidak merusak pada suatu material, dan
memahami prinsip serta cara kerja Eddy Current Testing.
2. Mendeteksi cacat pada surface atau near surface pada benda kerja
menggunakan flaw detector Olympus NORTEC 60.
TINJAUAN PUSTAKA
1. Arus Eddy
Fenomena arus eddy awal kali diamati oleh seorang Bernama
Francois Arago ditahun 1824. Pengamatan yang dilaksanakan dinamakan
magnet berputar dan banyak dari material konduktor menjadi terkena
magnetisasi dan diberi penjelasan dengan lengkap oleh Faraday ditahun
1834 Heinrich Lenz menjelaskan arah arus induksi berbalikan dengan arus
yang muncul dari perubahan pada medan magnet. Ditahun 1855 seirang
Bernama Leon Foucault berpendapat ada suatu arus eddy. Leon menjumpai
gata yang dibutuhkan untuk memutar piringan tembaga yang lebih besar
jika piringan tembaga itu ada pada pengatuh kutub magnet. Arus eddy
menjadi penyebab logam menjadi panas. Dabid E Hugnhes pada tahun 1879
memamkai arus eddy untuk melakukan uji yang tidak merusak. Arus eddy
pada konduktor diakibatkan adanya perubahan medan magnet diperlihatkan
pada gambar 1. (Suwarno, 2016)
Gambar 1 arah arus eddy pada konduktor karena adanya perubahan
medan magnet
(Sumber : (Suwarno, 2016) )
Arah arus eddy melingkar pada medan magnet yang tegak lurus pada
bidang konduktor. Arus eddy munvul jika konduktor mengalami pergerakan
dengan arah V. arah medan magnet yang terjadi berlawanan dengan arah
medan magnet yang menjadi penyebab nya. (Suwarno, 2016)
2. Pengujian Eddy Current
Pengujian eddy current adalah salah satu metode pengujian tanpa
merusak benda kerja, yang dimulai oleh Friedrich Forster pada tahun 1940-
an, dan mengalamai kemajuan yang sangat cepat pada perkembangan saat
itu. Pengujian ini bisa ditemukan ukuran retak permukaan atau dibawah
permukaan, pengukuran ketebalan lapisan logam ataupun non logam di
material logam, pengukuran konduktivitas listrik dan permeabilitas
magnetic, serta perkiraaan ada suatu korosi di suatu material logam.
Konduksivitas listrik dan permeablitis magnet bisa berkaitan dengan
struktur material, contohnya kekerasan, komposisi kimia, ukuran butir, dan
kekuatan material. (AUFAR, 2020)
Pengujian ini juga adalah pengujian yang fleksibel. Pengujian ini
bisa digunakan untuk mengukur ketebalan pada bgian benda yang tipis,
konduktivitas listrik, permeabilitas magnetic, kekerasan dan kondisi
perlakuan panas dari benda uji. Metode ini juga bisa dipakai untuk meyortir
logam yang berbeda dan untuk mengukur ketebalan lapisan yang tidak
konduktor pada benda uji yang bersifat konduktif terhadap listrik. Metode
ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi retakan dan rongga yang dekat
permukaan material. (AUFAR, 2020)
Metode ini mengunakan manfaat prinsip elektromagnetik yang
mana arus yang dialirkan pada kumparan akan memberikan hasil gaya
elektromagnetis yang dikenakan ke benda uji/material, sampai terbentuk
arus [Link] ini menggambarkan adanya induksi magnet pada logam dan
jika adanya cacat besarnya impedansi yang diukur sensor arus eddy akan
berubah. Metode ini hanya bisa diaplikasikan pada logam. (Prof. Dr.
Timbangen Sembiring, 2019)
3. Elektromagnetik
Elektromagnetik merupakan energi yang mengalir pada bentuk
medan listrik dan magnetic. Elektromagnetik merupakan gelombang yang
bisa merambat walaupun tidak ada mediumnya. Pada gelombang
elektromagnetik ini ada Panjang gelombanng, amplitude, frekuensi,
kecepatan. Panjang gelombang pada hal ini berbanding terbalik dengan
frekuensi. Jadi semakin kecil frekuensi. Juga menjadi bertambah besar
panjnag gelombang dan juga ini terjadi pada kasus yang berbalikan
3
semakinbesar frekuensi juga semakin pendek Panjang gelombangnya. Pada
gelombang ini juga ada radiasi yang bisa membahayakan untuk Kesehatan
manusia. (Desi Dwi Tungga Tristanti, 2021)
4. Non Destructive Testing
Pengujian ini merupakan salah satu Teknik mengujian tanpa
merusak material benda uji. Pengujian ini memiliki tujuan untuk mendeteksi
secara dini timbulnya Crack atau Flaw material secara dini. Dilihat dari tipe
keberadaan crack pada material benda uji bisa dibedakan jadi 2 macam
pertama inside crack dan surface crack. (Prof. Dr. Timbangen Sembiring,
2019)
4
METODOLOGI PENELITIAN
1. Alat dan bahan
Berikut ini merupakan alat dan bahan yang digunakan pada saat percobaan
eddy current testing setelah dilaksanakan.
Gambar 1 Alat dan bahan
(Sumber : dokumen pribadi)
A. Olympus NORTEC 600 Unit
B. Probe
C. Blok Kalibrasi
D. Benda uji
E. Penggaris
2. Diagram Alir Praktikum
Berikut ini merupakan diagram alir praktikum modul eddy current testing.
Mulai
Literatur
Menyiapkan alat dan bahan
Melakukan konfiguarasi aolympus nortec 600
Mengkalibrasi flaw detector pada blok kalibrasi
Menginspeksi benda kerja/uji
Melakukan recording data jika mendapatkan
indikasi crack pada benda kerja/uji
Data
Pembahasan
Kesimpulan
Selesai
Gambar 3.2 Diagram Alir Praktikum
(sumber : Dokumen Pribadi)
6
3. Prosedur
Berikut ini merupakan Prosedur dari pengujian metode ini.
A. Langkah Persiapan
1) Disambungkan probe dan kabel ke flaw detector.
2) Dihudupkan flaw detector.
3) Ditekan ADV SETUP lalu tekan A (apply select) untuk memilih jenis
inspeksi yang akan dilakukan, pilih surface cracks dengan knob dan
tekan centang.
B. Langkah Kalibrasi
1) Ditekan MAIN FILTER lalu ubah FREQ menjadi 500 kHz dengan knob.
2) Ditekan DISPLAY lalu sesuaikan CHANNEL dengan FREQ yang sudah
ditentukan, dan ubah POSITION menjadi BOT RIGHT.
3) Diletakkan probe pada blok kalibrasi, tekan dan tahan tombol NULL,
hingga flaw detector mengeluarkan notfikasi “lift probe” dan berbunyi
4) Diangkat probe tegak lurus benda kerja Ketika notifikasi muncul, dan
tunggu beberapa saat hingga notifikasi menghilang
5) Diletakkan Kembali probe pada blok kalibrasi dan tekan tombol NULL,
setelah notifikasi NULL menghilang.
6) Digeser probe melewati standar crack yang tersedia tanpa mengangkat
probe, lalu tekan FREEZE
7) Ditekan ANGLE dan atur sudut diangram hasil inspeksi standar dengan
knob.
8) Ditekan GAIN untuk mengatur tinggi dan luas hasil inspeksi dengan
knob.
9) Ditekan FREEZE dan taruh probe pada blok kalibrasi Kembali dan
tekan NULL Kembali.
10) Digeser probe melewati standar crack dan perhatian, apakah sesuai
dengan hasil pengaturan yang sebelumnya. Apabila tidak ulangi
Langkah poin 5 – 9.
7
C. Langkah Inspeksi
1) Diletakkan probe pada benda kerja, tekan NULL untuk meletakkan
kursor ke crosshair.
2) Ditekan DISP dua kali, lalu tekan B putar knob hingga 3 detik.
3) Dilakukan inspeksi, jika terdapat indikasi crack¸tekan FREEZE dan
lakukan recording data, setelah melakukan pendataan tekan Kembali
FREEZE.
8
ANALISA DAN PEMBAHASAN
1. Teknis Pengujian
Beriku ini merupakan teknis pengujian pada percobaan tanpa merusak
metode Eddy current testing.
1. Spesifikasi Benda Kerja
Berikut ini merupakan spesifikasi benda kerja setelah dilakukan
pengujian pada benda kerja di metode ini.
Gambar 1. Spesifikasi benda kerja solidworks
(sumber : dokumen pribadi)
Jika dilihat dari benda kerja diatas terdapat spesifikasi benda kerja
dengan diameter Panjang 249 mm dan lebar 50 mm. dengan terdapat 5 cacat
dengan masing masing diameter h1 pajang 41 mm lebar 5 mm, h2 panjang
40 mm lebar 2 mm, v1 panjang 26 mm lebar 3 mm, v2 panjang 28 mm lebar
3 mm, v3 panjang 32 mm lebar 4 mm.
2. Konfigurasi Pengujian
Berikut ini merupakan konfigurasi pada pengujian.
Tabel 1. Konfigurasi pengujian
EQUIPMENT FREQUENCY
H/V GAIN ANGLE
NAME (kHz)
Olympus nortec 600 500 56,5 317,7
APLICATIONS SURFACE CONDITION POSITION
Surface Bot Right Ground
Pada percobaan metode ini digunakan equipment Olympus nortec 600,
dengan Frekuensi (kHz) 500, H/V Gain 56,5, angle , aplications – nya
surface, surface condition – nya bot right, position – nya ground.
2. Analisis inspeksi
Berikut ini merupakan analisis inspeksi pada metode ini.
2.1 Analisis Hasil Kalibrasi
Berikut ini merupakan hasil kalibrasi yang akan dianalisis pada metode
ECT.
Gambar 2 hasil kalibrasi 1
(Sumber : Dokumen Pribadi)
Bisa dilihat hasil pertama dimensi kedalamnnya 0,5 mm dan banyak
kotaknya yaitu 0,5.
Gambar 3 hasil kalibrasi 2
(Sumber : Dokumen Pribadi)
10
Bisa dilihat hasil kedua dimensi kedalamnya yaitu 1 mm dan banyak
kotaknya 1,
Gambar 4 hasil kalibrasi 3
(Sumber : Dokumen Pribadi)
Bisa dilihat hasil kalibrasi ketiga dimensi kedalamannya 2 mm dan
banyak kotaknya yaitu 1,5.
2.2 Analisis Hasil Inspeksi
Berikut ini merupakan analisis hasil inspeksi pada metode ETC.
1) H1
Gambar 5 h1
(Sumber : Dokumen pribadi)
Tabel 2 cacat pertama berbentuk horizontal
DIMENTION OF DEPTH (mm) MANY OF BOX
0 0
h1 0,5
1 1
• Interpolasi nilai inspeksi
h1 − 0 0,5 − 0
=
1−0 1−0
h1 = 0,5 mm
setelah didapatkan hasil dari perhitungan tabel dan
interpolasi didapatkan tingkat kedalama 0,5.
11
2) H2
Gambar 6 h2
(Sumber : Dokumen pribadi)
Tabel 3 cacat kedua berbentuk horizontal
DIMENTION OF DEPTH (mm) MANY OF BOX
0 0
h2 0,5
1 1
o Interpolasi nilai inspeksi
h2 − 0 0,5 − 0
=
1−0 1−0
h2 = 0,5 mm
setelah didapatkan hasil dari perhitungan interpolasi dan
tabel didapatkan hasil dari pengukuran h2 yaitu 0,5 mm
3) V1
Gambar 7 v1
(Sumber : Dokumen pribadi)
Tabel 4 cacat ketiga berbentuk vertikal
DIMENTION OF DEPTH (mm) MANY OF BOX
0,5 0,5
V1 1
1,5 1,5
12
o Interpolasi nilai inspeksi
V1 − 0,5 1 − 0,5
=
1,5 − 0,5 1,5 − 0,5
V1 = 1 mm
Setelah dilakukannya perhitungan dari data tabel dan
dihitung melalui rumus interpolasi didapatkan tingkat kedalaman 1
mm.
4) V2
Gambar 8 v2
(Sumber : Dokumen pribadi)
Tabel 5 cacat keempat berbentuk vertikal
DIMENTION OF DEPTH (mm) MANY OF BOX
0,5 0,5
V2 1
1,5 1,5
• Interpolasi nilai inspeksi
V2 − 0,5 1 − 0,5
=
1,5 − 0,5 1 − 0,5
V2 = 1 mm
Setelah dilakukannya pada cacat ke 2 atau V2 didapatkan
hasil dari perhitungan interpolasi dari data ditabel didapatkan tingkat
kedalaman 1 mm.
13
5) V3
Gambar 9 v3
(Sumber : Dokumen pribadi)
Tabel 6 cacat kelima berbentuk vertikal
DIMENTION OF DEPTH (mm) MANY OF BOX
0,5 0,5
V3 1
1,5 1,5
• Interpolasi nilai inspeksi
V3 − 0,5 1 − 0,5
=
1,5 − 0,5 1 − 0,5
V3 = 1 mm
Setelah dilakukannya perhitungan melalui interpolasi hasil
didapatkan data tingkat kedalaman 1 mm.
3. Analisa Kegagalan
Berikut ini merupakan Analisa kegagalan pada percobaan metode ECT.
Setelah dilakukanny percobaan pada metode ini didapatkan Analisa kegagalan
pada percobaan pertama bisa jadi dikarena oleh penguji jikalau seorang penguji
kurang mahir dalam melakukan tes atau pengujian pada metode ini bisa
mengakibatkan hasil yang didapatkan tidak akurat dan hasil yang kurang baik
dan diluar ekspektasi. Bisa juga dikarenakan fungsi alat yang sudah kuarang
maksimal dan efisien bisa mengakibatkan kurang ketepatan atau didapatkan
hasil yang tidak jelas. Bisa jadi dikarenakan frekuensi yang berikan kepada alat
uji tidak tepak atau tidak sesuai misal frekuensi terlalu tinggi ataupun terlalu
rendah dapat mengakibatkan kegagalan. Bisa jadi dikarenakan alat yang kotor,
14
berkarat dll. Bisa menyebabkan kegagalan pada saat pengujian berlangsung.
Jadi sebaiknya untuk penguji lebih banyak memahami teori bagaimana metode
ini bekerja dan juga sering melakukan percobaan agar bisa lebih ahli dan untuk
penentuan frekuensi supaya lebih diperhatikan serta pembersihan benda uji
yang harus dilakukan dengan sangat baik dan harus bersih maksimal. Selain itu,
kegagalan dapat terjadi jika permukaan benda uji memiliki ketebalan tidak
sama, karena dapat mempengaruhi pembacaan sinyal arus eddy. Adanya
campuran medan elekromagnetik yang lingkuangn sekitarnya bisa
mempengaruhi hasil pengujiannya. Karena itu, pengujian sebaiknya dilakukan
pada lingkungan yang jauh dari gangguan elektromagnetik juga menggunakan
kalibrasi alat dengan rutin untuk menjaga akurasi alat.
15
KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
Setelah dilakukannya percobaan metode uji tarik pada praktikum material
Teknik berikut ini merupakan kesimpulan yang menjawab tujuan dilakukannya
praktikum ini.
1. Pengujian ini merupakan salah satu Teknik mengujian tanpa merusak
material benda uji. Pengujian ini memiliki tujuan untuk mendeteksi secara
dini timbulnya Crack atau Flaw material secara dini. Dilihat dari tipe
keberadaan crack pada material benda uji bisa dibedakan jadi 2 macam
pertama inside crack dan surface crack. Pengujian ini juga bekerja dengan
pemanfaatan arus eddy yang terbentuk pada saat kumparan berarus listrik
AC berdekatan dengan permukaan spesimen benda uji yang terbuat dari
bahan konduktor. Arus eddy ini akan menghasilkan medan magnet yang
bisa dipengaruhi oleh kecacatan pada benda kerja atau benda uji.
2. Setelah dilakukannya percobaan pada benda uji didapatkan hasil h1 0,5 mm,
h2 0,5 mm, v1 1 mm, v2 1 mm, v3 1 mm.
5.2 Saran
Setelah dilakukannya praktikum pada metode percobaan uji tarik
dilaboratorium material Teknik ada beberapa saran untuk laboratorium dan
asisten laboratorium itu sendiri.
A. Laboratorium
1. Sebaiknya benda uji lebih divariatif
2. Sebaiknya jadwal praktikum tidak padat misal dalam 3 hari ada lebih
dari 1 modul karena dapat membuat praktikan kurang maksimal
menjalani praktikum selanjutnya dan juga perkuliahan.
3. Sebaiknya dibuku modul beri daftar isi atau nomor supaya memudahkan
mencari judul dan juga terlihat lebih baik
B. Asisten Labratorium
1. Sebaiknya asisten dapat bersikap lebih tegas terhadap praktikan yang
gaduh atau tidak kondusif
2. Sebaiknya asisten bisa menjaga lisan dan perkataanya.
3. Sebaiknya asisten dapat lebih baik lagi dalam menjelaskan.
17
Daftar Pustaka
AUFAR, M. H. (2020). ANALISIS KEMAMPUAN PENDETEKSIAN PROBE
EDDY. ANALISIS KEMAMPUAN PENDETEKSIAN PROBE EDDY, 5-6.
Desi Dwi Tungga Tristanti, S. (2021). Analisis Kemampuan Multirepresentasi
Verbal dan Tabel Tentang Konsep Spektrum. Pancasakti Science
Education Journal, 3.
Prof. Dr. Timbangen Sembiring, M. ,. (2019). Alat pengujian material. medan:
[Link].
Suwarno, D. U. (2016). Alat Peraga Efek Arus Eddy Dengan Menggunakan.
PROSIDING SNIPS, 269.
LAMPIRAN
Lampiran A. FWI
Lampiran B. Bukti mengikuti sosialisasi, praktikum teori, dan praktikum alat.
Lampiran C. benda kerja uji tarik solidworks