PRAKTIKUM MACHINE VISION
“PERSONAL PROTECTIVE EQUPMENT DETECTION”
Disusun Oleh:
Nama : Fu’an Oryza R. W.
Kelas : TO VIB
NRP : 0922040033
PROGRAM STUDI D4 TEKNIK OTOMASI
JURUSAN TEKNIK KELISTRIKAN KAPAL
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
2025
1. Latar Belakang
Keselamatan kerja di lingkungan industri memerlukan penggunaan Alat
Pelindung Diri (APD) yang sesuai standar. Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga
Kerja No. 8 Tahun 2010, pengusaha wajib menyediakan APD (misalnya helm,
pelindung wajah, sarung tangan, sepatu keselamatan, dll.) kepada pekerja serta
memastikan penggunaannya. Data global menunjukkan tingginya angka
kecelakaan kerja, menurut ILO hampir 380.000 pekerja meninggal dan 374 juta
lainnya cedera setiap tahun akibat kecelakaan kerja. Di Indonesia, angka kecelakaan
kerja juga meningkat; BPJS Ketenagakerjaan mencatat 265.334 kasus kecelakaan
kerja pada periode Januari–November 2022 (naik dari 234.270 kasus sepanjang
2021). Banyak korban luka parah disebabkan tidak menggunakan APD, misalnya
60% kasus cedera kepala karena tidak memakai helm, 90% cedera wajah tanpa alat
pelindung muka, 77% cedera kaki tanpa sepatu pengaman, dan 66% cedera tangan
tanpa sarung tangan.
Walaupun efektif, penggunaan APD seringkali tidak konsisten. Penelitian
menunjukkan ketidakpatuhan pekerja dalam memakai APD menjadi faktor
signifikan merugikan keselamatan kerja. Karena itu, diperlukan mekanisme
pemantauan yang otomatis dan efisien untuk mendeteksi ketidakpatuhan APD.
Kemajuan teknologi machine learning dan computer vision memunculkan metode
otomatis untuk mendeteksi penggunaan APD secara real-time. Algoritma berbasis
CNN (Convolutional Neural Network) populer digunakan karena mampu
menganalisis gambar untuk deteksi objek secara langsung. Sebagai contoh,
algoritma YOLO (You Only Look Once) merupakan model CNN satu tahap yang
dirancang untuk deteksi objek real-time. Berbagai studi telah
mengimplementasikan YOLO (misalnya YOLOv5, YOLOv8) atau Faster R-CNN
untuk mengenali APD seperti helm, rompi keselamatan, masker, dan sarung tangan
pada gambar pekerja. Contohnya, Ardiansyah et al. menggunakan model YOLOv8
yang terkenal akan kecepatan dan akurasinya untuk mendeteksi helm, rompi, dan
masker pada pekerja. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan
kerja dengan mengotomatisasi pengawasan pemakaian APD, sekaligus membuat
pelaporan jumlah pekerja yang patuh terhadap kewajiban APD menjadi lebih
mudah.
2. Flowchart Sistem
3. Contoh Dataset
a. Helmet
b. Glasses
c. Safety-vest
d. Gloves
4. Link Dataset : [Link]
5_gu5t2hb_McHOelbaFdBO?usp=drive_link