VARIABEL VOL. 4 NO.
2 (October 2021): 39-45
p-ISSN: 2593-302X dan e-ISSN: 2599-3038
Variabel is licensed under
a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Penggunaan Media Laboratorium Virtual PhET Simulation untuk
Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Mahasiswa pada Mata
Kuliah Eksperimen Fisika Sekolah
Yoan Theasy1,*), Andi Bustan2, M. Nawir3
Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Palangka Raya, Indonesia
yoante321@gmail.com1, abustan@[Link].id2, nawir0393@gmail.com3
*)
Corresponding author
Kata Kunci: ABSTRAK
Laboratorium Virtual; PhET Pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi Covid-19
Simulation; Pemahaman memiliki banyak keterbatasan, antara lain adalah kegiatan
Konsep kuliah tatap muka serta kegiatan praktikum di laboratorium
yang dialihkan ke sistem pembelajaran dalam jaringan. Hal
ini mengakibatkan antara lain kemampuan pemahaman
konsep mahasiswa dalam pembelajaran fisika menjadi
menurun. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan
laboratorium virtual Physic Education and Technology
(PhET) simulation sebagai media pembelajaran di masa
pandemi Covid-19 sebagai salah satu solusi yang dapat
dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan pemahaman
konsep fisika mahasiswa. Jenis penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan metode
eksperimen berbentuk one group pretest-posttest design.
Sampel penelitian yaitu mahasiswa Program studi Pendidikan
Fisika Tahun Ajaran 2020/2021 sebanyak 26 orang ditentukan
dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini
menggunakan satu kelas untuk diteliti yang diberi perlakuan
dengan memanfaatkan laboratorium virtual Physic Education
and Technology (PhET) simulation sebagai media
pembelajaran. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini
adalah soal pemahaman konsep dalam bentuk tes uraian.
Pengambilan data dilakukan dua kali yaitu sebelum
melakukan treatment (pretest) dan sesudah melakukan
treatment (posttest), kemudian untuk mengetahui peningkatan
pemahaman konsep fisika mahasiswa dilakukan uji N-gain.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa peningkatan hasil
belajar mahasiswa memperoleh kriteria tinggi dengan skor N-
gain sebesar 0,732. Oleh karena itu hasil studi menyatakan
bahwa penggunaan laboratorium virtual PhET simulation
sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan
pemahaman konsep fisika mahasiswa.
39
Variabel Vol. 4 No. 2
(October 2021). Page: 39-45
PENDAHULUAN
Masa pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun
Universitas. Proses pembelajaran tatap muka serta kegiatan praktikum di laboratorium tidak dapat
terlaksana sebagaimana mestinya. Menurut Yahya, Hermansyah, dan Fitrianto (2019) menyatakan
bahwa eksperimen dalam pembelajaran IPA khususnya fisika bermanfaat untuk mengkonstruk
pemahaman siswa dalam memahami gejala alam, konsep, dan prinsip sains. Kegiatan ini
sangat penting dilakukan oleh siswa untuk membuktikan konsep-konsep dari teori-teori yang
telah dipelajari. Fisika pada hakekatnya melibatkan dimensi produk berupa kumpulan teori
yang telah teruji kebenarannya dan dimensi produk berupa serangkaian kegiatan yang harus
dilakukan untuk memperoleh pengetahuan dan gejala-gejala alam yang kita kenal sebagai
metode ilmiah.
Menurut Tuhusula et al. (2020), pada dasarnya kegiatan eksperimen di dalam laboratorium harus
dilaksanakan dalam pembelajaran fisika yang mana membutuhkan ruang laboratorium. Sebagai
alternatif virtual laboratorium dapat digunakan. Masa Pandemi Covid-19 membuat kegiatan
pembelajaran tatap muka serta kegiatan praktikum di laboratorium tidak dapat terlaksana sebagaimana
mestinya, sehingga mempengaruhi menurunnya kemampuan pemahaman konsep serta keterampilan
mahasiswa dalam pembelajaran fisika. Hal ini terlihat dari hasil belajar fisika mahasiswa pada mata
kuliah Eksperimen Fisika Sekolah. Data hasil tes mahasiswa S-1 program studi pendidikan fisika
Universitas Palangka Raya (UPR) pada semester VI pada mata kuliah Eksperimen Fisika Sekolah
tahun akademik 2019/2020 menunjukkan 20 orang dari 36 mahasiswa mendapatkan rentang nilai 50-
60 (skala maksimal 100). Setelah dilakukan wawancara langsung dengan beberapa mahasiswa secara
online, maka diketahui bahwa pemahaman konsep mahasiswa tentang materi pembelajaran fisika
masih kurang. Penyebab hal tersebut adalah mahasiswa masih kurang memahami konsep materi fisika,
sehingga pada saat diberikan suatu soal mengenai konsep fisika mereka akan mengalami kebingungan
dalam menyelesaikan soal tersebut. Mahasiswa terbiasa untuk menyelesaikan soal dalam bentuk
perhitungan, dan masih kurang dalam penguasaan konsep. Pemahaman konsep adalah proses
perbuatan untuk mengerti benar tentang suatu rancangan atau suatu ide abstrak yang memungkinkan
seseorang untuk menggolongkan suatu objek atau kejadian, dan pemahaman konsep diperoleh melalui
proses belajar (Henny, 2012).
Pemahaman merupakan hasil belajar mengajar yang mempunyai indikator dan setiap individu dapat
menjelaskan atau mendefinisikan suatu bagian informasi dengan kata-kata sendiri. Dosen sebagai
pengajar sudah semestinya selalu berusaha untuk membuat peserta didik tetap aktif dan maksimal
dalam belajar meskipun hanya dari rumah, yaitu salah satunya dengan belajar dalam jaringan (daring)
dengan pemberian materi melalui aplikasi belajar seperti google classroom dan zoom. Tetapi hal
tersebut tidaklah cukup karena diperlukan suatu pembelajaran yang tidak hanya mampu menguasai
konsep saja tetapi juga mampu menyesuaikannya dengan praktik. Eksperimen yang seharusnya
dilakukan di laboratorium sebagai tempat untuk mengaplikasikan teori keilmuan, pengujian teoritis,
pembuktian uji coba, penelitian dan sebagainya dengan menggunakan alat bantu yang menjadi
kelengkapan dari fasilitas dengan kuantitas dan kualitas yang memadai tidak dapat terlaksana seperti
biasanya diakibatkan karena masa pandemi Covid-19. Yatin, Hadma, dan Luvia (2020) menyatakan
bahwa penggunaan media belajar pada pembelajaran fisika berbasis daring selama pandemi Covid-19
memiliki tantangan tersendiri terutama kegiatan praktikum. Pada pembelajaran praktikum, media
belajar yang ditemukan masih minim dan terbatas pada alat praktikum yang digunakan secara
langsung. Padahal pembelajaran ini mengharuskan adanya media belajar baru, aktif, dan konstruktif
yang mendukung proses pembelajaran jarak jauh. Oleh sebab itu, diperlukan praktikum virtual untuk
memenuhi tuntutan tersebut. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan
pemanfaatan teknologi dan informasi dan komputer.
40
Variabel Vol. 4 No. 2
(October 2021). Page: 39-45
Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, komunikasi dan informasi sangat membantu dalam
menghasilkan media pembelajaran. Berbagai media interaktif telah diproduksi dan diaplikasikan oleh
banyak sekolah dan lembaga pendidikan. Begitu pula halnya kegiatan percobaan sudah dapat
digantikan melalui media simulasi interaktif. Melalui media simulasi interaktif ini, kegiatan percobaan
dapat dikerjakan oleh siswa (Sinulingga et al., 2016). Teknologi komputer dapat digunakan untuk
menunjang pelaksanaan praktikum fisika, baik untuk memahami konsep, mengumpulkan data,
maupun menyajikan dan mengolah data. Selain itu, komputer juga dapat digunakan untuk
memodifikasi eksperimen dan menampilkan eksperimen lengkap dalam bentuk virtual yang disebut
Virtual Laboratory Model (VLM). Peserta didik dapat melakukan kegiatan eksperimen dengan
menggunakan laboratorium virtual. Laboratorium virtual atau yang sering juga disebut sebagai
simulasi virtual adalah suatu bentuk laboratorium dengan kegiatan pengamatan atau eksperimen
dengan menggunakan software yang dijalankan pada sebuah computer (Saputra, Nur, & Purnomo,
2017).
Laboratorium virtual memiliki kelebihan, yaitu dapat digunakan untuk menjelaskan konsep abstrak
yang tidak dapat dijelaskan secara verbal. Penggunaan laboratorium virtual juga tidak memerlukan
persiapan yang lama karena pengajar tidak perlu mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan
dalam percobaan. Salah satu laboratorium virtual yang banyak dimanfaatkan dalam bidang pendidikan
dan penelitian adalah simulasi PhET (Physics Education Technology) yang diciptakan oleh komunitas
sains melalui PhET Project di University of Colorado, USA. Simulasi ini bersifat interaktif yang dapat
diunduh secara gratis dan dapat diakses secara online maupun offline (Supurwoko et al., 2017).
Penelitian yang dilakukan oleh Sugiana et al. (2016) menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif
terhadap penguasaan konsep dan kreativitas siswa kelompok eksperimen fisika yang diperlakukan
menggunakan model pembelajaran berbasis generatif menggunakan media laboratorium virtual.
Pernyataan tersebut didukung oleh penelitian yang sudah dilakukan oleh Siti et al. (2020) mengenai
Penggunaan PhET Simulation dalam meningkatan pemahaman konsep fisika peserta didik, dimana
hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman konsep fisika pada kelas eksperimen sebesar
0,62 sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 0,13. Berdasarkan hasil perhitungan N-gain dapat
dikatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan PhET Simulation dapat meningkatkan
pemahaman konsep fisika peserta didik. Kemudian hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Suhandi
(2009) bahwa penggunaan media simulasi PhET lebih banyak menurunkan miskonsepsi pada peserta
didik jika dibandingkan menggunakan alat peraga pada materi rangkaian listrik. Hal tersebut
dikarenakan karakteristik simulasi PhET dapat menyajikan fenomena yang sifatnya mikroskopis dan
abstrak ke dalam bentuk nyata dbandingkan menggunakan alat peraga. Selanjutnya penelitian yang
sudah dilakukan oleh Dedi, Wahab, dan Jamal (2020) menyatakan bahwa (1) media simulasi PhET
secara efektif digunakan untuk membantu guru dan siswa dalam mempelajari konsep Fisika, (2) sangat
baik dikombinasikan dengan pembelajaran inkuiri, serta (3) efektif dalam menjelaskan konsep Fisika
yang sifatnya abstrak. Berdasarkan uraian diatas, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan
laboratorium virtual Physic Education and Technology (PhET) simulation sebagai media pembelajaran
di masa pandemi Covid-19 untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika mahasiswa pada mata
kuliah eksperimen fisika sekolah.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen
berbentuk one group pretest-posttest design. Penggunaan desain ini dipilih karena hendak memperoleh
data mengenai peningkatan kemampuan suatu sampel penelitian setelah dilakukan perlakuan terhadap
sampel tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Palangkaraya. Sampel penelitian adalah
mahasiswa Program studi Pendidikan Fisika Tahun Ajaran 2020/2021 sebanyak 26 orang ditentukan
dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian soal tes
kemampuan pemahaman konsep mahasiswa untuk melihat peningkatan pemahaman konsep
mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan pemahaman
konsep yang telah divalidasi sebelumnya oleh beberapa ahli. Menurut Arikunto (2010: 203),
“Instrumen adalah alat atau fasilitas yang digunakan dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya
41
Variabel Vol. 4 No. 2
(October 2021). Page: 39-45
lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih
mudah diolah”. Penelitian ini berusaha untuk mendeskripsikan bagaimana pemanfaatan laboratorium
virtual PhET Simulation sebagai media pembelajaran dalam upaya meningkatkan pemahaman konsep
fisika mahasiswa.
Pada tahap pelaksanaan penelitian ini terdiri dari beberapa tahap yang dilakukan. Pada tahap
pelaksanaan ini diberi perlakuan dengan memanfaatkan laboratorium virtual Physic Education and
Technology (PhET) simulation sebagai media pembelajaran. Pengambilan data dilakukan dua kali
yaitu sebelum melakukan treatment (pretest) dan sesudah melakukan treatment (posttest) untuk
melihat peningkatan pemahaman konsep fisika mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga diajarkan cara
menggunakan simulasi yang terdapat pada PhET, kemudian mahasiswa melakukan sebuah eksperimen
pengambilan data menggunakan Media Laboratorium Virtual PhET Simulation yang selanjutnya
dilaporkan dalam bentuk laporan penelitian. Data hasil penelitian ini diperoleh dari hasil nilai pretest
dan posttest yang dianalisis menggunakan uji N-gain. Pada analisis uji N-gain terdapat beberapa
kategori peningkatan, kategori tersebut dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Kriteria Indeks Rerata Gain Dinormalisasi
Kriteria Perolehan <g> Interpretasi
0,70 < <g> ≤ 1,00 Tinggi
0,30 ≤ <g> ≤ 0,70 Sedang
0,00 < <g> < 0,30 Rendah
<g> = 0,00 Tidak terjadi peningkatan
-1,00 ≤ <g> < 0,00 Terjadi penurunan
HASIL DAN PEMBAHASAN
Rekapitulasi hasil pretest, posttest dan gain yang dinormalisasi (N-gain) peningkatan pemahaman
konsep mahasiswa untuk materi getaran harmonik disajikan pada Tabel 2.
Tabel 2. Hasil N-gain Tes Pemahaman Konsep Mahasiswa
Pretest Posttest N-gain %N-gain Kategori
61,5 89,7 0,732 73,2 Tinggi
Berdasarkan Tabel 2, terlihat bahwa perolehan skor N-gain sebesar 0,732 atau 73,2 %, dengan skor
gain yang dinormalisasi kriteria yaitu 0,70 ≤ <g> ≤ 1,00 kategori tinggi. Hal ini memperlihatkan
bahwa terdapat peningkatan pemahaman konsep fisika yang sangat baik. Rincian nilai pretest
mahasiswa sebesar 61,5 dan setelah menggunakan media pembelajaran PhET Simulation sebagai
laboratorium virtual pada materi getaran harmonik, diperoleh nilai posttest 89,7 yang menggambarkan
bahwa terjadi pengaruh yang positif dan peningkatan yang baik pula terhadap pemahaman konsep
fisika mahasiswa. Pada pembelajaran dengan menggunakan PhET simulation sebagai laboratorium
virtual, mahasiswa diarahkan untuk melakukan praktikum mengenai topik getaran harmonik. PhET
simulation dapat diakses secara online maupun offline, sehingga dapat mempermudah mahasiswa
untuk melakukan pembelajaran dimana saja. Pada program PhET terdapat 2 simulasi yang termasuk
kedalam topik getaran harmonik, yaitu Masses and spring dan Pendulum Lab. Mahasiswa dibentuk
dalam beberapa kelompok, kemudian diberikan LKPD sesuai dengan tema masing-masing simulasi
tersebut. Setelah itu, tiap kelompok diharuskan untuk membuat hasil laporan berdasarkan hasil
praktikum yang sudah dilakukan. Menurut Prihatiningtyas, Prastowo, dan Jarmiko (2013), simulasi
PhET memberikan kesan yang positif , menarik, dan menghibur serta membantu penjelasan secara
mendalam tentang suatu fenomena alam. Sejalan dengan hal tersebut, Permata dan Mariati (2016)
dalam penelitiannya mengenai pengaruh model Discovery Learning berbantuan media PhET terhadap
hasil belajar siswa, diperoleh kesimpulan rata-rata persentase perkembangan aktivitas, sikap dan
keterampilan masing-masing dalam kategori baik sedangkan di kelas kontrol rata-rata persentase
perkembangan sikap termasuk dalam kategori cukup baik. Pembelajaran seperti ini diharapkan dapat
42
Variabel Vol. 4 No. 2
(October 2021). Page: 39-45
meningkatkan kemampuan pemahaman konsep mahasiswa dengan menghubungkan antara teori yang
diajarkan dan praktik yang dilakukan.
Gambar 1. Simulasi Masses and Spring (Hubungan antara Massa Beban terhadap Periode Getaran
Harmonik pada Pegas).
Sumber: [Link] [04 Juni 2021]
Gambar 2. Simulasi Pendulum Lab (Hubungan antara Panjang Tali terhadap Periode dan Frekuensi
Getaran pada Bandul).
Sumber: [Link] [04 Juni 2021]
Gambar 1 adalah salah satu hasil laporan praktikum materi getaran harmonik dengan tema simulasi
masses and spring, dimana simulasi tersebut sudah tersedia pada program PhET yang diakses secara
online oleh mahasiswa. Gambar 2 menunjukkan hasil percobaan simulasi materi getaran harmonik
dengan tema pendulum lab dan juga diakses secara online oleh mahasiswa. Mahasiswa terlihat tertarik
dan antusias dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan laboratorium virtual sebagai
media pembelajaran. Hal ini karena selama masa pandemi covid-19, kegiatan praktikum dan
eksperimen yang harusnya dilaksanakan di laboratorium nyata untuk sementara ditiadakan untuk
mencegah penyebaran virus covid-19.
Pembelajaran secara mandiri menggunakan PhET simulation sebagai laboratorium virtual mampu
meningkatkan pemahaman konsep pada sub materi getaran harmonik. Pembelajaran fisika hendaknya
berorientasi pada keterampilan proses dengan melakukan eksperimen sehingga peserta didik
memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dengan obyek konkrit sampai dengan penemuan konsep.
Selain melakukan praktikum dan eksperimen di laboratorium nyata, dapat dilakukan juga dengan
43
Variabel Vol. 4 No. 2
(October 2021). Page: 39-45
memanfaatkan perkembangan teknologi informasi komputer (Yahya, Hermansyah, & Fitrianto, 2019).
Salah satu media pembelajaran yang penggunaannya memanfaatkan teknologi komputer, yaitu
program media virtual seperti laboratorium virtual, multimedia interaktif, dan simulasi interaktif
antara lain PhET simulation. Hal ini juga sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh
Hikmawati, Sutrio, dan Mahesti (2019) bahwa pembelajaran fisika dengan laboratorium virtual dapat
membantu peserta didik lebih mandiri, dan dapat mengembangkan kemampuan peserta didik
memahami suatu konsep.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa
terdapat peningkatan pemahaman konsep fisika mahasiwa setelah memanfaatkan laboratorium virtual
Physic Education and Technology (PhET) simulation sebagai media pembelajaran. Hal tersebut dapat
dilihat dari hasil tes pemahaman konsep fisika mahasiswa pada materi getaran harmonik memperoleh
kriteria tinggi dengan skor N-gain sebesar 0,732.
UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih disampaikan kepada Tim Hibah Penelitian Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Palangka Raya Tahun Anggaran 2021, sehingga kami dapat turut berpartisipasi dalam
kegiatan penelitian, kemudian terima kasih karena telah membimbing, mengarahkan dan memberikan
fasilitas untuk seluruh proses penyusunan hasil penelitian sampai publikasi ilmiah. Terima kasih juga
kami ucapkan kepada program studi S-1 pendidikan fisika yang telah berpartisipasi dalam kegiatan
penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto. (2010). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Dedi, R. R., Wahab, A. J., & Jamal. (2020). PhET: Simulasi Interaktif dalam Proses Pembelajaran
Fisika. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 5(1), 10-14.
Henny. (2012). Penerapan Pembelajaran Generatif dengan Strategi Problem Solving untuk
Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa SMA pada Materi Fluida Statis. Skripsi. Jurusan
Pendidikan FPMIPA UPI Bandung. Tidak diterbitkan. Diakses pada tanggal 5 Januari 2014.
Hikmawati., Sutrio., & Mahesti, K. (2019). Pengenalan PhET Simulations sebagai Laboratorium
Virtual. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, 2(4), 480-483.
Permata, S. D., & Mariati, P. S. (2016). Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Media PhET
Terhadap Hasil Belajar Siswa. Jurnal Inpafi, 4(4), 1-9.
Prihatiningtyas, S., Prastowo., & Jarmiko. (2013). Implementasi Simulasi PhET dan KIT Sederhana
untuk Mengajarkan Keterampilan Psikomotor Siswa pada Pokok Bahasan Alat Optik. Jurnal
Pendidikan IPA Indonesia, 2(1), 18-22.
Saputra, T. B. R., Nur, M., & Purnomo, T. (2017). Pengembangan Pembelajaran Inkuiri Berbantuan
PhET untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains Siswa. Journal of Science Education and
Practice, 1(1), 20-31.
Sinulingga, P. et al. (2016). Implementasi Pembelajaran Fisika Berbantuan Media Simulasi PhET
untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Listrik Dinamis. JPPPF (Jurnal
Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika), 2(1), 57-64.
Siti, I. M., Pujianti, B. D., Agustinus, A. E., & Muhamad Epi, R. (2020). Penggunaan PhET
Simulation dalam Meningkatan Pemahaman Konsep Fisika Peserta Didik. Jurnal Penelitian
Pendidikan Fisika, 5(2), 136-141.
Sugiana, I. N., Ahmad, H., Hairunnisyah, S., & Gunawan. (2016). Model Pembelajaran Generatif
Berbantuan Media Laboratorium Virtual terhadap Penguasaan Konsep Fisika Siswa pada
Materi Momentum dan Impuls. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi, 2(2), 61-65.
44
Variabel Vol. 4 No. 2
(October 2021). Page: 39-45
Suhandi, A. (2009). Efektivitas Penggunaan Media Simulasi Virtual pada Pendekatan Pembelajaran
Konseptual Interaktif dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Meminimalkan
Miskonsepsi. Jurnal Pengajaran MIPA, 13(1), 35-47.
Supurwoko et al. (2017). Virtual Lab Experiments: Physics Education Technology (PhET) Photo
Electric Effect For Senior Highs School International. Journal of Science and Applied
Science: Conf Series, 2(1), 381-386.
Tuhusula, T. S. et al. (2020). Eksperimen Menggunakan Virtual Lab Berbasis PhET Simulation Dalam
Pembelajaran Fisika Pada Materi Gerak Parabola. Jurnal Pendidikan Fisika, 9(2), 128-135.
Yahya, F., Hermansyah., & Fitrianto, S. (2019). Virtual Experiment Untuk Meningkatkan Pemahaman
Siswa Pada Konsep Getaran Dan Gelombang. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi, 5(1),
144-149.
Yatin, R. U., Hadma, Y., & Luvia, R. N. (2020). Kendala Mahasiswa dalam Menggunakan Simulasi
Virtual PhET pada Pembelajaran Praktikum Gelombang selama Pandemi Covid-19. Prosiding
Seminar Nasional Pendidikan Fisika VI, 1-8.
45