Pengaruh Keputusan Investasi dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan
Pengaruh Keputusan Investasi dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan
Abstrak
Nilai perusahaan adalah variabel penting untuk diperhatikan bagi kelangsungan hidup perusahaan,
nilai perusahaan pada hakikatnya adalah kepercayaan investor terhadap masa depan perusahaan dan
menilai bahwa perusahaan memiliki prospek yang baik. Pada penelitian ini dilakukan pengujian
terhadap faktor-faktor yang memengaruhi nilai perusahaan. Faktor sebagai variabel yang diuji
adalah keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan profitabilitas perusahaan, selain itu
penelitian ini juga menguji apakah variabel yang diuji memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan
jika di intervensi oleh kebijakan dividen. Sampel yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah
perusahaan-perusahaan di BEI pada sektor barang konsumen primer. Penelitian ini menggunakan
metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif -kausal. Data diambil menggunakan teknik
purposive sampling. Analisis data dan pengujian hipotesis dilakukan menggunakan analisis SEM
dengan teknik PLS, analisis menggunakan software SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa keputusan investasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan,
keputusan pendanaan tidak memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan, profitabilitas memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, dan variabel k ebijakan dividen tidak
dapat mengintervensi pengaruh antara keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan profitabilitas
terhadap nilai perusahaan.
Kata Kunci: Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, Profitabilitas.
PENDAHULUAN
Perusahaan merupakan entitas yang membutuhkan modal untuk digunakan dalam
berbagai kegiatan perusahaan. Untuk mendapatkan modal salah satu cara yang efektif
dilakukan adalah menawarkan saham ke publik. Investor dalam menanamkan dana ke
perusahaan memiliki berbagai pertimbangan, pertimbangan-pertimbangan tersebut terkait
kinerja keuangan perusahaan dan prospek perusahaan ke depannya, dengan pertimbangan
tersebut pihak investor mengharapkan kembalian berupa kenaikan harga saham dan
sebagian laba yang dibagikan dalam bentuk dividen.
Nilai perusahaan yang tinggi yang merupakan implikasi dari tingginya permintaan
saham perusahaan, sehingga harga saham tersebut naik dan memberikan jaminan bagi
kelangsungan hidup perusahaan secara berkelanjutan. Secara umum nilai perusahaan
merupakan suatu ukuran yang menyatakan atribut atas pengaruh faktor-faktor atau variabel
keuangan. Untuk mendefinisikan atribut tersebut dapat digunakan berbagai indikator,
beberapa indikator tersebut adalah Price To Book Value (PBV) dan Price Earning Ratio
(PER).
PBV merupakan sebuah rasio yang dihitung dengan membandingkan kapitalisasi
pasar dan nilai buku. angka rasio tersebut mendeskripsikan kepercayaan para pemegang
modal atau dana terhadap keberhasilan perusahaan yang terwujud dalam bentuk pencapaian
di masa yang akan datang. Sedangkan PER merupakan rasio yang membandingkan antara
harga per lembar saham dengan pendapatan per lembar saham. Rasio ini dapat digunakan
untuk menilai perusahaan, rasio ini menunjukkan kesediaan investor untuk membayar
Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis
Volume 7 No 6 Tahun 2024 | 39
sebesar rupiah angka rasio untuk setiap Rp1 laba yang dihasilkan oleh perusahaan, rasio ini
juga menunjukkan persepsi investor terhadap prospek bisnis perusahaan di masa yang akan
datang.
Nilai suatu perusahaan erat kaitannya dengan keputusan manajemen keuangan
(Hanafi, 2016). Lebih lanjut dinyatakan bahwa manajer keuangan bertugas mengambil
keputusan yang berkaitan dengan pendanaan (financing) dan mengambil keputusan yang
berkaitan dengan alokasi dana tersebut untuk mendanai pembelian aset (investment). Selain
dua tugas tersebut terdapat peranan lain manajemen keuangan yaitu membagikan hasil
keuntungan (dividend), dari keuntungan yang diperoleh manajer keuangan harus
memproyeksikan berapa bagian dari laba tersebut yang akan dibagikan ke pemegang
saham, sedangkan sisanya akan dimasukkan kembali dalam bentuk laba ditahan (Anwar,
2019).
Keputusan investasi merupakan keputusan yang berkaitan dengan masalah pemilihan
investasi yang diinginkan dari suatu organisasi pada kesempatan yang tersedia dengan
memilih satu atau lebih alternatif investasi yang dinilai memiliki keuntungan (Suryanto, et
al., 2021). Tujuan keputusan investasi adalah memperoleh tingkat keuntungan yang tinggi
dengan tingkat risiko yang tertentu. Keuntungan yang tinggi dengan tingkat risiko yang
bisa dikelola diharapkan akan menaikkan nilai perusahaan, yang berarti menaikkan
kemakmuran pemegang saham. Keputusan pendanaan berkaitan dengan permasalahan
pemilihan berbagai bentuk sumber dana yang tersedia guna melakukan investasi dengan
memilih satu atau lebih alternatif pembelanjaan yang menimbulkan biaya paling murah
(Suryanto, et al., 2021). Tujuan keputusan pendanaan adalah memperoleh dana dengan
biaya yang paling murah dengan tingkat risiko tertentu.
Profitabilitas juga merupakan faktor yang dapat digunakan untuk menjelaskan nilai
perusahaan. Profitabilitas merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
laba. Perusahaan dengan profitabilitas yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan tersebut
telah berhasil menggunakan dan mengelola modal yang dimilikinya secara efektif dan
efisien, selain itu perusahaan yang profitable menunjukkan terdapatnya prospek akan
kinerja bagus yang berkelanjutan ke depannya, selain juga bahwa dengan profitabilitas
yang tinggi maka besar kemungkinan perusahaan tersebut membayarkan dividen dengan
nominal yang tinggi pula. Selain keputusan investasi dan keputusan pendanaan, manajer
keuangan juga merupakan pihak yang mempunyai wewenang untuk melaksanakan
keputusan dividen. Keputusan dividen sebagai kebijakan perusahaan menurut (Suryanto, et
al., 2021) adalah keputusan yang berkaitan dengan masalah penentuan besarnya persentase
dari laba yang akan dibayarkan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham.
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut maka penulis berkeinginan untuk
melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan,
dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan dimediasi oleh Kebijakan Dividen (Studi
Kasus Pada Perusahaan Sektor Barang Konsumen Primer 2018-2021)”.
METODOLOGI
Pada kegiatan penelitian terdapat beberapa metode yang dapat digunakan. Pada
kegiatan penelitian ini penulis menggunakan metode kuantitatif. Metode penelitian
kuantitatif merupakan prosedur dan cara-cara untuk memperoleh, menyajikan, mengolah,
memproses, dan menginterpretasikan data-data berupa angka. Penggunaan metode
penelitian kuantitatif dilakukan karena data-data yang diambil dari sampel untuk diolah dan
kemudian diinterpretasi merupakan data kuantitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah asosiatif-kausal. (Anshori & Iswati, 2009) menjelaskan bahwa
penelitian asosiatif adalah suatu pertanyaan penelitian yang bersifat hubungan antara dua
40 | Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis (JREB) - EISSN: 23784812
variabel atau lebih. Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Populasi
pada penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang terdaftar di sektor barang konsumen
primer yang terklasifikasi dalam IDX Industrial Classification (IDX-IC) yang terdaftar i
Bursa Efek Indonesia periode tahun 2018-2022 yang berjumlah 72 perusahaan.
Pada penelitian ini peneliti menerapkan teknik pengambilan sampel yaitu teknik
purposive sampling, purposive sampling merupakan teknik pengambilan sampel dengan
menggunakan pertimbangan atau kriteria tertentu yang ditetapakan dan disesuaikan dengan
tujuan penelitian. Kriteria yang ditetapkan oleh peneliti dalam mengambil sampel dalam
penelitian ini adalah:
a. Perusahaan sektor barang konsumen primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
tahun 2018-2022 yang mempublikasikan laporan keuangan tahunan
b. Perusahaan sektor barang konsumen primer yang rutin membayarkan dividen selama
periode pengamatan penelitian yaitu tahun 2018-2022
Berdasarkan kriteria diatas maka didapatkan jumlah perusahaan yang tergolong
dalam kriteria tersebut dan menjadi sampel adalah:
Tabel 1. Kriteria Pengambilan Sampel
Kriteria Jumlah Perusahaan
Perusahaan sektor barang konsumen 72
primer yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia tahun 2018-2022 yang
mempublikasikan laporan keuangan
tahunan
Perusahaan sektor barang konsumen (45)
primer yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia yang tidak rutin membayarkan
dividen selama periode pengamatan
penelitian yaitu tahun 2018-2022
Perusahaan sektor barang konsumen (1)
primer yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia yang memiliki laba negatif
selama periode pengamatan penelitian
yaitu tahun 2018-2022
Sampel penelitian 26
Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder berupa laporan
tahunan perusahaan sektor barang konsumen primer yang menjadi sampel penelitian.
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Dokumen
yang digunakan dalam penelitian ini merupakan Laporan Tahunan yang diterbitkan oleh
sampel penelitian. Laporan tersebut penulis dapatkan melalui situs web resmi dari masing-
masing subjek penelitian.
Sedangkan variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari lima
variabel manifest yang setiap variabel manifestnya diwakili oleh dua variabel laten. Dari
lima variabel manifest tersebut terdapat tiga variabel ind ependen, variabel independen
pertama adalah keputusan investasi yang diwakili oleh Total Asset Growth (TAG), dan
Fixed Asset to Total Asset (FATA), variabel independen kedua adalah keputusan
pendanaan yang diwakili oleh Debt to Asset Ratio (DAR), dan Debt to Equity Ratio
(DER), variabel independen ketiga adalah profitabilitas yang diwakili oleh Return on Asset
(ROA), dan Return on Equity (ROE). Kemudian terdapat satu variabel intervening yaitu
kebijakan dividen yang diwakili oleh Dividend Payout Ratio (DPR), dan Dividend Yield
Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis
Volume 7 No 6 Tahun 2024 | 41
(DY). Satu variabel manifest lain adalah variabel dependen yaitu nilai perusahaan yang
diwakili oleh Price to Book Value (PBV) dan Price Earning Ratio (PER).
Tabel 2. Definisi Operasional Variabel
Variabel Proksi 1 Proksi 2
Keputusan Investasi (X1) Total Asset Growth (TAG) = Fixed Asset To Total Asset
Total Aset (t)−Total Aset (t−1) 𝐹𝑖𝑥𝑒𝑑 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡
Total Aset (t−1)
(FATA) =
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡
Keputusan Pendanaan Debt To Equity Ratio (DER) = Debt To Asset Ratio (DAR) =
(X2) Total Hutang Total Hutang
Total Ekuitas Total Aset
Pada penelitian ini pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis SEM
dengan teknik PLS. Pemilihan SEM-PLS sebagai teknik analisis data dilakukan karena
variabel dalam penelitian ini bersifat laten karena memerlukan indikator-indikator atau
variabel-variabel manifest untuk menjelaskannya, serta sampel yang digunakan tidak
terlalu besar, sehingga teknik analisis yang cocok digunakan adalah SEM-PLS. Persamaan
yang akan diuji dalam penelitian ini adalah:
Y = β1X1 + β2X2 + β3X3
Keterangan:
β = Koefisien regresi
Xn = Variabel independen ke-n
Y = Variabel dependen
42 | Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis (JREB) - EISSN: 23784812
Pengujian pada penelitian ini yang menggunakan analisis SEM-PLS akan menguji
model penelitian yang dapat dibagi menjadi dua pengujian yaitu pengujian model
pengukuran (outer model), dan model struktural (inner model). Model ini menjelaskan
secara spesifik kausalitas atau hubungan antara variabel laten baik endogen maupun
eksogen dengan indikator atau pengukuran dalam variabel yang ada. Pengujian pada outer
model memberikan nilai pada analisis reliabilitas dan validitas (Musyaffi et al., 2022).
Pengujian pada model structural bertujuan untuk mengidentifikasi dan melihat hubungan
antara variabel eksogen dan endogen dalam suatu penelitian. Hubungan tersebut akan
menjawab tujuan penelitian yakni pengujian terhadap hipotesis yang disusun dalam suatu
penelitian (Musyaffi et al., 2022).
Sumber : Data diolah peneliti, Hasil uji diperoleh menggunakan perangkat lunak
SmartPLS 4.1.0 (SmartPLS GmbH, Jerman).
Berdasarkan tabel diatas yang merupakan hasil kalkulasi uji validitas konvergen
tahap kedua, dapat dilihat dan diketahui bahwa dari kesembilan indikator telah memenuhi
validitas konvergen, sehingga dapat diketahui bahwa kesembilan indikator yang merupakan
variabel-variabel manifest dari variabel-variabel latennya dapat digunakan untuk menjadi
indikator pemrediksi variabel latennya, hal ini bisa terjadi karena variabel manifest yang
valid secara konvergen berkolerasi cukup tinggi dan memadai (valid) untuk memrediksi
nilai variabel laten atau menjadi pengukur variabel latennya.
Analisis Validitas Diskriminan
Setelah konstruk selesai diuji valditasnya menggunakan validitas konvergen untuk
mengetahui apakah variabel manifestnya berkolerasi memadai dan cukup tinggi (valid)
terhadap variabel latennya, maka pengujian selanjutnya adalah pengujian validitas
diskriminan, pengujian validitas diskriminan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui
apakah variabel-variabel laten yang digunakan merupakan variabel yang memiliki konsep
berbeda atau berbeda dengan variabel laten lainnya, hal ini bertujuan agar tidak terjadinya
tabrakan konsep antar variabel laten sehingga variabel yang diuji benar-benar berbeda
secara konsep dari variabel laten lainnya. Pada tabel dibawah ini akan ditunjukkan hasil
pengujian validitas diskriminan pada konstruk yang digunakan, berikut merupakan tabel
hasil pengujian validitas diskriminan pada konstruk yang digunakan :
Tabel 5 Hasil Uji Validitas Diskriminan
X1 X2 X3 Y Z
X1 1.000
X2 0.009 0.957
X3 0.059 0.060 0.958
Y 0.216 0.041 0.898 0.913
Z -0.196 -0.221 0.195 0.154 0.787
Sumber : Data diolah peneliti, Hasil uji diperoleh menggunakan perangkat lunak
SmartPLS 4.1.0 (SmartPLS GmbH, Jerman).
Tabel diatas merupakan tabel yang menyajikan hasil uji validitas diskriminan
menggunakan SmartPLS 4, pengujian validitas diskriminan dilakukan menggunakan alat
pengujian yaitu Fornell-Larcker criterion, hasil pengujian didapatkan dengan
mengkalkulasi konstruk yang dibangun kemudian membuka open report, kemudian
membuka hasil uji discriminant validity, dan kemudian membuka hasil uji Fornell-Larcker
criterion. Berdasarkan hasil uji validitas diskriminan diatas menggunakan Fornell-Larcker
criterion dapat diketahui bahwa kolerasi dari tiap-tiap variabel laten terhadap variabel
latennya memiliki nilai kolerasi lebih tinggi dibandingkan nilai kolerasi tiap-tiap variabel
laten dibandingkan variabel laten lainnya.
Analisis Reliabilitas
Setelah melakukan uji validitas, uji model pengukuran selanjutnya adalah pengujian
reliabilitas kompiste (composite reliability), Nilai composite reliability merupakan ukuran
untuk mengukur reliabilitas suatu indikator. Dengan nilai tersebut dapat terukur nilai
reliabilitas sesungguhnya dari suatu konstruk yang dibangun. Nilai composite reliability
minimal 0,7 (Sarstedt et al., 2021). Jika variabel-variabel laten memiliki nilai reliabilitas
yang memadai dan atau tinggi, maka dapat dinyatakan bahwa konstruk pengukuran dapat
menjelaskan dan menjawab masalah-masalah penelitian tidak hanya di masa kini namun
juga pada masa-masa yang akan datang. Berikut merupakan hasil uji reliabilitas komposit
pada konstruk model penelitian :
44 | Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis (JREB) - EISSN: 23784812
menggunakan beberapa kriteria yang harus dipenuhi yaitu: original sampel, t statistics, dan
p values. Nilai original sample digunakan untuk melihat arah dari pengaruh pengujian
hipotesis, jika nilai original sample positif maka arah koefisien pengaruh juga positif yang
berarti berpengaruh positif, dan sebaliknya jika nilai original sample negatif maka arah
koefisien pengaruh juga negatif yang berarti berpengaruh negatif, Kriteria kedua adalah t
statistics, nilai t statistics digunakan untuk menunjukkan signifikansi, informasi
signifikansi diperlukan untuk mengetahui apakah pengaruh merupakan pengaruh yang
signifikan atau pengaruh yang tidak signifikan. Kriteria ketiga adalah p values, nilai p
values merupakan nilai yang digunakan untuk mengetahui apakah kemungkinan hipotesis
yang diajukan sesuai dengan hasil penelitian, dalam penelitian ini nilai p values agar
hipotesis diterima adalah setidaknya dibawah 5% atau >5% atau (p<0,05). Agar hipotesis
dapat diterima maka setidaknya harus memenuhi ketiga kriteria, jika salah satu dari 2 (dua)
kriteria tersebut tidak terpenuhi maka hipotesis alternatif (Ha) ditolak.
Tabel 8. Hasil Pengujian Koefisien Jalur (Path Coefficient)
Standard
Original Sample deviation T statistics
sample (O) mean (M) (STDEV) (|O/STDEV|) P values
X1 -> Y 0.165 0.165 0.043 3.869 0.000
X1 -> Z -0.206 -0.193 0.159 1.301 0.193
X2 -> Y -0.012 -0.006 0.035 0.353 0.724
X2 -> Z -0.233 -0.217 0.100 2.330 0.020
X3 -> Y 0.887 0.881 0.034 26.153 0.000
X3 -> Z 0.221 0.246 0.122 1.817 0.069
Z -> Y 0.010 0.015 0.104 0.096 0.924
Hasil Pengujian Specific Indirect Effect
Analisis specific indirect effect merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui
dan menentukan apakah hubungan tidak langsung antara variabel eksogen terhadap
variabel endogen melalui variabel mediasi adalah berpengaruh positif atau negatif dan
signifikan atau tidak signifikan, jika pengaruh tidak langsung variabel eksogen terhadap
variabel endogen melalui variabel mediasi adalah positif, maka jika pengaruh langsungnya
adalah positif melalui variabel mediasi akan menjadi poditif, jika pengaruh langsungnya
adalah positif melalui variabel mediasi tetap positif. Sebaliknya, jika pengaruh tidak
langsung variabel eksogen terhadap variabel endogen melalui variabel mediasi adalah
negatif, maka jika pengaruh langsungnya adalah positif melalui variabel mediasi akan
menjadi negatif, jika pengaruh langsungnya adalah negatif melalui variabel mediasi tetap
negatif. Jika pengaruh tidak langsung variabel eksogen terhadap variabel endogen melalui
variabel mediasi adalah signifikan, maka jika pengaruh langsungnya tidak signifikan
melalui variabel mediasi akan menjadi signifikan. Sebaliknya, jika pengaruh tidak langsung
variabel eksogen terhadap variabel endogen melalui variabel mediasi adalah tidak
signifikan, maka jika pengaruh langsungnya signifikan melalui variabel mediasi akan
menjadi tidak signifikan.
Standard
Original Sample deviation T statistics
sample (O) mean (M) (STDEV) (|O/STDEV|) P values
X3 -> Z -> Y 0.002 0.007 0.025 0.089 0.929
X1 -> Z -> Y -0.002 0.006 0.027 0.076 0.940
X2 -> Z -> Y -0.002 -0.007 0.022 0.106 0.915
Sumber : Data diolah peneliti
46 | Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis (JREB) - EISSN: 23784812
memburuk. Memang, jika rasio keputusan pendanaan berada pada tingkat yang tinggi dan
tidak wajar jika dibandingkan perusahaan lainnya, maka dapat di curigai bahwa kondisi
fundamental perusahaan sedang memburuk. Namun, jika rasio keputusan pendanaan dari
suatu perusahaan berada pada tingkat yang wajar dimana tidak terlalu tinggi dan tidak
terlalu rendah, serta perubahannya tidak drastis menurun atau meningkat, maka rasio
keputusan pendanaan tidak dapat digunakan untuk menilai kondisi fundamental
perusahaan, hal ini terjadi karena rasio keputusan pendanaan memiliki arti yang samar
untuk menilai kondisi fundamental perusahaan. Maksud dari arti yang samar dari
keputusan pendanaan untuk menilai kondisi fundamental perusahaan dapat dijelaskan
sebagai walaupun perusahaan memiliki hutang namun tidak berarti bahwa perusahaan yang
berhutang sedang dalam kondisi kesulitan keuangan, bahkan hutang dapat diambil menurut
kebijakan untuk mendapatkan manfaat pajak dari beban bunga, Maksud lain dari arti yang
samar dari keputusan pendanaan untuk menilai kondisi fundamental perusahaan, secara
singkat lagi dapat dipahami bahwa hutang yang diambil tidak berarti buruk bagi
fundamental perusahaan, perusahaan bisa berhutang untuk mengambil manfaat dari potensi
pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan biaya bunga hutang, hal ini berarti bahwa
hutang memiliki sisi positif yang dapat disadari oleh investor, dimana hutang dapat
digunakan untuk mendukung ekspansi dan pertumbuhan perusahaan.
H3 : Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan
Hasil pengujian koefisien jalur menunjukkan hasil nilai original sample sebesar
0,887. Berdasarkan hasil tersebut dapat diartikan bahwa dengan nilai original sample
sebesar 0,887 maka pengaruh antara variabel profitabilitas terhadap variabel nilai
perusahaan adalah pengaruh positif, Hasil pengujian koefisien jalur menunjukkan hasil
nilai t statistik sebesar 26,153, diketahui sebelumnya nilai t tabel adalah 1,65 sedangkan
nilai t statistik adalah 26,153. Maka 26,153 > 1,650 atau nilai t statistik lebih besar
dibandingkan dengan nilai t tabel, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara
variabel profitabilitas terhadap variabel nilai perusahaan adalah pengaruh yang signifikan.
Hasil pengujian koefisien jalur menunjukkan hasil nilai p values adalah sebesar 0,000, jika
dibandingkan antara nilai p values dengan nilai 5% atau 0,05 maka 0,000 < 0,05 yang
berarti nilai p values lebih kecil dibandingkan 5% atau 0,05. Sehingga dapat dinyatakan
bahwa pengaruh antara variabel profitabilitas terhadap variabel nilai perusahaan adalah
pengaruh tidak signifikan. Sehingga dengan hal ini H0 (hipotesis nol) adalah ditolak, dan
Ha (hipotesis alternatif) adalah diterima, sehingga Ha (hipotesis alternatif) yang berbunyi
bahwa variabel profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel nilai
perusahaan diterima.
Investor dalam menanamkan modalnya ke perusahaan bertujuan untuk mendapatkan
return, jika perusahaan mampu menghasilkan laba dalam jumlah yang besar maka return
yang diterima oleh investor juga berjumlah besar, hal ini tentu akan menarik minat investor
untuk menanamkan modalnya pada perusahaan, dan berimplikasi pada meningkatnya nilai
perusahaan. Oleh karena itu dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa rasio profitabilitas
berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.
H4 : Keputusan Investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai
Perusahaan melalui Kebijakan Dividen
Hasil pengujian specific indirect effect menunjukkan hasil nilai original sample
adalah -0,002. Berdasarkan hasil tersebut dapat diartikan bahwa nilai original sample
sebesar -0,002 maka pengaruh antara variabel keputusan investasi terhadap variabel nilai
perusahaan melalui variabel kebijakan dividen adalah pengaruh negatif. Hasil pengujian
specific indirect effect menunjukkan hasil nilai t statistik sebesar 0,076, diket ahui nilai t
tabel adalah 1,65 sedangkan nilai t statistik adalah 0,076. Maka 0,076 < 1,650 atau nilai t
48 | Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis (JREB) - EISSN: 23784812
statistik lebih kecil dibandingkan dengan nilai t tabel, sehingga dapat dinyatakan bahwa
pengaruh variabel keputusan investasi terhadap variabel nilai perusahaan melalui variabel
kebijakan dividen adalah pengaruh yang tidak signifikan secara t statistik. Hasil pengujian
specific indirect effect menunjukkan hasil nilai p values adalah sebesar 0,940, jika
dibandingkan antara nilai p values dengan nilai 5% atau 0,05 maka 0,940 > 0,05 yang
berarti nilai p values sama dibandingkan 5% atau 0,05. Sehingga dapat dinyatakan bahwa
pengaruh antara variabel keputusan investasi terhadap variabel nilai perusahaan melalui
variabel kebijakan dividen adalah pengaruh tidak signifikan. Sehingga dengan hal ini H0
(hipotesis nol) adalah diterima, dan Ha (hipotesis alternatif) ditolak, sehingga Ha (hipotesis
alternatif) yang berbunyi bahwa variabel keputusan investasi berpengaruh positif dan
signifikan terhadap variabel nilai perusahaan melalui variabel kebijakan dividen ditolak.
Berdasarkan pengujian specific indirect effect diperoleh hasil bahwa variabel mediasi
dalam penelitian ini yaitu variabel kebijakan dividen tidak dapat mengintervensi hubungan
pengaruh antara variabel keputusan investasi terhadap variabel nilai perusahaan, hal ini
berarti bahwa pengaruh langsung antara variabel keputusan investasi terhadap variabel nilai
perusahaan lebih signifikan dibandingkan dengan melalui variabel kebijakan dividen, hal
ini dapat terjadi karena nilai perusahaan sangat dipengaruhi oleh peluang-peluang investasi,
terdapatnya peluang investasi bagi perusahaan menunjukkan terdapatnya prospek baik bagi
perusahaan di masa mendatang, harapan pertumbuhan tersebut menarik minat investor
untuk berinvestasi kepada perusahaan karena optimisme bahwa nilai dari perusahaan masih
akan terus bertumbuh. Sedangkan dividen merupakan bagian laba atau keuntungan yang
dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang saham, tinggi rendahnya pembagian dividen
tidak dapat mempengaruhi atau mengintervensi hubungan antara variabel keputusan
investasi terhadap nilai perusahaan, hal ini dapat terjadi karena pengaruh kebijakan dividen
terhadap nilai perusahaan lebih lemah sehingga tidak dapat mengintervensi pengaruh
langsung, sehingga pengaruh langsung hubungan keputusan investasi terhadap nilai
perusahaan lebih kuat dan signifikan.
H5 : Keputusan Pendanaan tidak berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan
melalui Kebijakan Dividen
Hasil pengujian specific indirect effect menunjukkan hasil nilai original sample
adalah -0,002. Berdasarkan hasil tersebut dapat diartikan bahwa nilai original sample
sebesar -0,002 maka pengaruh antara variabel keputusan pendanaan terhadap variabel nilai
perusahaan melalui variabel kebijakan dividen adalah pengaruh negatif. Hasil pengujian
specific indirect effect menunjukkan hasil nilai t statistik sebesar 0,106, diketahui nilai t
tabel adalah 1,65 sedangkan nilai t statistik adalah 0,106. Maka 0,106 < 1,650 atau nilai t
statistik lebih kecil dibandingkan dengan nilai t tabel, sehingga dapat dinyatakan bahwa
pengaruh variabel keputusan pendanaan terhadap variabel nilai perusahaan melalui variabel
kebijakan dividen adalah pengaruh yang tidak signifikan secara t statistik. Hasil pengujian
specific indirect effect menunjukkan hasil nilai p values adalah sebesar 0,915, jika
dibandingkan antara nilai p values dengan nilai 5% atau 0,05 maka 0,915 > 0,05 yang
berarti nilai p values lebih besar dibandingkan 5% atau 0,05. Sehingga dapat dinyatakan
bahwa pengaruh antara variabel keputusan pendanaan terhadap variabel nilai perusahaan
melalui variabel kebijakan dividen adalah pengaruh tidak signifikan. Sehingga dengan hal
ini H0 (hipotesis nol) adalah diterima, dan Ha (hipotesis alternatif) ditolak, sehingga Ha
(hipotesis alternatif) yang berbunyi bahwa variabel keputusan pendanaan berpengaruh
positif dan signifikan terhadap variabel nilai perusahaan melalui variabel kebijakan dividen
ditolak.
Ketika perusahaan memutuskan untuk menambah hutang maka sesuai hasil pengaruh
langsung antara keputusan pendanaan terhadap nilai perusahaan, hal tersebut tidak
Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis
Volume 7 No 6 Tahun 2024 | 49
direspons oleh investor sebagai sinyal positif atau negatif. Keputusan pendanaan yang
diambil oleh perusahaan pada tingkat yang stabil tidak dapat dijadikan ind ikator untuk
menilai kondisi fundamental perusahaan. Dalam hal ini usaha perusahaan untuk menarik
minta investor melalui kebijakan dividen yang tinggi bukan merupakan keputusan yang
dapat memengaruhi investor untuk kemudian menanamkan dananya ke perusahaan dengan
harapan dapat mengintervensi pengaruh keputusan pendanaan terhadap nilai perusahaan
menjadi signifikan, para investor yang teredukasi di pasar modal tidak menjadi terpancing
oleh kebijakan dividen tersebut untuk menanamkan dananya kepada perusahaan tersebut,
investor akan mempertimbangkan untuk membuat keputusannya berdasarkan parameter-
parameter yang dapat berupa kondisi fundamental perusahaan di masa sekarang dan yang
diprediksikan di masa mendatang.
H6 : Profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan
melalui Kebijakan Dividen
Hasil pengujian specific indirect effect menunjukkan hasil nilai original sample
adalah 0,002. Berdasarkan hasil tersebut dapat diartikan bahwa nilai original sample
sebesar 0,002 maka pengaruh antara variabel profitabilitas terhadap variabel nilai
perusahaan melalui variabel kebijakan dividen adalah pengaruh positif. Hasil pengujian
specific indirect effect menunjukkan hasil nilai t statistik sebesar 0,089, diketahui nilai t
tabel adalah 1,65 sedangkan nilai t statistik adalah 0,089. Maka 0,089 < 1,650 atau nilai t
statistik lebih kecil dibandingkan dengan nilai t tabel, sehingga dapat dinyatakan bahwa
pengaruh variabel keputusan pendanaan terhadap variabel nilai perusahaan melalui variabel
kebijakan dividen adalah pengaruh yang tidak signifikan secara t statistik. Hasil pengujian
specific indirect effect menunjukkan hasil nilai p values adalah sebesar 0,929, jika
dibandingkan antara nilai p values dengan nilai 5% atau 0,05 maka 0,929 > 0,05 yang
berarti nilai p values lebih besar dibandingkan 5% atau 0,05. Sehingga dapat dinyatakan
bahwa pengaruh antara variabel profitabilitas terhadap variabel nilai perusahaan melalui
variabel kebijakan dividen adalah pengaruh tidak signifikan. Sehingga dengan hal ini H0
(hipotesis nol) adalah diterima, dan Ha (hipotesis alternatif) ditolak, sehingga Ha (hipotesis
alternatif) yang berbunyi bahwa variabel profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan
terhadap variabel nilai perusahaan melalui variabel kebijakan dividen ditolak.
Berdasarkan pengujian specific indirect effect diperoleh hasil bahwa variabel mediasi
dalam penelitian ini yaitu variabel kebijakan dividen tidak dapat mengintervensi hubungan
pengaruh antara variabel profitabiltas terhadap variabel nilai perusahaan, hal ini berarti
bahwa pengaruh langsung aatara variabel profitabilitas terhadap variabel nilai perusahaan
lebih signifikan dibandingkan dengan melalui variabel kebijakan dividen, hal ini dapat
terjadi karena melalui profitabilitas yang tinggi, para investor akan memiliki ketertarikan
untuk berinvestasi kepada perusahaan, dengan harapan bahwa perusahaan dalam jangka
panjang akan tetap efektif dan efisien menghasilkan profit yang kemudian keuntungan
tersebut dapat dibagikan kepada para pemegang saham, tanpa melalui cara untuk menarik
minat investor dengan rasio dividen yang tinggi, jika profit perusahaan tinggi maka hal
tersebut sudah menarik minat investor karena harapan-harapan seperti jumlah dividen yang
dibagikan lebih tinggi walaupun dengan rasio yang tidak setinggi perusahaan dengan profit
yang lebih rendah dikarenakan perusahaan dengan profit tinggi yang menarik telah
memiliki profit tinggi, harapan pertumbuhan penjualan dan pertumbuhan usaha yang
kemudian menyebabkan pertumbuhan aset, dan d ari harapan pertumbuhan usaha akan
semakin membesarkan perusahaan yang kemudian harga sahamnya akan semakin tinggi.
Sehingga, melalui rasio profitabilitas, investor telah dapat menilai prestasi dan kinerja
perusahaan apakah dalam keadaan sangat baik, baik, atau tidak, dan karena hal tersebutlah
50 | Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis (JREB) - EISSN: 23784812
DAFTAR PUSTAKA
Anshori, M., & Iswati, S. (2009). Buku Ajar Metodologi Penelitian Kuantitatif. Pusat Penerbitan dan
Percetakan UNAIR.
Anwar, M. (2019). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan Perusahaan. Kencana.
Franita. (2018). MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN NILAI PERUSAHAAN Studi
untuk Perusahaan Telekomunikasi. LEMBAGA PENELITIAN DAN PENULISAN ILMIAH AQLI.
Gautama, B. P., Octavia, N. K., & Nurhayati, N. S. (2019). Pengaruh Keputusan Investasi dan Keputusan
Pendanaan terhadap Nilai Perusahaan pada Sektor Properti, Real Estate, dan Konstruksi Bangun an
yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013 —2017. Organum: Jurnal Saintifik Manajemen
dan Akuntansi, 2(2), 117–129. [Link]
Hanafi & Halim. (2018). Analisis Laporan Keuangan (5th ed.). UPP STIM YKPN.
Hardiyanti, N. (2012). ANALISIS PENGARUH INSIDER OWNERSHIP, LEVERAGE,
PROFITABILITAS, FIRM SIZE DAN DIVIDEN PAYOUT RATIO TERHADAP NILAI
PERUSAHAAN (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI Tahun 2007 -2010)
[Undergraduate Thesis]. Universitas Diponegoro.
Kasmir. (2009). Pengantar Manajemen Keuangan. Kencana.
Mariani, D., & Suryani. (2018). PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI
PERUSAHAAN DENGAN KINERJA SOSIAL DAN KINERJA LINGKUNGAN SEBAGAI
VARIABEL MODERATOR (Studi Empiris Pada Perusahaan Pertambangan d an Manufaktur yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011—2015). Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 7(1).
Musyaffi A. M., Khairunnisa, H., & Respati, D. K. (2022). Konsep Dasar Analisis Structural Equaation
Model-Partial Least Square (SEM-PLS) Menggunaka n SMARTPLS. Pascal Books.
Nurvianda, G., Ghasarma, R., & Yuliani. (2018). Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan dan
Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Manajemen dan Bisnis Sriwijaya, 16(3), 165 –
177. [Link]
Sa’adah, L. (2020). Manajemen Keuangan. PENERBIT LPPM.
Sitepu, N. R., & Wibisono, C. H. (2015). PENGARUH KEBIJAKAN DIVIDEN, KEBIJAKAN LEVERAGE
DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (PERUSAHAAN MANUFAKTUR
YANG TERDAFTAR DI BEI PADA TAHUN 2009-2013). Jurnal Jurusan Manajemen Fakultas
Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 1–14.
Sugeng, B. (2017). Manajemen Keuangan Fundamental. Deepublish.
Sumiati & Indrawati, Nur Khusniyah. (2019). Manajemen Keuangan Perusahaan. UB Press.
Suryanto, W., Sari, D. M., Dewi, N. C., Sinyo, K. L. H., Sri, M., Eka, B., Lakharis, I., Ady, I., Pandu, N. D.,
Gustian, D., Sri, A. N. M., Sandra, D. N., Purnomo, D., & Sari, B. I. (2021). Dasar-Dasar Manajemen
Keuangan. CV. MEDIA SAINS INDONESIA..