0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan8 halaman

Pengalaman Kepemimpinan di BEM FH UNNES

Dokumen ini menjelaskan pengalaman kepemimpinan penulis di BEM FH UNNES 2022 sebagai Ketua Divisi Minat dan Bakat, di mana ia memimpin 11 anggota dan menetapkan target kerja 100% untuk program kerja dan agenda. Penulis menerapkan pembagian tanggung jawab, evaluasi bulanan, dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk mencapai target, yang berhasil mencapai 75%. Selain itu, penulis juga menghadapi tantangan anggaran, melakukan terobosan dalam sistem kepanitiaan, dan mengajukan pendapat yang memerlukan negosiasi untuk mendapatkan persetujuan anggaran yang lebih besar.

Diunggah oleh

alnathansyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan8 halaman

Pengalaman Kepemimpinan di BEM FH UNNES

Dokumen ini menjelaskan pengalaman kepemimpinan penulis di BEM FH UNNES 2022 sebagai Ketua Divisi Minat dan Bakat, di mana ia memimpin 11 anggota dan menetapkan target kerja 100% untuk program kerja dan agenda. Penulis menerapkan pembagian tanggung jawab, evaluasi bulanan, dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk mencapai target, yang berhasil mencapai 75%. Selain itu, penulis juga menghadapi tantangan anggaran, melakukan terobosan dalam sistem kepanitiaan, dan mengajukan pendapat yang memerlukan negosiasi untuk mendapatkan persetujuan anggaran yang lebih besar.

Diunggah oleh

alnathansyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mohon anda membaca petunjuk sebagai berikut dengan seksama agar tepat dalam

menjawab seluruh pertanyaan :


 Pilihlah salah 1 pengalaman organisasi / pengalaman kerja yang pernah anda jalankan
sebelumnya dimana anda bertugas sebagai seorang pemimpin / leader.
 Pengalaman yang anda pilih tsb harus pengalaman yang secara nyata pernah
anda jalani sebelumnya.
 Mohon tuliskan jawaban anda dengan selengkap-lengkapnya, sehingga dengan
membaca jawaban anda, bisa dibayangkan situasi yang anda alami saat itu.

Selamat mengerjakan.

PERTANYAAN :
1. Sebutkan pengalaman organisasi / kerja anda dimana anda bertanggung jawab
sebagai seorang pemimpin.
a. Sebutkan nama organisasi/perusahaan & bergerak di bidang apa.
b. Jabatan anda sebagai apa & berapa anak buah yang anda pimpin.
c. Jelaskan target kerja anda.
d. Jelaskan cara / regulasi apa saja yang anda terapkan agar target kerja anda tercapai.
e. Jelaskan hasil akhir dari pencapaian target anda.

2. Jelaskan selama anda menjalankan posisi tsb, anda bekerjasama dengan pihak mana saja.

3. a. Selama anda menjalankan posisi tsb, apakah anda pernah membuat terobosan yang
memberikan hasil yang signifikan terhadap hasil kerja team anda? Mohon jelaskan
terobosan tsb & apa saja yang anda lakukan.
b. Jekaskan bagaimana hasil akhirnya.

4. a. Pernahkan anda mengajukan suatu pendapat namun tidak langsung disetujui


oleh team anda atau atasan anda?
b. Pendapat apa yang anda sampaikan?
c. Cara apa saja yang anda lakukan sampai pendapat tsb disetujui?
d. Bagaimana hasil akhirnya?

5. a. Apa permasalahan tersulit yang pernah anda hadapi dalam peranan anda sebagai
pemimpin?
b. Problem solving apa yang anda berikan untuk menyelesaikan permasalahan tsb?
c. Bagaimana hasil akhirnya?

6. a. Pernahkan anda membuat perubahan terhadap rencana yang telah dibuat sebelumnya?
b. Apa alasan untuk membuat perubahan rencana tsb?
c. Bagaimana hasil akhirnya?

7. a. Selama anda menjalankan posisi tsb, apakah anda pernah melalukan proses regenerasi
kepada team / personil di bawah anda dengan tujuan supaya mereka menjadi The Next
Leader?
b. Cara apa saja yang anda lakukan untuk pengembangan personil dalam team anda tsb?
c. Bagaimana hasil akhirnya?

8. Apa prestasi yang paling signifikan yang anda buat selama anda menjalankan posisi sebagai
pemimpin?

JAWABAN : Tertera pada halaman selanjutnya


1. Organisasi
a. Saya memiliki pengalaman organisasi sewaktu kuliah di BEM FH UNNES 2022. Yang
mana lingkup dari organisasi ini adalah lingkup internal Fakultas Hukum UNNES (Universitas
Negeri Semarang)
b. Saya menjabat sebagai Ketua Divisi Minat dan Bakat. Saya memimpin 11 anggota
dibawah tanggung jawab dan naungan saya
c. Pada divisi ini saya memiliki rancangan berupa program kerja dan agenda yang telah
saya bentuk bersama dengan anggota. Terdapat 3 program kerja dan 10 agenda selama satu
tahun periode yang saya targetkan. Yang membedakan antara program kerja dengan agenda
adalah, program kerja merupakan suatu acara yang dilakukan hanya pada satu waktu
sedangkan agenda dilakukan rutin tiap bulannya. Dengan rancangan tersebut saya
menargetkan 100% semua terlaksana sesuai dengan tujuan dari masing – masing program
kerja ataupun agenda.
d. Langkah saya untuk mencapai target tersebut, saya membagi tanggung jawab setiap
program kerja dan agenda kepada ke-11 anggota tim saya. Yang mana setiap anggota
mendapatkan minimal satu tanggung jawab. Pembagian tanggung jawab tersebut saya
sesuaikan dengan porsi dan pengalaman mereka yang telah saya seleksi sewaktu recruitment.
Sepanjang mereka menjalankan tugas dan tanggung jawab masing – masing, saya
memberikan arahan kepada setiap anggota bahwa pembagian program kerja dan agenda ini
bertujuan untuk membentuk garis koordinasi yang jelas, terkait dengan keberhasilan dari tiap
program kerja dan agenda tetap menjadi prioritas semua anggota termasuk saya sehingga
semua anggota harus berusaha maksimal. Selain itu, setiap bulannya saya juga melakukan
rapat evaluasi untuk meninjau progres masing – masing anggota selama mereka ada di
organisasi, serta memberikan sesi sharing apabila ada permasalahan secara internal divisi
maupun secara organisasi BEM.
e. Hasil akhir dari target yang telah disusun sejak awal adalah sebesar 75% berhasil terlaksana.
Angka keberhasilan tersebut terdiri dari 3 program kerja utama yang terlaksana semua dan
mencapai target. Sedangkan angka 25% tidak dapat terlaksana merupakan agenda, dikarenakan
beberapa faktor termasuk faktor diluar kendali seperti cuaca hujan deras di saat acara, lalu
sakit massal yang menjangkit anggota BEM, dan lain sebagainya.

2. Selama saya menjabat dan melaksanakan seluruh tugas dan tanggung jawab saya di BEM,
saya menjalin komunikasi dan melakukan kerja sama dengan berbagai macam pihak, dari mulai
BEM Fakultas lain, warga disekitar kampus, hingga ke beberapa perusahaan yang men-support acara
maupun agenda dari BEM itu sendiri. Namun pihak yang paling besar ketika saya menjalin kerja
sama adalah dengan salah satu bank swasta. Kerja sama tersebut merupakan kerja sama sponsorship
dengan nominal angka deal sebesar Rp 40.000.000,00 (40 juta rupiah). Selain itu saya juga berhasil
melakukan kerja sama dengan pihak yang mau melakukan investasi terhadap acara BEM, dengan
nominal investasi yang saya dapatkan adalah sebesar Rp 20.000.000,00 ( 20 juta rupiah).

3. Terobosan organisasi
a. Organsasi BEM ini memiliki salah satu program kerja unggulan berupa lomba akademik
dengan tema hukum dengan target peserta adalah mahasiswa hukum seluruh Indonesia.
Pelaksanaan program kerja tersebut diselenggarakan oleh panitia yang dibentuk terdiri dari
anggota BEM dan anggota diluar BEM yang sudah terseleksi sebelumnya. Sebagai gambaran
susunan kepanitiaanya adalah sebagai berikut :

Penanggung
Jawab Acara

Ketua

Bendahara Sekretaris

Wakil 1 Wakil 2 Wakil 3

Divisi 1 Divisi 2 Divisi 3 Divisi 4 Divisi 1 Divisi 2 Divisi 3 Divisi 1 Divisi 2 Divisi 3

Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota

Dari mulai ketua, wakil, dan juga kepala divisi, masing – masing diisi oleh ketua divisi
(bidang) yang ada pada BEM, yang mana pembagiannya adalah wewenang dari ketua dan
penanggung jawab acara.
Terobosan yang saya miliki dan saya berikan kepada ketua dan penanggung jawab
adalah berupa adanya sistem wakil ketua. Sebagai informasi, program kerja ini telah
terlaksana dari tahun ke tahun dan sistem kepanitiaan yang ada sebelum – sebelumnya nya
tidak ada yang namanya wakil ketua. Jadi sistem wakil ketua ini baru terlaksana pada tahun
2022.
Posisi wakil ketua memiliki tugas utama sebagai pembantu ketua dalam merancang
dan melaksanakan segala kebutuhan terkait acara. Alasan terbaginya menjadi 3 wakil ketua
bukan tanpa alasan, wakil ketua 1 berfokus pada yang berkaitan dengan creative acara
(posisi wakil ketua 1 adalah posisi yang saya isi). Wakil ketua 2 berfokus pada bagian
cabang perlombaan yang ada. Lalu yang terakhir wakil ketua 3 berfokus pada bagian
suppporting acara. Yang mana ketiga wakil ketua saling berkomunikasi satu sama lain serta
menyampaikan laporan dan menerima arahan kepada dan dari ketua.
b. Hasil akhir dari terobosan yang saya sampaikan dan akhrinya teraplikasikan adalah
memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan acara atau program kerja itu sendiri.
Alur koordinasi menjadi lebih jelas dan tugas dari seorang ketua menjadi lebih mudah, yang
berdampak pada produktivitas muali dari ketua sampai dengan anggota menjadi meningkat.
Pengambilan keputusan maupun kebijakan yang dikeluarkan oleh ketua juga melalui
pertimbangan yang diberikan oleh para wakil ketua, sehingga tujuan dari keputusan dan
kebijakan yang ada menjadi lebih tepat sasaran.

4. Pengajuan Pendapat
a. Dalam semua pendapat dan juga pemikiran yang saya sampaikan kepada para pihak
selama saya mengikuti organisasi BEM, tidak semua dapat langsung diterima. Salah satu
pendapat yang saya sampaikan perlu melewati proses negosiasi sampai pada akhirnya dapat
diterima dan disetujui.
b. Pendapat tersebut saya sampaikan sewaktu saya menempati posisi sebagai wakil ketua
1 di program kerja yang saya sampaikan pada nomor 3 sebelumnya. Salah satu divisi
dibawah saya adalah divisi yang bertanggung jawab pada sektor dekorasi dari program kerja
tersebut. Keadaannya adalah divisi dekorasi memiliki inovasi terkait dekorasi, namun inovasi
tersebut memerlukan dana berlebih melebihi dana yang sudah dianggarkan oleh divisi
dekorasi. Dana yang dianggarkan oleh divisi dekorasi sebesar Rp 8.000.000,00, yang mana
itu sudah termasuk inovasi yang dimiliki. Sedangkan anggaran yang disetujui oleh ketua
sebesar Rp 6.000.000,00.
c. Langkah awal yang saya ambil adalah saya mencoba mendengarkan apa yang menjadi
keluhan dari divisi dekorasi terkait anggaran yang mereka miliki tersebut. Setelah saya
mendengarkan keseluruhan, saya mencoba menilai terlebih dahulu apakah yang menjadi
keluhan dari divisi dekorasi ini masih dapat direalisasikan atau tidak. Pada akhirnya penilaian
saya adalah keluhan tersebut menjadi penting, karena faktor dekorasi dari suatu acara
menjadi salah satu indikator penilaian pihak luar terhadap kemegahan suatu acara. Ditambah
lagi pihak luar yang diundang ke acara adalah Walikota dan Sekda Kota Semarang pada saat
itu.
Setelah itu saya mencoba menyampaikan kepada ketua terkait keluhan dari divisi
dekorasi tersebut, pada awalnya ketua pelaksana merasa keberatan dengan alasan anggaran
yang telah dirancang sudah terbagi secara merata dan seimbang. Saya mencoba bernegosiasi
terkait nominal kepada ketua pelaksana, negosiasi yang saya sampaikan adalah melakukan
alokasi anggaran dari divisi lainnya. Jadi divisi lain yang sekiranya kebutuhannya dapat
dipangkas dialokasikan kepada divisi dekorasi, pemangkasan terhadap anggaran divisi lain
pun melihat skala prioritas kebutuhan dari masing – masing divisi. Selain itu, saya juga
menjelaskan alasan dekorasi itu menjadi penting adalah kesan megah dan mewah yang akan
tercipta.
d. Hasil akhir yang saya dapatkan adalah keluhan dari divisi dekorasi tersebut dapat
dipenuhi oleh ketua pelaksana. Namun tidak dengan nominal bulat, tapi hanya sebesar Rp
7.500.000 dengan mempertimbangkan kebutuhan – kebutuhan acara lainnya. Menurut saya
hal tersebut masih masuk akal karena secara dekorasi masih dapat dipangkas hingga
mencapai nominal maksimal di Rp. 7.500.000,00. Selepas itu pula, saya memberikan
pengertian kepada divisi dekorasi nominal tersebut sudah paling maksimal melihat urgensi
kebutuhan divisi lain.

5. Tantangan Tersulit
a. Permasalahan tersulit yang saya hadapi adalah ketika menjadi penanggung jawab
sekaligus pemimpin dari program kerja divisi saya yaitu divisi minat dan bakat. Sebagai
gambaran, program kerja tersebut adalah program kerja perlombaan cabang futsal antar
SMA/K Se-Kota Semarang dan cabang E-sport untuk umum Se-Kota Semarang.
Permasalahan tersulit itu terjadi pada sektor anggaran dari acara atau program kerja
tersebut. Rencana anggaran yang telah saya susun sejak awal mendapatkan nomimal sebesar
Rp 60.000.000,00 dengan sumber pendapatan dari sektor sponsorship, biaya pendaftaran
peserta dan hasil jualan produk dari acara. Persiapan yang dimulai dari bulan Januari hingga
pelaksanaan dibulan September, menjadi gambaran bagi saya untuk menentukan rentang
waktu anggaran dapat terpenuhi seluruhnya. Rencana yang saya miliki adalah, dari bulan
Januari sampai dengan bulan Maret sebesar Rp 30.000.000,00, lalu dari bulan April sampai
dengan bulan Juni sebesar Rp 30.000.000,00, sehingga ketika memasuki bulan Juli anggaran
telah terepenuhi dan dapat berfokus pada persiapan teknis acara. Namun, yang terjadi diluar
rencana, hingga bulan Juli anggaran hanya terpenuhi sebesar Rp 40.000.000,00. Ini menjadi
permasalan tersulit yang saya hadapi karena saya harus mencari kekurangan dana sampai
dengan batas waktu yang saya ambil adalah awal bulan Agustus.
b. Sebagai penanggung jawab dari acara tersebut saya memiliki tugas untuk memastikan
acara ini dapat terlaksana sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Dari hal
tersebut pula saya memiliki Problem Solving (Solusi). Solusi yang saya miliki adalah,
pertama saya melihat kembali jumlah pendapatan yang saya dapatkan sampai dengan bulan
Juli, yang mana saya sesuaikan dengan kebutuhan yang tercantum dalam rancangan
anggaran. Saya melihat dan membagi kebutuhan yang perlu untuk dipenuhi dalam waktu
dekat dan kebutuhan yang masih bisa ditunda untuk dipenuhi. Dari nominal Rp
30.000.000,00 tersebut saya alokasikan kepada kebutuhan yang perlu untuk dipenuhi saat itu
juga dan merupakan kebutuhan yang penting salah satunya seperti sewa lokasi. Setelah saya
bagi, saya sampaikan kepada seluruh anggota panitia berkiatan dengan keadaan sebenarnya
kesulitan acara dan memberikan arahan untuk bekerja lebih terkait pengumpulan dana atau
pendapatan. Yang kedua adalah saya memberikan arahan khusus kepada divisi sponsorship
untuk memfokuskan target pihak yang memiliki potensi besar dapat dilakukannya kerja sama
dan terus melakukan follow up kepada pihak yang telah dihubungi sebelumnya, serta mencari
peluang apabila ada pihak diluar kerja sama sponsor yang ingin melakukan investasi kepada
acara. Setelah beberapa solusi tersebut saya lakukan, saya tetap melakukan monitoring
terhadap keuangan acara dari mulai uang masuk uang keluar hingga saya membagi waktu
terkait prioritas kebutuhan acara mana yang perlu untuk dipenuhi saat itu juga.
c. Hasil akhir yang saya dapatkan dari solusi yang saya laksanakan tersebut adalah yang
pertama saya berhasil deal kepada investor acara setelah saya melakukan presentasi dan
negosiasi, dengan jumlah investasi sebesar Rp 20.000.000,00 dengan syarat dapat
dikembalikan dalam waktu 2 minggu setelah acara sebesar Rp. 24.000.000,00, yang mana
dari dana tersebut telah terpenuhi rencana anggaran yang telah ditetapkan. Yang kedua solusi
saya untuk membagi skala prioritas pemenuhan kebutuhan dapat memberikan saya spare
waktu sejenak mengantispasi apabila rencana anggaran tidak terpenuhi sampai pada saat hari
H pelaksanaan acara, namun pada saat hari H pelaksanaan acara semua kebutuhan dapat
terpenuhi.

6. Perubahan Rencana
a. Perubahan rencana wajar terjadi dalam setiap hal yang telah disusun oleh suatu tim.
Termasuk tim atau divisi yang saya pimpin. Banyak rencana yang berubah dikarenakan satu
dan lain hal. Perubahan rencana tersebut saya alami sewaktu saya menjadi pemimpin dan
bertanggung jawab terhadap program kerja divisi saya yaitu program kerja perlombaan futsal
dan E-Sport.
b. Perubahan rencana tersebut terjadi ketika pendaftaran peserta lomba sudah dibuka dari
mulai bulan Agustus hingga 3 hari sebelum pelaksanaan lomba. Perubahan rencana ini
terfokus kepada lomba futsal karena memang pada saat H – 2 Minggu penutupan
pendaftaran, tim yang melakukan registrasi pendaftaran tidak lebih dari setengah (total 32
tim). Hal tersebut membuat saya perlu menemukan solusi secepat mungkin
mempertimbangkan waktu yang semakin sempit.
Langkah awal yang saya lakukan untuk menarik peserta adalah hanya sebatas promosi
melalui media sosial, share konten oleh panitia, yang mana kesemuanya berbasis online.
Melihat pendaftar yang masih minim, saya melakukan perubahan rencana dengan
memasifkan media promosi secara offline dan merubah promosi online. Promosi secara
offline yang saya maksudkan adalah, saya mendatangi secara offline sekolah – sekolah secara
langsung dengan membawa undangan resmi dari Fakultas untuk mengikuti program kerja
saya. Selain membawa undangan resmi, saya juga menyelipkan promo online pada undangan
yang saya kirimkan tersebut. Promo online tersebut berupa selembaran pamflet yang berisi
mengenai kuis yang akan terus dilaksanakan di instagram resmi setiap harinya sampai dengan
4 hari sebelum pelaksanaan acara, dengan berbagai macam hadiah salah satunya adalah
diskon biaya pendaftaran sebesar Rp 100.000 bagi 5 sekolah yang beruntung.
c. Hasil akhir yang saya dapatkan dari perubahan rencana tersebut adalah yang pertama
kebutuhan pendaftar dari lomba futsal menjadi terpenuhi. Lalu yang kedua jumlah followers
dari akun instagram resmi menjadi meningkat drastis semenjak promosi itu dilakukan.

7. Regenerasi
a. Regenerasi terhadap tim ataupun personil merupakan tujuan tersirat dari suatu organisai
termasuk BEM FH UNNES sebagai wadah pengembangan diri bagi anggotanya. Dan tujuan
tersebut saya lakukan terhadap 11 anggota divisi yang saya miliki.
b. Langkah yang saya lakukan untuk mengembangkan potensi diri dari para anggota saya
adalah dengan memberikan tanggung jawab terhadap program kerja dan agenda divisi yang
telah disusun. Tujuan dari pemberian dan pembagian tanggung jawab tersebut adalah
memberikan suatu pengalaman dan pelajaran untuk memimpin dan mengelola sebuah acara.
Dari tujuan tersebut para anggota saya akan mendapatkan pengalamannya masing – masing
dan membuka potensi diri terhadap apa yang mereka minati atau inginkan.
Dalam proses mereka melakukan tugas dan tanggung jawab masing – masing, saya
sebagai pemimpin tidak serta merta hanya menerima laporan dari mereka, tapi lebih dari itu.
Saya memberikan pendampingan dan nasehat bagaimana mereka harus bertindak, bagaimana
harus bereaksi, dan lain sebagainya. Sebagai seorang pemimpin, saya memiliki prinsip untuk
menjadi sesosok kakak, ayah, atapun sahabat bagi para anggota saya. Pendampingan yang
saya lakukan tersebut bukan merupakan sesi untuk menggurui mereka, namun saya ingin
pendampingan tersebut merupakan sesi curhat antar saya dan anggota saya. Langkah
pendampingan tersebut saya rutin lakukan seminggu sekali kepada seluruh anggota saya,
diluar waktu tersebut saya menyempatkan untuk bertemu dengan anggota saya secara 1 on 1
atau bergantian satu per satu.
Kedekatan emosional yang saya bangun tersebut berdampak bukan hanya sebatas
dengan tujuan regenerasi semata, namun untuk tujuan lain yaitu berupa rasa saling memiliki
satu sama lain. Apabila rasa saling memiliki sudah terbangun, maka segala hal termasuk
program kerja ataupun agenda menjadi tanggung jawab dan kepemilikan bersama, yang mana
tujuan dari program kerja ataupun agenda tersebut dapat lebih mudah untuk terealisasi.
c. Hasil akhir yang saya dapatkan adalah regenerasi itu berjalan dengan baik dengan terbuktinya
anggota divisi saya pada BEM FH UNNES periode 2022 mayoritas kembali tergabung pada
BEM FH UNNES periode 2023. Terdapat 3 anggota saya menjadi ketua divisi di BEM FH
UNNES 2023, 1 anggota saya menjadi bendahara umum di BEM FH UNNES 2023 dan 1
lagi menjadi sekretaris BEM FH UNNES 2023. Lalu pada BEM FH UNNES 2024 ini
terdapat 2 anggota saya yang menjadi ketua divisi. Namun, dalam setiap rencana selalu
rintangannya. Rintangan yang saya dapatkan pada saat itu adalah 11 anggota saya dengan 11
karakteristik yang berbeda memerlukan cara yang berbeda pula. Membutuhkan waktu dan
penyesuaian untuk dapat melakukan pendekatan kepada anggota saya. Tapi banyak hal yang
saya dapatkan selama melewati tantangan tersebut, salah satunya adalah nilai kesabaran dan
konsistensi untuk terus berjalan mencapai tujuan yang diingkan.

8. Prestasi yang saya miliki selama saya menjadi pemimpin dalam berbagai macam tugas
dan tanggung jawab di BEM FH UNNES terbagai menjadi dua bagian yaitu prestasi secara
materiil dan moril.
Prestasi secara materiil yang saya sebutkan adalah ketika saya memimpin program
kerja perlombaan dari divisi yang saya pimpin tersebut. Pada program kerja tersebut saya
memiliki tugas untuk mempersiapkan rancangan acara dari mulai pra acara, persiapan,
pelaksanaan, sampai dengan pasca. Persiapan pra acara, saya menyiapkan komposisi
kepanitian dari mulai divisi hingga ke anggota dengan melakukan rekrutmen terbuka bagi
seluruh mahasiswa Fakultas Hukum, menyiapkan gambaran besar acara, menyiapkan rencana
anggaran yang akan diajukan ke Ketua dan Bendahara BEM. Lalu, pada masa persiapan saya
memiliki tugas untuk melakukan agenda rapat besar seluruh anggota divisi, melakukan
koordinasi rapat silang antar satu divisi dengan divisi lainnya, monitoring persiapan kebutuhan
acara, dan monitoring keuangan. Pada saat pelaksanaan saya bertugas memastikan acara
berjalan sesuai dengan rencana dari setiap divisi yang sudah dibahas di masa persiapan. Yang
terakhir pasca acara, saya bertugas memastikan semua tanggung jawab terhadap pihak luar
telah dipenuhi dengan baik, serta saya membuat laporan pertanggung jawaban kepada ketua
BEM.
Dari kesemua hal yang telah saya sebutkan dan lakukan diatas, saya berhasil
memenuhi target yang disepakati tim yaitu terlaksana secara lancar dan mendapatkan feedback
yang sangat positif oleh banyak pihak. Poin yang saya sebut sebagai prestasi adalah saya
berhasil mengahdirkan total 8000 penonton dengan partiapasi peserta sebanyak 300 perserta
dengan profit acara sebesar Rp 60.000.000,00.
Prestasi moril yang saya dapatkan adalah saya berhasil menciptakan pola regenarasi
yang baik pada divisi minat dan bakat. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, banyak dari
anggota saya menjadi pemimpin di periode BEM tahun selanjutnya.
Dari prestasi yang saya dapatkan tersebut saya belajar banyak hal dan mendapatkan
pengalaman baru berupa soft skill. Saya dapat belajar bagaimana cara berkomunikasi yang
baik kepada internal organisasi dan juga kepada pihak luar yang berhubungan dengan saya.
Selain itu saya juga belajar bagiamana cara memimpin yang baik, serta menjadi pemimpin
yang bijak dan mengayomi anggotanya. Yang terakhir, saya dapat belajar bagaiaman cara
memahami berbagai macam karakteristik manusia dan menerima mereka.

Anda mungkin juga menyukai