0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan11 halaman

Pengujian Kuat Beton: Metode dan Prosedur

Dokumen ini menjelaskan prosedur pengujian kuat lentur, tarik, dan tekan beton, serta pengujian berat volume agregat kasar dan halus. Setiap pengujian mencakup langkah-langkah pengukuran, penempatan benda uji, dan pencatatan hasil. Selain itu, terdapat juga prosedur untuk analisis saringan agregat, baik kasar maupun halus.

Diunggah oleh

23511237
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan11 halaman

Pengujian Kuat Beton: Metode dan Prosedur

Dokumen ini menjelaskan prosedur pengujian kuat lentur, tarik, dan tekan beton, serta pengujian berat volume agregat kasar dan halus. Setiap pengujian mencakup langkah-langkah pengukuran, penempatan benda uji, dan pencatatan hasil. Selain itu, terdapat juga prosedur untuk analisis saringan agregat, baik kasar maupun halus.

Diunggah oleh

23511237
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGUJIAN KUAT LENTUR BETON

Mulai

Ukur dan catat dimensi penampang benda uji di tiga tempat dan panjang benda uji pada keempat rusuknya

Timbang dan catat berat benda uji

Buat garis-garis melintang sebagai tanda dan penunjuk letak titik perletakan
dan titik pembebanan

Buat garis sejauh 5% untuk pembebanan 2 tirik atau 10% untuk pembebanan 1 titik dan jarak
bentang, diluar titik perictakan beban

Letakkan bak tumpuan diatas meja mesin uji desak bagian bawah, dengan jarak antara kedua blok
tumpuan tertentu sesuai dengan panjang benda uji

Tempatkan benda uji tepat pada pusat tumpuan dengan kedudukan sisi benda uji pada waktu pengecoran
berada di bagian samping
Letakkan blok beban pada titik pembebanan pada benda uji, sesuai dengan jumlah beban

Atur kecepatan pembebanan agar kontinu

Hentikan pembebanan saat benda uji patah dan catat beban maksimumnya
Selesai
PENGUJIAN KUAT TARIK BELAH BETON
Mulai

Ukur diameter dan tinggi benda uji dan timbang beratnya

Beri tanda pada benda uji dengan menarik garis tengah pada setiap sisi ujung
benda uji, pastikan kedua garis benda dalam bidang aksial yang sama

Letakkan sebuah batang penekan tambahan di atas meja tekan bagian bawah mesin uji secara simetris

Letakkan satu dan dua bantalan bantu pembebanan di atas meja tekan bagian bawah dari
mesin uji tekan pada tengah-tengahnya

Letakkan benda uji di atas bentalan bantu pembebanan hingga tanda garis tegak
lurus terhadap titik tengah bantalan
Letakkan bantalan bantu pembebanan yang kedua di atas benda uji, hingga titik tengahnya berpotongan dengan
garis tengah benda uji lalu letakkan di atas bantalan tersebut batang penekan tambahan

Atur posisi pengujian hingga tercapai kondisi proyeksi dari bidang yang ditandai oleh garis tengah tepat
berpotongan dengan titl tengah meja penekan bagian atas dari mesin uji

Jalankan mesin uji tekan dengan pemberian beban dilatucan secara meneris, tanpa sentakan,
dengan kecepatan pembebanan konstan 0,7-1,4 MPa detik dan untuk benda uji silinder 50-100 kN

Lakukan pembebanan sampai benda uji bancur atau terbelah


Selesai
PENGUJIAN KUAT BETON HAMMER

Mulai

Beri tanda batas lokasi pada permukaan benda uji

Bersihkan permukaan benda uji

Ratakan permukaan budang uji yang kasar

Sentuhkan ujung peluncur pada permukaan titik uji dengan posisi tegak lurus bidang uji

Catat semua
Lakukan 10 kali pukulanpada nilailokasi
suatu pembacaan
bidang yang di tunjukan
uji dengan denganskala
jarak terdakat 25 mm

Hitung rata-rata pembacaan

Abaikan mulai pembacaan yang mempunyai selisih lebih dari 5 satuan terhadap nilai rata-rata

Koreksi nilai rata rata sesuai iklinasi pukulan bila arah pukulan tidak horizontal

Hitung perkiraan nilai kuat tekan beton dengan menggunakan table/kurva korelasi

Isikan semua nilai lenting pada perkiraan kua tekan beton dalam formulir

Selesai
PENGUAN MODULUS ELASTISITAS BETON

Mulai

Ukur dimensi benda uji dengan jangka sorong pada 3 posisi ukur, di tengah dan di kedua benda ujung benda
uji sampai ketelitian 0,05 mm

Panjang benda uji termasuk kaping diukur sampai pembacaan 1 mm

Timbang benda uji dengan ketelitian timbangan 0,3%

Jaga secara konstan suhu dan kelembaban ruang uji selama pengujian

Pasang alat kompresometer-ekstensometer pada benda uji dengan benar

Pasang pengukur deformas (dial gauge) pada posisi yang tepat

Letakkan benda uji pada mesin uji tekan dengan kedudukan sentris

Jalankan mesin uji tekan dan berikan pembebanan secara teratur, dengan kecepatan pembebanan 207-275 kPa/detik

Lakukan pembebanan sampai benda uji hancur atau sampai mesin uji tidak memberikan beban lagi

Catatlah regangan setiap peningkatan beban 10 KN, beban tekan pada saat regangan tercapai 50 x 10-° dan
regangan yang dicapai pada seat pembebanan mencapai 40% beban maksimum.

be
belah

Selesai
LANGKAH PENGUJIAN KUAT DESAK BETON

Mulai

Ambil benda uji dari bak perendaman 24 jam sebelum pengujian

Bersihkan benda uji dari kotoran yang menempel

Timbang dan ukur benda uji

Lapisilah permukaan atas dan bawah benda uji silinder dengan mortar belerang, benda uji kubus
tidak dilapisi
Letakkan benda uji pada mesin tekan secara teoritis Jalankan mesin tekan
dengan penambahan beban yang konstan sekitar 2-4 kg/cm? per detik

Lakukan pembebanan sampai benda uji hancur

Catat beban maksimum yang terjadi selama pemeriksaan benda uji

Gambarkan bentuk pecah dan catatlah keadaan benda


ukuatji

Selesai

LANGKAH PENGUJAN LOLOS SARINGAN NO.200


(Uji Kandungan Lumpur Dalam Pasir)
Mulai

Gunakan benda uji keadaan kering oven

Letakkan benda uji dalam saringan dan alirkan air di atasnya

Gerakkan benda uji dalam saringan dengan aliran air yang cukup deras

Ulangi langkah di atas Keringkan benda uji dalam oven pada suhu (110 ‡ 5)°C sampai berat tetap

Timbang benda uji dengan ketelitian 0.1 gram

Selesai
LANGKAH PENGUJIAN BERAT VOLUME PADAT/GEMBUR AGREGAT
KASAR
Mulai

Gunakan benda uji keadaan SSD

Letakkan silinder ukur pada tempat datar

Untuk pengujian berat volume Untuk pengujian berat volume


padat, masukkan benda uji 1/3 gembur, benda uji di masukkan
bagian dan ditumbuk 25 kali dalam silinder sampai penuh
sampai merata (tanpa pemadatan)

Timbang dan catat berat silinder berisi benda uji

Hitung volume silinder

Selesai
LANGKAH PENGUJIAN BERAT VOLUME PADAT/GEMBUR AGREGAT
HALUS
Mulai

Gunakan benda uji keadaan SSD

Letakkan silinder ukur pada tempat datar

Untuk pengujian berat volume Untuk pengujian berat volume


padat, masukkan benda uji 1/3 gembur, benda uji di masukkan
bagian dan ditumbuk 25 kali dalam silinder sampai penuh
sampai merata (tanpa pemadatan)

Timbang dan catat berat silinder berisi benda uji

Hitung volume silinder

Selesai
LANGKAH PENGUJAN ANALISIS SARINGAN AGREGAT KASAR
Mulai

Keringkan benda uji ke dalam oven pada suhu (110±5)°C sampai berat tetap

Keluarkan benda uji dan dinginkan pada suhu kamar 1-3 jam

Timbang sampel uji sebanyak 5000 gram

Susun saringan dari yang lubangnya paling besar dari atas ke bawah

Masukkan benda uji dan ayak dengan mesin penggoyang selama 10-15 menit

Keluarkan benda uji pada masing-masing saringan dan masukkan dalam masing-masing talam

Timbang dan catat benda uji (berat benda uji) yang tertahan pada masing-masing saringan

Selesai
LANGKAH PENGUJIAN ANALISA SARINGAN AGREGAT HALUS
Mulai

Keringkan benda uji ke dalam oven pada suhu (110±5)°C sampai berat tetap

Keluarkan benda uji dan dinginkan pada suhu kamar 1-3 jam

Timbang sampel uji sebanyak 2000 gram

Susun saringan dari yang lubangnya paling besar dari atas ke bawah

Masukkan benda uji dan ayak dengan mesin penggoyang selama 10-15 menit

Keluarkan benda uji pada masing-masing saringan dan masukkan dalam masing-masing talam

Timbang dan catat benda uji (berat benda uji) yang tertahan pada masing-masing saringan

Selesai

Anda mungkin juga menyukai