0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan2 halaman

Pengertian dan Karakteristik RIP

Routing Information Protocol (RIP) adalah protokol routing berbasis Distance Vector yang menggunakan jumlah hop untuk menentukan rute terbaik, dengan maksimum 15 hop. Dikenalkan pada tahun 1980 dan didefinisikan dalam RFC 1058, RIP memiliki dua versi, yaitu RIPv1 dan RIPv2, dengan RIPv2 mendukung pengiriman subnet mask. Meskipun mudah digunakan pada jaringan kecil, RIP memiliki keterbatasan dalam hal jumlah host dan tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).

Diunggah oleh

mahrusnetwork
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan2 halaman

Pengertian dan Karakteristik RIP

Routing Information Protocol (RIP) adalah protokol routing berbasis Distance Vector yang menggunakan jumlah hop untuk menentukan rute terbaik, dengan maksimum 15 hop. Dikenalkan pada tahun 1980 dan didefinisikan dalam RFC 1058, RIP memiliki dua versi, yaitu RIPv1 dan RIPv2, dengan RIPv2 mendukung pengiriman subnet mask. Meskipun mudah digunakan pada jaringan kecil, RIP memiliki keterbatasan dalam hal jumlah host dan tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).

Diunggah oleh

mahrusnetwork
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JENIS ROUTING DYNAMIC 1 : RIP

Pengertian RIP
Routing Information Protocol (RIP) adalah salah satu Routing Protocol yang
menggunakan Distance Vector, oleh karena itu RIP menggunakan jumlah Hop untuk
menentukan cara terbaik ke sebuah alamat jaringan tertentu, tetapi RIP secara default memiliki
jumlah hop maksimum yaitu 15 Hop. Oleh karena itu, Hop ke-16 dan seterusnya akan dianggap
tidak terjangkau (Unreachable). Oleh karena itu juga, RIP dapat bekerja dengan baik di jenis
jaringan yang kecil, tetapi RIP tidak efisien pada network yang besar atau pada jaringan yang
memiliki jumlah Router yang banyak.

Sejarah RIP
Routing Information Protocol (RIP) dirancang pada tahun 1980 untuk digunakan dengan
rangkaian protokol Xerox Network Systems (XNS) menggunakan algoritme Bellman-Ford,
yang pertama kali digunakan dalam jaringan komputer pada tahun 1968, sebagai awal dari
algoritme routing ARPANET.
RIP juga pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan
beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan
sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-
teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS.

Cara Kerja RIP


RIP merupakan salah satu distance vector routing, yang melakukan advertise informasi routing
dengan jalan mengirim routing update keluar melaui interface pada router. Informasi update
ini berisi sederetan informasi yang mewakili subnet dan sebuah metric.
Metric mewakili seberapa bagus rute/jalur menurut perspective router tersebut, dengan
semakin kecil harga metric semakin bagus jalur tersebut. Semua router yang menerima salinan
routing update distance vector routing menerima informasi tersebut dan mungkin saja
menambahkan beberapa jalur dalam routing tabelnya.
Router penerima akan menambahkan jalur baru mengenai subnet ini berdasarkan routing
update ini hanya jika dia tidak mempunyai informasi tentang route/jalur ini sebelumnya atau
dia sudah mengetahui route ini akan tetapi informasi baru ini ternyata mempunyai informasi
rute yang lebih bagus (metric lebih kecil).
Dalam routing update jika tidak menyertakan subnet mask dalam informasinya, maka disebut
sebagai classfull routing. Classfull routing tidak support VLSM (variable length subnet mask).
RIP menggunakan jumlah hop sebagai ukuran. Secara sederhana proses kerja RIP adalah
sebagai berikut:
1. Host mendengar pada alamat broadcast jika ada update routing dari gateway.
2. Host akan memeriksa terlebih dahulu routing table lokal jika menerima update routing.
3. Default, RIP mengupdate data setiap 30 detik.
4. Jika rute belum ada, informasi segera dimasukkan ke routing table.
5. Jika rute sudah ada, metric yang terkecil akan diambil sebagai acuan.
6. Rute melalui suatu gateway akan dihapus jika tidak ada update dari gateway tersebut
dalam waktu tertentu
7. Khusus untuk gateway, RIP akan mengirimkan update routing pada alamat broadcast
di setiap network yang terhubung

Karakteristik RIP
• Distance vector routing protocol
• Hop count sebagi metric untuk memilih rute
• Maximum hop count 15, hop ke 16 dianggap unreachable
• Secara default routing update 30 detik sekali
• RIPv1 (classfull routing protocol) tidak mengirimkan subnet mask pada update
• RIPv2 (classless routing protocol) mengirimkan subnet mask pada update2. Cara Kerja
Routing Statik

Kelebihan Dan Kekurangan RIP


Kelebihan RIP:
• Menggunakan metode Triggered Update.
• RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan
informasi routing.
• Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus
mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered
update).
• Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup
dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.
Kekurangan RIP:
• Jumlah host Terbatas.
• RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
• RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
• Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri
(informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada

Anda mungkin juga menyukai