BAB II
DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN
2.1. Gambaran Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
2.1.1 Gambaran Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di
Indonesia
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang disingkat dengan PDI
Perjuangan1 merupakan partai politik yang memiliki ikatan kesejarahan
dengan partai-partai politik terdahulu. PDI Perjuangan sebenarnya
kelanjutan dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang berdiri pada
tanggal 10 Januari 1973 dan merupakan hasil dari gagasan fusi partai
politik. selain itu sejarah PDI dan PDI Perjuangan juga dapat dirunut
mulai dari Partai Nasional Indonesia (PNI), Akar ideologis PDI
Perjuangan memiliki pertalian dengan Partai Nasional Indonesia yang
didirikan oleh Ir Soekarno. Menurut Asvi Warman Adam seorang peneliti
utama LIPI dan ahli sejarah Indonesia menjelaskan bahwa PDI Perjuangan
tidak bisa dilepaskan dari Bung Karno karena salah satu elemen utamanya
adalah PNI yang didirikan oleh Soekarno2.
Sejarah PDI berawal dari penggabungan atau fusi dari 5 parpol,
yakni PNI, Parkindo, Partai katolik, Murba dan IPKI. Kelimanya memiliki
latar belakang, basis sosial, ideologi dan sejarah perkembangan yang
berbeda. Fusi lima partai politik berlangsung pada 10 januari 1973 yang
1
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Masa Bakti 2019 – 2024, hlm.51
2
Imran Hasibuan, dkk. Gerak Sejarah Partai Banteng PNI, PDI dan PDI Perjuangan
(DPP PDI Perjuangan Bekerjasama dengan Q Communication, 2015), hlm. XVII.
36
37
kini dirayakan sebagai hari ulang tahun PDI perjuagan. Seiring
perjalanannya PDI terus bongkar pasang dalam struktur pimpinan. Sampai
pada suatu kepemimpinan Soerjadi yang saat itu dikecam oleh pemerintah
di masa orde baru. Kehendak penguasa untuk mengakhiri karier Soerjadi
sudah bulat. Sejumlah “dosa politiknya” terhadap Orba mengharuskan ia
dikubur, sama dengan para senior sebelumnya. Kongres Medan
dipersiapkan untuk itu. Tapi, Soerjadi memutuskan untuk mencoba
melawan. Akibatnya, “aklamasi” bagi kembali berkuasanya Soerjadi
dilakukan tubuh ini. Tapi ini melahirkan penentangan luas, apalagi
kehendak penguasa memang bergerak ke arah itu. Kontroversi yang terus
berlangsung akhirnya ditemukan jalan keluarnya lewat penyelenggaraan
Kongres Luar Biasa (KLB) di Surabaya.3
PDI Perjuangan dilatarbelakangi dengan peristiwa 27 Juli 1996,
dimana ketika itu kantor DPP PDI diserbu oleh ratusan orang berkaos
merah yang bermaksud mengambil alih. Hal ini juga menjadi momentum
45 bagi Megawati Soekarno Putri untuk tampil di kancah perpolitikan
Indonesia. Sebelum peristiwa ini, ia sudah tercatat sebagai Ketua Umum
Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan anggota Komisi I DPR RI. Namun
setelah kejadian tersebut, namanya pun semakin dikenal oleh seluruh
masyarakat Indonesia. Nama PDI Perjuangan semakin menggema di
negeri ini, terutama ketika menjelang pemilu tahun 1999. Karena di tahun
3
Ahmad Wiratman, Skripsi : “Aktivitas Public Relations Politik Pdi Perjuangan Melalui
Konsolidasi Menjelang Pemilihan Gubernur Bali 2018” (Malang : Universitas Muhammadiyah
Malang, 2018), Hlm.44
38
tersebut, PDI berubah nama menjadi PDI Perjuangan dan partai ini pun
siap menghadapi pemilu pertamanya. Hal ini membawa berkah bagi PDI
Perjuangan, dukungan yang begitu besarnya dari masyarakat
menjadikannya sebagai pemenang pemilu dan berhasil menempatkan
ratusan kadernya di parlemen. Dalam perjalannya, sang ketua umum yakni
Megawati sebagai Wakil Presiden mendampingi KH. Abdurrahman Wahid
atau Gus Dur yang terpilih di dalam sidang Paripurna MPR sebagai
Presiden RI ke-4.4
Dalam kongres III PDI Perjuangan tahun 2010, Ketua Umum PDI
Perjuangan kembali menegaskan pentingnya Ideologi dalam membangun
partai. Hal tersebut juga sebagai otokritik berkaitan dengan kekalahan PDI
Perjuangan dalam pemilihan umum 2004 dan 2009 menyadarkan pimpinan
partai untuk menata kembali gerak partai secara mendasar dengan
konsolidasi ideologis dengan menjadikan ideologi sebagai acuan gerak dan
kebijakan partai. Ideologi sebagaimana yang seringkali dipahami adalah
sebagai dasar, pijakan dan penuntun bagi seseorang, kelompok atau
organisasi dalam menjalankan kehidupannya (organisasi). Gramsci
menyebutkan bahwa ideologi mengatur manusia dan memberikan tempat
bagi manusia untuk bergerak, mendapatkan kesadaran akan posisi mereka,
perjuangan mereka dan sebagainya. Dengan demikian maka ideologi bagi
4
Ibid, hlm. 45
39
sebuah organisasi sangatlah penting dalam rangka menentukan sikap,
kebijakan dan haluan organisasi ke depan5.
PDI Perjuangan meyakini bahwa ideologi merupakan basis
perjuangan atau cita-cita yang ingin dicapai partai dan mendasari
seseorang atau organisasi dalam bertindak dan berperilaku seperti yang
dikatakan Soekarno bahwa ideologi adalah satunya kata dan perbuatan.6
Salah satu program ideologi PDI Perjuangan adalah pendidikan kader di
berbagai tingkatan secara berjenjang. Tujuannya agar setiap kader PDI
Perjuangan memahami dan mampu membumikan ideologi partai dalam
bentuk kerja nyata. Para kader diharapkan agar dapat berperan di
masyarakat, terutama membantu menyelesaikan berbagai masalah yang
dihadapi sehari-hari. Para kader inilah yang nantinya akan menjadi motor
penggerak terhadap kebangkitan dan kemajuan PDI Perjuangan di seluruh
daerah di Indonesia7.
Bagi PDI Perjuangan tidak mudah untuk menjadi partai ideologis,
sekaligus sebagai di luar pemerintahan. Godaan berupa tawaran untuk
bergabung dengan kekuasaan kerap menerpa PDI Perjuangan. Termasuk
ketika proses penyusunan kabinet SBY yang memenangi Pilpres 2009,
beberapa kali PDI Perjuangan ditawari kursi menteri. Godaan kekuasaan
tersebut bahkan hampir memecah belah pengurus PDI Perjuangan antara
yang ingin bergabung dengan kekuasaan dan yang tetap berada di luar
5
Imran Hasibuan, dkk. Gerak Sejarah Partai Banteng PNI, PDI dan PDI Perjuangan
(DPP PDI Perjuangan Bekerjasama dengan Q Communication, 2015), hlm.180.
6
Ibid, hlm 181.
7
Ibid, hlm 196.
40
kekuasaan. salah satu keuntungan PDI Perjuangan berada di luar
kekuasaan adalah terjaganya citra dan martabat partai dari praktik korupsi
yang dilakukan oleh para politisi pada era pemerintahan Presiden SBY
tidak jarang menyeret kalangan politisi. Hal itu berdampak pada jatuhnya
citra dari Partai Demokrat. Komitmen PDI Perjuangan dalam
pemberantasan korupsi di Indonesia diyakini sebagai jalan ideologis partai
dalam membenahi kerusakan mental rakyat Indonesia.8
Buah lain dari pilihan ideologis yang ditempuh oleh PDI
Perjuangan adalah lahirnya tokoh-tokoh yang berada di eksekutif menjabat
sebagai bupati, walikota atau gubernur, maupun di legislatif sebagai
anggota dewan. Para tokoh muda ini mampu menampilkan karakter
ideologis PDI Perjuangan yang dekat dengan rakyat. Tidak saja mampu
bersikap sahaja dan dekat dengan rakyat, para tokoh muda ini juga dinilai
memiliki inovasi dan terobosan sehingga mampu mensejahterakan rakyat
di daerahnya masing-masing.
Selama 10 tahun tidak ikut dalam pemerintahan pusat, PDI
Perjuangan menerapkan kebijakan mensejahterakan rakyat melalui
"petugas partai" (istilah yang digunakan oleh PDI Perjuangan) bagi kader
partai yang menjabat sebagai bupati/walikota atau gubernur. muncul nama
Ganjar Pranowo, kader PDI Perjuangan yang berhasil memenangkan
Pilkada Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 dan 2018 hingga menjadikannya
sebagai Gubernur Jawa Tengah dua periode. Langkah-langkah terobosan
8
Ibid, hlm. 218.
41
yang dilakukan oleh Ganjar mampu membenahi jalur Pantai Utara
(Pantura), yang menghubungkan daerah-daerah di pulau Jawa sehingga
lebih tertata rapi. Begitu pula dengan nama Tri Rismaharini, Walikota
Surabaya, yang juga diusung oleh PDI Perjuangan. Risma mampu
mengubah wajah kota Surabaya dengan menata wajah kota Surabaya
melalui pembangunan taman dan hutan kota9. Pada tahun 2020 Risma
ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Sosial. Di lembaga
legislatif, PDI Perjuangan juga mampu menelurkan tokoh-tokoh yang
memiliki karakter ideologi dalam berpolitik. diantaranya Ribka Tjiptaning
Proletariyati, Ahmad Basarah, Adian Yunus Yusak Napitupulu, Bambang
Wuryanto dan lain-lain, Mereka mampu memberikan warna dan karakter
ideologi dalam berpolitik.
Konsolidasi ideologis dan organisasi yang dilakukan PDI
Perjuangan bermuara pada pertarungan politik sesungguhnya, yakni
pertarungan di pemilihan umum 2014 dan 2019 yang mengantarkan PDI
Perjuangan menjadi partai terbesar di Indonesia dengan perolehan suara
sebesar 23.673.018 dengan presentase 18,96% pada pemilu 2014 dan
27.053.961 dengan persentase 19,33% pada pemilu 2019.10 Partai ini juga
berhasil mengantarkan kadernya yakni Ir. H. Joko Widodo terpilih sebagai
Presiden Republik Indonesia pada pilpres 2014 dan pilpres 2019.
Kemenangan PDI Perjuangan pada pemilu 2014 dan 2019 jelas merupakan
9
Ibid,.
10
[Link], Hasil Penghitungan Suara Sah Partai Politik Peserta Pemilu Legislatif Tahun
1955-2019 [Link]
[Link] diakses pada: 21/03/2022
42
buah dari konsistensi PDI Perjuangan sebagai partai di luar pemerintahan
mulai tahun 2004 hingga 2014 yang berlandaskan pada nilai-nilai
ideologi11.
Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan dalam
pidatonya pada Rakernas IV PDI Perjuangan tahun 2014 menyampaikan
bahwa kemenangan itu jangan membuat kader partai lupa daratan. bahwa
ujian sebenarnya bagi PDI Perjuangan baru saja dimulai. Ujian yang
dimaksud adalah upaya membuktikan kepada rakyat bahwa ideologi yang
diusung oleh PDI Perjuangan bukan sekedar slogan semata, namun mampu
diwujudkan dalam tataran kebijakan kenegaraan.12
Kendali PDI Perjuangan tidak pernah terlepas dari peran Megawati
Soekarnoputri yang menjabat sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan. Pada
Kongres IV PDI Perjuangan, sosok Megawati Soekarnoputri kembali
dikukuhkan sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan periode 2015-2020.
Kongres ke-V diselenggarakan di Bali pada 08-11 Agustus 2019. PDI
Perjuangan mempercepat kongres yang seharusnya dilaksanakan tahun
2020 bertujuan untuk mensinergikan semua program kepartaian dengan
program pemerintah Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Pada Kongres V PDI
Perjuangan sosok Megawati Soekarnoputri kembali dikukuhkan sebagai
Ketua Umum PDI Perjuangan periode 2019-2024. Sejak tahun 1999
hingga 2019 PDI Perjuangan dipimpin langsung oleh Megawati
11
Imran Hasibuan, dkk. Gerak Sejarah Partai Banteng PNI, PDI dan PDI Perjuangan
(DPP PDI Perjuangan Bekerjasama dengan Q Communication, 2015), hlm. 225.
12
Ibid,
43
Soekarnoputri sebagai Ketua Umum. Hal ini menjadikan Megawati
sebagai Ketua Umum partai terlama di Indonesia.
Tabel 2.1
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Mulai Akhir
NO Ketua Umum Periode
Menjabat Jabatan
24 Maret 31 Maret
1
1999 2005
31 Maret 6 April
2
2005 2010
Prof. Dr. (H.C.) 6 April 9 April
1 Hj. Megawati 3
2010 2015
Soekarnoputri 9 April 8 Agustus
4
2015 2019
8 Agustus Petahana
5
2019 (2024)
Sumber: Data Olahan
2.1.2. Visi dan Misi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Visi Partai adalah keadaan pada masa depan yang diidamkan oleh
Partai, dan oleh karena itu menjadi arah bagi perjuangan Partai 13.
Berdasarkan amanat pasal 6 Anggaran Dasar Partai PDI Perjuangan
adalah:
a. Alat perjuangan guna membentuk dan membangun karakter
bangsa berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945.
13
[Link], Visi dan Misi [Link]
misi diakses pada: 14/03/2022
44
b. Alat perjuangan untuk melahirkan kehidupan berbangsa dan
bernegara yang berKetuhanan, memiliki semangat sosio
nasionalisme, dan sosio demokrasi (Tri Sila).
c. Alat perjuangan untuk menentang segala bentuk
44ndividualism dan untuk menghidupkan jiwa dan semangat
gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara (Eka Sila).
d. Wadah komunikasi politik, mengembangkan dan memperkuat
partisipasi politik warga negara.
e. wadah untuk membentuk kader bangsa yang berjiwa pelopor,
dan memiliki pemahaman, kemampuan menjabarkan dan
melaksanakan ajaran Bung Karno dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
2.1.3. Lambang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Di Indonesia, PDI Perjuangan jadi salah satu partai yang ikonik.
Partai berlambang banteng itu gampang diingat. Simbol banteng sendiri
bukan hanya dipakai PDI Perjuangan. Sebelumnya, kepala banteng dipakai
menjadi simbol organisasi sejak Sarekat Islam yang didirikan HOS
45
Tjokroaminoto. Kemudian, Bung Karno dengan PNI nya juga
menggunakan simbol Banteng14. Filosofi dari Lambang PDI Perjuangan
berupa gambar banteng hitam bermoncong putih dengan latar merah di
dalam lingkaran bergaris hitam dan putih dijelaskan sebagai berikut15:
● Warna Merah Membara Berani mengambil resiko dalam
memperjuangkan rakyat, keadilan dan kebenaran.
● Tanduk Kekar diartikan Berbasis kekuatan rakyat dan selalu
memperjuangkan kepentingan rakyat.
● Mata Merah Tajam diartikan Selalu waspada terhadap
kemungkinan terjadinya ancaman dalam memperjuangkan
kebenaran dan keadilan.
● Moncong Putih diartikan Dapat dipercaya 45ank omit untuk
memperjuangkan keadilan dan kebenaran.
● Lingkaran Tegas diartikan Terus menerus tanpa terputus
memperjuangkan keadilan dan kebenaran.
14
[Link], Mata Banteng di Logo PDIP [Link]
pdip-kok-merah-bukan-putih-apa-maksudnya-ya diakses pada: 19/03/2022
15
[Link], Tata Kelola Partai [Link]
kelola-partai diakses pada: 20/03/2022
46
2.2. Gambaran Umum Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan (DPD PDI Perjuangan) Provinsi Jambi
2.2.1 Gambaran Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di
Provinsi Jambi
Sejarah PDI Perjuangan di Provinsi Jambi juga bersamaan dengan
pembentukan kelembagaan partai di tingkat pusat. pembentukan partai
politik bahwa, harus memiliki kepengurusan partai politik di tingkat pusat
berkedudukan di ibu kota negara, kepengurusan tingkat provinsi
berkedudukan di ibu kota provinsi dan Kepengurusan Partai Politik tingkat
kabupaten/kota berkedudukan di ibu kota kabupaten atau kota. maka
terbentuklah Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan di Provinsi Jambi. Struktur pimpinan atau pengurus partai
secara berjenjang terdiri atas:
a. Dewan Pimpinan Pusat Partai disingkat DPP Partai di tingkat
nasional.
b. Dewan Pimpinan Daerah Partai disingkat DPD Partai di tingkat
provinsi.
c. Dewan Pimpinan Cabang Partai disingkat DPC Partai di tingkat
kabupaten/kota.
d. Dewan Perwakilan Luar Negeri Partai disingkat DPLN Partai di
luar negeri.
e. Pengurus Anak Cabang Partai disingkat PAC Partai di tingkat
kecamatan atau sebutan lainnya.
47
f. Pengurus Perwakilan Luar Negeri Partai disingkat PPLN Partai
di negara bagian/provinsi atau sebutan lain di suatu negara.
g. Pengurus Ranting Partai di tingkat desa atau kelurahan atau
sebutan lainnya.
h. Pengurus Anak Ranting Partai di tingkat dusun/dukuh/reroga/
RW atau sebutan lainnya.
Struktur pimpinan atau pengurus PDI Perjuangan telah tersusun
secara sistematis, mulai dari tingkatan paling tinggi pada tingkat nasional
sampai dengan tingkatan terendah yaitu tingkat pengurus anak ranting
yang berada di dusun atau RW, Adanya tingkatan ini dapat memperjelas
jalur koordinasi dan komunikasi antar sesama kader partai serta efektif dan
efisien menjadi penyalur aspirasi pada tingkatannya masing-masing.
PDI Perjuangan Provinsi Jambi tahun 1999-2000 dipimpin oleh H.
Nasrun Arbain, Pada tahun 2000-2005 PDI Perjuangan berada dibawah
kepemimpinan H. Soewarno Soerinta. Memasuki tahun 2005 PDI
Perjuangan dipimpin oleh H. Turimin. Pada tahun 2007 H. Turimin
meninggal dunia sehingga digantikan oleh Irsal Yunus dan bertahan dua
periode sampai dengan tahun 2015. Seterusnya tonggak kepemimpinan
Ketua DPD PDI Perjuangan pada tahun 2015 dipimpin oleh Edi Purwanto
hingga 2019 dan terpilih kembali sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah
pada Konferensi Daerah PDI Perjuangan Provinsi Jambi 2019-2024.
48
2.2.2 Struktur, Komposisi dan Personalia Dewan Pimpinan Daerah
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Provinsi Jambi
Tabel 2.2
Struktur, Komposisi dan Personalia Dewan Pimpinan Daerah
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Provinsi Jambi Masa Bakti
2019-202416
NO NAMA JABATAN
1 Edi Purwanto, S.H.I., [Link]. Ketua
Wakil Ketua Bidang Kehormatan
2 Nazrin Lazie, S.H.
Partai
Wakil Ketua Bidang Pemenangan
3 Hotman P. Sitanggang, S.H.
Pemilu
Wakil Ketua Bidang Ideologi dan
4 M. Asriadi, S.T.
Kaderisasi
Wakil Ketua Bidang
5 Edison, S.H.
Keanggotaan dan Organisasi
6. Hj. Ratu Munawaroh Wakil Ketua Bidang Politik
Wakil Ketua Bidang Hukum, Hak
7. AKBP (P). Henni Astuti, S.H. Asasi Manusia dan Perundang-
undangan
Petrus Hilman Dapot Tuah Wakil Ketua Bidang
8.
Purba, BBA. Perekonomian
9. Drs. Ahmadi Zubir, M.M. Wakil Ketua Bidang Kebudayaan
Wakil Ketua Bidang
10. Syahrial Gunawan
Penanggulangan Bencana
Wakil Ketua Bidang Industri,
11. A.M. Guntur Muchtar
Tenaga Kerja, dan Jaminan Sosial
Dr. Hj. Muallimah Rahdiana, Wakil Ketua Bidang Kesehatan,
12.
[Link]. Perempuan dan Anak
Wakil Ketua Bidang Pariwisata,
13. Junedi Singarimbun, S.E.
Pemuda dan Olahraga
Wakil Ketua Bidang Koperasi
14. Hj. Linda Astuty, S.E., M.M.
dan UMKM
Wakil Ketua Bidang Keagamaan
15. M. Amin, S.K.M., [Link].
dan Kepercayaan Terhadap
16
Lampiran Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia
Pejuangan Nomor:05-B/KPTS-DPD/DPP/VIII/2021 Tentang Penyesuaian Struktur dan Komposisi
Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Provinsi Jambi Masa Bakti
2019-2024 .
49
Tuhan Yang Maha Esa
Wakil Ketua Bidang Ekonomi
16. S. Eko Edy Utono, S.E.
Kreatif dan Ekonomi Digital
Wakil Ketua Bidang Pangan,
17. Umi Syamsiatun, [Link]. Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
Wakil Ketua Bidang Kelautan
18. Frans Sugama Tambunan, S.H.
dan Perikanan
19. H. Zaidan, SH.I. Sekretaris
20. Dody Harmoko, S.T.P. Wakil Sekretaris Bidang Internal
Kemuning Gilang Pertiwi,
21. Wakil Sekretaris Bidang Program
[Link].
Nur Tri Kadarini, S.E., [Link].
22. Bendahara
Ak.
23. Vicky Fandy Yoesman, [Link] Wakil Bendahara
2.2.3. Anggota DPRD Provinsi Jambi Fraksi PDI Perjuangan
Tabel 2.3
Anggota DPRD Provinsi Jambi Fraksi PDI Perjuangan
No Nama Jabatan
1 Nur Tri Kadarini, SE, Msi. Ak Ketua
2 Luhut Silaban, SH Wakil Ketua
3 Wartono Triyan Kusumo, SE Sekretaris
4 Edi Purwanto, SH.I, [Link] Anggota
5 Akmaluddin, [Link].I Anggota
6 Drs. Abdul Khafidh, MM Anggota
7 Samsul Ridwan Anggota
8 Ir. Mesran, MM Anggota
9 H. Zubir Dahlan Anggota
Sumber: Website DPRD Provinsi Jambi
50
Kepada pengurus DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi agar terus dapat
menjaga nama baik dan citra PDI Perjuangan.
Kepada pengurus DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi agar terus dapat
melahirkan kader-kader berkualitas yang mengutamankan kepentingan dan
kesejahteraan masyarakat Jamb
51