0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan1 halaman

Pembelajaran Holistik di SD Indonesia

Dokumen ini membahas pendekatan pengajaran yang diterapkan dalam pendidikan anak di SD, termasuk metode pembelajaran holistik dan pengalaman langsung. Penanganan anak yang kesulitan belajar juga dijelaskan, dengan saran untuk memberikan motivasi dan konsultasi dengan orang tua. Selain itu, dijelaskan tentang berbagai jenis sekolah dasar konvensional dan pentingnya mempertimbangkan pendapat anak dalam keputusan pendidikan mereka.

Diunggah oleh

syaifudin hasanah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan1 halaman

Pembelajaran Holistik di SD Indonesia

Dokumen ini membahas pendekatan pengajaran yang diterapkan dalam pendidikan anak di SD, termasuk metode pembelajaran holistik dan pengalaman langsung. Penanganan anak yang kesulitan belajar juga dijelaskan, dengan saran untuk memberikan motivasi dan konsultasi dengan orang tua. Selain itu, dijelaskan tentang berbagai jenis sekolah dasar konvensional dan pentingnya mempertimbangkan pendapat anak dalam keputusan pendidikan mereka.

Diunggah oleh

syaifudin hasanah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Royyana Dini Shofiah

NIM : 877967683
Mata Kuliah : Pendidikan Anak di SD (PDGK4403)

1. Sejauh saya mengajar mungkin telah menciptakan suasana kelas yang lumayan kondusif.
Karena kurikulum Merdeka di Indonesia adalah menerapkan pembelajaran holistic, jadi
paling tidak hal itu telah diterapkan. Dengan pendekatan holistic, anak setidaknya mampu
menerapkan hal hal yang telah dipelajari di kelas ke Masyarakat luar. Termasuk pula
pendekatan Experiental Learning yang biasanya dilakukan pada pembelajaran IPAS. Anak
mengenal alam secara langsung sehingga pembelajaran dapat lebih bermakna. Terkadang juga
melakukan pendekatan Multiple Intelligence, peraturan tidak tertulis di kelas seperti jangan
bertengkar dan memukul di deskripsikan lewat lagu agar anak lebih mudah mengingatnya.
2. Untuk anak yang kesulitan belajar mungkin bisa memberinya tambahan atau jam intensif
pembelajaran dengan siswa tersebut. Jika kendalanya ada pada motivasi kurang semangatnya
belajar, maka hendaknya memberi dorongan atau memberikan semacam punish and reward
agar anak merasa tertantang. Perlu juga penananaman motivasi dari dalam diri anak itu
sendiri, maka guru harus memberinya inspirasi. Bisa juga dengan berkonsultasi dengan orang
tua, karena bagaimanapun, anak menghabiskan waktu lebih banyak di rumah daripada di
sekolah.
3. Rumpun Sekolah dasar Konvensional termasuk didalamnya adalah ; SD biasa, SD kecil, dan
SD Pamong. SD biasa adalah Sekolah dasar swasta atau negri yang biasanya terletak di kota
dan menampung paling tidak 300 siswa. SD kecil adalah SD yang terletak di dareah terpencil.
Sekolah ini guna menjangkau anak anak yang tinggaldi daerah terpencil agar bisa
mendapatkan pembelajaran yang layak pula. Terakhir adalah SD pamong. SD ini
diperuntukkan bagi anak usia 7-12 tahun yang putus sekolah karena berbagai factor dan
kebanyakan karena factor ekonomi, mengingat perkembangan ekonomi di Indonesia
tergolong rendah. SD pamomg bisa berlangsung Dimana saja, tidak harus berada di Gedung.
4. Dinilai dari Konvensi hak Anak, memaksa anak ke pondok tidak melanggar poin poin nya.
Bagaimana pun ia pergi ke pondok bukan untuk ditelantarkan, melainkan untuk dididik dan di
disiplinkan agar harapannya bisa beradaptasi dengan Masyarakat kelak yang menuntut
kemandirian. Namun alangkah baiknya untuk menanyakan pendapat terlebih dahulu, agar
tidak timbul perselisihan dalam keluarga. Setelah itu barulah men diskusi kan jalan keluarnya
Bersama.

Anda mungkin juga menyukai