HARIAN MERAPI - Tak mau ketinggalan peran mewujudkan ketahanan pangan, Lembaga
Pemasyarakatan Kelas II B Cebongan (Lapas Cebongan), di Mlati, Sleman, Yogyakarta,
mengubah lahan sempit menjadi kebun sayur.
Tidak hanya kebun sayur, upaya aktif mewujudkan ketahanan pangan itu Lapas Cebongan di
Sleman, Yogyakarta, juga membuat kolam ikan nila dan lele di lahan sempit yang sama.
Bahkan, untuk ketahanan pangan itu lahan yang luasnya tidak seberapa di bagian dalam
Lapas Cebongan di Sleman, Yogyakarta, juga dilengkapi gazebo dan meja panjang selayaknya
sebuah kafe kekinian.
Hanya dengan memanfaatkan lahan sempit di bagian belakang dan sedikit kreativitas, Lapas
Cebongan kini punya kebun sayur dan kolam ikan untuk memenuhi kebutuhan pangan
bergizi.
"Lebih dari itu, kebun sayur ini juga mendukung program ketahanan pangan, sekaligus
menjadi media edukasi bagi para warga binaan kami", kata Kepala Lapas Cebongan Kelik
Sulistyanto, yang ditemui belum lama ini.
Dia mengungkapkan, lahan sempit yang kini sudah menjadi kebun sayur ini semula hanya
sisa lahan di belakang bangunan Lapas Cebongan yang terbengkalai. Bahkan, hanya
digunakan untuk membuang sampah.
"Bersama para warga binaan, kami kemudian gotong-royong membersihkan dan
membuatnya menjadi kebun sayur dan kolam ikan lele," kata Kepala Lapas Cebongan Kelik
Sulistyanto.
Dengan penampakannya sekarang, sekiranya tak ada yang menyangka jika kebun sayur di
belakang bangunan Lapas Cebongan ini semula hanya lahan sempit untuk membuang
sampah.
Lebih menarik lagi, Kepala Lapas Cebongan Kelik Sulistyanto juga memberi nama kebun
sayur dan kolam ikannya itu dengan istilah unik yang bermakna.
Dia mengatakan, kebun sayur di bagian dalam belakang Lapas Cebongan itu diberi nama
Simbok Tani. Artinya, Sisi Tembok Mburi Pertanian, atau Sisi Dinding Belakang Pertanian.