0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan23 halaman

Pengaruh Digital Marketing pada Wondr BNI

Dokumen ini adalah proposal penelitian yang membahas peran digital marketing, keamanan, dan kemudahan penggunaan dalam meningkatkan keputusan penggunaan aplikasi mobile banking Wondr by BNI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap keputusan nasabah dalam menggunakan aplikasi tersebut, serta memberikan masukan bagi BNI untuk meningkatkan daya saing dan kepuasan pengguna. Data menunjukkan peningkatan signifikan dalam penggunaan mobile banking di Indonesia, dengan Wondr by BNI mengalami pertumbuhan pengguna sejak diluncurkan.

Diunggah oleh

tsahda8
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan23 halaman

Pengaruh Digital Marketing pada Wondr BNI

Dokumen ini adalah proposal penelitian yang membahas peran digital marketing, keamanan, dan kemudahan penggunaan dalam meningkatkan keputusan penggunaan aplikasi mobile banking Wondr by BNI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap keputusan nasabah dalam menggunakan aplikasi tersebut, serta memberikan masukan bagi BNI untuk meningkatkan daya saing dan kepuasan pengguna. Data menunjukkan peningkatan signifikan dalam penggunaan mobile banking di Indonesia, dengan Wondr by BNI mengalami pertumbuhan pengguna sejak diluncurkan.

Diunggah oleh

tsahda8
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

PERAN DIGITAL MARKETING, SECURITY DAN PERCEIVED EASE OF


USE DALAM MENINGKATKAN KEPUTUSAN PENGGUNAAN
APLIKASI MOBILE BANKING WONDR BY BNI

Disusun oleh :
Talitha Sahda
ABT-4B
[Link].28

PROGRAM STUDI D4-ADMINISTRASI BISNIS


TERAPAN JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2024
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Di era digital seperti saat ini perkembanga teknologi sudah semakin pesat, hal ini
menuntut para sektor bisnis untuk mengembangkan layanannya. Selain itu seiring
perkembangan zaman dan disertai kemajuan teknologi, prilaku konsumen mengalami
perubahan pola hidup yang sangat signifikan (Pudjito et al., 2024). Pergeseran ke arah
digital tersebut diiringi dengan tingginya pengguna mobile phone dan kebiasaan
individu menggunakan perangkat digital (Rita & Fitria, 2021). Salah satu sektor bisnis
yang mengalami perkembangan pesat adalah sektor perbankan, revolusi digitalini
memberikan dampak yang signifikan dimana perusahaan dituntut untuk berdaptasi
dengan cepat dalam menngembangkan layanan berbasis teknologi. Digitalisasi dalam
industri perbankan telah mendorong transformasi layanan ke arah yang lebih
praktis,salah satu inovasi yang dikembangkan industri perbankan yaitu melalui mobile
banking, dengan adanya mobile banking nasabah diharapkan dapat melakukan berbagai
transaksi keuangan secara mudah tanpa ada batasan waktu dan tempat.

Tren penggunaan mobile banking di Indonesia menunjukan peningkatan yang signifikan


dalam beberapa tahun terakhir. Tingginya pengguna mobile phone menjadikan kegiatan
perbankan dialihkan ke layanan mobile yang dapat diakses secara langsung seperti cek
saldo, transfer dana, pembayaran tagihan, dan lain-lain (Rita & Fitria, 2021).
Berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah transaksi pembayaran digital melalui aplikasi
mobile maupun internet pada tahun 2024 mencapai 34,5 miliar transaksi jumlah ini
meningkat 36,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Bank indonesia juga memproyeksi
bahwa pembayaran digital akan meningkat sebesar 52,3% pada tahun 2025.
Peningkatan pengunaan transaksi digital ini menunjukan bahwa masyarakat Indonesia
semakin adaptif terhadap layanan perbankan berbasis digital.

Jumlah Pengguna Mobile


Pengguna dalam Juta

Banking pada September 2024


40.0 37.1
35.0 31.1
30.0 27.3
25.0
20.0 17.9
15.0
10.0 7.6
5.0
0.0
BCA Mobile Livin by BNI Mobile BRImo BSI Mobile
Mandiri Banking

Sumber: [Link]
Gambar 1.1 Jumlah pengguna mobile banking September 2024

Gambar 1.1 menunjukkan jumlah pengguna mobile banking pada bulan September
2024, di mana terdapat perbedaan signifikan di antara bank-bank populer di Indonesia.
Mobile banking BRI (BRImo) mencatat jumlah pengguna tertinggi, yakni 37,1 juta,
sementara jumlah pengguna terendah terdapat pada mobile banking BSI, yaitu 7,57 juta.
Hal ini wajar mengingat BSI merupakan bank syariah yang memiliki segmen pasar
lebih spesifik. Yang perlu diperhatikan dari data tersebut adalah posisi BNI, di mana
sebagai bank non-syariah, BNI Mobile Banking hanya memiliki 17,9 juta pengguna per
September [Link] dari perkembangan dari bank lainnya, Bank Negara Indonesia
(BNI) yang merupakan salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
meluncurkan aplikasi terbaru yaitu mobile banking Wondr by BNI pada Juli 2024.
Dengan menghadirkan fitur-fitur yang berbeda dengan aplikasi BNI Mobile Banking,
terutama pada fitur 3 dimensi keuangan (Transaksi, Insight, dan Growth)
yang dapat mengelola keuangan pribadi nasabah guna mencapai
kebutuhan finansial masing-masing. Adanya penurunan jumlah
pengguna dikarenakan nasabah lama sedang adanya migrasi dari
aplikasi BNI mobile banking ke Wondr by BNI. Sejak awal di luncurkan
jumlah pengguna selalu mengalami peningkatan, tecatat pada akhir
Desember 2024 jumlah pengguna Wonder by BNI mencapai 5,3 juta
pengguna. Perkembangan tersebut menunjukkan efek yang positif
terhadap operasional bank BNI di antara bank-bank konvensional
lainnya di Indonesia.
Pada era saat ini digital marketing menjadi salah satu pilihan pada sektor bisnis untuk
mempromosikan layanannya. Digital marketing merupakan pengunaan internet dan
teknologi interaktif lain , untuk membuat dan menghubungkan dialog antara perusahaan
dan konsumen yang telah terindentifikasi (Febri et al., 2018). Dalam upaya
menghadapi era digital, bank-bank di Indonesia kini fokus pada
pengembangan digital dan semakin aktif dalam memasarkan fitur-
fitur digital mereka melalui kanal pemasaran digital (Dewi & Salam,
2023). Bank BNI merupakan salah satu sektor bank yang menerapkan
digital marketing sebagai sarana penyaluran informasi tentang
berbagai produk layanan keuangan yang mereka miliki. Dengan
pemanfaatan strategi digital marketing yang baik akan meningkatkan
pemahaman nasabah tentang transaksi digital menggunakan mobile
banking, sehingga hal ini dapat memicu peninkatan keputusan
pengunaan nasabah dalam menggunakan layanan mobile banking
wondr by BNI.
Selain penerapan Digital Marketing, faktor penting yang mempengaruhi keputusan
penggunaan nasabah adalah security. Security merupakan faktor yang perlu diperhatikan
dalam layanan perbankan digital karena ini menyangkut kerahasiaan data pribadi dan
finansial nasabah. Maraknya kasus kebocoran data dan privasi semakin menyita
perhatian publik sehingga banyak masyarakat yang kurang percaya dengan layanan
mobile banking yang ada (Putri & Yayuk Sri Rahayu, 2024). Membangun kepercayaan
nasabah adalah suatu hal yang penting karena tanpa adanya kepercayaan nasabah
kegiatan oprasional di bank tidak akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, persepsi
keamanan pengguna terhadap platform digital memiliki pengaruh yang besar terhadap
keputusan mereka untuk tetap menggunakan atau beralih menggunakan platform lain
(Dewi & Artanti, 2021).

Namun, peran perceived ease of use juga menjadi salah satu peran terpenting untuk
mempengaruhi nasabah dalam keputusan penggunaan mobile banking. Karena Semakin
tinggi Perceived Ease Of Use, maka semakin tinggi pula keputusan beli konsumen akan
suatu produk atau jasa (Putra et al., 2020). Menurut Jogiyanto (2007) Persepsi
kemudahan penggunaan (perceived ease of use) adalah sejauhmana seseorang percaya
bahwa menggunakan suatu teknologi akan bebas dari usaha. Keputusan pengguna untuk
menerima sebuah sistem teknologi tertentu diindikasikan oleh tingkat kepuasan dalam
penggunaan sistem teknologi tersebut yang dipengaruhi oleh perceived ease of use, serta
penggunaan sistem teknologi dengan perceived usefulness, pemahaman dan
keterampilan akan membuat produktivitas kinerja akan bertambah (Tananjaya, 2012).
Pengaruh perceived ease of use juga dirasakan oleh nasabah pengguna aplikasi Wondr
by BNI, hal ini didukung dari ulasan para nasabah pada aplikasi Playstore dan Appstore
tentang fitur yang memudahkan mereka dalam melakukan transaksi. Namun dari
beberapa ulasan sebagian nasabah masi mengalami kendala dalam menggunakan
aplikasi Wondr by BNI karena aplikasi ini tergolong aplikasi baru.
No. Ulasan Keterangan Sumber
1. Aplikasi sudah baik,sayangnya
tidak bisa transaksi setor tarik Perceived ease of use Appstore
tunai tanpa kartu menggunakan
aplikasi ini.
2. Tolong tetap dijaga ease
accsessnya ,perbaiki kembali Perceived ease of use Appstore
notifikasi transaksi
3. Fitur pada aplikasi ini lebih baik
dari mobile banking sebulamnya Perceived ease of use Appstore
tapi mutasi pada aplikasi kurang
baik
Sumber : Appstore, (2024)
Tabel 1.1 Data Kendala yang Dialami Nasabah Wondr by BNI

Pada tabel 1.1 terdapat data kendala yang dialami nasabah Wondr by BNI, mulai dari
layanan penarikan tunai yang tidak tersedia dan fitur-fitur layanan pada aplikasi.
Menurut nasabah aplikasi sudah baik, akan tetapi nasabah masi mengalami kesulitah
dalam mengakses aplikasi Wondr by BNI dikarenakan aplikasi ini masi tergolong
aplikasi yang masi baru. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk menilai seberapa
jauh Wondr by BNI menerapkan peran digital serta memperbaiki kualitas layanan agar
Wondr by BNI dapat bersaing dengan bank-bank yang ada di Indonesia. Sesuai dengan
pemaparang yang ada diatas judul dari penelitian ini adalah "Peran Digital Marketing,
Security dan Perceived Ease of Use Dalam Meningkatkan Keputusan Penggunaan
Aplikasi Mobile Banking Wondr by BNI". Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan masukan bagi Bank Negara Indonesia (BNI) dalam meningkatkan daya
saing dan kepuasan pengguna KAI Access di era digital.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Dalam era digital saat ini, penggunaan aplikasi mobile banking semakin meningkat,
termasuk pada aplikasi WONDR by BNI. Digital marketing, Security dan Perceived
Ease Of Use menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi keputusan pengguna
dalam menggunakan aplikasi . Namun, belum diketahui secara pasti sejauh mana ketiga
faktor tersebut berperan dalam meningkatkan keputusan penggunaan aplikasi WONDR
by BNI.

Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana pengaruh Digital Marketing terhadap keputusan penggunaan aplikasi
WONDR by BNI?
2. Bagaimana pengaruh Security terhadap keputusan penggunaan aplikasi
WONDR by BNI?
3. Bagaimana pengaruh Perceived Ease Of Use terhadap keputusan penggunaan
aplikasi WONDR by BNI?
4. Seberapa besar peran Digital Marketing, Security, dan Perceived Ease Of Use
secara simultan dalam meningkatkan keputusan penggunaan aplikasi WONDR
by BNI?

1.3 TUJUAN MASALAH


Berdasarkan rumusan masalah yang telah disusun, penelitian ini bertujuan untuk:
1. Menganalisis pengaruh Digital Marketing terhadap keputusan penggunaan
aplikasi WONDR by BNI.
2. Menganalisis pengaruh Security terhadap keputusan penggunaan aplikasi
WONDR by BNI.
3. Menganalisis pengaruh Perceived Ease Of Use terhadap keputusan penggunaan
aplikasi WONDR by BNI.
4. Mengetahui peran Digital Marketing, Security, dan Perceived Ease Of Use
secara simultan dalam meningkatkan keputusan penggunaan aplikasi WONDR
by BNI.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Digital Marketing


2.1.1 Pengertian Digital Marketing
Digital marketing atau pemasaran digital merupakan suatu bentuk usaha
mempromosikan dan memasarkan sebuah merek atau brand dengan menggunakan
media digital (Ardani, 2022). Sedangkan menurut (Mallik & Rao, 2017) Digital
marketing adalah penggunaan internet dan penggunaan teknologi interaktif lain untuk
membuat dan menghubungkan informasi antara perusahaan dan konsumen yang berupa
web site, search engine marketing, web banner, social networking, viral marketing, e-
mail marketing dan affiliate marketing.
2.1.2 Indikator Digital Marketing
Indikator menurut (Aryani, 2021) adalah sebagai berikut :
1. Accessibility (aksessibilitas) yaitu kemampuan pengguna untuk mengakses
informasi dan layanan yang disediakan secara online periklanan.
2. Interactivity (interaktivitas) yaitu tingkat komunikasi dua arah yang mengacu
pada kemampuan timbal balik komunikasi antara pengiklan dan konsumen, dan
menanggapi input yang mereka terima.
3. Entertainment (hiburan) yaitu kemampuan beriklan untuk memberi kesenangan
atau hiburan kepada konsumen.
4. Credibility (kepercayaan) yaitu bagaimana tingkat kepercayaan konsumen
online iklan yang muncul, atau sejauh mana iklan memberikan informasi tentang
mereka dapat dipercaya, tidak memihak, kompeten, kredibel dan spesifik.
5. Irritation (kejengkelan) yaitu gangguan yang terjadi dalam iklan online, seperti
manipulasi iklan sehingga mengarah pada penipuan atau pengalaman buruk
konsumen tentang periklanan online.
6. Informativeness (informative) yaitu Kemampuan iklan untuk menyuplai
informasi kepada konsumen adalah hakekat dari sebuah iklan. Iklan juga harus
memberikan gambaran yang sebenarnya mengenai sebuah produk sehingga bisa
memberikan keuntungan ekonomis bagi konsumen.
2.2 Security
2.2.1 Pengertian Security
Keamanan merupakan upaya mengamankan aset informasi terhadap ancaman yang
mungkin timbul, sehingga keamanan secara tidak langsung dapat menjamin
kelangsungan bisnis dan mengurangi risiko yang terjadi (Ahmad & Pambudi, 2013).
Jika seseorang berpikir bahwa informasi pribadinya dilindungi, tidak dapat dilihat oleh
orang lain, dan telah disimpan dengan aman, maka mereka menganggap teknologi itu
aman. Tingkat keamanan yang tinggi akan meningkatkan kepercayaan pengguna,
pelanggan akan merasa tenang. karena privasi mereka selalu terjaga (Widodo &
Ariandi, 2024). Oleh karena itu, sebuah bank harus terus melakukan inovasi supaya
pemakaian transaksi secara online bisa semakin aman sampai bisa mencuri kepekaan
nasabah untuk melakukan transaksi dengan memakai pelayanan e-banking (Anita
Pramadani Lubis et al., 2023)
2.2.2 Indikator Security
Menurut (Kurnia & Tandijaya, 2023) ada 4 indikator security adalah sebagai berikut :
1. Authentication adalah kegiatan verifikasi terhadap informasi pengguna, dimana
pengguna akan mengkonfirmasi bahwa ia adalah pengguna yang sebenarnya.
2. Confidentiality adalah kegiatan yang memastikan bahwa hanya pengguna yang
melakukan pengiriman dan penerimaan pesan yang akan dapat akses untuk
membaca isi pesan.
3. Integrity adalah aspek yang digunakan untuk memastikan bahwa transaksi yang
dilakukan oleh seorang pengguna tidak diubah.
4. Non-repudiation adalah hal yang akan memberikan mekanisme yang akan
menjamin bahwa pengguna yang bersangkutan tidak dapat mengklaim bahwa
dirinya tidak bersangkutan dalam transaksi yang sudah dilakukan.
2.3 Perceived Ease of Use
2.3.1 Pengertian Perceived Ease of Use
Perceived Ease of Use Menurut Widjana (2010:33) dalam (Ahmad & Pambudi, 2013)
persepsi kemudahan penggunaan berarti keyakinan individu bahwa menggunakan
sistem teknologi informasi tidak akan merepotkan atau membutuhkan usaha yang besar
pada saat digunakan (free of effort). (Davis, 1989) mendefinisikan perceived ease of use
sebagai sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan sistem tertentu akan
terbebas dari usaha.
2.3.2 Indikator Perceived Ease of Use
Menurut (Davis, 1989) indikator Perceived ease of use dalam penelitian (Chawla &
Joshi, 2019) adalah sebagai berikut :
1. Ease to learn yaitu individu dapat memperlajari suatu teknologi baru dengan
mudah.
2. Ease to understand yaitu individu merasa suatu teknologi mudah untuk di
pahami.
3. Effortless yaitu Individu merasa suatu teknologi dapat dilakukan secara ringkas
dan cepat.
4. Ease to use yaitu Individu merasakan teknologi semakin mudah untuk
digunakan,maka mereka akan meningkatkan rasa kepercayaan meraka akan
teknologi tersebut.

2.4 Keputusan Penggunaan


2.4.1 Pengertian Keputusan Penggunaan
Keputusan penggunaan mengacu pada proses di mana individu atau konsumen
memutuskan untuk menggunakan atau tidak menggunakan produk, layanan, atau
platform tertentu. Keputusan penggunaan dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang dapat
bervariasi tergantung pada konteksnya (Agung Nugroho Lutfi Imam Fahrudi et al.,
2023). Keputusan pada dasarnya dibuat untuk menyelesaikan suatu permasalahan.
Setiap keputusan yang diambil memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai. Berdasarkan
Kamus Besar Bahasa Indonesia, keputusan merupakan hasil akhir yang ditetapkan
setelah melalui proses pertimbangan dan pemikiran (Widodo & Ariandi, 2024).
2.4.2 Indikator Keputusan Penggunaan
Terdapat 3 indikator menurut (Lestari & Rachmat, 2018) antara lain :
1. Kebutuhan yaitu sejauh mana individu merasa membutuhkan layanan internet
banking dalam aktivitas finansial mereka.
2. Pencarian Informasi yaitu upaya yang dilakukan individu untuk mencari
informasi terkait internet banking sebelum memutuskan untuk
menggunakannya.
3. Proses Pertimbangan yaitu evaluasi yang dilakukan individu berdasarkan
manfaat, kemudahan, dan keamanan sebelum mengambil keputusan untuk
menggunakan internet banking.

2.5 Penelitian Terdahulu

No Peneliti dan Judul Penelitian Variabel Hasil Penelitian


Tahun
1. Estu Mahanani Pengaruh Variabel Independen Hasil dari
dan Bida Sari Perceived Ease : Perceived Ease of penelitian ini
(2019) of Use, Word of Use, Word of Mouth menunjukan
Mouth dan dan bahwa variabel
Service Quality Service Quality Perceived Ease
Terhdap of use
Keputusan Variabel Dependen : berpengaruh
Penggunaan Keputusan positif dan
GRAB Pada Penggunaan signifikan
MahasiswA /I terhadap
FEB UPI-Y.A.I. Keputusan
Penggunaan
2. Gina Maulidia Analisis Variabel Independen Penelitian ini
dan InaRatnasari Komparatif : Digital Marketing menunjukan
(2021) Strategi Digital bahwa variabel
Marketing Digital
terhadap Variabel Dependen : Marketing
Keputusan Keputusan berpengaruh
Penggunaan Jasa Penggunaan positif dan
Transportasi signifikan
Online Gojek dan terhdap
Grab di Keputusan
Kabupaten Penggunaan
Karawang
3. Ricardo Ananta Pengaruh Variabel Independen Dalam Penelitian
Kurnia Perceived Ease : ini tidak terdapat
danTrixie Nova of Use, Perceived Perceived Ease of pengaruh antara
Bella Tandijaya Usefulness, Use, Perceived variabel
(2023) Security dan Usefulness, Security Perceived Ease
Trust Terhadap dan Trust of Use terhadap
Intention to Use Intention to Use.
Aplikasi JAGO Pada variabel
Variabel Dependen : Security juga
Intention to Use tidak terdapat
pengaruh
terhadap
Intention to Use
4. Lai( 2017) Security as an Variabel Independen Peneliti
Extension to : mengatakan
TAM Model: Perceived Ease of adanya pengaruh
Consumers’ Use, Perceived positif dan
Intention to Use a Usefulness,Security signifikan antara
Single Platform variabel
E-Payment Perceived Ease
Variabel Dependen : of Use dan
Consumers’ Security terhadap
Intention to Use Consumers’
Intention to Use

5. Akhmad Pengaruh Variabel independen: Temuan riset


Turoikhan Al Personal Selling, Personal Selling, menghasilkan
Ajhuri (2018) Promosi dan Promosi dan Digital Digital
Digital Marketing Marketing
Marketing Variabel dependen: memiliki penaruh
Terhadap Keputusan yang positif dan
Keputusan Penggunaan signifikan
Penggunaan Jasa terhadap
BMT Mubarakah Keputusan
Undaan Kudus Penggunaan.

6. Dewi Noor Pengaruh Variabel Independen Hasil dari


Susanti dan Perceived : penelitian ini
Rahma Usefulness, Perceived menunjukan
Wulandari(2024) Perceived Ease Usefulness, bahwa variabel
Of Use, Product Perceived Ease Of Perceived Ease
Features Dan Use, Product of use
Reference Group Features Dan berpengaruh
Terhadap Reference Group positif dan
Keputusan signifikan
Penggunaan Tik Variabel Dependen : terhadap
Tok Keputusan Keputusan
Penggunaan Penggunaan

7. Novela Rizki Faktor-faktor Variabel Independen Penelitian ini


Lestari dan yang : menunjukan
Basuki Rachmat Mempengaruhi Perceived adanya pengaruh
(2018) Keputusan usefullness, positif dan
Menggunakan perceived ease to signifikan antara
Internet Banking use, security variabel
Nasabah Bank concerns Perceived Ease
BRI Di Surabaya to Use terhadap
Variabel Dependen : Keputusan
Keputusan Penggunaan
Penggunaan
8. Febri et al., Strategi Digital Variabel Independen Penelitian ini
(2018) Marketing, Word : menunjukan
of Mouth Strategi Digital bahwa variabel
(WOM), Service Marketing, Word of Digital
Quality Terhadap Mouth (WOM), Marketing
Keputusan Service Quality berpengaruh
Pemakaian Jasa positif dan
GOJEK Variabel Dependen : signifikan
Keputusan terhdap
Pemakaian Keputusan
Pemakaian
9. Annisa Rizky Pengaruh Variabel Independen Penelitian ini
Widodo dan Kemudahan, : menunjukan
Fajri Ariandi Kepercayaan dan Convenience, Trust, bahwa variabel
(2024) Keamanan Security Security
Terhadap berpengaruh
Keputusan Variabel Dependen : positif dan
Penggunaan Keputusan signifikan
Mobile Banking Penggunaan terhdap
BCA di Jakarta Keputusan
Penggunaan
10. M. Rifki Faktor-faktor Variabel Independen Peneliti
Bakhtiar (2022) pengaruh minat : mengatakan
nasabah trust, security, ease adanya pengaruh
pengguna of use, service positif dan
internet banking features signifikan antara
Bank Syariah Variabel Dependen : variabel
Mandiri Keputusan Perceived Ease
Penggunaan of Use dan
Security terhadap
Keputusan
Penggunaan

2.6 Kerangka Konseptual Penelitian dan Hubungan Antar Variabel

Keterangan:
X1 : Digital Marketing
X2 : Security
X3 : Perceived Ease of Use
Y : Keputusan Penggunaan

Berdasarkan kerangka berpikir diatas, dapat disimpulkan bahwa hipotesis


dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. H1: Diduga Digital marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap


Keputusan Penggunaan pada Aplikasi Mobile Banking Wondr by BNI.
2. H2: Diduga Security berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan
Penggunaan pada Aplikasi Mobile Banking Wondr by BNI.
3. H3: Diduga Perceived Ease of Use berpengaruh positif dan signifikan
terhadap Keputusan Penggunaan pada Aplikasi Mobile Banking Wondr by
BNI.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Adapun metode yang digunakan pada riset ini adalah metode kuantitatif dengan
pendekatan assosiatif. Menurut Suliyanto (2018), mendefinisikan penelitian dengan
metode kuantitatif sebagai penelitian dalam bentuk bilangan atau angka. Menurut
Sujarweni (2018), pendekatan assosiatif digunakan dalam melihat pengaruh antara
variabel.

3.2 Populasi dan Sampel


3.2.1 Populasi
Menurut Sujarweni (2018), mendefinisikan populasi adalah jumlah seluruh objek subjek
dengan atribut dan karakteristik tertentu yang telah ditetapkan peneliti untuk diamati
dan kemudian diambil kesimpulannya. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2014),
populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh Pengguna Aplikasi Mobile Banking Wondr by BNI di Kota Semarang.
3.2.2 Sampel
Menurut Sujarweni (2018), mengartikan sampel adalah bagian dari sejumlah
karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang digunakan dalam penelitian. Penelitian
ini mempunyai sampel sebanyak 119 responden. Teknik pengambilan sampel dalam
penelitian ini adalah non probability sampling, yaitu purposive sampling. Purposive
sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang digunakan dengan berbagai
kriteria tertentu. Oleh karena itu sampel yang dipilih yaitu :
a. Merupakan nasabah Bank Negara Indonesa.
b. Merupakan pengguna Wondr by BNI.
c. Nasabah yang telah menggunakan Wondr by BNI selama >1 (satu) bulan.
Maka dalam menentukan sampel menggunakan teori (Hair et al., 2019), yaitu jumlah
minimum sampel yang sebaiknya dipakai yaitu 5-10 kali dari jumlah indikator. Secara
umum ukuran sampel yang lebih kecil dari 100 dapat diterima, tergantung dari objek
dan latar belakang penelitian. Pada penelitian ini memiliki 17 indikator, maka ukuran
sampel yang dibutuhkan sejumlah 17 × 7 = 119 sampel (responden).
3.3 Metode Analisis Data
Analisis data dilakukan dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM)
menggunakan perangkat lunak SmartPLS, hal ini memiliki beberapa tahapan
yaitu:
a) Uji Instrumen
1) Uji Validitas: Menguji apakah pertanyaan dalam kuesioner mampu
mengukur apa yang seharusnya diukur. Uji validitas dilakukan
setelah menghasilkan data tanggapan responden yang di hasilkan
dari kuesioner yang telah disebarkan dengan menggunakan SEM
dengancara menghitung antar skor tiap-tiap item dengan skor total.
2) Uji Reabilitas: Menguji konsistensi hasil yang diperoleh dari
kuesioner tersebut. Menurut Sugiyono (2017) uji reliabilitas adalah
sejauh mana hasil pengukuranmenggunakan objek yang sama, dan
menghasilkan data yang sama. Adapun kriteria dari uji reliabilitas
adalah :
1. Jika nilai koefisien reliabilitas > 0,6 maka instrument yang di
uji memiliki reliabilitas yang baik / reliable / terpercaya,
2. Jika nilai koefisien reliabilitas < 0,6 maka instrument yang di
uji tidak reliable
b) Uji Hipotesis
Untuk menguji hipotesis, digunakan analisis sebagai berikut:
1. Regresi Linier Berganda: Digunakan untuk menguji pengaruh
variabel independen (Digital Marketing, Security dan Perceived
Ease of Use) terhadap variabel dependen (Keputusan
Penggunaan). Menurut Siregar, Syofian (2015) regresi linier
berganda adalah untuk mengetahuipengaruh satu atau lebih
variable bebas (independent) terhadap satu variable terikat
(dependent). Adapun rumus dari regresi linier berganda yaitu
sebagai berikut :
Y= a+b1X1+b2X2+b3X
Keterangan :
Y = Keputusan Penggunaan (variabel terikat)
X1 = Digital Marketing (variable bebas pertama)
X2 = Security (variable bebas kedua)
X3 = Perceived Ease of Use (variable bebas ketiga)
a dan b1, b2 dan b3 = konstanta
DAFTAR PUSTAKA

Agung Nugroho Lutfi Imam Fahrudi, Anni Rahimah, & Wahyuningtiyas, N. (2023).
Pengaruh Persepsi Keamanan, Ketersediaan Fitur, Norma Subjektif Terhadap
Loyalitas Melalui Keputusan Penggunaan Mobile Banking. Jurnal Ilmu
Manajemen (JIMMU), 8(2), 217–231. [Link]
Ahmad, & Pambudi, B. S. (2013). Pengaruh Persepsi Manfaat, Persepsi Kemudahan,
Keamanan Dan Ketersediaan Fitur Terhadapminat Ulang Nasabah Bank Dalam
Menggunakan Internet Banking (Studi Pada Program Layanan Internet Banking
Bri). Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Anita Pramadani Lubis, Sri Ramadhani, & Nurul Inayah. (2023). Pengaruh Kemudahan,
Keamanan, Dan Kenyamanan Mobile Banking Syariah Terhadap Customer
Intention (Minat Nasabah) Dengan Lifestyle Sebagai Variabel Moderating.
Surplus : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 2, 14–30.
Ardani, W. (2022). Pengaruh Digital Marketing Terhadap Perilaku Konsumen. Jurnal
Tadbir Peradaban, 2(1), 40–47. [Link]
Aryani, M. (2021). Analisis Digital Marketing Pada Hotel Kila Di Kabupaten Lombok
Barat Terhadap Kepuasan Konsumen. Jurnal Visionary : Penelitian Dan
Pengembangan Dibidang Administrasi Pendidikan, 6(1), 22.
[Link]
Bakhtiar, M. R., Kartika, E., & Listyawati, I. (2022). Faktor-faktor pengaruh minat
nasabah pengguna internet banking Bank Syariah Mandiri. Al Tijarah, 6(3), 156.
[Link]
Chawla, D., & Joshi, H. (2019). Consumer attitude and intention to adopt mobile wallet
in India – An empirical study. International Journal of Bank Marketing, 37(7),
1590–1618. [Link]
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of
information technology. MIS Quarterly: Management Information Systems, 13(3),
319–339. [Link]
Dewi Noor Susanti, & Rahma Wulandari. (2024). Pengaruh Perceived Usefulness,
Perceived Ease Of Use, Product Features Dan Reference Group Terhadap
Keputusan Penggunaan Tik Tok. MASMAN : Master Manajemen, 2(1), 133–146.
[Link]
Dewi, R. K., & Salam, A. (2023). Pengaruh Personal Selling, Digital Marketing Dan
Perceived Value Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Pengguna Aplikasi Mobile
Banking: Pengaruh Personal Selling, Digital Marketing Dan Perceived Value
Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Pengguna Aplikasi Mobile . Proceeding Of
Student Conference, 1(4), 77–89.
Febri, D. M., Sari, P., Gede, K., & Dwiya, S. (2018). Strategi Digital Marketing, Word
of Mouth (Wom), Service Quality Terhadap Keputusan Pemakaian Jasa Go-Jek.
Jurnal Ilmiah Manajemen & Bisnis, 3(2), 188–198.
[Link]
Kurnia, R. A., & Tandijaya, T. N. B. (2023). Pengaruh Perceived Ease of Use,
Perceived Usefulness, Security Dan Trust Terhadap Intention To Use Aplikasi
Jago. Jurnal Manajemen Pemasaran, 17(1), 64–72.
[Link]
Lai, P. C. (2017). Security as an Extension to TAM Model: Consumers’ Intention to
Use a Single Platform E-Payment. Asia-Pacific Journal of Management Research
and Innovation, 13(3–4), 110–119. [Link]
Lestari, N. R., & Rachmat, B. (2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan
Menggunakan Internet Banking Nasabah Bank Bri Di Surabaya. Journal of
Business & Banking, 8(1). [Link]
Mahanani, E., & Sari, B. (2019). Pengaruh Perceived Ease Of Use, Word Of Mouth
Dan Service Quality Terhadap Keputusan Penggunaan Grab Pada Mahasiswa/i
FEB UPI-Y.A.I. IKRA-ITH HUMANIORA: Jurnal Sosial Dan Humaniora, 3(1),
9–17.
Mallik, D. M. A., & Rao, S. N. (2017). Impact of Digital Marketing on Youth Buying
Behavior at Big Bazaar in Udupi. International Journal of Advance and Innovative
Research, 3(08), 78–87. [Link]
Maulidia, G., & Ratnasari, I. (2021). Analisis Komparatif Strategi Digital Marketing
terhadap Keputusan Penggunaan Jasa Transportasi Online Gojek dan Grab di
Kabupaten Karawang. Jurnal Ilmiah Ekonomi Global Masa Kini, 12(1), 51–57.
[Link]
Pudjito, A., Sihotang, M. K., Muhammadiyah, U., & Utara, S. (2024). The Influence Of
Mediation Role , Digital Marketing And Brand Loyalty On Customer Satisfaction
Pt . Bank Syariah Indonesia At Tomang Elok Sub-Branch Office Pengaruh Peran
Mediasi , Digital Marketing Dan Brand Loyality Terhadap Kepuasan Nasabah Pt .
Bank S. 7, 8664–8678.
Putri, T., & Yayuk Sri Rahayu. (2024). Pengaruh Keamanan, Kepercayaan, dan Risiko
Terhadap Penggunaan Layanan Mobile Banking Pada Mahasiswa di Kota Malang.
An-Nisbah: Jurnal Perbankan Syariah, 5(1), 49–61.
[Link]
Rita, R., & Fitria, M. H. (2021). Analisis Faktor-Faktor UTAUT dan Trust Terhadap
Behavioral Intention Pengguna BNI Mobile Banking Pada Pekerja Migran
Indonesia. Jesya (Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah), 4(2), 926–939.
[Link]
Tananjaya, V. A. (2012). Kualitas Sistem Informasi, Kualitas Informasi, dan Perceived
Usefulness terhadap Keberhasilan Implementasi Software Akuntansi. Berkala
Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Widya Mandala, 1(3), 65–69.
[Link]
Widodo, A. R., & Ariandi, F. (2024). Pengaruh Kemudahan , Kepercayaan dan
Keamanan Terhadap Keputusan Penggunaan Mobile Banking BCA di Jakarta
Universitas Bina Sarana Informatika , Indonesia Pengaruh Kemudahan ,
Kepercayaan dan Keamanan Terhadap Keputusan Penggunaan Mobile. PPIMAN:
Pusat Publikasi Ilmu Manajemen, 4.

Anda mungkin juga menyukai