LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM
“KEMAGNETAN”
IVO RIZKY PRISTIANI
NIM : 858443692
UPBJJ SAMARINDA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA
TAHUN 2022.1
A. KEMAGNETAN
1. Percobaan Bentuk Medan Magnet
2. Percobaan Mengamati Gejala Medan Magnet
3. Perconaan Mengamati Sifat-sifat Magnet
4. Percobaan Cara Membuat Magnet
B. TUJUAN PERCOBAAN
1. Menunjukkan bentuk medan magnet sebuah magnet batang dengan serbuk-serbuk
besi.
2. Untuk menjelaskan pengaruh arus listrik terhadap medan magnet
3. Untuk menjelaskan sifat-sifat magnet
4. Dapat membuat magnet dengan cara gesekan, elektromagnetik, dan magnet
induksi.
C. ALAT DAN BAHAN
1. Percobaan Bentuk Medan Magnet
a. Karton putih 1 lembar
b. Magnet 1 batang
c. Serbuk-serbuk besi secukupnya
2. Percobaan mengamati gejala medan magnet
a. Kabel secukupnya
b. Baterai 1,5 volt 4 buah
c. Bola lampu 2,5 volt – 3,6 volt / 0,007 A
d. Kompas
e. Kumparan tipis
3. Percobaan mengamati sifat-sifat magnet
a. Magnet batang 2 buah
b. Statis
c. Benang secukupnya
d. Benda-benda yang dapat ditarik magnet (misalnya besi, aluminium, kaca dan
seng)
4. Percobaan cara membuat magnet
a. Klip kertas 3-5 buah
b. Magnet batang 1 buah
c. Kabel kecil berukuran 1m 5 buah
d. Baterai 1,5 volt 4 buah
e. Paku besi 4 buah
f. Isolasi secukupnya.
D. LANDASAN TEORI
Magnet dan kemagnetan adalah dua kata yang tidak dapat terpisahkan dalam
membahas bahan magnet. Pembahasan mengenai kemagnetan suatu bahan yang selalu
akan sangat menarik dan unik. Satu batangan magnet, selalu muncul dalam konfigurasi
terpolarisasi magnet berpasangan yang sering dinotasikan sesuai dengan sistem kutub
bumi, yakni kutub Utara dan kutub Selatan. Pada bahan magnet, polarisasi momen
magnet tetap terjaga walaupun batangan magnet dipotong hingga bagian yang sangat
kecil. Apabila dapat ‘masuk ke dalam atom’ maka akan terlihat bahwa spin momen
elektron akan terpolarisasi secara berpasangan. Magnet atau magnit adalah suatu obyek
yang mempunyai suatu medan magnet.
Magnet adalah benda yang dapat menarik suatu benda tertentu misalnya, besi atau
baja yang ada didekatnya. Magnet memiliki beberapa bentuk dan ukuran. Bentuk yang
paling sederhana berupa batang lurus (magnet batang). Bentuk lainnya yaitu tapal kuda
atau magnet ladam (magnet U), magnet jarum, magnet silinder dan magnet cakram.
Magnet selalu memiliki dua kutub yaitu : kutub utara (north/N) dan kutub selatan
(south/S). walaupun magnet itu dipotong-potong, potongan tersebut akan tetap memiliki
dua kutub.
Medan magnet adalah daerah di sekitar magnet yang menyebabkan sebuah muatan
yang bergerak di sekitarnya mengalami suatu gaya. Medan magnet tidak dapat dilihat,
namun dapat dijelaskan dengan mengamati pengaruh magnet pada benda lain, misalnya
pada serbuk besi. Arah medan magnetic dari sebuah kawat yang dialiri arus listrik dapat
ditentukan dengan menggunakan kaidah tangan kanan Oersted. Arah arus listrik
ditunjukkan dengan ibu jari dan garis gaya magnetic ditunjukkan dengan keempat jari
tangan. Medan magnetic yang dihasilkan oleh sebuah kawat penghantar sangatlah lemah,
untuk menghasilkan medan magnetic yang cukup kuat ini disebut sebagai electromagnet.
Elekgtromagnet memiliki sifat kemagnetan sementara. Jika arus listrik diputuskan, sifat
kemagnetannya segera hilang.
E. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Percobaan bentuk medan magnet
a. Letakkan sebuah magnet di atas meja
b. Peganglah selembar karton putih di atas magnet tersebut
c. Taburlah serbuk-serbuk besi secara perlahan beberapa kali
d. Amatilah dan gambarkan pola-pola yang dibentuk serbuk-serbuk besi itu.
e. Dari hasil pengamatan anda buatlah kesimpulan tentang medan magnet
2. Percobaan mengamati gejala medan magnet
a. Susunlah peralatan seperti gambar di bawah ini. Dalam keadaan saklar S
terbuka, letakkan penghantar di atas kompas pada posisi sejajar
Lampu
Kompas
b. Alirkan arus listrik ke dalam penghantar dengan menutup saklar S (arus
mengalir jika lampu menyala).
1) Apakah jarum kompas menyimpang? Mengapa demikian?
2) Ke mana arah jarum kompas menyimpang (ke kiri atau ke kanan)?
Jelaskan!
c. Buka saklar S, balik polaritas baterai, kemudian alirkan kembali arus listrik
melalui penghantar dengan menutup scalar
1) Apakah jarum kompas menyimpang? Mengapa demikian?
2) Ke mana arah menyimpangnya?
d. Dari percobaan Langkah (2) dan (3) buatlah kesimpulan!
e. Lakukanlah Langkah (1), (2), dan (3), tetapi dengan memakai 4 baterai yang
dirangkai secara seri.
3. Percobaan mengamati sifat-sifat magnet
a. Beri tanda S untuk kutub selatan, dan U untuk kutub utara pada kedua magnet
batang yang tersedia.
b. Gantunglah salah satu magnet dengan menggunakan benang pada statis (lihat
gambar)
c. Dekatkan kutub selatan magnet kedua yang dipegang ke kutub selatan magnet
batang yang digantung secara perlahan-perlahan. Amatilah apa yang terjadi
pada magnet batang yang digantung
d. Dekatkan kutub utara magnet yang dipegang pada kutub selatan magnet
batang yang digantung secara perlahan-lahan. Amatilah apa yang terjadi pada
magnet batang yang digantung
e. Dengan cara yang lama, dekatkan kutub selatan magnet yang dipegang pada
kutub utara magnet yang digantung. Amati apa yang terjadi
f. Dekatkan kutub utara magnet yang dipegang pada kutub utara magnet yang
digantung. Amati apa yang terjadi.
4. Percobaan cara membuat magnet
a. Membuat magnet melalui gesekan
1) Siapkan sebuah paku besi yang bukan magnet, lalu dekatkan ujung paku
tersbut pada beberapa klip kertas. Amati apakah paku tersebut dapat
menarik klip kertas?
2) Geseklah paku besi pada sebuah magnet batang dalam satu arah saja
secara berulang-ulang kira-kira 10 detik lamanya. Dekatkan batang paku
besi yang telah digosok pada beberapa klip. Amati apa yang terjadi pada
klip!
3) Lakukanlah hal yang sama seperti pada nomor 2, tetapi dalam waktu yang
lebih lama, misalnya 40 detik. Apati apa yang terjadi pada klip!
b. Membuat magnet dengan cara elektromagnetik
1) Rangkailah alat seperti gambar berikut ini.
2) Tutuplah saklar S, lalu dekatkan sebuah paku yang lain pada paku yang
dililiti kumparan. Amatilah apakah paku tersebut sudah menjadi magnet?
Jelaskan!
3) Lakukanlah hal yang sama pada nomor a dan nomor b, tetapi dengan cara
mengurangi jumlah lilitan kumparan pada paku. Amatilah apakah
kemagnetan yang terjadi pada paku makin besar atau makin kecil? Beri
penjelasan!
4) Lakukanlah hal yang sama pada nomor c, tetapi dengan cara menambah
lilitan kumparan pada paku!
F. HASIL PENGAMATAN
1. Percobaan Bentuk Medan Magnet
Dari hasil percobaan menggunakan serbuk besi, menunjukkan bahwa:
a. Terdapat garis fluks magnet, dimana arahnya meninggalkan kutub utara
menuju kutub selatan kemudian kembali ke kutub utara melalui magnet
b. Terlihat pada gambar bahwa serbuk besi tersebut membentuk pola seperti
magnet yang diletakkan dibawah kertas
2. Percobaan Mengamati Gejala Medan Magnet
Jarum Arah
Keadaan Saklar Kompas simpangan
No Jenis Rangkaian Menyimpang kompas
Terbuka Tertutu Ya Tidak Kanan Kiri
p
1 Seri 1 baterai P P
2 Seri 1 baterai P P P
3 Seri 1 baterai P P P
(polaritas
baterai dibalik)
4 Seri 2 baterai P P
5 Seri 2 baterai P P P
*baterai 9 volt
3. Percobaan mengamati sifat-sifat magnet
Percobaan dengan menggunakan 2 batang magnet dimana salah satu magnetnya
digantung dan yang lainnya dipegang, didapatkan hasil percobaan yaitu :
Kutub Kutub Hasil Pengamatan
Selatan Selatan Menjauhi (tolak menolak)
Utara Utara Menjauhi (tolak menolak)
Selatan Utara Mendekat (Tarik menarik)
Utara Selatan Mendekat (Tarik menarik)
4. Percobaan Cara membuat magnet
a. Percobaan I
No Waktu gosokan Jumlah klip yang menempel
1 - Tidak ada yang menempel
2 10 detik 1 buah
3 40 detik 1 buah
b. Percobaan II
No Jumlah Lilitan Jumlah klip yang menempel
1 7 Menempel tidak kuat
2 11 1 buah
c. Percobaan III
Klip yang didekatkan pada salah satu kutub magnet, ternyata klip tersebut
menempel, lalu klip kedua didekatkan dengan klip pertama ternyata menempel
pada klip pertama, selanjutnya klip ketiga kami dekatkan dengan klip kedua,
dan klip keempat didekatkan pada klip ketiga yang terjadi semua klipnya
menempel.
G. PERTANYAAN – PERTANYAAN
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan medan magnet?
2. Apakah sebuah magnet selalu memiliki kutub utara dan kutub selatan? Berikan
penjelasan!
3. Jelaskan 3 macam aturan untuk melukis garis-garis medan magnetik!
4. Gambarkanlah garis-garis medan magnet dari pasangan magnet berikut.
5. Jika baterai dirangkai 4 buah, apakah penyimpangan jarum kompas lebih besar /
lebih kecil? Jelaskan!
6. Dari pengamatan anda, jika arus I yang dialirkan pada rangkaian lebih besar,
apakah induksi magnet (B) yang terjadi lebih besar? Jelaskan!
7. Jelaskan hubungan antara arus listrik dengan medan magnet.
8. a) jika kawar penghantar ditempatkan lebih dekat ke jarum kompas, bagaimana
penyimpangan jarum? (menyimpang lebih besar/lebih kecil). Jelaskan!
b) jika kawat penghantar ditempatkan lebih jauh ke jarum kompas, bagaimana
penyimpangan jarum? (menyimpang lebih besar/lebih kecil) jelaskan!
9. Jelaskan hubungan antara induksi magnet (B) dengan jarak antara kompas ke
penghantar
10. Jelaskan sifat-sifat magnet!
11. Jelaskan apa yang dimaksud dengan dipol magnet
12. Apabila sebuah magnet dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil,
mungkinkan bagian kecil magnet tersebut hanya memiliki sebuah kutub? Jelaskan
13. Dari hasil percobaan yang Anda lakukan, berilah kesimpulan tentang sifat-sifat
magnet
14. Jelaskan cara membuat magnet!
15. Jelaskan faktor apakah yang dapat mempengaruhi kekuatan magnet!
16. Jelaskan hubungan antara kuat magnet dengan jumlah lilitan kumparan dan arus
listrik!
JAWABAN
1. Medan magnet adalah daerah yang masih merasakan adanya gaya magnet.
2. Sebuah magnet selalu memiliki kutub utara dna kutub selatan karena ini
merupakan asas piranti yang dikenal dengan kompas, jarum kompas adalah
sebuah magnet yang ditopang pada pusat beratnya sehingga dapat bergerak bebas.
Maka salah satu ujungnya selalu menunjuk kearah utara dan ujung lainnya kea
rah selatan.
3. Aturan untuk melukis garis-garis medan magnet
a. Garis garis gaya magnetik tidak pernah berpotongan.
b. garis garis gaya magnetik selalu keluar dari kutub Utara dan masuk ke kutub
Selatan
c. tempat dengan garis-garis gaya rapat menyatakan Medan magnetik kuat,
sebaliknya dengan garis garis gaya tentang menyatakan Medan magnetik
lemah.
4.
5. Jika batrai dirangkai 4 buah, maka jarum kompas menyimpang lebih besar,
karena arus listrik yang mengalir cukup besar sehingga gaya magnetic yang
ditimbulkan makin besar pual.
6. Jika arus (1) yang dialirkan pada rangkaian lebih besar, maka induksi magnet (B)
tidak besar karena arus listrik menghasilkan medan magnetic dan medan
magnetic melakukan gaya pada arus listrik. Makin cepat medan magnetic
berubah, makin besar juga induksinya.
7. Hubungan antara arus listrik dengan magnet adalah :
a. Makin besar arus dan makin dekat dengannya arus itu, maka makin kuat
medan magnetiknya.
b. Gaya pada arus listrik dalam medan magnetic sama dengan besar gaya pada
elemen arus (I) sepanjang A1 ketika berada dalam medan magnetic.
8. A. Jika kawat penghantar ditempatkan lebih dekat ke jarum kompas , maka
penyimpangan jarum lebih besar karena makin dekat jarak benda ke magnet,
maka makin kuat gaya yang ditimbulkan oleh magnet.
b. JIka kawat penghantar ditempatkan lebih jauh ke jarum kompas, maka
penyimpangan jarum lebih kecil karena makin jauh jarak benda ke magnet,
maka makin lemah gaya yang ditimbulkan.
9. Hubungan antara induksi magnet dengan jarak antara kompas ke penghantar
makin dekat jarak benda ke magnet, maka makin kuat gaya induksi magnet dan
makin jauh jarak benda ke magnet, maka makin lemah induksi magnetnya.
10. Sifat-sifat magnet
a. Mempunyai dua ujung yang disebut dengan kutub-kutub magnet yang
merupakan bagian-bagian magnet yang mempunyai kemagnetan paling kuat.
b. Salah satu ujung magnet selalu menunjuk ke utara dan salah satu ujung
lainnya menunjuk ke selatan.
c. Dua magnet yang saling didekatkanakan melakukan gaya satu sama lain.
- Gaya tolak-menolak akan terjadi apabila kutub-kutub magnet yang
didekakan sejenis.
- Gaya tarik-menarik akan terjadi apabila kutub-kutub magnet didekatkan
berlawanan jenis.
11. Dipol magnet adalah magnet yang dimana dua kutubnya membentuk
lingkaran lapangan tertutup seperti pada magnet batang.
12. Jika sebuah magnet dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, maka
bagian kecil magnet tersebut tetap mempunyai dua buah kutub karena hal ini
merupakan asas piranti (kompas). Setiap magnet apapun bentuknya pasti
mempunyai dua kutub yaitu kutub utara dan kutub selatan.
13. Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan, didapatkan sifat-sifat magnet
yaitu :
a. Jika kedua kutub magnet yang sejenis didekatkan maka magnet tersebut
akan saling menjauhi.
b. Jika kedua kutub magnet yang berlwanan (berbeda kutub atau tidak
sejenis) didekatkan maka magnet tersebut akan tarik menarik
(mendekat).
14. Cara membuat magnet adalah :
a. Menggosokkan besi contohnya paku dengan salah satu ujung magnet,
semakin banyak gesekan semakin kuat sifat kemagnetan paku
tersebut/besi tetapi magnet hanya bersifat sementara.
b. Dengan cara elektromagnetik (aliran listrik). Arus listrik dapat
menimbulkan medan magnet. Magned yang terjadi karena arus listrik
disebut elektromagenik, jika arus listrik diputus sifat kemagnetan akan
hilang.
c. Dengan cara induksi. Benda yang menempel pada magnet dapat menjadi
sifat seperti magnet. Benda ini dapat menarik benda-benda magnetis
lainnya. Jika benda dilepaskan dari magnet, maka sifat kemagnetan akan
hilang.
15. Faktor yang mempengaruhi kemagnetan yaitu :
a. Jarak magnet terhadap benda magnetic
b. Besar kecilnya arus listrik
c. Waktu lama atau tidaknya gesekan yang dilakukan
d. Jumlah lilitan kumparan
16. Hubungan kuat magnet dengan kumparan lilitan adalah semakin banyak
jumlah lilitan kumparan maka akan semakin besar arus listrik yang akan
mengalir sehingga kekuatan magnet makin besar pula. Jadi banyaknya
lilitan kumparan sangat berpengaruh terhadap kekuatan magnet.
H. PEMBAHASAN
1. Percobaan Bentuk Medan Magnet
Dari percobaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat fluks magnet
yaitu gaya pada magnet yang tidak terlihat. Arahnya adalah meninggalkan kutub
utara menuju kutub selatan kemudian kembali ke kutub utara melalui magnet.
2. Percobaan mengamati gejala medan magnet
Berdasarkan hasil percobaan diatas, pada penggunaan 1 baterai (9 volt ) dalam
keadaan saklar (S) terbuka, kami letakkan penghantar di atas kompas pada posisi
sejajar kemudian kami alirkan arus listrik ke dalam penghantar dengan menutup
saklar (S), ternyata jarum kompas menyimpang ke kanan. Kemudian kami
membuka saklar (S) dan membalik ke polaritas baterai, kemudian mengalirkan
arus listrik melalui penghantar dengan menutup saklar (S) dan ternyata jarum
kompas menyimpang karena ada arus listrik yang mengalir. Langkah terakhir,
batu baterai diganti menjadi 2 baterai buah ( 9 volt ) , dan ternyata jarum kompas
mengalami penyimpangan yang cukup besar. Hal ini membuktikan bahwa makin
besar aliran listrik,, makin besar pula gaya magnet yang terjadi.
3. Percobaan Mengamati sifat-sifat magnet
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, apabila kutub selatan magnet
didekatkan ke kutub selatan magnet batang yang digantung maka perlahan-lahan
magnet yang dipegang akan menjauhi atau saling tolak menolak. Sebaliknya,
apabila kutub selatan magnet yang di dekatkan dengan kutub utara magnet batang
yang digantung maka kedua magnet tersebut akan Tarik menarik dan menempel.
Berlaku juga ketika kutub utara magnet yang dipegang ke kutub utara magnet
yang digantung maka perlahan-lahan magnetnya akan menjauhi dan tolak
menolak, dan saat kutub utara magnet yang dipegang didekatkan dengan kutub
selatan magnet yang digantung maka akan terjadi Tarik menarik dan magnetnya
akan menempel.
4. Percobaan cara membuat magnet
Membuat magnet dapat dibuat dengan 3 cara yaitu cara gesekan, elektromagnetik
dan induksi.
Dengan cara gesekan yaitu paku digesek searah pada magnet maka akan
menghasilkan magnet, semakin banyak gesekan semakin besar magnet yang
dihasilkan
Pada percobaan elektromagnetik, yaitu lilitan kabel pada paku, semakin banyak
lilitan yang dilakukan semakin besar gaya magnet yang diterima, sehingga
semakin banyak klip yang dapat ditarik, dan terakhir pada percobaan secara
induksi yaitu salah satu magnet menjadi pusat bumi lalu klip magnet di tempelkan
pada ujung magnet lain, maka klip tersebut akan menempel, dan ketika ditambah
klip kedua, ketiga, dan keempat pada ujung klip sebelumnya, aliran magnetnya
tetap ada dan klipnya saling menempel satu dengan yang lain.
I. KESIMPULAN
Setelah kami melakukan percobaan bentuk medan magnet, dapat disimpulkan bahwa
kutub magnet yang sama apabila didekatkan akan saling tolak menolak dan apabila kutub
yang berbeda di dekatkan akan Tarik menarik. Magnet kutub utara akan selalu tertarik ke
magnet kutub selatan.
Dari percobaan mengamati gejala medan magnet didapatkan bahwa Arus listrik
menghasilkan medan magnet dan medan magnetik melakukan gaya pada arus listrik.
Perubahan medan magnet dapat menghasilkan arus listrik.
Dari percobaan sifat magnetic diatas disimpulkan bahwa sebuah magnet selalu
mempunyai 2 kutub yaitu kutub utara dan kutub selatan. Kutub-kutub yang sejenis
apabila didekatkan akan saling tolak-menolak, sedangkan kutub-kutub yang tidak sejenis
apabila didekatkan akan Tarik-menarik.
Dari percobaan cara membuat magnet, magnet dapat dibuat dengan 3 cara yaitu
dengan gesekan, elektromagnetik, dan induksi.
J. DAFTAR PUSTAKA
Rumanta, M. (2019). Praktikum IPA di SD. Jakarta: PT. Prata Sejati Mandiri.
K. KESULITAN YANG DIALAMI
Merangkai arus listrik untuk mengamati gejala medan magnet.
L. FOTO / VIDEO PRAKTIKUM
BENTUK MEDAN MAGNET
GEJALA MEDAN MAGNET
MENGAMATI SIFAT-SIFAT MAGNET
MEMBUAT MAGNET DENGAN GESEKAN
MEMBUAT MAGNET DENGAN ELEKTROMAGNETIK
MEMBUAT MEDAN MAGNET SECARA INDUKSI