Contoh RPP Pembelajaran Mendalam
Contoh RPP Pembelajaran Mendalam
Mapel
Kelas
Elemen CP
Alokasi Waktu
Tahun Ajaran
Nama Penyusun
Identifikasi Peserta Didik Identifikasi kesiapan peserta didik sebelum belajar, seperti pengetahuan awal, minat,
latar belakang, dan kebutuhan belajar, serta aspek lainnya
Identifikasi Materi Pelajaran Tuliskan analisis materi pelajaran seperti jenis pengetahuan yang akan dicapai,
relevansi dengan kehidupan nyata peserta didik, tingkat kesulitan, struktur materi, serta
integrasi nilai dan karakter dan lainnya
DESIAGN PEMBELJARAN
Lintas Disiplin Ilmu Tuliskan disiplin ilmu dan/atau mata pelajaran yang relevan
Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran : Merupakan pernyataan yang merumuskan kompetensi yang
diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik setelah menyelesaikan suatu proses
pembelajaran. Tujuan ini mencakup aspek utama, yaitu subjek belajar, pengetahuan
keterampilan atau sikap yang harus dikuasai dengan kata kerja operasional yang
terukur, kondisi atau konteks peserta didik mendemonstrasikan kompetensinya, serta
tingkat pencapaian yang menjadi indikator keberhasilan. Jika lebih dari satu pertemuan
maka tuliskan tujuan pembelajaran setiap pertemuannya
Topik Pembelajaran Topik Pembelajaran: Tuliskan topik pembelajaran yang relevan dengan capaian dan
tujuan pembelajaran
Praktik Pedagogis Praktik Pedagogis: Model/Strategi/Metode yang ditentukan oleh guru untuk
mencapai tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan. Contoh: pembelajaran
berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran inkuiri, pembelajaran
kontekstual, dan sebagainya
Mitra Pembelajaran Kemitraan Pembelajaran: Mitra kerjasama untuk berkolaborasi dan berperan dalam
pembelajaran (lingkungan sekolah, lingkungan luar sekolah, masyarakat). Misalnya
guru bidang studi lain, peserta didik lain, orang tua, komunitas, tokoh masyarakat,
dunia usaha dan dunia industri kerja, institusi, atau mitra profesional
Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Ke 1 ( 2x 40 Menit )
Kegiatan Awal (Berkesadaran, AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran,
Bermakna dan menggembirakan) bermakna, menggembirakan)
Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami,
mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran
berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam
Kegiatan Inti (berkesadaran ,
bermakna dan menggembirakan)
Kegiatan Penutup (berkesadaran , PENUTUP (Tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran,
bermakna dan menggembirakan) bermakna, dan menggembirakan)
Tahap akhir dalam proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan
balik yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah
dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam perencanaan
pembelajaran selanjutnya.
Pertemuan Ke 2 ( 2x 40 Menit )
Mengaplikasikan
Merefleksi
Refleksi Guru
Apa yang telah terlaksana
dengan baik dalam
pembelajaran ini?
Hal-hal apa saja belum terlaksana
dari rencana pembelajaran yang
telah dibuat?
Bagaimana dengan tingkat
pemahaman peserta didik
terhadap materi pembelajaran?
Apa yang perlu dilakukan agar
pembelajaran berikutnya bisa
lebih baik?
Penutup (berkesadaran)
Kegiatan Pengayaan
Kegiatan Remedial
LAMPIRAN -LAMPIRAN RPP
1. Lampiran Asesmen :
a. Lembar penilaian observasi Presentasi Laporan Hasil Diskusi ( Pertemuan Pertama)
Lembar Pengamatan Penyajian Laporan Hasil DiskusiPetunjuk: Berilah angka dari rentang 1 sampai 4 terhadap tiap peserta
didik dari masing-masing aspek di bawah ini berdasarkan aktivitas penyajian laporan hasil diskusi
Kelas :
Nama Guru Mapel :
No Nama Peserta Aspek yang Diamati
Didik Kerjasama Kejelasan Penggunaan Gaya/sikap Rata – Rata
Tim dalam bahasa anggota
menyampaikan badan
informasi
Rubrik penilaian observasi Presentasi Laporan Hasil Diskusi :
No Aspek Peskoran
1 Kerjasama Tim Skor 4, apabila menunjukkan kerjasama yang sangat kompak
Skor 3, apabila menunjukkan kerjasama yang kompak
Skor 2, apabila menunjukkan kerjasama yang cukup kompak
Skor 1, apabila menunjukkan kerjasama yang kurang kompak
2 Kejelasan dalam Skor 4, apabila informasi disajikan dengan benar, rasional, dan jelas
menyampaikan Skor 3, apabila informasi disajikan dengan benar, rasional, namun tidak jelas
informasi Skor 2, apabila informasi disajikan dengan benar, namun tidak rasional, dan tidak jelas
Skor 1, apabila informasi disajikan tidak benar, tidak rasional, dan tidak jelas
3 Penggunaan bahasa Skor 4, apabila selalu menggunakan bahasa Indonesia sesuai PUEBI
Skor 3, apabila sering menggunakan bahasa Indonesia sesuai PUEBI
Skor 2, apabila kadang-kadang menggunakan bahasa Indonesia sesuai PUEBI
Skor 1, apabila tidak pernah menggunakan bahasa Indonesia sesuai PUEBI
4 Gaya/ sikap anggota Skor 4, apabila selalu menunjukkan sikap badan yang baik dan percaya diri
badan Skor 3, apabila sering menunjukkan sikap badan yang baik dan percaya diri
Skor 2, apabila kadang-kadang menunjukkan sikap badan yang baik dan percaya diri
Skor 1, apabila tidak pernah menunjukkan sikap badan yang baik dan percaya diri
b. Lembar Tes Akhir Pembelajaran ( Sumatif Tes) ( Pertemuan Pertama)
Nama :
Kelas :
No absen:
Sumber: [Link]
Sumber: [Link]
Perilaku di atas tidak patut ditiru, sebab akan menimbulkan dampak. Salah satunya adalah…
A. meningkatkan solidaritas antarteman
B. menimbulkan kenyamanan pengguna jalan
C. membahayakan diri sendiri dan orang lain
D. merusak kerapian rambu-rambu lau lintas
Kelas : …..
Tanggal Asesmnen : ……
Petunjuk: Berilah angka dari rentang 1 sampai 4 pada tiap peserta didik dari masing-masing aspek di bawah ini
berdasarkan kelengkapan dan pelaksanaan pementasan sosiodrama/teater
No Nama Kelengkapan Pelaksanaan Rata-
Peserta rata
Didik Skor
Naskah Kostum Properti Kesesuaian Ekspresi Kejelasan Intonasi
Drama penampilan /mimik pelafalan suara
dengan muka
naskah
1
2
3
dst
32
Rubrik Asesmen Mempraktikkan Perilaku Sesuai Norma Melalui Pementasan Sosiodrama/teater
No Aspek Peskoran
Kelengkapan
1 Konten Naskah Skor 4, apabila naskah drama sangat sesuai dengan topik
Drama Skor 3, apabila naskah drama sesuai dengan topik
Skor 2, apabila naskah drama cukup sesuai dengan topik
Skor 1, apabila naskah drama kurang sesuai dengan topik
2 Kostum Skor 4, apabila kostum sangat sesuai dengan karakter tokoh
Skor 3, apabila kostum sesuai dengan karakter tokoh
Skor 2, apabila kostum cukup sesuai dengan karakter tokoh
Skor 1, apabila kostum kurang sesuai dengan karakter tokoh
3 Properti Skor 4, apabila properti beragam dan sangat sesuai situasi
Skor 3, apabila properti cukup beragam dan sesuai situasi
Skor 2, apabila properti sejumlah 2-3 dan cukup sesuai situasi
Skor 1, apabila properti sejumlah 1 dan cukup sesuai situasi
Pelaksanaan
4 Kesesuaian Skor 4, apabila penampilan sangat sesuai dengan naskah
penampilan Skor 3, apabila penampilan sesuai dengan naskah
dengan Skor 2, apabila penampilan cukup sesuai dengan naskah
naskah Skor 1, apabila apabila penampilan kurang sesuai dengan naskah
5 Ekspresi Skor 4, apabila ekspresi/mimik muka sangat sesuai karakter tokoh
/mimik Skor 3, apabila ekspresi/mimik muka sesuai karakter tokoh
muka Skor 2, apabila ekspresi/mimik muka cukup sesuai karakter tokoh
Skor 1, apabila ekspresi/mimik muka kurang sesuai karakter tokoh
6 Kejelasan Skor 4, apabila kalimat dialog diucapkan sangat jelas
pelafalan Skor 3, apabila kalimat dialog diucapkan dengan jelas
Skor 2, apabila kalimat dialog diucapkan cukup jelas
Skor 1, apabila kalimat dialog diucapkan kurang jelas
7 Intonasi Skor 4, apabila inotasi suara sangat tepat dan wajar
suara Skor 3, apabila inotasi suara tepat dan wajar
Skor 2, apabila inotasi suara cukup tepat dan wajar
Skor 1, apabila inotasi suara kurang tepat dan waja
Kelompok : ___
Anggota : _____________________________ ______________________
_____________________________ ______________________
_____________________________ ______________________
Petunjuk:
1. Berkumpullah dengan rekan kelompok kalian!
2. Lakukan instruksi dalam aktivitas belajar di bawah ini bersama rekan kalian!
3. Selamat bekerja!
Peristiwa Pertama
Dengan Prokes Ketat, 256 Siswa SMPN 4 Purworejo Ikuti Ujian Sekolah
[Link] – Sebanyak 256 siswa kelas IX SMP N 4 Purworejo, mengikuti ujian sekolah, yang
dilaksanakan selama enam hari, dari Senin (19/04/2021) hingga Sabtu (24/04/2021). “Dalam ujian
sekolah yang dilaksanakan secara luring ini, kita mengedepankan protokol kesehatan secara ketat,”
jelas Drs Eko Partono, [Link], Kepala SMPN 4 Purworejo, Senin (19/04/2021).
Siswa, ujar Eko, wajib memakai masker. Saat memasuki sekolah, di pintu gerbang siswa diukur suhu
tubuhnya. Sebelum masuk kelas, siswa wajib mencuci tangan menggunakan sabun pada tempat yang
sudah disediakan. Dalam sehari, kecuali hari Jum’at, ada dua mata pelajaran yang diujikan yang
terbagi dalam dua sesi.
Setelah sesi pertama selesai, saat istirahat seluruh ruang ujian disterilkan dengan menyemprotkan
Disinfektan. “Satu ruangan berisi 16 siswa. Jadi ada 16 ruangan yang kita persiapkan dalam ujian
sekolah ini,” kata Eko, yang didampingi Enang Kuncoro, SPd, selalu Waka Kurikulum. Pada hari
pertama pelaksanaan ujian sekolah di SMPN 4 Purworejo ini, sempat dimonitoring oleh Dewan
Pendidikan Kabupaten Purworejo, yang diwakili oleh Prabantoro, MM.
“Alhamdulillah, pelaksanaan hari pertama ujian sekolah ini sukses dan lancar,” ujarko. (Jon)
Peristiwa Kedua
Kasus Bullying di Cilacap, 4 Anak Pelaku Perundungan Ditangkap, Korban Tak Hanya 1
[Link] Empat anak pelaku perundungan terhadap anak lainnya di Cilacap, Jawa Tengah,
akhirnya menjadi tersangka. Kapolres Cilacap AKBP Dery Agung Wijaya mengatakan, keempat
tersangka berjenis kelamin perempuan itu merupakan pelajar salah satu SMP di Kabupaten Cilacap.
"Korban dan pelaku satu sekolah, tapi beda kelas, salah satu pelaku ada yang sudah alumni. Semuanya
masih di bawah umur," kata Dery saat ungkap kasus di Mapolres Cilacap, Kamis (7/1/2021). Derry
mengatakan, polisi tidak menahan keempat tersangka, karena seluruhnya masih di bawah umur,
sehingga dengan pengawasan orang tua.
"Sampai saat ini kita masih melakukan upaya mediasi, kami libatkan Balai Pemasyarakatan (Bapas),
sekokah, keluarga dan lain-lain yang terkait, dan saat ini masih berlangsung," ujarnya. Derry
mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan jumlah korban perundungan ternyata tidak hanya
satu orang.
Diberitakan sebelumnya, sebuah video perundungan terhadap seorang anak perempuan beredar luas
di media sosial. Dalam unggahan video di sebuah akun Instagram tampak beberapa perempuan
melakukan kekerasan terhadap seorang anak hingga menangis. Dalam keterangan video disebutkan
peristiwa terjadi di Jalan Pemintalan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. ([Link]/Fadlan Mukhtar
Zain)
Sumber: [Link] cilacap-4-anak-pelaku-perundungan-
ditangkap-korban-tak-hanya-1 (dengan beberapa perubahan)
3. Aktivitas 3
Penyelidikan Individu dan Kelompok
Carilah data/informasi dari buku, video pembelajaran, internet, atau sumber lain yang
sesuai sebagai bahan diskusi.
[Link] 4 1. Apa masalah yang tersaji pada kedua peristiwa tersebut?
Mengembangkan dan ………………………………………………………………………………………………………
Menyajikan Hasil Karya ………………………………………………………………………………………………………
1. Kajilah masalahtersebut ………………………………………………………………………………………………………
dengan menjawab pertanyaan ………………………………………………………………………………………………………
di samping; ………………………………………………………………………………………………………
2. Gunakan berbagai sumber ………………………………………………………………………………………………………
untuk memecahkann ya ………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
2. Identifikasilah manakah peristiwa yang menunjukkan
perilaku sesuai norma dan mana yang tidak menaati norma?
Kemukakan alasannya
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
3. Berdasarkan dua peristiwa di atas, apa arti penting perilaku
sesuai norma?
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
4. Lalu, apa dampak dari perilaku tidak taat norma?
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
[Link] contoh lain perilaku sesuai norma dalam berbagai
lingkungan kehidupan!
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
[Link] 5
Menganalisis dan Mengevaluasi Pemecahan Masalah
Presentasikan hasil diskusi kalian untuk mendapat tanggapan dari kelompok lain.
Selanjutnya buat kesimpulan dari masukan kelompok lain!
Kembangkan cerita menjadi cerita yang utuh! Buat dialog tiap tokoh dari
cerita tersebut! (Gunakan kertas lain, jika tabel ini tidak mencukupi!
Seperti yang sudah kita pelajari sebelumnya, di sekitar kita ada berbagai macam norma. Norma-norma
tersebut mengarahkan individu serta masyarakat berperilakumenurut aturan tertentu di dalamnya. Tujuannya
agar tercipta ketertiban, keteraturan,serta kenyamanan bersama. Oleh karena itu kita wajib menunjukkan
ketaatan pada norma. Ketaatan berarti kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Hendaknya
kepatuhanberasal dari kesadaran diri akan tanggung jawab sebagai warga negara yang baik, dan bukan
karena takut dikenakan [Link] di atas harus dibiasakan sejak dini, sehingga lambat laun akan
menjadi kebiasaan dan membudaya. Bisa kalian bayangkan seandainya setiap orang memiliki kesadaran yang
dimaksud, maka akan terjalan hubungan yang positif antar individu. Lebih jauh lagi akan mengantarkan
masyarakat, bangsa, dan negara pada tingkat keadaban yang luhur.
Terkait hal di atas, kita perlu membina sikap dan budaya berikut ini:
a. Budaya malu, yaitu merasa malu jikamelanggar aturan. Contohnya malujika tidak berseragam sesuai
aturansekolah.
b. Budaya tertib, yaitu membiasakanteratur dan rapi sesuai aturanimanapun berada.
Contohnyamelaksanakan upacara benderasesuai aturan disiplin.
c. Budaya bersih, yaitu membiasakandiri untuk menjaga kebersihan baikdalam arti bersih secara fisik,
maupunbersih secara batin. Dalam arti fisikbudaya bersih terwujud dalamkebiasaan membuang sampah
padatempatnya. Selanjutnya menjaga keamanah dan jujur adalah bagian daribersih secara batin.
(Saputra dan Aa Nurdiaman, 2017)
Kalian tentu berpandangan jika kedua gambar di atas memiliki perbedaan yang sangat kontras terkait
perilaku sesuai norma. Ya, pandangan kalian tersebut tidak salah. Gambar sebelah kiri (perilaku A) merupakan
perilaku yang sesuai,norma. Coba diingat kembali pelajaran pertemuan sebelumnya, sesuai aturan norma
apakah perilaku yang tampak? Tepat sekali jika kalian menjawab aturan norma kesusilaan. Menolong orang
lain yang membutuhkan adalah panggilan hati nurani. Orang yang mengabaikan atau tidak
melaksanakannya, akan diikuti perasaan bersalah. Hal itu berlaku pada tiap manusia. Selanjutnya gambar
kedua (perilaku B) adalah contoh perilaku yang tidak patut ditiru. Mengapa? Karena sikap sang anak tidak
menunjukkan kesopanan pada orang yang lebih tua. Tentu saja hal itu tidak sesuai aturan norma kesopanan.
Meskipun kriteria kesopanan berbeda di tiap daerah/negara, namun kita tetap menghormatinya. Jika tidak
akan mendapat celaan dari orang lain. Kita wajib mengembangkan perilaku sesuai norma di berbagai
lingkungan kehidupan. Berikut di antaranya:
a. Di lingkungan keluarga
1. Mengingatkan anggota keluarga berdo’a sebelum beraktivitas
2. Membantu merawat dan membersihkan rumah
3. Menyelesaikan permasalahan keluarga dengan musyawarah
b. Di lingkungan sekolah
1. Mengerjakan tugas-tugas sekolah dengan baik
2. Mendukung pelaksanaan program sekolah
3. Menolak keras tindakan perundungan (bullying) di sekolah
c. Di Lingkungan masyarakat
1. Mengikuti kegiatan keagamaan sesuai agama yang dianut
2. Tidak membuat kegaduhan yang mengganggu orang lain
3. Melaksanakan aturan kesopanan yang berlaku di masyarakat
d. Di kehidupan berbangsa dan bernegara
1. Ikutserta menggalang dana untuk korban bencana
2. Memanfaatkan dengan bijak media sosial dalam bertukar informasi
3. Menghormati perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia
Perilaku sesuai norma harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari kita, agar pemahaman terkait norma
menjadi lebih bermanfaat. Perilaku tersebut dapat dipraktikkan melalui pembelajaran yang menyenangkan.
Misalnya model sosiodrama.
Apa itu sosiodrama?
Sosiodrama adalah bentuk pendramatisan peristiwa-peristiwa kehidupan sehari-hari yang terjadi dalam
masyarakat (Waluyo, dalam Dinar dan Latifa, 2019). Artinya kalian akan memerankan karakter tokoh tertentu
dari cerita drama yang dibuat. Selanjutnya cerita drama tersebut dibuat berdasarkan kejadian sehari-hari,
dengan mengacu pada materi pembelajaran kita, yaitu mempraktikkan perilaku sesuai norma.
Bagaimana, sangat menarik sekali, bukan?
Bagaimana agar pembelajaran melalui sosiodrama dapat berjalan dengan baik? Berikut hal-hal yang harus
dilakukan
1. Tahap persiapan
Adapun kegiatan dalam tahap ini antara lain:
Persiapan naskah, meliputi:
Mempersiapkan peristiwa/cerita menarik yang akan diperagakan dan disesuaikan dengan materi
pembelajaran. Misalnya untuk pertemuan kali ini kita mempelajari perilaku sesuai norma, maka peristiwa/cerita
harus berhubungan dengan materi tersebut. Siswa yang lebih mementingkan bermain game dibanding
belajar, warga yang tidak mau mengindahkan larangan membuang sampah sembarangan, pemuda yang tidak
taat aturan lalu lintas adalah cerita-cerita menarik yang dapat diangkat dalam sosiodrama.
1. Tentukan isi cerita.
2. Tentukan alur cerita, yang terdiri dari pengenalan tokoh, permasalahan (konflik), dan penyelesaian cerita.
3. Kembangkan kerangka menjadi cerita yang utuh. Agar lebih terarah, buatlah dialog tiap tokoh pada
masing-masing alur.
4. Lakukan perbaikan jika masih ada kekurangan pada naskah. ([Link]
langkah-penulisan-naskah- [Link])
2. Persiapan perlengkapan:
1. Tentukan kostum/pakaian yang sesuai dari tiap tokoh cerita. Tokoh karakter siswa akan berbeda
pakaiannya dengan tokoh petani, guru, dan lain-lain.
2. Tentukan properti/barang-barang yang sesuai latar/tempat cerita terjadi. Latar cerita di kelas, tentu ada
meja siswa, meja guru, tas siswa, buku dan lain-lain.
3. Properti untuk benda-benda yang sulit dibawa di ruangan, seperti mobil, motor, bangunan, pohon dan
lain-lain, dibuat menggunakan bahan daur ulang, dengan meniru bentuk aslinya.
4. Persiapkan musik/suara pengiring jika memungkinkan.
5. Persiapan latihan, latihan dialog serta latihan perpindahan latar cerita, penting sekali agar sosiodrama
yang ditampilkan menjadi lebih baik.