0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan20 halaman

Tinjauan Geografis Kabupaten Murung Raya

Kabupaten Murung Raya, yang terletak di Kalimantan Tengah, memiliki luas wilayah 15% dari total Kalimantan Tengah dan merupakan kabupaten terluas di provinsi tersebut. Wilayah ini memiliki iklim tropis dengan curah hujan tahunan mencapai 3.365 mm dan terdiri dari 10 kecamatan, 115 desa, dan 9 kelurahan. Tanah di daerah ini bervariasi, dengan jenis tanah oksisol yang mendominasi, serta ketinggian yang bervariasi antara 15-780 m di atas permukaan laut.

Diunggah oleh

sudiko18
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan20 halaman

Tinjauan Geografis Kabupaten Murung Raya

Kabupaten Murung Raya, yang terletak di Kalimantan Tengah, memiliki luas wilayah 15% dari total Kalimantan Tengah dan merupakan kabupaten terluas di provinsi tersebut. Wilayah ini memiliki iklim tropis dengan curah hujan tahunan mencapai 3.365 mm dan terdiri dari 10 kecamatan, 115 desa, dan 9 kelurahan. Tanah di daerah ini bervariasi, dengan jenis tanah oksisol yang mendominasi, serta ketinggian yang bervariasi antara 15-780 m di atas permukaan laut.

Diunggah oleh

sudiko18
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PENDAHULUAN

BAB II
TINJAUAN UMUM TERHADAP LOKASI

2.1. ADMINISTRASI DAN GEOGRAFIS WILAYAH SECARA UMUM


Luas Kabupaten Murung Raya mencapai 15% dari total luas wilayah Kalimantan
Tengah dan menjadi kabupaten dengan wilayah terluas di Kalimantan Tengah. Terletak di
ujung Timur Laut dan berbatasan langsung dengan Propinsi Kalimantan Barat dan
Kalimantan Timur. Letak astronomisnya antara 00⁰51’ 51,87” Lintang Selatan sampai dengan
00⁰47’ 25,24” Lintang Utara dan antara 113⁰12’40,98” sampai dengan 115⁰08’ 6, 52” Bujur
Timur. Letak tersebut menjadikan Murung Raya sebagai satu-satunya kabupaten di
Kalimantan Tengah yang wilayahnya dilintasi garis Khatulistiwa. Batas-batas wilayah
Kabupaten Murung Raya diantaranya:
 Utara: Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Kutai Barat
Provinsi Kalimantan Timur,
 Selatan: Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Kapuas, dan Kabupaten Gunung Mas.
 Timur: Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur
 Barat: Kabupaten Gunung Mas dan Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat
Kabupaten Murung Raya terdiri dar 10 kecamatan, yang sebelumnya masuk wilayah
pembantu Bupati Murung Raya (Kabupaten Barito Utara). Dari 10 kecamatan tersebut terbagi
lagi dalam 115 desa dan 9 kelurahan. Adapun wilayah yang termasuk dalam kategori
kelurahan adalah Tumbang Lahung dan Muara Bakanon untuk wilayah yang terdapat di
Kecamatan Permata Intan, Beriwit dan Puruk Cahu untuk wilayah yang terdapat di
Kecamatan Murung, Muara Laung I, Batu Bua I dan Muara Tuhup untuk wilayah yang
terdapat di Kecamatan Laung Tuhup, Tumbang Kunyi untuk wilayah yang terdapat di
Kecamatan Sumber Barito, Saripoi untuk wilayah yang terdapat di Kecamatan Tanah Siang.
Pada tahun 2017 terjadi pemekaran jumlah rukun tetangga (RT), dari sebanyak 394 RT pada
tahun 2012 menjadi 412 RT pada tahun 2017.

Perencanaan Rehabilitasi UPT Puskesmas Mangkahui


KABUPATEN MURUNG RAYA Bab II - 1
LAPORAN PENDAHULUAN

Gambar 2.1. Administrasi Kabupaten

Perencanaan Rehabilitasi UPT Puskesmas Mangkahui


KABUPATEN MURUNG RAYA Bab II - 2
LAPORAN PENDAHULUAN

Tabel 2.1 Luas Wilayah dan Jumlah Desa / Kelurahan per Kecamatan di
Wilayah Kabupaten Murung Raya

Jumlah Desa/ Luas Wilayah


Kecamatan Ibukota
Kelurahan (km²)
Permata Intan Tumbang Lahung 12 804
Sungai Babuat Tumbang Bantian 6 423
Murung Puruk Cahu 15 730
Laung Tuhup Muara Laung 26 1.611
Barito Tuhup Raya Makunjung 11 1.500
Tanah Siang Saripoi 27 1.239
Tanah Siang Dirung Lingkin 6 310
Selatan
Sumber Barito Tumbang Kunyi 9 2.797
Seribu Riam Muara Joloi 7 7.023
Uut Murung Tumbang Olong 5 7.263
Jumlah/Total 124 23.700
Sumber: Kabupaten Murung Raya dalam angka 2020

2.1.1 Iklim dan Curah Hujan


Tercatat pada tahun 2013 suhu tertinggi di Murung Raya mencapai 35,8 oC
o
dan suhu terendah sampai dengan 21,0 C. Iklim tropis sekitar khatulistiwa
mengakibatkan suhu yang relatif panas di siang hari dan relatif dingin pada malam
hari. Sementara itu, curah hujan per tahun mencapai 3.365 mm dengan 223 hari
hujan. Sedangkan kelembapan nisbi rata-rata 83,92 persen.
Berdasarkan pengamatan Stasiun Meteorologi Bendara Beringin Muara
Teweh, keadaan curah hujan rata-rata tertinggi di Kabupaten Murung Raya adalah
sekitar 610 yang terjadi pada Februari 2017 sedangkan jumlah hari hujan
terbanyak yakni 25 hari yang terjadi pada bulan November dan Desember.
Musim kemarau berlangsung antara bulan Juni sampai bulan September
dangan musim hujan antara bulan Oktober sampai bulan Mei.

Perencanaan Rehabilitasi UPT Puskesmas Mangkahui


KABUPATEN MURUNG RAYA Bab II - 3
Gambar 2.2. Peta Curah Hujan Kabupaten
LAPORAN PENDAHULUAN

Murung Raya

Perencanaan Rehabilitasi UPT Puskesmas Mangkahui


KABUPATEN MURUNG RAYA Bab II - 4
LAPORAN PENDAHULUAN

Tabel 2.2 Kecepatan Angin dan Arah Angin di Kabupaten Murung


Raya dalam Tahun 2019

Tekanan Udara (mb)


Bulan Rata-Rata Arah
Minimum Maksimum Rata-rata
Januari 4 Utara 1.009,5 1.014,70 1.012,1
Pebruari 4,2 Barat Laut 1.010,6 1.014,60 1.012,6
Maret 4 Utara 1.011,2 1.014,40 1.012,8
April 4 Barat laut 1.009,9 1.016,10 1.013,0
Mei 4 Utara 1.010,1 1.014,50 1.012,3
Juni 3,8 Barat Laut 1.009,1 1.016,50 1.012,8
Juli 4 Utara 1.010,6 1.015,60 1.013,1
Agustus 4 Barat Daya 1.011,1 1.014,10 1.012,6
September 4 Barat Laut 1.011,0 1.014,60 1.012,8
Oktober 4 Barat Daya 1.009,2 1.014,20 1.011,7
Nopember 4 Barat Laut 1.009,0 1.011,40 1.010,2
Desember 5 Barat Daya 1.009,6 1.011,80 1.010,7
Sumber :BMKG, Stasiun Meteorologi Beringin Muara Teweh 2019

2.1.2 Ketinggian dan Kelerengan


Untuk daerah tropis, ketinggian wilayah merupakan unsur penting dalam
menentukan persediaan fisik tanah. Dengan adanya perbedaan tinggi akan
menentukan perbedaan suhu yang kemudian menentukan jenis tanaman yang cocok
untuk diusahakan. Terkait dengan ini, Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan
Pendataan Potensi Desa (PODES) 2011 yang salah unsur data yang didapat adalah
ketinggian wilayah seperti pada table berikut.
Tabel 2.3 Ketinggian Wilayah Ibukota Kecamatan di Kabupaten
Murung Raya

Kecamatan Kota Ketinggian (m) dpl)


Permata Intan Tumbang Lahung 42
Sungai Babuat Tumbang Bantian 125
Murung Puruk Cahu 74
Laung Tuhup Muara Laung 47
Barito Tuhup Raya Makunjung 15
Tanah Siang Saripoi 185
Tanah Siang Selatan Dirung Lingkin 39
Sumber Barito Tumbang Kunyi 67
Seribu Riam Muara Joloi 488
Uut Murung Tumbang Olong 780
Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Murung Raya dalam angka 2020

Perencanaan Rehabilitasi UPT Puskesmas Mangkahui


KABUPATEN MURUNG RAYA Bab II - 5
LAPORAN PENDAHULUAN

Menurut keadaan wilayahnya, Kabupaten Murung Raya tanahnya terdiri dari


berbukit-bukit dengan ketinggian dari permukaan laut antara 15-780 m. Sedangkan
dataran rendah terdapat pada bagian Selatan membentang sejauh lebih kurang 150
Km ke Utara dan merupakan tanah dengan derajat keasaman kurang dari 7.
Sedangkan perbatasan wilayah dengan Propinsi Kalimantan Timur bagian selatan
sebagian besar terdapat puncak bukit yang tidak terlalu tinggi dari jajaran
pegunungan Meratus. Pada kiri kanan dataran rendah tersebut terdiri dari dataran
tinggi, perbukitan, pegunungan lipatan dan patahan, terdapat adanya tanah berwarna
merah, kuning serta batuan induk hasil endapan, batuan beku dan batu-batuan
lainnya.
Yang dimaksud lereng adalah perbedaan ketinggian dua tempat yang berbeda
yang dinyatakan dalam persentase. Artinya berupa meter beda tinggi antara tempat
yang satu dengan tempat yang lainnya dibagi dengan jarak kedua tempat tersebut.
Lereng merupakan salah satu faktor yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam
pengelolaan tanah untuk menjaga kelestarian tanah. Sehingga dalam pengelolaan
akan diperlukan syarat - syarat tertentu pada lereng tertentu pula. Agar tanah tersebut
memberi manfaat yang sebesarbesarnya.

2.1.3 Geologi, Hidrogeologi dan Tekstur Tanah


Merujuk data yang ada di laporan RUTRK, dapat dikemukakan bahwa geologi
permukaan tanah di kawasan perencanaan terdiri dari lapisan humus, jenis tanah
latosol dan podsolik merah kuning yang tahan erosi namun memiliki tingkat resapan
yang sangat kecil. Jenis tanah yang terdapat di kawasan perencanaan ini adalah
tanah kuning dan tanah humus yang subur berwarna hitam pekat. Dibawah
permukaan tanah antara kedalaman 10–15 m terdapat kandungan air tanah yang
sementara ini digunakan sebagai salah satu sumber air penduduk disamping air
permukaan yang ada yaitu sungai. Sedangkan untuk air tanah dalam (> 30 m) belum
diketahui secara pasti sampai adanya penelitian lanjutan yang lebih detail.
Secara umum, kemampuan lingkungan alam untuk mendukung kebutuhan hidup
manusia tergantung dan dipengaruhi oleh kemampuan dan cara pengelolaan serta
pengolahan manusia terhadap lingkungan alamnya. Dalam pengertian tersebut, maka
cara dan kemampuan manusia tersebut adalah dengan mempertimbangkan kondisi
dan karakteristik alamiah lingkungan alamnya, salah satunya adalah faktor geologi

Perencanaan Rehabilitasi UPT Puskesmas Mangkahui


KABUPATEN MURUNG RAYA Bab II - 6
LAPORAN PENDAHULUAN

lingkungan. Faktor geologi penting terhadap kegiatan pertanian karena berkaitan


dengan kemampuan lahan dan batuan pembentuk tanah menurut jenis-jenisnya, di
samping ditinjau dari sifat-sifat bahaya.
Berdasarkan Peta Geologi Wilayah Kabupaten Murung Raya sebagian terdiri dari
formasi geologi yang tergolong tua, kecuali daerah endapan aluvium (kwater) di
bagian selatan. Susunan batuan geologinya ialah sebagai berikut ;
 Kwarter merupakan batuan aluvium/endapan dari kerikil yang membentang di
dataran rendah.
 Miosis merupakan batuan sedimen batu bara, batu pasir, lempung, seringkali
dengan sisipan batu gamping tipis.
 Paelogen merupakan batuan sedimen batu bara, batu pasir, lempung, seringkali
dengan sisipan batu gamping tipis.
 Mesozoikum merupakan batuan sedimen batu bara, batu pasir, lempung,
seringkali dengan sisipan batu gamping tipis.
 Batuan Dalam, terdiri dari granit dan granodirit
Tekstur tanah menyatakan jumlah relatif antara fraksi tanah liat, debu dan pasir dalam
tanah. Wilayah Kabupaten Murung Raya terdiri dari 80 % bertekstur halus, yakni di
Kecamatan Sumber Barito, Tanah Siang, Permata Intan, dan Laung Tuhup. Sedang
sebagian kecil di sebelah Barat Kecamatan Sumber Barito terdapat tanah ber tekstur
sedang. Menurut peta tekstur tanah di Kabupaten Murung Raya tidak terdapat tanah
bertekstur kasar.
Tabel 2.4 Keadaan tektur Tanah Wilayah per Kecamatan

Sumber : Badan Pertanahan Kabupaten Murung Raya

Perencanaan Rehabilitasi UPT Puskesmas Mangkahui


KABUPATEN MURUNG RAYA Bab II - 7
LAPORAN PENDAHULUAN

Gambar 2.3. Peta Kondisi Geologi Kabupaten


Murung Raya

Perencanaan Rehabilitasi UPT Puskesmas Mangkahui


KABUPATEN MURUNG RAYA Bab II - 8
Gambar 2.4. Peta Kondisi Kelerengan Kabupaten
LAPORAN PENDAHULUAN

Murung Raya

2.1.4 Jenis dan Kemampuan Tanah

Perencanaan Rehabilitasi UPT Puskesmas Mangkahui


KABUPATEN MURUNG RAYA Bab II - 9
LAPORAN PENDAHULUAN

Dalam era peningkatan pelaksanaan kegiatan dan volume pembangunan,


tanah merupakan salah satu sumber daya alam yang selalu dibutuhkan dalam setiap
kegiatan. Tanah sebagai letak kegiatan yang dibebani untuk menampung semua
kegiatan mengakibatkan kebutuhan akan tanah semakin bertambah, sementara luas
tanah senantiasa tetap.

Disamping luas tanah yang tidak akan pernah bertambah, tidak semua tanah dapat
digunakan untuk berbagai jenis kegiatan bebas, karena tanah mempunyai faktor
pembatas, baik dari segi fisik maupun dari segi hukum. Faktor pembatas, dari segi
fisik yaitu: kemampuan tanah, ketinggian, jenis tanah, kesuburan dan lain sebagainya,
sedangkan dari segi hukum meliputi penguasaan hak yang telah ada diatas tanah
tersebut.

Menurut keadaan wilayahnya Kabupaten Murung Raya tanahnya terdiri dari berbukit-
bukit dengan ketinggian dari permukaan laut antara 25-400 m. Sedangkan dataran
rendah terdapat pada bagian Selatan membentang sejauh lebih kurang 150 Km ke
Utara dan merupakan tanah dengan derajat keasaman kurang dari 7. Jenis tanah
daerah selatan berbeda jenis tanah yang terdapat daerah hulu utara. Jenis tanah
yang terbentuk erat hubungannya dengan bahan induk (geologi), iklim dan keadaan
medannya. Berdasarkan keadaan tanah yang ada, maka secara garis besar jenis
tanah yang terdapat di Kabupaten Murung Raya yaitu :

 Oksisol (Laterilik)
Jenis tanah oksilik (lateritik) memiliki wilayah paling luas, dan hampir
meliputi seluruh wilayah bagian atas (hulu). Keadaan medan
bergelombang, berbukit, dan bergunung dengan solum tanahnya dalam.
Tanah jenis ini memiliki tekstur halus, berdrainase baik, hanya saja daerah
ini curah hujan sangat tinggi. Warna tanah oksolik adalah kuning
kemerahan dan termasuk jenis tanah yang telah lanjut mengalami
perkembangan pelapukan.

 Podsolik
Tanah podsolik merupakan jenis tanah yang sering dijumpai terletak
menyebar di tengah sampai hulu sungai. Tanah podsolik telah mengalami

Perencanaan Rehabilitasi UPT Puskesmas Mangkahui


KABUPATEN MURUNG RAYA Bab II - 10
LAPORAN PENDAHULUAN

perkembangan lebih lanjut, bersolum dalam, terbentuk dari bahan induk


batu liat, dengan bentuk wilayah berombak sampai agak berbukit. Warna
tanah podsolik ini adalah warna coklat sampai merah kuning dengan
tekstur halus sampai kasar, dan memiliki drainase baik dengan reaksi
tanah masam.

 Litosol
Jenis tanah ini memiliki solum dangkal dan berbatu, serta membentang di
puncak Pegunungan Muller dengan ketinggian lebih dari 500 meter sampai
1000 meter di atas permukaan laut. Keadaan tanah yang terjal dan curah
hujan tinggi menyebabkan erosi cukup berat sehingga menyebabkan
tanah - tanah dangkal berbatu.

Kemampuan tanah suatu wilayah dapat menjadi kendala utama bagi pengembangan
wilayah terutama bagi pengembangan sektor-sektor perekonomian yang memerlukan
lahan yang produktif seperti pertanian dan perkebunan. Lahan dengan kemampuan
tanah yang tinggi berpotensi tinggi pula untuk berbagai penggunaan, sehingga
memungkinkan penggunaan lahan yang intensif untuk berbagai jenis kegiatan.
Kemampuan tanah terdiri dari unsur-unsur lereng, kedalaman efektif, tekstur,
drainase, tingkat erosi dan faktor pembatas lainnya seperti batu pasir dan cadas.

Perencanaan Rehabilitasi UPT Puskesmas Mangkahui


KABUPATEN MURUNG RAYA Bab II - 11
Gambar 2.5. Peta Jenis Tanah Kabupaten Murung
LAPORAN PENDAHULUAN

Raya

2.1.5 Tata Guna Lahan

Perencanaan Rehabilitasi UPT Puskesmas Mangkahui


KABUPATEN MURUNG RAYA Bab II - 12
LAPORAN PENDAHULUAN

Wilayah kabupaten Murung Raya cukup luas dan sebagian besar masih
berupa hutan. hal ini terlhat pada Tabel di bawah ini yang mana memperlihatkan
hampir 1.800.000 hektar atau sekitar 75,95 persen wilayah kabupaten ini masih
berupa hutan, baik dengan status hutan negara maupun hutan rakyat. Penggunaan
lahan terbesar yang lain di wilayah ini adalah untuk lahan perkebunan yaitu sebesar
7,08 persen. Untuk perkembangan saat di Tahun 2017, wilayah kabupaten Murung
Raya cukup luas dan sebagian besar masih berupa hutan. Sedangkan untuk
penggunaan lahan permukiman, perkebunan dan persawahan sedikit sekali. Pola
penggunaan lahan Kabupaten Murung Raya terdiri dari lahan Basah dan Lahan
Kering. Pada lahan basah merupakan semak belukar, perkebunan karet/ rotan, dan
hutan terletak di sepanjang Sungai Barito. Sedang hutan terletak pada daerah lahan
kering yang berada di daerah perbukitan.

Tabel 2.5 Luas Penggunaan Tanah di Kabupaten Murung Raya

Penggunaan Lahan/Tanah Luas (Ha) %

01. Kawasan Suaka Alam 191.748,61 7,75


02. Hutan Lindung 494.815,14 19,99
03. Hutan Produksi (Tetap/ Permanent) 194.069,55 7,84
04. Kawasan Produksi Terbatas (HPT) 1.239.048,58 50,06

05. Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) 153.891,12 6,22


06. Non Kawasan Hutan/Areal Penggunaan Lain (APL) 191.748,61 7,75
07. Sempadan 9.998,21 0,40
JUMLAH 2.475.319,82 100,00

Perencanaan Rehabilitasi UPT Puskesmas Mangkahui


KABUPATEN MURUNG RAYA Bab II - 13
LAPORAN PENDAHULUAN

Sumber : Kabupaten Murung Raya dalam Angka Tahun 2020

2.2. KEPENDUDUKAN
2.2.1 Penyebaran Penduduk
Jumlah penduduk keseluruhan di Kabupaten Murung Raya pada tahun 2018 yaitu
sebanyak 109.637 jiwa. Jumlah penduduk berdasarkan struktur jenis kelamin yaitu
meliputi komposisi jumlah penduduk laki-laki yaitu sebanyak 55.431 jiwa. Sedangkan
komposisi jumlah penduduk perempuan yaitu sebanyak 54.205 jiwa.
Tabel 2.6 Jumlah Penduduk, Luas Wilayah dirinci menurut Jenis Kelamin per
Kecamatan di Kabupaten Murung Raya Tahun 2016-2017

Kecamatan Luas Wilayah Laki-Laki Perempuan


(km2) 2016 2017 2016 2017
Permata Intan 804 6.256 6.360 5.91 6.002
Sungai Babuat 423 1.327 1.349 1 1.15 1.176
Murung 730 19.539 20.247 8 18.057 18.687
Laung Tuhup 1.611 10.660 10.837 10.115 10.271
B. Tuhup Raya 1.500 2.473 2.515 2.25 2.288
Tanah Siang 1.239 7.740 7.954 4 7.13 7.317
T. Siang Selatan 310 2.957 3.039 1 2.78 2.862
Sumber Barito 2.797 4.277 4.306 9 3.89 3.919
Seribu Riam 7.023 2.065 2.079 7 1.69 1.701
Uut Murung 7.263 1.477 1.487 2 1.20 1.208
Jumlah 23.700 58.771 60.173 1 54.205 55.431
Sumber : Kabupaten Murung Raya dalam Angka 2018

Secara administratif pemerintahan Kabupaten Murung Raya terbagi menjadi 10


kecamatan. Sampai sekarang persebaran penduduk Murung Raya masih tidak
merata. Hal ini akibat kondisi sarana jalan darat yang menghubungkan antar
kecamatan atau desa kadang-kadang tidak memungkinkan untuk dilalui bahkan
belum ada. Hal ini menyebabkan kepadatan penduduk untuk kecamatan dengan
sarana transportasi kurang baik sangat kecil. Sedangkan sarana transportasi air
masih sangat terbatas. Padahal jumlah desa yang terdapat di pinggiran sungai

Perencanaan Rehabilitasi UPT Puskesmas Mangkahui


KABUPATEN MURUNG RAYA Bab II - 14
LAPORAN PENDAHULUAN

lumayan cukup banyak. Seperti di Kecamatan Murung, Permata Intan, Sumber Barito,
bahkan sampai Seribu Riam dan Uut Murung yang medannya di kenal sangat sulit.
2.2.2 Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk dapat dinyatakan dalam 2 (dua) bentuk kepadatan yaitu
kepadatan secara geografis dan secara agraris. Kepadatan geografis
membandingkan jumlah penduduk terhadap luas wilayah keseluruhan, sedangkan
kepadatan agraris merupakan perbandingan antara jumlah penduduk dengan luas
tanah atau lahan yang diusahakan baik oleh pemerintah, swasta/perusahaan dan
masyarakat sendiri termasuk pemukiman penduduk. Lahan yang diusahakan bisa
berupa perkampungan, sawah, ladang/tegal, perkebunan, rawa/tambak serta semak
belukar. Kepadatan penduduk Kabupaten Murung Raya semenjak mengalami
pemekaran kabupaten sampai dengan tahun 2017 belum mengalami perubahan,
yaitu 4 orang penduduk per 1 (satu) Km2 wilayahnya. Paling sedikit di antara semua
kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah. Penduduk yang masih jarang ini
merupakan salah satu peningkatan usaha pengembangan daerah, oleh karena itu
program penambahan penduduk pada wilayah-wilayah yang sesuai peruntukannya
seperti program transmigrasi perlu digalakkan
Tabel 2.7 Kepadatan Penduduk Dirinci Menurut Geografis per Kecamatan di
Kabupaten Murung Raya Tahun 2018 – 2020

Kecamatan Luas Kepadatan Penduduk


Wilayah 2018 2019 % 2020
(km2)
Permata Intan 804 15 15 10,7
Sungai Babuat 423 6 6 2,2
Murung 730 52 53 33,7
Laung Tuhup 1.611 13 13 18,3
B. Tuhup Raya 1.500 3 3 4,2
Tanah Siang 1.239 12 12 13,2
T. Siang Selatan 310 19 19 5,1
Sumber Barito 2.797 3 3 7,1
Seribu Riam 7.023 1 1 3,3
Uut Murung 7.263 1 1 2,3
Jumlah 23.700 5 5 100 Sumber :
Badan Pusat Statistik Kabupaten Murung Raya tahun 2020

Perencanaan Rehabilitasi UPT Puskesmas Mangkahui


KABUPATEN MURUNG RAYA Bab II - 15
LAPORAN PENDAHULUAN

2.3. LOKASI PEKERJAAN


Perencanaan Perencanaan Rehabilitasi UPT Puskesmas Mangkahui ini berada di Wilayah
Kabupaten Murung Raya, Kecamatan Murung, Kota Puruk Cahu. Lokasi site perencanaan
berada di wilayah Polres Murung Raya.

Perencanaan Rehabilitasi UPT Puskesmas Mangkahui


KABUPATEN MURUNG RAYA Bab II - 16
LAPORAN PENDAHULUAN

Gambar 2.6 Peta Kabupaten Murung Raya

Gambar 2.7 Lokasi Site Perencanaan Perencanaan Rehabilitasi UPT


Puskesmas Mangkahui

Perencanaan Rehabilitasi UPT Puskesmas Mangkahui


KABUPATEN MURUNG RAYA Bab II - 17
LAPORAN PENDAHULUAN

Gambar 2.8 Foto Perencanaan Perencanaan Rehabilitasi UPT Puskesmas


Mangkahui

Perencanaan Rehabilitasi UPT Puskesmas Mangkahui


KABUPATEN MURUNG RAYA Bab II - 18
LAPORAN PENDAHULUAN

Perencanaan Rehabilitasi UPT Puskesmas Mangkahui


KABUPATEN MURUNG RAYA Bab II - 19

Anda mungkin juga menyukai