0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan58 halaman

Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan IPB

Dokumen ini menjelaskan tentang Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan (PPEH) yang wajib diikuti oleh mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB sebagai bagian dari kurikulum Mayor-Minor. Tujuan PPEH adalah untuk memberikan pengalaman lapangan kepada mahasiswa dalam mengenali, mengidentifikasi, dan menganalisis berbagai tipe ekosistem hutan di Indonesia. Selain itu, terdapat ketentuan umum, tata tertib, sistem penilaian, dan pelaporan yang harus dipatuhi oleh peserta selama kegiatan praktik.

Diunggah oleh

himihimi020593
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan58 halaman

Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan IPB

Dokumen ini menjelaskan tentang Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan (PPEH) yang wajib diikuti oleh mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB sebagai bagian dari kurikulum Mayor-Minor. Tujuan PPEH adalah untuk memberikan pengalaman lapangan kepada mahasiswa dalam mengenali, mengidentifikasi, dan menganalisis berbagai tipe ekosistem hutan di Indonesia. Selain itu, terdapat ketentuan umum, tata tertib, sistem penilaian, dan pelaporan yang harus dipatuhi oleh peserta selama kegiatan praktik.

Diunggah oleh

himihimi020593
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Untuk membentuk sarjana kehutanan dengan kompetensi yang sesuai
dengan yang diharapkan, tidak cukup hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan
dan keterampilan yang diberikan melalui perkuliahan dan praktik di laboratorium
di kampus, tetapi juga harus dibekali dengan pengalaman lapangan dalam bentuk
praktik-praktik di lapangan.
Sehubungan dengan hal tersebut, sejak diberlakukannya Kurikulum Mayor-
Minor pada tahun 2007 kepada mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB diwajibkan
mengikuti Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan (PPEH). Pada kurikulum
sebelumnya, PPEH ini merupakan bagian dari Praktik Pengenalan dan
Pengelolaan Hutan (P3H). Secara garis besar, PPEH ini merupakan praktik
pengenalan tipe-tipe ekosistem hutan beserta komponen-komponen penyusunnya.
Dalam praktik lapang ini mahasiswa diberi kesempatan untuk melihat, mengenali,
mengamati, dan mengukur berbagai parameter komponen ekosistem hutan untuk
kemudian dianalisis dan ditarik kesimpulannya.

Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan PPEH ini adalah agar mahasiswa:
1. Mampu mengenali tipe-tipe ekosistem hutan beserta komponen-komponen
penyusunnya, dari pantai hingga pegunungan;
2. Mampu mengidentifikasi dan mengukur parameter dari komponen ekosistem
di setiap tipe hutan yang dikunjungi;
3. Memahami perilaku, interaksi, proses-proses, peranan dan fungsi setiap tipe
ekosistem hutan bagi kehidupan;
4. Mampu menjelaskan tipe-tipe ekosistem hutan beserta komponen, interaksi,
proses-proses, peranan dan fungsi setiap tipe ekosistem hutan di Indonesia.
2

KETENTUAN UMUM, TATA TERTIB, SISTEM PENILAIAN


DAN PELAPORAN

Ketentuan Umum PPEH


1. PPEH merupakan mata kuliah interdepartemen dalam kurikulum Mayor-Minor
(kode SVK 299) bagi mahasiswa yang memilih mayor Manajemen Hutan,
Hasil Hutan, Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, serta Silvikultur
pada Fakultas Kehutanan IPB dengan bobot 1 sks (satuan kredit semester);
2. Mahasiswa yang dapat mengikuti PPEH adalah mahasiswa yang telah
mengikuti perkuliahan selama 4 (empat) semester dan sudah mengambil MK
Ekologi Hutan;
3. Kegiatan PPEH berlangsung selama 9 (sembilan) hari pada peralihan semester
4 dan semester 5 (6 – 14 Agustus 2015) yang berlokasi di Provinsi Jawa Barat
dan Jawa Tengah;
4. Kelulusan PPEH merupakan salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktik
lapang selanjutnya.

Tata Tertib Praktik


Setiap mahasiswa peserta Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan (PPEH)
wajib untuk:
1. Memiliki Buku Panduan Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan (PPEH);
2. Menyampaikan surat keterangan dari dokter yang menyatakan sehat dan layak
mengikuti kegiatan-kegiatan PPEH dan mengisi formulir biodata yang
disediakan oleh komisi PPEH (formulir biodata lihat Lampiran I);
3. Mengikuti program asuransi;
4. Hadir dan mengikuti kuliah dan ujian pembekalan PPEH. Bagi mahasiswa
yang kehadirannya kurang dari 80% dari waktu kuliah pembekalan, dengan
alasan apapun tidak diperkenankan mengikuti kegiatan PPEH tahun berjalan
dan wajib mengikuti pada tahun atau periode berikutnya;
5. Membawa peralatan praktik dan perlengkapan pribadi, antara lain:
(a) Peralatan praktik sesuai materi (f) Pakaian lapangan,
praktik yang akan dilakukan (g) Jas hujan,
(lihat metode praktik), (h) Alat tidur (matras),
(b) Alat-alat tulis, (i) Ransel / tas pakaian,
(c) Sepatu lapangan, (j) Senter, dan
(d) Topi/helm proyek, (k) Obat-obatan pribadi;
(e) Jaket,
6. Melaksanakan praktik dan kegiatan lainnya yang diselenggarakan di lapangan
secara keseluruhan. Bagi mahasiswa yang berhalangan karena sakit atau
keperluan lain lebih dari satu hari praktik, wajib untuk melaksanakan praktik
pengganti di luar waktu praktik pada tahun atau periode berjalan;
7. Mematuhi semua aturan yang ditetapkan oleh komisi PPEH dan instansi di
mana praktik dilaksanakan;
8. Menyusun dan menyerahkan laporan PPEH sesuai dengan waktu yang telah
ditetapkan.
2

Sistem Penilaian
Nilai PPEH dinyatakan dengan huruf mutu sesuai dengan ketentuan yang
berlaku di IPB. Nilai tersebut merupakan gabungan dari nilai ujian kuliah
pembekalan, nilai kegiatan lapangan, laporan dan ujian praktik (penguasaan
materi praktik).

1. Unsur-unsur yang dinilai


a. Ujian
Ujian terdiri atas dua macam, antara lain: (1) ujian kuliah pembekalan dan
(2) ujian praktik. Ujian kuliah pembekalan dilakukan di hari terakhir
kuliah pembekalan. Adapun ujian praktik dilakukan di lapangan setelah
mahasiswa menyelesaikan laporan lapangan di setiap lokasi praktik.
b. Kegiatan Lapangan
Nilai kegiatan lapangan diberikan oleh Dosen Pembimbing ketika
mendampingi mahasiswa di lapangan. Aspek-aspek yang dinilai meliputi
kerjasama, kedisiplinan, kreativitas, keseriusan, dan penguasaan materi.
c. Laporan
Laporan dibuat masing-masing regu praktik. Aspek-aspek yang dinilai
meliputi kelengkapan laporan, kualitas pembahasan, serta ketepatan waktu
menyerahkan laporan kepada Komisi PPEH. Keterlambatan menyerahkan
laporan (> 1 hari) maka nilai laporan akan dipotong sebesar 30%.
2. Bobot nilai
Bobot penilaian PPEH dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1 Bobot penilaian PPEH
No. Unsur yang dinilai Bobot (%)
1. Ujian :
a. Ujian pembekalan 20
b. Ujian praktik di lapangan 25
2. Lapangan :
a. Kerjasama
b. Kedisiplinan 30
c. Kreativitas
d. Penguasaan materi
3. Laporan:
a. Kelengkapan laporan 25
b. Kualitas pembahasan, kesimpulan dan saran
Jumlah 100
3. Nilai akhir
Nilai angka mutu akhir praktik adalah nilai total berdasarkan pembobotan nilai
pada Tabel 1, dan nilai huruf mutu dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2 Selang nilai angka mutu dan huruf mutu nilai akhir PPEH
No. Selang angka mutu Huruf mutu
1 < 55 D
2 55-<60 C
3 60-<70 BC
4 70-<75 B
5 75-<80 AB
6 ≥ 80 A
3

SISTEM PELAPORAN

Ketentuan Umum
1. Laporan terdiri atas laporan lapangan dan laporan final. Laporan lapangan
dibuat perorangan, adapun laporan final dibuat per jalur. Laporan lapangan
ditulis tangan dan ditandatangani (disahkan) oleh dosen pembimbing lapangan
yang dibuat dalam bentuk tabel-tabel (mengikuti lembar kerja terlampir) hasil
pengamatan/pengukuran setiap ekosistem hutan;
2. Laporan final membahas keseluruhan materi praktik seecara keseluruhan
sesuai outline laporan (terlampir) membahas matrik hubungan faktor-faktor
lingkungan fisik dan biotik di setiap tipe-tipe ekosistem hutan dan gambar
profil hutan yang dibuat;
3. Laporan final dibuat mengikuti format pedoman penulisan tugas akhir
Fakultas Kehutanan IPB. Laporan dibuat rangkap dua jilid dengan cover
berwarna abu-abu, satu eksemplar disampaikan ke komisi PPEH.

Batas Waktu Pengumpulan


Laporan dikumpulkan paling lambat pada tanggal 14 September 2015.
Keterlambatan pengumpulan laporan diperhitungkan sebagai pengurangan nilai
laporan seperti tertuang dalam sistem penilaian laporan.

Outline Laporan
Outline laporan PPEH seperti tertera pada Lampiran 2.

RUANG LINGKUP DAN PELAKSANAAN KEGIATAN PRAKTIK

Ruang Lingkup Materi Praktik


Ruang lingkup materi praktik meliputi :
1. Pengenalan tipe-tipe ekosistem hutan, baik hutan alam maupun hutan
buatan/tanaman, mulai dari tepi pantai sampai mendekati puncak gunung.
Tipe-tipe ekosistem hutan alam yang dijadikan obyek pengamatan antara lain:
hutan mangrove, hutan pantai, hutan dataran rendah, hutan pegunungan
bawah, dan hutan pegunungan atas. Sedangkan hutan tanaman dapat berupa
hutan tanaman satu jenis (hutan agatis, rasamala, pinus, bakau) dan hutan
tanaman campuran (agroforestry);
2. Kekayaan flora-fauna tiap ekosistem hutan;
3. Pengenalan karakteristik flora-fauna dari setiap ekosistem hutan;
4. Pengenalan faktor-faktor fisik lingkungan dari setiap tipe ekosistem hutan;
5. Memahami perilaku, interaksi yang terjadi dan peranannya serta manfaatnya
dari setiap tipe ekosistem hutan bagi kehidupan;
6. Pengenalan status dan fungsi hutan.
4

Lokasi Praktik
Dipilih 8 (delapan) lokasi praktik dalam 4 (empat) jalur yang dinilai cukup
layak sebagai tempat pelaksanaan PPEH karena memiliki keragaman tipe
ekosistem hutan serta potensi lainnya yang patut diketahui mahasiswa. Keempat
lokasi tersebut antara lain:
Jalur I : Pangandaran (Ciamis) dan Suaka Margasatwa Gunung Sawal
(Ciamis).
Jalur II : KPH Banyumas Barat (Cilacap) dan KPH Banyumas Timur
(Baturraden),
Jalur III : Cagar Alam (CA) Leuweung Sancang Barat (Garut) dan CA
Kamojang (Garut),
Jalur IV : Cagar Alam (CA) Leuweng Sancang Timur (Garut) dan Cagar Alam
(CA) Gunung Papandayan,
Adapun tipe-tipe ekosistem hutan setiap jalur dan lokasi dapat dilihat pada
Tabel 3.
Tabel 3 Tipe-tipe ekosistem hutan setiap lokasi praktik
No. Lokasi Tipe Ekosistem Potensi Lain
1 CA Pangandaran 1. Hutan Alam Mangrove pemukiman kampung laut,
2. Hutan Tanaman Mangrove wisata sejarah, ekowisata
3. Hutan Pantai pantai
1. Hutan Dataran Rendah
2 Gn. Sawal 1. Hutan Pegunungan Bawah Ekowisata, Danau/Situ
2. Hutan Pegunungan Panjalu, Wisata Sejarah,
3. Hutan Tanaman Pinus Pegunungan
3 Cilacap dan Pulau 1. Hutan Alam Mangrove Sistem empang parit,
Nusakambangan 2. Hutan Tanaman Mangrove pemukiman kampung laut,
3. Hutan Pantai wisata sejarah, ekowisata
4. Hutan Dataran Rendah pantai
4 Baturraden 2. Hutan Pegunungan Bawah Kebun Raya, Ekowisata
(BKPH Gn. Slamet 3. Hutan Pegunungan (Pancuran Tujuh, Kolam
Timur) 4. Hutan Tanaman Agatis renang, dsb)
5 CA Leuweung 1. Hutan Pantai Ekowisata pantai
Sancang Barat, 2. Hutan Mangrove Ekowisata sejarah (Siliwangi)
Garut 3. Hutan Dataran Rendah
4. Semak belukar
6 CA Kamojang, 1. Hutan Pegunungan Bawah Ekowisata PLTPB
Garut 2. Hutan Pegunungan (Pembangkit Listrik Tenaga
3. Hutan Tanaman Rasamala Panas Bumi/Geothermal),
4. Hutan Tanaman Pinus Danau, Pegunungan
7 CA Leuweung 5. Hutan Pantai Ekowisata pantai
Sancang Timur, 6. Hutan Mangrove Ekowisata sejarah (Siliwangi)
Garut 7. Hutan Dataran Rendah
8. Semak belukar
8 Papandayan 1. Hutan Pegunungan Bawah Ekowisata, Wisata Sejarah,
2. Hutan Pegunungan Pegunungan
3. Hutan Tanaman Pinus
5

Bentuk Kegiatan Praktik


1. Seluruh mahasiswa peserta PPEH dibagi kedalam regu, setiap 4 (empat)
regu membentuk kelompok dan 2 (dua) kelompok membentuk jalur praktik.
Dalam setiap regu secara acak dan proporsional mewakili
departemen/mayor serta jenis kelamin. Dari jumlah mahasiswa yang ada
setiap regu terdiri dari 10-11 mahasiswa, sehingga berdasarkan pembagian
tersebut terdapat 40 regu, 8 (delapan) kelompok dan 4 (empat) jalur.
2. Kegiatan pengamatan dan pengukuran berbagai parameter ekosistem hutan
dilapang, dilakukan oleh setiap regu yang langsung didampingi oleh dosen
pembimbing dan petugas lapang (Staf Perum Perhutani atau staf BKSDA)
sendiri pengukuran berbagai parameter lingkungan di lapang.
3. Setiap malam dilakukan diskusi yang dipimpin oleh dosen pembimbing
untuk mengevaluasi kegiatan yang dilakukan, melakukan pengelohan dan
analisi data yang diperoleh, mempersiapkan kegiatan yang akan
dilaksanakan esok hari, serta mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan
meteri praktek.

Waktu Pelaksanaan
Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan TA 2015/2016 dilaksanakan pada 6–
14 Agustus 2015, saat libur antara semester 4 ke semester 5. Jadwal kegiatan
PPEH disajikan Tabel 4. Jadwal kuliah pembekalan PPEH secara rinci disajikan
pada Tabel 5.
Tabel 4 Jadwal kegiatan Praktek Pengenalan Ekosistem Hutan (PPEH)
TA 2015-2016
No Kegiatan Tanggal
1 Sosialisasi kepada mahasiswa April 2015
2 Pengisian formulir pendaftaran April 2015
3 Pembagian regu (Oleh Panitia) Mei 2015
4 Pengumuman regu-regu tiap jalur Mei 2015
5 Pengurusan ijin dan penjajagan lokasi (Jakarta, Ciamis, Mei – Juni 2015
Garut, Sumedang, Cilacap, Semarang
6 Pembentukan dan penyerahan pengurusan jalur dan regu Juni 2015
(Ketua, Bendahara, Sie Akomodasi)
7 Pengurusan Asuransi Juni 2015
8 Penjajagan oleh Mahasiswa Juni 2015
9 Peminjaman alat praktek Agustus 2015
10 Kuliah Pembekalan (Ujian Pembekalan dan pelepasan 3 – 5 Agustus 2015
oleh Dekan)
11 Pelaksanaan PPEH 6- 14 Agustus 2015
12 Penyusunan Laporan per jalur (8 kelompok) 15Agustus – 14 september 2015
13 Pengumpulan Laporan 14 September 2015
6
9

Tabel 5 Jadwal Kuliah Pembekalan Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan (PPEH) Tahun Akademik 2015 – 2016
No Hari /Tanggal Waktu Materi Personal/Pemateri Ruang Piket
1 Senin 08.00 – 08.30 Registrasi Mahasiswa PPEH Sylva Pertamina Panitia
3 Agustus 08.30 – 08.45 Laporan Ketua Praktek Lapang [Link]. Omo Rusdiana
2015 08.45 – 09.00 Pembukaan PPEH Dekan Fakultas Kehutanan
09.00 – 10.00 Struktur Organisasi dan Tupoksi, Kepala Balai besar KSDA
Kondisi Pengelolaan Kawasan dan Jabar dan Banten
Kondisi Hutan Areal Konservasi di
Jawa Barat
10.00 – 11.00 Struktur Organisasi dan Tupoksi, Kepala Perum Perhutani
Kondisi Pengelolaan Kawasan dan Unit III Jabar dan Banten
Kondisi Hutan di Wilayah Perum
Perhutani Unit III Jawa Barat
11.00 – 12.00 Struktur Organisasi dan Tupoksi, Kepala Unit I Perum
Kondisi Pengelolaan Kawasan dan Jawa Tengah
Kondisi Hutan di Wilayah Perum
Perhutani Unit I Jawa Tengah
12.00 – 13.30 ISHOMA
13.30 – 15.00 Norma dan Etika Dr. Ir. Achmad
10

No Hari /Tanggal Waktu Materi Personal/Pemateri Ruang Piket


2 Selasa 08.00 – 10.00 Klasifikasi dan tipe-tipe hutan Dr. Ir. Iwan Hilwan, MSi Sylva Pertamina
4 Agustus (teori dan tugas praktek)
2015
10.00 – 10.30 Ujian

10.30 – 12.00 Jungle Survival ( Teori dan Praktek ) RIMPALA Asisten

12.00 – 13.00 ISHOMA


13.00 – 14.00 Jungle Survival ( Teori dan Praktek) RIMPALA Sylva Pertamina Asisten
14.00 – 15.00 Faktor-faktor lingkungan fisik hutan Dr. Basuki Wasis Sylva Pertamina
(Teori, tugas praktek)

15.00-15.30 Ujian

3 Rabu 08.00 – 11.00 Faktor-faktor lingkungan fisik hutan Dadan Mulyana, [Link], Msi
5 Agustus (Praktikum)
2015 11.00 – 11.30 Ujian Dr. Cahyo Wibowo
11.30 – 12.30 ISHOMA
12.30 - 14.30 Teknik Pengamatan Satwa Liar Dr. Abdul Haris Mustari

14.30 – 15.30 Ujian


15.30 – 16.00 Pelepasan PPEH Sylva Pertamina
12

Kegiatan PPEH dilaksanakan selama 9 hari tata waktu pelaksanaan seperti


disajikan pada Tabel 6.
Tabel 6 Jadwal Pelaksanaan kegiatan PPEH di lapangan
Hari ke- Kegiatan
1 Perjalanan menuju lokasi praktek
2 s/d 4 Melakukan praktik di lokasi I
5 Pertukaran Lokasi
6 s/d 8 Melakukan praktek di Lokasi II
9 Selesai (kembali ke kampus)

Peserta Praktik
Jumlah mahasiswa Fakultas Kehutanan yang mengikuti PPEH tahun
akademik 2015-2016 adalah 372 orang terdiri atas mahasiswa Departemen
Manajemen Hutan sebanyak 103 orang, mahasiswa Departemen Hasil Hutan
sebanyak 83 orang, mahasiswa Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan
Ekowisata sebanyak 106 orang, dan mahasiswa Departemen Silvikultur
sebanyak 80 orang. Pembagian regu dan kelompok praktik peserta PPEH dapat
dilihat pada Lampiran 8.

Panitia Praktik
Departemen Silvikultur sebagai pengampu kegiatan PPEH membentuk
Panitia PPEH sebagai berikut:
Penanggung jawab : Ketua Departemen Silvikultur
Ketua/Koordinator : [Link]. Omo Rusdiana, [Link]
Bendahara : Ati Dwi Nurhayati, [Link], [Link]
Waluyo
Sekretaris : Dr. Ir. Noor Farikhah Haneda
Anggota : Lufthi Rusniarsyah, S.P, [Link]
Sekretariat : Astridina, [Link]
Ismail
Aliyah

Dosen Pembimbing dan Asisten Praktik


Selama mahasiswa mengikuti PPEH di lapangan, untuk setiap jalur
dibimbing oleh satu orang Dosen Pembimbing dan 1–2 orang Asisten Praktik.
Jadwal supervisi PPEH disajikan pada Tabel 7.
13

Tabel 7 Jadwal supervisi PPEH Tahun Akademik 2015 – 2016


Lokasi/Tanggal
No. Dosen Pembimbing Cilacap Baturraden Pangandaran [Link] Sancang Timur Papandayan Sancang Barat Kamojang
1-5 5-9 1-5 5-9 1-5 5-9 1-5 5-9 1-5 5-9 1-5 5-9 1-5 5-9 1-5 5-9
1 Dr Ir Iwan Hilwan
2 Prof Dr Imam Wahyudi
3 Dr Trisna Priyadi
4 Dr Noor Farikhah Haneda
5 Dr. Sri Rahayu
6 Lufthi Rusniarsyah, SP, MSi
7 Dr Basuki Wasis
8 Ir Agus Hikmat, MS
9 Dadan Mulyana, SHut, MSi
10 Dr Abdul Haris Mustari
11 Ir Andi Sukendro
12 Priyanto, SHut, MSi
Nurani
Yusuf Mohammad
R Rodlyan Hardikananda Dinar Adiatma
Eti A Octaviani, Muhammad Sidik Ramadhan Muhamad
Asisten Pendamping Ghufrona, Indriyanto, SHut
SHut, MSi Alkharim Hamdani
SHut, MSi Ilma Pagia Hafizah
Hanif Fataroh Fauziyyah
Fauzia Nahlunnisa
14

MATERI DAN METODE PRAKTEK

Analisis Vegetasi
1. Bahan dan Alat Praktik
a. Peralatan Regu
 Kompas (1)
 Pita meter 20 m (1) dan meteran 1,5 m (5)
 Christenmeter (1-2)
 Tambang plastik 20 m (warna kuning/merah)
 Tali rafia (warna kuning/merah)
 Tally sheet
 Parang (1)
 Kertas millimeter dan kalkir
 Buku identifikasi tumbuhan
 Kamera
 Alat tulis-menulis (pensil, spidol, penghapus, papan jalan, buku
catatan, dsb.)
b. Peralatan Kelompok Jalur (3-4 regu)
1. Altimeter
2. Peta kerja

2. Metode Pengumpulan Data


a. Analisis vegetasi dengan cara jalur berpetak (hutan alam) dan berbentuk
lingkaran (hutan tanaman)
b. Untuk hutan alam selain mangrove (hutan dataran rendah, hutan pantai,
hutan pegunungan bawah dan hutan pegunungan atas), petak contoh
berukuran minimal 20 m x 60 m atau minimal 3 petak ukur
c. Selanjutnya petak contoh 20 m x 100 m tersebut dibagi menjadi petak-
petak ukur sesuai tingkat pertumbuhan vegetasi, yaitu :
 2 m x 2m untuk pengamatan tingkat semai (anakan dengan tinggi < 1,5
m), dan tumbuhan bawah/semak/herba
 5 m x 5 m untuk pengamatan tingkat pancang (anakan dengan tingi >
1,5 m sampai dengan diameter batang < 10 cm), dan liana, epifit,
pandan dan palem
 10 m x 10 m untuk pengamatan tingkat tiang (diameter batang 10-19,9
cm)
 20 m 20 m untuk pengamatan tingkat pohon (diameter batang ≥ 20
cm), strangler dan woody liana
(lihat Gambar 1)
15

Gambar 1 Bentuk petak ukur pada metode jalur berpetak untuk analisis
vegetasi di hutan alam selain mangrove

d. Untuk hutan mangrove, petak contoh berukuran minimal 10 m x 30 m


atau minimal 3 petak ukur
e. Petak contoh 10 m x 30 m tersebut dibagi menjadi petak-petak ukur
sesuai tingkat pertumbuhan vegetasi, yaitu :
 2 m x 2m untuk pengamatan tingkat semai (anakan dengan tinggi
< 1,5 m), dan tumbuhan bawah
 5 m x 5 m untuk pengamatan tingkat pancang (anakan dengan tingi
> 1,5 m sampai dengan diameter batang < 10 cm)
 10 m x 10 m untuk pengamatan tingkat pohon (diameter batang
≥10 cm)
(lihat Gambar 2)

Gambar 2 Bentuk petak ukur pada metode jalur berpetak untuk analisis
vegetasi di hutan mangrove.
16

f. Untuk hutan tanaman (jati, pinus, agathis, rasamala, dsb) pengamatan


dilakukan dengan : (Gambar 3).
 Petak tunggal seluas 0,1 ha
 Petak berbentuk lingkaran (jari-jari 17,8 m),
 petak pengamatan tumbuhan bawah berupa kotak dengan ukuran
2 x 2 meter

17.84 m Keterangan ;
• Plot untuk tumbuhan bawah
• Ukuran plot 2 m x 2 berjarak 10 m dari
titik pusat

Gambar 3 Bentuk petak contoh untuk analisis vegetasi di hutan tanaman.

3. Jenis Data yang Dikumpulkan


a. Data nama jenis dan jumlah individu untuk strata semai, pancang, serta
tumbuhan bawah (herba dan semak), liana, epifit, pandan, pencekik
(strangler), dan kelompok palem
b. Data nama jenis dan diameter, tinggi total, tinggi bebas cabang untuk
strata tiang dan pohon. Tinggi total dan tinggi bebas cabang khusus untuk
pembuatan diagram profil hutan
c. Tentukan satu petak ukur (dipilih pada petak ukur yang ditengah) untuk
membuat gambar profil hutan. Untuk itu pada petak ukur tersebut harus
dicatat juga koordinat (x,y), tebal dan bentuk tajuk, serta proyeksi tajuk
dari seluruh strata tiang dan pohon (diameter ≥ 10 cm). Khusus untuk
hutan mangrove, yang digambar adalah strata pancang dan pohon
(diameter ≥ 5 cm).
d. Gambar profil untuk seluruh tipe hutan dibuat dalam satu lembar kertas
kalkir dengan tinta rapido (ukuran kertas 28 cm x 66 cm, skala 1 : 200)
17

4. Analisis Data
Kerapatan (K) = Jumlah Individu Jenis ind./ha
Luas contoh
Kerapatan Relatif (KR) = Kerapatan dari suatu jenis x 100 %
Kerapatan seluruh jenis
Dominansi (D) = Jumlah Bidang Dasar cm2/ha
Luas petak contoh
Dominansi Relatif (DR) = Dominansi dari suatu jenis x 100 %
Dominansi seluruh jenis

Frekuensi (F) = Jumlah plot ditemukan suatu Jenis


Jumlah seluruh plot
Frekuensi Relatif (FR) = Frekuensi dari suatu jenis x 100 %
Frekuensi seluruh jenis
Indeks Nilai Penting (INP) = KR + DR + FR %

Pengamatan Sifat Tanah


1) Bahan dan Alat
a. Golok atau pisau (2 buah)
b. Kantong plastik (daya tampung 2 kg)
c. Kantong plastik hitam (daya tampung 20 kg)
d. Botol air mineral (daya tampung 500 ml - 1000 ml)
e. Botol bekas tempat film (5 buah)
f. Mangkok plastik
g. Kertas indikator ( kertas lakmus) sebanyak 50 buah
h. Meteran/Penggaris (mistar 30 cm)
i. Air mineral/aquades
j. Tabel indikator pH tanah
k. Munsel soil colour
l. Kamera

2) Metode Kerja
1. Pembuatan Plot
a. Plot dibuat pada setiap tipe hutan dari hutan manggove, hutan pantai
sampai hutan pegunungan tengah ( Gambar 4)
b. Buatlah tiga plot sampel pada transek pengamatan vegetasi (satu plot
sampel pada petak pengamatan vegetasi ukuran 20 m x 20 m).
18

Lokasi plot sampel

Pegunungan

Pantai

Plot 1 Plot 3

Plot Vegetasi
Plot 2

Gambar 4 Lokasi pengambilan sampel tanah.


2. Pengamatan horizon tanah
a. Buatlah irisan melintang dengan ukuran panjang (tinggi irisan) x lebar = 2
x 1,5 m atau sesuai dengan tinggi tebing yang ditemukan. Irisan melintang
dibuat pada salah satu lokasi di bawah ini :
 Potongan tepi jalan di kaki bukit
 Tebing sungai
 Potongan saluran aliran air (drainase)
 Lubang galian pada suatu bentang lahan
b. Deskripsikan horizon tanah dan ukurlah tebal setiap lapisan (tebal horizon
O, A, B dan C) dengan mengacu pada keterangan yang tersaji pada
Tabel 6
c. Ukurlah tebal solum tanahnya (cm) dengan menjumlahkan tebal horizon
O, A, E dan B)

3. Pengamatan sifat fisik tanah


a. Penentuan warna tanah
Warna tanah adalah penampilan warna tubuh tanah yang dikendalikan oleh
warna asli bahan induk dan warna senyawa-senyawa kimiawi atau
mineral-mineral primer atau sekunder hasil pedogenesis.
19

Warna tanah mempunyai penampilan lapangan yang mudah dikenali dan


penting dideskrisikan karena dapat memberikan keterangan tentang watak
dan perangai suatu tanah, misalnya: keanekaan horison, macam dan aras
pelapukan, pengatusan, gejolak air musiman dan kehadiran bahan organik.
Penetapan warna tanah dilakukan dengan menggunakan buku panduan
warna Munsell Soil Color Charts/MSCC (USDA, 1988).
Tata cara pendeskripsikan adalah sebagai berikut :
a. Menyiapkan segumpal massa tanah dengan ukuran Ø + 2 cm
b. Membasasi massa tanah (jika kering) dan melumatnya sehingga aneka
warna penyusunnya menyatu
c. Meletakan massa tanah yang telah dibentuk tersebut di ujung jari
tengah dan telunjuk yang dijajarkan rapat
d. Menempatkan contoh tanah pada jari-jari tangn di belakang lapisan
plastik pelindung yang dihimpitkan pada halaman warna dengan hue
terpilih
e. Mencatat warna dan notasi warnanya dengan susunan nama warna
(hue value/croma)

b. Penentuan Struktur Tanah


 Ambil bongkah tanah seberat 500 - 1000 gram setiap petak
pengamatan 20 m x 20 m secara acak pada tipe hutan yang sedang
dilakukan analisa vegetasi pada kedalaman 0 - 20 cm
 Hancurkan bongkah tanah tersebut dengan cara melemparkan setinggi
25 - 50 cm.
 Setelah bongkah tanah besar tersebut hancur maka tentukan bentuk
agregat tanah terkecil (struktur tanah) yang ada pada bongkah tanah
tersebut, sesuaikan bentuk agregat tanah dengan Gambar 5.

c. Penentuan Tekstur Tanah


 Ambil bongkah tanah seberat 500 - 1000 gram setiap petak
pengamatan 20 m x 20 m secara acak pada tipe hutan yang sedang
dilakukan analisa vegetasi pada kedalaman 0 - 20 cm;
 Tentukan tekstur tanah yang ada dengan berpedoman pada kunci
determinasi penetuan tekstur tanah (Gambar 6);
 Sampel tanah harus dalam keadaan lembab, bila tanah tersebut kering
maka perlu dibasahi sedikit demi sedikit sampai kondisi mulai lengket
di tangan;
 Bila tanah terlalu basah (tanah pada hutan mangrove) sampel tanah
perlu ditiriskan (ditaruh beberapa waktu di tempat miring supaya
airnya turun) sehinnga tanah dalam keadaan lembab;
 Dalam pembuatan silinder , tanah digung-gulungkan pada permukaan
licin dan halus (di atas kaca, porselen atau lantai yang halus).
20

d. Penentuan Kematangan Tanah (Soil Ripeness)


Kematangan tanah seringkali perlu diukur pada lahan basah. Kematangan
tanah menunjukkan kemampuan tanah untuk mendukung beban, dan
menunjukkan seberapa banyak tanah akan menyusut kalau tanah tersebut
didrainase (dihilangkan airnya). Pada tanah yang belum matang, orang
yang berjalan di atasnya akan ambles ke dalam tanah. Makin tidak matang
suatu tanah, orang yang berjalan di atasnya akan semakin amblas ke dalam
tanah. Pada tanah yang belum matang kalau dilakukan drainase
(penghilangan air), maka tanah tersebut akan banyak menyusut
(permukaan tanahnya menurun). Semakin tidak matang tanah tersebut,
semakin besar penyusutan tanah tersebut.
Di bidang pengelolaan mangrove, infirmasi mengenai kematangan
diperlukan, antara lain untuk pemilihan spesies yang akan di tanam pada
lokasi tertentu. Kematangan tanah tergantung dari kadar dan kadar bahan
organik tanah, tekstur tanah dan kadar air tanah pada kondisi lapangan.
Tata cara pendeskripsikan adalah sebagai berikut:
 Ambil sampel tanah sebesar telur ayam kampung, supaya tanah yang
keluar lewat jari tangan bisa diperkirakan persentasenya;
 Tentukan kematangan tanahnya langsung di lapangan, tingkat
kematangan tanah dikategorikan sesuai dengan Tabel 8 (khusus untuk
tanah mineral/bukan tanah gambut.

Tabel 8 Penentuan tingkat kematangan tanah


Tingkat
Batasan
Kematangan
Tidak matang  Tanah berupa lumpur cair
 Tidak bisa dibentuk menjadi bentukan tertentu
 Kalau diremas, semua atau hampir semua lumpur keluar lewat sela-
sela jari tangan
Hampir tidak  Tanah berupa lumpur yang tidak cair, tetapi sangat lunak dan lengket
matang  Kalau diremas dengan tekanan yang ringan, sekitar 80 % lumpur
keluar lewat sela jari tangan
Setengah  Tanah berupa lumpur lunak yang lengket
matang  Kalau diremas dengan tangan, sekitar 40 – 50 % lumpur keluar lewat
jari tangan
Hampir  Tanah bersifat teguh (cukup kuat menahan beban/tekanan)
matang  Tanah bisa dibentuk menjadi bentukan tertentu, dan cenderung masih
lengket di tangan
 Tanah hampir tidak bisa diremas dengan tangan
 Kalau diremas dengan tangan hanya sedikit (sekitar 5 %) tanah yang
keluar dari sela jari tangan
Matang  Tanah bersifat teguh (cukup kuat menahan beban/tekanan), dan sama
sekali tidak bisa diremas dengan tangan
21

4. Pengamatan sifat kimia tanah (pH dan KTK tanah)


a. Ambil agregat-agregat tanah dan tanah yang ada dengan berat sekitar
500 - 1000 gram dengan kantong plastik untuk dibawa ke base camp atau
pemondokan untuk dianalisa sifat kimianya (pH dan KTK)
b. pH tanah ditentukan dengan mengambil contoh tanah 1 bagian dengan
botol film yang diencerkan dengan air 2,5 bagian kemudian dicampur
sampai rata dengan cara dikocok atau digoyang-goyangkan wadah (botol
film) yang ada selama 10 menit. Biarkan campuran tersebut sampai
terpisah bagian yang padat dan cair (sekitar 10 - 15 menit). Pada bagian
yang cair masukkan kertas lakmus diamkan beberapa saat (minimal 1
menit), kemudian angkat kertas lakmus tersebut dan tentukan pH tanah
tersebut dengan mencocokkan pada pH indikator yang tersedia.
c. KTK tanah ditentukan dengan metode kocok-endap, masukan contoh
tanah 1 bagian (50 cc) kedalam botol bekas air minum kemasan ukuran
600 ml yang telah terisi air sebanyak 350 cc. Kocok tanah dan air dengan
cara mengoyang-goyangkan botol tersebut sampai tercampur rata selama 5
menit. Kemudian amati suspensi tersebut apabila larutan tanah tersebut
dapat jernih dalam waktu kurang dari 1 jam maka KTK tanah tersebut
rendah; 1 - 24 jam maka KTK tanah sedang sedangkan > 24 jam (misal
lebih dari 3 hari) maka KTK tanah tersebut tinggi.
d. Hasil pengamatan masukkan pada lembar kerja.

Pengamatan Hidrologi dan Klimatologi


1) Bahan dan Alat Praktik
a. Termometer (2 buah)
b. Kain kassa/kapas
c. Benang
d. Tiang penyangga (tinggi 1.5 m)
e. Aquadest/air mineral
f. Pengukur waktu
g. Tabel RH
h. Alat-alat tulis
2) Metode Kerja
2.1. Pengukuran suhu dan kelembaban
a. Balut satu buah termometer dengan kain kassa/kapas dan ikat dengan
benang (sebagai termometer basah)
b. Ikat dua buah termometer dengan benang dan pasangkan pada tiang
penyangga/batang pohon dengan tinggi dari permukaan tanah + 150 cm
c. Termometer yang dibalut kassa/kapas ditetesi atau dibasahi dengan
aquadest
d. Tempatkan tiang penyangga yang sudah dilengkapi dengan pasangan
termometer tersebut pada lokasi yang mewakili kondisi setiap tegakan tipe
hutan
e. Gunakan payung untuk melindungi termometer
f. Biarkan 5 – 10 menit
g. Lakukan pembacaan pada termometer kering (yang tidak dibalut) dan
pada termometer basah sebanyak 3 kali pembacaan untuk setiap
pengukuran (orang yang berbeda)
22

h. Pengukuran dilakukan selama 30 menit


i. Hal yang sama dilakukan pada tipe hutan lainnya
j. Untuk mengetahui kelembaban udara (RH) digunakan Tabel RH
k. Buat grafik hubungan suhu dan kelembaban pada ketiga tipe hutan
tersebut
l. Pengukuran tidak dilakukan apabila terjadi hujan.
2.2. Unsur-unsur siklus hidrologi
a. Gambarkan siklus hidrologi pada setiap tipe hutan (sesuaikan dengan
strata tegakan, bentuk tajuk pohon dan kondisi lingkungan lainnya)
b. Jelaskan secara deskriptif unsur-unsur hidrologi hutan pada setiap tipe
hutan beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya

Pengamatan Satwaliar
1. Bahan dan Alat Praktik
Peralatan untuk pengamatan harus dipersiapkan minimal satu perangkat/set
setiap regu praktik. Akan lebih baik bila setiap praktikan memiliki alat sendiri.
Alat-alat yang perlu dipersiapkan untuk digunakan dalam praktik ini, antara lain:
1. Teropong binokuler;
2. Buku panduan lapang tentang satwaliar (Mamalia, Aves, Reptilia, Amphibia);
3. Alat perekam suara;
4. Chronometer;
5. Buku catatan lapang;
6. Potret.

2. Metoda Pengamatan Satwaliar


Dalam praktek pengenalan satwaliar pada ekosistem hutan, ditekankan pada
kemampuan praktikan unutk mengenal jenis satwaliar dalam kaitannya dengan
tipe ekosistem/tipe hutannya, sehingga metoda prakteknya adalah pengamatan
satwaliar secara langsung (direct observation), dan tak langsung (indirect
observation).
Terdapat dua lokasi pengamatan cara langsung yaitu dalam plot contoh dan
di sekitar plot contoh pengamatan. Plot contoh berbentuk empat persegi
panjang yang pada prakteknya menggunakan metoda jalur (transect) yaitu sama
dengan transek vegetasi. Transek untuk mengamati vegetasi juga transek untuk
pengamatan satwa.

3. Prosedur Praktek Pengamatan Satwaliar


Setelah jalur/transek pengamatan terbentuk, maka pengamat satwaliar mulai
mengamati satwaliar yang berada plot contoh maupun di luar plot contoh namun
di sekitar plot contoh. Perhatikan satwaliar yang ada di plot contoh maupun di
sekitar plot contoh dengan melihat, mendengarkan serta merekam suaranya,
kemudian dicatat dalam buku lapang ciri-ciri morfologi, jumlahnya, dimana lokasi
ditemukan (di tajuk atas, tengah, bawah, lantai hutan), jam berapa sedang
melakukan aktivitas apa dan keterangan lainnya.
23

4. Komponen satwaliar yang harus dilaporkan


Dalam praktek pengenalan ekosistem hutan komponen satwaliar yang harus
dilaporkan oleh praktikan antara lain:
1. Uraikan hasil praktek pengenalan satwaliar, berapa jenis satwaliar yang
saudara temukan pada masing-masing tipe hutan yang diamati dan buat tabel
hasil pengematan tersebut.
2. Jelaskan jenis satwaliar apa saja yang dominan pada masing-masing tipe hutan
yang diamati
3. Sebutka jenis satwaliar apa saja yang langka pada masing-masing tipe hutan
yang diamati
4. Terangkan jenis satwaliar apa saja yang khas pada masing-masing tipe hutan
yang diamati
5. Uraikan jenis satwaliar apa saja yang dilindungi pada masing-masing tipe
hutan yang diamati
6. Bagaimana jenis satwaliar yang diamati tersebut menempati ruang tipe hutan
(gambarkan profil penggunaan ruang pada tipe hutan oleh satwaliar)
7. Jelaskan peranan tipe hutan terhadap kehidupan satwaliar yang saudara
temukan pada masing-masing tipe hutan
8. Jelaskan peranan satwaliar pada masing-masing tipe hutan
9. Uraikan hubungan parameter satwaliar dengan berbagai tipe hutan yang
diamati (buat tabel seperti contoh dalam materi praktek)
24

Lampiran 1.
Outline Laporan PPEH

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan

II. METODOLOGI
A. Tanah dan Iklim
1 Lokasi dan waktu
2. Pengumpulan data
3. Analisis data
B. Vegetasi
1 Lokasi dan waktu
2. Pengumpulan data
3. Analisis data
C. Satwa Liar
1 Lokasi dan waktu
2. Pengumpulan data
3. Analisis data

III. HASIL PRAKTEK PENGAMATAN SETIAP TIPE EKOSISTEM HUTAN


A. Hutan Mangrove
1. Deskripsi kondisi hutan
2. Hasil pengamatan tanah dan iklim
3. Hasil pengamatan vegetasi
4. Hasil pengamatan satwa liar
B. Hutan Pantai
1. Deskripsi kondisi hutan
2. Hasil pengamatan tanah dan iklim
3. Hasil pengamatan vegetasi
4. Hasil pengamatan satwa liar
C. Hutan Dataran Rendah
1. Deskripsi kondisi hutan
2. Hasil pengamatan tanah dan iklim
3. Hasil pengamatan vegetasi
4. Hasil pengamatan satwa liar
D. Hutan Pegunungan Bawah (Sub Pegunungan)
1. Deskripsi kondisi hutan
2. Hasil pengamatan tanah dan iklim
3. Hasil pengamatan vegetasi
4. Hasil pengamatan satwa liar
25

E. Hutan Pegunungan Tengah


1. Deskripsi kondisi hutan
2. Hasil pengamatan tanah dan iklim
3. Hasil pengamatan vegetasi
4. Hasil pengamatan satwa liar
F. Hutan Tanaman
1. Deskripsi kondisi hutan
2. Hasil pengamatan tanah dan iklim
3. Hasil pengamatan vegetasi
4. Hasil pengamatan satwa liar
(Lengkapi setiap tipe hutan dengan foto-foto yang relevan)

IV. PEMBAHASAN KETERKAITAN KOMPONEN EKOSISTEM ANTAR


TIPE EKOSISTEM HUTAN
A. Sifat-sifat tanah dan iklim
B. Kondisi vegetasi
C. Kondisi satwa liar
D. Profil hutan
E. Interaksi antara komponen biotik dan abiotik (termasuk siklus hidrologi)
(Bahas perbedaan/persamaan setiap komponen lingkungan untuk setiap tipe
ekosistim interaksinya dan kaitkan dengan profil hutan serta keterkaitan
kompon fisik lingkungan, pembahasan didasarkan pada matrik tabulasi
hubungan komponen ekosistem dengan tipe-tipe hutan, lihat Lampiran 3).
V. KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
26

Lampiran 2.
Lembar Kerja Praktek PPEH
A. Analisis vegetasi
Lembar Kerja A.1. Tally Sheet Data Analisis Vegetasi

Tingkat : Semai/Pancang/Tumbuhan bawah/Epifit/Liana/Pandan/Palem

Lokasi : Tanggal :
Tipe hutan : Nama pencatat :
Azimuth : Regu :
Panjang :
Jalur :

No. No. Nama Jenis Jumlah individu Keterangan


Petak
27

Lembar Kerja A.2. Tally Sheet Data Analisis Vegetasi

Tingkat : Tiang/Pohon

Lokasi : Tanggal :
Tipe hutan : Nama pencatat :
Azimuth : Regu :
Panjang :
jalur

No. No Nama Keliling (cm) Diameter (cm) Ket.


Petak Jenis
28

Lembar Kerja A.3. Tally Sheet Pembuatan Profil Hutan

Lokasi : Tanggal :
Tipe hutan : Nama pencatat :
Azimuth : Regu :
Ukuran plot :

No Nama Keliling Tinggi pohon (m) Posisi pohon (m) Luas proyeksi tajuk (m)
Jenis (cm) Total Bebas cbg Sumbu X Sumbu Y utara-selatan Barat-timur
29

Lembar Kerja A.4. Tabulasi INP

Tingkat : Semai/Pancang/Tumbuhan bawah/Epifit/Liana/Pandan/Palem

No. Nama K KR F FR INP


jenis (ind./ha) (%) (%) (%)

Lembar Kerja A.5 . Tabulasi INP

Tingkat : Tiang/Pohon

No. Nama K KR F FR D DR INP


jenis (ind./ha) (%) (%) (m2/ha) (%) (%)
30

B. Pengamatan Sifat Sifat Tanah

Lembar Kerja B.1. Hasil pengamatan sifat-sifat tanah pada tiap tipe hutan

Tipe hutan :
Lokasi :
Regu :
Kelompok :
Jalur :
Jenis Tanah :
Topografi :

Sifat Tanah Plot


A. Sifat fisika 1 2 3
1. Tebal solum (cm)
2. Tekstur
3. Struktur
4. Warna
5. Kematangan tanah
B. Sifat kimia
1. pH
2. KTK

Lembar Kerja B.2. Hasil pengamatan Jenis dan sifat-sifat tanah pada seluruh
ekosistem (tipe hutan)

No. Sifat Tanah Tipe Hutan


Mangrove Pantai Dataran Pegunungan Pegunungan Hutan
Rendah Bawah tengah Tanaman
A Sifat fisik
tanah
1. Tebal Solum
Tanah (cm)
2. Warna tanah

3. Tekstur

4. Struktur

5. Kematangan
tanah
B Sifat Kimia

1. pH

2. KTK
31

C. Klimatologi Dan Hidrologi


Lembar Kerja C.1. Hasil pengukuran suhu dan kelembaban pada tiap tipe hutan

Tipe hutan :
Lokasi :
Regu :
Kelompok :
Jalur :

Waktu TBK T (oC) TBB T (oC) RH (%) T (oC)


(menit)
0

Rata-rata
10

Rata-rata
20

Rata-rata
30

Rata-rata

Waktu awal pengukuran :


Waktu akhir pengukuran :
32

Lembar Kerja C.2. Gambar fluktuasi suhu dan kelembaban relatif pada tiap tipe
hutan

Kelembaban Relatif
Suhu (oC)

(%)
10 pengukuran 20 pengukuran 30
(menit) (menit) pengukuran
(menit)
Periode pengukuran
(menit)

Lembar Kerja C.3. Gambar Hasil Pengamatan Siklus Hidrologi


33

Lembar Kerja C.4 . Hasil pengamatan unsur-unsur Siklus Hidrologi pada setiap
tipe Hutan

No. Unsur Tipe Hutan


Siklus Mangrove Pantai Dataran Pegunungan Pegunungan Hutan
Rendah Bawah tengah Tanaman
Hidrologi*)
1. Intersepsi

2. Aliran
batang (stem
flow)
3. Curahan
tajuk
(throughfall)
4. Evaporasi

5. Transpirasi

6. Infiltrasi

7. Aliran
permukaan
(Surface run
off)
*) Isi dengan prediksi kualitatif (besar, sedang atau kecil) untuk setiap tipe hutan
berdasarkan karakteristik vegetasi/tegakannya
34

D. Pengamatan Satwa Liar

Lembar Kerja D.1. Hasil pengamatan terhadap jenis-jenis burung yang ditemukan
setiap tipe hutan
Tipe hutan :
Lokasi :
Regu :
Kelompok :
Jalur :

Suku Nama lokal Ditemukan Aktivitas Keterangan


Jenis Burung

Lembar Kerja [Link] pengamatan terhadap jenis-jenis reptilia yang ditemukan


setiap tipe hutan

Suku Nama Ditemukan Aktivitas Keterangan


Jenis reptilia lokal
35

Lembar Kerja D.3 Hasil pengamatan terhadap jenis-jenis mamalia yang


ditemukan setiap tipe hutan

Suku Nama lokal Ditemukan Aktivitas Keterangan


Jenis mamalia

Lembar Kerja D.4 Hasil pengamatan terhadap jenis-jenis amphibia yang


ditemukan setiap tipe hutan

Suku Nama lokal Ditemukan Aktivitas Keterangan


Jenis
Amphibia
36

Lembar Kerja D.4. Ringkasan Hubungan parameter satwaliar dengan tipe hutan
yang diamati

Parameter Tipe Hutan


Komponen Mangrove Pantai Dataran Pegunungan Pegunungan Hutan
Satwaliar Rendah Bawah tengah Tanaman
Banyaknya jenis
satwaliar
Mamalia
Burung
Reptilia
[Link]
Strata hutan
[Link]
Strata yang
digunakan
[Link]
Jenis satwaliar
Khas
[Link]
[Link]
Jenis satwaliar
Dominan
2. Jenisnya
[Link]
Jenis satwaliar
Langka
2. Jenisnya
[Link]
Jenis satwaliar
Endemik
2. Jenisnya
[Link]
Jenis satwaliar
Dilindungi
2. Jenisnya
37

Lampiran 3.

Lembar Kerja Tabulasi

E. Matriks Tabulasi Parameter Lingkungan dan Tipe-tipe Ekosistem Hutan

No. Parameter Tipe Ekosistem Hutan


H. Mngrv H. Pantai [Link] [Link] [Link]
A. Fisik
1. Suhu udara
2. Ketinggian
3. Topografi
4, Kelembaban
5. Tebal solum tanah
6. Tekstur tanah
7. Warna tanah
8. Struktur tanah
9. pH tanah
10. KTK
11. Penggenangan

B. Biologi/
Vegetasi
1. Jumlah jenis
Pohon
2. Jumlah lapisan
tajuk/struktur
3. Rata-rata diameter
pohon
4. Rata-rata tinggi
pohon
5. Jenis pohon
dominan

C. Biologi/
Satwa liar
1. Jumlah jenis
a. Mamalia
b. Burung
c. Reptilia
2. Jenis dilindungi
3. Jenis endemik
4. Jenis yg diman-
faatkan masy.
38

Lampiran 4.
Konversi Relatif Humidity (Kelembaban Relatif)

Wet ∆ C◦
0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5 5.5 6 6.5 7 7.5 8
0 90 80 71 63 56 49 43 37 32 28 23 20 16 13 10 8
1 90 81 72 65 58 51 45 40 35 30 26 22 19 16 13 11
2 90 82 74 66 59 53 47 42 37 33 29 25 22 19 16 14
3 91 82 75 67 61 55 49 44 39 35 31 27 24 21 19 16
4 91 83 75 69 62 56 51 46 41 37 33 30 26 24 21 19
5 91 84 76 70 64 58 53 48 43 39 35 32 29 26 23 21
6 92 84 77 71 65 59 54 49 45 41 37 34 31 28 25 23
7 92 85 78 72 66 61 56 51 47 43 39 36 33 30 27 25
8 92 85 79 73 67 62 57 52 48 44 41 37 34 32 29 27
9 93 86 79 74 68 63 58 54 50 46 42 39 36 33 31 28
10 93 86 80 74 69 64 59 55 51 47 44 41 38 35 32 30
11 93 87 81 75 70 65 60 56 52 49 45 42 39 36 34 32
12 93 87 81 76 71 66 61 57 54 50 47 43 41 38 35 33
13 94 87 82 76 71 67 62 58 55 51 48 45 42 39 37 34
14 94 88 82 77 72 68 63 59 56 52 49 46 43 40 38 36
15 94 88 83 78 73 68 64 60 57 53 50 47 44 42 39 37
16 94 88 83 78 74 69 65 61 58 54 51 48 45 43 40 38
17 94 89 83 79 74 70 66 62 59 55 52 49 45 44 41 39
18 94 89 84 79 75 70 67 63 59 56 53 50 47 45 42 40
19 94 89 84 80 75 71 67 63 60 57 54 51 48 46 43 41
20 95 89 85 80 76 72 68 64 61 58 55 52 49 47 44 42
21 95 90 85 80 76 72 68 65 62 58 55 53 50 47 45 43
22 95 90 85 81 77 73 69 66 62 59 56 53 51 48 45 44
23 95 90 86 81 77 73 70 66 63 60 57 54 51 49 47 45
24 95 90 86 82 78 74 70 67 63 60 58 55 52 50 47 45
25 95 90 86 82 78 74 71 67 64 61 58 56 53 50 48 46
26 95 91 86 82 78 75 71 68 65 62 59 56 51 51 49 47
27 95 91 87 83 79 75 72 68 65 62 59 57 51 52 49 47
28 95 91 87 83 79 75 72 69 66 63 60 57 55 52 50 48
29 95 91 87 83 79 76 72 69 66 63 60 58 55 53 51 48
30 95 91 87 83 80 76 73 70 67 64 61 58 56 53 51 49
31 96 91 87 83 80 76 73 70 67 64 61 59 56 54 52 50
32 96 91 88 84 80 77 73 70 67 65 62 59 57 54 52 50
33 96 92 88 84 80 77 74 71 68 65 62 60 57 55 53 51
34 96 92 88 84 81 77 74 71 68 65 63 60 58 55 53 51
35 96 92 88 84 81 76 74 71 68 65 63 61 58 55 54 51

Ket:
∆ C◦ = TBB-TBK
Wet = Termometer Bola Basah/TBB
39

Lampiran 5

TUGAS DOSEN PEMBIMBING PPEH

1. Sebagai penanggung jawab pelaksanaan praktek di lapangan


2. Memantau kondisi kesehatan mahasiswa, akomodasi dan konsumsi,
transfortasi, rute perjalanan, dan perlengkapan praktek di lapangan
3. Mengkoordinasikan setiap kegiatan, terutama lokasi dan materi praktek setiap
hari, dengan petugas kehutanan terkait
4. Memandu diskusi dengan pejabat/petugas kehutanan serta menyelenggarakan
diskusi malam hari untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan dan
arahan untuk rencana kegiatan yang akan dilakukan (lokasi, tipe hutan, dan
metode pengamatan)
5. Selalu menekankan dan menanamkan jiwa dan korps rimbawan (kebersamaan,
kedisiplinan, profesionalisme, integritas, dan etos kerja)
6. Memeriksa kelengkapan data yang diperoleh peregu setiap hari, dan
menandatangani rekapitulasi/tabulasi data yang telah diolah (setiap
mahasiswa)
7. Menunjukkan kebersamaan dengan mahasiswa dalam praktek di hutan dan di
penginapan
40

Lampiran 6

TUGAS ASISTEN DOSEN PEMBIMBING PPEH

1. Membantu dosen pembimbing dalam hal :


a. Memantau kondisi kesehatan mahasiswa, akomodasi dan konsumsi,
transfortasi, rute perjalanan, dan perlengkapan praktek di lapangan
b. Pelaksanaan praktek di lapangan
c. Memeriksa kelengkapan data yang diperoleh setiap hari
2. Mendampingi mahasiswa selama perjalanan dari Bogor ke tempat praktek dan
sebaliknya
41

Lampiran 7

JADWAL KEGIATAN HARIAN PER LOKASI TAHUN 2015


(Pegangan dosen pembimbing)

Jalur 1. Pangandaran – Gunung Sawal

A. Pangandaran – Gunung Sawal

Hari ke - Kegiatan
Satu Tiba di lokasi praktek (Pangandaran, Ciamis)
Dua Pengamatan di hutan dataran rendah dan hutan pantai
Tiga Pengamatan di hutan Manggrove (Majingklak)
Empat Mengolah data dan ujian praktek di lapangan
Lima Berangkat menuju Gunung Sawal dan tiba di lokasi praktek
Enam Pengamatan di hutan pegunungan bawah dan hutan tanaman
(pinus)
Tujuh Pengamatan di hutan pegunungan tengah
Delapan Mengolah data dan ujian praktek
Sembilan Kembali ke Bogor

B. Gunung Sawal - Pangandaran

Hari ke - Kegiatan
Satu Tiba di lokasi praktek (Gunung Sawal, Ciamis)
Dua Pengamatan di hutan pegunungan bawah dan hutan tanaman
(pinus)
Tiga Pengamatan di hutan pegunungan tengah
Empat Mengolah data dan ujian praktek di lapangan
Lima Berangkat menuju Pangandaran dan tiba di lokasi praktek
Enam Pengamatan di hutan dataran rendah dan hutan pantai
Tujuh Pengamatan di hutan Manggrove (Majingklak)
Delapan Mengolah data dan ujian praktek
Sembilan Kembali ke Bogor
42

Jalur 2. Cilacap – Baturaden

A. Cilacap – Baturaden

Hari ke - Kegiatan
Satu Tiba di lokasi praktek (Cilacap, Jawa Tengah)
Dua Pengamatan di Hutan Mangrove
Tiga Pengamatan di Hutan pantai dan dataran rendah
(Nusakambangan)
Empat Mengolah data dan ujian praktek di lapangan
Lima Berangkat menuju Baturraden dan tiba di lokasi praktek
Enam Pengamatan di Hutan Pegunungan bawah dan hutan tanaman
Tujuh Pengamatan di hutan pegunungan atas
Delapan Pengamatan di hutan pegunungan tengah
Sembilan Kembali ke Bogor

B. Baturaden - Cilacap

Hari ke - Kegiatan
Satu Tiba di lokasi praktek (Baturaden, Jawa Tengah)
Dua Pengamatan di Hutan Pegunungan bawah dan hutan tanaman
Tiga Pengamatan di hutan pegunungan atas
Empat Pengamatan di hutan pegunungan tengah
Lima Berangkat menuju Cilacap dan tiba di lokasi praktek
Enam Pengamatan di Hutan Mangrove
Tujuh Pengamatan di Hutan pantai dan dataran rendah
(Nusakambangan)
Delapan Mengolah data dan ujian praktek
Sembilan Kembali ke Bogor
43

Jalur 3. CA Leuweung Sancang Barat - CA/Twa Kamojang (Garut)

A. Sancang Barat -Kamojang

Hari ke - Kegiatan
Satu Tiba di lokasi praktek (CA Leuweung Sancang, Kec.
Pameungpeuk, Garut)
Dua Pengamatan di hutan magrove ([Link])
Tiga Pengamatan di hutan pantai (S. Cijeruk)
Empat Pengamatan di hutan dataran rendah (sebelum
[Link]
Lima Berangkat menuju Kamojang dan tiba di lokasi praktek
Enam Pengamatan di hutan pegunungan bawah dan pegunungan
tengah
Tujuh Pengamatan di hutan tanaman (rasamala, pinus)
Delapan Mengolah data dan ujian praktek
Sembilan Kembali ke Bogor

B. Kamojang – Sancang Barat

Hari ke - Kegiatan
Satu Pengamatan di hutan pegunungan tengah
Dua Pengamatan di hutan pegunungan bawah
Tiga Pengamatan di hutan tanaman (rasamala, pinus)
Empat Mengolah data dan ujian praktek
Lima Berangkat menuju CA Leuweung Sancang, Kec.
Pameungpeuk, Garut
Enam Pengamatan di hutan magrove ([Link]) dan
Pengamatan di hutan dataran rendah (sebelum
[Link])
Tujuh Pengamatan di hutan pantai (S. Cijeruk)
Delapan mengolah data dan ujian praktek di lapangan
Sembilan Kembali ke Bogor
44

Jalur 4. Jalur CA Leuweung Sancang Timur - CA Gn. Papandayan (Garut)

A. CA Leuweung Sancang Timur - CA Gn. Papandayan

Hari ke - Kegiatan
Satu Tiba di lokasi praktek (CA Leuweung Sancang, Kec.
Pameungpeuk, Garut)
Dua Pengamatan di hutan magrove ([Link]) dan
Pengamatan di hutan dataran rendah (sebelum
[Link])
Tiga Pengamatan di hutan pantai (S. Cijeruk)
Empat mengolah data dan ujian praktek di lapangan
Lima Berangkat menuju Papandayan dan tiba di lokasi praktek
Enam Pengamatan di hutan pegunungan Bawah dan hutan tanaman
Tujuh Pengamatan di hutan pegunungan atas
Delapan Pengamatan di hutan pegunungan tengah
Sembilan Kembali ke Bogor

B. CA Gn. Papandayan - CA Leuweung Sancang Timur

Hari ke - Kegiatan
Satu Tiba di lokasi praktek (Papandayan, Garut)
Dua Pengamatan di hutan tanaman
Tiga dan Pengamatan di hutan pegunungan tengah (Tegal alun)
Empat Pengamatan di hutan pegunungan Bawah (Bandung
Pluit/Supa Beureum)
Lima Berangkat menuju Sancang timur dan tiba di lokasi praktek
Enam Pengamatan di hutan magrove ([Link]) dan
Pengamatan di hutan dataran rendah (sebelum
[Link])
Tujuh Pengamatan di hutan pantai (S. Cijeruk)
Delapan Mengolah data dan ujian praktek
Sembilan Kembali ke Bogor
45

Lampiran 8

DAFTAR PESERTA PPEH TAHUN 2015

1A : Pangandaran - Gunung Sawal

Kelompok 1A-1
No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L
1 M TARMIZI TAHER E14130001 MNH L
2 HAFIZH ALI HISYAM MUSALLI E14130071 MNH L
3 DIMAS RAMDHANI E24130028 THH L
4 BAYU PUTRA PERDANA E34130001 KSH L
5 ANDAYANI OERTA G E34130091 KSH L
6 DIKDIK NURUL RAMDHAN E44130043 SVK L
7 NURUL HIKMAH E14130082 MNH P
8 SYOFIYANI BUDIARTI E24130002 THH P
9 SITI LISDIAR GUSVINA E24130059 THH P
10 ATLORIA TRANSPLACIA E34130027 KSH P
11 RIZKI JUMIATI HASANAH E34130099 KSH P
12 PRATIWI DWI SUSANTI E44130072 SVK P

Kelompok 1A-2
No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L
1 DEAS EFPRI ANGGORO E14130011 MNH L
2 GIANITRA HIDAYAT E14130084 MNH L
3 ADE NUR FAUZAN E24130044 THH L
4 GREGORIUS GIGA VIANO VENO NUGROHO E34130023 KSH L
5 RIFQO MUHAMMAD PUTRA E34130090 KSH L
6 AURAGA DEWANTORO E44130059 SVK L
7 DEWI DAMAYANTI E14130058 MNH P
8 YANIYAR E24130004 THH P
9 NENI CHRISTINA P TANJUNG E24130089 THH P
10 NABILAH AMANY E34130040 KSH P
11 VINA RIZKI NOVIANTI E34130121 KSH P
12 GITA FEBRIANTI AMANDASARI E44130081 SVK P

Kelompok 1A-3
No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L
1 SENZA FAJRI AROFATUL AIN E14130027 MNH L
2 TABAH ARIF RAHMANI E14130104 MNH L
3 DENI DARMAWAN E24130067 THH L
4 ILHAM KARTIKO E34130049 KSH L
5 GERRY IVAN P PANJAITAN E44130005 SVK L
6 SETO FAUZI RAHMAN E44130074 SVK L
7 KHOIRUM MINAN E14130045 MNH P
8 MELINDA ASTARI E24130023 THH P
9 GABRIELA KRISANTI ADYASMIM E34120101 KSH P
10 SANDRA DWI ARISKA E34130058 KSH P
11 WINDA LAURA LUMBANTOBING E44130012 SVK P
12 AQUIFERA DAMAYANTI E44130052 SVK P
46

Kelompok 1A-4

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 HARJA SEPTRIA E14130047 MNH L
2 ARIYA DWI CAHYA E14130118 MNH L
3 REZA MAULANA SEPTIAWAN E24130082 THH L
4 AJIE ROMANAPUTRA E34130077 KSH L
5 BAGAS KURNIA RAMADHAN E44130032 SVK L
ANNISA CHOERINITA KUSUMA E14130017 MNH P
6 WARDHANI
7 NITYA ADE SANTI E14130044 MNH P
8 GINA LEVINA DIRAHMA E24130047 THH P
9 NI KADEK YUDIA SUSANTI E34130015 KSH P
10 ANGGIANTIE PRAHASTRIEN E34130078 KSH P
11 SELVIA TRIANA SARI E44130025 SVK P
12 WELA ALFA VELICIA E44130054 SVK P
47

1B : Gunung Sawal – Pangandaran

Kelompok 1B-1

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 HALFI ZULFAN SIREGAR E14130002 MNH L
2 ANUGRAH NURMAN IBRAHIM E14130072 MNH L
3 SHALEHUDIN DENNY MA'RUF E24130029 THH L
4 ADITYA BAGUS SUJATI E34130004 KSH L
5 KUKUH HADI WIYONO E34130096 KSH L
6 SULTHANUL FICKRI HS E44130046 SVK L
7 MELANI E14130086 MNH P
8 DEANI DARA NINGGAR E24120073 THH P
9 YESSY NURMALASARI E24130062 THH P
10 DWI SETIA AGUSTI PUTRI E34130028 KSH P
11 NINDYA MAHARANI E34130106 KSH P
12 DARWATI E44130055 SVK P

Kelompok 1B-2

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 DEKY ALFIYAN MANIK E14130014 MNH L
2 AFFANDI SANUSI SAURI E14130085 MNH L
3 R MAIRINO ARMIS E24130046 THH L
4 AIRLA ZULI SETIA PRABANDARI E34130032 KSH L
5 JAMALUDIN ARSYAD E34130109 KSH L
6 CASSYUS BOY SANDRO E44130060 SVK L
7 ATRASINA GHAISANI E14130062 MNH P
8 INAYAH FRIDIYANTI E24130007 THH P
9 DANAH KHALISHAH WIDORESTU E24130090 THH P
10 ASA SIFFA AUDA E34130042 KSH P
11 LUTFIAH SURAYAH E44130001 SVK P
12 FIRZA RIANY E44130056 SVK P

Kelompok 1B-3

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 GADAFI NAZIM E14130030 MNH L
2 PRIYANDI PRAWIRO WICAHYO E14130108 MNH L
3 KRISNA PURNAMA E24130064 THH L
4 MUHAMAD FAHMI MAFRUCHI E34130050 KSH L
5 HILMAN FIRMANSYAH E44130009 SVK L
6 MAKMUR SANTOSO E44130076 SVK L
7 ANISA PAMINGKI E14130046 MNH P
8 NANDA MUTIAH AYUNINGTYAS E24130026 THH P
9 INDHA FADHILAH ANNISA MAHA E34130003 KSH P
10 SHARON PRATIWI PALESA E34130061 KSH P
11 NUR AVIVI INDRAYATI E44130013 SVK P
12 NUR FAIZAH E44130057 SVK P
48

Kelompok 1B-4

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 WIRA NASTAINUL HAKIM E14130055 MNH L
2 MOCH ALRE NOVARIANTO E14130119 MNH L
3 RASIS PUTRA TB RITONGA E24130083 THH L
4 ZUBAIR ABDULLAH E34130079 KSH L
5 KUATMAN E44130033 SVK L
6 INTAN KEMALA E14130018 MNH P
7 ALVITA ROSA E14130040 MNH P
8 HENI SETYOWATI E24130048 THH P
9 DETTA SHARAFINA E34130017 KSH P
10 VINA SAFINATUS SAADAH E34130080 KSH P
11 MEILANI KARINA E44130028 SVK P
12 HAURA KHANSA B E44130063 SVK P
49

2A : Cilacap - Baturraden

Kelompok 2A-1

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 MUSTOFA BISRI E14130003 MNH L
2 SAHRUL SANUSI E14130073 MNH L
3 EKY PRANATA SITEPU E24130032 THH L
4 DEDE RAMDAN E34130005 KSH L
5 ROZAQA WAHYURIANTO ADITYATAMA E34130101 KSH L
6 MOHAMAD AGUS SALIM E44130047 SVK L
7 VARIKH GEA GIVARI E14130091 MNH P
8 LINTANG CAHYANINGRUM E14130117 MNH P
9 DINA TIARA KUSUMAWARDHANI E24130066 THH P
10 INDAH RESMIATI E34130030 KSH P
11 ZSA ZSA FAIRUZTANIA E34130111 KSH P
12 GRACETY EKA PRISKAMALANI R E44130064 SVK P

Kelompok 2A-2

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 JUTOTO IBRAM ZEN E14130015 MNH L
2 DONI KURNIAWAN BASUKI E14130087 MNH L
3 RENDY YUDHA KURNIAWAN E24130050 THH L
4 SATRIO SURYADI NUGROHO E34130033 KSH L
5 CHRISTHAGLEY RONITUA SITANGGANG E34130110 KSH L
6 STEFFI AU E44130061 SVK L
7 MAHDA AMALIA E14130063 MNH P
8 IIS YUNINGSIH E24130009 THH P
9 FITRIA CITA DIRNA E24130091 THH P
10 VERONICA ANGLISA PUTRI NUGROHO E34130044 KSH P
11 PUTRI NOVITA SARI E44130003 SVK P
12 ZIA ZURIANI E44130045 SVK P

Kelompok 2A-3

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 MAHA SUKA SUDHARMO E14130031 MNH L
2 FADEL IBNU PERDANA E14130110 MNH L
3 MUHAMMAD YUSUF ALI E24130068 THH L
4 RAHADIAN DIMAS ARIF WIBOWO E34130052 KSH L
5 HARIS CAHYA DIAS TAMA E44130017 SVK L
6 RADEN SURYA NOVIANTO E44130082 SVK L
7 ASTRIA RIZKA UTAMI E14130048 MNH P
8 GITA PHONNASARI JASMAN E24130027 THH P
9 AJENG DWI WULANDARI PUTRI NUSWANTAR E34130008 KSH P
10 SHYNTA APRILIADEWI E34130064 KSH P
11 RIZKI MARDHATILLAH E44130014 SVK P
12 FAKHRI SUKMA AFINA E44130073 SVK P
50

Kelompok 2A-4

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 AZIZ FAJAR WAHYUDI E14130059 MNH L
2 BRENDI ANTONIUS SIMBOLON E24130001 THH L
3 CHRISTIAN A SILALAHI E24130084 THH L
4 RACHMAD ADRIANSYAH E34130081 KSH L
5 TAUFAN NUGRAHA E44130035 SVK L
6 NURUL HOFIAH E14130019 MNH P
7 HAPSAH NUR HAPSARI E14130038 MNH P
8 RIRIS WIJAYANTI PUTRI E24130049 THH P
9 WINDI SUGIHARTI E34130018 KSH P
10 DINAR NUR ROFIQOH E34130085 KSH P
11 NUR WORO HANDINI E44130029 SVK P
12 GANIS CITRA PURMADEWI E44130075 SVK P
51

2B : Baturraden - Cilacap

Kelompok 2B-1

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 REINALDHI ANDRIANO SAPUTRA E14130004 MNH L
2 BENNY SAPUTRA E14130074 MNH L
3 EINHARD NAIBAHO E24130037 THH L
4 WILDAN MUHAMMAD E34130006 KSH L
5 PUGUH PRASETYO E34130102 KSH L
6 DIMAS KUSUMA RACHMADHANI E44130048 SVK L
7 IRENE FRANSISKA MALAU E14130094 MNH P
8 NUR EL AYUNINGDYAH E14130116 MNH P
9 MUTIYANAH E24130071 THH P
10 NIRA FEBRIYANTI E34130031 KSH P
11 KINANTI KARTIKA MIHARDJA E34130112 KSH P
12 RAHMI INTAN SARI E44130077 SVK P

Kelompok 2B-2

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 NARSIKI E14130016 MNH L
2 YORDAN GURINO PUTRO E14130089 MNH L
3 MUHAMAD AGUS MAULANA E24130055 THH L
4 QODLY ZAKA SYAHTRIAWAN E34130034 KSH L
5 AGUNG BAGUS PRATAMA E34130115 KSH L
6 IRVALDO RANA SAPUTRA E44130065 SVK L
7 FENNY KARLINA DEWI PUTRI E14130068 MNH P
8 TIWI RACHMASARI E24130010 THH P
9 TASYA SASKIA E24130094 THH P
10 EKA WAHYUNING TYASTUTIK E34130046 KSH P
11 EMAINDA HENTRIASA E44130004 SVK P
12 VINA ANGELIA MAHA E44130079 SVK P

Kelompok 2B-3

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 GILANG RAIHAN EKA DITRI E14130037 MNH L
2 FAIZ SEPTIANDA DWISILVA E14130111 MNH L
3 SINGGIH HARRY PRIAMBODO E24130069 THH L
4 PANJI MAULANA E34130059 KSH L
5 ALFI AHMAD MUNTAQO E44130018 SVK L
6 CATUR RAHMAWATI E34130092 KSH L
7 FRISKA AMALIA E14130049 MNH P
8 SEPTRYA BINTI NADHIFAH E24130030 THH P
9 ASTRI AISA RAHMI E34130009 KSH P
10 ANNISA DYRA SHAMILA E34130069 KSH P
11 DILLA ARINI PUTRI E44130015 SVK P
12 YENI ASTUTI E44130049 SVK P
52

Kelompok 2B-4

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 MUFLIHATUL MAGHFIROH ISLAMI E14130060 MNH L
2 DWI GRAHA PANGESTU E24130003 THH L
3 FITRADHAN ADITYA E24130093 THH L
4 BOBY HERMANTO E34130070 KSH L
5 SEPTIAN FARIS AL AMIN E44130036 SVK L
6 MARIA ULFAH E14130020 MNH P
7 TRI AYU SEPTARI E14130036 MNH P
8 BRITTY DATIN HASNA AFAF E24130052 THH P
9 FINESTA BIYANTIKA E34130019 KSH P
10 EKI APRILIA RESDIYANTI DEVUNG E34130088 KSH P
11 FERLY MELLYANI PUTRI E44130031 SVK P
12 WIDYA FAUZIYYAH HIKMAH E44130083 SVK P
53

3A : Sancang Barat - Kamojang

Kelompok 3A-1
No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L
1 M TARMIZI TAHER E14130001 MNH L
2 FACHRI PURNAMA SIDDIQ E14130075 MNH L
3 DIMAS PRASETYO E24130038 THH L
4 AZHAR TRIRAMANDA E34130007 KSH L
5 AHMAD ANSHARUDDIN E34130103 KSH L
6 ALIF ADELYADI E44130050 SVK L
7 FEBI FAZRIANI DAMAYANTI E14130096 MNH P
8 DITAS DITANIA YUDHISTI E14130113 MNH P
9 EGY DIA SAPUTRI E24130080 THH P
10 WITA FEBRIANA PURBA E34130035 KSH P
11 FEBRUARY TSAMANIYAH ASHARAH RAMADHAN E34130113 KSH P
12 INTAN SANINTEN E44130086 SVK P

Kelompok 3A-2
No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L
1 MUHAMMAD FACHRI ABDILLAH WIBOWO E14130021 MNH L
2 ZACKRY AUDRIC PRIBADI E14130090 MNH L
3 AHMAD FAUZI PRIANTO E24130057 THH L
4 MUHAMMAD RIFKI E34130041 KSH L
5 FAKHRI NAUFAL SYAHRULLAH E34130116 KSH L
6 AHMAD RIJAL ABDULLAH E44130067 SVK L
7 DWI NOVENTASARI E14130069 MNH P
8 IIN INAYAH E24130013 THH P
9 LIDWINA AMBARWATI E24130095 THH P
10 SOFIA UCU UTAMI E34130051 KSH P
11 MARIZA HIDAYATI E44130007 SVK P
12 TRI HASTUTI E44130087 SVK P

Kelompok 3A-3

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 FIKRI RIZQIAWAN NURYADIN E14130039 MNH L
2 RAKA ADITYA WIBISONO E14130115 MNH L
3 ABI KARAMI ARIF E24130070 THH L
4 HANGGA FHAMBIAN E34130062 KSH L
5 ANGGA ANDIKA E44130021 SVK L
6 HELYOS STEVANI PURBA E34130100 KSH L
7 SRI SURAHMI E14130052 MNH P
8 SITI EVI AFIFAH E24130031 THH P
9 FIRA RIZKA KARIM E34130010 KSH P
10 TIARA YASINTA GUNARA PUTRI E34130071 KSH P
11 RAHMATUL JANNAH E44130016 SVK P
12 AGYSTA ZASKIA E44130088 SVK P
54

Kelompok 3A-4

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 RIO FIRMANSYAH E14130061 MNH L
2 RIO ARDIANSYAH MURDA E24130015 THH L
3 NANDA ADITYA PRATAMA E24130097 THH L
4 BUGI KURNIADI E34130082 KSH L
5 ANDIK SUHENDI E44130037 SVK L
6 KUNANTI EKA WIDYAWATI E14130023 MNH P
7 NUR LAILATUL KHASANAH E14130035 MNH P
8 PUTRI AULIYA ALMADHANA E24130053 THH P
9 THREESA YESSY SYAQINA E34130021 KSH P
10 MIKE INNAYAH E34130089 KSH P
11 ETY KARYANTI E44130034 SVK P
12 ABIANDRA BONITA E44130089 SVK P
55

3B : Kamojang - Sancang Barat

Kelompok 3B-1

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 LIO ADE PUTRO E14130006 MNH L
2 RIZAL HANIF HUSAIN E14130076 MNH L
3 NANDANG KURNIA E24130040 THH L
4 ACHMAD REZA MAULANA E34130011 KSH L
5 M JUSTI MAKMUN JUSRIN E34130104 KSH L
6 M SAHID FIRDAUS E44130051 SVK L
7 NYEMAS WULANDARI SAPUTRI E14130097 MNH P
8 FERINA KUSUMANINGTIAS E14130112 MNH P
9 AUDIA SYADZA HAYUNINGTYAS AHRIP E24130085 THH P
10 SITI RACHMI HERDIANTI E34130036 KSH P
11 AFFANIA RESISTY E34130114 KSH P
12 ROSITA DEWI E44130085 SVK P

Kelompok 3B-2

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 FARHAN VIRGA ADITAMA E14130022 MNH L
2 GASA TAUFIK RIDLA E14130095 MNH L
3 HAMZAH SHAFWA E24130060 THH L
4 WAHHAB ABDHUL FATTAH AL'AZIS E34130043 KSH L
5 M IKHSAN HARISMAN E34130119 KSH L
6 MUHAMMAD RIZKY KOSASIH E44130068 SVK L
7 INDAR YAUMY E14130078 MNH P
8 DYAH INDRAWATI HANDAYANI E24130014 THH P
9 ALMIRA BELLA UTAMI E24130096 THH P
10 VIVI RACHMA FATMASARI E34130054 KSH P
11 ELOK RAHMAWATI E44130008 SVK P
12 FERI WIDYANINGSIH THH P

Kelompok 3B-3

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 MUHAMMAD NAEK E14130041 MNH L
2 RAZAN MUHAMMAD ADRIAN PRASIDI E24130017 THH L
3 KURNIAWAN WICAKSONO E24130073 THH L
4 VIKKI DWI SANDYA ARYADI E34130065 KSH L
5 ELGA TIARA PUTRA E44130022 SVK L
6 DEWI HERMAWATI E14130007 MNH P
7 RIA DWI AFSARI E14130053 MNH P
8 MAEDA WAHYUNINGRUM E24130033 THH P
9 SALSABILLAH E34130012 KSH P
10 RAHMIA NUGRAHA E34130073 KSH P
11 YULIA RAHMAWATI E44130019 SVK P
56

Kelompok 3B-4

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 REZA AULIA GIFARI E14130065 MNH L
2 ARIS DEWANTORO E24130019 THH L
3 EDWARD COLIND ADHI PRABOWO E24130098 THH L
4 DEDE LANA BAKTI E34130084 KSH L
5 YOGA SADSETYO E44130040 SVK L
6 ELSHA NOVITASARI E14130024 MNH P
7 WIDYA RACHMADHANI PRADANA E14130034 MNH P
8 SITI HALIDA ZIA E24130054 THH P
9 LILIT FITRIAWATI E34130022 KSH P
10 SANI SARI SRI REJEKI E34130094 KSH P
11 CHOLIS QODARRIAH E44130038 SVK P
57

4A : Sancang Timur - Papandayan

Kelompok 4A-1

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 ASPIT RANU WIJAYA E14130009 MNH L
2 BENNY HARDI WIJAYA E14130079 MNH L
3 ADAM KARUNIA AHMADI E24130041 THH L
4 PESE INKA SITANGGANG E34130016 KSH L
5 ACHMAD RIZKI KURNIAWAN E34130105 KSH L
6 M ARIF RAMADANI E44130053 SVK L
7 KHATIMATUS SA'ADAH E14130101 MNH P
8 DEA MARCHIA IVONE E14130109 MNH P
9 DHIYA UL IFFAH E24130087 THH P
10 ANI MUTIANAH E34130038 KSH P
11 DARINA SEPTY WARDHANI E34130117 KSH P

Kelompok 4A-2

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 GIRI MIHARJA E14130025 MNH L
2 ILMAN GHONI E14130099 MNH L
3 HARTANTO WIBOWO E24130061 THH L
4 DENNIS SEPTIANDI INDRAWAN E34130045 KSH L
5 ARIYANTO E34130122 KSH L
6 RIYANDHA CHANDRA SATRIA E44130069 SVK L
7 VINA SAFIRATUS SA'ADAH E14130080 MNH P
8 MEA FITRI KARTIKA SARI E24130016 THH P
9 AUREADZANI INGGARWANGI RAMADHANTY E24130100 THH P
10 UDA SAFIRA WIDOWATI E34130056 KSH P
11 LIZA SAKBANI E44130010 SVK P

Kelompok 4A-3

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 AGUS NURJAMAN E14130042 MNH L
2 INDRA HERMANTO E24130020 THH L
3 MOHAMAD RIZKI RIADHI E24130076 THH L
4 ALKINDI RAMADHANI E34130066 KSH L
5 PRIYO SADEWO E44130024 SVK L
6 SITI MUTMAINA E14130008 MNH P
7 SINTA PURNAMA E14130054 MNH P
8 ZAHRA DIAN AYU AMANDA E24130034 THH P
9 DYAH MAYSARAH E34130013 KSH P
10 DIANA ANDRIANI E34130074 KSH P
11 NAELI FAIZAH E44130020 SVK P
58

Kelompok 4A-4

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 RYAN AZAMI E14130066 MNH L
2 M KHAIRUL RIZAL SURBAKTI E24130024 THH L
3 AHMAD BIMO MEIZANO UTAMA E24130099 THH L
4 AHMAD HARIO NAROTOMO E34130086 KSH L
5 SOFYAN HADI E44130041 SVK L
6 BELLA SAGITA ISTIQOMAH E14130028 MNH P
7 LINDA KARISMA E14130033 MNH P
8 IZZATUL YUSRA E24130056 THH P
9 INGGITA NURI PRIHANTINI E34130025 KSH P
10 FIDA NABILA SALMA E34130095 KSH P
11 KUNI SAADATI E44130039 SVK P
59

4B : Papandayan – Sancang Timur

Kelompok 4B-1

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 PURWANTO E14130010 MNH L
2 FAIZAL MUTAQIN E14130083 MNH L
3 ALIF PUGUH IMANULLAH E24130043 THH L
4 MUHAMMAD QOSYIM AZHARI E34130020 KSH L
5 SYADZA SYAHRADZ DZAT E34130107 KSH L
6 AZAM PERBASA E44130058 SVK L
7 TIARA PUTRI YASMIN P E14130106 MNH P
8 MERANTI FADIAKHUMAIRAH M E14130107 MNH P
9 WULAN DORA BANUREA E24130088 THH P
10 QUINCHA DIANDRA PUTRI E34130039 KSH P
11 MUTIAH MARHAMAH E34130118 KSH P

Kelompok 4B-2

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 FERDIAN KRISTIANTORO E14130026 MNH L
2 HARIS AWALUDIN KARAMI E14130102 MNH L
3 INDRA LORENZA G E24130063 THH L
4 EXIST IN EXIST E34130048 KSH L
5 CHANDRA ADITIYA HIDAYATULLAH E44130002 SVK L
6 ANDY ARIHTA SEMBIRING E44130071 SVK L
7 SEPHIA AMAR TASBIEL E14130057 MNH P
8 PUTRI HANDAYANI E24130021 THH P
9 MUTIARA ZULFRAINI E34120078 KSH P
10 SURYA AFITA SARI E34130057 KSH P
11 ARIN ANNISA FATHIA E44130011 SVK P

Kelompok 4B-3

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 M ISKANDAR E14130043 MNH L
2 MUHAMMAD IQBAL MAULANA E24130022 THH L
3 IDRIS NUR ISKANDAR E24130079 THH L
4 MUH SETRIADI KURNIA PUTRA E34130067 KSH L
5 MUHAMMAD ARIF FITRIANTO E44130026 SVK L
6 WINDY SWINARY SINAGA E14130013 MNH P
7 MAR'ATUL MARDHIYYAH E14130056 MNH P
8 IRA AFELANI E24130035 THH P
9 SHIELA SAFITRI E34130014 KSH P
10 DIAH ERES DWI KARUNIYANTI E34130075 KSH P
11 ANDINI MARTIKA RACHMAPUTRI E44130023 SVK P
60

Kelompok 4B-4

No Nama Mahasiswa NRP Mayor P/L


1 FILIPUS ALFIAN MANDOWALI E14130067 MNH L
2 MOH AZHARI E24130025 THH L
3 MUHAMMAD RIZQON E24130101 THH L
4 DIGDAYA ANORAGA E34130087 KSH L
5 ANDI SYILVIAH FITRAHWATI ANWAR E44130042 SVK L
6 KASIYANI E14130029 MNH P
7 NADYA SUHADA E14130032 MNH P
8 FEBRIANI E24130058 THH P
9 TRIA RATU HUZAIFAH E34130026 KSH P
10 NONI ANGGRAENI THERESIA E34130098 KSH P
11 RANI NURCAHYANI E44130044 SVK P

Anda mungkin juga menyukai