landasan teori
A. hotel
Hotel adalah sebagai suatu usaha jasa yang merupakan sarana pendukung kegiatan
pariwisata, dimana pengelolaannya dilakukan secara professional dan didukung oleh
tenaga kerja yang memiliki keterampilan baik dalam bidang perhotelan
(Pradiatiningtyas, 2017).
Ada beberapa klasifikasi hotel menurut Prakoso (2017) antara lain Hotel non
bintang, Hotel bintang satu (*), Hotel bintang dua (**), Hotel bintang tiga (***),
Hotel bintang empat (****), dan hotel bintang lima (*****)
hotel terdiri dari beberapa departemen yang menunjang operasional hotel. departemen
tersebut antara lain Front Office, Housekeeping, Food and Beverage, Sales and
Marketing, Accounting, Human Resources, Engineering, dan Security.
ada beberapa pengkategorian hotel seperti kategori hotel berdasarkan letak, fungsi
dan susunan organisasinya serta kategori hotel berdasarkan hanya lokasi hotel.
kategori berdasarkan letak, fungsi dan susunan organisasi berdasarkan SK Mentri
Perhubungan RI No. 241/4/70 tanggal 15 Agustus 1970 antara lain:
1) Residential Hotel, yaitu hotel yang disediakan bagi para pengunjung yang
menginap dalam jangka waktu yang cukup lama. Tetapi tidak bermaksud menginap.
Umumnya terletak dikota, baik pusat maupun pinggir kota dan berfungsi sebagai
penginapan bagi orang-orang yang belum mendapatkan perumahan di kota tersebut.
2) Transietal Hotel, yaitu hotel yang diperuntukkan bagi tamu yang mengadakan
perjalanan dalam waktu relatif singkat. Pada umumnya jenis hotel ini terletak pada
jalan-jalan utama antar kota dan berfungsi sebagai terminal poin. Tamu yang
menginap umumnya sebentar saja, hanya sebagai persinggahan.
3) Resort Hotel, yaitu diperuntukkan bagi tamu yang sedang mengadakan wisata dan
liburan. Hotel ini umumnya terletak di daerah rekreasi/wisata. Hotel jenis ini pada
umumnya mengandalkan potensi alam berupa pemandangan yang indah untuk menarik minat
pengunjung.
Kategori hotel dilihat dari lokasi hotel menurut Keputusan Dirjen Pariwisata SK:
Kep-22/U/VI/78, hotel terbagi menjadi dua, yaitu :
1) Resort hotel (pantai/gunung), yaitu hotel yang terletak di daerah wisata, baik
pegunungan atau pantai. Jenis hotel ini umumnya dimanfaatkan oleh para wisatawan
yang datang untuk wisata atau rekreasi.
2) City hotel (hotel kota), yaitu hotel yang terletak di perkotaan, umumnya
dipergunakan untuk melakukan
kegiatan bisnis seperti rapat atau pertemuan-pertemuan perusahaan. Penggolongan
berbagai jenis hotel serta bentuk akomodasi tersebut pada dasarnya tidak merupakan
pembagian secara mutlak bagi pengujung. Dapat juga terjadi overlapping yaitu saling
menggunakan satu dengan yang lainnya, misalnya seorang turis tidak akan ditolak
jika ingin menginap pada sebuah city hotel, ataupun sebaliknya.
B. restauran
(marsum, 1993) Klasifikasikan tempat makan terdiri dari [3]
1) A’la Carte Restaurant, yaitu tempat makan yang menjual makanan lengkap dengan
banyak variasi di mana tamu bebas memilih sendiri makanan yang mereka inginkan
2) Table D ‘hote Restaurant, yaitu tempat makan yang khusus menjual menu table
d’hote, yaitu suatu susunan menu yang lengkap dari hidangan pembuka sampai penutup
3) Coffee Shop atau Brasserei, yaitu tempat makan yang pada umumnya berhubungan
dengan hotel, suatu tempat di mana tamu biasanya berhubungan dengan hotel.
Ada lagi jenis tempat makan berupa (Heidi Aisha, 2021):
1) Cafetaria atau café, yaitu suatu tempat makan kecil yang mengutamakan kue, roti
isi, kopi dan teh. Pilihan makanannya terbatas dan tidak menjual minuman beralkohol
2) Gourmet Restaurant, yaitu tempat makan yang menyediakan pelayanan makan dan
minum untuk orang-orang yang berpengalaman luas dalam bidang rasa makanan dan
minuman. Ciri khas restoran ini yaitu makanan dan minumannya yang lezat-lezat,
pelayanannya megah dan harganya cukup mahal
3) Family type restaurant, yaitu tempat makan sederhana yang menghidangkan makanan
dan
minuman dengan harga tidak mahal, terutama disediakan untuk tamu-tamu keluarga
maupun rombongan.
Terdapat berbagai jenis tempat makan di Indonesia, diantaranya yaitu restoran
layanan lengkap, rumah makan, bistro, café, kedai, pujasera, dan restoran cepat
saji.
dalam sebuah restoran, ada beberapa peran seperti front of house, back of house,
dan peran manajerial. peran front of house terdiri dari posisi manajer restoran,
hostes, pelayan, bartender, dan kasir. peran back of house terdiri dari posisi head
chef, sous chef, steward, cook helper, dan food runner. peran manajerial terdiri
dari posisi manajer operasional, manajer pemasaran dan manajer keuangan. umumnya
seluruh peran manajerial dihandle oleh satu manajar restauran.
c. bar
Pada dasarnya pub merupakan suatu sebutan atau istilah yang berasal dari singkatan
kata public house, yang merupakan sebutan untuk tempat minum minum atau bar di
Inggris. Pub berkembang pada masa Saxon sebagai suatu tempat dimana orang berkumpul
demi kekeluargaan atau pertemanan dan untuk bersenang-senang.
ada banyak jenis bar antara lain night club, cafe bar, pool bar, sanken/garden bar,
private bar, lounge bar, bar restauran, public bar
pada bar yang besar, ada beberapa posisi yang menunjang operasional bar antara lain
bartender, asisten bartender atau bar back, bar captain/supervisor, bar manager,
bar waiter, dan mixologist.
d. bartender
Menurut Sarwadi (1999: 3), bartender adalah orang yang ahli di bidang minuman atau
orang yang bekerja di bar dan ahli dalam membuat dan mencampur minuman.
Tugas bartender selama operasional dalam melayani tamu menurut Ardjuno Wiwoho
(2009: 10) yaitu:
1. Menyambut tamu yang datang
2. Menyiapkan minuman sesuai dengan pesanan tamu
3. Menemani tamu di bar counter
4. Selalu Meningkatkan penjualan minuman.
5. Menangani tamu yang banyak minum sampai mabuk
dafsus
Pradiatiningtyas, D. (2017). Pengaruh Web
Experience, Social Factor, Dan Ease Of
Use Terhadap Penggunaan Reservasi
Hotel Secara Online. Jurnal Khasanah
Ilmu, 8(2), 70–80
Prakoso, P. A. (2017). Front office praktis. Gava Media
Marsum W.A., Restoran dan Segala Permasalahannya.
Yogyakarta: Andi Offset Publishing, 1993
Sarwadi,D.(1999). Bartending Minuman
Internasional Dan Permasalahannya.
Yogyakarta: Liberty Yogyakarta.
Wiwoho,A.(2009). Pengetahuan Minuman
dan Bartending. Jakarta:Penerbit
Erlangga.