0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan7 halaman

Analisa Komponen Perkerasan Jalan 2025

Dokumen ini menjelaskan perencanaan tebal perkerasan jalan di Kabupaten Bengkulu Utara dengan menggunakan metode analisa komponen. Data yang disajikan mencakup hasil pengujian jalan eksisting, data kendaraan, bahan perkerasan, serta perhitungan desain yang meliputi LHR, LEP, LEA, LET, dan ITP. Proyek ini direncanakan untuk tahun anggaran 2025 dengan umur rencana jalan selama 10 tahun.

Diunggah oleh

ronni jurex
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan7 halaman

Analisa Komponen Perkerasan Jalan 2025

Dokumen ini menjelaskan perencanaan tebal perkerasan jalan di Kabupaten Bengkulu Utara dengan menggunakan metode analisa komponen. Data yang disajikan mencakup hasil pengujian jalan eksisting, data kendaraan, bahan perkerasan, serta perhitungan desain yang meliputi LHR, LEP, LEA, LET, dan ITP. Proyek ini direncanakan untuk tahun anggaran 2025 dengan umur rencana jalan selama 10 tahun.

Diunggah oleh

ronni jurex
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TEBAL PERKERASAN

Metode "Analisa Komponen”

OPD : Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Bengkulu Utara
Nama Pekerjaan : Perencanaan Prioritas DAK Paket 1
Lokasi : Jalan Selolong – Peninjau
Tahun Anggaran : 2025

(TIPIKAL 1)

1 Hasil Data Jalan Eksisting


a. Lebar perkerasan jalan = 3.50 M
b. CBR Lapisan dasar (hasil pengujian rata - rata) = 4.74 %
c. Umur rencana jalan = 10 Tahun
d. Curah hujan = >900 mm/Tahun
e. Jalan di buka untuk umum tahun :

2 Data - Data Kendaraan


a. Kendaraan Ringan 2 Ton (1+1) = 35 Kendaraan
b. Bus 8 Ton (3+5) = 0 Kendaraan
c. Truk 2 as 10 ton (4+6) = 9 Kendaraan
d. Truk 3 as 13 ton (5+8) = 0 Kendaraan
e. Truk 2 as 20 ton (6+7+7) = 0 Kendaraan
f. Pertumbuhan lalu lintas setelah jalan dibuka untuk umum = 0.10 = 10%
g. Klasifikasi Jalan = Jalan Kabupaten
h. Pertumbuhan lalu lintas selama pelaksanaan = 0.05 = 5%

3 Data Bahan Perkerasan


a. Laston : (MS 744 kg), roughness ,1000 mm/km
b. batu pecah / base coarse A : (CBR 90%)
c. batu pecah / base coarse B : (CBR 90%)
d. Timbunan Pilihan / base coarse C : (CBR 60%)

4 Perhitungan Desain

A. LHR pada awal umur rencana jalan

LHR awal LHR pada awal tahun pelaksanaan x (1  i) n


dimana : i angka pertumbuhan lalu lintas selama masa pelaksanaan (%)
n waktu pelaksanaan (tahun)

Kendaraan Ringan 2 Ton = 48 x (1+0.05)^2 = 38.59 Kendaraan


Bus 8 Ton = 0 x (1+0.05)^2 = 0.00 Kendaraan
Truk 2 as 10 ton (4+6) = 9 x (1+0.05)^2 = 9.92 Kendaraan
Truk 3 as 13 ton (5+8) = 0 x (1+0.05)^2 = 0.00 Kendaraan
Truk 2 as 20ton (6+7+7) = 0 x (1+0.05)^2 = 0.00 Kendaraan
B. LHR pada umur rencana jalan

LHR awal LHR pada awal tahun pelaksanaan x (1  i) n


dimana : i angka pertumbuhan lalu lintas selama masa pelaksanaan (%)
n waktu pelaksanaan (tahun)

Kendaraan Ringan 2 Ton = 52.92 x (1+0.05)^5 = 62.85 Kendaraan


Bus 8 Ton = 0 x (1+0.05)^5 = 0.00 Kendaraan
Truk 2 as 10 ton (4+6) = 9.92 x (1+0.05)^5 = 16.16 Kendaraan
Truk 3 as 13 ton (5+8) = 0 x (1+0.05)^5 = 0.00 Kendaraan
Truk 2 as 20ton (6+7+7) = 0 x (1+0.05)^5 = 0.00 Kendaraan

C. Lintas Ekivalen Permulaan (LEP)

n
LEP  LHRj x CjxEj
i 1

dimana : E angka ekivalen masing - masing kendaraan


C koefisien distribusi kendaraan
j  jenis kendaraan yang melintasi jalan
ctt : LHR yang dipergunak an adalah LHR awal pelaksanaa n

Untuk lebar 3,5 M maka Jumlah Jalur = 1 (Lihat Tabel Daftar 1)

Koefisien distribusi kendaraan ( C ) :


1. Kendaraan Ringan = 1 (Lihat Tabel Daftar II)
2. Kendaraan Berat = 1
Angka ekivalen beban sumbu (E) masing - masing kendaraan (Lihat Tabel 7.7)
Mobil penumpang 2 ton( 1+1) = (0.0002+0.0002) = 0.0004
Bus 8 ton (3+5) = (0.0183+0.1410) = 0.1593
Truk 2 as 10 ton (4+6) = (0.0577+0.2923) = 0.35
Truk 3 as 13 ton (5+8) = (0.1410+0.9238) = 1.064
Truk 2 as 20ton (6+7+7) = (0.2923+0.5415+0.5415) = 1.0373

Hitung LEP (Lintas Ekivalen Permulaan)


Mobil penumpang 2 ton( 1+1) = 0.02
Bus 8 ton (3+5) = 0.00
Truk 2 as 10 ton (4+6) = 3.47
Truk 3 as 13 ton (5+8) = 0.00
Truk 2 as 20ton (6+7+7) = 0.00
LEP = 3.49
D. Lintas Ekivalen Akhir (LEA)
n
LEA  LHRj (1  i) UR
x CjxEj
j1

dimana : E angka ekivalen masing - masing kendaraan


C koefisien distribusi kendaraan
j  jenis kendaraan yang melintasi jalan
UR Umur Rencana,
catatan : LHR yang dipergunak an adalah LHR akhir

Hitung LEA
Mobil penumpang 2 ton( 1+1) = 0.03
Bus 8 ton (3+5) = 0.00
Truk 2 as 10 ton (4+6) = 5.66
Truk 3 as 13 ton (5+8) = 0.00
Truk 2 as 20ton (6+7+7) = 0.00
LEA = 5.68

E. Lintas Ekivalen Tengah (LET)

LET = 1/2 (LEP + LEA)


= 4.59

F. Lintas Ekivalen Rencana (LER)

LER = LET X Faktor Penyesuaian FP = UR/10


= 4.59

G. Indeks Tebal Perkerasan (ITP)

CBR Subgrade = 4.74 %


DDT = 4.611 (Lihat Gambar Korelasi Antara CBR dan DDT)
Atau Dengan Rumus :
DDT = 1,6649 + 4,3592 log (CBR) = 4.611
Indeks Permukaan Akhir (IPt)

IPt = 1.5 (Lihat Daftar V)


Daftar V. Indeks Permukaan Pada Akhir Umur Rencana (IPt)

Faktor Regional (FR)


FR = 2.5 (Lihat Tabel 7.8)

Tabel 7.8 : Faktor Regional (FR)

Indeks Permukaan Awal (IP0)

IP0 = 3,9 (Lihat Daftar VI)


ITP 4.50 (dari nomogram 5, karena Ipt 1,5 dan Ipo .3.9)

ITP = a1.D1 + a2.D2 + a3.D3


a1 = 0.4
a2 = 0.14
(Lihat Daftar VII)
a3 = 0.11
H. Penentuan nilai a (koefisien kekuatan relatif) (Lihat Tabel VIII)

a1 = 0.4 CM D1 = 6 CM
a2 = 0.14 CM D2 = 15 CM
a3 = 0.11 CM D3 = ? CM

ITP = a1.D1 + a2.D2 + a3.D3


4.50 = 0.4 x 6 + 0.14 x 15 + 0.11 x D3
D3 = 0.000 CM
D3 = - CM (Tersedia Pada Kondisi Existing)

DETAIL PERKERASAN

D1 : 4 CM Lapis Aus AC - WC
D2 : 6 CM Laston AC - BC

D3 : 15 CM Base Coarse A (100%)

D4 : CM Timbunan Pilihan (CBR 30%)

Anda mungkin juga menyukai