0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan3 halaman

Ransum Nutrisi Sapi Perah Optimal

Dokumen ini membahas tentang formulasi ransum pakan untuk sapi perah, dengan fokus pada pemilihan bahan pakan yang ekonomis dan bergizi. Pemberian pakan dibedakan berdasarkan fase pertumbuhan sapi, mulai dari pedet hingga sapi dewasa, dengan penekanan pada kebutuhan nutrisi yang tepat untuk masing-masing fase. Selain itu, dokumen ini juga mencakup cara pemberian pakan dan jenis hijauan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas susu yang dihasilkan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan3 halaman

Ransum Nutrisi Sapi Perah Optimal

Dokumen ini membahas tentang formulasi ransum pakan untuk sapi perah, dengan fokus pada pemilihan bahan pakan yang ekonomis dan bergizi. Pemberian pakan dibedakan berdasarkan fase pertumbuhan sapi, mulai dari pedet hingga sapi dewasa, dengan penekanan pada kebutuhan nutrisi yang tepat untuk masing-masing fase. Selain itu, dokumen ini juga mencakup cara pemberian pakan dan jenis hijauan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas susu yang dihasilkan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama: Ananda Belva Lailani

Nim: 2210611032

FORMULASI RANSUM SAPI PERAH

Pakan sapi perah dapat diperoleh dengan mencari dan mengelola bahan pakan
potensial lokal untuk diformulasikan sesuai dengan kebutuhan nutrisi ternak. Tujuan utama
dalam menyusun ransum untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dengan jenis bahan pakan
termurah yang tersedia tanpa mengganggu keseimbangan proses pencernaan.

Dalam menyusun ransum sapi perah harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a. Bahan pakan yang digunakan harus mudah diperoleh secara terus menerus.

b. Harga semurah mungkin. Dalam memilih bahan pakan sebaiknya tidak hanya didasarkan
pada harga bahan pakan segar, tetapi juga berat nutrisinya (BK, PK atau TDN). Secara
praktis, cara menghitungnya adalah sebagai berikut:

- Untuk BK = (1: nilai % BK bahan ybs) x (harga bahan ybs dalam kondisi segar)

- Untuk PK = (1: (nilai % BK x nilai % PK bahan ybs)) x (harga bahan ybs kondisi segar)
- Untuk TDN ={1: (nilai % BK x nilai% TDN bahan ybs)) x (harga bahan ybs kondisi segar)
Cara pemberian pakan pada sapi perah adalah sebagai berikut:

a. Pedet (Anak Sapi) 0-4 Bulan


Pakan pedet berumur 0-4 bulan adalah air susu induknya. Namun, pedet dalam peternakan
sapi perah hanya diberi susu induk selama 7 hari pertama sejak lahir. Susu yang dihasilkan
selama sekitar 7 hari pertama tersebut dinamakan kolostrum. Kolostrum banyak mengandung
zat kekebalan tubuh, protein dan mineral sehingga sangat dibutuhkan pedet yang baru lahir.
Paling lambat 0,5-1 jam setelah pedet lahir, kolostrum harus diberikan. Jika pemberian
kolostrum terlambat, pedet akan mudah terserang penyakit.
Pedet sejak lepas kolostrum sampai disapih, pakan yang diberikan selain susu atau pengganti
susu juga harus diberi calf starter, hijauan dan air minum. Calf starter atau pakan pemula
yang diberikan kepada pedet adalah pakan penguat yang berkadar protein tinggi. Pakan
pemula ini terdiri atas ½ bagian tepung bungkil kelapa, ¼ bagian tepung kacang tanah dan ¼
bagian tepung jagung. Sementara itu, hjauan yang diberikan harus kering atau dilayukan
terlebih dahulu agar pedet tidak kembung atau mencret.

b. Pedet Lepas Sapih (4-8 Bulan)


Pada masa ini, pedet sudah mampu makan konsentrat dan rumput. Pemberian pakan dan air
kepada pedet lepas sapih sebaiknya ad libitum (tidak terbatas). Patokan pemberian pakan
kepada pedet adalah konsentrat 11,5% dan hijauan 10% dari bobot hidup. Susunan konsentrat
untuk pedet lepas sapih terdiri atas 26% bungkil kelapa, 24% bungkil kedelai, 25% dedak
halus dan 25% ampas tapioka.

c. Sapi Dara
Pada prinsipnya, pakan sapi dara sama dengan pakan pedet lepas sapih. Agar lebih ekonomis,
kadar protein pada bahan konsentratnya dapat lebih rendah dari pakan pedet sehingga
biayanya lebih murah. Hal ini disebabkan protein dan energi dapat diperoleh dari rumput,
hijauan kering atau pasture (padang rumput) yang baik. Namun, jika hijauan atau rumput
tersebut berkualitas rendah, harus ditambah pakan konsentrat yang berkadar protein 15-16%.
Pemberian pakan mempengaruhi perkembangan sapi dara, baik perkembangan tubuhnya
maupun alat reproduksinya.
Konsentrat yang diberikan untuk sapi berumur 8-14 bulan idealnya berupa 55% bungkil
kelapa, 40% dedak halus dan 5% ampas tapioka.

d. Sapi Dewasa atau Masa Produksi


Sapi dewasa yang sedang berada pada masa produksi disebut juga sapi laktasi. Pakan
diperlukan oleh sapi laktasi untuk kebutuhan hidup pokok dan produksi susu. Jika jumlah dan
mutu pakan yang diberikan kurang, hasil susunya tidak akan maksimal. Pakan yang diberikan
kepada sapi perah pada masa produksi berupa complete feed dengan kandungan protein 15%,
ampas tahu dan rumput. Complete feed diberikan sebanyak 8 kg/hari, ampas tahu sekitar 10
kg/hari dan rumput 30-35 kg/hari. Pakan complete feed diberikan 3 kali sehari, yakni pagi,
siang dan sore. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan kuantitas dan kualitas susu yang
dihasilkan. Sementara itu, pemberian rumput dilakukan 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan sore
hari. Pemberian rumput tetap berpatokan 10% dari bobot hidup. Kualitas rumput atau hijauan
akan mempengaruhi kualitas susu yang dihasilkan, terutama kadar lemaknya. Hijauan yang
biasa diberikan kepada sapi perah sebagai berikut:
1) Limbah pertanian, seperti daun jagung, daun kacang tanah, jerami padi, daun ubi jalar.
2) Rumput alam atau rumput lapangan.
3) Rumput hasil budidaya, seperti rumput gajah dan sulanjana.

e. Pakan Sapi yang Akan Beranak


Setelah bunting 7 bulan, sapi harus dikeringkan atau tidak boleh diperah. Sapi yang akan
beranak sebaiknya diberi pakan, baik konsentrat maupun hijauan dengan porsi sesuai dengan
batas maksimalnya. Sementara itu, air diberikan secara ad libitum (tidak terbatas). Hal ini
dimaksudkan agar dimaksudkan agar kebutuhan sapi baik induk maupun janin yang
dikandungnya benar-benar terpenuhi. Pakan tambahan berupa telur (5 butir), madu (50 cc)
dan gula merah (1 kg) biasa diberikan setelah sapi beranak. Pakan tambahan ini diberikan
bertujuan untuk mengganti tenaga yang terkuras saat sapi beranak. Oleh karena itu, sapi harus
diberi pakan secara ad libitum (tidak terbatas).

Hijauan Konsentrat Mineral/Garam Air


Fase Produksi Tambahan (kg)
Segar (kg) (kg) (g) (liter)
Bungkil kedelai / ampas
Sapi Laktasi 30–40 4–6 50–100 60–100
tahu (1–2)
Pedet (0–6 2–4 (rumput Susu 4–6 L/hari (atau
0.5–1 20–30 5–15
bulan) lunak) pengganti susu)
Pedet (6–12 Dedak, bungkil, jerami
5–8 1–2 30–50 20–30
bulan) kualitas baik
Dara (12–24 Jerami, onggok, bungkil
15–25 2–3 50 30–50
bulan) kelapa (1–2)
Sapi Bunting Fokus pakan kaya protein
25–35 2.5–4 50–100 60–80
(akhir) & kalsium (1–2 kg)

Anda mungkin juga menyukai