100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan22 halaman

RPP Seni Rupa Kelas 10: Pengenalan Lokal

Dokumen ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk mata pelajaran Seni Rupa di SMK Sosial Pariwisata Lubuk Alung, yang berfokus pada pengenalan seni rupa di lingkungan sekitar. Peserta didik diharapkan dapat memahami pengertian, fungsi, dan berbagai bentuk seni rupa serta melakukan observasi dan presentasi karya seni. Pembelajaran mencakup metode diskusi, eksplorasi lapangan, dan penggunaan teknologi digital untuk mendukung proses belajar.

Diunggah oleh

Elvi Zahara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan22 halaman

RPP Seni Rupa Kelas 10: Pengenalan Lokal

Dokumen ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk mata pelajaran Seni Rupa di SMK Sosial Pariwisata Lubuk Alung, yang berfokus pada pengenalan seni rupa di lingkungan sekitar. Peserta didik diharapkan dapat memahami pengertian, fungsi, dan berbagai bentuk seni rupa serta melakukan observasi dan presentasi karya seni. Pembelajaran mencakup metode diskusi, eksplorasi lapangan, dan penggunaan teknologi digital untuk mendukung proses belajar.

Diunggah oleh

Elvi Zahara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI SUMATERA BARAT

KURIKULUM MERDEKA
(DEEPLEARNING)

MATA PRLAJARAN :
SENI RUPA
Kelas/ Fase : X / E

Penyusun:
ELVI ZAHARA, [Link]

SMK SOSIAL PARIWISATA LUBUK ALUNG


PADANG PARIAMAN
2025/2026
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)
Satuan Pendidikan : SMK Sosial Pariwisata Lubuk Alung
Konsentrasi keahlian : Pekerja Sosial
Mata Pelajaran : Seni Rupa
FASE/ kelas/Sem : E/ X/ Ganjil
Materi Pokok : Pengenalan seni rupa disekitar kita
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit (2 x pertemuan)

Peserta Didik :
Peserta didik memiliki keingintahuan tinggi terhadap seni di
lingkungan sekitar mereka. Mereka mulai peka terhadap bentuk,
warna, tekstur, dan fungsi karya seni dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik umumnya mampu bekerja dalam tim kecil dan
memiliki antusiasme terhadap kegiatan eksplorasi visual dan
presentasi proyek.
Materi Pelajaran :
Pengertian dan fungsi seni rupa
- Ragam karya seni rupa di lingkungan sekitar (seni rupa dua
dimensi dan tiga dimensi)
- Unsur dan prinsip seni rupa
Identifikasi - Pengenalan profesi dan peran pelaku seni rupa
Dimensi Profil Lulusan:
Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam
pembelajaran
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Kesehatan Tuhan YME
Kewargaan
Penalaran Kritis (V)
Kreatifitas (V)
Kolaborasi (V)
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi (V)
Disain Capaian Pembelajaran (opsional) :
Pembelajaran Peserta didik mampu mengenali, mengamati, dan
mendeskripsikan berbagai bentuk seni rupa di lingkungan sekitar
dengan menggunakan unsur dan prinsip seni rupa secara
sederhana.
Lintas disiplin ilmu :
 Bahasa Indonesia: Mendeskripsikan karya dan proses
pengamatan secara lisan dan tertulis.
 IPS: Menghubungkan seni rupa dengan budaya lokal dan
kehidupan sosial masyarakat sekitar.
Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mampu:
1. Menjelaskan pengertian dan fungsi seni rupa
2. Mengidentifikasi karya seni rupa dua dan tiga dimensi di
lingkungan sekitar
3. Mendeskripsikan unsur dan prinsip seni rupa dalam suatu
karya
4. Membuat laporan pengamatan karya seni rupa di sekitar
sekolah/rumah

Topik Pembelajaran (opsional):


1. Apa itu seni rupa dan mengapa penting?
2. Mengenali karya seni rupa dua dan tiga dimensi di sekitar
kita
3. Unsur-unsur dan prinsip seni rupa
4. Menulis deskripsi karya seni rupa
Praktik Pedagogis:
1. Pembelajaran Kontekstual
2. Pembelajaran Berbasis Proyek ( Projek – Based Learning )
3. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, dan presentasi
( Pembelajaran Kolabboratif )
Kemitraan Pembelajaran (opsional):
Perpustakaan sekolah SMK Sosial Pariwisata Lubuk Alung
Lingkungan Pembelajaran:
1. Ruang Fisik: Taman sekolah, musala, ruang OSIS,
lingkungan sekitar sekolah sebagai objek observasi seni rupa.
2. Ruang Virtual: platform daring untuk diskusi dengan teman
3. Budaya Belajar: kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan rasa
ingin tahu
Pemanfaatan Digital (opsional):
1. Perencanaan: Penyusunan tugas observasi berbasis digital
2. Pelaksanaan: Penayangan video, eksplorasi visual melalui
Google Arts & Culture
3. Asesmen: Kuis online, unggah foto/laporan observasi
Pengalaman Belajar Langkah-Langkah Pembelajaran

AWAL (Berkesadaran, Bermakna)


1. Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan
sapaan ramah untuk menciptakan suasana positif
2. Guru menerapkan teknik permainan pemusatan konsentrasi
( ice breaking singkat )
3. Guru memulai dengan video singkat tentang seni rupa
diruang kelas atau lingkungan sekolah
4. Guru memberikan pertanyaan pemantik “Apakah kamu
pernah melihat karya seni dijalan atau sekolahmu?ˮ Apa
kesanmu ? untuk menstimulasi empati peserta didik
5. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan pada
websites tentang fungsi seni rupa
6. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan
bacaan untuk menumbuhkan pemahaman tentang seni rupa.
7. “Apa itu seni rupa ? Apa saja bentuknya ?ˮ
INTI (bermakna, menggembirakan)
Memahami (bermakna)
1. Berdiskusi, membaca artikel, eksplorasi sumber informasi
pada buku, e-book, artikel, dan websites melalui internet
tentang pengenalan seni rupa disekitar kita
a. Siapa yang pernah melihat pergelaran seni rupa?
b. Dimana ananda lihat?
c. Seperti apakah karya seni rupa yang ananda lihat ?
d. Menurut ananda apa yang dimaksud dengan seni rupa!
e. Bagaimana awal kemunculan seni rupa tersebut !
2. Membuat peta konsep tentang “Seni rupa disekitarku “

Mengaplikasi (bermakna, menggembirakan)


1. Peserta didik melakukan diskusi dalam kelas untuk
membahas tentang seni rupa disekitar kita
2. Peserta didik melakukan observasi lapangan ke area
sekolah atau lingkungan tempat tinggal ( rumah )
3. Peserta didik memfoto dan mencatat minimal 3 ( tiga )
buah karya seni rupa yang ditemukan..
4. Peserta didik melakukan presentasi hasil observasi dalam
bentuk laporan visual atau vidio pendek di depan kelas.
5. Peserta didik menyimak penjelasan materi tentang
pengenalan seni rupa disekitar kita

Merefleksi ( berkesadaran dan bermakna)


1. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian
tujuan pembelajaran
a. Apa yang baru saya pelajari tentang seni rupa di
lingkungan saya?
a. Apakah saya sekarang lebih peka terhadap kehadiran
seni dalam hidup saya?
b. Bagaimana saya bisa ikut menciptakan lingkungan yang
estetis?
2. Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan
mereka setelah belajar

PENUTUP (berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran secara
bersama
2. Guru mengajak dan memfasilitasi peserta didik merencanakan
pembelajaran atau proyek selanjutnya serta menjelaskan
strategi belajar yang akan digunakan
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai
pencapaian proyeknya
4. Guru memberikan apresiasi / umpan balik positif terhadap
eksplorasi peserta didik
Asesmen pada Awal pembelajaran:
Kuis online singkat (Google Form) tentang pengertian dan fungsi
seni rupa

Asesmen pada Poses pembelajaran:


Asesmen
Guru mengamati bagaimana siswa mengggunakan Peta Konsep,
Pembelajaran
presentasi, dan observasi keaktifan diskusi.

Asessmen pada akhir pembelajaran:


Laporan observasi, presentasi kelompok, refleksi tertulis

Padang Kandang, Juni 2025


Mengetahui : Guru Mata Pelajaran
Kepala Sekolah

WIWID NOFITA YENI, [Link] ELVI ZAHARA, [Link]


LAMPIRAN

A. MATERI AJAR

PENGENALAN SENI RUPA DI SEKITAR

a. Definisi Seni Rupa


Seni sudah menjadi salah satu bagian dalam kehidupan manusia dari zaman ke zaman, dari
masa pra sejarah hingga sekarang, keberadaan seni sangat melekat dalam setiap sendi
kehidupan dan jiwa manusia sehingga tidak dapat terpisahkan sampai saat ini. Seni rupa
sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Kita bisa menyaksikan seni rupa sejak
kita bangun dari tidur, melihat ornamen pakaian yang kita kenakan, lukisan yang terpajang
di rumah, desain cangkir yang kita gunakan untuk minum, gambar yang kita lihat di layar
telepon seluler, tayangan di televisi, gedung-gedung di perkotaan, alam yang penuh warna
dan semua yang tampak dalam kehidupan manusia. Dari berbagai benda seni rupa tersebut
dapat membuat perasaan kita tergugah, hampir semua benda, bangunan, pakaian dan
berbagai peralatan dirancang dengan mempertimbangkan nilai-nilai estetika.

b. Fungsi Seni Rupa dalam Kehidupan Manusia


Fungsi seni rupa sangat beragam, tergantung kepada latar belakang terciptanya karya seni
rupa. Misalnya seni rupa terapan memiliki fungsi untuk memenuhi nilai guna atau fungsi
praktis dalam kehidupan sehari- hari, dan seni murni memiliki fungsi sebagai sarana
kepuasan batin
akan keindahan. Secara umum, seni memiliki banyak fungsi seperti merangsang
masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidupnya, sebagai proses pembelajaran
masyarakat terhadap segala sesuatu, baik nilai- nilai maupun fenomena alam, sebagai
penyadaran terhadap peristiwa, baik sejarah, sosial, politik dan budaya, seni mampu
mengisi dan mempengaruhi zamannya, dan seni sebagai penjaga nilai keindahan dan
kemanusiaan dalam kehidupan masyarakat.
Keberadaan seni rupa menurut Feldman (1967) memiliki 3 fungsi dalam kehidupan
manusia yaitu ;
1. Fungsi Individual, seni digunakan untuk mengungkapan rasa/ emosi dengan cara
memberi tanggapan dan penghayatan seseorang terhadap lingkungannya.
2. Fungsi sosial kemasyarakatan, seni digunakan untuk kepentingan masyarakat luas
seperti untuk penerangan, pendidikan, kesehatan, agama dan sebagainya.
3. Fungsi fisik kebendaan, seni digunakan untuk keindahan di berbagai benda keperluan
manusia: arsitektur, interior bangunan, furnitur, serta benda-benda pakai lainnya.

Klasifikasi Karya Seni Rupa Berdasarkan Waktu Perkembangannya


1. Seni Rupa Tradisional
Seni Rupa Tradisional berkaitan erat dengan khazanah lokal budaya di daerah tertentu.
Sehingga berbagai daerah biasanya memiliki karya Seni Rupa Tradisional yang unik dan
beragam. Karya Seni Rupa Traditional umumnya diwarnai dengan pelambangan
(simbolis), baik dalam bentuk metafora binatang, tumbuhan, bangunan, atau figur
manusia. Simbol tersebut banyak ditemui di candi-candi, motif hias kain tenun, bahkan
perabotan sehari-hari, biasanya bersifat spiritual, religius, dan mitologis.
2. Seni Rupa Modern mulai menanggalkan pakem-pakem suatu tradisi, dan mengutamakan
eksperimen demi kemajuan seni, yang tergolong dalam Seni Rupa Modern yaitu Seni
Murni (Fine Art) dengan mengutamakan sifat estetikanya. Seni Rupa Murni terdiri dari
Seni Lukis, Seni Patung dan Seni Grafis.
3. Seni Rupa Kontemporer berkembang pada masa kini, merespons dan mempresentasikan
situasi sosial dan budaya kekinian. Seni Rupa Kontemporer berorientasi bebas dengan
medium yang tidak terbatas, dan dapat menggabungkan nilai-nilai tradisional dan
modernitas. Karya Seni Rupa Kontemporer berkaitan dengan perkembangan teknologi
yang berkembang di masa kini.

Contoh Karya Seni Rupa Berdasarkan Waktu Perkembangannya


1. Seni Rupa Tradisional:

Gambar 1.1. Ragam Hias Toraja yang diterapkan di kain tenun.


Sumber: Berita Sastra Budaya/Melayu Online (2014)
Gambar 1.2. Anyaman Purun dari Kalimantan sebagai peralatan tradisional.
Sumber: Tokopedia/Native Borneo (2015)

2. Seni Rupa Modern:

Gambar 1.3. Lukisan Pemandangan karya Wakidi.


Sumber: Indoartnow/Wakidi (1954)

Gambar 1.4. Lukisan Abstrak karya Achmad Sadali.


Sumber: Galeri Nasional Indonesia/Achmad Sadali (1980)

3. Seni Rupa Kontemporer:


Gambar 1.5. Karya Video Art oleh Krisna Murti.
Sumber: Galeri Nasional Indonesia/Krisna Murti (1996)

Gambar 1.6. Karya Performance Art oleh FX. Harsono.


Sumber: Desain Grafis Indonesia/FX Harsono (2009

GLOSARIUM
 Alokasi Waktu: alokasi waktu adalah waktu yang dibutuhkan untuk ketercapaian
satu kompetensi dasar.
 Berpikir Kritis: kemampuan untuk berpikir secara jernih dan rasional tentang apa
yang harus dilakukan atau apa yang harus dipercaya.
 Berpikir kritis merupakan sebuah proses di mana Anda harus membuat penilaian yang
masuk akal, logis, dan dipikirkan secara matang.
 Brainstorm (dalam bahasa Indonesia, Curah Gagasan): alat bantu yang digunakan
untuk mengeluarkan ide dari setiap anggota tim yang dilakukan secara terstruktur dan
sistematis.
 Design Thinking: suatu proses atau metode pola pikir untuk berempati terhadap
permasalahan dan masalah yang berpusat pada manusia.
 Eksperimen: percobaan yang bersistem dan berencana suatu proses investigasi yang
dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistematis, yang bertujuan untuk menemukan,
menginterpretasikan, dan merevisi fakta-fakta.
 Eksplorasi: proses pencarian atau penjelajahan yang bertujuan untuk menemukan
sesuatu. Eksplorasi menjadi sebuah kegiatan dalam berkesenian, pemikiran tersebut
selalu menjadi alasan untuk mendapatkan kepuasan batin seorang seniman dalam
menuangkan ide ke dalam bentuk karya seni.
 Elemen Estetis: karya seni seringkali dianggap sebagai elemen estetis, hanya
dianggap sebagai pajangan atau hiasan ruang semata, tanpa menyadari polensi lain
dan penerapan elemen estetis ini pada penataan ruang luar maupun ruang dalam.
 Inklusi sosial: kondisi semua individu atau kelompok masyarakat dapat berpartisipasi
dalam pendidikan, kegiatan ekonomi upaya menempatkan martabat dan kemandirian
individu sebagai modal utama untuk mencapai kualitas hidup yang ideal.
 Jurnal visual: kumpulan dokumentasi proses berkarya yang lengkap dan berurutan
sesuai waktu berprosesnya.
 Kompetensi Dasar: kemampuan minimal dalam mata pelajaran yang harus dimiliki
oleh lulusan; kemampuan minimum yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh
siswa untuk standar kompetensi tertentu dari suatu mata pelajaran.
 Seni Kontemporer: seni yang terpengaruh dampak modernisasi. Kontemporer itu
artinya kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan
kondisi waktu yang sama atau saat ini.
 Kritik Seni: kegiatan menanggapi karya seni untuk menunjukkan kelebihan dan
kekurangan suatu karya seni, salah satu keterangan kelebihan dan kekurangan ini
untuk menilai kualitas dari sebuah karya.
 Materi Pembelajaran: bahan ajar minimal yang harus dipelajari siswa untuk
menguasai Kompetensi Dasar.
 Nirmana: pengorganisasian atau penyusunan elemen-elemen visual seperti titik,
garis, warna, ruang dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis. Nirmana dapat
juga diartikan sebagai hasil angan- angan dalam bentuk dwimatra, trimatra yang harus
mempunyai nilai keindahan. Nirmana disebut juga ilmu tatarupa.
 Pendekatan Tematik: strategi pengembangan materi pembelajaran yang bertitik
tolak dari sebuah tema.
 Project Based Learning: Pembelajaran yang memberikan kesempatan untuk
memperluas pengetahuan dan mengembangkan keterampilan melalui pemecahan
masalah dan investigasi. Inti dari pembelajaran berbasis proyek adalah pertanyaan,
tantangan dan masalah. Masalah yang diberikan harus bersifat menantang.
 Prototipe 1:1: prototipe dengan skala 1 banding 1 merupakan model yang dibuat
menyerupai hasil akhirnya, dengan ukuran, bentuk dan bahan yang sudah menyerupai,
namun dikategorikan sebagai prototipe awal karena masih terbukanya ruang untuk
perbaikan jika dirasa masih ada yang kurang saat uji coba publik.
 Seni Terpadu: seni yang menekankan pada hubungan antara dua atau lebih bidang
keilmuan yang berbeda melalui pendekatan tematik.
 Alokasi Waktu: alokasi waktu adalah waktu yang dibutuhkan untuk ketercapaian
satu kompetensi dasar.
 Berpikir Kritis: kemampuan untuk berpikir secara jernih dan rasional tentang apa
yang harus dilakukan atau apa yang harus dipercaya.
 Berpikir kritis merupakan sebuah proses di mana Anda harus membuat penilaian
yang masuk akal, logis, dan dipikirkan secara matang.
 Brainstorm (dalam bahasa Indonesia, Curah Gagasan): alat bantu yang digunakan
untuk mengeluarkan ide dari setiap anggota tim yang dilakukan secara terstruktur dan
sistematis.
 Design Thinking: suatu proses atau metode pola pikir untuk berempati terhadap
permasalahan dan masalah yang berpusat pada manusia.
 Eksperimen: percobaan yang bersistem dan berencana suatu proses investigasi yang
dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistematis, yang bertujuan untuk menemukan,
menginterpretasikan, dan merevisi fakta-fakta.
B. ASESMEN

1. LEMBAR KERJA PESERTA DIDI ( LKPD )

PERKEMBANGAN SENI RUPA

Nama Siswa : ……………………………………


Kelas : ……………………………………
Tema : ……………………………………

 Tujuan Pembelajaran : Mengelompokan perkembangan seni rupa berdasarkan masa


perkembangannnya (tradisional, modern, kontemporer)

 Langkah-Langkah Kegiatan:
1. Sebelum mengisi lembar kerja di bawah ini, bacalah terlebih dahulu penjelasan tentang Klasifikasi Seni
Rupa Berdasarkan Waktu Perkembangannya

KLASIFIKASI SENI RUPA BERDASARKAN WAKTU PERKEMBANGANNYA

Memilah seni rupa ditinjau dari masa perkembangannya menjadi Seni Rupa Tradisional, Seni Rupa
Modern, dan Seni Rupa Kontemporer. Ketiga jenis seni rupa tersebut memiliki ciri khas tersendiri dari
penciptanya, sosial budaya yang melatarbelakanginya, lokasi penciptaannya, serta contoh-contoh
karyanya.
A. Seni Rupa Tradisional
Seni Rupa Tradisional berkaitan erat dengan khazanah lokal budaya di daerah tertentu. Sehingga
berbagai daerah biasanya memiliki karya seni rupa tradisional yang unik dan beragam. Karya seni
traditional
umumnya diwarnai dengan pelambangan (simbolis), baik dalam bentuk m etafora binatang,
tumbuhan, bangunan, atau figur manusia. Simbol tersebut banyak ditemui di candi-candi, ragam hias
kain tenun, bahkan perabotan sehari-hari, biasanya bersifat spiritual, religius, dan mitologis.

B. Seni Rupa Modern


Seni Rupa Modern mulai menanggalkan pakem-pakem suatu tradisi, dan mengutamakan eksperimen
demi kemajuan seni, yang tergolong dalam Seni Rupa Modern yaitu Seni Murni (Fine Art) dengan
mengutamakan sifat estetikanya. Seni Murni terdiri dari Seni Lukis, Seni Patung dan Seni Grafis.

C. Seni Rupa Kontemporer


Seni Rupa Kontemporer berkembang pada masa kini, merespons dan mempresentasikan situasi sosial
dan budaya kekinian. Seni Rupa
Kontemporer berorientasi bebas dengan medium yang tidak terbatas, dan dapat menggabungkan nilai-
nilai tradisional dan modernitas.
Karya Seni Rupa Kontemporer berkaitan dengan perkembangan teknologi yang berkembang di masa
kini.
2. Berdasarkan uraian di atas, tuliskan minimal 10 jenis seni rupa yang tegolong Seni
RupaTradisi,SeniRupa Modern dan Seni Rupa Kontemporer pada tabel di bawah ini:

No Seni Rupa Tradisional Seni Rupa Modern Seni Rupa


Kontemporer

2. SOAL

a. SOAL PILIHAN GANDA (25 SOAL)


Pilihlah salah satu jawaban dibawah ini yang paling tepat dan benar !
1. Seni rupa dapat ditemui dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari
karena…
a. Bersifat eksklusif dan mewah
b. Hanya untuk kalangan seniman
c. Tidak memiliki nilai estetika
d. Melekat dalam setiap sendi kehidupan manusia
e. Hanya ada di ruang galeri
Jawaban: d

2. Salah satu contoh seni rupa kontemporer adalah…


a. Candi Borobudur
b. Kain Tenun Songket
c. Lukisan karya Raden Saleh
d. Performance Art oleh FX. Harsono
e. Ukiran Jepara
Jawaban: d
3. Fungsi seni rupa sebagai sarana untuk menyampaikan emosi dan perasaan
individu termasuk fungsi…
a. Sosial
b. Fisik
c. Psikologis
d. Individual
b. Spiritual
Jawaban: d

4. Seni rupa murni lebih mengutamakan…


a. Nilai praktis
b. Unsur keindahan atau estetika
c. Keperluan produksi massal
d. Kegunaan sehari-hari
e. Nilai ekonomi
Jawaban: b
5. Contoh seni rupa tradisional yang memiliki nilai simbolis dan religius
adalah…
a. Grafiti
b. Video art
c. Ragam hias Toraja
d. Lukisan abstrak
e. Sketsa wajah
Jawaban: c
6. Salah satu ciri seni rupa modern adalah…
a. Selalu menggunakan media digital
b. Mengutamakan nilai spiritual
c. Menanggalkan tradisi dan bersifat eksperimental
d. Hanya dibuat untuk upacara adat
e. Tidak memiliki nilai estetika
Jawaban: c
7. Anyaman purun dari Kalimantan merupakan contoh seni rupa…
a. Modern
b. Kontemporer
c. Murni
d. Digital
e. Tradisional
Jawaban: e
8. Seni rupa berfungsi untuk kepentingan pendidikan, kesehatan, dan agama.
Hal ini termasuk fungsi…
a. Individual
b. Psikologis
c. Spiritual
d. Sosial kemasyarakatan
e. Ekonomis
Jawaban: d
9. Berikut ini merupakan fungsi fisik dalam seni rupa, kecuali…
a. Desain interior bangunan
b. Arsitektur rumah
c. Cangkir dan perabot rumah
d. Gambar sketsa emosi
e. Furnitur bergaya artistik
Jawaban: d
10. Lukisan pemandangan karya Wakidi termasuk dalam kategori…
a. Seni rupa tradisional
b. Seni rupa kontemporer
c. Seni rupa murni
d. Seni rupa digital
b. Seni rupa utilitas
Jawaban: c
11. Salah satu fungsi seni menurut Feldman adalah fungsi sosial. Contohnya
adalah…
a. Melukis untuk terapi emosi
b. Pameran seni pribadi
c. Poster kampanye kesehatan
d. Desain furnitur
e. Penciptaan patung sebagai kenangan
Jawaban: c
12. Seni rupa kontemporer memiliki ciri utama yaitu…
a. Memegang kuat pakem tradisi
b. Terikat aturan bentuk
c. Eksplorasi bebas dan medium tak terbatas
d. Hanya menggunakan media lukis
e. Hanya digunakan pada pameran elite
Jawaban: c
13. Karya video art oleh Krisna Murti termasuk dalam seni rupa…
a. Tradisional
b. Modern
c. Digital
d. Kontemporer
e. Terapan
Jawaban: d
14. Yang membedakan seni rupa tradisional dan modern secara konsep yaitu.....
a. Tradisional tidak bisa berkembang
b. Modern hanya untuk seniman elite
c. Tradisional bersifat simbolik dan spiritual, sedangkan modern
eksperimental
d. Tradisional dibuat dengan teknologi canggih
e. Modern meniru tradisi secara utuh
Jawaban: c
15. Seni rupa yang mengutamakan nilai guna termasuk seni…
a. Murni
b. Tradisional
c. Kontemporer
d. Terapan
e. Media campuran
Jawaban: d
16. Desain ornamen pakaian merupakan bagian dari…
a. Seni rupa kontemporer
b. Fungsi fisik dalam seni
c. Seni musik
d. Seni pertunjukan
e. Seni rupa murni
Jawaban: b
17. Seni rupa digunakan untuk menginspirasi masyarakat dalam memahami
fenomena sosial. Ini termasuk fungsi…
a. Individual
b. Estetika
c. Sosial
d. Psikologis
e. Fisik
Jawaban: c
18. Seni rupa memiliki kekuatan untuk menyadarkan masyarakat terhadap
peristiwa sejarah. Hal ini menunjukkan fungsi…
a. Fisik
b. Historis
c. Sosial
d. Spiritual
e. e. Praktis
Jawaban: c
19. Gambar di layar ponsel yang memiliki nilai estetika adalah contoh karya…
a. Arsitektur
b. Digital kontemporer
c. Tradisional
d. Visual mitologis
e. Instalasi
Jawaban: b
20. Keberadaan seni dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan bahwa seni…
a. Hanya digunakan seniman
b. Bersifat abstrak dan rumit
c. Tidak dapat diukur
d. Bersifat melekat dan universal
e. Tidak praktis
Jawaban: d
21. Tujuan dari seni murni adalah…
a. Menambah penghasilan
b. Memenuhi kebutuhan industri
c. Keindahan dan kepuasan batin
d. Meningkatkan jumlah produksi
e. Keperluan adat
Jawaban: c
22. Simbol metafora dalam seni rupa tradisional biasanya mewakili…
a. Teknologi
b. Nilai spiritual dan religius
c. Digitalisasi
d. Rekayasa visual
e. Gaya urban
Jawaban: b
23. Desain bangunan modern yang memperhatikan estetika termasuk dalam
fungsi…
a. Sosial
b. Individual
c. Fisik
d. Spiritual
e. Edukatif
Jawaban: c
24. Seni kontemporer sering mengangkat tema…
a. Sejarah kerajaan
b. Nilai-nilai lokal murni
c. Kondisi sosial dan budaya masa kini
d. Ritual tradisi leluhur
e. Motif klasik
Jawaban: c
25. Seni rupa dapat membangkitkan emosi seseorang karena memiliki…
a. Fungsi hiburan
b. Nilai produksi
c. Fungsi estetika dan ekspresi
d. Nilai ekonomi
e. Unsur kelangkaan
Jawaban: c
b. SOAL ESAI
Jaewablah soal berikut dengan tepat dan jelas !
1. Jelaskan mengapa seni rupa dianggap sebagai bagian penting dalam
kehidupan manusia!
Jawaban: Karena seni rupa hadir di hampir semua aspek kehidupan,
membentuk keindahan, ekspresi, dan nilai-nilai budaya yang melekat
dalam keseharian, serta berfungsi secara individual, sosial, dan fisik
2. Bandingkan ciri-ciri seni rupa tradisional, modern, dan kontemporer!
Jawaban:
 Tradisional: simbolis, spiritual, lokal.
 Modern: estetika, eksperimental, menanggalkan tradisi.
 Kontemporer: responsif, bebas media, reflektif terhadap kondisi sosial
kini.

3. Berikan tiga contoh fungsi seni rupa dalam kehidupan dan jelaskan
contohnya!
Jawaban:
 Individual: melukis untuk mengekspresikan emosi.
 Sosial: mural untuk kampanye kesehatan.
 Fisik: desain furnitur yang estetis dan fungsional.

4. Mengapa seni rupa kontemporer sering dianggap membingungkan oleh


masyarakat awam?
Jawaban: Karena mengusung bentuk dan media yang tidak konvensional, serta
mengangkat tema sosial kompleks yang tidak selalu langsung
dipahami.
5. Jelaskan bagaimana seni rupa dapat menjadi sarana edukatif dalam
masyarakat!
Jawaban: Melalui media visual seperti poster, video, atau instalasi, seni rupa
mampu menyampaikan pesan edukatif secara menarik dan menyentuh
secara emosional.

3. KISI-KISI SOAL

No Indikator Soal Bentuk Materi Level Kunci Jawaban


Soal Kognitif
1 Mengidentifikasi PG Definisi dan C1 D
alasan seni rupa fungsi seni
melekat dalam rupa
kehidupan sehari-
hari
2 Menentukan contoh PG Klasifikasi seni C2 D
seni rupa rupa
kontemporer
3 Mengklasifikasikan PG Fungsi seni C2 D
fungsi seni rupa rupa
sebagai ekspresi
perasaan
4 Menjelaskan fokus PG Seni rupa C1 B
utama seni rupa murni vs
murni terapan
5 Mengidentifikasi PG Seni rupa C2 C
seni tradisional tradisional
bernilai simbolik
dan religius
6 Menyebutkan ciri PG Seni rupa C1 C
seni rupa modern modern
7 Mengidentifikasi PG Seni rupa C1 E
karya seni rupa tradisional
tradisional daerah
8 Menjelaskan fungsi PG Fungsi sosial C2 D
sosial seni rupa seni
dalam masyarakatl
9 Menentukan contoh PG Fungsi fisik C3 D
yang bukan fungsi seni
fisik seni rupa
10 Mengidentifikasi PG Kategori seni C2 C
kategori seni rupa rupa
dari karya pelukis
tertentu
11 Memberikan contoh PG Fungsi seni C2 C
fungsi sosial seni menurut
menurut Feldman Feldman
12 Menjelaskan ciri PG Seni rupa C1 C
khas utama seni rupa kontemporer
kontemporer
13 Mengklasifikasikan PG Seni rupa C2 D
karya video art ke kontemporer
dalam jenis seni rupa
14 Membandingkan PG Perbedaan seni C3 C
konsep antara seni tradisional &
tradisional dan modern
modern
15 Menjelaskan tujuan PG Seni rupa C1 D
utama dari seni rupa terapan
terapan
16 Mengidentifikasi PG Fungsi fisik C2 B
fungsi desain seni
ornamen pakaian
17 Menjelaskan seni PG Fungsi sosial C3 C
rupa sebagai media seni
untuk fenomena
sosial
18 Menentukan fungsi PG Mengetahui C2 C
seni rupa dalam sejarah seni
menyampaikan rupa modern
sejarah
19 Mengidentifikasi PG Seni rupa C2 B
karya seni digital kontemporer
yang bernilai digital
estetika
20 Menjelaskan sifat PG Definisi dan C2 D
seni dalam makna seni
kehidupan
21 Menjelaskan tujuan PG Seni rupa C1 C
seni rupa murni murni
22 Menjelaskan makna PG Simbolisme C2 B
simbol dalam seni dalam seni
rupa tradisional tradisional
23 Mengklasifikasikan PG Fungsi fisik C2 C
fungsi desain seni
bangunan modern
24 Menyebutkan tema PG Tema seni C2 C
umum dalam seni kontemporer
kontemporer
25 Menjelaskan PG Fungsi estetika C2 C
mengapa seni bisa dan ekspresi
membangkitkan seni
emosi
1 Menjelaskan peran Esai Fungsi seni C4 Seni rupa hadir dalam
Esai penting seni rupa rupa berbagai aspek kehidupan:
dalam kehidupan ekspresi, budaya,
manusia keindahan, sosial, fisik.
2 Membandingkan ciri Esai Klasifikasi seni C4 Tradisional: simbolik.
Esai seni tradisional, rupa Modern: eksperimental.
modern, dan Kontemporer: bebas,
kontemporer reflektif.
3 Memberikan tiga Esai Fungsi seni C3 Individual (ekspresi), sosial
Esai fungsi seni rupa dan rupa (kampanye), fisik
contohnya (furnitur).
4 Menjelaskan alasan Esai Seni rupa C4 Karena bentuk tidak
Esai seni rupa kontemporer konvensional, tema sosial
kontemporer kompleks, dan penggunaan
membingungkan media yang baru.
5 Menjelaskan seni Esai Fungsi edukatif C1 Melalui media visual:
Esai rupa sebagai sarana seni poster, video, mural yang
edukatif dalam menyampaikan pesan
masyarakat sosial/kesehatan/pendidikan
secara emosional dan
mudah dipahami.

4. Rumus Penilaian
a. Rumus Skor Total
Skor Total=Skor PG+Skor Esai
b. Rumus Nilai Akhir
Skor Total
Nilai Akhi ¿ x 100
50

Keterangan Rumus :
 Soal PG benar × 1
 Skor Esai: Jumlah poin dari esai (tiap soal esai maksimal 5 poin)
 Skor Maksimum Total: 25 (PG) + 25 (Esai) = 50
 Nilai Akhir: Dikalkulasi ke skala 100

Contoh Perhitungan Nilai:

Misal siswa menjawab:

 20 soal PG benar (20 x 1 = 20)


 4 soal esai dijawab baik (total skor 17 dari 25 )

Total Skor Diperoleh=20+17=3


Nilai Akhir= 37 / 50 × 100=74

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM):

 KKM = 75
 Jika nilai akhir ≥ 75 → Tuntas
 Jika nilai akhir < 75 → Belum Tuntas

Anda mungkin juga menyukai