PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QURAN
DENGAN PENGGUNAAN APLIKASI THINK QUR’AN PADA
PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 1 IX KOTO SUNGAI
LASI
Penelitian Tindakan Kelas
Disusun Oleh
Riko Oktaviardi
Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Prodi Pendidikan Profesi Guru
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) IB PADANG
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
1446 H/ 2024 M
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah swt. yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
Proposal penelitian tindakan kelas yang berjudul “Peningkatan Kemampuan
Membaca Al-Quran Dengan Penggunaan Aplikasi Think Qur’an Pada
Peserta Didik kelas VII SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi” merupakan salah
satu langkah yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMP
Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi.
Di zaman digital seperti sekarang, teknologi telah menjadi bagian penting
dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam sektor pendidikan. Penggunaan
teknologi sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran diharapkan dapat
memberikan efek positif, terutama dalam meningkatkan kemampuan membaca al-
Quran di kalangan siswa. Kami yakin bahwa dengan memanfaatkan teknologi
yang tersedia, proses belajar mengajar bisa menjadi lebih efektif, menyenangkan,
dan lebih mudah diakses oleh para peserta didik.
Proposal ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi
seperti Aplikasi Think Al-Qur’an dalam mendukung proses pembelajaran al-Qur'an dan
menentukan strategi yang tepat untuk implementasinya di SMP Negeri 1 IX Koto
Sungai Lasi. Penelitian ini diharapkan dapat menemukan metode yang inovatif dan
efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca al-Qur'an di antara siswa, sehingga
mereka dapat lebih memahami dan menerapkan ajaran-ajaran al-Qur'an dalam kehidupan
sehari-hari.
Kami menyadari bahwa penyusunan proposal ini tidak mungkin terwujud tanpa
bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, saran, dan
masukan yang sangat berarti. Kami berharap proposal ini dapat memberikan kontribusi
yang signifikan bagi dunia pendidikan, terutama dalam pengembangan metode
pembelajaran al-Qur'an di SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi. Akhir kata, semoga
penelitian ini dapat berlangsung dengan baik dan menghasilkan temuan yang bermanfaat
untuk kemajuan pendidikan di masa depan.
Sungai Lasi, 09 Desember 2024
Penyusun
Riko Oktaviardi
ii
Daftar isi
Cover
KATA PENGANTAR ……………………………………. i
DAFTAR ISI ....................................................................... iii
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah ................................................................... 1
B. Pembatasan dan rumusan masalah ................................................... 5
C. Tujuan penelitian .............................................................................. 6
D. Mamfaat penelitian ........................................................................... 6
BAB II KERANGKA TEORI
A. Landasan teori ................................................................................... 8
B. Penelitian terdahulu ........................................................................... 36
C. Hipotesis penelitian .......................................................................... 39
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis dan sumber data penelitian ............................................................ 41
B. Variabel penelitian ................................................................................ 44
C. Populasi dan sampel ............................................................................. 45
D. Teknik analisis dan Pengujian hipotesis ............................................. 46
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum SMP Negeri 1 IX Koto Sungai lasi.....................................49
B. Pelaksanaan Penelitian ......................................................................... 53
C. Penyajian Hasil Penelitian .................................................................... 54
D. Pembahasan Hasil Penelitian................................................................ 69
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan........................................................................................... 74
B. Saran ..................................................................................................... 74
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
iii
1
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Secara umum pendidikan terdiri dari pendidikan formal,
pendidikan informal, dan pendidikan nonformal. Pendidikan formal adalah
pendidikan yang diatur dan dikelola oleh pemerintah, seperti yang terdapat
di sekolah- sekolah. Proses pendidikan di sekolah melibatkan berbagai
elemen penting, termasuk guru sebagai pendidik, siswa sebagai peserta
didik, materi pelajaran, fasilitas, dan lingkungan belajar. Pembelajaran di
sekolah tidak hanya dilakukan untuk kesenangan semata, tetapi juga
memiliki misi atau tujuan tertentu. Semua fasilitas, dana, dan sumber daya
digunakan untuk mencapai tujuan atau misi tersebut.1
Menyampaikan materi pembelajaran agar dapat diterima dengan
baik dan menarik bagi peserta didik, tidak hanya bergantung pada indera
pendengaran atau metode ceramah saja, tetapi juga memanfaatkan alat
peraga yang dapat dilihat oleh indera penglihatan. Penggunaan media
pembelajaran berupa alat bantu yang praktis dan tersedia di kelas dapat
membantu mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.2
Salah satu pembelajaran yang ada di sekolah ialah Pendidikan
Agama Islam. Dalam materi Pendidikan Agama Islam terdapat materi
1
Slameto, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2001), h. 1
2
Nanang, Media Pembelajaran, (Bandung: UPI, 2008), h. 1
1
2
Tetang membaca al-Quran, Peserta didik harus memiliki kemampuan
membaca al-Quran dengan baik dan benar agar tujuan Pendidikan Agama
Islam di sekolah dapat tercapai. Membaca al-Quran adalah ibadah yang
sangat bernilai di hadapan Allah Swt., terutama jika disertai dengan
pemahaman makna dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Mendidik
anak untuk membaca al-Quran dengan benar merupakan tanggung jawab
utama bagi orang tua.3
Selain menjadi tanggung jawab utama orang tua, pengajaran
kemampuan membaca al-Quran juga perlu dilakukan oleh lembaga
pendidikan untuk peserta didik yang beragama Islam. Ini adalah langkah
penting untuk mencapai nilai religius yang diharapkan dan memastikan
tujuan pendidikan dapat tercapai. Pendidikan Agama Islam bertujuan
membentuk keluhuran rohani dan keutamaan jiwa, yang sebaiknya
ditanamkan sejak dini. Oleh karena itu, pengajaran membaca al-Quran
harus dilaksanakan dengan baik, terencana, dan sistematis.
Di era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi saat ini,
teknologi digital, termasuk gadget, telah mempengaruhi hampir seluruh
aspek kehidupan, termasuk sektor pendidikan.
3
Nur hamidah “ Upaya Peningkatan Kemampuan Membaca al-Quran dengan Metode
Iqro’pada Peserta Didik Kelas 3 SD Negeri Kebumen 1 Kecamatan Banyubiru Tahun
[Link]. (Salatiga: Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, 2011), h. 2
3
dalam pendidikan karakter dan spiritual di Indonesia. Namun, tantangan
dalam mengajarkan membaca al-Quran sering kali mencakup metode
pembelajaran yang kurang menarik dan efektif, serta keterbatasan akses ke
sumber belajar yang memadai
Berdasarkan pengamatan selama proses pembelajaran di SMP Negeri 1 IX
Koto Sungai Lasi, ditemukan bahwa sejumlah siswa masih menghadapi
tantangan dalam membaca al-Quran secara baik dan benar. Kesulitan ini
disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya minat siswa
terhadap pembelajaran, metode pengajaran yang kurang menarik, serta
keterbatasan alat bantu belajar yang digunakan bagi guru.
Pembelajaran membaca al-Quran yang masih menggunakan
metode tradisional dengan buku dan materi cetak sering kali dianggap
kurang menarik bagi siswa yang lebih terbiasa dengan teknologi dan
perangkat digital. Sebagai hasilnya, keterlibatan siswa dalam proses
pembelajaran membaca al-Quran sering kali menurun, dan hasil yang
diperoleh tidak memenuhi target yang diharapkan.
Penelitian terdahulu mengungkapkan bahwa pemanfaatan
teknologi, termasuk aplikasi ponsel dan e-learning, berpotensi
meningkatkan motivasi serta hasil belajar siswa di berbagai mata
[Link] contoh, Ahmed dan Ali menemukan bahwa penerapan
aplikasi mobile dalam pembelajaran al-Quran mampu secara signifikan
memperbaiki keterampilan membaca siswa
4
dibandingkan dengan metode tradisional.4 Studi lain oleh Bakar dan
Rahman mengungkapkan bahwa penerapan teknologi dalam pendidikan
agama Islam dapat memperbaiki hasil belajar serta meningkatkan
keterlibatan siswa. Teknologi memungkinkan penyampaian materi secara
lebih interaktif dan menarik, serta menyediakan akses yang lebih luas ke
sumber belajar digital yang mendukung proses pembelajaran.5
Dalam era teknologi saat ini, teknologi seperti smartphone dan
tablet telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari siswa.
Memanfaatkan teknologi seperti think Qur’an dalam pembelajaran al-
Quran dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan minat dan
keterampilan membaca al-Quran siswa. Penerapan gadget di SMP Negeri
1 IX Koto Sungai Lasi berpotensi mengatasi berbagai kendala yang ada
pada metode konvensional. Dengan aplikasi dan perangkat digital, siswa
dapat mempelajari al-Quran dengan cara yang lebih interaktif dan menarik.
Gadget menawarkan umpan balik yang cepat, materi pembelajaran yang
beragam, serta fitur-fitur yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar
masing-masing siswa..
Walaupun terdapat potensi manfaat, penerapan think Qur’an dalam
pembelajaran membaca al-Quran memerlukan penelitian lebih lanjut untuk
4
Ahmed, N., & Ali, M. (2020). The Effectiveness of Mobile Learning Applications in
Enhancing Quran Reading Skills Among Primary School Students. International Journal of
Educational Technology, 15(2), h. 89-102
5
Bakar, M., & Rahman, S. (2019). Impact of Technology Integration on Learning
Outcomes in Islamic Education. Journal of Islamic Studies and Education, 11(1), h. 55-70.
5
memastikan mamfaatnya dan memahami tantangan yang mungkin
dihadapi. Beberapa penelitian telah mengindikasikan bahwa teknologi
dapat memperbaiki keterampilan membaca al-Quran, namun penelitian
yang khusus meneliti dampak penggunaan gadget dalam konteks sekolah
menengah pertama di Indonesia masih belum banyak. Berdasarkan latar
belakang ini, peneliti berminat untuk melakukan penelitian dengan judul
“Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Quran Dengan Penggunaan
Aplikasi Think Qur’an Pada Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 1
IX Koto Sungai Lasi” Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
wawasan lebih mendalam tentang bagaimana teknologi dapat
dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran al-Quran serta
mengidentifikasi strategi efektif untuk penerapannya di sekolah.
B. Pembatasan dan Rumusan Masalah
1. Pembatasan Masalah
a. Banyak ditemukan peserta didik yang mengalami kesulitan dalam
membaca al-Quran dengan baik dan benar
b. Rendahnya minat belajar peserta peserta didik karena metode
pembelajaran yang kurang menarik dan keterbatasan dalam penggunaan
media pembelajaran oleh guru.
c. Pembelajaran membaca al-Quran yang masih menggunakan metode
tradisional dengan buku dan materi cetak sering kali dianggap kurang
menarik, terutama bagi siswa yang sudah terbiasa dengan teknologi dan
gadget
6
2. Rumusan Masalah
Dari uraian pembatasan masalah, maka peneliti akan memfokuskan
perumusan masalah pada:
1. Bagaimana aktivitas peserta didik terhadap penggunaan Aplikasi
Think Qur’an dalam membaca al-Quran di kelas VII.1 SMP Negeri
1 IX koto Sungai Lasi?
2. Apakah penggunaan aplikasi Think Qur’an dapat meningkatkan
kemampuan membaca al-Quran peserta didik kelas VII.I SMP
Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian ini
yaitu sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui kegiatan peserta didik terhadap penggunaan
Aplikasi Think Qur’an dalam membaca al-Quran di kelas VII.1 SMP
Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi
2. Untuk mengetahui penggunaan aplikasi Think Qur’an dapat
meningkatkan kemampuan membaca al-Quran peserta didik kelas
VII.1 SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini berdasarkan kepada rumusan dan tujuan
masalah dalam penelitian ini yakni :
1. Meningkatkan pemahaman penulis serta menyediakan wawasan bagi
pembaca mengenai dampak Aplikasi Think Al-Quran terhadap kemampuan
siswa dalam membaca al- Quran dengan baik dan benar.
2. Sebagai sumber informasi dan referensi untuk orang tua dan guru dalam
memberikan perhatian yang lebih pada proses membaca al-Quran oleh
peserta didik..
7
3. Menambah koleksi perpustakaan Lentera Ilmu SMP Negeri 1 IX Koto
Sungai Lasi yang disediakan sebagai bahan bacaan dan refrensi bagi
penelitian lainnya.
8
8
BAB II
KERANGKA TEORI
A. Landasan Teori
1. Konsep belajar
Belajar merupakan proses perubahan perilaku yang dihasilkan dari
pengalaman dan latihan, dimana tujuannya adalah untuk mengubah
berbagai aspek tingkah laku, termasuk pengetahuan, keterampilan, dan
sikap, serta mencakup seluruh aspek kepribadian individu. Pada
dasarnya, belajar adalah usaha dan proses perubahan yang dialami
individu sebagai akibat dari interaksi dan pengalaman dengan
lingkungan sekitarnya.1
Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa belajar
adalah proses mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang
menghasilkan perubahan perilaku dan kemampuan bereaksi yang
bersifat relatif tetap, akibat dari interaksi individu dengan
lingkungannya. Dalam pengertian yang lebih luas, belajar adalah
proses yang memungkinkan terjadinya pembentukan atau perubahan
perilaku baru yang bukan disebabkan oleh kematangan atau faktor
sementara, melainkan sebagai hasil dari pengembangan respons
utama.2
Belajar adalah aktivitas, baik yang bersifat fisik maupun mental,
yang mengakibatkan perubahan perilaku baru pada individu yang
belajar, dalam bentuk kemampuan yang relatif stabil dan bukan
1
Khadijah, Belajar dan Pembelajaran, (Bandung: Citapustaka Media, 2013), h. 18
2
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional, (Jakarta: BP Panca Usaha, 2003), h. 4.
9
disebabkan oleh kematangan atau faktor sementara. Perubahan
kemampuan yang timbul akibat kematangan, pertumbuhan, atau
perkembangan, seperti kemampuan anak untuk berdiri dari posisi
duduk atau perubahan fisik akibat kecelakaan, tidak dapat dianggap
sebagai hasil dari proses belajar meskipun perubahan tersebut
berlangsung lama dan stabil. Beberapa ahli menjelaskan konsep dasar
belajar sebagai berikut:
a. Belajar menurut B.F .Skiner
Menurut Skinner, proses belajar terjadi melalui penciptaan
kondisi yang mendukung dengan menggunakan penguatan
(reinforcement), sehingga individu menjadi lebih termotivasi dan aktif
dalam belajar berkat adanya ganjaran (punishment) dan pujian
(rewards) yang diberikan oleh guru berdasarkan hasil belajar mereka.
Skinner membedakan dua jenis respons dalam proses ini. Pertama
adalah respondent response, yaitu respons yang muncul sebagai akibat
dari perangsang tertentu yang disebut eliciting stimuli, seperti makanan
yang menyebabkan keluarnya air liur. Biasanya, perangsang ini muncul
sebelum respons. Kedua adalah operan respons, yaitu respons yang
muncul dan berkembang sebagai akibat dari stimulus tertentu yang
disebut sebagai reinforcing stimuli atau reinforce, karena stimulus ini
memperkuat respons yang telah dilakukan oleh organisme. Jadi,
seorang akan menjadi lebih
10
giat belajar apabila mendapat riword sehingga responsnya menjadi
lebih intensif atau kuat.3
b. Belajar menurut Robert M. Gagne
Menurut Gagne, sebagaimana dikutip oleh Sagala, belajar
diartikan sebagai perubahan dalam kemampuan manusia yang
terjadi setelah proses pembelajaran yang kontinu, bukan hanya
sebagai hasil dari pertumbuhan alami. Proses belajar terjadi ketika
situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi
individu sedemikian rupa sehingga perilakunya mengalami
perubahan dari kondisi sebelum dan setelah mengalami situasi
tersebut.4 Pandangan Gagne di atas menekankan bahwa belajar
melibatkan stimulus yang berinteraksi dengan isi ingatan, yang
secara bersamaan mempengaruhi perubahan perilaku dari waktu ke
waktu. Dengan demikian, proses belajar dipengaruhi oleh dua
faktor utama: faktor internal, yaitu isi ingatan, dan faktor eksternal,
yaitu stimulus yang berasal dari lingkungan luar individu yang
sedang belajar.
c. Belajar menurut Jean Piaget
Piaget adalah seorang psikolog yang berfokus pada studi
tentang cara berpikir anak-anak, karena ia percaya bahwa
pemahaman tentang cara berpikir mereka dapat menjawab
pertanyaan-pertanyaan epistemologi. Menurut piaget berpendapat
bahwa ada dua proses yang terjadi dalam pekembangan
3
Dadang Sukirman Microteaching, (Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Departemen Agama Republik Indonesia, 2009), h. 1
4
Noehi Nasution, dkk, Materi Pokok Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Direktorat Jenderal
Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Dep. Agama dan Universitas Terbuka, 1991), h. 4
11
kognitif anak, yakni proses assimilations dan accommodation.5
Proses assimilations, adalah proses di mana individu
mengintegrasikan informasi baru ke dalam skema atau pengetahuan
yang sudah ada dan membuat penyesuaian jika diperlukan.
Sebaliknya, accommodation melibatkan penataan ulang atau
modifikasi pengetahuan yang telah ada agar informasi baru dapat
disesuaikan dengan lebih efektif. Piaget mengembangkan teori
kognitif ini dalam kerangka teori keseimbangan yang dikenal
sebagai akomodasi. Teori tersebut menjelaskan bahwa struktur
kognitif akan berubah ketika individu menghadapi informasi baru
yang tidak dapat diintegrasikan ke dalam skema yang sudah ada.
Akomodasi, menurut Piaget, adalah hasil dari interaksi dengan
lingkungan dan pengalaman yang tidak sesuai dengan pengetahuan
dan pemikiran yang sudah ada..6
d. Belajar menurut Carl R. Rogers
Rogers menekankan pentingnya pendekatan pengajaran
dibandingkan dengan fokus pada peserta didik dalam praktik
pendidikan yang sering ditandai oleh peran dominan guru dan
metode hafalan dari peserta didik. Menurutnya, prinsip-prinsip
pendidikan dan pembelajaran harus memperhatikan hal-hal
berikut:
(1) manusia memiliki
5
Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), h. 271
6
Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran untuk Membantu Memecahkan
Problematika Belajar dan Mengajar, (Bandung: Alfabeta, 2010), h. 14
12
kekuatan alami untuk belajar, sehingga peserta didik tidak perlu
mempelajari hal-hal yang tidak relevan, (2) peserta didik cenderung
mempelajari hal-hal yang memiliki makna bagi mereka, (3)
organisasi bahan ajar harus dilakukan dengan cara yang membuat
materi dan ide baru menjadi bagian yang berarti bagi peserta didik,
(4) dalam masyarakat modern, belajar yang bermakna melibatkan
memahami proses pembelajaran, keterbukaan terhadap
pengalaman, dan kolaborasi serta perubahan diri secara
berkelanjutan, (5) pembelajaran yang optimal terjadi ketika siswa
terlibat secara aktif dan bertanggung jawab dalam proses
pembelajaran, (6) pembelajaran melalui pengalaman terjadi ketika
peserta didik melakukan evaluasi diri, dan (7) pengalaman belajar
memerlukan keterlibatan penuh dan kesungguhan dari peserta
didik7. Dalam pandangan Rogers, belajar pada dasarnya
berlandaskan pada prinsip kebebasan dan penghargaan terhadap
perbedaan individu dalam pendidikan. Dengan pendekatan ini,
peserta didik akan lebih memahami diri mereka sendiri, menerima
diri mereka apa adanya, dan akhirnya merasa bebas untuk membuat
pilihan dan bertindak sesuai dengan individualitas mereka dengan
penuh tanggung jawab Rogers di atas pada dasarnya bertumpu pada
prinsip kebebasan dan perbedaan individu dalam pendidikan.
e. Belajar menurut Pandangan Benjamin S. Bloom
Penelitian yang dilakukan oleh Bloom dalam mengamati
kecerdasan anak pada rentang waktu tertentu menemukan bahwa
pengukuran
13
7
Ibid, h. 14
14
kecerdasan anak pada usia 15 tahun merupakan hasil
pengembangan anak usia dini. Bloom mengembangkan taksonomi
tujuan pendidikan dengan menyusun pengalaman dan pertanyaan
dalam urutan bertingkat, mulai dari pengingat (recall) hingga
penerapan. Ia percaya bahwa anak-anak dapat menguasai tugas-
tugas yang diberikan di sekolah, namun ia juga mengakui bahwa
beberapa anak mungkin memerlukan waktu tambahan dan
bimbingan lebih intensif dibandingkan dengan teman sebayanya.8
f. Belajar menurut Jerume S. Bruner
Bruner berpendapat bahwa belajar melibatkan
pengembangan kategori-kategori yang saling terhubung sehingga
setiap individu membentuk model unik tentang dunia dan sistem
pengkodean (coding) mereka sendiri. Berdasarkan model ini,
proses belajar terjadi melalui perubahan model yang ada, yaitu
dengan mengubah kategori yang sudah ada, menghubungkan
kategori- kategori dengan cara yang baru, atau menambahkan
kategori- kategori baru.9
Berdasarkan uraian tentang belajar menurut para ahli pendidikan
dan psikologi di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah aktivitas
psikologis dan fisik yang mengarah pada perubahan yang relatif
8
Ibid, h. 25
9
Ibid, h. 29
15
bersifat stabil dalam pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Meskipun
semua ahli sepakat bahwa inti dari belajar adalah perubahan perilaku,
mereka menawarkan berbagai pendekatan untuk mencapai perubahan
tersebut. Setiap teori belajar memiliki karakteristiknya sendiri, sesuai
dengan perspektif masing-masing ahli.10 Oleh karena itu, para ahli
psikologi mengklasifikasikan perbuatan belajar ke dalam berbagai
jenis berdasarkan karakteristik masing-masing.
2. Konsep al-Quran
a. Pengertian al-Quran
Menurut bahasa, kata al-Quran memiliki berbagai makna,
salah satunya adalah bacaan atau sesuatu yang harus dibaca dan
dipelajari. Namun, para ulama memiliki pendapat berbeda dalam
mendefinisikan al-Quran. Ada yang berpendapat bahwa al-Quran
adalah kalam Allah yang bersifat mukjizat, yang diturunkan kepada
Nabi Muhammad SAW melalui perantara Jibril, dengan lafaz dan
maknanya berasal dari Allah SWT, dan ditransmisikan secara
mutawatir. Membacanya dianggap sebagai ibadah, dimulai dengan
surah al-Fatihah dan diakhiri dengan surah an-Nas.11 Ada
pandangan yang menyatakan bahwa al-Quran adalah kalamullah
yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril
sebagai mukjizat dan berfungsi sebagai petunjuk (hidayah) bagi
umat manusia.12 Berdasarkan beberapa definisi yang telah
disebutkan, unsur-unsur utama
10
Ibid, h. 33
11
Aminudin, Pendidikan Agama Islam untuk Perguruan Tinggi Umum, (Bogor: Ghalia
Indonesia, 2005), h. 45
12
M. Quraish Shihab, Sejarah dan Ulum Al-Quran, (Jakarta: Pusataka Firdaus, 2008), h. 13
16
yang melekat pada Al-Qur’an ialah 1) Kalamullah, 2) Diturunkan
kepada Nabi Muhammad, 3) Melalui Malaikat Jibril, 4) Berbahasa
Arab, 5) Menjadi mukjizat Nabi Muhammad, 6) Berfungsi sebagai
petunjuk dan pembimbing bagi manusia.13
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa al-Qur'an
adalah wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi
Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril dengan menggunakan
bahasa Arab. Al-Qur'an merupakan mukjizat Nabi Muhammad
SAW yang diturunkan secara mutawatir, dan berfungsi sebagai
petunjuk serta pedoman hidup bagi setiap umat Islam di seluruh
dunia.
b. Fungsi al-Quran
1) Al-Quran berfungsi sebagai bukti kebenaran Nabi Muhammad SAW,
dengan tantangan yang diberikan secara bertahap:1) Menantang
siapa pun yang meragukannya untuk membuat sebuah al-Quran
secara keseluruhan,2) Menantang mereka untuk menyusun
sepuluh surat semacam al-Quran, 3) menantang mereka untuk
membuat satu surah yang mirip dengan al-Quran, 4) Menantang
mereka untuk menciptakan sesuatu yang serupa atau mendekati
kesamaan dengan satu surah dari al-Quran.
2) Menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia. Petunjuk
dimaksud adalah petunjuk agama yang biasa disebut dengan
syariat.
13
Kementrian Agama RI, Al-Quran dan Tafsirnya, ((Jakarta: Pusataka Firdaus, 2009), h. 7
17
3) Al-Quran merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW yang
membuktikan keNabian dan kerasulannya, serta menunjukkan bahwa
al-Quran adalah ciptaan Allah dan bukan hasil karya Nabi.
4) Al-Quran berfungsi sebagai petunjuk hidup yang diturunkan oleh
Allah kepada Nabi Muhammad tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga
untuk dipahami, diterapkan, dan dijadikan sebagai sumber hidayah
serta panduan bagi umat manusia dalam meraih kebahagiaan di dunia
dan akhirat. Karena itu, kita dianjurkan untuk menjaga dan
memelihara al-Quran dengan baik.14
c. Sejarah turunnya al-Quran
Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad
di Gua Hira pada malam Hisnain, yang bertepatan dengan tanggal
17 Ramadan tahun ke-40 dari kelahiran Nabi Muhammad SAW,
yaitu 6 Agustus 610 M. Sesuai dengan kemuliaan dan kebesaran al-
Quran, Allah menjadikan malam turunnya al-Quran tersebut
sebagai malam "Lailatul Qadar," malam yang penuh kemuliaan..
Al-Quran terdiri dari 30 juz dan 114 surat, dengan susunan
yang ditentukan langsung oleh Allah SWT. Penetapan susunan ini
dilakukan dengan cara tawqifi, yaitu berdasarkan wahyu, bukan
melalui metode penyusunan seperti dalam buku [Link] ilmiah
yang membahas satu masalah selalu menggunakan satu metode
tertentu, metode ini tidak terdapat dalam
14
M. Quraish Shihab, op. cit, h. 36
18
al-Quran Al Karim, yang didalamnya banyak persoalan mendasar
silih berganti diterangkan15
Para ulama ulumul Quran umumnya membagi sejarah
turunnya al-Quran menjadi dua periode: periode sebelum hijrah
dan periode sesudah hijrah. Ayat-ayat yang turun sebelum hijrah
dikenal sebagai ayat-ayat Makkiyah, sementara ayat-ayat yang
turun setelah hijrah disebut ayat-ayat Madaniyah. Namun, dalam
pembagian ini, kita akan memisahkan sejarah turunnya al-Quran
menjadi tiga periode. Periode pertama dan kedua mencakup ayat-
ayat Makkiyah, sementara periode ketiga meliputi ayat-ayat
Madaniyah.
d. Tujuan pokok diturunkan al-Quran
Sebagaimana diketahui, al-Quran merupakan sumber
utama dan pertama ajaran agama Islam. Berbeda dengan kitab suci
agama lain, al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad
tidak hanya mencakup pokok-pokok agama, tetapi juga berisi
segala hal yang diperlukan untuk kehidupan manusia. Al-Quran
mencakup nilai-nilai moral, norma-norma hukum yang mengatur
hubungan dengan Allah, serta pedoman untuk interaksi manusia
dengan sesama makhluk dan masyarakat.
15
Ibid, h. 36
19
Al-Quran adalah kitab petunjuk, seperti yang kita pelajari
dari sejarah penurunannya. Al-Quran memiliki tiga tujuan pokok,
yaitu:
1) Petunjuk Aqidah dan Kepercayaan: Al-Quran memberikan petunjuk
tentang keimanan yang harus dianut, termasuk keyakinan akan
keesaan Tuhan dan kepastian adanya hari pembalasan.
2) Petunjuk Akhlak: Al-Quran menerangkan norma-norma keagamaan
dan susila yang harus diikuti oleh manusia dalam kehidupan, baik
secara individu maupun kolektif, untuk membentuk akhlak yang
murni..
3) Petunjuk Syariat dan Hukum: Al-Quran menguraikan dasar-dasar
hukum yang harus diikuti dalam hubungan dengan Tuhan dan sesama
manusia. Dengan kata lain, al-Quran adalah petunjuk bagi seluruh
umat manusia menuju kebajikan yang harus ditempuh untuk
mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.16
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa al-Quran
mengandung petunjuk yang jelas bagi umat manusia untuk
mencapai kebajikan. Al-Quran menunjukkan jalan yang harus
ditempuh bagi mereka yang menginginkan kebahagiaan dan
menghindari kejahatan, agar tidak terjerumus ke dalam
kesengsaraan.
16
Ibid, h. 40
20
3. Tata cara membaca al-Quran
Al-Quran merupakan pedoman utama bagi setiap umat Muslim,
dan setiap Muslim dianjurkan untuk tidak hanya membacanya tetapi
juga memahami kandungannya. Oleh karena itu, penting bagi kita
untuk mempelajari al-Quran, baik dalam hal membaca, menulis,
maupun memahami isi dari ayat-ayatnya. Bagi orang yang beriman,
kecintaannya terhadap al-Quran akan semakin mendalam. Sebagai
wujud cinta tersebut, mereka akan semakin bersemangat untuk
membacanya secara rutin, mempelajari makna dan isinya, serta
mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini termasuk
menerapkan ajaran al-Quran dalam hubungan dengan Allah SWT dan
interaksi dengan lingkungan sekitar.17 Allah swt berfirman:
Artinya : Dan kami turunkan al-Quran suatu yang menjadi obat dan
rahmat bagi orang beriman dan tidak menambah kepada orang zalim
kecuali kerugian
(Q.S al- Isra ayat 82)18
Dalam sebuah riwayat pernah dikatakan bahwa pada suatu hari,
seseorang datang menghadap Ibnu Mas’ud r.a dan menceritakan
permasalahan nya. “Wahai Ibnu Mas’ud, berilah nasihat yang dapat
aku jadikan obat bagi jiwaku yang sedang gelisah,” keluhnya.
17
Amrullah, Ilmu Al-Quran untuk Pemula, (Jakarta Barat: CV Artha Rivera, 2008), h. 66
18
Al Ihsan, Al-Quran; Tafsir Perkata, (Bandung: Cordoba, 2021), h. 290
21
Ibu Mas’ud menjawab, “Kalau penyakit itu yang menimpamu, bawalah
hatimu mengunjungi tiga tempat, yaitu tempat orang-orang membaca
al- Quran, bacalah al-Quran, atau dengarlah baik-baik orang yang
membaca al-Quran19
Dari keterangan di atas, dapat dipahami bahwa al-Quran adalah
sumber utama ajaran Islam dan merupakan kebutuhan penting bagi
setiap umat Muslim. Al-Quran mengandung banyak ilmu dan pelajaran
berharga yang dapat diambil. Oleh karena itu, seluruh umat Islam di
dunia dianjurkan untuk membaca dan mempelajari al-Quran secara
mendalam.
Membaca al-Quran memerlukan adab-adab tertentu agar bacaan
diterima dan mendatangkan pahala. Adab-adab tersebut meliputi:1)
Ikhlas kepada Allah: Membaca al-Quran dengan niat mencari ridha
Allah dan pahala-Nya. 2 Suci dari Hadats: Memastikan diri dalam
keadaan suci dari hadats besar maupun kecil. 3) Menjaga Tangan dan
Mata: Menghindari aktivitas yang tidak bermanfaat dan menjaga mata
dari memalingkan diri tanpa alasan yang diperlukan 4 Bersiwak:
Menggosok gigi dan membersihkan mulut sebelum membaca, sebagai
bentuk kesopanan dalam membaca al-Quran.5) Menghadap Kiblat:
Disarankan untuk menghadap kiblat saat membaca al-Quran, karena ini
adalah arah yang mulia.6) Berlindung kepada Allah: Membaca
ta’awwudz sebelum mulai membaca.7) Membaca
bismillahirrahmanirrahim jika memulai dari awal surat. 8) Membaca
dengan Tartil
19
Habsi Ash Shiddieqy, Tafsir Al Bayan, (Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2002), h. 766
22
dalam membaca ialah tadabbur (memahami) dan tadabbur tidak akan
tercapai jika dengan tergesa-gesa. 9) Menggunakan kemampuan
berpikir dan pemahamannya untuk memahami arti dari bacaan Al-
Qur'an yang sedang dibacanya.10) Berdoa dan mencari perlindungan:
Memohon kepada Allah saat membaca ayat-ayat yang penuh rahmat,
berlindung dari azab saat membaca ayat-ayat yang memperingatkan,
bertasbih saat membaca ayat-ayat pujian, dan bersujud saat
diperintahkan untuk melakukannya. 11) Memperhatikan Hak Huruf:
Mengucapkan setiap huruf dengan jelas dan tepat, karena setiap huruf
mendatangkan sepuluh kebaikan.12) Kekhusyukan: Membaca dengan
penuh kekhusyukan, ketenangan, dan rasa kedamaian. 13) ) Membaca
sesuai kaidah tajwid. 14) Tidak memberikan komentar pada bacaan Al-
Qur'an dengan kata-kata sendiri, seperti ucapan “Allah, Allah,” “ulang-
ulang,” atau yang sejenisnya. Yang seharusnya dilakukan oleh
pendengar Al-Qur'an adalah mentadabburi, diam (tenang), dan
mendengarkan dengan khusyuk.15) Tidak memutuskan bacaan dengan
perkataan yang tidak ada faedahnya. 16) Menjaga al-Quran dengan
selalu membacanya serta berusaha agar jangan sampai melupakannya.
Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak melewatkan hari tanpa membaca
sebagian al-Quran agar tidak melupakannya, dan usahakan untuk selalu
dekat dengan mushaf. Lebih baik lagi jika setiap hari membaca
minimal satu juz al-Quran dan mengkhatamkannya setidaknya sekali
dalam sebulan. 17) Sebisa mungkin membacanya dengan
23
suaranya yang paling indah . Wajib untuk mendengar dan diam ketika
seseorang sedang membaca Al-Qur'an. Hormati mushaf dengan tidak
meletakkannya di atas tanah, tidak menempatkan benda-benda di
atasnya, dan tidak melemparkannya kepada orang lain yang ingin
meminjamnya.20
4. Konsep dasar Media Think Qur’an
a. Pengertian Aplikasi Think Qur’an
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah
memberikan kontribusi besar dalam berbagai bidang, termasuk
pendidikan Islam. Salah satu manfaat signifikan adalah kemudahan
akses terhadap sumber belajar interaktif, fleksibel, dan dapat
disesuaikan dengan kebutuhan siswa, keterbatasan media
pembelajaran traditional, dan kebutuhan akan pendekatan yang
lebih personal serta efektif. Think Qur’an adalah perangkat
teknologi berupa aplikasi dalam bentuk website dengan fungsi
khusus, dianggap sebagai inovasi atau barang terbaru. Think
Qur’an merupakan aplikasi yang juga dirancang untuk membantu
siswa membaca, memahami, dan mempelajari Al-Qur’an secara
interaktif. Aplikasi ini memiliki fitur fitur yang mendukung
pembelajaran membaca Alqur’an seperti:
1. Audio Bacaan dengan Tartil
Panduan ini membantu siswa membaca Al-Qur’an
sesuai dengan tajwid dan makhraj yang benar
24
2. Tes tajwid interaktif
Fitur ini memberikan penilaian otomatis atas
kemampuan siswa dalam mengaplikasikan tajwid
selama membaca
3. Pencarian Kontekstual Ayat
Fitur ini mempermudah siswa untuk memahami makna
ayat dan hubungannya dengan konteks tertentu
4. Latihan Mandiri
Aplikasi ini menyediakan modul latihan yang bisa
digunakan kapan saja, serta memberikan fleksibelitas
dalam belajar
Menurut Zainudin dan Mustaffa penggunaan gadget
dengan aplikasi seperti Think Qur’an mampu
menjembatani metode pembelajaran traditional dengan
menyediakan akses yang lebih menarik, mudah, dan
relevan bagi generasi digital.21. Sekarang, gadget sudah
menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, dan hampir
setiap orang memilikinya.
Gadget tidak hanya dimiliki oleh masyarakat perkotaan,
tetapi juga oleh masyarakat pedesaan. Saat ini, hampir setiap
lapisan masyarakat, baik yang tua maupun muda dan dari berbagai
golongan, telah mampu mengoperasikan gadget dengan baik.
20
Abdud Daim Al-Kahil, Metode Mudah Menghafal Al-Quran, (Jakarta: Publishing, 2010) h. 126
21
Zinudin, A.,& Mustaffa,N.(2022). Evaluation of the use of gadgets in islamic religious
education.14(3),121-135
25
teknologi yang satu sekarang. Berbagai kemudahan dan kecangihan
memang diberikan dengan mudah oleh piranti elktronik yang satu
ini, sehingga masyarakat seakan akan mau tidak mau menjadi
ketergantugan dengan alat elektronik ini.
b. Tata cara penerapan Aplikasi Think Qur’an
Aplikasi think Al-Qur’an dapat dipakai oleh siapa saja
untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Saat ini,
aplikasi think Qur’an bisa digunakan oleh mulai dari anak-anak
hingga orang dewasa karena semua orang sudah terbiasa
menggunakan gadget.. Di kalangan orang dewasa, gadget sering
dimanfaatkan untuk komunikasi, mencari informasi, browsing,
menonton video di YouTube, bermain game, dan berbagai aktivitas
lainnya. Pada anak usia dini, pemakaian teknologi biasanya
terbatas dan digunakan terutama sebagai media pembelajaran,
bermain game, serta menonton animasi. Penggunaan gadget juga
bervariasi dalam hal waktu, durasi, dan intensitas, tergantung pada
apakah yang menggunakannya adalah orang dewasa atau anak-
anak.22
Oleh sebab itu sangat penting untuk memnfaatkan fungsi
dari teknologi seperti gadget seperti penggunaan Aplikasi think
Qur’an untuk pembelajaran. Untuk memaksimalkan potensi Think
Qur'an sebagai media pembelajaran, diperlukan tata cara
penggunaan yang sistematis dan terstruktur.
26
Berikut langkah-langkah penggunaannya dalam
pembelajaran membaca Al-Qur'an di sekolah:
1. Persiapan Awal
a) Instalasi Aplikasi
Guru memastikan aplikasi think Qur’an
diunduh dan terinstal pada perangkat siswa.
Aplikasi ini dapat dinduh melalui platform
distribusi resmi seperti google play store atau
Apple App Store.
b) Orientasi Penggunaan
Guru memberikan orientasi awal kepada siswa
tentang fitur fitur yang ada dalam aplikasi,
seperti audio bacaan, latihan tajwid dan tes
kemampuan membaca Al-Qur’an.
c) Pengaturan Akun
Guru dan siswa membuat akun pribadi untuk
melacak progres belajar, termasuk jumlah surah
yang dibaca dan hasil latihan.
c. Kelebihan dan kelemahan Aplikasi Think Qur’an
Aplikasi Think Qur’an memiliki berbagai keuntungan,
terutama jika digunakan untuk meningkatkan kemampuan
membaca alquran siswa. Penggunaan Think Qur’an sebagai media
pembelajaran memiliki kelebihan yang signifikan, namun juga
diiringi beberapa kekurangan yang diperhatikan dalam
penerapannya. Berikut akan diuraikan kelebihan dan kekurangan
aplikasi Think Qur’an, adapun yang menjadi kelebihan aplikasi
27
22
Syahra, Informatika Sosial Peluang dan Tantangan, (Bandung: LIPI, 2006), h. 7
28
tersebut. adalah.23
1) Interaktivitas yang tinggi: Think Qur’an menyediakan fitur
interaktif seperti audio pembacaan dengan tartil, evaluasi
tajwid otomatis dan latihan mandiri. Menurut ahmed dan ali
aplikasi yang memliki fitur interaktif cendrung meningkatkan
motivasi siswa untuk belajar
2) Penilaian otomatis dan real time: think Qur’an mempunyai
fitur penilaian otomastis dalam aplikasi serta memberikan
umpan balik secara real time kepada siswa.
3) Mengembangkan Kemampuan Membaca Al Quran, dan
Pemecahan Masalah: Aplikasi Think Qur’an dapat
menumbuhkan rasa ingin tahu anak, memicu kesadaran akan
kebutuhan untuk belajar secara mandiri tanpa harus dipaksa.
4) Visualisasi dan audio berkualitas
Aplikasi ini menggunakan visualisasi teks Al-Qur’an yang jelas
dan audio bacaan yang sesuai dengan kaidah tajwid.
Selanjutnya beberapa dampak negatif dari penggunaan think Qur’an:
1) Ketergantungan pada Teknologi: Anak mungkin menjadi
kurang fokus saat belajar, karena mereka sering kali terganggu
oleh gadget dan sulit untuk berhenti memikirkannya.
2) Resiko Distraksi: Penggunaan gadget, seringkali terganggu oleh
aplikasi lain seperti menonton YouTube dan game. resiko
distraksi perlu diantisipasi untuk memastikan siswa tetap fokus
23
Hadiwidjodjo, Jurnal; Dampak Positif Penggunaan Gadget Bagi
Anak, [Link]
29
gadget-bagi anak.
30
3) Kecanduan: Anak bisa mengalami ketergantungan pada gadget,
sehingga sulit untuk mengurangi penggunaannya dan
menjadikannya sebagai kebutuhan utama.
4) Gangguan Kesehatan: Penggunaan gadget dapat menyebabkan
masalah kesehatan, seperti gangguan akibat paparan radiasi
dan kerusakan pada kesehatan mata anak
5) Terhambatnya Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini: Proses
kognitif yang mencakup cara anak mempelajari,
memperhatikan, mengamati, membayangkan, memprediksi,
menilai, dan memikirkan lingkungannya bisa terhambat karena
terlalu banyak menggunakan gadget.
6) Penghambatan Kemampuan Berbahasa: Anak yang sering
menggunakan gadget cenderung menjadi lebih pendiam, sering
meniru bahasa yang didengar dari gadget, dan mungkin merasa
enggan berkomunikasi dengan teman atau lingkungan sekitar
mereka.
7) Dapat berpengaruh terhadap perilaku anak usia dini, contoh
anak bermain game yang memiliki unsur kekerasan yang akan
31
mempengaruhi pada perilaku serta karakter yang dapat
menimbulkan tindak kekerasan terhadap teman).24
Berdasarkan uraian mengenai dampak positif dan negatif
dari penggunaan aplikasi think Qur’an, dapat disimpulkan
bahwa aplikasi think Qur’an adalah media yang dapat
mempermudah guru dalam meningkatkan kemampuan
membaca Al-Quran siswa. Namun, manfaat dan kerugian yang
ditimbulkan oleh gadget sangat bergantung pada cara
pemanfaatannya, apakah digunakan untuk tujuan yang
konstruktif atau tidak.
Usaha guru dalam meningkatkan kemampuan membaca al-
Qur'an melalui penggunaan gadget melibatkan pemanfaatan media
think Al-Qur’an dan berbagai metode dalam proses pembelajaran.
Sebagai contoh, saat mengajarkan al-Qur'an dan Hadits, guru dapat
menggunakan aplikasi think Qur’an sebagai salah satu media
pembelajaran untuk mendukung dan memperkaya proses belajar
siswa.
5. Upaya guru dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Quran.
Pembelajaran al-Qur'an sebenarnya bukan hanya tanggung jawab
guru di sekolah, tetapi juga merupakan kewajiban kita sebagai orang
mukmin. Sebagai pengikut kitabullah, al-Qur'an adalah pedoman hidup
kita semua. Agar peserta didik dapat memahami isi al-Qur'an, mereka
harus terlebih dahulu mampu membacanya dengan baik. Dalam
24
Hadiwidjodjo, Jurnal; Dampak Positif Penggunaan Gadget Bagi
Anak, [Link]
gadget-bagi anak.
32
agama Islam melaksanakan pendidikan dan pengajaran al-Quran ialah
amalan ibadah kepada Allah swt. Orang tua yang mengajarkan
anaknya membaca dan menulis al-Qur'an menjalankan salah satu hak
anak, yaitu hak untuk dibimbing agar terhindar dari api neraka. Banyak
sekali perintah dalam ajaran Islam mengenai pendidikan dan
pembelajaran. Salah satu contohnya adalah firman Allah SWT dalam
Al-Qur'an:
Artinya Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan
pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.
Sesungguhnya Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang sesat dari
jalannya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat
petunjuk." ( Surat an Nahl ayat 125)25
Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk menumbuhkan dan
meningkatkan keimanan dengan memberikan pengetahuan,
pemahaman, pengalaman, dan pengamalan ajaran agama Islam kepada
peserta didik. Tujuan ini mencakup pengembangan keimanan dan
ketakwaan, pembentukan sikap kebangsaan dan kewarganegaraan yang
baik, serta mempersiapkan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan
ke jenjang yang lebih tinggi.26
25
Al Ihsan, [Link], h. 281
26
Abdul Majid, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi Konsep dan Implementasi
Kurikulum 2004, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004), h. 130
33
Agar pendidikan agama Islam dapat berjalan dengan baik,
diperlukan guru yang profesional di bidangnya. Guru memiliki peran
yang sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan, dan untuk
mendukung keberhasilan pendidikan, dibutuhkan upaya dan usaha
yang konsisten dari guru untuk memajukan proses pembelajaran.
Upaya guru dalam meningkatkan kualitas peserta didik memiliki
dampak signifikan terhadap mutu pendidikan secara keseluruhan.
Indikator kemajuan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh tingkat
sumber daya manusianya; semakin tinggi kualitas sumber daya
manusia, semakin tinggi pula tingkat pendidikan yang dicapai, dan
sebaliknya. Oleh karena itu, indikator mutu pendidikan sangat
dipengaruhi oleh upaya dan usaha guru. Upaya ini harus terfokus pada
pencapaian hasil dan tujuan. Jika usaha yang dilakukan kurang
maksimal, hasil yang dicapai akan kurang memuaskan dan tidak sesuai
dengan tujuan yang telah ditetapkan. Sebaliknya, usaha yang baik dan
berkualitas akan menghasilkan hasil yang optimal dan sesuai dengan
tujuan yang diinginkan. Oleh karena itu, dengan memiliki upaya dan
usaha yang tinggi, serta disertai dengan kemampuan dan
profesionalisme, seseorang akan secara otomatis terdorong untuk
berpartisipasi aktif dalam memecahkan masalah yang muncul,
menunjukkan kesediaan untuk bekerja, memiliki semangat tinggi
dalam menjalankan tugas, serta memiliki loyalitas dan dedikasi yang
tinggi untuk terus meningkatkan kemampuan individu.
34
Arti guru yang disampaikan oleh para pakar dan ahli pendidikan
diantaranya:
a. Menurut Zakiyah Daradjat, guru merupakan pendidik profesional
yang secara implisit menyerahkan sebagian tanggung jawab yang
umumnya diemban oleh orang tua. Dalam hal ini, guru memegang
peran krusial dalam membimbing dan mendidik siswa, mirip
dengan peran orang tua.27
b. Menurut Athiyah Al-Abrosy: Guru adalah "Spiritual Father" atau
bapak rohani bagi seorang murid. Guru memberi santapan jiwa
melalui ilmu dan mendidik akhlak siswa. Menghormati guru berarti
menghormati masa depan anak-anak kita, karena guru berperan
dalam kehidupan dan perkembangan siswa jika mereka
menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.28
Dapat disimpulkan bahwa upaya guru secara umum mencakup
aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk membimbing, mendidik,
mengajar, dan mentransfer pengetahuan kepada anak didik sesuai
dengan kemampuan dan profesionalisme yang dimiliki. Tujuan dari
upaya tersebut adalah mencapai hasil yang diinginkan dalam proses
pendidikan. Pendidikan tidak hanya dilakukan melalui perkataan, tetapi
juga melalui sikap, tingkah laku, dan tindakan sehari-hari. Oleh karena
itu, pendidikan memerlukan proses yang konsisten dan rutin. Penelitian
ini akan membahas profesionalitas guru dalam konteks meningkatkan
kemampuan membaca al-Qur'an, yang merupakan bagian dari ilmu
keagamaan.
27
Zakiah Daradjat dkk, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Akasara, 1996), h. 77
28
Athiyah Al-Abrosy, Dasar-dasar Pokok Pendidikan Islam, (Jakarta: Bulan Bintang,
1970), h. 137
35
a. Defenisi baca tulis Quran
Membaca pada hakikatnya merupakan proses yang
kompleks dan melibatkan berbagai aspek. Tidak hanya sekadar
melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan banyak hal yaitu
aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif. Sebagai
proses visual membaca merupakan proses menerjemahkan simbol
tulis huruf ke dalam kata- kata lisan. 29 Indra penglihatan berperan
aktif dalam kegiatan membaca, baik yang disengaja maupun tidak
disengaja. Proses ini tidak dapat dihindari dalam kehidupan sehari-
hari dan selalu berkaitan dengan lingkungan sekitar. Fakta
menunjukkan bahwa manusia terus-menerus berhadapan dengan
berbagai bentuk tulisan, seperti slogan di media massa, rambu-
rambu lalu lintas, serta prosedur dalam berbagai kegiatan. Semua
hal ini, secara tidak sadar, memaksa mata untuk melakukan tugas
membaca. Kegiatan visual ini dapat dipahami dengan baik jika
terdapat elemen awal dan akhir yang menandai keseluruhan makna
sesuai dengan konteksnya. Dengan demikian, kegiatan membaca
melibatkan berbagai jenis objek yang abstrak dan bermakna,
sehingga dapat dipahami dan diterapkan dengan baik.
Unsur Unsur pemahaman dalam membaca yang disertai dengan
tindakan sangat erat kaitannya dengan bahasa yang digunakan oleh
kelompok masyarakat tertentu. Dengan demikian, saat seseorang
membaca dengan pemahaman, mereka secara tidak langsung
terlibat dengan bahasa dan budaya masyarakat tersebut. Sebelum
peserta didik dapat
29
Farida Rahim, Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2007),
h. 2
36
membaca (mengucapkan huruf, bunyi, atau lambang bahasa) dalam
al-Quran, terlebih dahulu peserta didiki harus megetahui huruf
yaitu huruf hijaiyah. Kemampuan mengenal huruf dapat
dikembangkan melalui proses melihat dan memperhatikan guru
saat menulis. Sementara itu, latihan membaca dapat dilakukan
dengan membaca kalimat yang dilengkapi dengan gambar atau teks
yang mendukung.
b. Kemampuan untuk memahami serta menghayati al- Quran
Klasifikasi kemampuan dalam konteks ini biasanya terdiri
dari tiga macam, yaitu:
1) Kemampuan kognitif (Cognitive Domain)
Kognitif menurut Daryanto yaitu: Memahami: Kemampuan untuk
menangkap dan memahami makna dari materi yang
[Link]: Kemampuan untuk menerapkan
pengetahuan yang telah dipelajari dalam situasi baru yang
[Link]: Kemampuan untuk merinci materi yang
dipelajari menjadi unsur-unsur agar struktur dan organisasinya
dapat [Link]: Kemampuan untuk menggabungkan
bagian-bagian informasi menjadi suatu kesatuan yang
[Link]: Kemampuan untuk menilai dan menentukan
nilai dari materi yang dipelajari untuk mencapai tujuan tertentu.30
30
Daryanto, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 1999), h. 63
37
2) Kemampuan efektif (Affective Domain).Menurut Daryanto,
kemampuan afektif melibatkan beberapa aspek sebagai berikut:
Menerima (Receiving): Kesediaan untuk memperhatikan dan
menerima informasi atau stimulus dari [Link]
(Responding): Aktif berpartisipasi dan memberikan respons
terhadap informasi atau stimulus yang [Link]
(Valuing): Memberikan penghargaan terhadap benda, gejala,
atau perbuatan tertentu, serta menunjukkan nilai dan sikap
[Link] (Organization): Memadukan nilai-nilai
yang berbeda, menyelesaikan pertentangan, dan membentuk
sistem nilai yang konsisten dan dan internal.31
3) Kemampuan Psikomotorik
Kemampuan psikomotorik adalah kemampuan menyangkut
kegiatan otot dan kegiatan-kegiatan fisik. Jadi
tekanan kemampuan yang menyangkut penguasaan
tubuh dan gerak.32 Berdasarkan penjelasan di atas,
kemampuan-kemampuan tersebut harus dikuasai secara
bertahap. Artinya, kemampuan yang pertama harus dikuasai
terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke kemampuan yang
kedua, dan seterusnya.
c. Tujuh kunci sukses mengajar al-Quran bagi guru
Dalam suasana pembelajaran al-Quran hendaknya seorang Guru menyajikannya
dengan menarik, karena bagaimanapun juga anak didik suatu saat akan mengalami
kebosanan.
31
Ibid, h. 66
32
Ibid, h. 69
38
Ada beberapa upaya mengatasi kejenuhan dan kebosanan anak
didik yaitu:
1) Kuasai pengelolaan kelas dengan baik. Penguasaan kelas yang
baik akan membuat anak siap belajar dan dapat belajar secara
aktif.
2) Wujudkan situasi yang sungguh-sungguh namun santai.
3) Usahakan agar peserta didik senang dan bergembira dalam
belajar dan jangan anak merasa tertekan.
4) Bangun hubungan harmonis di antara guru dan peserta didik.
5) Tanamkan sikap bijaksana dan penuh kewibawaan serta akhlak
yang mulia.
6) Berilah motivasi, baik kepada peserta didik yang
berprestasi maupun siswa yang kurang berprestasi.
7) Tulus ikhlas karena Allah swt serta selalu
memohon bantuannya.33
Kesimpulannya, dalam proses pembelajaran, seorang guru
perlu menguasai lingkungan kelas agar siswa dapat belajar secara
aktif. Selain itu, guru juga harus mampu memotivasi siswa,
misalnya dengan mengajak mereka melakukan gerakan senam atau
aktivitas serupa, sehingga siswa tidak merasa jenuh juga bisa
menggunakan metode-metode lain
33
Susilo Herman, Majalah Al-Falah Mengaji Tak Kenal Henti, (Surabaya: Yayasan Dana
Sosial Al-falah, 2006), h. 33
39
dalam mengajar, contohnya metode picture and picture. Dalam
mengajar al-Quran seorang guru harus ikhlas mengajarkannya
kepada siswanya
B. Penelitian terdahulu
Untuk memberikan dasar yang kuat untuk proposal penelitian ini,
penting untuk mengkaji penelitian-penelitian sebelumnya yang relevan
dengan penerapan teknologi dalam pendidikan, terutama dalam konteks
membaca al-Quran. Berikut adalah beberapa studi terdahulu yang
berkaitan dengan topik ini:
1. Penggunaan aplikasi mobile dalam pembejaran al-Quran
Judul “ The Effectiveness of mobile learning applications in enhancing
Quran reading skills among primary school students”
Penulis : Ahmed , N ,& Ali, M
Tahun 2020
Jurnal : International journal of educational technology
Volume: 15, Issue 2, Halaman 89-102.
Penelitian ini menilai efektivitas aplikasi pembelajaran mobile dalam
meningkatkan keterampilan membaca al-Quran pada siswa sekolah
dasar. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa siswa yang
menggunakan aplikasi mobile mengalami peningkatan kemampuan
membaca al-Quran yang signifikan dibandingkan dengan mereka yang
menggunakan metode pembelajaran tradisional. Penggunaan fitur-fitur
interaktif
40
dalam aplikasi dianggap mempermudah siswa dalam memahami dan
mempraktikkan bacaan al-Quran mereka .
2. Penggunaan teknologi dalam pendidikan agama islam
Judul: “ Impact of Technology Integration on Learning Outcomes in
Islamic Education”
Penulis: Bakar, M., & Rahman, S.
Tahun: 2019
Jurnal: Journal of islamic studies and education
Volume:11, Issue 1, Halaman 55-70.
Penelitian ini mengeksplorasi dampak integrasi teknologi dalam
pendidikan agama Islam, termasuk dalam pembelajaran membaca al-
Quran. Hasil studi menunjukkan bahwa penerapan teknologi, seperti
perangkat elektronik, dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil
belajar mereka. Penelitian ini menyoroti perlunya adaptasi teknologi
dalam kurikulum pendidikan agama guna meningkatkan efektivitas
proses pembelajaran.
3. E-Learning untuk Peningkatan Kemampuan Membaca al-Quran.
Judul “The Role of E-Learning Platforms in Quranic Reading Skills
Development”
Penulis: Khan, I., & Sulaiman, N
Tahun: 2021.
Jurnal “Educational technology research and development
Volume: 18, Issue 4, Halaman 203-220.
41
Penelitian ini meneliti peran platform e-learning dalam meningkatkan
keterampilan membaca al-Quran. Menggunakan metode eksperimen
dengan platform e-learning berbasis perangkat elektronik, hasil
penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami peningkatan
keterampilan membaca al-Quran yang signifikan dibandingkan dengan
kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Selain itu,
penelitian ini juga mengamati bahwa e-learning menyediakan umpan
balik yang lebih cepat dan akses ke berbagai sumber belajar yang lebih
banyak.
4. Evaluasi penggunaan gadget dalam pembelajaran agama.
Judul “Evaluation of the Use of Gadgets in Islamic Religious Education
Penulis: Zainuddin, A., & Mustaffa, N
Tahun: 2022.
Jurnal: Asian journal of education and development
Volume: 14, Issue 3, Halaman 121-135.
Penelitian ini mengevaluasi pemanfaatan gadget dalam pendidikan
agama Islam, terutama dalam konteks pembelajaran membaca al-
Quran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa gadget dapat
mempermudah peserta didik dalam mengakses materi ajar secara
interaktif serta mendukung proses pembelajaran mandiri. Walaupun
terdapat tantangan dalam implementasi, hasil penelitian menunjukkan
dampak positif dalam meningkatkan keterampilan membaca al-Quran
peserta didik
42
5. Metode pembelajaran interaktif untuk al-qur'an
Judul: Interactive Learning Methods for Teaching Quranic Reading
Skills
Penulis: Idris, H., & Aziz, M
Tahun: 2023.
Jurnal:Journal of Interactive Learning Research
Volume: 25, Issue 2, Halaman 175-188
Penelitian ini menyelidiki metode pembelajaran interaktif dalam
pengajaran membaca al-Quran, termasuk penggunaan gadget dan
aplikasi digital. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa metode
pembelajaran interaktif dapat secara signifikan meningkatkan motivasi
dan keterampilan membaca al-Quran peserta didik, dengan gadget
berperan sebagai salah satu elemen kunci dalam strategi pembelajaran.
Referensi dari penelitian-penelitian terdahulu ini memberikan
dasar teoritis dan praktis untuk studi yang akan dilakukan di SMP
Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi. Selain itu, referensi tersebut
menunjukkan relevansi dan potensi manfaat penggunaan think Qur’an
dalam proses pembelajaran membaca al- Quran.
C. Hipotesis Penelitian
Hipotesis penelitian ini berkaitan dengan dugaan awal mengenai
dampak penggunaan gadget terkhusus aplikasi think Qur’an dalam
pembelajaran membaca al-Quran terhadap kemampuan peserta didik.
Berdasarkan judul penelitian, "Peningkatan Kemampuan Membaca al-
Quran dengan Penggunaan Aplikasi Think Qur’an pada Peserta Didik
Kelas VII SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi" hipotesis yang diajukan
adalah sebagai berikut:
43
Hipotesis Utama (H₁): Penggunaan aplikasi think Qur’an dalam
proses pembelajaran membaca al-Quran akan meningkatkan kemampuan
membaca al-Quran peserta didik SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi
secara signifikan dibandingkan dengan metode pembelajaran
konvensional.
Hipotesis Nol (H₀): Penggunaan aplikasi think Qur’an dalam
proses pembelajaran membaca al-Quran tidak menghasilkan perbedaan
signifikan dalam kemampuan membaca al-Quran peserta didik SMP
Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi jika dibandingkan dengan metode
pembelajaran konvensional.
Hipotesis utama (H₁) mengasumsikan bahwa integrasi teknologi
melalui penggunaan aplikasi think Qur’an akan memberikan dampak
positif yang signifikan terhadap kemampuan membaca al-Quran.
Diharapkan bahwa Think Qur’an akan membuat proses pembelajaran
lebih menarik dan efektif. Sementara itu, hipotesis nol (H₀) berfungsi
sebagai pernyataan yang diuji untuk menentukan apakah tidak terdapat
perbedaan signifikan dalam kemampuan membaca al-Quran setelah
penerapan metode pembelajaran berbasis aplikasi think Qur’an
Pengujian hipotesis ini akan dilakukan melalui analisis data dari
pretest dan posttest kemampuan membaca al-Quran, serta evaluasi
terhadap proses pembelajaran selama periode penelitian.
.
44
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan sumber data penelitian
a. Jenis
Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Penelitian Tindakan Kelas adalah jenis penelitian yang dilakukan oleh
guru di dalam kelas dengan fokus pada perbaikan dan peningkatan praktik
serta proses pembelajaran.1 Tujuan utama Penelitian Tindakan Kelas
(PTK) adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran
serta memberdayakan guru dalam menangani dan memecahkan masalah
pembelajaran di dalam kelas.2 Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah
bentuk penelitian reflektif yang melibatkan pelaksanaan tindakan-tindakan
tertentu untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu dan hasil belajar.
PTK juga bertujuan untuk mencoba metode baru dalam proses
pembelajaran.
Tahap-tahap praktis pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
dapat dijabarkan secara jelas dan mudah dipahami. Ada beberapa kegiatan
pokok dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas, yaikni 1) Planning, 2)
Acting,
3) Observing, 4) Reflecting. Kegiatan-kegiatan ini membentuk satu siklus
pemecahan masalah. Apabila satu siklus belum menunjukkan pada tanda-
tanda perubahan ke arah perbaikan peningkatan mutu,
1
Susilo, Panduan Penelitian Tindakan Kelas, (Yogyakarta: Pustaka Book Publiser, 2009),
h. 16
2
Mansur Muslich, Melaksanakan PTK itu Mudah, (Jakarta: Bumi Aksara, 2000), h. 10
45
41
46
kegiatan riset dilanjutkan pada siklus kedua, dan seterusnya, sampai
merasa puas
Keempat tahap dalam Penelitian Tindakan Kelas tersebut
membentuk satu siklus, yaitu rangkaian kegiatan yang dimulai dari
perencanaan hingga refleksi. Siklus ini dimulai dengan penyusunan
rancangan, diikuti oleh pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan diakhiri
dengan refleksi yang berfungsi sebagai evaluasi. Informasi yang diperoleh
dari tahap refleksi menjadi dasar yang penting untuk menyusun
perencanaan pada siklus berikutnya. Secara lebih rinci prosedur
pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dapat digambarkan sebagai
berikut:
Gambar siklus dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas
Adapun dalam pelaksanaannya, terdapat tahapan-tahapan yang
membentuk siklus. Tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan (Planning).
47
Pada tahap ini, peneliti menyusun rancangan penelitian dengan
memfokuskan perhatian pada peristiwa-peristiwa yang perlu diamati
secara khusus. Peneliti kemudian membuat instrumen yang akan
membantu dalam pengumpulan data selama tindakan berlangsung.
Langkah-langkah penyusunan rencana dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:
a. Menentukan kelas penelitian, yaitu kelas VII.I SMP Negeri 1 IX Koto
Sungai Lasi
b. Melakukan observasi kelas.
c. Menetapkan materi yang diajarkan.
d. Menyusun modul ajar.
e. Menyusun alat evaluasi berupa pretes dan postes
2. Tindakan (Acting).
Pada tahap ini, tindakan yang dilakukan peneliti mencakup
pemberian materi dan pelaksanaan proses pembelajaran sesuai dengan
modul ajar yang telah dirancang. Selain itu, peneliti juga melaksanakan
pretest di awal pembelajaran dan posttest di akhir pembelajaran untuk
mengevaluasi kemampuan peserta didik sebelum dan setelah
penerapan media think Qur’an.3
3. Pengamatan (Observasing).
Pada tahap ini yang dilakukan ialah mengamati prosedur
pelaksanaan pembelajaran yang terdiri dari aktivitas guru dan
3
Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai Pengembangan Profesi
Guru, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), h. 72-73
48
Kemampuan peserta didik dalam membaca al-Quran melibatkan proses
pengajaran serta pencatatan semua hal yang terjadi selama pelaksanaan
pembelajaran. Pengamatan ini dilakukan untuk mengumpulkan data
yang akan digunakan sebagai bahan masukan untuk penyempurnaan
pada siklus-siklus berikutnya.
4. Refleksi (Reflecting).
Pada dasarnya, refleksi merujuk pada proses merenung atau
mempertimbangkan tindakan yang telah dilakukan oleh guru. Refleksi
dilakukan setelah pelaksanaan tindakan untuk mengevaluasi kemajuan
yang telah dicapai serta mengidentifikasi kekurangan atau hambatan
yang masih ada. Refleksi di akhir siklus pertama bertujuan untuk
memberikan pemahaman tentang tingkat keberhasilan dan kegagalan
yang dicapai. Hasil dari refleksi ini akan digunakan untuk
memperbaiki dan menyempurnakan rencana tindakan dalam siklus
berikutnya, sehingga guru dapat memperoleh masukan yang berguna
untuk perbaikan di siklus kedua atau siklus-siklus selanjutnya.
b. Sumber data
Siswa: Informasi mengenai kemampuan membaca Alquran mereka
sebelum dan setelah menggunakan think Qur’an.
Guru atau Pengajar: Pendapat dan observasi mengenai perkembangan
kemampuan siswa dalam membaca Alquran.
Orang Tua: Wawasan tentang perubahan dalam kebiasaan belajar anak
mereka dan penggunaan gadget di rumah.
Dokumentasi: Catatan akademik atau hasil tes
yang mendokumentasikan kemampuan membaca
Alquran siswa.
49
B. Variabel penelitian
1. Variabel Dependen (Variabel Terikat).
Kemampuan Membaca al-Quran adalah variabel utama yang akan
diukur untuk menilai peningkatan setelah intervensi. Pengukuran
kemampuan membaca al-Quran akan dilakukan melalui penilaian yang
mencakup beberapa aspek, yaitu tajwid , kelancaran dan kefasihan
(kemampuan membaca dengan baik dan benar
2. Variabel Independen (Variabel Bebas).
Penggunaan think Qur’an dalam pembelajaran adalah variabel yang
akan diintervensi atau dimanipulasi dalam penelitian ini. Variabel ini
meliputi penggunaan berbagai alat teknologi, seperti aplikasi
pembelajaran al- Quran, video tutorial, atau platform interaktif yang
dirancang untuk membantu peserta didik dalam membaca al-Quran.
3. Variabel Kontrol.
a. Latar belakang pendidikan peserta didik: Ini mencakup tingkat
pemahaman awal peserta didik terhadap al-Quran sebelum intervensi.
b. Frekuensi penggunaan gadget: Ini merujuk pada jumlah jam atau
seberapa sering peserta didik menggunakan gadget untuk membaca al-
Quran selama periode penelitian.
c. Kualitas gadget dan aplikasi: Ini mencakup kualitas perangkat dan
aplikasi yang digunakan, termasuk kemudahan akses, kehandalan, serta
fitur-fitur yang mendukung proses pembelajaran al-Quran
C. Populasi dan Sampel.
1. Populasi
Seluruh siswa SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi yang terdaftar pada tahun ajaran
2024/2025, dengan jumlah sekitar 104 siswa, mencakup kelas VII, VIII, dan IX.
50
2. Sampel.
Peserta didik yang akan menjadi objek penelitian terdiri dari satu
kelas (VII.I) yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu, dengan total 32
siswa. Penggunaan aplikasi think Qur’an akan diterapkan pada
kelompok ini untuk meningkatkan kemampuan membaca al-Quran.
D. Teknik analisis dan pengujian hipotesis.
Analisis dilakukan untuk mengevaluasi apakah terjadi peningkatan
keaktifan peserta didik dalam belajar dengan menggunakan media aplikasi
think Qur’an. Tujuan dari analisis data ini adalah untuk menjawab
permasalahan penelitian yang telah dirumuskan. Untuk mendeskripsikan
data penelitian, langkah-langkah analisis berikut ini akan dilakukan:
1. Analisis data observasi aktivitas peserta didik
Dalam menganalisis hasil pengamatan terhadap peserta didik yang
telah menggunakan media aplikasi think Qur’an selama proses
pembelajaran, analisis dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai
berikut:
Kriteria Penilaian Aktivitas Peserta Didik.
Kategori Kriteria Penilaian Hasil Pengamatan Peserta Didik.
No Nilai Kategori
1. 94-100 Sangat baik
2. 87-93 Baik
3. 80-86 Cukup
4. 50-79 Kurang
51
2. Analisis kemampuan membaca al-Quran.
Untuk menganalisis data pengamatan terkait kemampuan membaca
al-Quran peserta didik, yang telah diperoleh selama proses
pembelajaran di kelas dengan pemanfaatan media aplikasi think
Qur’an, digunakan rumus analisis berikut:
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi
1. Profil Sekolah
SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi adalah salah satu sekolah
menengah pertama di kabupaten Solok, Sumatera Barat. Sekolah ini
beralamat di Jalan Sawah Tambang KM12 Nagari Pianggu Kecamatan
IX KotO Sungai Lasi dengan NPSN 10301547. Pada saat ini SMP
Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi dipimpin oleh seorang kepala sekolah
yang bernama Ibu Eriana, [Link]. SMP Negeri 1 IX mempunyai 9 orang
guru dan 2 pegawai tata usaha, memiliki 6 kelas yang terdiri dari 2
kelas 7, 2
kelas 8 dan 2 kelas 9.1
2. Karakteristik SMP Negeri 1 Padang
a. Sejarah dan Reputasi
SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi memiliki sejarah yang
panjang dan merupakan salah satu sekolah tertua dan berpengaruh
dalam dunia pendidikan di Kabupaten Solok. Sekolah ini didirikan
pada tahun 1965. Kehadirannya bukan hanya sekedar lembaga
pendidikan tetapi juga simbol semangat masyarakat setempat
dalam memperjuangkan hak atas pendidikan yang layak. Pada
masa awal pendriannya sekolah ini berdiri sebagai jawaban atas
kebutuhan mendesak akan pendidikan menengah bagi anak anak di
IX Koto Sungai Lasi dan sekitarnya. Sebelumnya para siswa harus
menempuh perjalanan keluar kecamatan untuk melanjutkan
pendidikan setelah lulus dari sekolah dasar. Akreditasi B yang
1
Dokumen SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi, Profil Sekolah.
49
diperoleh sejak tahun 2022, SMP Negeri 1 IX Koto sungai Lasi
menunjukkan komitmen terhadap standar pendidikan yang tinggi
dan kualitas pengajaran yang baik.
b. Fasilitas Sekolah
Sekolah ini dilengkapi dengan fasilitas yang modern dan
memadai, termasuk ruang laboratorium komputer, laboratorium
IPA, dan perpustakaan yang lengkap. Fasilitas ini mendukung
kegiatan belajar mengajar dan memberikan pengalaman belajar
yang lebih baik bagi peserta didik. Terdapat juga ruang kelas yang
nyaman dan lingkungan sekolah yang kondusif untuk belajar, yang
sangat penting untuk perkembangan peserta didik.
c. Kurikulum Komprehensif
SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi menerapkan Kurikulum
Merdeka semenjak tahun ajaran 2022-2023 dan sekarang semua
tingkat telah menerapkan kurikulum merdeka yang berfokus pada
pengembangan kompetensi peserta didik secara holistik, mencakup
aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Kurikulum ini
dirancang untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi
tantangan di masa depan.
d. Seklolah Adiwiyata
SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi mulai melaksanakan
program adiwiyata tingkat kota tahun 2012 dan adiwiyata tingkat
propinsi tahun 2012 tentang “Penetapan sekolah adiwiyata
Provinsi
50
Sumatera Barat”dan Adiwiyata tingkat nasional tahun 2013.
Kegiatan utama Program Adiwiyata adalah mewujudkan
kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan bagi
sekolah dasar dan menengah di Indonesia.
e. Sekolah Sehat
SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi telah mendapat
kepercayaan dari dinas Pendidikan untuk piloting sekolah sehat
tingkat kabupaten Solok. Untuk kedepannya SMP Negeri 1 IX
Koto Sungai Lasi akan selalu berbenah diri sehingga menjadi
sekolah yang aman, nyaman, dan bersih. Agar proses pembelajaran
tercapai dengan baik.
f. Sekolah Ramah Aanak
Sekolah Ramah Anak di SMP Negeri 1 IX Koto Sungai
Lasi menciptakan yang aman, bersih, sehat, hijau, inklusif dan
nyaman bagi perkembangan fisik, kognisi dan psikososial anak
perempuan dan anak laki-laki. Dalam usaha mewujudkan Sekolah
Ramah Anak di SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi perlu
didukung oleh berbagai pihak antara lain keluarga dan masyarakat
yang sebenarnya merupakan pusat pendidikan terdekat anak.
Lingkungan yang mendukung, melindungi memberi rasa aman dan
nyaman bagi anak akan sangat membantu proses mencari jati diri.
g. Sistem Informasi
Sistem Informasi yang memuat aplikasi yang dapat
mempermudah peserta didik, orang tua,
52
dan masyarakat dalam memperoleh seluruh informasi mengenai
SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi secara langsung, lengkap, dan
akurat. Di mana informasi data ditampilkan secara visual sehingga
mudah dipahami dan menarik.
h. Perpustakaan Digital
Informasi yang berhubungan dengan perpustakaaan digital
sekolah merupakan hal yag sangat penting bagi siswa, guru,
pegawai dan pengunjung perpustakaan. Faktanya masih banyak
sekolah di Kabupaten Solok yang memberikan informasi
perpustakaan secara manual. Disamping itu, untuk meningkatkan
kualitas pelayanan administrasi di perpustakaan digital maka
dimunculkan gagasan didalam aplikasi perpustakaan digital yaitu
absen digital (Visitor Counter), input data digital dan e-book yang
dapat mempermudah pengunjung dalam memperoleh informasi
mengenai pepustakaan di SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi
secara langsung, lengkap dan akurat.
3. Visi dan Misi Sekolah
1. Visi Sekolah
Mewujudkan peserta didik yang bertaqwa, berilmu dan berakhlak
mulia.
2. Misi Sekolah
a. Melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut
dengan sepenuh hati.
53
b. Melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan
untuk mewujudkan akhlak yang mulia.
c. Melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan
implementasi kurikulum Merdeka.
d. Mewujudkan kegiatan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif,
efektif dan menyenangkan.
e. Mewujudkan sarana prasarana pendidikan berstandar nasional.
f. Mewujudkan prestasi siswa pada olimpiade sains di tingkat
nasional dan internasional.
g. Mewujudkan implementasi pengembangan muatan lokal.
h. Melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler secara berkelanjutan.
i. Mewujudkan rasa peduli terhadap lingkungan yang bersih.
j. Mewujudkan rasa peduli terhadap hidup sehat (sehat bergizi,
sehat fisik, dan sehat imunisasi).
k. Mewujudkan lingkungan sekolah bebas asap rokok.
l. Mewujudkan kreatifitas warga sekolah.2
B. Pelaksanaan Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini di dilakukan pada SMP Negeri 1 IX
Koto Sungai Lasi, tepatnya di kelas VII-1 yaitu dari tanggal 25 November
sampai 13 Desember 2024. Hasil penelitian diperoleh dalam tahapan yang
berupa siklus pembelajaran yang dilaksankan dalam kelas. Sebelum
melakukan penelitian, peneliti mengubungi kepala sekolah, wakil
kurikulum, wakil
2
Dokumen SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi, KOSP SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi.
54
kesiswaan dan wakil sarana prasarana untuk meminta izin melakukan
penelitian. Peneliti diberi izin untuk melakukan proses pembelajaran dan
mengamati keadaan kelas. Sebelum proses pembelajaran dilaksanakan,
peneliti terlebih dahulu mempersiapkan segala perangkat instrumen
penelitian yang terdiri dari modul ajar untuk pembelajaran siklus I dan
siklus II, lembar observasi dan panduan penilaian kemampuan peserta
didiki membaca al-Quran.
C. Penyajian Hasil Penelitian
Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang
dilakukan sebanyak dua siklus. Dalam setiap siklus dilakukan kegiatan
perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Adapun perencanaan
dan pelaksanaan dilakukan oleh peneliti sendiri. Kegiatan-kegiatan
observasi, dan kegiatan refleksi juga dilakukan oleh peneliti sendiri.
Sebelum peneliti melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan
media Gadget terlebih dahulu peneliti memberikan pret-test kepada peserta
didik untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik dalam membaca
al-Quran sebelum proses pembelajaran dilakukan. Berikut tabel hasil input
data pretes peserta didik kelas VII.1:
Aspek yang Diamati Jumlah Nilai Kategori
No Nama Kelancaran
Kefasihan Adab
Membaca
ANITA
1 4 3 4 11 92 Tuntas
MIFATHUL
JANNAH
Tidak
2 ARWIS ARIFIN 3 2 3 8 67 Tuntas
Tidak
3 AZRA ALHABIL 3 3 3 9 75 Tuntas
Tidak
4 AZRI JULIAN 2 2 3 7 58 Tuntas
55
BENNING Tidak
5 2 2 2 6 50 Tuntas
BELVANIA
BRIGIA AZWA Tidak
6 3 2 4 9 75 Tuntas
LOVIOLIEM
Tidak
7 DANU ADITYA 1 1 1 3 25 Tuntas
DARA ULAN
8 3 4 3 10 83 TUNTAS
AZLYANA
DELLA AGUSTIA Tidak
9 3 2 3 8 67 Tuntas
RAMADHANI
ESTA ELIZA Tidak
10 2 2 3 7 58 Tuntas
AWWALUDINI
FADHILLAH Tidak
11 2 2 3 7 58 Tuntas
NURAINI RASYID
12 FAIS FEBRIANO 3 4 3 10 83 Tuntas
FAREL ISMAIL
13 4 3 4 11 92 TUNTAS
CAPRI
GHAZI
14 4 3 4 11 92 TUNTAS
RAMADHATUL
AZZIKRA
Tidak
15 GIT WIRDIAWAN 2 2 3 7 58 Tuntas
HANIFAH Tidak
16 2 2 2 6 50 Tuntas
SALSALSABILA
Tidak
17 haNIFAti khairat 3 3 3 9 75 Tuntas
18 INDAH FERISKA 3 4 4 11 92 TUNTAS
Tidak
19 IRA NOVITA 3 2 4 9 75 Tuntas
KEISYA SALSABILA
20 4 4 4 12 100 TUNTAS
AMANDA
21 KHAYRA TRISA 3 3 4 10 83 Tuntas
ARDANA
[Link] RAHMAT Tidak
22 3 2 3 8 67 Tuntas
SAPUTRA
MUHAMMAD AL Tidak
23 3 2 3 8 67 Tuntas
HAFIZY SAPUTRA
MUHAMMAD
24 3 3 4 10 83 Tuntas
HAFIDZ
Tidak
25 NUR DINDA PUTRI 3 2 4 9 75 Tuntas
Tidak
26 QORI AINA 3 3 3 9 75 Tuntas
RAAFA
27 MUHAMMAD
4 3 4 11 92
Tuntas
Tidak
28 RAFAEL MAYZARD 3 2 4 9 75 Tuntas
RANTI MUGI Tidak
29 3 2 4 9 75 Tuntas
HARTIKA
RAYHAN
30 3 3 4 10 83 Tuntas
RAMADHAN
31 REZA GUSTIA 3 3 4 10 83 Tuntas
56
WANDRA
SYAFIRA APRILIA Tidak
32 3 2 3 8 67 Tuntas
Jumlah 2350
Nilai rata-rata
73,4375
12
Jumlah Tuntas Orang
Berdasarkan di atas dapat dilihat bahwa jumlah peserta didik kelas
VII.1 adalah 32 orang. Hanya ada 12 peserta didik yang tuntas sesuai
KKM (80), kemampuan membaca al-Qur’an yang ada di SMP Negeri 1 IX
Koto Sungai Lasi, sedangkan 20 lainnya masih belum tuntas. Penelitian ini
dilakukan mulai tanggal 25 November sampai 12 Desember 2024. Adapun
yang menjadi subjek penelitian ini adalah kelas VII.1 dengan jumlah
32orang peserta didik. Adapun penelitian ini dilaksanakan II siklus yaitu
pada tanggal 28 November 2024 adalah siklus I dan siklu II dilakukan
pada tanggal 12 Desember 2024. Adapun uraian pelaksanaan setiap
siklusnya adalah sebagai berikut:
1. Siklus I
a. Perencanaan (Planning)
Adapun pada tahap-tahap perencanaan pada siklus I yaitu
peneliti menyusun modul ajar tentang Al-Quran dan hadist sebagai
sumber ajaran islam dengan dalil Q.S An -Nisa/ 4: 59 , Q.S An -
Nahal/ 16:64 serta hadis terkait. Menyiapkan materi yang
sebelumnya telah disiapkan sebelumnya. Selain itu, peneliti juga
merancang lembar observasi dan lembar postes bacaan al-Quran
peserta didik yang digunakan
57
untuk melakukan observasi dan postes bacaan al-Quran terhadap
peserta didik.
b. Tindakan (Acting)
Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas dilakukan pada
tanggal 28 November 2024, pukul 08.00 sampai 10.00 WIB,
berdasarkan jadwal pembelajaran yang telah ditetapkan oleh
sekolah. Penggunaan media gadget oleh peserta didik dilakukan
dengan cara membuka sebuah web yang digunakan untuk melihat
dan mendengarkan bacaan ayat al-Quran. Dalam web tersebut
terdapat banyak para Qori yang dapat didengarkan bacaannya oleh
peserta didik. Web yang dimaksud adalah Think Qur’an. Berikut
adalah tampilan dari web tersebut:
Guru menjelaskan kepada peserta didik tentang web
tersebut, dimulai dari cara membuka sampai kepada cara
menggunakan web tersebut untuk melihat dan mendengarkan
bacaan ayat al-Quran yang terkait dengan pembelajaran. Kegiatan
selanjutnya peserta didik membuka web tersebut di gadgetnya
58
masing-masing lalu mendengarkan bacaan al-Quran sesuai dengan
suara yang mereka inginkan.
c. Pengamatan (Observasing)
Pada saat proses pembelajaran, penggunaan media think
Qur’an oleh guru dilakukan untuk meningkatkan keaktifan peserta
didik dalam proses pembelajaran. Hasil observasi aktivitas peserta
didik dalam kegiatan pembelajaran selama siklus I dapat dilihat
pada table berikut ini:
Aspek yang Dinilai Jumlah Nilai
Nama Peserta Visual Oral Listening
No
Didik
A b c A b a b c
ANITA MIFATHUL
1 JANNAH 1 1 1 0 1 1 0 1 6 75
2 ARWIS ARIFIN 1 1 1 0 1 1 0 1 6 75
AZRA ALHABIL
3 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
AZRI JULIAN
4 1 1 1 0 1 1 0 1 6 75
BENNING
5 BELVANIA 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
BRIGIA AZWA
6 LOVIOLIEM 1 1 1 0 0 1 0 0 4 50
7 DANU ADITYA 1 0 0 0 0 1 0 0 2 25
8 DARA ULAN 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
AZLYANA
9 DELLA AGUSTIA 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
RAMADHANI
10 ESTA ELIZA 1 1 1 0 0 1 0 0 4 50
AWWALUDINI
FADHILLAH
11 NURAINI RASYID 1 1 1 0 0 1 0 0 4 50
FAIS FEBRIANO
12 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
FAREL ISMAIL
13 CAPRI 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
GHAZI
14 RAMADHATUL 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
AZZIKRA
GIT WIRDIAWAN
15 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
HANIFAH
16 SALSALSABILA 1 1 1 0 0 1 0 0 4 50
17 haNIFAti khairat 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
61
INDAH FERISKA
18 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
IRA NOVITA
19 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
KEISYA SALSABILA
20 AMANDA
1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
21 KHAYRA TRISA 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
ARDANA
22 [Link] RAHMAT 1 1 1 0 0 1 0 0 4 50
SAPUTRA
MUHAMMAD AL
23 HAFIZY SAPUTRA 1 1 1 0 0 1 0 0 4 50
MUHAMMAD
24 HAFIDZ 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
25 NUR DINDA PUTRI 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
26 QORI AINA 1 1 1 0 0 1 0 0 4 50
RAAFA MUHAMMAD
27 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
28 RAFAEL MAYZARD 1 1 1 0 0 1 0 0 4 50
RANTI MUGI
29 HARTIKA
1 1 1 0 0 1 0 0 4 50
RAYHAN
30 RAMADHAN 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
31 REZA GUSTIA 1 1 1 0 0 1 0 0 4 50
WANDRA
SYAFIRA APRILIA
32 1 1 1 0 0 1 0 0 4 50
Jumlah 2500
Nilai
rata-
rata 78,125
Keterangan:
1) Visual Activities (kegiatan-kegiatan visual)
a) Membaca
b) Memperhatikan guru membaca ayat
c) Membaca secara individual
2) Oral Activities (kegiatan-kegiatan lisan)
a) Bertanya
b) Berdiskusi
62
3) Listening Activities (kegiatan-kegiatan mendengarkan)
a) Mendengarkan bacaan guru
b) Mendengarkan bacaan teman
c) Diskusi
Lembar observasi aktivitas peserta didik diisi dengan nilai 1
apabila peserta didik memperlihatkani aktivitas belajar sesuai
dengan lembar aktivitas keaktifan peserta didik, dan nilai 0 diisi
apabila peserta didik tidak memperlihatkan aktivitas belajar sesuai
dengan lembar aktivitas keaktifan peserta didik.
Keterangan:
94-100 : Sangat Baik
80-93 : Baik
70-80 : Kurang Baik
60-69 : Sangat Kurang
< 60 : Gagal
Berdasarkan tabel pengamatan di atas bahwa aktivitas
peserta didik pada siklus I dengan menggunakan media think
Qur’an menunjukkan tingkat keberhasilan 78,12 yaitu 17 orang
peserta didik dinyatakan aktif dalam pembelajaran yang
dilaksanakan. Sedangkan hasil kemampuan belajar peserta didik
pada siklus I dapat dilihat pada tabel dibawah ini, yaitu:
Aspek yang Diamati
No Nama Kelancaran Jumlah Nilai Kategori
Kefasihan Adab
Membaca
ANITA
1 4 4 3 11 92 TUNTAS
MIFATHUL
JANNAH
Tidak
2 ARWIS ARIFIN 3 3 3 9 75 Tuntas
3 AZRA ALHABIL 3 3 4 10 83 TUNTAS
63
4 AZRI JULIAN 3 3 3 9 75 Tidak
Tuntas
BENNING
5 4 3 4 11 92
BELVANIA TUNTAS
BRIGIA AZWA Tidak
6 3 3 3 9 75 Tuntas
LOVIOLIEM
Tidak
7 DANU ADITYA 2 2 2 6 50 Tuntas
DARA ULAN
8 4 3 4 11 92 TUNTAS
AZLYANA
DELLA Tidak
9 3 3 3 9 75 Tuntas
AGUSTIA
RAMADHANI
ESTA ELIZA Tidak
10 3 2 3 8 67 Tuntas
AWWALUDINI
FADHILLAH Tidak
11 3 3 3 9 75 Tuntas
NURAINI
RASYID
12 FAIS FEBRIANO 4 4 4 12 100
TUNTAS
FAREL ISMAIL
13 CAPRI
4 3 4 11 92
TUNTAS
GHAZI
14 4 4 3 11 92 TUNTAS
RAMADHATUL
AZZIKRA
GIT
15 4 3 4 11 92 TUNTAS
WIRDIAWAN
HANIFAH
16 3 3 3 9 75 Tidak
SALSALSABILA
Tuntas
17 haNIFAti khairat 4 4 4 12 100 Tuntas
INDAH
18 4 4 4 12 100 Tuntas
FERISKA
19 IRA NOVITA 3 3 3 9 75 Tidak
Tuntas
KEISYA
20 SALSABILA 4 4 4 12 100
AMANDA TUNTAS
KHAYRA TRISA
21 3 3 4 10 83
ARDANA TUNTAS
[Link]
22 4 4 4 12 100 Tuntas
RAHMAT
SAPUTRA
MUHAMMAD
23 AL HAFIZY
4 4 3 11 92
TUNTAS
SAPUTRA
MUHAMM
24 AD 4 4 4 12 100
HAFIDZ TUNTAS
64
NUR DINDA
25 4 3 4 11 92 TUNTAS
PUTRI
26 QORI AINA 3 3 3 9 75 Tidak
Tuntas
RAAFA
27 MUHAM 4 4 4 12 100
MAD TUNTAS
RAFAEL
28 4 3 4 11 92 TUNTAS
MAYZARD
RANTI
29 4 3 4 11 92
MUGI TUNTAS
HARTIK
A
RAYHAN
30 4 3 4 11 92
RAMADHAN
TUNTAS
31 REZA GUSTIA 4 4 4 12 100 Tuntas
WANDRA
SYAFIRA Tidak
32 3 3 3 9 75 Tuntas
APRILIA
Jumlah 2770
Nilai rata-rata 86,5625
Jumlah yang 21
Tuntas Orang
Berdasarkan hasil tes yang dilakukan pada siklus I, dapat
dilihat dari nilai rata-rata postes peserta didik pada siklus I yaitu
86,56 terdapat 21 peserta didik yang nilainya telah mencapai
KKM. Dengan kata lain terdapat 21 peserta didik yang tuntas
belajar, sedangkan 11 peserta didik lainnya memperoleh nilai hasil
tes siklus I masih di bawah KKM kemampuan membaca al-Quran.
d. Refleksi
Refleksi merupakan kegiatan mengulang kembali
pembelajaran pada siklus yang telah dipelajari untuk
menyempurnakan siklus berikutnya. Hasil penelitian aktvitas
peserta didik selama kegiatan pembelajaran pada siklus I serta hasil
tes masih memiliki kekurangan. Di antara kekurangannya adalah
63
peserta didik masih terlihat kurang serius dalam proses
pembelajaran dengan menggunakan media Gadget think qur’an,
masih belum teratur dan kurang perhatian terhadap apa yang
disampaikan oleh guru. Berdasarkan data di atas, maka pada siklus
I guru harus berupaya meningkatkan kemampuan peserta didik
dalam membaca al-Quran sehingga dapat mencapai indikator
keberhasilan tindakan yang telah ditetapkan. Guru juga perlu
meningkatkan aktivitas peserta didik dengan cara memperbaiki
pengelolaan pembelajaran. Selama proses pembelajaran guru perlu
melakukan bimbingan yang lebih intensif kepada peserta didik,
sehingga semua peserta didik aktif dalam pembelajaran dan
akhirnya dapat meningkatkan kemampuannya dalam membaca al-
Quran.
2. Siklus II
a. Perencanaan (Planning)
Pada siklus II guru masih menyiapkan modul ajar tentang
materi “Al-Quran dan hadist sebagai sumber ajaran islam dengan
dalil Q.S An -Nisa/ 4: 59 , Q.S An -Nahal/ 16:64 serta hadis
terkait” Selain itu, peneliti juga menyiapkan lembar observasi yang
digunakan akan digunakan dalam pembelajaran dan juga lembar
input data postes bacaan al- Quran peserta didik.
b. Tindakan (Acting)
64
Setelah peneliti menyiapkan sejumlah perangkat
pembelajaran, Penelitian melaksanakan tindakan kelas pada
tanggal 12 Desember 2024. Kegiatan pembelajaran dengan
menggunakan media Gadget dilakukan pada pukul 08.00 sampai
10.00 WIB, berdasarkan jadwal pembelajaran yang telah
ditetapkan oleh sekolah. Sebelum memulai pembelajaran, peneliti
terlebih dahulu memberikan appersepsi dan motivasi kepada
peserta didik. Kemudian peneliti mengajak kembali peserta didik
untuk melihat dan mendengarkan bacaan al-Quran dengan
menggunakan gadget melalui web think Qur’an.
c. Pengamatan (Observasing)
Pada saat proses pembelajaran guru menggunakan media
Gadget untuk meningkatkan keaktifan peserta didik dalam proses
pembelajaran. Hasil observasi aktivitas peserta didik dalam
kegiatan pembelajaran selama siklus II dapat dilihat pada tabel
berikut ini:
Aspek yang Dinilai Jumlah Nilai
Nama Peserta Visual Oral Listening
No Didik
A b c a b a b c
ANITA MIFATHUL JANNAH 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
1
2 ARWIS ARIFIN 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
3
AZRA ALHABIL 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
4
AZRI JULIAN 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
BENNING
1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
5 BELVANIA
Brigia 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
6
7 DANU ADITYA 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
8 DARA ULAN AZLYANA 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
66
9 DELLA AGUSTIA 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
RAMADHANI
10 ESTA ELIZA 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
AWWALUDINI
FADHILLAH
11 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
NURAINI RASYID
12 FAIS FEBRIANO 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
FAREL ISMAIL
13 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
CAPRI
GHAZI
14 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
RAMADHATUL
AZZIKRA
15
GIT WIRDIAWAN 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
HANIFAH
16 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
SALSALSABILA
17 haNIFAti khairat 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
18
INDAH FERISKA 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
19 IRA NOVITA 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
KEISYA
20 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
SALSABILA
AMANDA
21 KHAYRA TRISA 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
ARDANA
22 [Link] RAHMAT 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
SAPUTRA
MUHAMMAD AL
23 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
HAFIZY SAPUTRA
MUHAMMAD
24 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
HAFIDZ
25 NUR DINDA PUTRI 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
26 QORI AINA 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
RAAFA
27 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
MUHAMMAD
28 RAFAEL 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
MAYZARD
RANTI MUGI
29 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
HARTIKA
RAYHAN
30 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
RAMADHAN
31 REZA GUSTIA 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
WANDRA
32
SYAFIRA APRILIA 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
Jumlah 3020
Nilai
rata-
rata 94,375
66
Keterangan:
3) Visual Activities (kegiatan-kegiatan visual)
d) Membaca
e) Memperhatikan guru membaca ayat
f) Membaca secara individual
4) Oral Activities (kegiatan-kegiatan lisan)
c) Bertanya
d) Berdiskusi
5) Listening Activities (kegiatan-kegiatan mendengarkan)
d) Mendengarkan bacaan guru
e) Mendengarkan bacaan teman
f) Diskusi
Lembar observasi aktivitas peserta didik diisi dengan nilai 1
apabila peserta didik memperlihatkan aktivitas belajar sesuai
dengan lembar aktivitas keaktifan peserta didik, dan nilai 0 diisi
apabila peserta didik tidak memperlihatkan aktivitas belajar sesuai
dengan lembar aktivitas keaktifan peserta didik.
Keterangan:
94-100 : Sangat Baik
80-93 : Baik
70-80 : Kurang Baik
60-69 : Sangat Kurang
< 60 : Gagal
Berdasarkan tabel pengamatan di atas bahwa aktivitas
peserta didik pada siklus I dengan menggunakan media think
Qur’an
67
menunjukkan tingkat keberhasilan 94,37 yaitu 32 orang peserta
didik dinyatakan aktif dalam pembelajaran yang dilaksanakan.
Pada siklus II ini terjadi kemajuan yang signifikan pada
peserta didik dalam hal mengingat serta memperhatikan terhadap
apa yang disampaikan oleh guru melalui media Think Qur’an
terhadap pembelajaran. Sedangkan hasil kemampuan belajar
peserta didik pada siklus II dapat dilihat pada tabel dibawah ini,
yaitu:
Aspek yang Diamati Jumlah Nilai Kategori
No Nama Kelancaran
Kefasihan Adab
Membaca
ANITA
1 4 4 4 12 100 TUNTAS
MIFATHUL
JANNAH
ARWIS
2 4 4 4 12 100 TUNTAS
ARIFIN
AZRA
3 4 3 4 11 92 TUNTAS
ALHABIL
4 AZRI JULIAN 4 3 4 11 92 TUNTAS
BENNING
5 4 3 4 11 92 TUNTAS
BELVANIA
6 BRIGIA 3 3 4 10 83 TUNTAS
7 DANU 3 3 4 10 83 TUNTAS
ADITYA
DARA ULAN
8 4 4 4 12 100 TUNTAS
AZLYANA
DELLA
9 4 3 4 11 92 TUNTAS
AGUSTIA
RAMADHANI
ESTA ELIZA
10 4 3 4 11 92 TUNTAS
AWWALUDIN
I
FADHILLAH
11 4 3 4 11 92 TUNTAS
NURAINI
RASYID
FAIS
12 FEBRIANO 4 4 4 12 92 TUNTAS
FAREL
13 ISMAIL CAPRI 4 3 4 11 92 TUNTAS
Ghazi
14 4 4 4 12 100 TUNTAS
ramadhatul
67
Git wirdiawan
15 4 3 4 11 92 TUNTAS
69
HANIFAH
16 SALSALSABIL 3 3 4 10 83 TUNTAS
A
17 haNIFAti 4 4 4 12 100 TUNTAS
khairat
INDAH
18 4 4 4 12 100 TUNTAS
FERISKA
19 IRA NOVITA 4 3 4 11 92 TUNTAS
KEISYA
20 SALSABILA 4 4 4 12 100 TUNTAS
AMANDA
KHAYRA
21 TRISA 4 4 4 12 100 TUNTAS
ARDANA
[Link]
22 4 4 4 12 100 TUNTAS
RAHMAT
SAPUTRA
MUHAMMAD
23 AL HAFIZY 4 3 4 11 92 TUNTAS
SAPUTRA
MUHAM
24 MAD 4 4 4 12 100 TUNTAS
HAFIDZ
NUR DINDA
25 4 4 4 12 100 TUNTAS
PUTRI
26 QORI AINA 4 3 4 11 92 TUNTAS
RAAFA
27 MUHA 4 4 4 12 100 TUNTAS
MMAD
RAFAEL
28 4 3 4 11 92 TUNTAS
MAYZARD
RANTI MUGI
29 4 3 4 11 92 TUNTAS
HARTIKA
RAYHAN
30 RAMADHAN 4 3 4 11 92 TUNTAS
31 REZA GUSTIA 4 4 4 12 100 TUNTAS
WANDRA
SYAFIRA
32 4 3 4 11 92 TUNTAS
APRILIA
Jumlah 3021
Nilai rata-rata 94,40625
Jumlah Peserta 32
didik yang tuntas Orang
Berdasarkan hasil postes pada tabel di atas dapat diketahui
bahwa nilai rata-rata hasil kemampuan peserta didik pada siklusII
yaitu 94,40, terdapat 32 peserta didik yang nilainya telah mencapai
69
KKM kemampuan membaca al-Quran. Artinya semua peserta didik
di kelas VII.1 telah mendapatkan nilai di atas KKM dalam
kemampuan membaca al-Quran.
d. Refleksi
Berdasarkan hasil pengamatan pada sikus II dan hasil dari
semua tindakan yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan
bahwa peserta didik sudah dapat memahami materi pembelajaran
melalui media Think Qur’an selama proses pembelajaran
berlangsung. Peserta didik mau mendengar dan menyimak serta
memperhatikan tentang apa yang disampaikan oleh guru.
D. Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mulai dari tanggal 25
November 2024 sampai 13 Desember 2024 di SMP Negeri 1 IX Koto
Sungai Lasi pada kelas VII.1, dengan mengobservasi kegiatan
pembelajaran, dan tes (pretes dan postes), maka diperoleh beberapa
gambaran perihal penggunaan media Think Qur’an dalam proses
pembelajaran di SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi pada kelas VII.1.
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), proses
pembelajaran dilakukan selama dua kali pertemuan. Penelitian ini tidak
hanya untuk melihat kemampuan membaca al-Quran, tetapi juga untuk
mengetahui kinerja guru dalam mengelola pembelajaran dengan
menggunakan media Thin Qur’an.
Guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran melalui media
Think Qur’an secara keseluruhan dikategorikan sangat baik.
70
Media think Qur’an juga mampu diterapkan dengan baik oleh guru sebagai
alternatif untuk mencegah pembelajaran dengan pembelajaran yang
monoton. Berikut tabel perbandingan aktivitas peserta didik dalam
pembelajaran:
Nilai
No Nama Peserta Didik Selisih
Siklus I Siklus II
1 ANITA MIFATHUL JANNAH 75 88 13
2 ARWIS ARIFIN 75 88 13
3 AZRA ALHABIL 100 100 0
4 AZRI JULIAN 75 88 13
5 BENNING BELVANIA 100 100 0
6 BRIGIA 50 88 38
7 DANU ADITYA 25 88 63
8 DARA ULAN AZLYANA 100 100 0
9 DELLA AGUSTIA RAMADHANI 100 100 0
10 ESTA ELIZA AWWALUDINI 50 88 38
11 FADHILLAH NURAINI RASYID 50 88 38
12 FAIS FEBRIANO 100 100 0
13 FAREL ISMAIL CAPRI 100 100 0
14 GHAZI RAMADHATUL AZZIKRA 100 100 0
15 GIT WIRDIAWAN 100 100 0
16 HANIFAH SALSALSABILA 50 88 38
17 haNIFAti khairat 100 100 0
18 INDAH FERISKA 100 100 0
19 IRA NOVITA 0
100 100
20 KEISYA SALSABILA AMANDA 100 100 0
21 KHAYRA TRISA ARDANA 100 100 0
22 [Link] RAHMAT SAPUTRA 50 88 38
23 MUHAMMAD AL HAFIZY 50 88 38
SAPUTRA
24 MUHAMMAD HAFIDZ 100 100 0
25 NUR DINDA PUTRI 100 100 0
26 QORI AINA 50 88 38
27 RAAFA MUHAMMAD 0
100 100
28 RAFAEL MAYZARD 50 88 38
29 RANTI MUGI HARTIKA 50 88 38
30 RAYHAN RAMADHAN 100 100 0
31 REZA GUSTIA WANDRA 50 88 38
71
32 SYAFIRA APRILIA 50 88 38
Berdasarkan data tabel di atas, terlihat dengan jelas bahwa dari 32
peserta didik, semua peserta didik mengalami peningkatan nilai keaktifan.
Dengan demikian, aktivitas peserta didik mengalami peningkatan dari
siklus I ke siklus II dengan media Think Qur’an pada pembelajaran PAI &
BP materi “Al-Quran dan hadist sebagai sumber ajaran islam dengan
dalil
Q.S An -Nisa/ 4: 59 , Q.S An -Nahal/ 16:64 serta hadis terkait” dapat
meningkatkan aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran.
Dari hasil kemampuan peserta didik dalam membaca al-Quran di
SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi pada kelas VII.1 menunjukkan adanya
peningkatan dari setiap siklusnya. Hal ini terlihat jelas dari analisis tingkat
kemampuan peserta didik dalam membaca al-Quran pada siklus I dengan
nilai yaitu (86,56) dan meningkat pada siklus II dengan nilai yaitu (94,40).
Kemampuan peserta didik dalam membaca al-Quran di SMP Negeri 1 IX
Koto Sungai Lasi pada kelas VII.1 tidak lagi mengalami kesulitan dalam
membaca al- Quran, artinya mampu membaca dengan baik dan benar.
Kemampuan dapat diukur melalui 2 siklus dari hasil penelitian dan
pembahasan diurai secara bertahap sesuai dengan pelaksanaannya dalam
proses pembelajaran. Adapun hasil postest dapat dilihat pada tabel
perbandingan postes siklus I dan II, sebagai berikut ini:
72
Nilai Siklus I Nilai Siklus II
No Nama Peningkatan
1 ANITA MIFATHUL 92 100 8
JANNAH
2 ARWIS ARIFIN 75 100 25
3 AZRA ALHABIL 83 92 9
4 AZRI JULIAN 75 92 17
5 BENNING BELVANIA 92 92 0
6 BRIGIA 75 83 8
7 DANU ADITYA 50 83 33
8 DARA ULAN AZLYANA 92 100 8
9 DELLA AGUSTIA 75 92 17
RAMADHANI
10 ESTA ELIZA 67 92 25
AWWALUDINI
FADHILLAH NURAINI
11 75 92 17
RASYID
12 FAIS FEBRIANO 100 92 -8
13 FAREL ISMAIL CAPRI 92 92 0
14 GHAZI RAMADHATUL 92 100 8
AZZIKRA
15 GIT WIRDIAWAN 92 92 0
HANIFAH
16 75 83 8
SALSALSABILA
17 haNIFAti khairat 100 100 0
18 INDAH FERISKA 100 100 0
19 IRA NOVITA 75 92 17
KEISYA SALSABILA
20 100 100 0
AMANDA
21 Khayra salsabila 83 100 18
22 M. Reza Rahmat Saputra 100 100 0
23 Muhammad Al hafizy 92 92 0
Muhammad Hafidz
24 100 100 0
25 Nurdinda Putri 92 100 8
26 Qori Aina 75 92 17
73
27 RAAFA MUHAMMAD 100 100 0
28 RAFAEL MAYZARD 92 92 0
29 RANTI MUGI HARTIKA 92 92 0
30 RAYHAN RAMADHAN 92 92 0
31 REZA GUSTIA WANDRA 100 100 0
32 SYAFIRA APRILIA 75 92 17
Berdasarkan paparan di atas menunjukkan bahwa adanya
peningkatan kemampuan membaca al-Quran peserta didik dan tingkatan
ketuntasan belajar melalui media Gadget yang diterapkan di SMP Negeri 1
IX Koto Sungai Lasi pada kelas VII.1.
75
74
BAB V
PENUTU
P
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang diperoleh, penulis
menyimpulkan bahwa dengan menggunakan media Think Qur’an dalam
peningkatan kemampuan membaca al-Quran pada peserta didik SMP
Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi pada kelas VII.1, yaitu:
1. Aktifitas peserta didik terhadap penggunaan media Think Qur’an
dalam membaca al- Quran pada siklus I dengan kategori kurang baik
yaitu 78,12, dan meningkat pada siklus II yaitu dengan kategori (sangat
baik) yaitu 94,37.
2. Hasil ketuntasan belajar peserta didik dalam membaca al-Quran
mengalami peningkatan dengan penggunaan Gadget melalui media
Think Qur’an, yaitu pada siklus I nilai rata-rata 86,56 dan meningkat
pada siklus II menjadi 94,40. Dengan demikian kemampuan membaca
al-Quran peserta didik dengan menggunakan Media Think Qur’an
mengalami peningkatkan pada pembelajaran PAI & BP materi “Al-
Quran dan hadist sebagai sumber ajaran islam dengan dalil Q.S An -
Nisa/ 4: 59 , Q.S An -Nahal/ 16:64 serta hadis terkait”
di kelas VII.1 SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian pada bab sebelumnya, penulis
memberikan sara-saran sebagai berikut:
74
1. Dalam proses pembelajaran hendaknya seorang guru tidak
terfokus pada penggunaan metode atau model saja, tetapi guru
harus kreatif dalam menggunakan media atau alat peraga
untuk menciptakan pembelajaran yang menarik, sehingga
proses belajar mengajar menjadi menarik dan tidak
membosankan supaya peserta didik termotivasi dalam
mengikuti kegiatan pembelajaran.
2. Hasil penelitian ini bisa digunakan sebagai refleksi dan acuan
bagi guru untuk lebih kreatif dalam menemukan dan
menggunakan metode atau media pembelajaran yang sesuai.
3. Diharapkan kepada para pembaca atau pihak yang berprofesi
sebagai guru, agar penelitian ini menjadi bahan masukan
dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan dimasa yang
akan datang.
DAFTAR PUSTAKA .
Ahmed, N. & Ali, M. (2020). The Effectiveness of Mobile Learning Applications
in Enhancing Quran Reading Skills Among Primary School Students. International
Journal of Educational Technology, 15(2)
Al Ihsan. (2021). Al-Quran; Tafsir Perkata. Bandung: Cordoba
Al-Abrosy, Athiyah. (1970). Dasar-dasar Pokok Pendidikan Islam. Jakarta: Bulan
Bintang
Aminudin. (2005). Pendidikan Agama Islam untuk Perguruan Tinggi Umum.
Bogor: Ghalia Indonesia
Amrullah. (2008). Ilmu Al-Quran untuk Pemula. Jakarta Barat: CV Artha Rivera
Ash Shiddieqy, Habsi. (2002). Tafsir Al Bayan. Semarang: Pustaka Rizki Putra
Bakar, M. & Rahman, S. (2019). Impact of Technology Integration on Learning
Outcomes in Islamic Education. Journal of Islamic Studies and Education, 11(1)
Daim Al-Kahil, Abdud. (2010). Metode Mudah Menghafal Al-Quran. Jakarta:
Publishing
Daradjat, Zakiah dkk. (1996). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Akasara
Daryanto. (1999). Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Hadiwidjodjo. (n.d.). Dampak Positif Penggunaan Gadget Bagi Anak. Diakses dari
[Link]
Hamidah, Nur. (2011). Skripsi: Upaya Peningkatan Kemampuan Membaca al-
Quran dengan Metode Iqro’ pada Peserta Didik Kelas 3 SD Negeri Kebumen 1
Kecamatan Banyubiru Tahun. Salatiga: Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri
Herman, Susilo. (2006). Majalah Al-Falah Mengaji Tak Kenal Henti. Surabaya:
Yayasan Dana Sosial Al-Falah
Kementrian Agama RI. (2009). Al-Quran dan Tafsirnya. Jakarta: Pusataka Firdaus.
Khadijah. (2013). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Citapustaka Media
Kunandar. (2008). Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai
Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Rineka Cipta
Majid, Abdul. (2004). Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi Konsep dan
Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: Remaja Rosdakarya
Muslich, Mansur. (2000). Melaksanakan PTK itu Mudah. Jakarta: Bumi Aksara
Nanang. (2008). Media Pembelajaran. Bandung: UPI
Nasution, Noehi dkk. (1991). Materi Pokok Psikologi Pendidikan. Jakarta:
Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Dep. Agama dan
Universitas Terbuka
Puspita, Dian. (2015). Selamatkan Generasi Penerus Dari Bahaya. Jurnal, 10
September 2015
Quraish Shihab, M. (2008). Sejarah dan Ulum Al-Quran. Jakarta: Pusataka Firdaus
Rahim, Farida. (2007). Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta: PT Bumi
Aksara
Sagala, Syaiful. (2010). Konsep dan Makna Pembelajaran untuk Membantu
Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Bandung: Alfabeta
Slameto. (2001). Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Sukirman, Dadang. (2009). Microteaching. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan
Islam Departemen Agama Republik Indonesia
Suryabrata, Sumadi. (2010). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional. (2003). Jakarta: BP Panca Usaha
Syahra. (2006). Informatika Sosial Peluang dan Tantangan. Bandung: LIPI
Susilo. (2009). Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Pustaka Book
Publisher