0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan85 halaman

Peningkatan Membaca Al-Quran dengan Think Qur'an

Dokumen ini adalah proposal penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi melalui penggunaan aplikasi Think Qur’an. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran untuk mengatasi tantangan yang dihadapi siswa dalam membaca Al-Qur'an secara efektif dan menarik. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan metode pembelajaran Al-Qur'an di sekolah.

Diunggah oleh

rikooktaviardi80
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan85 halaman

Peningkatan Membaca Al-Quran dengan Think Qur'an

Dokumen ini adalah proposal penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi melalui penggunaan aplikasi Think Qur’an. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran untuk mengatasi tantangan yang dihadapi siswa dalam membaca Al-Qur'an secara efektif dan menarik. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan metode pembelajaran Al-Qur'an di sekolah.

Diunggah oleh

rikooktaviardi80
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QURAN

DENGAN PENGGUNAAN APLIKASI THINK QUR’AN PADA


PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 1 IX KOTO SUNGAI
LASI

Penelitian Tindakan Kelas

Disusun Oleh

Riko Oktaviardi

Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan


Prodi Pendidikan Profesi Guru

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) IB PADANG


FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
1446 H/ 2024 M
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah swt. yang telah

melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

Proposal penelitian tindakan kelas yang berjudul “Peningkatan Kemampuan

Membaca Al-Quran Dengan Penggunaan Aplikasi Think Qur’an Pada

Peserta Didik kelas VII SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi” merupakan salah

satu langkah yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMP

Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi.

Di zaman digital seperti sekarang, teknologi telah menjadi bagian penting

dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam sektor pendidikan. Penggunaan

teknologi sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran diharapkan dapat

memberikan efek positif, terutama dalam meningkatkan kemampuan membaca al-

Quran di kalangan siswa. Kami yakin bahwa dengan memanfaatkan teknologi

yang tersedia, proses belajar mengajar bisa menjadi lebih efektif, menyenangkan,

dan lebih mudah diakses oleh para peserta didik.

Proposal ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi

seperti Aplikasi Think Al-Qur’an dalam mendukung proses pembelajaran al-Qur'an dan

menentukan strategi yang tepat untuk implementasinya di SMP Negeri 1 IX Koto

Sungai Lasi. Penelitian ini diharapkan dapat menemukan metode yang inovatif dan

efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca al-Qur'an di antara siswa, sehingga

mereka dapat lebih memahami dan menerapkan ajaran-ajaran al-Qur'an dalam kehidupan

sehari-hari.
Kami menyadari bahwa penyusunan proposal ini tidak mungkin terwujud tanpa

bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang

sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, saran, dan

masukan yang sangat berarti. Kami berharap proposal ini dapat memberikan kontribusi

yang signifikan bagi dunia pendidikan, terutama dalam pengembangan metode

pembelajaran al-Qur'an di SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi. Akhir kata, semoga

penelitian ini dapat berlangsung dengan baik dan menghasilkan temuan yang bermanfaat

untuk kemajuan pendidikan di masa depan.

Sungai Lasi, 09 Desember 2024


Penyusun

Riko Oktaviardi

ii
Daftar isi
Cover
KATA PENGANTAR ……………………………………. i
DAFTAR ISI ....................................................................... iii
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah ................................................................... 1
B. Pembatasan dan rumusan masalah ................................................... 5
C. Tujuan penelitian .............................................................................. 6
D. Mamfaat penelitian ........................................................................... 6
BAB II KERANGKA TEORI
A. Landasan teori ................................................................................... 8
B. Penelitian terdahulu ........................................................................... 36
C. Hipotesis penelitian .......................................................................... 39
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis dan sumber data penelitian ............................................................ 41
B. Variabel penelitian ................................................................................ 44
C. Populasi dan sampel ............................................................................. 45
D. Teknik analisis dan Pengujian hipotesis ............................................. 46

BAB IV HASIL PENELITIAN


A. Gambaran Umum SMP Negeri 1 IX Koto Sungai lasi.....................................49
B. Pelaksanaan Penelitian ......................................................................... 53
C. Penyajian Hasil Penelitian .................................................................... 54
D. Pembahasan Hasil Penelitian................................................................ 69
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan........................................................................................... 74
B. Saran ..................................................................................................... 74
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

iii
1

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah

Secara umum pendidikan terdiri dari pendidikan formal,

pendidikan informal, dan pendidikan nonformal. Pendidikan formal adalah

pendidikan yang diatur dan dikelola oleh pemerintah, seperti yang terdapat

di sekolah- sekolah. Proses pendidikan di sekolah melibatkan berbagai

elemen penting, termasuk guru sebagai pendidik, siswa sebagai peserta

didik, materi pelajaran, fasilitas, dan lingkungan belajar. Pembelajaran di

sekolah tidak hanya dilakukan untuk kesenangan semata, tetapi juga

memiliki misi atau tujuan tertentu. Semua fasilitas, dana, dan sumber daya

digunakan untuk mencapai tujuan atau misi tersebut.1

Menyampaikan materi pembelajaran agar dapat diterima dengan

baik dan menarik bagi peserta didik, tidak hanya bergantung pada indera

pendengaran atau metode ceramah saja, tetapi juga memanfaatkan alat

peraga yang dapat dilihat oleh indera penglihatan. Penggunaan media

pembelajaran berupa alat bantu yang praktis dan tersedia di kelas dapat

membantu mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.2

Salah satu pembelajaran yang ada di sekolah ialah Pendidikan

Agama Islam. Dalam materi Pendidikan Agama Islam terdapat materi

1
Slameto, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2001), h. 1
2
Nanang, Media Pembelajaran, (Bandung: UPI, 2008), h. 1

1
2

Tetang membaca al-Quran, Peserta didik harus memiliki kemampuan

membaca al-Quran dengan baik dan benar agar tujuan Pendidikan Agama

Islam di sekolah dapat tercapai. Membaca al-Quran adalah ibadah yang

sangat bernilai di hadapan Allah Swt., terutama jika disertai dengan

pemahaman makna dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Mendidik

anak untuk membaca al-Quran dengan benar merupakan tanggung jawab

utama bagi orang tua.3

Selain menjadi tanggung jawab utama orang tua, pengajaran

kemampuan membaca al-Quran juga perlu dilakukan oleh lembaga

pendidikan untuk peserta didik yang beragama Islam. Ini adalah langkah

penting untuk mencapai nilai religius yang diharapkan dan memastikan

tujuan pendidikan dapat tercapai. Pendidikan Agama Islam bertujuan

membentuk keluhuran rohani dan keutamaan jiwa, yang sebaiknya

ditanamkan sejak dini. Oleh karena itu, pengajaran membaca al-Quran

harus dilaksanakan dengan baik, terencana, dan sistematis.

Di era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi saat ini,

teknologi digital, termasuk gadget, telah mempengaruhi hampir seluruh

aspek kehidupan, termasuk sektor pendidikan.

3
Nur hamidah “ Upaya Peningkatan Kemampuan Membaca al-Quran dengan Metode
Iqro’pada Peserta Didik Kelas 3 SD Negeri Kebumen 1 Kecamatan Banyubiru Tahun
[Link]. (Salatiga: Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, 2011), h. 2
3

dalam pendidikan karakter dan spiritual di Indonesia. Namun, tantangan

dalam mengajarkan membaca al-Quran sering kali mencakup metode

pembelajaran yang kurang menarik dan efektif, serta keterbatasan akses ke

sumber belajar yang memadai

Berdasarkan pengamatan selama proses pembelajaran di SMP Negeri 1 IX

Koto Sungai Lasi, ditemukan bahwa sejumlah siswa masih menghadapi

tantangan dalam membaca al-Quran secara baik dan benar. Kesulitan ini

disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya minat siswa

terhadap pembelajaran, metode pengajaran yang kurang menarik, serta

keterbatasan alat bantu belajar yang digunakan bagi guru.

Pembelajaran membaca al-Quran yang masih menggunakan

metode tradisional dengan buku dan materi cetak sering kali dianggap

kurang menarik bagi siswa yang lebih terbiasa dengan teknologi dan

perangkat digital. Sebagai hasilnya, keterlibatan siswa dalam proses

pembelajaran membaca al-Quran sering kali menurun, dan hasil yang

diperoleh tidak memenuhi target yang diharapkan.

Penelitian terdahulu mengungkapkan bahwa pemanfaatan

teknologi, termasuk aplikasi ponsel dan e-learning, berpotensi

meningkatkan motivasi serta hasil belajar siswa di berbagai mata

[Link] contoh, Ahmed dan Ali menemukan bahwa penerapan

aplikasi mobile dalam pembelajaran al-Quran mampu secara signifikan

memperbaiki keterampilan membaca siswa


4

dibandingkan dengan metode tradisional.4 Studi lain oleh Bakar dan

Rahman mengungkapkan bahwa penerapan teknologi dalam pendidikan

agama Islam dapat memperbaiki hasil belajar serta meningkatkan

keterlibatan siswa. Teknologi memungkinkan penyampaian materi secara

lebih interaktif dan menarik, serta menyediakan akses yang lebih luas ke

sumber belajar digital yang mendukung proses pembelajaran.5

Dalam era teknologi saat ini, teknologi seperti smartphone dan

tablet telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari siswa.

Memanfaatkan teknologi seperti think Qur’an dalam pembelajaran al-

Quran dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan minat dan

keterampilan membaca al-Quran siswa. Penerapan gadget di SMP Negeri

1 IX Koto Sungai Lasi berpotensi mengatasi berbagai kendala yang ada

pada metode konvensional. Dengan aplikasi dan perangkat digital, siswa

dapat mempelajari al-Quran dengan cara yang lebih interaktif dan menarik.

Gadget menawarkan umpan balik yang cepat, materi pembelajaran yang

beragam, serta fitur-fitur yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar

masing-masing siswa..

Walaupun terdapat potensi manfaat, penerapan think Qur’an dalam

pembelajaran membaca al-Quran memerlukan penelitian lebih lanjut untuk

4
Ahmed, N., & Ali, M. (2020). The Effectiveness of Mobile Learning Applications in
Enhancing Quran Reading Skills Among Primary School Students. International Journal of
Educational Technology, 15(2), h. 89-102
5
Bakar, M., & Rahman, S. (2019). Impact of Technology Integration on Learning
Outcomes in Islamic Education. Journal of Islamic Studies and Education, 11(1), h. 55-70.
5

memastikan mamfaatnya dan memahami tantangan yang mungkin

dihadapi. Beberapa penelitian telah mengindikasikan bahwa teknologi

dapat memperbaiki keterampilan membaca al-Quran, namun penelitian

yang khusus meneliti dampak penggunaan gadget dalam konteks sekolah

menengah pertama di Indonesia masih belum banyak. Berdasarkan latar

belakang ini, peneliti berminat untuk melakukan penelitian dengan judul

“Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Quran Dengan Penggunaan

Aplikasi Think Qur’an Pada Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 1

IX Koto Sungai Lasi” Penelitian ini diharapkan dapat memberikan

wawasan lebih mendalam tentang bagaimana teknologi dapat

dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran al-Quran serta

mengidentifikasi strategi efektif untuk penerapannya di sekolah.

B. Pembatasan dan Rumusan Masalah

1. Pembatasan Masalah

a. Banyak ditemukan peserta didik yang mengalami kesulitan dalam

membaca al-Quran dengan baik dan benar

b. Rendahnya minat belajar peserta peserta didik karena metode

pembelajaran yang kurang menarik dan keterbatasan dalam penggunaan

media pembelajaran oleh guru.

c. Pembelajaran membaca al-Quran yang masih menggunakan metode

tradisional dengan buku dan materi cetak sering kali dianggap kurang

menarik, terutama bagi siswa yang sudah terbiasa dengan teknologi dan

gadget
6

2. Rumusan Masalah

Dari uraian pembatasan masalah, maka peneliti akan memfokuskan

perumusan masalah pada:

1. Bagaimana aktivitas peserta didik terhadap penggunaan Aplikasi

Think Qur’an dalam membaca al-Quran di kelas VII.1 SMP Negeri

1 IX koto Sungai Lasi?

2. Apakah penggunaan aplikasi Think Qur’an dapat meningkatkan

kemampuan membaca al-Quran peserta didik kelas VII.I SMP

Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian ini

yaitu sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui kegiatan peserta didik terhadap penggunaan

Aplikasi Think Qur’an dalam membaca al-Quran di kelas VII.1 SMP

Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi

2. Untuk mengetahui penggunaan aplikasi Think Qur’an dapat

meningkatkan kemampuan membaca al-Quran peserta didik kelas

VII.1 SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini berdasarkan kepada rumusan dan tujuan

masalah dalam penelitian ini yakni :

1. Meningkatkan pemahaman penulis serta menyediakan wawasan bagi


pembaca mengenai dampak Aplikasi Think Al-Quran terhadap kemampuan

siswa dalam membaca al- Quran dengan baik dan benar.

2. Sebagai sumber informasi dan referensi untuk orang tua dan guru dalam

memberikan perhatian yang lebih pada proses membaca al-Quran oleh

peserta didik..
7
3. Menambah koleksi perpustakaan Lentera Ilmu SMP Negeri 1 IX Koto

Sungai Lasi yang disediakan sebagai bahan bacaan dan refrensi bagi

penelitian lainnya.
8
8

BAB II

KERANGKA TEORI

A. Landasan Teori

1. Konsep belajar

Belajar merupakan proses perubahan perilaku yang dihasilkan dari

pengalaman dan latihan, dimana tujuannya adalah untuk mengubah

berbagai aspek tingkah laku, termasuk pengetahuan, keterampilan, dan

sikap, serta mencakup seluruh aspek kepribadian individu. Pada

dasarnya, belajar adalah usaha dan proses perubahan yang dialami

individu sebagai akibat dari interaksi dan pengalaman dengan

lingkungan sekitarnya.1

Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa belajar

adalah proses mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang

menghasilkan perubahan perilaku dan kemampuan bereaksi yang

bersifat relatif tetap, akibat dari interaksi individu dengan

lingkungannya. Dalam pengertian yang lebih luas, belajar adalah

proses yang memungkinkan terjadinya pembentukan atau perubahan

perilaku baru yang bukan disebabkan oleh kematangan atau faktor

sementara, melainkan sebagai hasil dari pengembangan respons

utama.2

Belajar adalah aktivitas, baik yang bersifat fisik maupun mental,

yang mengakibatkan perubahan perilaku baru pada individu yang

belajar, dalam bentuk kemampuan yang relatif stabil dan bukan

1
Khadijah, Belajar dan Pembelajaran, (Bandung: Citapustaka Media, 2013), h. 18
2
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional, (Jakarta: BP Panca Usaha, 2003), h. 4.
9

disebabkan oleh kematangan atau faktor sementara. Perubahan

kemampuan yang timbul akibat kematangan, pertumbuhan, atau

perkembangan, seperti kemampuan anak untuk berdiri dari posisi

duduk atau perubahan fisik akibat kecelakaan, tidak dapat dianggap

sebagai hasil dari proses belajar meskipun perubahan tersebut

berlangsung lama dan stabil. Beberapa ahli menjelaskan konsep dasar

belajar sebagai berikut:

a. Belajar menurut B.F .Skiner

Menurut Skinner, proses belajar terjadi melalui penciptaan

kondisi yang mendukung dengan menggunakan penguatan

(reinforcement), sehingga individu menjadi lebih termotivasi dan aktif

dalam belajar berkat adanya ganjaran (punishment) dan pujian

(rewards) yang diberikan oleh guru berdasarkan hasil belajar mereka.

Skinner membedakan dua jenis respons dalam proses ini. Pertama

adalah respondent response, yaitu respons yang muncul sebagai akibat

dari perangsang tertentu yang disebut eliciting stimuli, seperti makanan

yang menyebabkan keluarnya air liur. Biasanya, perangsang ini muncul

sebelum respons. Kedua adalah operan respons, yaitu respons yang

muncul dan berkembang sebagai akibat dari stimulus tertentu yang

disebut sebagai reinforcing stimuli atau reinforce, karena stimulus ini

memperkuat respons yang telah dilakukan oleh organisme. Jadi,

seorang akan menjadi lebih


10

giat belajar apabila mendapat riword sehingga responsnya menjadi

lebih intensif atau kuat.3

b. Belajar menurut Robert M. Gagne

Menurut Gagne, sebagaimana dikutip oleh Sagala, belajar

diartikan sebagai perubahan dalam kemampuan manusia yang

terjadi setelah proses pembelajaran yang kontinu, bukan hanya

sebagai hasil dari pertumbuhan alami. Proses belajar terjadi ketika

situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi

individu sedemikian rupa sehingga perilakunya mengalami

perubahan dari kondisi sebelum dan setelah mengalami situasi

tersebut.4 Pandangan Gagne di atas menekankan bahwa belajar

melibatkan stimulus yang berinteraksi dengan isi ingatan, yang

secara bersamaan mempengaruhi perubahan perilaku dari waktu ke

waktu. Dengan demikian, proses belajar dipengaruhi oleh dua

faktor utama: faktor internal, yaitu isi ingatan, dan faktor eksternal,

yaitu stimulus yang berasal dari lingkungan luar individu yang

sedang belajar.

c. Belajar menurut Jean Piaget

Piaget adalah seorang psikolog yang berfokus pada studi

tentang cara berpikir anak-anak, karena ia percaya bahwa

pemahaman tentang cara berpikir mereka dapat menjawab

pertanyaan-pertanyaan epistemologi. Menurut piaget berpendapat

bahwa ada dua proses yang terjadi dalam pekembangan

3
Dadang Sukirman Microteaching, (Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Departemen Agama Republik Indonesia, 2009), h. 1
4
Noehi Nasution, dkk, Materi Pokok Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Direktorat Jenderal
Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Dep. Agama dan Universitas Terbuka, 1991), h. 4
11

kognitif anak, yakni proses assimilations dan accommodation.5

Proses assimilations, adalah proses di mana individu

mengintegrasikan informasi baru ke dalam skema atau pengetahuan

yang sudah ada dan membuat penyesuaian jika diperlukan.

Sebaliknya, accommodation melibatkan penataan ulang atau

modifikasi pengetahuan yang telah ada agar informasi baru dapat

disesuaikan dengan lebih efektif. Piaget mengembangkan teori

kognitif ini dalam kerangka teori keseimbangan yang dikenal

sebagai akomodasi. Teori tersebut menjelaskan bahwa struktur

kognitif akan berubah ketika individu menghadapi informasi baru

yang tidak dapat diintegrasikan ke dalam skema yang sudah ada.

Akomodasi, menurut Piaget, adalah hasil dari interaksi dengan

lingkungan dan pengalaman yang tidak sesuai dengan pengetahuan

dan pemikiran yang sudah ada..6

d. Belajar menurut Carl R. Rogers

Rogers menekankan pentingnya pendekatan pengajaran

dibandingkan dengan fokus pada peserta didik dalam praktik

pendidikan yang sering ditandai oleh peran dominan guru dan

metode hafalan dari peserta didik. Menurutnya, prinsip-prinsip

pendidikan dan pembelajaran harus memperhatikan hal-hal

berikut:

(1) manusia memiliki

5
Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), h. 271
6
Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran untuk Membantu Memecahkan
Problematika Belajar dan Mengajar, (Bandung: Alfabeta, 2010), h. 14
12

kekuatan alami untuk belajar, sehingga peserta didik tidak perlu

mempelajari hal-hal yang tidak relevan, (2) peserta didik cenderung

mempelajari hal-hal yang memiliki makna bagi mereka, (3)

organisasi bahan ajar harus dilakukan dengan cara yang membuat

materi dan ide baru menjadi bagian yang berarti bagi peserta didik,

(4) dalam masyarakat modern, belajar yang bermakna melibatkan

memahami proses pembelajaran, keterbukaan terhadap

pengalaman, dan kolaborasi serta perubahan diri secara

berkelanjutan, (5) pembelajaran yang optimal terjadi ketika siswa

terlibat secara aktif dan bertanggung jawab dalam proses

pembelajaran, (6) pembelajaran melalui pengalaman terjadi ketika

peserta didik melakukan evaluasi diri, dan (7) pengalaman belajar

memerlukan keterlibatan penuh dan kesungguhan dari peserta

didik7. Dalam pandangan Rogers, belajar pada dasarnya

berlandaskan pada prinsip kebebasan dan penghargaan terhadap

perbedaan individu dalam pendidikan. Dengan pendekatan ini,

peserta didik akan lebih memahami diri mereka sendiri, menerima

diri mereka apa adanya, dan akhirnya merasa bebas untuk membuat

pilihan dan bertindak sesuai dengan individualitas mereka dengan

penuh tanggung jawab Rogers di atas pada dasarnya bertumpu pada

prinsip kebebasan dan perbedaan individu dalam pendidikan.

e. Belajar menurut Pandangan Benjamin S. Bloom

Penelitian yang dilakukan oleh Bloom dalam mengamati

kecerdasan anak pada rentang waktu tertentu menemukan bahwa

pengukuran
13
7
Ibid, h. 14
14

kecerdasan anak pada usia 15 tahun merupakan hasil

pengembangan anak usia dini. Bloom mengembangkan taksonomi

tujuan pendidikan dengan menyusun pengalaman dan pertanyaan

dalam urutan bertingkat, mulai dari pengingat (recall) hingga

penerapan. Ia percaya bahwa anak-anak dapat menguasai tugas-

tugas yang diberikan di sekolah, namun ia juga mengakui bahwa

beberapa anak mungkin memerlukan waktu tambahan dan

bimbingan lebih intensif dibandingkan dengan teman sebayanya.8

f. Belajar menurut Jerume S. Bruner

Bruner berpendapat bahwa belajar melibatkan

pengembangan kategori-kategori yang saling terhubung sehingga

setiap individu membentuk model unik tentang dunia dan sistem

pengkodean (coding) mereka sendiri. Berdasarkan model ini,

proses belajar terjadi melalui perubahan model yang ada, yaitu

dengan mengubah kategori yang sudah ada, menghubungkan

kategori- kategori dengan cara yang baru, atau menambahkan

kategori- kategori baru.9

Berdasarkan uraian tentang belajar menurut para ahli pendidikan

dan psikologi di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah aktivitas

psikologis dan fisik yang mengarah pada perubahan yang relatif

8
Ibid, h. 25
9
Ibid, h. 29
15

bersifat stabil dalam pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Meskipun

semua ahli sepakat bahwa inti dari belajar adalah perubahan perilaku,

mereka menawarkan berbagai pendekatan untuk mencapai perubahan

tersebut. Setiap teori belajar memiliki karakteristiknya sendiri, sesuai

dengan perspektif masing-masing ahli.10 Oleh karena itu, para ahli

psikologi mengklasifikasikan perbuatan belajar ke dalam berbagai

jenis berdasarkan karakteristik masing-masing.

2. Konsep al-Quran

a. Pengertian al-Quran

Menurut bahasa, kata al-Quran memiliki berbagai makna,

salah satunya adalah bacaan atau sesuatu yang harus dibaca dan

dipelajari. Namun, para ulama memiliki pendapat berbeda dalam

mendefinisikan al-Quran. Ada yang berpendapat bahwa al-Quran

adalah kalam Allah yang bersifat mukjizat, yang diturunkan kepada

Nabi Muhammad SAW melalui perantara Jibril, dengan lafaz dan

maknanya berasal dari Allah SWT, dan ditransmisikan secara

mutawatir. Membacanya dianggap sebagai ibadah, dimulai dengan

surah al-Fatihah dan diakhiri dengan surah an-Nas.11 Ada

pandangan yang menyatakan bahwa al-Quran adalah kalamullah

yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril

sebagai mukjizat dan berfungsi sebagai petunjuk (hidayah) bagi

umat manusia.12 Berdasarkan beberapa definisi yang telah

disebutkan, unsur-unsur utama

10
Ibid, h. 33
11
Aminudin, Pendidikan Agama Islam untuk Perguruan Tinggi Umum, (Bogor: Ghalia
Indonesia, 2005), h. 45
12
M. Quraish Shihab, Sejarah dan Ulum Al-Quran, (Jakarta: Pusataka Firdaus, 2008), h. 13
16

yang melekat pada Al-Qur’an ialah 1) Kalamullah, 2) Diturunkan

kepada Nabi Muhammad, 3) Melalui Malaikat Jibril, 4) Berbahasa

Arab, 5) Menjadi mukjizat Nabi Muhammad, 6) Berfungsi sebagai

petunjuk dan pembimbing bagi manusia.13

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa al-Qur'an

adalah wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi

Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril dengan menggunakan

bahasa Arab. Al-Qur'an merupakan mukjizat Nabi Muhammad

SAW yang diturunkan secara mutawatir, dan berfungsi sebagai

petunjuk serta pedoman hidup bagi setiap umat Islam di seluruh

dunia.

b. Fungsi al-Quran

1) Al-Quran berfungsi sebagai bukti kebenaran Nabi Muhammad SAW,

dengan tantangan yang diberikan secara bertahap:1) Menantang

siapa pun yang meragukannya untuk membuat sebuah al-Quran

secara keseluruhan,2) Menantang mereka untuk menyusun

sepuluh surat semacam al-Quran, 3) menantang mereka untuk

membuat satu surah yang mirip dengan al-Quran, 4) Menantang

mereka untuk menciptakan sesuatu yang serupa atau mendekati

kesamaan dengan satu surah dari al-Quran.

2) Menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia. Petunjuk

dimaksud adalah petunjuk agama yang biasa disebut dengan

syariat.

13
Kementrian Agama RI, Al-Quran dan Tafsirnya, ((Jakarta: Pusataka Firdaus, 2009), h. 7
17

3) Al-Quran merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW yang

membuktikan keNabian dan kerasulannya, serta menunjukkan bahwa

al-Quran adalah ciptaan Allah dan bukan hasil karya Nabi.

4) Al-Quran berfungsi sebagai petunjuk hidup yang diturunkan oleh

Allah kepada Nabi Muhammad tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga

untuk dipahami, diterapkan, dan dijadikan sebagai sumber hidayah

serta panduan bagi umat manusia dalam meraih kebahagiaan di dunia

dan akhirat. Karena itu, kita dianjurkan untuk menjaga dan

memelihara al-Quran dengan baik.14

c. Sejarah turunnya al-Quran

Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad

di Gua Hira pada malam Hisnain, yang bertepatan dengan tanggal

17 Ramadan tahun ke-40 dari kelahiran Nabi Muhammad SAW,

yaitu 6 Agustus 610 M. Sesuai dengan kemuliaan dan kebesaran al-

Quran, Allah menjadikan malam turunnya al-Quran tersebut

sebagai malam "Lailatul Qadar," malam yang penuh kemuliaan..

Al-Quran terdiri dari 30 juz dan 114 surat, dengan susunan

yang ditentukan langsung oleh Allah SWT. Penetapan susunan ini

dilakukan dengan cara tawqifi, yaitu berdasarkan wahyu, bukan

melalui metode penyusunan seperti dalam buku [Link] ilmiah

yang membahas satu masalah selalu menggunakan satu metode

tertentu, metode ini tidak terdapat dalam

14
M. Quraish Shihab, op. cit, h. 36
18

al-Quran Al Karim, yang didalamnya banyak persoalan mendasar

silih berganti diterangkan15

Para ulama ulumul Quran umumnya membagi sejarah

turunnya al-Quran menjadi dua periode: periode sebelum hijrah

dan periode sesudah hijrah. Ayat-ayat yang turun sebelum hijrah

dikenal sebagai ayat-ayat Makkiyah, sementara ayat-ayat yang

turun setelah hijrah disebut ayat-ayat Madaniyah. Namun, dalam

pembagian ini, kita akan memisahkan sejarah turunnya al-Quran

menjadi tiga periode. Periode pertama dan kedua mencakup ayat-

ayat Makkiyah, sementara periode ketiga meliputi ayat-ayat

Madaniyah.

d. Tujuan pokok diturunkan al-Quran

Sebagaimana diketahui, al-Quran merupakan sumber

utama dan pertama ajaran agama Islam. Berbeda dengan kitab suci

agama lain, al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad

tidak hanya mencakup pokok-pokok agama, tetapi juga berisi

segala hal yang diperlukan untuk kehidupan manusia. Al-Quran

mencakup nilai-nilai moral, norma-norma hukum yang mengatur

hubungan dengan Allah, serta pedoman untuk interaksi manusia

dengan sesama makhluk dan masyarakat.

15
Ibid, h. 36
19

Al-Quran adalah kitab petunjuk, seperti yang kita pelajari

dari sejarah penurunannya. Al-Quran memiliki tiga tujuan pokok,

yaitu:

1) Petunjuk Aqidah dan Kepercayaan: Al-Quran memberikan petunjuk

tentang keimanan yang harus dianut, termasuk keyakinan akan

keesaan Tuhan dan kepastian adanya hari pembalasan.

2) Petunjuk Akhlak: Al-Quran menerangkan norma-norma keagamaan

dan susila yang harus diikuti oleh manusia dalam kehidupan, baik

secara individu maupun kolektif, untuk membentuk akhlak yang

murni..

3) Petunjuk Syariat dan Hukum: Al-Quran menguraikan dasar-dasar

hukum yang harus diikuti dalam hubungan dengan Tuhan dan sesama

manusia. Dengan kata lain, al-Quran adalah petunjuk bagi seluruh

umat manusia menuju kebajikan yang harus ditempuh untuk

mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.16

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa al-Quran

mengandung petunjuk yang jelas bagi umat manusia untuk

mencapai kebajikan. Al-Quran menunjukkan jalan yang harus

ditempuh bagi mereka yang menginginkan kebahagiaan dan

menghindari kejahatan, agar tidak terjerumus ke dalam

kesengsaraan.

16
Ibid, h. 40
20

3. Tata cara membaca al-Quran

Al-Quran merupakan pedoman utama bagi setiap umat Muslim,

dan setiap Muslim dianjurkan untuk tidak hanya membacanya tetapi

juga memahami kandungannya. Oleh karena itu, penting bagi kita

untuk mempelajari al-Quran, baik dalam hal membaca, menulis,

maupun memahami isi dari ayat-ayatnya. Bagi orang yang beriman,

kecintaannya terhadap al-Quran akan semakin mendalam. Sebagai

wujud cinta tersebut, mereka akan semakin bersemangat untuk

membacanya secara rutin, mempelajari makna dan isinya, serta

mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini termasuk

menerapkan ajaran al-Quran dalam hubungan dengan Allah SWT dan

interaksi dengan lingkungan sekitar.17 Allah swt berfirman:

Artinya : Dan kami turunkan al-Quran suatu yang menjadi obat dan
rahmat bagi orang beriman dan tidak menambah kepada orang zalim
kecuali kerugian
(Q.S al- Isra ayat 82)18

Dalam sebuah riwayat pernah dikatakan bahwa pada suatu hari,

seseorang datang menghadap Ibnu Mas’ud r.a dan menceritakan

permasalahan nya. “Wahai Ibnu Mas’ud, berilah nasihat yang dapat

aku jadikan obat bagi jiwaku yang sedang gelisah,” keluhnya.

17
Amrullah, Ilmu Al-Quran untuk Pemula, (Jakarta Barat: CV Artha Rivera, 2008), h. 66
18
Al Ihsan, Al-Quran; Tafsir Perkata, (Bandung: Cordoba, 2021), h. 290
21

Ibu Mas’ud menjawab, “Kalau penyakit itu yang menimpamu, bawalah

hatimu mengunjungi tiga tempat, yaitu tempat orang-orang membaca

al- Quran, bacalah al-Quran, atau dengarlah baik-baik orang yang

membaca al-Quran19

Dari keterangan di atas, dapat dipahami bahwa al-Quran adalah

sumber utama ajaran Islam dan merupakan kebutuhan penting bagi

setiap umat Muslim. Al-Quran mengandung banyak ilmu dan pelajaran

berharga yang dapat diambil. Oleh karena itu, seluruh umat Islam di

dunia dianjurkan untuk membaca dan mempelajari al-Quran secara

mendalam.

Membaca al-Quran memerlukan adab-adab tertentu agar bacaan

diterima dan mendatangkan pahala. Adab-adab tersebut meliputi:1)

Ikhlas kepada Allah: Membaca al-Quran dengan niat mencari ridha

Allah dan pahala-Nya. 2 Suci dari Hadats: Memastikan diri dalam

keadaan suci dari hadats besar maupun kecil. 3) Menjaga Tangan dan

Mata: Menghindari aktivitas yang tidak bermanfaat dan menjaga mata

dari memalingkan diri tanpa alasan yang diperlukan 4 Bersiwak:

Menggosok gigi dan membersihkan mulut sebelum membaca, sebagai

bentuk kesopanan dalam membaca al-Quran.5) Menghadap Kiblat:

Disarankan untuk menghadap kiblat saat membaca al-Quran, karena ini

adalah arah yang mulia.6) Berlindung kepada Allah: Membaca

ta’awwudz sebelum mulai membaca.7) Membaca

bismillahirrahmanirrahim jika memulai dari awal surat. 8) Membaca

dengan Tartil

19
Habsi Ash Shiddieqy, Tafsir Al Bayan, (Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2002), h. 766
22

dalam membaca ialah tadabbur (memahami) dan tadabbur tidak akan

tercapai jika dengan tergesa-gesa. 9) Menggunakan kemampuan

berpikir dan pemahamannya untuk memahami arti dari bacaan Al-

Qur'an yang sedang dibacanya.10) Berdoa dan mencari perlindungan:

Memohon kepada Allah saat membaca ayat-ayat yang penuh rahmat,

berlindung dari azab saat membaca ayat-ayat yang memperingatkan,

bertasbih saat membaca ayat-ayat pujian, dan bersujud saat

diperintahkan untuk melakukannya. 11) Memperhatikan Hak Huruf:

Mengucapkan setiap huruf dengan jelas dan tepat, karena setiap huruf

mendatangkan sepuluh kebaikan.12) Kekhusyukan: Membaca dengan

penuh kekhusyukan, ketenangan, dan rasa kedamaian. 13) ) Membaca

sesuai kaidah tajwid. 14) Tidak memberikan komentar pada bacaan Al-

Qur'an dengan kata-kata sendiri, seperti ucapan “Allah, Allah,” “ulang-

ulang,” atau yang sejenisnya. Yang seharusnya dilakukan oleh

pendengar Al-Qur'an adalah mentadabburi, diam (tenang), dan

mendengarkan dengan khusyuk.15) Tidak memutuskan bacaan dengan

perkataan yang tidak ada faedahnya. 16) Menjaga al-Quran dengan

selalu membacanya serta berusaha agar jangan sampai melupakannya.

Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak melewatkan hari tanpa membaca

sebagian al-Quran agar tidak melupakannya, dan usahakan untuk selalu

dekat dengan mushaf. Lebih baik lagi jika setiap hari membaca

minimal satu juz al-Quran dan mengkhatamkannya setidaknya sekali

dalam sebulan. 17) Sebisa mungkin membacanya dengan


23

suaranya yang paling indah . Wajib untuk mendengar dan diam ketika

seseorang sedang membaca Al-Qur'an. Hormati mushaf dengan tidak

meletakkannya di atas tanah, tidak menempatkan benda-benda di

atasnya, dan tidak melemparkannya kepada orang lain yang ingin

meminjamnya.20

4. Konsep dasar Media Think Qur’an

a. Pengertian Aplikasi Think Qur’an

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah

memberikan kontribusi besar dalam berbagai bidang, termasuk

pendidikan Islam. Salah satu manfaat signifikan adalah kemudahan

akses terhadap sumber belajar interaktif, fleksibel, dan dapat

disesuaikan dengan kebutuhan siswa, keterbatasan media

pembelajaran traditional, dan kebutuhan akan pendekatan yang

lebih personal serta efektif. Think Qur’an adalah perangkat

teknologi berupa aplikasi dalam bentuk website dengan fungsi

khusus, dianggap sebagai inovasi atau barang terbaru. Think

Qur’an merupakan aplikasi yang juga dirancang untuk membantu

siswa membaca, memahami, dan mempelajari Al-Qur’an secara

interaktif. Aplikasi ini memiliki fitur fitur yang mendukung

pembelajaran membaca Alqur’an seperti:

1. Audio Bacaan dengan Tartil

Panduan ini membantu siswa membaca Al-Qur’an

sesuai dengan tajwid dan makhraj yang benar


24
2. Tes tajwid interaktif

Fitur ini memberikan penilaian otomatis atas

kemampuan siswa dalam mengaplikasikan tajwid

selama membaca

3. Pencarian Kontekstual Ayat

Fitur ini mempermudah siswa untuk memahami makna

ayat dan hubungannya dengan konteks tertentu

4. Latihan Mandiri

Aplikasi ini menyediakan modul latihan yang bisa

digunakan kapan saja, serta memberikan fleksibelitas

dalam belajar

Menurut Zainudin dan Mustaffa penggunaan gadget

dengan aplikasi seperti Think Qur’an mampu

menjembatani metode pembelajaran traditional dengan

menyediakan akses yang lebih menarik, mudah, dan

relevan bagi generasi digital.21. Sekarang, gadget sudah

menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, dan hampir

setiap orang memilikinya.

Gadget tidak hanya dimiliki oleh masyarakat perkotaan,

tetapi juga oleh masyarakat pedesaan. Saat ini, hampir setiap

lapisan masyarakat, baik yang tua maupun muda dan dari berbagai

golongan, telah mampu mengoperasikan gadget dengan baik.

20
Abdud Daim Al-Kahil, Metode Mudah Menghafal Al-Quran, (Jakarta: Publishing, 2010) h. 126
21
Zinudin, A.,& Mustaffa,N.(2022). Evaluation of the use of gadgets in islamic religious
education.14(3),121-135
25

teknologi yang satu sekarang. Berbagai kemudahan dan kecangihan

memang diberikan dengan mudah oleh piranti elktronik yang satu

ini, sehingga masyarakat seakan akan mau tidak mau menjadi

ketergantugan dengan alat elektronik ini.

b. Tata cara penerapan Aplikasi Think Qur’an

Aplikasi think Al-Qur’an dapat dipakai oleh siapa saja

untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Saat ini,

aplikasi think Qur’an bisa digunakan oleh mulai dari anak-anak

hingga orang dewasa karena semua orang sudah terbiasa

menggunakan gadget.. Di kalangan orang dewasa, gadget sering

dimanfaatkan untuk komunikasi, mencari informasi, browsing,

menonton video di YouTube, bermain game, dan berbagai aktivitas

lainnya. Pada anak usia dini, pemakaian teknologi biasanya

terbatas dan digunakan terutama sebagai media pembelajaran,

bermain game, serta menonton animasi. Penggunaan gadget juga

bervariasi dalam hal waktu, durasi, dan intensitas, tergantung pada

apakah yang menggunakannya adalah orang dewasa atau anak-

anak.22

Oleh sebab itu sangat penting untuk memnfaatkan fungsi

dari teknologi seperti gadget seperti penggunaan Aplikasi think

Qur’an untuk pembelajaran. Untuk memaksimalkan potensi Think

Qur'an sebagai media pembelajaran, diperlukan tata cara

penggunaan yang sistematis dan terstruktur.


26

Berikut langkah-langkah penggunaannya dalam

pembelajaran membaca Al-Qur'an di sekolah:

1. Persiapan Awal

a) Instalasi Aplikasi

Guru memastikan aplikasi think Qur’an

diunduh dan terinstal pada perangkat siswa.

Aplikasi ini dapat dinduh melalui platform

distribusi resmi seperti google play store atau

Apple App Store.

b) Orientasi Penggunaan

Guru memberikan orientasi awal kepada siswa

tentang fitur fitur yang ada dalam aplikasi,

seperti audio bacaan, latihan tajwid dan tes

kemampuan membaca Al-Qur’an.

c) Pengaturan Akun

Guru dan siswa membuat akun pribadi untuk

melacak progres belajar, termasuk jumlah surah

yang dibaca dan hasil latihan.

c. Kelebihan dan kelemahan Aplikasi Think Qur’an

Aplikasi Think Qur’an memiliki berbagai keuntungan,

terutama jika digunakan untuk meningkatkan kemampuan

membaca alquran siswa. Penggunaan Think Qur’an sebagai media

pembelajaran memiliki kelebihan yang signifikan, namun juga

diiringi beberapa kekurangan yang diperhatikan dalam

penerapannya. Berikut akan diuraikan kelebihan dan kekurangan

aplikasi Think Qur’an, adapun yang menjadi kelebihan aplikasi


27
22
Syahra, Informatika Sosial Peluang dan Tantangan, (Bandung: LIPI, 2006), h. 7
28

tersebut. adalah.23

1) Interaktivitas yang tinggi: Think Qur’an menyediakan fitur

interaktif seperti audio pembacaan dengan tartil, evaluasi

tajwid otomatis dan latihan mandiri. Menurut ahmed dan ali

aplikasi yang memliki fitur interaktif cendrung meningkatkan

motivasi siswa untuk belajar

2) Penilaian otomatis dan real time: think Qur’an mempunyai

fitur penilaian otomastis dalam aplikasi serta memberikan

umpan balik secara real time kepada siswa.

3) Mengembangkan Kemampuan Membaca Al Quran, dan

Pemecahan Masalah: Aplikasi Think Qur’an dapat

menumbuhkan rasa ingin tahu anak, memicu kesadaran akan

kebutuhan untuk belajar secara mandiri tanpa harus dipaksa.

4) Visualisasi dan audio berkualitas

Aplikasi ini menggunakan visualisasi teks Al-Qur’an yang jelas

dan audio bacaan yang sesuai dengan kaidah tajwid.

Selanjutnya beberapa dampak negatif dari penggunaan think Qur’an:

1) Ketergantungan pada Teknologi: Anak mungkin menjadi

kurang fokus saat belajar, karena mereka sering kali terganggu

oleh gadget dan sulit untuk berhenti memikirkannya.

2) Resiko Distraksi: Penggunaan gadget, seringkali terganggu oleh

aplikasi lain seperti menonton YouTube dan game. resiko

distraksi perlu diantisipasi untuk memastikan siswa tetap fokus

23
Hadiwidjodjo, Jurnal; Dampak Positif Penggunaan Gadget Bagi
Anak, [Link]
29
gadget-bagi anak.
30

3) Kecanduan: Anak bisa mengalami ketergantungan pada gadget,

sehingga sulit untuk mengurangi penggunaannya dan

menjadikannya sebagai kebutuhan utama.

4) Gangguan Kesehatan: Penggunaan gadget dapat menyebabkan

masalah kesehatan, seperti gangguan akibat paparan radiasi

dan kerusakan pada kesehatan mata anak

5) Terhambatnya Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini: Proses

kognitif yang mencakup cara anak mempelajari,

memperhatikan, mengamati, membayangkan, memprediksi,

menilai, dan memikirkan lingkungannya bisa terhambat karena

terlalu banyak menggunakan gadget.

6) Penghambatan Kemampuan Berbahasa: Anak yang sering

menggunakan gadget cenderung menjadi lebih pendiam, sering

meniru bahasa yang didengar dari gadget, dan mungkin merasa

enggan berkomunikasi dengan teman atau lingkungan sekitar

mereka.

7) Dapat berpengaruh terhadap perilaku anak usia dini, contoh

anak bermain game yang memiliki unsur kekerasan yang akan


31

mempengaruhi pada perilaku serta karakter yang dapat

menimbulkan tindak kekerasan terhadap teman).24

Berdasarkan uraian mengenai dampak positif dan negatif

dari penggunaan aplikasi think Qur’an, dapat disimpulkan

bahwa aplikasi think Qur’an adalah media yang dapat

mempermudah guru dalam meningkatkan kemampuan

membaca Al-Quran siswa. Namun, manfaat dan kerugian yang

ditimbulkan oleh gadget sangat bergantung pada cara

pemanfaatannya, apakah digunakan untuk tujuan yang

konstruktif atau tidak.

Usaha guru dalam meningkatkan kemampuan membaca al-

Qur'an melalui penggunaan gadget melibatkan pemanfaatan media

think Al-Qur’an dan berbagai metode dalam proses pembelajaran.

Sebagai contoh, saat mengajarkan al-Qur'an dan Hadits, guru dapat

menggunakan aplikasi think Qur’an sebagai salah satu media

pembelajaran untuk mendukung dan memperkaya proses belajar

siswa.

5. Upaya guru dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Quran.

Pembelajaran al-Qur'an sebenarnya bukan hanya tanggung jawab

guru di sekolah, tetapi juga merupakan kewajiban kita sebagai orang

mukmin. Sebagai pengikut kitabullah, al-Qur'an adalah pedoman hidup

kita semua. Agar peserta didik dapat memahami isi al-Qur'an, mereka

harus terlebih dahulu mampu membacanya dengan baik. Dalam

24
Hadiwidjodjo, Jurnal; Dampak Positif Penggunaan Gadget Bagi
Anak, [Link]
gadget-bagi anak.
32

agama Islam melaksanakan pendidikan dan pengajaran al-Quran ialah

amalan ibadah kepada Allah swt. Orang tua yang mengajarkan

anaknya membaca dan menulis al-Qur'an menjalankan salah satu hak

anak, yaitu hak untuk dibimbing agar terhindar dari api neraka. Banyak

sekali perintah dalam ajaran Islam mengenai pendidikan dan

pembelajaran. Salah satu contohnya adalah firman Allah SWT dalam

Al-Qur'an:

Artinya Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan


pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.
Sesungguhnya Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang sesat dari
jalannya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat
petunjuk." ( Surat an Nahl ayat 125)25

Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk menumbuhkan dan

meningkatkan keimanan dengan memberikan pengetahuan,

pemahaman, pengalaman, dan pengamalan ajaran agama Islam kepada

peserta didik. Tujuan ini mencakup pengembangan keimanan dan

ketakwaan, pembentukan sikap kebangsaan dan kewarganegaraan yang

baik, serta mempersiapkan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan

ke jenjang yang lebih tinggi.26

25
Al Ihsan, [Link], h. 281
26
Abdul Majid, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi Konsep dan Implementasi
Kurikulum 2004, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004), h. 130
33

Agar pendidikan agama Islam dapat berjalan dengan baik,

diperlukan guru yang profesional di bidangnya. Guru memiliki peran

yang sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan, dan untuk

mendukung keberhasilan pendidikan, dibutuhkan upaya dan usaha

yang konsisten dari guru untuk memajukan proses pembelajaran.

Upaya guru dalam meningkatkan kualitas peserta didik memiliki

dampak signifikan terhadap mutu pendidikan secara keseluruhan.

Indikator kemajuan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh tingkat

sumber daya manusianya; semakin tinggi kualitas sumber daya

manusia, semakin tinggi pula tingkat pendidikan yang dicapai, dan

sebaliknya. Oleh karena itu, indikator mutu pendidikan sangat

dipengaruhi oleh upaya dan usaha guru. Upaya ini harus terfokus pada

pencapaian hasil dan tujuan. Jika usaha yang dilakukan kurang

maksimal, hasil yang dicapai akan kurang memuaskan dan tidak sesuai

dengan tujuan yang telah ditetapkan. Sebaliknya, usaha yang baik dan

berkualitas akan menghasilkan hasil yang optimal dan sesuai dengan

tujuan yang diinginkan. Oleh karena itu, dengan memiliki upaya dan

usaha yang tinggi, serta disertai dengan kemampuan dan

profesionalisme, seseorang akan secara otomatis terdorong untuk

berpartisipasi aktif dalam memecahkan masalah yang muncul,

menunjukkan kesediaan untuk bekerja, memiliki semangat tinggi

dalam menjalankan tugas, serta memiliki loyalitas dan dedikasi yang

tinggi untuk terus meningkatkan kemampuan individu.


34
Arti guru yang disampaikan oleh para pakar dan ahli pendidikan

diantaranya:

a. Menurut Zakiyah Daradjat, guru merupakan pendidik profesional

yang secara implisit menyerahkan sebagian tanggung jawab yang

umumnya diemban oleh orang tua. Dalam hal ini, guru memegang

peran krusial dalam membimbing dan mendidik siswa, mirip

dengan peran orang tua.27

b. Menurut Athiyah Al-Abrosy: Guru adalah "Spiritual Father" atau

bapak rohani bagi seorang murid. Guru memberi santapan jiwa

melalui ilmu dan mendidik akhlak siswa. Menghormati guru berarti

menghormati masa depan anak-anak kita, karena guru berperan

dalam kehidupan dan perkembangan siswa jika mereka

menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.28

Dapat disimpulkan bahwa upaya guru secara umum mencakup

aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk membimbing, mendidik,

mengajar, dan mentransfer pengetahuan kepada anak didik sesuai

dengan kemampuan dan profesionalisme yang dimiliki. Tujuan dari

upaya tersebut adalah mencapai hasil yang diinginkan dalam proses

pendidikan. Pendidikan tidak hanya dilakukan melalui perkataan, tetapi

juga melalui sikap, tingkah laku, dan tindakan sehari-hari. Oleh karena

itu, pendidikan memerlukan proses yang konsisten dan rutin. Penelitian

ini akan membahas profesionalitas guru dalam konteks meningkatkan

kemampuan membaca al-Qur'an, yang merupakan bagian dari ilmu

keagamaan.

27
Zakiah Daradjat dkk, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Akasara, 1996), h. 77
28
Athiyah Al-Abrosy, Dasar-dasar Pokok Pendidikan Islam, (Jakarta: Bulan Bintang,
1970), h. 137
35
a. Defenisi baca tulis Quran

Membaca pada hakikatnya merupakan proses yang

kompleks dan melibatkan berbagai aspek. Tidak hanya sekadar

melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan banyak hal yaitu

aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif. Sebagai

proses visual membaca merupakan proses menerjemahkan simbol

tulis huruf ke dalam kata- kata lisan. 29 Indra penglihatan berperan

aktif dalam kegiatan membaca, baik yang disengaja maupun tidak

disengaja. Proses ini tidak dapat dihindari dalam kehidupan sehari-

hari dan selalu berkaitan dengan lingkungan sekitar. Fakta

menunjukkan bahwa manusia terus-menerus berhadapan dengan

berbagai bentuk tulisan, seperti slogan di media massa, rambu-

rambu lalu lintas, serta prosedur dalam berbagai kegiatan. Semua

hal ini, secara tidak sadar, memaksa mata untuk melakukan tugas

membaca. Kegiatan visual ini dapat dipahami dengan baik jika

terdapat elemen awal dan akhir yang menandai keseluruhan makna

sesuai dengan konteksnya. Dengan demikian, kegiatan membaca

melibatkan berbagai jenis objek yang abstrak dan bermakna,

sehingga dapat dipahami dan diterapkan dengan baik.

Unsur Unsur pemahaman dalam membaca yang disertai dengan

tindakan sangat erat kaitannya dengan bahasa yang digunakan oleh

kelompok masyarakat tertentu. Dengan demikian, saat seseorang

membaca dengan pemahaman, mereka secara tidak langsung

terlibat dengan bahasa dan budaya masyarakat tersebut. Sebelum

peserta didik dapat

29
Farida Rahim, Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2007),
h. 2
36

membaca (mengucapkan huruf, bunyi, atau lambang bahasa) dalam

al-Quran, terlebih dahulu peserta didiki harus megetahui huruf

yaitu huruf hijaiyah. Kemampuan mengenal huruf dapat

dikembangkan melalui proses melihat dan memperhatikan guru

saat menulis. Sementara itu, latihan membaca dapat dilakukan

dengan membaca kalimat yang dilengkapi dengan gambar atau teks

yang mendukung.

b. Kemampuan untuk memahami serta menghayati al- Quran

Klasifikasi kemampuan dalam konteks ini biasanya terdiri

dari tiga macam, yaitu:

1) Kemampuan kognitif (Cognitive Domain)

Kognitif menurut Daryanto yaitu: Memahami: Kemampuan untuk

menangkap dan memahami makna dari materi yang

[Link]: Kemampuan untuk menerapkan

pengetahuan yang telah dipelajari dalam situasi baru yang

[Link]: Kemampuan untuk merinci materi yang

dipelajari menjadi unsur-unsur agar struktur dan organisasinya

dapat [Link]: Kemampuan untuk menggabungkan

bagian-bagian informasi menjadi suatu kesatuan yang

[Link]: Kemampuan untuk menilai dan menentukan

nilai dari materi yang dipelajari untuk mencapai tujuan tertentu.30

30
Daryanto, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 1999), h. 63
37

2) Kemampuan efektif (Affective Domain).Menurut Daryanto,

kemampuan afektif melibatkan beberapa aspek sebagai berikut:

Menerima (Receiving): Kesediaan untuk memperhatikan dan

menerima informasi atau stimulus dari [Link]

(Responding): Aktif berpartisipasi dan memberikan respons

terhadap informasi atau stimulus yang [Link]

(Valuing): Memberikan penghargaan terhadap benda, gejala,

atau perbuatan tertentu, serta menunjukkan nilai dan sikap

[Link] (Organization): Memadukan nilai-nilai

yang berbeda, menyelesaikan pertentangan, dan membentuk

sistem nilai yang konsisten dan dan internal.31

3) Kemampuan Psikomotorik

Kemampuan psikomotorik adalah kemampuan menyangkut

kegiatan otot dan kegiatan-kegiatan fisik. Jadi

tekanan kemampuan yang menyangkut penguasaan

tubuh dan gerak.32 Berdasarkan penjelasan di atas,

kemampuan-kemampuan tersebut harus dikuasai secara

bertahap. Artinya, kemampuan yang pertama harus dikuasai

terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke kemampuan yang

kedua, dan seterusnya.

c. Tujuh kunci sukses mengajar al-Quran bagi guru

Dalam suasana pembelajaran al-Quran hendaknya seorang Guru menyajikannya

dengan menarik, karena bagaimanapun juga anak didik suatu saat akan mengalami

kebosanan.

31
Ibid, h. 66
32
Ibid, h. 69
38

Ada beberapa upaya mengatasi kejenuhan dan kebosanan anak

didik yaitu:

1) Kuasai pengelolaan kelas dengan baik. Penguasaan kelas yang

baik akan membuat anak siap belajar dan dapat belajar secara

aktif.

2) Wujudkan situasi yang sungguh-sungguh namun santai.

3) Usahakan agar peserta didik senang dan bergembira dalam

belajar dan jangan anak merasa tertekan.

4) Bangun hubungan harmonis di antara guru dan peserta didik.

5) Tanamkan sikap bijaksana dan penuh kewibawaan serta akhlak

yang mulia.

6) Berilah motivasi, baik kepada peserta didik yang

berprestasi maupun siswa yang kurang berprestasi.

7) Tulus ikhlas karena Allah swt serta selalu

memohon bantuannya.33

Kesimpulannya, dalam proses pembelajaran, seorang guru

perlu menguasai lingkungan kelas agar siswa dapat belajar secara

aktif. Selain itu, guru juga harus mampu memotivasi siswa,

misalnya dengan mengajak mereka melakukan gerakan senam atau

aktivitas serupa, sehingga siswa tidak merasa jenuh juga bisa

menggunakan metode-metode lain

33
Susilo Herman, Majalah Al-Falah Mengaji Tak Kenal Henti, (Surabaya: Yayasan Dana
Sosial Al-falah, 2006), h. 33
39

dalam mengajar, contohnya metode picture and picture. Dalam

mengajar al-Quran seorang guru harus ikhlas mengajarkannya

kepada siswanya

B. Penelitian terdahulu

Untuk memberikan dasar yang kuat untuk proposal penelitian ini,

penting untuk mengkaji penelitian-penelitian sebelumnya yang relevan

dengan penerapan teknologi dalam pendidikan, terutama dalam konteks

membaca al-Quran. Berikut adalah beberapa studi terdahulu yang

berkaitan dengan topik ini:

1. Penggunaan aplikasi mobile dalam pembejaran al-Quran

Judul “ The Effectiveness of mobile learning applications in enhancing

Quran reading skills among primary school students”

Penulis : Ahmed , N ,& Ali, M

Tahun 2020

Jurnal : International journal of educational technology

Volume: 15, Issue 2, Halaman 89-102.

Penelitian ini menilai efektivitas aplikasi pembelajaran mobile dalam

meningkatkan keterampilan membaca al-Quran pada siswa sekolah

dasar. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa siswa yang

menggunakan aplikasi mobile mengalami peningkatan kemampuan

membaca al-Quran yang signifikan dibandingkan dengan mereka yang

menggunakan metode pembelajaran tradisional. Penggunaan fitur-fitur

interaktif
40

dalam aplikasi dianggap mempermudah siswa dalam memahami dan

mempraktikkan bacaan al-Quran mereka .

2. Penggunaan teknologi dalam pendidikan agama islam

Judul: “ Impact of Technology Integration on Learning Outcomes in

Islamic Education”

Penulis: Bakar, M., & Rahman, S.

Tahun: 2019

Jurnal: Journal of islamic studies and education

Volume:11, Issue 1, Halaman 55-70.

Penelitian ini mengeksplorasi dampak integrasi teknologi dalam

pendidikan agama Islam, termasuk dalam pembelajaran membaca al-

Quran. Hasil studi menunjukkan bahwa penerapan teknologi, seperti

perangkat elektronik, dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil

belajar mereka. Penelitian ini menyoroti perlunya adaptasi teknologi

dalam kurikulum pendidikan agama guna meningkatkan efektivitas

proses pembelajaran.

3. E-Learning untuk Peningkatan Kemampuan Membaca al-Quran.

Judul “The Role of E-Learning Platforms in Quranic Reading Skills

Development”

Penulis: Khan, I., & Sulaiman, N

Tahun: 2021.

Jurnal “Educational technology research and development

Volume: 18, Issue 4, Halaman 203-220.


41

Penelitian ini meneliti peran platform e-learning dalam meningkatkan

keterampilan membaca al-Quran. Menggunakan metode eksperimen

dengan platform e-learning berbasis perangkat elektronik, hasil

penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami peningkatan

keterampilan membaca al-Quran yang signifikan dibandingkan dengan

kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Selain itu,

penelitian ini juga mengamati bahwa e-learning menyediakan umpan

balik yang lebih cepat dan akses ke berbagai sumber belajar yang lebih

banyak.

4. Evaluasi penggunaan gadget dalam pembelajaran agama.

Judul “Evaluation of the Use of Gadgets in Islamic Religious Education

Penulis: Zainuddin, A., & Mustaffa, N

Tahun: 2022.

Jurnal: Asian journal of education and development

Volume: 14, Issue 3, Halaman 121-135.

Penelitian ini mengevaluasi pemanfaatan gadget dalam pendidikan

agama Islam, terutama dalam konteks pembelajaran membaca al-

Quran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa gadget dapat

mempermudah peserta didik dalam mengakses materi ajar secara

interaktif serta mendukung proses pembelajaran mandiri. Walaupun

terdapat tantangan dalam implementasi, hasil penelitian menunjukkan

dampak positif dalam meningkatkan keterampilan membaca al-Quran

peserta didik
42

5. Metode pembelajaran interaktif untuk al-qur'an

Judul: Interactive Learning Methods for Teaching Quranic Reading

Skills

Penulis: Idris, H., & Aziz, M

Tahun: 2023.

Jurnal:Journal of Interactive Learning Research

Volume: 25, Issue 2, Halaman 175-188

Penelitian ini menyelidiki metode pembelajaran interaktif dalam

pengajaran membaca al-Quran, termasuk penggunaan gadget dan

aplikasi digital. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa metode

pembelajaran interaktif dapat secara signifikan meningkatkan motivasi

dan keterampilan membaca al-Quran peserta didik, dengan gadget

berperan sebagai salah satu elemen kunci dalam strategi pembelajaran.

Referensi dari penelitian-penelitian terdahulu ini memberikan

dasar teoritis dan praktis untuk studi yang akan dilakukan di SMP

Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi. Selain itu, referensi tersebut

menunjukkan relevansi dan potensi manfaat penggunaan think Qur’an

dalam proses pembelajaran membaca al- Quran.

C. Hipotesis Penelitian

Hipotesis penelitian ini berkaitan dengan dugaan awal mengenai

dampak penggunaan gadget terkhusus aplikasi think Qur’an dalam

pembelajaran membaca al-Quran terhadap kemampuan peserta didik.

Berdasarkan judul penelitian, "Peningkatan Kemampuan Membaca al-

Quran dengan Penggunaan Aplikasi Think Qur’an pada Peserta Didik

Kelas VII SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi" hipotesis yang diajukan

adalah sebagai berikut:


43

Hipotesis Utama (H₁): Penggunaan aplikasi think Qur’an dalam

proses pembelajaran membaca al-Quran akan meningkatkan kemampuan

membaca al-Quran peserta didik SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi

secara signifikan dibandingkan dengan metode pembelajaran

konvensional.

Hipotesis Nol (H₀): Penggunaan aplikasi think Qur’an dalam

proses pembelajaran membaca al-Quran tidak menghasilkan perbedaan

signifikan dalam kemampuan membaca al-Quran peserta didik SMP

Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi jika dibandingkan dengan metode

pembelajaran konvensional.

Hipotesis utama (H₁) mengasumsikan bahwa integrasi teknologi

melalui penggunaan aplikasi think Qur’an akan memberikan dampak

positif yang signifikan terhadap kemampuan membaca al-Quran.

Diharapkan bahwa Think Qur’an akan membuat proses pembelajaran

lebih menarik dan efektif. Sementara itu, hipotesis nol (H₀) berfungsi

sebagai pernyataan yang diuji untuk menentukan apakah tidak terdapat

perbedaan signifikan dalam kemampuan membaca al-Quran setelah

penerapan metode pembelajaran berbasis aplikasi think Qur’an

Pengujian hipotesis ini akan dilakukan melalui analisis data dari

pretest dan posttest kemampuan membaca al-Quran, serta evaluasi

terhadap proses pembelajaran selama periode penelitian.

.
44

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan sumber data penelitian

a. Jenis

Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Penelitian Tindakan Kelas adalah jenis penelitian yang dilakukan oleh

guru di dalam kelas dengan fokus pada perbaikan dan peningkatan praktik

serta proses pembelajaran.1 Tujuan utama Penelitian Tindakan Kelas

(PTK) adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran

serta memberdayakan guru dalam menangani dan memecahkan masalah

pembelajaran di dalam kelas.2 Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah

bentuk penelitian reflektif yang melibatkan pelaksanaan tindakan-tindakan

tertentu untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu dan hasil belajar.

PTK juga bertujuan untuk mencoba metode baru dalam proses

pembelajaran.

Tahap-tahap praktis pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

dapat dijabarkan secara jelas dan mudah dipahami. Ada beberapa kegiatan

pokok dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas, yaikni 1) Planning, 2)

Acting,

3) Observing, 4) Reflecting. Kegiatan-kegiatan ini membentuk satu siklus

pemecahan masalah. Apabila satu siklus belum menunjukkan pada tanda-

tanda perubahan ke arah perbaikan peningkatan mutu,

1
Susilo, Panduan Penelitian Tindakan Kelas, (Yogyakarta: Pustaka Book Publiser, 2009),
h. 16
2
Mansur Muslich, Melaksanakan PTK itu Mudah, (Jakarta: Bumi Aksara, 2000), h. 10
45

41
46

kegiatan riset dilanjutkan pada siklus kedua, dan seterusnya, sampai

merasa puas

Keempat tahap dalam Penelitian Tindakan Kelas tersebut

membentuk satu siklus, yaitu rangkaian kegiatan yang dimulai dari

perencanaan hingga refleksi. Siklus ini dimulai dengan penyusunan

rancangan, diikuti oleh pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan diakhiri

dengan refleksi yang berfungsi sebagai evaluasi. Informasi yang diperoleh

dari tahap refleksi menjadi dasar yang penting untuk menyusun

perencanaan pada siklus berikutnya. Secara lebih rinci prosedur

pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dapat digambarkan sebagai

berikut:

Gambar siklus dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas

Adapun dalam pelaksanaannya, terdapat tahapan-tahapan yang

membentuk siklus. Tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Perencanaan (Planning).
47

Pada tahap ini, peneliti menyusun rancangan penelitian dengan

memfokuskan perhatian pada peristiwa-peristiwa yang perlu diamati

secara khusus. Peneliti kemudian membuat instrumen yang akan

membantu dalam pengumpulan data selama tindakan berlangsung.

Langkah-langkah penyusunan rencana dalam penelitian ini adalah

sebagai berikut:

a. Menentukan kelas penelitian, yaitu kelas VII.I SMP Negeri 1 IX Koto


Sungai Lasi

b. Melakukan observasi kelas.

c. Menetapkan materi yang diajarkan.

d. Menyusun modul ajar.

e. Menyusun alat evaluasi berupa pretes dan postes

2. Tindakan (Acting).

Pada tahap ini, tindakan yang dilakukan peneliti mencakup

pemberian materi dan pelaksanaan proses pembelajaran sesuai dengan

modul ajar yang telah dirancang. Selain itu, peneliti juga melaksanakan

pretest di awal pembelajaran dan posttest di akhir pembelajaran untuk

mengevaluasi kemampuan peserta didik sebelum dan setelah

penerapan media think Qur’an.3

3. Pengamatan (Observasing).

Pada tahap ini yang dilakukan ialah mengamati prosedur

pelaksanaan pembelajaran yang terdiri dari aktivitas guru dan

3
Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai Pengembangan Profesi
Guru, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), h. 72-73
48

Kemampuan peserta didik dalam membaca al-Quran melibatkan proses

pengajaran serta pencatatan semua hal yang terjadi selama pelaksanaan

pembelajaran. Pengamatan ini dilakukan untuk mengumpulkan data

yang akan digunakan sebagai bahan masukan untuk penyempurnaan

pada siklus-siklus berikutnya.

4. Refleksi (Reflecting).

Pada dasarnya, refleksi merujuk pada proses merenung atau

mempertimbangkan tindakan yang telah dilakukan oleh guru. Refleksi

dilakukan setelah pelaksanaan tindakan untuk mengevaluasi kemajuan

yang telah dicapai serta mengidentifikasi kekurangan atau hambatan

yang masih ada. Refleksi di akhir siklus pertama bertujuan untuk

memberikan pemahaman tentang tingkat keberhasilan dan kegagalan

yang dicapai. Hasil dari refleksi ini akan digunakan untuk

memperbaiki dan menyempurnakan rencana tindakan dalam siklus

berikutnya, sehingga guru dapat memperoleh masukan yang berguna

untuk perbaikan di siklus kedua atau siklus-siklus selanjutnya.

b. Sumber data

Siswa: Informasi mengenai kemampuan membaca Alquran mereka

sebelum dan setelah menggunakan think Qur’an.

Guru atau Pengajar: Pendapat dan observasi mengenai perkembangan

kemampuan siswa dalam membaca Alquran.

Orang Tua: Wawasan tentang perubahan dalam kebiasaan belajar anak

mereka dan penggunaan gadget di rumah.

Dokumentasi: Catatan akademik atau hasil tes

yang mendokumentasikan kemampuan membaca

Alquran siswa.
49
B. Variabel penelitian

1. Variabel Dependen (Variabel Terikat).

Kemampuan Membaca al-Quran adalah variabel utama yang akan

diukur untuk menilai peningkatan setelah intervensi. Pengukuran

kemampuan membaca al-Quran akan dilakukan melalui penilaian yang

mencakup beberapa aspek, yaitu tajwid , kelancaran dan kefasihan

(kemampuan membaca dengan baik dan benar

2. Variabel Independen (Variabel Bebas).

Penggunaan think Qur’an dalam pembelajaran adalah variabel yang

akan diintervensi atau dimanipulasi dalam penelitian ini. Variabel ini

meliputi penggunaan berbagai alat teknologi, seperti aplikasi

pembelajaran al- Quran, video tutorial, atau platform interaktif yang

dirancang untuk membantu peserta didik dalam membaca al-Quran.

3. Variabel Kontrol.

a. Latar belakang pendidikan peserta didik: Ini mencakup tingkat


pemahaman awal peserta didik terhadap al-Quran sebelum intervensi.

b. Frekuensi penggunaan gadget: Ini merujuk pada jumlah jam atau

seberapa sering peserta didik menggunakan gadget untuk membaca al-

Quran selama periode penelitian.

c. Kualitas gadget dan aplikasi: Ini mencakup kualitas perangkat dan

aplikasi yang digunakan, termasuk kemudahan akses, kehandalan, serta

fitur-fitur yang mendukung proses pembelajaran al-Quran

C. Populasi dan Sampel.

1. Populasi

Seluruh siswa SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi yang terdaftar pada tahun ajaran

2024/2025, dengan jumlah sekitar 104 siswa, mencakup kelas VII, VIII, dan IX.
50

2. Sampel.

Peserta didik yang akan menjadi objek penelitian terdiri dari satu

kelas (VII.I) yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu, dengan total 32

siswa. Penggunaan aplikasi think Qur’an akan diterapkan pada

kelompok ini untuk meningkatkan kemampuan membaca al-Quran.

D. Teknik analisis dan pengujian hipotesis.

Analisis dilakukan untuk mengevaluasi apakah terjadi peningkatan

keaktifan peserta didik dalam belajar dengan menggunakan media aplikasi

think Qur’an. Tujuan dari analisis data ini adalah untuk menjawab

permasalahan penelitian yang telah dirumuskan. Untuk mendeskripsikan

data penelitian, langkah-langkah analisis berikut ini akan dilakukan:

1. Analisis data observasi aktivitas peserta didik

Dalam menganalisis hasil pengamatan terhadap peserta didik yang

telah menggunakan media aplikasi think Qur’an selama proses

pembelajaran, analisis dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai

berikut:

Kriteria Penilaian Aktivitas Peserta Didik.

Kategori Kriteria Penilaian Hasil Pengamatan Peserta Didik.

No Nilai Kategori
1. 94-100 Sangat baik
2. 87-93 Baik
3. 80-86 Cukup
4. 50-79 Kurang
51

2. Analisis kemampuan membaca al-Quran.

Untuk menganalisis data pengamatan terkait kemampuan membaca

al-Quran peserta didik, yang telah diperoleh selama proses

pembelajaran di kelas dengan pemanfaatan media aplikasi think

Qur’an, digunakan rumus analisis berikut:


BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi

1. Profil Sekolah

SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi adalah salah satu sekolah

menengah pertama di kabupaten Solok, Sumatera Barat. Sekolah ini

beralamat di Jalan Sawah Tambang KM12 Nagari Pianggu Kecamatan

IX KotO Sungai Lasi dengan NPSN 10301547. Pada saat ini SMP

Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi dipimpin oleh seorang kepala sekolah

yang bernama Ibu Eriana, [Link]. SMP Negeri 1 IX mempunyai 9 orang

guru dan 2 pegawai tata usaha, memiliki 6 kelas yang terdiri dari 2

kelas 7, 2

kelas 8 dan 2 kelas 9.1

2. Karakteristik SMP Negeri 1 Padang

a. Sejarah dan Reputasi

SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi memiliki sejarah yang

panjang dan merupakan salah satu sekolah tertua dan berpengaruh

dalam dunia pendidikan di Kabupaten Solok. Sekolah ini didirikan

pada tahun 1965. Kehadirannya bukan hanya sekedar lembaga

pendidikan tetapi juga simbol semangat masyarakat setempat

dalam memperjuangkan hak atas pendidikan yang layak. Pada

masa awal pendriannya sekolah ini berdiri sebagai jawaban atas

kebutuhan mendesak akan pendidikan menengah bagi anak anak di

IX Koto Sungai Lasi dan sekitarnya. Sebelumnya para siswa harus

menempuh perjalanan keluar kecamatan untuk melanjutkan

pendidikan setelah lulus dari sekolah dasar. Akreditasi B yang

1
Dokumen SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi, Profil Sekolah.
49

diperoleh sejak tahun 2022, SMP Negeri 1 IX Koto sungai Lasi

menunjukkan komitmen terhadap standar pendidikan yang tinggi

dan kualitas pengajaran yang baik.

b. Fasilitas Sekolah

Sekolah ini dilengkapi dengan fasilitas yang modern dan

memadai, termasuk ruang laboratorium komputer, laboratorium

IPA, dan perpustakaan yang lengkap. Fasilitas ini mendukung

kegiatan belajar mengajar dan memberikan pengalaman belajar

yang lebih baik bagi peserta didik. Terdapat juga ruang kelas yang

nyaman dan lingkungan sekolah yang kondusif untuk belajar, yang

sangat penting untuk perkembangan peserta didik.

c. Kurikulum Komprehensif

SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi menerapkan Kurikulum

Merdeka semenjak tahun ajaran 2022-2023 dan sekarang semua

tingkat telah menerapkan kurikulum merdeka yang berfokus pada

pengembangan kompetensi peserta didik secara holistik, mencakup

aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Kurikulum ini

dirancang untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi

tantangan di masa depan.

d. Seklolah Adiwiyata

SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi mulai melaksanakan

program adiwiyata tingkat kota tahun 2012 dan adiwiyata tingkat

propinsi tahun 2012 tentang “Penetapan sekolah adiwiyata

Provinsi
50

Sumatera Barat”dan Adiwiyata tingkat nasional tahun 2013.

Kegiatan utama Program Adiwiyata adalah mewujudkan

kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan bagi

sekolah dasar dan menengah di Indonesia.

e. Sekolah Sehat

SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi telah mendapat

kepercayaan dari dinas Pendidikan untuk piloting sekolah sehat

tingkat kabupaten Solok. Untuk kedepannya SMP Negeri 1 IX

Koto Sungai Lasi akan selalu berbenah diri sehingga menjadi

sekolah yang aman, nyaman, dan bersih. Agar proses pembelajaran

tercapai dengan baik.

f. Sekolah Ramah Aanak

Sekolah Ramah Anak di SMP Negeri 1 IX Koto Sungai

Lasi menciptakan yang aman, bersih, sehat, hijau, inklusif dan

nyaman bagi perkembangan fisik, kognisi dan psikososial anak

perempuan dan anak laki-laki. Dalam usaha mewujudkan Sekolah

Ramah Anak di SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi perlu

didukung oleh berbagai pihak antara lain keluarga dan masyarakat

yang sebenarnya merupakan pusat pendidikan terdekat anak.

Lingkungan yang mendukung, melindungi memberi rasa aman dan

nyaman bagi anak akan sangat membantu proses mencari jati diri.

g. Sistem Informasi

Sistem Informasi yang memuat aplikasi yang dapat

mempermudah peserta didik, orang tua,


52

dan masyarakat dalam memperoleh seluruh informasi mengenai

SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi secara langsung, lengkap, dan

akurat. Di mana informasi data ditampilkan secara visual sehingga

mudah dipahami dan menarik.

h. Perpustakaan Digital

Informasi yang berhubungan dengan perpustakaaan digital

sekolah merupakan hal yag sangat penting bagi siswa, guru,

pegawai dan pengunjung perpustakaan. Faktanya masih banyak

sekolah di Kabupaten Solok yang memberikan informasi

perpustakaan secara manual. Disamping itu, untuk meningkatkan

kualitas pelayanan administrasi di perpustakaan digital maka

dimunculkan gagasan didalam aplikasi perpustakaan digital yaitu

absen digital (Visitor Counter), input data digital dan e-book yang

dapat mempermudah pengunjung dalam memperoleh informasi

mengenai pepustakaan di SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi

secara langsung, lengkap dan akurat.

3. Visi dan Misi Sekolah

1. Visi Sekolah

Mewujudkan peserta didik yang bertaqwa, berilmu dan berakhlak

mulia.

2. Misi Sekolah

a. Melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut

dengan sepenuh hati.


53
b. Melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan

untuk mewujudkan akhlak yang mulia.

c. Melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan

implementasi kurikulum Merdeka.

d. Mewujudkan kegiatan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif,

efektif dan menyenangkan.

e. Mewujudkan sarana prasarana pendidikan berstandar nasional.

f. Mewujudkan prestasi siswa pada olimpiade sains di tingkat

nasional dan internasional.

g. Mewujudkan implementasi pengembangan muatan lokal.

h. Melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler secara berkelanjutan.

i. Mewujudkan rasa peduli terhadap lingkungan yang bersih.

j. Mewujudkan rasa peduli terhadap hidup sehat (sehat bergizi,

sehat fisik, dan sehat imunisasi).

k. Mewujudkan lingkungan sekolah bebas asap rokok.

l. Mewujudkan kreatifitas warga sekolah.2

B. Pelaksanaan Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini di dilakukan pada SMP Negeri 1 IX

Koto Sungai Lasi, tepatnya di kelas VII-1 yaitu dari tanggal 25 November

sampai 13 Desember 2024. Hasil penelitian diperoleh dalam tahapan yang

berupa siklus pembelajaran yang dilaksankan dalam kelas. Sebelum

melakukan penelitian, peneliti mengubungi kepala sekolah, wakil

kurikulum, wakil

2
Dokumen SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi, KOSP SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi.
54

kesiswaan dan wakil sarana prasarana untuk meminta izin melakukan

penelitian. Peneliti diberi izin untuk melakukan proses pembelajaran dan

mengamati keadaan kelas. Sebelum proses pembelajaran dilaksanakan,

peneliti terlebih dahulu mempersiapkan segala perangkat instrumen

penelitian yang terdiri dari modul ajar untuk pembelajaran siklus I dan

siklus II, lembar observasi dan panduan penilaian kemampuan peserta

didiki membaca al-Quran.

C. Penyajian Hasil Penelitian

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang

dilakukan sebanyak dua siklus. Dalam setiap siklus dilakukan kegiatan

perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Adapun perencanaan

dan pelaksanaan dilakukan oleh peneliti sendiri. Kegiatan-kegiatan

observasi, dan kegiatan refleksi juga dilakukan oleh peneliti sendiri.

Sebelum peneliti melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan

media Gadget terlebih dahulu peneliti memberikan pret-test kepada peserta

didik untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik dalam membaca

al-Quran sebelum proses pembelajaran dilakukan. Berikut tabel hasil input

data pretes peserta didik kelas VII.1:

Aspek yang Diamati Jumlah Nilai Kategori


No Nama Kelancaran
Kefasihan Adab
Membaca
ANITA
1 4 3 4 11 92 Tuntas
MIFATHUL
JANNAH
Tidak
2 ARWIS ARIFIN 3 2 3 8 67 Tuntas
Tidak
3 AZRA ALHABIL 3 3 3 9 75 Tuntas
Tidak
4 AZRI JULIAN 2 2 3 7 58 Tuntas
55

BENNING Tidak
5 2 2 2 6 50 Tuntas
BELVANIA
BRIGIA AZWA Tidak
6 3 2 4 9 75 Tuntas
LOVIOLIEM
Tidak
7 DANU ADITYA 1 1 1 3 25 Tuntas
DARA ULAN
8 3 4 3 10 83 TUNTAS
AZLYANA
DELLA AGUSTIA Tidak
9 3 2 3 8 67 Tuntas
RAMADHANI
ESTA ELIZA Tidak
10 2 2 3 7 58 Tuntas
AWWALUDINI
FADHILLAH Tidak
11 2 2 3 7 58 Tuntas
NURAINI RASYID

12 FAIS FEBRIANO 3 4 3 10 83 Tuntas


FAREL ISMAIL
13 4 3 4 11 92 TUNTAS
CAPRI
GHAZI
14 4 3 4 11 92 TUNTAS
RAMADHATUL
AZZIKRA
Tidak
15 GIT WIRDIAWAN 2 2 3 7 58 Tuntas
HANIFAH Tidak
16 2 2 2 6 50 Tuntas
SALSALSABILA
Tidak
17 haNIFAti khairat 3 3 3 9 75 Tuntas
18 INDAH FERISKA 3 4 4 11 92 TUNTAS
Tidak
19 IRA NOVITA 3 2 4 9 75 Tuntas
KEISYA SALSABILA
20 4 4 4 12 100 TUNTAS
AMANDA

21 KHAYRA TRISA 3 3 4 10 83 Tuntas


ARDANA
[Link] RAHMAT Tidak
22 3 2 3 8 67 Tuntas
SAPUTRA
MUHAMMAD AL Tidak
23 3 2 3 8 67 Tuntas
HAFIZY SAPUTRA
MUHAMMAD
24 3 3 4 10 83 Tuntas
HAFIDZ
Tidak
25 NUR DINDA PUTRI 3 2 4 9 75 Tuntas
Tidak
26 QORI AINA 3 3 3 9 75 Tuntas
RAAFA
27 MUHAMMAD
4 3 4 11 92
Tuntas
Tidak
28 RAFAEL MAYZARD 3 2 4 9 75 Tuntas
RANTI MUGI Tidak
29 3 2 4 9 75 Tuntas
HARTIKA
RAYHAN
30 3 3 4 10 83 Tuntas
RAMADHAN

31 REZA GUSTIA 3 3 4 10 83 Tuntas


56
WANDRA
SYAFIRA APRILIA Tidak
32 3 2 3 8 67 Tuntas
Jumlah 2350
Nilai rata-rata
73,4375

12
Jumlah Tuntas Orang

Berdasarkan di atas dapat dilihat bahwa jumlah peserta didik kelas

VII.1 adalah 32 orang. Hanya ada 12 peserta didik yang tuntas sesuai

KKM (80), kemampuan membaca al-Qur’an yang ada di SMP Negeri 1 IX

Koto Sungai Lasi, sedangkan 20 lainnya masih belum tuntas. Penelitian ini

dilakukan mulai tanggal 25 November sampai 12 Desember 2024. Adapun

yang menjadi subjek penelitian ini adalah kelas VII.1 dengan jumlah

32orang peserta didik. Adapun penelitian ini dilaksanakan II siklus yaitu

pada tanggal 28 November 2024 adalah siklus I dan siklu II dilakukan

pada tanggal 12 Desember 2024. Adapun uraian pelaksanaan setiap

siklusnya adalah sebagai berikut:

1. Siklus I

a. Perencanaan (Planning)

Adapun pada tahap-tahap perencanaan pada siklus I yaitu

peneliti menyusun modul ajar tentang Al-Quran dan hadist sebagai

sumber ajaran islam dengan dalil Q.S An -Nisa/ 4: 59 , Q.S An -

Nahal/ 16:64 serta hadis terkait. Menyiapkan materi yang

sebelumnya telah disiapkan sebelumnya. Selain itu, peneliti juga

merancang lembar observasi dan lembar postes bacaan al-Quran

peserta didik yang digunakan


57

untuk melakukan observasi dan postes bacaan al-Quran terhadap

peserta didik.

b. Tindakan (Acting)

Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas dilakukan pada

tanggal 28 November 2024, pukul 08.00 sampai 10.00 WIB,

berdasarkan jadwal pembelajaran yang telah ditetapkan oleh

sekolah. Penggunaan media gadget oleh peserta didik dilakukan

dengan cara membuka sebuah web yang digunakan untuk melihat

dan mendengarkan bacaan ayat al-Quran. Dalam web tersebut

terdapat banyak para Qori yang dapat didengarkan bacaannya oleh

peserta didik. Web yang dimaksud adalah Think Qur’an. Berikut

adalah tampilan dari web tersebut:

Guru menjelaskan kepada peserta didik tentang web

tersebut, dimulai dari cara membuka sampai kepada cara

menggunakan web tersebut untuk melihat dan mendengarkan

bacaan ayat al-Quran yang terkait dengan pembelajaran. Kegiatan

selanjutnya peserta didik membuka web tersebut di gadgetnya


58

masing-masing lalu mendengarkan bacaan al-Quran sesuai dengan

suara yang mereka inginkan.

c. Pengamatan (Observasing)

Pada saat proses pembelajaran, penggunaan media think

Qur’an oleh guru dilakukan untuk meningkatkan keaktifan peserta

didik dalam proses pembelajaran. Hasil observasi aktivitas peserta

didik dalam kegiatan pembelajaran selama siklus I dapat dilihat

pada table berikut ini:

Aspek yang Dinilai Jumlah Nilai


Nama Peserta Visual Oral Listening
No
Didik
A b c A b a b c
ANITA MIFATHUL
1 JANNAH 1 1 1 0 1 1 0 1 6 75

2 ARWIS ARIFIN 1 1 1 0 1 1 0 1 6 75
AZRA ALHABIL
3 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
AZRI JULIAN
4 1 1 1 0 1 1 0 1 6 75
BENNING
5 BELVANIA 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
BRIGIA AZWA
6 LOVIOLIEM 1 1 1 0 0 1 0 0 4 50
7 DANU ADITYA 1 0 0 0 0 1 0 0 2 25
8 DARA ULAN 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
AZLYANA
9 DELLA AGUSTIA 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
RAMADHANI
10 ESTA ELIZA 1 1 1 0 0 1 0 0 4 50
AWWALUDINI
FADHILLAH
11 NURAINI RASYID 1 1 1 0 0 1 0 0 4 50

FAIS FEBRIANO
12 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
FAREL ISMAIL
13 CAPRI 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
GHAZI
14 RAMADHATUL 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
AZZIKRA

GIT WIRDIAWAN
15 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
HANIFAH
16 SALSALSABILA 1 1 1 0 0 1 0 0 4 50
17 haNIFAti khairat 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
61

INDAH FERISKA
18 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
IRA NOVITA
19 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
KEISYA SALSABILA
20 AMANDA
1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
21 KHAYRA TRISA 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
ARDANA
22 [Link] RAHMAT 1 1 1 0 0 1 0 0 4 50
SAPUTRA
MUHAMMAD AL
23 HAFIZY SAPUTRA 1 1 1 0 0 1 0 0 4 50
MUHAMMAD
24 HAFIDZ 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
25 NUR DINDA PUTRI 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100

26 QORI AINA 1 1 1 0 0 1 0 0 4 50

RAAFA MUHAMMAD
27 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
28 RAFAEL MAYZARD 1 1 1 0 0 1 0 0 4 50
RANTI MUGI
29 HARTIKA
1 1 1 0 0 1 0 0 4 50
RAYHAN
30 RAMADHAN 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
31 REZA GUSTIA 1 1 1 0 0 1 0 0 4 50
WANDRA

SYAFIRA APRILIA
32 1 1 1 0 0 1 0 0 4 50
Jumlah 2500
Nilai
rata-
rata 78,125

Keterangan:

1) Visual Activities (kegiatan-kegiatan visual)

a) Membaca

b) Memperhatikan guru membaca ayat

c) Membaca secara individual

2) Oral Activities (kegiatan-kegiatan lisan)

a) Bertanya

b) Berdiskusi
62
3) Listening Activities (kegiatan-kegiatan mendengarkan)
a) Mendengarkan bacaan guru

b) Mendengarkan bacaan teman

c) Diskusi

Lembar observasi aktivitas peserta didik diisi dengan nilai 1

apabila peserta didik memperlihatkani aktivitas belajar sesuai

dengan lembar aktivitas keaktifan peserta didik, dan nilai 0 diisi

apabila peserta didik tidak memperlihatkan aktivitas belajar sesuai

dengan lembar aktivitas keaktifan peserta didik.

Keterangan:

94-100 : Sangat Baik

80-93 : Baik

70-80 : Kurang Baik

60-69 : Sangat Kurang

< 60 : Gagal

Berdasarkan tabel pengamatan di atas bahwa aktivitas

peserta didik pada siklus I dengan menggunakan media think

Qur’an menunjukkan tingkat keberhasilan 78,12 yaitu 17 orang

peserta didik dinyatakan aktif dalam pembelajaran yang

dilaksanakan. Sedangkan hasil kemampuan belajar peserta didik

pada siklus I dapat dilihat pada tabel dibawah ini, yaitu:

Aspek yang Diamati


No Nama Kelancaran Jumlah Nilai Kategori
Kefasihan Adab
Membaca
ANITA
1 4 4 3 11 92 TUNTAS
MIFATHUL
JANNAH
Tidak
2 ARWIS ARIFIN 3 3 3 9 75 Tuntas
3 AZRA ALHABIL 3 3 4 10 83 TUNTAS
63

4 AZRI JULIAN 3 3 3 9 75 Tidak


Tuntas
BENNING
5 4 3 4 11 92
BELVANIA TUNTAS
BRIGIA AZWA Tidak
6 3 3 3 9 75 Tuntas
LOVIOLIEM
Tidak
7 DANU ADITYA 2 2 2 6 50 Tuntas
DARA ULAN
8 4 3 4 11 92 TUNTAS
AZLYANA
DELLA Tidak
9 3 3 3 9 75 Tuntas
AGUSTIA
RAMADHANI
ESTA ELIZA Tidak
10 3 2 3 8 67 Tuntas
AWWALUDINI
FADHILLAH Tidak
11 3 3 3 9 75 Tuntas
NURAINI
RASYID

12 FAIS FEBRIANO 4 4 4 12 100


TUNTAS
FAREL ISMAIL
13 CAPRI
4 3 4 11 92
TUNTAS
GHAZI
14 4 4 3 11 92 TUNTAS
RAMADHATUL
AZZIKRA
GIT
15 4 3 4 11 92 TUNTAS
WIRDIAWAN

HANIFAH
16 3 3 3 9 75 Tidak
SALSALSABILA
Tuntas
17 haNIFAti khairat 4 4 4 12 100 Tuntas
INDAH
18 4 4 4 12 100 Tuntas
FERISKA

19 IRA NOVITA 3 3 3 9 75 Tidak


Tuntas
KEISYA
20 SALSABILA 4 4 4 12 100
AMANDA TUNTAS
KHAYRA TRISA
21 3 3 4 10 83
ARDANA TUNTAS
[Link]
22 4 4 4 12 100 Tuntas
RAHMAT
SAPUTRA
MUHAMMAD
23 AL HAFIZY
4 4 3 11 92
TUNTAS
SAPUTRA
MUHAMM
24 AD 4 4 4 12 100
HAFIDZ TUNTAS
64

NUR DINDA
25 4 3 4 11 92 TUNTAS
PUTRI

26 QORI AINA 3 3 3 9 75 Tidak


Tuntas
RAAFA
27 MUHAM 4 4 4 12 100
MAD TUNTAS
RAFAEL
28 4 3 4 11 92 TUNTAS
MAYZARD
RANTI
29 4 3 4 11 92
MUGI TUNTAS
HARTIK
A

RAYHAN
30 4 3 4 11 92
RAMADHAN
TUNTAS
31 REZA GUSTIA 4 4 4 12 100 Tuntas
WANDRA
SYAFIRA Tidak
32 3 3 3 9 75 Tuntas
APRILIA

Jumlah 2770
Nilai rata-rata 86,5625
Jumlah yang 21
Tuntas Orang

Berdasarkan hasil tes yang dilakukan pada siklus I, dapat

dilihat dari nilai rata-rata postes peserta didik pada siklus I yaitu

86,56 terdapat 21 peserta didik yang nilainya telah mencapai

KKM. Dengan kata lain terdapat 21 peserta didik yang tuntas

belajar, sedangkan 11 peserta didik lainnya memperoleh nilai hasil

tes siklus I masih di bawah KKM kemampuan membaca al-Quran.

d. Refleksi

Refleksi merupakan kegiatan mengulang kembali

pembelajaran pada siklus yang telah dipelajari untuk

menyempurnakan siklus berikutnya. Hasil penelitian aktvitas

peserta didik selama kegiatan pembelajaran pada siklus I serta hasil

tes masih memiliki kekurangan. Di antara kekurangannya adalah


63

peserta didik masih terlihat kurang serius dalam proses

pembelajaran dengan menggunakan media Gadget think qur’an,

masih belum teratur dan kurang perhatian terhadap apa yang

disampaikan oleh guru. Berdasarkan data di atas, maka pada siklus

I guru harus berupaya meningkatkan kemampuan peserta didik

dalam membaca al-Quran sehingga dapat mencapai indikator

keberhasilan tindakan yang telah ditetapkan. Guru juga perlu

meningkatkan aktivitas peserta didik dengan cara memperbaiki

pengelolaan pembelajaran. Selama proses pembelajaran guru perlu

melakukan bimbingan yang lebih intensif kepada peserta didik,

sehingga semua peserta didik aktif dalam pembelajaran dan

akhirnya dapat meningkatkan kemampuannya dalam membaca al-

Quran.

2. Siklus II

a. Perencanaan (Planning)

Pada siklus II guru masih menyiapkan modul ajar tentang

materi “Al-Quran dan hadist sebagai sumber ajaran islam dengan

dalil Q.S An -Nisa/ 4: 59 , Q.S An -Nahal/ 16:64 serta hadis

terkait” Selain itu, peneliti juga menyiapkan lembar observasi yang

digunakan akan digunakan dalam pembelajaran dan juga lembar

input data postes bacaan al- Quran peserta didik.

b. Tindakan (Acting)
64

Setelah peneliti menyiapkan sejumlah perangkat

pembelajaran, Penelitian melaksanakan tindakan kelas pada

tanggal 12 Desember 2024. Kegiatan pembelajaran dengan

menggunakan media Gadget dilakukan pada pukul 08.00 sampai

10.00 WIB, berdasarkan jadwal pembelajaran yang telah

ditetapkan oleh sekolah. Sebelum memulai pembelajaran, peneliti

terlebih dahulu memberikan appersepsi dan motivasi kepada

peserta didik. Kemudian peneliti mengajak kembali peserta didik

untuk melihat dan mendengarkan bacaan al-Quran dengan

menggunakan gadget melalui web think Qur’an.

c. Pengamatan (Observasing)

Pada saat proses pembelajaran guru menggunakan media

Gadget untuk meningkatkan keaktifan peserta didik dalam proses

pembelajaran. Hasil observasi aktivitas peserta didik dalam

kegiatan pembelajaran selama siklus II dapat dilihat pada tabel

berikut ini:

Aspek yang Dinilai Jumlah Nilai


Nama Peserta Visual Oral Listening
No Didik
A b c a b a b c
ANITA MIFATHUL JANNAH 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
1

2 ARWIS ARIFIN 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88

3
AZRA ALHABIL 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100

4
AZRI JULIAN 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
BENNING
1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
5 BELVANIA

Brigia 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
6
7 DANU ADITYA 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
8 DARA ULAN AZLYANA 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
66

9 DELLA AGUSTIA 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100


RAMADHANI
10 ESTA ELIZA 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
AWWALUDINI
FADHILLAH
11 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
NURAINI RASYID

12 FAIS FEBRIANO 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100


FAREL ISMAIL
13 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
CAPRI
GHAZI
14 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
RAMADHATUL
AZZIKRA

15
GIT WIRDIAWAN 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
HANIFAH
16 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
SALSALSABILA
17 haNIFAti khairat 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100

18
INDAH FERISKA 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100

19 IRA NOVITA 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100


KEISYA
20 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
SALSABILA
AMANDA
21 KHAYRA TRISA 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
ARDANA
22 [Link] RAHMAT 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
SAPUTRA
MUHAMMAD AL
23 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
HAFIZY SAPUTRA
MUHAMMAD
24 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
HAFIDZ
25 NUR DINDA PUTRI 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100

26 QORI AINA 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
RAAFA
27 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
MUHAMMAD
28 RAFAEL 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
MAYZARD
RANTI MUGI
29 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
HARTIKA
RAYHAN
30 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
RAMADHAN
31 REZA GUSTIA 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
WANDRA

32
SYAFIRA APRILIA 1 1 1 1 1 1 0 1 7 88
Jumlah 3020
Nilai
rata-
rata 94,375
66
Keterangan:

3) Visual Activities (kegiatan-kegiatan visual)

d) Membaca
e) Memperhatikan guru membaca ayat

f) Membaca secara individual

4) Oral Activities (kegiatan-kegiatan lisan)

c) Bertanya

d) Berdiskusi

5) Listening Activities (kegiatan-kegiatan mendengarkan)

d) Mendengarkan bacaan guru

e) Mendengarkan bacaan teman

f) Diskusi

Lembar observasi aktivitas peserta didik diisi dengan nilai 1

apabila peserta didik memperlihatkan aktivitas belajar sesuai

dengan lembar aktivitas keaktifan peserta didik, dan nilai 0 diisi

apabila peserta didik tidak memperlihatkan aktivitas belajar sesuai

dengan lembar aktivitas keaktifan peserta didik.

Keterangan:

94-100 : Sangat Baik

80-93 : Baik

70-80 : Kurang Baik

60-69 : Sangat Kurang

< 60 : Gagal

Berdasarkan tabel pengamatan di atas bahwa aktivitas

peserta didik pada siklus I dengan menggunakan media think

Qur’an
67

menunjukkan tingkat keberhasilan 94,37 yaitu 32 orang peserta

didik dinyatakan aktif dalam pembelajaran yang dilaksanakan.

Pada siklus II ini terjadi kemajuan yang signifikan pada

peserta didik dalam hal mengingat serta memperhatikan terhadap

apa yang disampaikan oleh guru melalui media Think Qur’an

terhadap pembelajaran. Sedangkan hasil kemampuan belajar

peserta didik pada siklus II dapat dilihat pada tabel dibawah ini,

yaitu:

Aspek yang Diamati Jumlah Nilai Kategori


No Nama Kelancaran
Kefasihan Adab
Membaca
ANITA
1 4 4 4 12 100 TUNTAS
MIFATHUL
JANNAH
ARWIS
2 4 4 4 12 100 TUNTAS
ARIFIN
AZRA
3 4 3 4 11 92 TUNTAS
ALHABIL

4 AZRI JULIAN 4 3 4 11 92 TUNTAS


BENNING
5 4 3 4 11 92 TUNTAS
BELVANIA

6 BRIGIA 3 3 4 10 83 TUNTAS

7 DANU 3 3 4 10 83 TUNTAS
ADITYA
DARA ULAN
8 4 4 4 12 100 TUNTAS
AZLYANA
DELLA
9 4 3 4 11 92 TUNTAS
AGUSTIA
RAMADHANI
ESTA ELIZA
10 4 3 4 11 92 TUNTAS
AWWALUDIN
I
FADHILLAH
11 4 3 4 11 92 TUNTAS
NURAINI
RASYID

FAIS
12 FEBRIANO 4 4 4 12 92 TUNTAS

FAREL
13 ISMAIL CAPRI 4 3 4 11 92 TUNTAS

Ghazi
14 4 4 4 12 100 TUNTAS
ramadhatul
67
Git wirdiawan
15 4 3 4 11 92 TUNTAS
69

HANIFAH
16 SALSALSABIL 3 3 4 10 83 TUNTAS
A
17 haNIFAti 4 4 4 12 100 TUNTAS
khairat
INDAH
18 4 4 4 12 100 TUNTAS
FERISKA

19 IRA NOVITA 4 3 4 11 92 TUNTAS

KEISYA
20 SALSABILA 4 4 4 12 100 TUNTAS
AMANDA
KHAYRA
21 TRISA 4 4 4 12 100 TUNTAS
ARDANA
[Link]
22 4 4 4 12 100 TUNTAS
RAHMAT
SAPUTRA
MUHAMMAD
23 AL HAFIZY 4 3 4 11 92 TUNTAS
SAPUTRA
MUHAM
24 MAD 4 4 4 12 100 TUNTAS
HAFIDZ
NUR DINDA
25 4 4 4 12 100 TUNTAS
PUTRI

26 QORI AINA 4 3 4 11 92 TUNTAS


RAAFA
27 MUHA 4 4 4 12 100 TUNTAS
MMAD
RAFAEL
28 4 3 4 11 92 TUNTAS
MAYZARD
RANTI MUGI
29 4 3 4 11 92 TUNTAS
HARTIKA

RAYHAN
30 RAMADHAN 4 3 4 11 92 TUNTAS

31 REZA GUSTIA 4 4 4 12 100 TUNTAS


WANDRA
SYAFIRA
32 4 3 4 11 92 TUNTAS
APRILIA
Jumlah 3021
Nilai rata-rata 94,40625
Jumlah Peserta 32
didik yang tuntas Orang

Berdasarkan hasil postes pada tabel di atas dapat diketahui

bahwa nilai rata-rata hasil kemampuan peserta didik pada siklusII

yaitu 94,40, terdapat 32 peserta didik yang nilainya telah mencapai


69
KKM kemampuan membaca al-Quran. Artinya semua peserta didik

di kelas VII.1 telah mendapatkan nilai di atas KKM dalam

kemampuan membaca al-Quran.

d. Refleksi

Berdasarkan hasil pengamatan pada sikus II dan hasil dari

semua tindakan yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan

bahwa peserta didik sudah dapat memahami materi pembelajaran

melalui media Think Qur’an selama proses pembelajaran

berlangsung. Peserta didik mau mendengar dan menyimak serta

memperhatikan tentang apa yang disampaikan oleh guru.

D. Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mulai dari tanggal 25

November 2024 sampai 13 Desember 2024 di SMP Negeri 1 IX Koto

Sungai Lasi pada kelas VII.1, dengan mengobservasi kegiatan

pembelajaran, dan tes (pretes dan postes), maka diperoleh beberapa

gambaran perihal penggunaan media Think Qur’an dalam proses

pembelajaran di SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi pada kelas VII.1.

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), proses

pembelajaran dilakukan selama dua kali pertemuan. Penelitian ini tidak

hanya untuk melihat kemampuan membaca al-Quran, tetapi juga untuk

mengetahui kinerja guru dalam mengelola pembelajaran dengan

menggunakan media Thin Qur’an.

Guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran melalui media

Think Qur’an secara keseluruhan dikategorikan sangat baik.


70

Media think Qur’an juga mampu diterapkan dengan baik oleh guru sebagai

alternatif untuk mencegah pembelajaran dengan pembelajaran yang

monoton. Berikut tabel perbandingan aktivitas peserta didik dalam

pembelajaran:

Nilai
No Nama Peserta Didik Selisih
Siklus I Siklus II
1 ANITA MIFATHUL JANNAH 75 88 13
2 ARWIS ARIFIN 75 88 13
3 AZRA ALHABIL 100 100 0
4 AZRI JULIAN 75 88 13
5 BENNING BELVANIA 100 100 0
6 BRIGIA 50 88 38
7 DANU ADITYA 25 88 63
8 DARA ULAN AZLYANA 100 100 0
9 DELLA AGUSTIA RAMADHANI 100 100 0
10 ESTA ELIZA AWWALUDINI 50 88 38
11 FADHILLAH NURAINI RASYID 50 88 38
12 FAIS FEBRIANO 100 100 0
13 FAREL ISMAIL CAPRI 100 100 0
14 GHAZI RAMADHATUL AZZIKRA 100 100 0
15 GIT WIRDIAWAN 100 100 0
16 HANIFAH SALSALSABILA 50 88 38
17 haNIFAti khairat 100 100 0
18 INDAH FERISKA 100 100 0
19 IRA NOVITA 0
100 100
20 KEISYA SALSABILA AMANDA 100 100 0
21 KHAYRA TRISA ARDANA 100 100 0
22 [Link] RAHMAT SAPUTRA 50 88 38
23 MUHAMMAD AL HAFIZY 50 88 38
SAPUTRA
24 MUHAMMAD HAFIDZ 100 100 0
25 NUR DINDA PUTRI 100 100 0
26 QORI AINA 50 88 38
27 RAAFA MUHAMMAD 0
100 100
28 RAFAEL MAYZARD 50 88 38
29 RANTI MUGI HARTIKA 50 88 38
30 RAYHAN RAMADHAN 100 100 0
31 REZA GUSTIA WANDRA 50 88 38
71

32 SYAFIRA APRILIA 50 88 38

Berdasarkan data tabel di atas, terlihat dengan jelas bahwa dari 32

peserta didik, semua peserta didik mengalami peningkatan nilai keaktifan.

Dengan demikian, aktivitas peserta didik mengalami peningkatan dari

siklus I ke siklus II dengan media Think Qur’an pada pembelajaran PAI &

BP materi “Al-Quran dan hadist sebagai sumber ajaran islam dengan

dalil

Q.S An -Nisa/ 4: 59 , Q.S An -Nahal/ 16:64 serta hadis terkait” dapat

meningkatkan aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran.

Dari hasil kemampuan peserta didik dalam membaca al-Quran di

SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi pada kelas VII.1 menunjukkan adanya

peningkatan dari setiap siklusnya. Hal ini terlihat jelas dari analisis tingkat

kemampuan peserta didik dalam membaca al-Quran pada siklus I dengan

nilai yaitu (86,56) dan meningkat pada siklus II dengan nilai yaitu (94,40).

Kemampuan peserta didik dalam membaca al-Quran di SMP Negeri 1 IX

Koto Sungai Lasi pada kelas VII.1 tidak lagi mengalami kesulitan dalam

membaca al- Quran, artinya mampu membaca dengan baik dan benar.

Kemampuan dapat diukur melalui 2 siklus dari hasil penelitian dan

pembahasan diurai secara bertahap sesuai dengan pelaksanaannya dalam

proses pembelajaran. Adapun hasil postest dapat dilihat pada tabel

perbandingan postes siklus I dan II, sebagai berikut ini:


72

Nilai Siklus I Nilai Siklus II


No Nama Peningkatan

1 ANITA MIFATHUL 92 100 8


JANNAH
2 ARWIS ARIFIN 75 100 25
3 AZRA ALHABIL 83 92 9

4 AZRI JULIAN 75 92 17

5 BENNING BELVANIA 92 92 0

6 BRIGIA 75 83 8

7 DANU ADITYA 50 83 33
8 DARA ULAN AZLYANA 92 100 8
9 DELLA AGUSTIA 75 92 17
RAMADHANI
10 ESTA ELIZA 67 92 25
AWWALUDINI
FADHILLAH NURAINI
11 75 92 17
RASYID

12 FAIS FEBRIANO 100 92 -8

13 FAREL ISMAIL CAPRI 92 92 0

14 GHAZI RAMADHATUL 92 100 8


AZZIKRA

15 GIT WIRDIAWAN 92 92 0

HANIFAH
16 75 83 8
SALSALSABILA
17 haNIFAti khairat 100 100 0
18 INDAH FERISKA 100 100 0

19 IRA NOVITA 75 92 17

KEISYA SALSABILA
20 100 100 0
AMANDA
21 Khayra salsabila 83 100 18
22 M. Reza Rahmat Saputra 100 100 0
23 Muhammad Al hafizy 92 92 0
Muhammad Hafidz
24 100 100 0

25 Nurdinda Putri 92 100 8

26 Qori Aina 75 92 17
73

27 RAAFA MUHAMMAD 100 100 0

28 RAFAEL MAYZARD 92 92 0
29 RANTI MUGI HARTIKA 92 92 0

30 RAYHAN RAMADHAN 92 92 0

31 REZA GUSTIA WANDRA 100 100 0

32 SYAFIRA APRILIA 75 92 17

Berdasarkan paparan di atas menunjukkan bahwa adanya

peningkatan kemampuan membaca al-Quran peserta didik dan tingkatan

ketuntasan belajar melalui media Gadget yang diterapkan di SMP Negeri 1

IX Koto Sungai Lasi pada kelas VII.1.


75

74

BAB V
PENUTU
P

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang diperoleh, penulis

menyimpulkan bahwa dengan menggunakan media Think Qur’an dalam

peningkatan kemampuan membaca al-Quran pada peserta didik SMP

Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi pada kelas VII.1, yaitu:

1. Aktifitas peserta didik terhadap penggunaan media Think Qur’an

dalam membaca al- Quran pada siklus I dengan kategori kurang baik

yaitu 78,12, dan meningkat pada siklus II yaitu dengan kategori (sangat

baik) yaitu 94,37.

2. Hasil ketuntasan belajar peserta didik dalam membaca al-Quran

mengalami peningkatan dengan penggunaan Gadget melalui media

Think Qur’an, yaitu pada siklus I nilai rata-rata 86,56 dan meningkat

pada siklus II menjadi 94,40. Dengan demikian kemampuan membaca

al-Quran peserta didik dengan menggunakan Media Think Qur’an

mengalami peningkatkan pada pembelajaran PAI & BP materi “Al-

Quran dan hadist sebagai sumber ajaran islam dengan dalil Q.S An -

Nisa/ 4: 59 , Q.S An -Nahal/ 16:64 serta hadis terkait”

di kelas VII.1 SMP Negeri 1 IX Koto Sungai Lasi.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian pada bab sebelumnya, penulis

memberikan sara-saran sebagai berikut:


74

1. Dalam proses pembelajaran hendaknya seorang guru tidak

terfokus pada penggunaan metode atau model saja, tetapi guru

harus kreatif dalam menggunakan media atau alat peraga

untuk menciptakan pembelajaran yang menarik, sehingga

proses belajar mengajar menjadi menarik dan tidak

membosankan supaya peserta didik termotivasi dalam

mengikuti kegiatan pembelajaran.

2. Hasil penelitian ini bisa digunakan sebagai refleksi dan acuan

bagi guru untuk lebih kreatif dalam menemukan dan

menggunakan metode atau media pembelajaran yang sesuai.

3. Diharapkan kepada para pembaca atau pihak yang berprofesi

sebagai guru, agar penelitian ini menjadi bahan masukan

dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan dimasa yang

akan datang.
DAFTAR PUSTAKA .

Ahmed, N. & Ali, M. (2020). The Effectiveness of Mobile Learning Applications


in Enhancing Quran Reading Skills Among Primary School Students. International
Journal of Educational Technology, 15(2)

Al Ihsan. (2021). Al-Quran; Tafsir Perkata. Bandung: Cordoba

Al-Abrosy, Athiyah. (1970). Dasar-dasar Pokok Pendidikan Islam. Jakarta: Bulan


Bintang

Aminudin. (2005). Pendidikan Agama Islam untuk Perguruan Tinggi Umum.


Bogor: Ghalia Indonesia

Amrullah. (2008). Ilmu Al-Quran untuk Pemula. Jakarta Barat: CV Artha Rivera

Ash Shiddieqy, Habsi. (2002). Tafsir Al Bayan. Semarang: Pustaka Rizki Putra

Bakar, M. & Rahman, S. (2019). Impact of Technology Integration on Learning


Outcomes in Islamic Education. Journal of Islamic Studies and Education, 11(1)

Daim Al-Kahil, Abdud. (2010). Metode Mudah Menghafal Al-Quran. Jakarta:


Publishing

Daradjat, Zakiah dkk. (1996). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Akasara

Daryanto. (1999). Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Hadiwidjodjo. (n.d.). Dampak Positif Penggunaan Gadget Bagi Anak. Diakses dari
[Link]

Hamidah, Nur. (2011). Skripsi: Upaya Peningkatan Kemampuan Membaca al-


Quran dengan Metode Iqro’ pada Peserta Didik Kelas 3 SD Negeri Kebumen 1
Kecamatan Banyubiru Tahun. Salatiga: Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri

Herman, Susilo. (2006). Majalah Al-Falah Mengaji Tak Kenal Henti. Surabaya:
Yayasan Dana Sosial Al-Falah

Kementrian Agama RI. (2009). Al-Quran dan Tafsirnya. Jakarta: Pusataka Firdaus.

Khadijah. (2013). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Citapustaka Media

Kunandar. (2008). Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai


Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Rineka Cipta

Majid, Abdul. (2004). Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi Konsep dan
Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: Remaja Rosdakarya

Muslich, Mansur. (2000). Melaksanakan PTK itu Mudah. Jakarta: Bumi Aksara
Nanang. (2008). Media Pembelajaran. Bandung: UPI

Nasution, Noehi dkk. (1991). Materi Pokok Psikologi Pendidikan. Jakarta:


Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Dep. Agama dan
Universitas Terbuka

Puspita, Dian. (2015). Selamatkan Generasi Penerus Dari Bahaya. Jurnal, 10


September 2015

Quraish Shihab, M. (2008). Sejarah dan Ulum Al-Quran. Jakarta: Pusataka Firdaus

Rahim, Farida. (2007). Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta: PT Bumi


Aksara

Sagala, Syaiful. (2010). Konsep dan Makna Pembelajaran untuk Membantu


Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Bandung: Alfabeta

Slameto. (2001). Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Sukirman, Dadang. (2009). Microteaching. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan


Islam Departemen Agama Republik Indonesia

Suryabrata, Sumadi. (2010). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem


Pendidikan Nasional. (2003). Jakarta: BP Panca Usaha

Syahra. (2006). Informatika Sosial Peluang dan Tantangan. Bandung: LIPI

Susilo. (2009). Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Pustaka Book


Publisher

Anda mungkin juga menyukai