PBL
Tugas Individu untuk Memenuhi Mata Pendidikan Strategi Pembelajaran
yang dibimbing oleh Ibu Sitta Khoirin Nisa [Link]
Oleh:
Bagas Abdi Pratama (235560001)
UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA
PSDKU KAMPUS BLITAR
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul PBL ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Ibu Sitta
Khoirin Nisa [Link] pada Mata Kuliah Strategi Pembelajaran. Selain itu, adanya pembuatan
makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan tentang PBL bagi para pembaca dan juga
bagi penulis.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Sitta Khoirin Nisa [Link] selaku Dosen
Pembimbing pada Mata Kuliah Strategi Pembelajaran yang telah memberikan tugas ini
sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi
sebagian pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Saya menyadari
makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran
yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.
Blitar, 24 Maret 2025
(Bagas Abdi Pratama)
ii
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL...................................................................................................................i
KATA PENGANTAR...............................................................................................................ii
DAFTAR ISI.............................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................1
1.1 Latar Belakang..................................................................................................................1
1.2 Rumusan masalah.............................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN...........................................................................................................2
2.1 Pengertian Problem-Based Learning (PBL)....................................................................2
2.2 Prinsip Problem-Based Learning (PBL)...........................................................................3
2.3 Kelebihan dan Kekurangan PBL......................................................................................4
BAB III PENUTUP....................................................................................................................7
3.1 Kesimpulan.......................................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................8
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam dunia pendidikan, metode pembelajaran terus berkembang untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa. Salah satu
pendekatan yang banyak digunakan adalah Problem-Based Learning (PBL) atau
Pembelajaran Berbasis Masalah. Metode ini muncul sebagai respons terhadap
keterbatasan metode pembelajaran tradisional yang cenderung berpusat pada guru
dan mengutamakan hafalan daripada pemecahan masalah serta pemikiran kritis.
PBL pertama kali dikembangkan di fakultas kedokteran Universitas McMaster,
Kanada, pada tahun 1960-an, dan sejak saat itu telah diterapkan dalam berbagai
bidang pendidikan. Konsep utama dari PBL adalah penggunaan masalah nyata
sebagai titik awal pembelajaran, sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi
juga dapat menerapkannya dalam situasi praktis.
Di era modern, di mana keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan
komunikasi menjadi semakin penting, PBL menjadi pendekatan yang relevan untuk
membekali siswa dengan kemampuan memecahkan masalah secara mandiri dan
bekerja dalam tim. Dengan menerapkan PBL, siswa didorong untuk menggali
informasi, mendiskusikan berbagai alternatif solusi, serta mengambil keputusan
berdasarkan pemahaman mereka sendiri.
Selain itu, PBL sejalan dengan paradigma pendidikan abad ke-21 yang
menekankan student-centered learning, di mana siswa berperan aktif dalam proses
pembelajaran, sementara guru bertindak sebagai fasilitator. Melalui pendekatan ini,
siswa tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi,
tetapi juga mengembangkan keterampilan esensial yang berguna dalam kehidupan
nyata dan dunia kerja.
1
1.2 Rumusan masalah
Dari latar belakang masalah diatas, maka dapat disusun rumusan masalah
sebagai berikut.
1. Apa pengertian Problem-Based Learning (PBL)?
2. Apa saja prinsip dari PBL?
3. Apa saja kelebihan dan kekurangan PBL?
2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Problem-Based Learning (PBL)
Problem-Based Learning (PBL) merupakan satu dari sekian banyak inovasi
dalam pendekatan maupun model pembelajaran yang berupaya memperbaiki
metode lama yang konvensional. Model pembelajaran ini sebenarnya tidak murni
baru karena Plato dan Socrates juga telah meminta murid-murid mereka untuk
mendapat informasi secara mandiri, dan mencari gagasan gagasan baru
mendiskusikannya. Barrow, seperti yang disebutkan oleh Baptiste (2003), Rhem
(1998) dan Savery (2006), menuliskan bahwa PBL mulai menjadi trend di awal
tahun 70-an di Fakultas Kesehatan, Universitas McMaster, Canada. Ketika itu PBL
diperkenalkan sebagai sebuah metode pembelajaran baru yang lebih berpusat pada
pembelajar, bukannya pengajar atau instruktur.
Metode ini berbasis pada prinsip pembelajaran orang dewasa, dan lebih berarah
pada pembelajar sendiri yang kemudian mendorong keterampilan belajar jangka
panjang. Banyak sekolah kesehatan yang juga menerapkan model PBL dalam
pengajaran mereka, dan dari situ berkembang dan masuklah model PBL ini dalam
kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah, mulai dari sekolah dasar sampai
universitas.
Secara umum, PBL merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang
menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi peserta didik untuk
belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta
untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi kuliah atau
materi pelajaran. Secara ringkas dan simpel, Rhem (1998) mendefinisikan PBL
sebagai sebuah pembelajaran yang bermula ketika masalah diperhadapkan pada
siswa.
Jadi, PBL adalah metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah
awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru. Masalah
tersebut yang kemudian menentukan arah pembelajaran yang
dilakukan dalam kelompok.
3
2.2 Prinsip PBL
Pembelajaran suatu materi pelajaran dengan menggunakan PBL sebagai basis
model dilaksanakan dengan mengikuti prinsip-prinsip berikut.
1. Konsep Dasar (Basic Concept)
Fasilitator menyampaikan konsep dasar untuk memastikan siswa memperoleh
kunci utama materi pembelajaran, sehingga tidak ada kemungkinan terlewatkan oleh
siswa seperti yang dapat terjadi jika siswa mempelajari secara mandiri. Konsep yang
diberikan tidak perlu detail, diutamakan dalam bentuk garis besar saja, sehingga
siswa dapat mengembangkannya secara mandiri secara mendalam.
2. Pendefinisian Masalah (Defining the Problem)
Dalam langkah ini fasilitator menyampaikan skenario atau permasalahan dan dalam
kelompoknya, siswa melakukan berbagai kegiatan.
3. Pembelajaran Mandiri (Self Learning)
Setelah mengetahui tugasnya, masing-masing siswa mencari berbagai sumber yang
dapat memperjelas isu yang sedang diinvestigasi. Tahap investigasi memiliki dua
tujuan utama, yaitu: (1) agar siswa mencari informasi dan mengembangkan
pemahaman yang relevan dengan permasalahan yang telah didiskusikan di kelas, dan
(2) informasi dikumpulkan dengan satu tujuan yaitu dipresentasikan di kelas dan
informasi tersebut haruslah relevan dan dapat dipahami.
4. Pertukaran Pengetahuan (Exchange knowledge)
Setelah mendapatkan sumber untuk keperluan pendalaman materi dalam langkah
pembelajaran mandiri, selanjutnya pada pertemuan berikutnya siswa berdiskusi
dalam kelompoknya untuk mengklarifikasi capaiannya dan merumuskan solusi dari
permasalahan kelompok. Pertukaran pengetahuan ini dapat dilakukan dengan cara
peserrta didik berkumpul sesuai kelompok dan fasilitatornya.
2.3 Kelebihan dan Kekurangan PBL
Setiap model pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan, sebagaimana
model Problem Based Learning (PBL) juga memiliki kelebihan dan kelemahan yang
perlu di cermati untuk keberhasilan penggunaanya.
4
1. Menantang kemampuan peserta didik serta memberikan kepuasan untuk
menemukan pengetahuan baru bagi peserta didik.
2. Meningkatkan motivasi dan aktivitas pembelajaran peserta didik.
3. Membantu peserta didik dalam mentransfer pengetahuan peserta didik untuk
memahami masalah dunia nyata.
4. Membantu peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan
bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan.
5. Mengembangkan kemampuan peserta didik untuk berpikir kritis dan
mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan
baru.
6. Memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengaplikasikan
pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata.
7. Mengembangkan minat peserta didik untuk secara terus menerus belajar
sekalipun belajar pada pendidikan formal telah berakhir.
8. Memudahkan peserta didik dalam menguasai konsep-konsep yang dipelajari
guna memecahkan masalah dunia nyata (Sanjaya, 2007).
Kekurangan Model Problem Based Learning Sama halnya dengan model
pengajaran yang lain, model pembelajaran Problem Based Learning juga memiliki
beberapa kekurangan dalam penerapannya. Kelemahan tersebut diantaranya:
1. Manakala peserta didik tidak memiliki minat atau tidak memiliki kepercayaan
bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa
enggan untuk mencoba.
2. Keberhasilan strategi pembelajaran malalui Problem Based Learning
membutuhkan cukup waktu untuk persiapan.
3. Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan masalah
yang sedang dipelajari, maka mereka tidak akan belajar apa yang mereka ingin
pelajari. Berdasarkan pendapat di atas, bahwa kelebihan model Problem Based
Learning adalah dengan pemecahan masalah peserta didik dapat berpikir kritis
sehingga sangat efektif digunakan untuk memahami isi pelajaran, Pemecahan
5
masalah akan membangun dan menantang kemampuan peserta didik serta
memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi peserta didik.
6
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Problem-Based Learning (PBL) adalah metode pembelajaran berbasis masalah
yang mendorong siswa berpikir kritis, belajar mandiri, dan bekerja dalam tim.
Metode ini menekankan pemecahan masalah nyata untuk meningkatkan
pemahaman dan keterampilan praktis.
PBL memiliki banyak kelebihan, seperti meningkatkan motivasi, keterampilan
berpikir kritis, dan kemampuan menerapkan ilmu dalam kehidupan nyata. Namun,
metode ini juga menuntut persiapan yang matang dan dapat kurang efektif jika
siswa tidak termotivasi.
Secara keseluruhan, PBL merupakan pendekatan yang relevan untuk pendidikan
abad ke-21 karena membantu siswa menjadi pembelajar aktif dan siap menghadapi
tantangan dunia nyata.
7
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
m=1
[Link]
%20umum%2C%20PBL%20merupakan%20suatu,ingin%20mereka%20dapatkan%20di
%20akhirnya
[Link]