III. Pembahasan A. Sistem Pembuktian dalam UU No. 8 Tahun 2010 1.
Pembuktian Terbalik
yang Bersifat Terbatas atau Berimbang 2. Peran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi
Keuangan (PPATK) B. Alat Bukti dalam Tindak Pidana Pencucian Uang 1. Alat bukti
sebagaimana dimaksud dalam Hukum Acara Pidana 2. Alat bukti lain berupa informasi
elektronik C. Proses Pembuktian Tindak Pidana Pencucian Uang 1. Tahap Penyidikan 2. Tahap
Penuntutan 3. Tahap Persidangan D. Tantangan dalam Pembuktian Tindak Pidana Pencucian
Uang 1. Kompleksitas transaksi keuangan 2. Keterbatasan akses informasi lintas negara 3.
Perkembangan teknologi dalam metode pencucian uang
IV. Analisis Kritis A. Kelebihan Sistem Pembuktian dalam UU No. 8 Tahun 2010 B. Kelemahan
dan Potensi Penyalahgunaan C. Perbandingan dengan Sistem Pembuktian di Negara Lain
II. Landasan Teori
A. Pengertian Lembaga Negara B. Konsep Trias Politica C. Sistem Ketatanegaraan Indonesia
III. Lembaga-lembaga Negara Indonesia
A. Lembaga Tinggi Negara 1. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 2. Dewan Perwakilan
Rakyat (DPR) 3. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 4. Presiden dan Wakil Presiden 5.
Mahkamah Agung (MA) 6. Mahkamah Konstitusi (MK) 7. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
B. Lembaga Negara Lainnya 1. Komisi Yudisial (KY) 2. Bank Indonesia (BI) 3. Komisi
Pemilihan Umum (KPU) 4. dll.
IV. Sistem Perundang-undangan di Indonesia
A. Hierarki Peraturan Perundang-undangan B. Proses Pembentukan Undang-Undang C. Peran
Lembaga Negara dalam Pembentukan Peraturan Perundang-undangan
V. Hubungan Antar Lembaga Negara
A. Sistem Check and Balances B. Koordinasi dan Kerjasama Antar Lembaga
VI. Tantangan dan Permasalahan
A. Overlapping Kewenangan B. Efektivitas Kinerja Lembaga Negara C. Harmonisasi Peraturan
Perundang-undangan