0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan15 halaman

Pencegahan Anemia Ibu Hamil di Pustu

Dokumen ini adalah laporan Satuan Acara Penyuluhan (SAP) tentang pencegahan anemia pada ibu hamil yang diselenggarakan di UPTD Pustu Kemalaraja. Tujuan penyuluhan adalah untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai anemia, penyebab, tanda, gejala, dampak, dan cara pencegahannya. Metode yang digunakan termasuk ceramah, diskusi, dan tanya jawab, dengan evaluasi hasil menunjukkan bahwa sekitar 80% peserta memahami materi yang disampaikan.

Diunggah oleh

Kurnia Sariputri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan15 halaman

Pencegahan Anemia Ibu Hamil di Pustu

Dokumen ini adalah laporan Satuan Acara Penyuluhan (SAP) tentang pencegahan anemia pada ibu hamil yang diselenggarakan di UPTD Pustu Kemalaraja. Tujuan penyuluhan adalah untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai anemia, penyebab, tanda, gejala, dampak, dan cara pencegahannya. Metode yang digunakan termasuk ceramah, diskusi, dan tanya jawab, dengan evaluasi hasil menunjukkan bahwa sekitar 80% peserta memahami materi yang disampaikan.

Diunggah oleh

Kurnia Sariputri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL


DI UPTD PUSTU KEMALARAJA

Oleh :
[Link] Eka P 24.14901.13.01
[Link] Listika dewi 24.14901.13.02
[Link] Saputra 24.14901.13.03
[Link] 24.14901.13.04
[Link] Anita 24.14901.13.07
[Link] Vanesa 24.14901.13.08
[Link] Novianti 24.14901.13.10
[Link] Witri 24.14901.13.11
[Link] Sariputri 24.14901.13.12
[Link] Satrina 24.14901.13.23
[Link] Afrilia 24.14901.13.24
[Link] Aisyah 24.14901.13.26

PEMBIMBING AKADEMIK :
Amalia, S. Kep., Ners., [Link]., [Link]

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BINA HUSADA PALEMBANG
TAHUN AJARAN 2025-2026
SATUAN ACARA PENYULUHAN

BidangStudi : Keperawatan Maternitas


Topik : Pencegah anemia pada kehamilan
Hari/Tanggal : Sabtu / 08 Febuari 2025
Waktu : 30 menit
Penyaji : Kelompok 4 ( OKU)
Tempat : Pustu Kemalaraja Desa Dusun Baturaja

A. PENDAHULUAN
Kehamilan merupakan kondisi alamiah yang unik karena meskipun
bukan penyakit, tetapi seringkali menyebabkan komplikasi akibat berbagai
perubahan fisiologik yang terjadi adalah perubahan haemodinamik. Selain itu,
darah yang terdiri atas cairan dan sel – sel darah berpotensi menyebabkan
komplikasi perdarahan dan thrombosis jika terjadi ketidakseimbangan faktor –
faktor prokoaguasi dan hemostasis. (Prawirohardjo, 2002)
Suatu penelitian memperlihatkan perubahan konsentrasi Hb sesuai
dengan bertambahnya usia kehamilan. Pada trimester pertama, konsentrasi Hb
tampak menurun, kecuali pada perempuan yang telah memiliki kadar Hb
rendah (< 11,5 g/dl). Konsentrasi Hb paling rendah didapatkan pada trimester
kedua, yaitu pada usia kehamilan 30 minggu. Pada trimester ketiga terjadi
sedikit peningkatan Hb, kecuali pada perempuan yang sudah mempunyai kadar
Hb yang tinggi (> 14,5 g/dl) pada pemeriksaan pertama (Prawirohardjo, 2002).
Anemia adalah penurunan kuantitas sel sel darah merah dalam sirkulasi ,
abnormalitas kandungan hemoglobin sel darah merah , atau ke duanya
(Corwin, EJ,2009). Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan
oleh kurangnya zat besi di dalam tubuh, sehingga kebutuhan zat besi untuk
eritropoesis tidak cukup yang ditandai dengan gambaran sel darah merah
hipokrom-mikrositer, kadar besi serum (serum iron) dan jenuh transferin
menurun, kapasitas total besi meninggi dan cadangan dalam sumsum tulang
serta di tempat lain sangat kurang atau tidak ada sama sekali (Rukiyah, AY.
2010.)
B. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Setelah diadakan penyuluhan kehamilan, diharapkan ibu hamil dapat mengerti dan
memahami tentang Pencegahan anemia pada ibu hamil.

C. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

Setelah mengikuti penyuluhan, ibu hamil dapat menjelaskan tentang:


a) Apa pengertian dari Anemia pada ibu hamil
b) Apa saja penyebab anemia pada ibu hamil
c) Apa tanda dan gejala pada ibu hamil
d) Macam-macam anemia pada ibu hamil dan penyebabnya
e) Faktor resiko penyebab anemia pada ibu hamil
f) Apa dampak anemia terhadap kehamilan
g) Cara pencegahan anemia pada ibu hamil
h) Cara Meningkatkan Asupan Fe dan Asam Folat

D. SASARAN
Ibu-ibu yang sedang hamil

E. MATERI PENYULUHAN
1. Pengertian Anemia
Anemia kehamilan ialah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin di bawah
12- 16 gr/dL pada trimester 1 dan 3 kadar < 10,5 gr/dL pada trimester 2. Nilai
batas tersebut dan perbedaannya dengan kondisi wanita tidak hamil
terjadi karena hemodilusi, terutama pada trimester 2 (Prawirohardjo,2002).
Anemia adalah penurunan kuantitas sel sel darah merah dalam sirkulasi,
abnormalitas kandungan hemoglobin sel darah merah, atau ke duanya
(Corwin,2009).
Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan oleh kurangnya
zat besi di dalam tubuh, sehingga kebutuhan zat besi untuk eritropoesis tiak
cukup yang ditandai dengan gambaran sel darah merah hipokrom-mikrositer,
kadar besi serum (serum iron) dan jenuh transferin menurun, kapasitas total
besi meninggi
dan cadangan dalam sumsum tulang serta di tempat lain sangat kurang atau tidak
ada sama sekali (Rukiyah, AY. 2010.)
2. Penyebab Anemia Pada Ibu Hamil
Penyebab anemia secara umum adalah:
a. Kekurangan zat gizi dalam makanan yang dikonsumsi, misalnya
faktor kemiskinan.
b. Penyerapan zat besi yang tidak optimal, misalnya karena diare.
c. Kehilangan darah yang disebabkan oleh perdarahan menstruasi yang
banyak, perdarahan akibat luka.
Sebagian besar anemia di Indonesia penyebabnya adalah kekuangan zat
besi. Zat besi adalah salah satu unsur gizi yang merupakan komponen
pembentuk Hb. Oleh karena itu disebut “Anemia Gizi Besi”.
Anemia gizi besi dapat terjadi karena hal-hal berikut ini:
a. Kandungan zat besi dari makanan yang dikonsumsi tidak
mencukupi kebutuhan.
b. Meningkatnya kebutuhan tubuh akan zat besi.
c. Meningkatnya pengeluaran zat besi dari tubuh.
3. Tanda dan Gejala
Tanda dan gejala anemia dapat berupa :
a. Merasa lelah atau lemah
b. Kulit pucat progresif
c. Denyut jantung cepat
d. Sesak napas
e. Konsentrasi terganggu
4. Macam-macam anemia pada ibu hamil dan penyebabnya
1. Anemia defisiensi besi/ karena kekurangan zat besi

2. Anemia karena perdarahan

3. Anemia karena radang/ keganasan

4. Anemia aplastik karena kerusakan sumsum tulang

5. Anemia hemolitik karena usia sel darah merah yang pendek

6. Anemia megaloblastik karena gangguan pencernaan

7. Anemia karena penyakit keturunan misalnya anemia sel sabit


5. Faktor resiko penyebab anemia pada ibu hamil
Tubuh berada pada resiko tinggi untuk menjadi anemia selama kehamilan jika:
1. Mengalami dua kehamilan yang berdekatan
2. Hamil dengan lebih dari satu anak
3. Sering mual dan muntah
4. Tidak mengkonsumsi cukup zat besi
5. Hamil saat masih remaja
6. Kehilangan banyak darah (misalnya dari cedera atau selama operasi)
7. Dampak anemia terhadap kehamilan
Anemia pada ibu hamil bukan tanpa resiko, menurut penelitian
tingginya angka kematian ibu berkaitan erat dengan anemia. Anemia juga
menyebabkan rendahnya kemampuan jasmani karena sel-sel tidak cukup
mendapat pasokan oksigen. Pada wanita hamil, anemia meningkatkan
frekuensi komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Resiko kematian
perinatal meningkat. Perdarahanan terpartum dan Post partum lebih sering di
jumpai pada wanita yang anemia dan lebih sering berakibat fatal, sebab wanita
yang anemia tidak dapat mentoleransi kehilangan [Link] anemia pada
kehamilan bervariasi meliputi :
1. Abortus
2. Persalinan preterm/sebelum waktunya
3. Proses persalinan lama
4. Perdarahan setelah persalinan
5. Syok
6. Infeksi pada saat dan sesudah persalinan
7. Payah jantung
8. Bayi lahir prematur
9. Kematian ibu
10. Bayi cacat bawaan
11. Kekurangan cadangan besi
12. Kematian janin
8. Cara Pencegahan Anemia Pada Ibu Hamil
1. Dengan meminum 1 tablet tambah darah setiap hari begitu diketahui
bahwa ibu tersebut hamil.
2. Mengkonsumsi sumber bahan makanan yang tinggi akan sumber zat besi
secara teratur.
3. Mengkonsumsi sumber bahan makanan yang tinggi vitamin C untuk
memperlancar penyerapan zat besi dan harus sesuai dengan AKG yang
dianjurkan.
4. Mengindari minum teh, kopi, susu coklat setelah makan karena dapat
menghambat penyerapan zat besi.
9. Cara Meningkatkan Asupan Fe dan Asam Folat
1. Konsumsi protein hewani (daging, unggas, telur, susu, dan hasil
olahannya)
2. Konsumsi makanan sumber asam folat (asparagus, bayam, buncis,
hati sapi, kapri, kacang tanah, orange juice, almond, beras
merah/tumbuk, kembang kol, telur, selada, sereal instant)
3. Meningkatkan asupan buah berwarna jingga dan merah segar
(jeruk, pisang, kiwi, semangka, nanas)
4. Mengkonsumsi makanan fortifikasi (susu, keju, es krim, makanan
berbasis tepung)
5. Konsumsi vitamin C, untuk meningkatkan aborsi Fe dalam usus
6. Konsumsi makanan sumber vitamin B12 (daging, hati, ikan,
makanan fermentasi,yogurt, udang, susu)
7. Jika perlu ditambahkan suplemen vitamin B12, Fe dan vitamin C.
8. Konsumsi sayuran hijau paling tidak 3 porsi/hr
9. Konsumsi sari buah yang kaya vitamin C minimal 1 gls/hr
F. METODE
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab
G. MEDIA
1. Materi SAP
2. Leaflet

H. PENGORGANISASIAN & URAIAN TUGAS

1. Moderator / Pembawa Acara ( Fitri Aisyah )


Uraian tugas :
a. Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri kepada peserta
b. Mengatur proses dan lamanya penyuluhan
c. Menutup acara penyuluhan
2. Penyaji / Penyuluh / Pengajar ( Deki Saputra dan Veny Vanesa.s)
Uraian tugas :
a. Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan dengan bahasa yang mudah
dipahami oleh peserta
b. Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan proses penyuluhan’
c. Memotivasi peserta untuk bertanya
3. Fasilitator ( Karina Eka P, Era Novianti , Nopita Witri )
Uraian tugas :
a. Ikut bergabung dan duduk bersama diantara peserta
b. Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan
c. Memotivasi peserta untuk bertanya materi yag belum jelas
d. Meginterupsi penyuluh tentang istilah / hal-hal yang dirasa kurang jelas bagi
peserta
4. Observer (Tri Listika dewi,Ayu Anita, Nova Satrina, Wiwi Afrilia,)
Uraian tugas :
a. Mencatat nama, alamat dan jumlah peserta, serta menempatkan diri sehingga
memungkinkan dapat mengamankan jalannya proses penyuluhan
b. Mencatat pertanyaan yang diajukan peserta
c. Mengamati perilaku verbal dan non verbal peserta selama proses penyuluhan

5. Dokumentasi ( [Link] dan Kurnia Sariputri)


Uraian tugas :

a. Mendokumentasikan Kegiatan penyuluaha


I. KEGIATAN PENYULUHAN
N WAKTU KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN PESERTA
O
Pembukaan :
1. 5 menit
· Membuka kegiatan · Menjawab salam
dengan
mengucapkan salam. · Mendengarkan
· Memperkenalkan diri · Memperhatikan
· Menjelaskan tujuan
dari · Memperhatikan
penyuluhan
· Menyebutkan materi yang
akan diberikan
Pelaksanaan :
2. 15 menit
· Menjelaskan tentang · Memperhatikan
pengertian anemia
· Menjelaskan tentang tanda · Memperhatikan
dan gejala anemia pada ibu
kehamilan · Memperhatikan
· Menjelaskan dampak anemia
pada ibu hamil · Memperhatikan

· Menjelaskan cara · Memperhatikan


pencegahan
· Memperhatikan
anemia pada kehamilan
· Menjelaskan cara ·
meningkatkan asupan F
· Kesimpulan materi
3. 10 Evaluasi :
· Bertanya dan
· Tanya Jawab kepada peserta
menjawab
tentang materi yang telah Pertanyaan
diberikan.

Terminasi : · Menjawab salam


· Mengucapkan terimakasih
atas peran serta peserta dan
salam.

J. EVALUASI

1. Evaluasi Struktur
a. Peserta hadir ditempat penyuluhan.
b. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Pustu Kemalaraja ( Desun Baturaja)
c. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya.
2. Evaluasi Proses
a. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan.
b. Peserta mengikuti jalannya penyuluhan sampai selesai
3. Evaluasi Hasil
a. Setelah penyuluhan sekitar 80% peserta penyuluhan mampu mengerti dan
memahami penyuluhan yang diberikan sesuai dengan tujuan khusus.
DAFTAR PUSTAKA

Corwin, EJ. 2009. Buku Saku Patofisiologis. EGC : Jakarta.


Manuaba, IBG. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga
Berencana untuk Pendidikan Bidan. EGC : Jakarta
Prawirohardjo, S. 2006. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal
dan Noenatal. Yayasan Bina Pustaka : Jakarta
Rukiyah, AY. 2010. Asuhan Kebidanan IV. TIM : Jakarta.
[Link]
[Link]
[Link]
LAMPIRAN

Letflat
ABSENSI
DOKUMENTASI KEGIATAN

PEMBUKAAN

PENYAMPAIAN MATERI
SESI TANYA JAWAB

Anda mungkin juga menyukai