0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan43 halaman

Panduan Keselamatan Material Handling

Dokumen ini membahas tentang Material Handling, termasuk definisi, tujuan, dan sasaran keselamatan dalam pemindahan barang di PT UT. Terdapat penjelasan mengenai jenis alat angkat seperti Forklift, Mobile Crane, dan Overhead Crane, serta prosedur aman dalam pengoperasiannya. Selain itu, dokumen ini juga mencakup informasi tentang pemeliharaan dan penyimpanan alat, serta teknik pengangkatan manual yang benar untuk mencegah cedera.

Diunggah oleh

Iqbal Waqhid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan43 halaman

Panduan Keselamatan Material Handling

Dokumen ini membahas tentang Material Handling, termasuk definisi, tujuan, dan sasaran keselamatan dalam pemindahan barang di PT UT. Terdapat penjelasan mengenai jenis alat angkat seperti Forklift, Mobile Crane, dan Overhead Crane, serta prosedur aman dalam pengoperasiannya. Selain itu, dokumen ini juga mencakup informasi tentang pemeliharaan dan penyimpanan alat, serta teknik pengangkatan manual yang benar untuk mencegah cedera.

Diunggah oleh

Iqbal Waqhid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MATERIAL HANDLING BAB V

MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

Pengertian

Material Handling (pemindahan barang) adalah bagian pekerjaan yang sering dilakukan
di lingkungan PT UT, khususnya mekanik, baik di Workshop maupun di Field.
Keselamatan didalam proses ini menjadi sangat penting artinya, mengingat banyak kasus
kecelakaan kerja yang kita dengar, berasal dari adanya kesalahan prosedur pemilihan
peralatan maupun prosedur pengoperasian peralatan angkat.

Tujuan

Meyakinkan bahwa pemindahan barang ( Material Handling ) dalam kondisi aman (Safe)
baik dari segi peralatan maupun sistem pengoperasian.

Sasaran

1. Meningkatkan kesadaran karyawan / mekanik tentang Material Handling - Safety.


2. Menjamin bahwa peralatan yang ada dalam kondisi aman dan layak pakai.
3. Menjamin barang yang diangkat dalam kondisi baik dan tetap utuh.

Jenis - jenis alat angkat

1. Forklift
2. Mobile Crane
3. Overhead Crane

1. Forklift

 Dilarang mengoperasikan Forklift selain operator atau orang yang telah memiliki
SIM.
~ Periksa kondisi Forklift.
~ Saat mengoperasikan Forklift
• Jangan meninggalkan Forklift engine kondisi hidup.
• Jangan mengangkut orang berdiri diantara fork yang terangkat.
• Jangan mengangkat muatan tinggi-tinggi
• Perhatikan Counter Weight saat membelok.
• Jangan mengeluarkan anggota bagan saat jalan.
• Perhatikan ukuran clan berat barang yang diangkat.

2. Mobil Crane

 Dilarang mengoperasikan Mobile Crane selain Operator / pemilik SIM.


 Operator wajib di bantu oleh satu orang pembantu yang tahu tata - cara memberi
aba - aba.
~ Periksa Kondisi Mobile Crane
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

~ Periksa kondisi lingkungan


• Yakinkan beroperasi pada tanah atau pondasi yang kuat, gunakan papan atau
balok - balok untuk menahan jack dari kemungkinan meleset atau amblas.
• Pastikan daerah ayunan Mobile Crane (360 derajat) dalam kondisi aman dan
tidak ada orang / barang yang ada di area tsb.
~ Saat mengoperasikan Crane
• Jangan mengangkat muatan melebihi kapasitas Crane, perhatikan standard
Working Radius / Lifting Height Chart.
• Pasanglah sling atau rantai betul-betul ditengah hook dan jaga keseimbangan
beban untuk masing- masing sling / rantai saat akan mengangkat barang.
• Jangan melambungkan boom dengan muatan diatas pekerja atau peralatan
lain.
• Orang lain/pembantu operator Crane dilarang berada diatas lantai bak Mobile
Crane sewaktu pemuatan / pembongkaran ataupun dalam perjalanan menuju
lokasi kerja.
• Jaga posisi tangan dari kemungkinan - kemungkinan terjepitnya tangan sling-
sling pengikat.
• Hentikan proses pengangkatan barang dan segera turunkan barang saat Mobile
Crane mulai bergeser atau mulai amblas.

3. Overhead Crane

 Pengangkatan Manual

~ Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pengangkatan Manual


• Periksa dengan teliti, bagaimana bentuk tepinya, apakah tajam, berlubang,
bergerigi, kondisi basah / kotor / licin.
• Cengkeram dengan kokoh dan erat.
• Jaga jari dan tangan dari meleset atau tergulir
• Bersihkan terlebih dahulu kotoran/licin sebelum diangkat.
• Tangan bersih dan gunakan sarung tangan.

Mengangkat benda seharusnya dengan tumpuan berat badan pada kedua kaki.
Jangan mengandalkan berat badan dan memporsir bagian pinggang dan punggung.

Penyakit Hernia dan Pinggang adalah akibat cara-cara mengangkat yang tidak
benar.
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

CARA MENGANGKAT MANUAL


MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

CARA MENGANGKAT MANUAL

GAMBAR URAIAN CATATAN

Pastikan beban yang akan di


angkat tidak melebihi kekuatan
[Link] dirasakan tidak kuat
mengangkat sendiri, cari
bantuan.

Gunakan selalu sepatu


keselamatan ( safety shoes )
karena kaki akan selalu
terlindungi.

Mengangkat beban berat harus


dengan kekuatan otot kaki,
bukan dengan keutaan tulang
punggung

Jaga pungung tetap pada posisi


tegak / lurus pada waktu
mengangkat
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

CARA MENGANGKAT MANUAL

GAMBAR URAIAN CATATAN

Mengangkat barang pada posisi


jongkok dan lengan menempel
pada beban.

Pada waktu mengangkat jaga


posisi beban yang diangkat
dekat / rapat dengan tubuh

Bila mengangkat barang yang


dapat melukai tangan gunakan
sarung tangan kulit
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

SAFET OPERASI

(1) (2) (3)

(4) (5) (6)

(7)
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

BAHASA ISYARAT
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

Tali Berserat Alami dan Sintetis

Kelebihan dan Kelemahan dari tali Alami dan Sintetis

Tali Berserat Alami Tali Sintetis


Kelebihan : Kelebihan :
• Dapat menahan simpul dan ikatan dengan • Memiliki kekuatan yang lebih besar
baik dibandingkan dengan tali serat alami
• Dapat menahan sambungan dengan tepat dengan ukuran yang sama
• Tidak banyak terpengaruh oleh sinar • Lebigh elastis dan kuat
matahari • Lebih tahan terhadap hentakan
• Lebih tahan terhadap jamur
• Lebih tahan terhadap gesekan
• Beberapa jenis tahan terhadap asam dan
basa
Kelemahan : • Memiliki fleksibiltas yang lebih besar
• Tidak tahan terhadap larutan asam dan
basa
• Sulit digunakan bila basah Kelemahan :
• Kelenturannya kurang • Jeratan, simpul dan ikatan cenderung
• Tidak tahan terhadapa hentakan yang keras mudah terlepas karena permukaannya
• Mudah berjamur dan berlumut licin sebaiknya ujungnya harus
diamankan
• Sambungan – sambungan mudah
merosot bila tidak dipintal dengan baik
• Terpengaruh sinar matahari.
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

Simpul - Simpul

Simpul Busur ( Bowline )

Digunakan untuk membuat gelung lingkar sementara diujung tali ( Gelung Longgar )

Simpul Becket ( Becket Hitch )

Digunakan untuk mengikat ketat ke benda – benda seperti cincin pengait, dan lain –
lain.

Simpul Klaver ( Clove Hitch )

Cara sederhana dan cepat untuk mengencangkan tali pengikat diting atau pipa.
Tidak aman bila ujungnya tidak ditambah degan setengah simpul tambahan
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

Simpul No. 8 ( Pigure Eight )

Digunakan sebagai penahan ujung tali agar tidak mudah terlepas dari jaringan
simpulannya.

Wire Rope

Penyimpanan Wire Rope


• Simpan pada tempat yang dingin can keying.
• Letakan diatas balok kayu agar tidak kena tanah.
• Apabila menyimpan Wire Rope bekas, bersihkan dn lumasi dengan oli baru.

Pelumasan Wire Rope


• Gunakan pelumas pada permukaan Wire Rope.
• Pelumas pada Wire Rope akan memperpanjang umur 2 - 3 kali.
• Secara berkala selalu dilumasi.
• Gunakan pelumas yang direkomondasikan oleh Pabrik Wire Rope. Jangan gunakan
pelumas bekas.
• Bila menggunakan kain untuk melumasi Wire Rope, hati-hati jangan sampai tangan
terluka kena ujung – ujung kawat.
• Jangan gunakan oli special pencuci untuk membersihkan kotoran Wire Rope.

Umur Wire Rope


• Wire Rope baru akan merentang keras sekali dan akan stabil setelah beberapa saat
digunakan.
• Bila Wire Rope sudah lama besar kemungkinan akan memanjang karena seringnya
tertarik oleh beban yang akhirnya akan putus.
• Wire Rope perlu diganti sebelum mencapai batas umurnya.

Menentukan batas umur Wire Rope


• Melihat kawat yang putus,
• Keausan pada bagian permukaanya,
• Pemakaian dan karat yang terjadi dan dengan
• Melihat pengalaman penggunaan Wire Rope sebelumnya.
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

Pemeriksaan

Contoh-contoh jenis Wire Sling yang tidak boleh digunakan :

1. Terentang atau Meregang

2. Tertekuk

3. Diameter Mengecil

• Diameter Wire Rope sudah mengecil lebih dar 7% dari diameter asli.
• Sudah terdapat / terjadi kusut dan patah - patah.
• Terjadi cacat atau karat yang berlebihan.
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

4. Bentuk Pilinan Berubah

5. Sangkar Burung, Kawat Mencuat

6. Keretakan

7. Berkarat

8. Keausan > 33 % Pada tiap – tiap Pilinan

9. Kawat – kawat Putus


MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

• Dalam satu lilitan terdapat lebih dari 10% dari jumlah kawatnya putus.
• Tidak lebih dari 10% dalam 8 kali diameter tali

Sling Rantai

Umum

Secara umum tersedia berbagai jenis sling rantai yang dapat digunakan dan masing -
masing memiliki keistimewaan tersendiri, sehingga dapat dibedakan satu sama lain.

Jenis - jenis tersebut antara lain :

1. Hercaloy dengan tanda CM ( Columbus Mckinnon )


2. Hercaloy dengan tanda PWB ( Pitt Waddell Bennett )
3. Kuplex dengan tanda T
4. Kito dengan tanda NO. 8
5. Serrafini dengan tanda SAB
6. Thiel dengan tanda 08
7. Fram dengan tanda Polar Bear

Grade atau Ukuran

• Hercaloy memiliki grade 80


• Baja Alloy ( campuran ) memiliki grade 60 dan 70
• Baja lunak dengan kekuatan meregang agak tinggi memiliki grade 40.
• Baja / besi lunak memiliki grade 30.

Semakin tinggi grade sling rantai, makin besar kekuatan daya angkatnya .
Tingkatan grade rantai sling dapat diketahui dari “ Tag Instruction “ yang terpasang di
sling tersebut atau melalui referensi sertifikat pembelinya.
Sling rantai yang tidak memiliki “ Tag Instuction “ tidak boleh digunakan.
Rantai yang kurang dari 8 mm (diameter ) tidak boleh digunakan, kecuali bila sling-
sling rantai tersebut dilengkapi dengan buku katalog dan sertifikat.

Pemeliharaan

1. Lakukan pemeriksaan teratur pada sambungan atau fiting dan keseluruhan untaian
mata rantai, serta pengaitnya ( hook ).
2. Setiap untaian mata rantai yang cacat, bengkok, retak, aus harus dilaporkan ke
supervisor.
3. Kebersihan peralatan harus dipelihara.
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

Penyimpanan

1. Disimpan diting pancang atau rak yang cocok diruang tertutup ( beratap )
2. Dijauhkan dari besi berkarat dan diberi cairan pelumas tipis - tipis

Contoh contoh jenis slip rantai yang tidak boleh digunakan.

1. Bengkok

2. Retak

3. Aus
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

Pengaruh S.W.L ( Safe Working Load ) Sling Pada Pengangkatan

1. Sling Tunggal ( Straight Load )


Bila benda diangkat lurus vertical, menggunakan sling tunggal, maka S.W.L sling
tersebut tidak berubah.

Contoh gambar
Berat beban = 1000 kg
S.W.L = 1000 kg

2. Sling Ganda
Bila benda diangkat dengan lurus vertical, menggunakan sling ganda, maka S.W.L tiap
sling tersebut akan menahan setengah dari berat benda yang diangkat.

Contoh gambar
Berat beban = 1000 kg
S.W.L Sling A = 500 kg
S.W.L Sling B = 500 kg

3. Single Round Chocke


Bentuk angkatan S.W.L sling harus dilakukan sebanyak 33% dari S.W.L yang telah
ditetapkan karena adanya titik jepitan (NIP).

Contoh gambar
S.W.L Sling = 1000 kg
Berat beban yang = 670 kg
boleh diangkat
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

4. Single Square Chocke


Pengurangan S.W.L sling harus dilakukan sebanyak 50% dari S.W.L yang telah
ditetapkan karena adanya tekukan disetiap sudut benda tersebut.

Contoh gambar
S.W.L Sling = 1000 kg
Berat beban yang = 500 kg
boleh diangkat

5. Bentuk Angkatan Keranjang Pada Benda Bundar


S.W.L Sling akan bertambah 2 kali lipat dari S.W.L yang ditentukan, tetapi harus hati -
hati jangan sampai sudut “ included “ nya melebihi 90°.

Contoh gambar ( 1 )
S.W.L Sling = 1000 kg
Berat beban yang = 2000 kg
dapat diangkat

6. Bentuk Angkatan Keranjang Pada Benda Persegi


S.W.L Sling akan tetap oleh karena adanya tekukan di setiap sudut benda tersebut.

Contoh gambar ( 1 )
S.W.L Sling = 1000 kg
Berat beban yang = 1000 kg
dapat diangkat
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

7. Angkatan Sling Berkaki Dua Dengan Sudut “Included “ 60º

Berat beban = 1000 kg


S.W.L Sling yang dibutuhkan berapa ?

Berat Beban x Faktor Perhitungan


Rumus :
Jumlah Sling Yang Menyanggah Beban

1000 kg x 1.15
S.W.L Sling = = 575 kg
2

S. W. L Sling 575 kg sebanyak 2 lembar

8. Angkatan Sling Berkaki Tiga Dengan Sudut “ Included “ 60º

Berat beban = 1000 kg


S.W.L Sling yang dibutuhkan berapa ?

1000 kg x 1.15
S.W.L Sling = = 383 kg
3

S. W. L Sling 383 kg sebanyak 3 lembar


MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

9. Angkatan Sling Berkaki Empat Dengan Sudut “Included “ 60º

Berat beban = 1000 kg


S.W.L Sling yang dibutuhkan berapa ?

1000 kg x 1.15
S.W.L Sling = = 287.5 kg
4

S. W. L Sling 287.5 kg sebanyak 4 lembar

Contoh Beberapa Pengangkatan dan Pengepakan

Metode Pemasangan Sling - Simpul Serat


Simpul Jerat Tunggal
• Berbentuk buhul yang mengencangkan pada saat beban diangkat.
• Tidak cocok untuk benda yang tidak seimbang atau beban yang bahan atau
materialnya terpisah - pisah.

Simpul Jerat Ganda


• Dua simpul jerat dipasang pada beban dan direnggangkan untuk menjaga
kestabilan.
• Lebih balk daripada pengait tunggal untuk menangani material yang terpisah-pisah.
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

Simpul Jerat Dengan Pelapis Ganda


• Sling dililitkan sepenuhnya disekeliling beban sebelum beban itu dikaitkan pada
bagian vertikal dari sling.
• Pada saat bersentuhan sepenuhnya dengan beban, simpul jerat ini mengikat beban
menjadi satu dengan kuat.
• Simpul ini dapat digunakan secara tunggal atau berpasangan.

Simpul Keranjang Tunggal


• Tidak cocok untuk beban yang tidak seimbang karena beban itu akan terjungkal
dan lepas dari sling.
• Periksalah apakah beban tidak bergerak atau bergeser sepanjang sling pada saat
pengangkatan.

Simpul Keranjang Ganda


• Pengait dengan dua buah keranjang tunggal dipasang pada beban.
• Pengait harus dipasang sedemikian rupa sehingga beban berada dalam
keseimbangan.
• Jangan merenggangkan kaki-kaki sling jika tidak diperlukan.
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

Simpul Keranjang Pembebat Ganda


• Dapat digunakan berpasangan.
• Sangat baik untuk menangani material yang terpisah - pisah seperti pipa - pipa atau
beban silinder yang halus lainnya.

Beberapa Larangan Dalam Pengangkatan

Jangan melilitkan sling pada berat dan lebar.

Jangan melilitkan sling pada benda yang potongan ujung - ujungnya tajam.

Jangan memasang sling dengan sudut melebar lebih dari 120º ke pangait karena
berbahaya. Sling mudah loncat lepas gunakan Shackle busur agar pengaitnya
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

Pengepakan

Untuk Melindungi sling dan beban


• Pelindung yang cocok harus dipasang pada setiap sisi atau sudut muatan yang
tajam.
• Material yang cocok adalah papan berkayu halus, pipa belah, bahan ban konveyor
tua, karet atau papan kayu yang ditutup dengan berbagai lapis lenan atau karung.
• Saat beban mulai diangkat pada ketinggian tertentu, kemasan harus melekat pada
beban sehingga apabila tekanan pada sling dikendorkan, keinasan tidak akan jatuh
atau lepas.

Titik Berat ( titik pusat )


• Beban yang mantap atau stabil adalah beban yang tidak beratnya berada tepat
dibawah pengait utama dan dibawah titik terendah dari perangkat tambahan pada
sling.
• Pada saat mengangkat beban yang bentuknya beraturan, titik berat dari beban itu
mudah untuk diketahui pusat berat biasanya diperoleh berdasarkan pengalaman.
• Angkatan percobaan : perkiraan pusat bebannya angkatlah sedikit dari tanah untuk
menguji keseimbangan, turunkan lagi dan atur kembali posisinya bila perlu.
• Waspadalah terhadap beban yang berisi cairan atau benda yang dapat bergerak, hal
ini akan mempengaruhi keseimbangan beban.

Tidak stabil : pengait tidak berada diatas titik berat beban.


MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

Tidak stabil : Beban akan bergerak samapai titik beratnya berada teapt dibawah
pengait.

Stabil : Pengait berada diatas titik berat.

0 menunjukkan titik berat


MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

Pelengkap Peralatan Pengangkatan

Shackle
Terdapat dua jeni utama : “ D “ dan “ Busur “

Penggunaan yang tidak baik yang akan mengakibatkan kaki – kaki shackle akan
terbuka

Rantai Berengsel Ganda


Digunakan untuk menghubungkan rantai besi dengan cincin besi, pengait dan lain -
lain
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

Baut bermata yang tidak berleher hanya boleh digunakan untuk pengangkatan vertikal
saja. ( Baut-baut bermata yang tidak berskrup / mur bisa berbahaya sebab baut-baut itu
dapat lepas atau ulirannya kendor ).

Salah
Jika mata baut yang tak berbahu dan baut cincin ditarik miring seperti dalam gambar.
Baut itu bisa bengkok atau putus.

Akan berakibat seperti dibawah ini

Beberapa Contoh Pemasangan Sling Pada Baut Bermata Yang Salah Dan Benar
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

Mengangkat Dengan Baut-baut Bermata

Bulldog Grip
• Cocok untuk pemasangan atau penggunaan yang permanen.
• Harus menggunakan lebih dari tiga grip.
• Grip-grip harus dipasang pada jarak tidak kurang dari enam kali diameter tali yang
gunakan.
• Grip harus dilengkapi dengan bantalan pada sisi tali yang dibebani.
• Bulldog Grip tidak boleh digunakan menyambung dua utas tali secara langsung.
• Bila grip dipasang terlalu kuat pada tali akan mudah hancur, sebaliknya grip yang
dipasang terlalu longgar akan menyebabkan tali mudah lepas.
• Bulldog Grip yang dipasang dengan benar dapat membentuk mata yang mampu
meningkatkan kekuatan tali sebesar 80 %
• Grip harus mempunyai ukuran yang sesuai dengan tali yang digunakan.

Bulldog Grips hanya dapat digunakan untuk 80%. Dari Batas kapasitas tegangan tali
kawat tersebut.
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

Penjepit Pelat
• Periksa apakah penjepit kondisinya baik dan ukurannya sesuai dengan pekerjaan yang
akan dilakukan.
• Sebelum menaikan beban, periksa apakah penjepit sudah terpasang dengan balk.
• Bila menggunakan sepasang penjepit pada pipa pengait yang sama, sudut yang
terbentuk tidak boleh mencapai lebih dari 60°
• Penjepit pelat harus dijepitkan pada satu kaki sling dan lubang sling harus ditempatkan
diatas kait - beban.
• Shackle dapat digunakan untuk memasang sling pada kait beban.
• Jaga pelat berada pada posisi serenclah mungkin pada saat pengangkatan.
• Penjepit pelat tidak boleh dipasang terlalu kencang dan juga tidak boleh diberi beban
terlalu berat.
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

PENCEGAHAN & PENANGGULANGAN KEBAKARAN PENDAHULUAN

Pendahuluan

Kebakaran adalah sesuatu hal yang sangat tidak diinginkan. Jika kebakaran terjadi di
perusahaan, akan merugikan semua pihak baik perusahaan maupun, teriaga kerja. Bagi
tenaga kerja merupakan penderitaan dan malapetaka terutama mereka yang mengalami
cedera karena dan dapat mengakibatkan kehilangan pekerjaan.

Sering kebakaran terjadi diluar jam kerja. Hal ini tentunya tidak menimbulkan korban
manusia tetapi dapat menyebabkan kehilangan lapangan pekerjaan yang berarti
kerugian di bidang sosial dan ekonomi.

Kebakaran dapat dicegah dengan aneka upaya yang ditujukan kepada pengamanan
bangunan dan proses produksi di perusahaan. Namun yang tidak kalah pentingnya
adalah peranan tenaga kerja dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Mencegah kebakaran adalah lebih balk daripada memadamkannya, hampir semua


kebakaran besar terjadi karena diabaikannya dasar dasar yang sering sangat
sederhana dan mudah dikerjakan. Maka tiap karyawan perlu diberikan pengetahuan
tentang dasar - dasar terjadinya kebakaran, sehingga dapat membantu usaha mencegah
kebakaran. Mencegah kebakaran menjadi tanggung jawab semua karyawan.

Bahaya Kebakaran Umum

Timbulnya kebakaran disebabkan tiga unsur yaitu oksigen, bahan bakar dan papas.

Yang terlibat dalam reaksi itu disebut sebagai unsur - unsur SEGITIGA API yang
terdiri dari :
• Angin = oksigen
• Panas = panas
• Intl = bahan bakar
Memisahkan salah satu unsur dari segitiga api akan memadamkan atau mencegah
terjadi kebakaran.
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

PENCEGAHAN & PENANGGULANGAN KEBAKARAN PENDAHULUAN

Panas
Panas yang dapat menimbulkan kebakaran dapat berasal dari berbagai macam sumber
antara lain :
• Tenaga mekanis
Dapat berupa benturan atau gesekan.
• Sumber api terbuka
Dapat disebabkan karena
~ Kecerobohan / kelalaian ( merokok, kompor, lilin, las dll)
~ Kesengajaan / sabotase ( kenakalan remaja, menghilangkan jejak, balas dendam,
asuransi ).
• Listrik ( termasuk listrik statis )
• Reaksi eksothermal

Perpindahan panas yang terjadi dari sumber panas ke tempat lain dengan cara :
• Kontak langsung
• Konduksi
• Konveksi
• Radiasi

Bahan Bakar
Bahan bakar bisa berupa benda padat, cair, yang mempunyai titik penyalaan yang
berbeda-beda.
Suatu bahan bakar akan terbakarjika konsentrasinya berada pada daerah bisa terbakar
( flammable range / combustible range ).
Daerah bisa terbakar adalah batas konsentrasi campuran antara uap bahan bakar
dengan udara yang dapat terbakar jika diberi sumber panas.

Contoh : Daerah bisa terbakar minyak mentah adalah seperti dibawah ini :

SKEMA UNTUK MINYAK MENTAH


MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

Cara Penyebaran Api

KONTAK

KONDUKSI

KONVEKSI

RADIASI
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

Secara singkat terjadinya api/kebakaran dapat digambarkan seperti pada diagram


dibawah ini :

BAGAN TERJADINYA API

BAHAN BAKAR TITIK


( BENTUK UAP ) NYALA
DAERAH
BISA
TERBAKAR
UDARA OKSIGEN A
P
I
PANAS ENERGI PENYALAAN YANG CUKUP

Kebakaran
Kebakaran adalah bencana yang ditimbulkan karena api yang tidak dikehendaki dan
tidak terkendali.
Penyebab terjadinya bahaya kebakaran umum ialah api rokok, cairan mudah terbakar,
penataan ruangan yang tidak sempurna ( poor housekeeping ), mesin - mesin yang
terlalu panas karena kurangnya perawatan, instalasi listrik, listrik statis, peralatan las
dan lain-lain. Beberapa industri antara lain industri kimia, minyak dan cat mempunyai
potensi bahaya kebakaran khusus.

Kelas Kebakaran
Berdasarkan permenakertans No. 4 tahun 1980 kebakaran dibagi menjadi empat kelas
yaitu :

Kelas A : yaitu kebakaran yang ditimbulkan oleh benda padat seperti kayu, kertas,
kain, plastik dll.
Kelas B : yaitu kebakaran yang ditimbulkan oleh benda cair termasuk gas seperti
bensin, solar, oli, LPG dll.
Kelas C : yaitu kebakaran yang clitimbulkan oleh adanya sumber listrik.

Kelas D : yaitu kebakaran yang disebabkan logam seperti magnesium, titanium,


sodium dll.
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

Kelas kebakaran dan media yang digunakan dalam pemadaman kebakaran dapat
dilihat seperti dalam tabel dibawah ini :

BAHAN PEMADAM KEBAKARAN


NO KELAS KEBAKARAN
AIR FOAM CO2 HALON DRY
POWDER
1 Kelas A
Jenis padat (Kayu, kertas, plastik, BAIK BOLEH BOLEH BOLEH BOLEH
dll)
2 Kelas B
Jenis Cair & Gas (minyak, oli, cat, BAHAYA BAIK BAIK BAIK BAIK
genuk, dll )
3 Kelas C
Jenis peralatan listrik yang BAHAYA BAHAYA BAIK BAIK BOLEH
bertegangan
4 Kelas D
Jenis kebakaran logam (mag- BAHAYA BAHAYA BOLEH BAHAYA BAIK
nesium, titanium, sodium, dll )

Media Pemadam Kebakaran


• Media pemadam paclat
~ Pasir
~ Tepung
• Media pemadam cair
~ Air
~ Busa
• Media pemadam gas
~ C02
• Media pemadam cairan mudah menguap
~ Halon

Alat Pemadam Kebakaran


Adalah media yang digunakan untuk memadamkan kebakaran.
Jenis peralatan pemadam kebakaran antara lain :
1. Alat Pemadam Api Ringan
Alat pemadam api ringan adalah alat pemadam api yang mudah dilayani oleh satu
orang untuk memadamkan api pada mula terjadi kebakaran dan mempunyai berat
tidak lebih dari 32 Ibs ( 16 kg ).
• Air bertekanan
• Dry chemical
• Busa
• C02
• Halon
2. Hidran
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

Penempatan Alat Pemadam Api Ringan


• Di jalur keluar ruangan.
• Dekat dengan pintu keluar.
• Tidak boleh kena sinar matahari langsung.
• Mudah dilihat, cepat diambil dan digunakan.
• Sesuai dengan kebakaran yang mungkin terjadi.
• Jarak APAR satu dengan APAR lain tidak boleh melebihi 15 m.
• Digantung pada dinding atau tiang.
• Bila disimpan dalam Box (lemari) bagian depan diberi kaca tebal 2 mm.
• Tinggi bagian atas APAR dengan lantai 1,2 m.
• C02 atau dry chemical boleh lebih rendah dari tinggi dasar APAR dengan lantai
minimum 15 cm.
• Di beri tanda / rambu yang mudah terlihat.
• Suhu ruangan tertinggi 49 derajat.
• APAR tempat terbuka harus dilindungi clan bebas dari halangan.
• Tidak akan memungkinkan si pemakai terjebak bila kebakaran meluas
• Penyebaran merata , sedapat mungkin pada tempat yang sejenis ( homogen ).

Pemeriksaan Alat Pemadam Api Ringan


Secara umum setiap alat pemadam api ringan harus diperiksa 4 kali dalam setahun.
Pemeriksaan dilakukan setiap 3 bulan sekali ditandai dengan menggunakan tag standar
Astra . Tag tersebut adalah :
• Januari - Maret : tag warna putih
• April - Juni : tag warna biru
• Juli - September : tag warna kuning
• Oktober - Desember : tag warna merah

Setiap cacat pada alat perlengkapan APAR yang di temui sewaktu pemeriksaan, harus
segera diperbaiki atau alat tersebut segera diganti dengan yang tidak cacat.

Cara Pengunaan Peralatan Pemadam Kebakaran

A. Pedoman Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan Secara Umum


1. Gunakan alat pemadam api ringan secara umum.
2. Pemadam api dari sisi depan, dimulai dari dasar api dengan cara gerakkan menyapu
kedepan dari bends yang terbakar.
3. Menggunakan alat pemadam api ringan secukupnya, siapkan sisanya untuk menjaga
api menyala kembali.
4. Jika yang terbakar cairan, semprotkan alat pemadam api ringan pada permukaan zat
cair yang terbakar dengan gerakkan menyapu, hati-hati bila api mendadak menyala
kembali.
5. Pada kebakaran dengan sumber api diatas, lakukan pemadaman dari atas kebawah
( dari pangkal api ).
6. Pada kobaran api yang besar, padamkan api yang besar bersama - sama dengan kerja
yang sama balk.
7. Alat pemadam api yang sudah habis di pakai harus segera diisi kembali.
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

B. Alat Pemadam Api Ringan Dry Powder


1. Turunkan APAR dari gantungannya
2. Lepaskan nozzle dari jepitannya
3. Putuskan segel pengaman
4. Cabut pin pengaman
5. Pegang nozzle kearah atas
6. Coba ditempat APAR tersebut dipasang
7. Bawa APAR ketempat kebakaran
8. Pilih semprotan yang terbesar dari dry chemical yang keluar dari nozzle ( ±3 - 4
meter )
9. Semprotkan kedaerah kebakaran dengan mengibaskan nozzle sebaik mungkin

Bagaimana Mencegah Kebakaran ?


Jawabannya

“ JANGAN MEMBERI KESEMPATAN TERJADI “

Dengan cara
1. Usahakanlah seluruh tempat bersih dan teratur .
2. Simpan bahan yang mudah terbakar ditempat aman .
3. Pergunakanlah tempat untuk bahan bakar yang aman .
4. Pergunakanlah selalu penghubung listrik yang baik .
5. Pasanglah alat pemadam api yang sesuai dengan luas dan kondisi setempat .
6. Pastikan alat pemadam api dalam kondisi baik .
7. Yakinkan anda dapat mempergunakan alat pemadam api dengan tepat .

Bagaimana Menghadapi Kebakaran ?


1. Jangan panik, berpikir dan tenangkan diri.
2. Beritahukan ada kebakaran.
3. Mereka yang tidak berkepentingan segera meninggalkan tempat.
4. Usahakan menelpon Dinas kebakaran.
5. Selalu berada antara pintu keluar dan api.
6. Pergunakanlah alat pemadam api yang cocok.
7. Mintalah orang lain membantu dengan alat pemadam.
8. Padamkanlah api dengan cepat dan tepat.
9. Bila api telah menjadi besar untuk jenis pemadam tangan, keluarlah dari bangunan
dan tutuplah semua pintu.
10. Yakin akan kemampuan kita memakai alat pemadam
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

PEMADAM APAR DRY POWDER


MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

Peralatan Pemadam Api


1. AIR ~ Air sungai .
~ Air laut .
~ Air hujan .
~ Air selokan .
~ Lumpur dan lain - lain .

2. Air Bertekanan : Hidran.


Bentuk pancaran air melalui Hidran
a. Pancaran Lurus (Solid Stream)
b. Pancaran Pengabutan . (FOG)
~ Untuk mengurangi nyala api .
~ Untuk membuat tabir air .
~ Untuk Pendinginan ruangan .

3. Alat Pemadam Api Bahan Busa ( Foam ).


Bahan kimia yang ada didalam tabung :
~ NATRIUM BICARBONAT
~ ALMUNIUM SULFAT
~ AIR
Ketiga bahan tersebut diatas bercampur akan menjadi busa. Hasil campuran 10 x
bahan asal.

4. Bahan Pemadam Api CO2 ( Carbon Dioksida ).


Dapat digunakan dengan baik bila ticlak ada angin atau arus udara .

Keuntungan :
~ Bahan gas yang ticlak dapat mengalirkan arus listrik .
~ Dapat disimpan dalam tabung baja .

Kerugian :
~ Pada konsetrasi tertentu gas COZ sangat barbahaya bagi manusia .
~ Tidak efektif digunakan diruang terbuka .

5. Bahan Pemadam Api Jenis Dry Chemical .


Juga dapat digunakan pada kebakaran kelas A dan D. ( Alat pemadam berfungsi
ganda / multipurpose ).
Bahan kimia menggunakan :
~ Serbuk sodium Bicarbonat atau
~ Serbuk Natrium Bicarbonat .
~ Gas CO2 atau Nitrogen .

6. Gas Halon adalah pemadam api yang terdiri dari beberapa bahan kimia antara lain :
~ CARBON ~ BROMIDE
~ FLUORINE ~ IODINE
~ CLORINE
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

BCF dari campuran bahan kimia CARBON + FLOURINE + CLOURINE + BROMIDE .


( Bromoclorodifluormethane ) atau HALON 1211 .
HALON 1311 : menunjukkan unsur kimia :
~ 1 : unsur carbon ( c )
~ 2 : unsur flourine ( Fl )
~ 0 : unsur clorine ( tidak menggunakan )
~ 1 : unsur bromide ( Br ) .
( Bromotrifluoromethane atau B . T . M . )

MEMBATASI SEBAB KEBAKARAN

KONTROL BAHAN BAKAR

KONTROL PANAS

KONTROL OXIGEN

Lap Berminyak disimpan


dalam tong besi bertutup
rapat
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

MEMBATASI PENYEBARAN API

PINTU PENAHAN API

APING – AMPING
PENAHAN API

PENAHAN API
DILUAR GEDUNG

TANGGUL

LUBANG TEGAK DALAM


GEDUNG ( ELEVATOR )
1. Turnkan APAR dari 2. Lepas Nozzle dari jepitannya 3. Pegang Nozzle kearah atas
gantungannya dan Putuskan segel pengaman coba APAR ditempat
MATERIAL HANDLING

TEKNIK PEMADAMAN MENGGUNAKAN APAR

5. Semprotkan kearah api searah angin jarak


semprotan 3-4 m ( untuk DRY CHEMICAL )
I - 1 - 17

4. Bawa APAR ketempat sambil bergerak maju, Gerakkan dengan


kebakaran menyapu pada dasar api
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

TEKNIK PEMADAMAN MENGGUNAKAN HIDRAN

1. Buka Keran air


2. Tarik selang dari raknya

3. Air akan keluar bila selang telah lurus.


Arahkan semprotan ke dasar api

PENGGUNAAN SELANG SIAGA

POSISI DUA ORANG YANG SEDANG MEMADAMKAN


DENGAN SELANG KEBAKARAN
MATERIAL HANDLING

DENAH EVAKUASI

KETERANGAN TELEPON PENTING

 Push Button Alarm Security 4502 4504


 Alat Pemdam Api Ringan DENAH EVAKUASI
Hutan Safety Kebakaran 1375
TRAINING CENTER LANTAI 2
I - 1 - 17

Rute Evakuasi
Maintenance 1014 1015
MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

KERJA SAMA / PARITISIPASI TERPADU

KONSEP BARU KONSEP LAMA


• Tanggung jawab perorangan Terbatas • Tanggung jawab bersama Sangat
Tanggung jawab bersama Luas Terbatas

• Kemaunan untuk berbuat lebih Banyak • Berorientasi Pembatasan

• Kesadaran Berkelompok • Menonjolkan Perorangan

• Perbedaan antara Klas tidak Tampak • Pemisahan Nyata Antar Klas


MATERIAL HANDLING I - 1 - 17

4. HUMAN ASPECT
MEMPERHATIKAN ASPEK – ASPEK MANUSIA

A. Saling Menghargai Sesama

B. Jangan Menyalahkan Orang Lain

C. Kerjasama Kelompok :
• Berorientasi pada Tanggung Jawab Kelompok
• Gandrung akan Kelompok

D. Partispasi Total
PARTISIPASI TOTAL

PARTISIPASI KERJASAMA

PARTISIPASI KERJASAMA

PARTISIPASI KERJASAMA

• Keinginan untuk berbuat lebih banyak / partisipasi dalam yang saling


berhubungan.
• Saling mneghargai diantara Lapisan Manajemen.

Anda mungkin juga menyukai