Metode Numerik dalam Analisis Galat
Metode Numerik dalam Analisis Galat
METODE NUMERIK
Oleh:
deret Taylor:
h h2 hm m
f ( x) f ( x0 ) f ' ( x0 ) f ' ' ( x0 ) ... f ( x0 ) ... (1.2)
1! 2! m!
Contoh 2:
Hampiri fungsi f(x) = sin (x) ke dalam Taylor disekitar x 0 = 1
Jawab :
Tentukan turunan sin (x) sebagai berikut :
f ( x) sin( x)
f ' ( x) cos( x)
f ' ' ( x) sin( x)
f ' ' ' ( x) cos( x)
f ( 4) ( x) sin( x) , dan seterusnya, maka jika sin (x) dihampiri dengan deret Taylor:
( x 1) ( x 1) 2 ( x 1) 3 ( x 1) 4
sin( x) sin(1) cos(1) ( sin(1)) ( cos(1)) sin(1) ...
1! 2! 3! 4!
bila x x0 h , maka:
h h2 h3 h4
sin( x) sin(1) cos(1) ( sin(1)) ( cos(1)) sin(1) ...
1! 2! 3! 4!
= 0,8415 + 0,5403h – 0,4208h2 – 0,0901h3 + 0,0351h4 + ...
Jika x 0 = 0, maka deretnya dinamakan deret MacLaurin, merupakan deret Taylor
baku.
x2 xm m
f ( x) f (0) xf ' (0) f ' ' (0) ... f (0)
2! m!
Contoh 3:
Uraikan masing-masing fungsi berikut ke dalam deret MacLaurin!
a. sin(x) c. cos(x)
b. e x d. ln( x 1)
Jawab :
x2 x3 x4
a. sin( x) sin(0) x cos(0) ( sin(0)) ( cos(0)) sin(0) ...
2! 3! 4!
0!
d. Hampiri fungsi f(x) = ln(x+1) ke dalam deret MacLaurin orde 4 di sekitar x 0 =
0!
2. Analisi Galat
Penyelesaian secara numeris dari suatu persamaan matematika hanya
memberikan nilai perkiraan yang mendekati nilai sebenarnya. Berarti dalam
penyelesaian numerik terdapat galat atau kesalahan terhadap nilai sejati atau
penyelesaian yang sebenarnya. Galat berasosiasi dengan seberapa dekat solusi
hampiran dengan solusi sejatinya. Semakin kecil galat, maka semakin teliti solusi
numerik yang diperoleh. Misalkan â adalah nilai hampiran terhadap nilai sejati a,
maka selisih ε = a – â disebut galat. Nilai galat positif ataupun negatif tidak
berpengaruh, sehingga perhitungannya digunakan tanda mutlak, sehingga
didefinisikan sebagai berikut:
ε = a–â
ukuran galat ε kurang bermakna karena tidak menjelaskan seberapa besar galat
tersebut dengan nilai sejatinya. Sebagai contoh misalkan panjang seutas tali
panjangnnya 99 cm, padahal panjang sebenarnya 100 cm, sehingga galatnya 100 –
99 = 1 cm. Kemudian sebatang pensil panjangnya 9 cm padahal panjang sebenarnya
10 cm, sehingga galatnya juga 1 cm, namun galat 1 cm pada pengukuran sebatang
pensil lebih berarti dari pada galat 1 cm pada pengukuran panjang tali, mengapa?
Jika tidak ada keterangan panjang sesungguhnya kita menganggap kedua galat itu
sama, sehingga untuk mengintepretasi kedua galat ini harus dinormalkan terhadap
nilai sejatinya, sehingga melahirkan istilah galat relatif ( R ). Galat relatif
didefinisikan sebagai berikut: R atau dalam presentase R x 100 %, untuk
a a
galat relatif hampiran RA
a
Karena galat dinormalkan terhadap nilai sejati, maka galat relatif tersebut
dinamakan juga galat relatif sejati. Sehingga pengukuran pengukuran panjang tali
x7
R6 ( x) cos(c) .
7!
Untuk nilai c pada batasan selang tertentu, maka nilai maksimum yang
mungkin dari Rn untuk c dalam selang tersebut:
( n1) ( x x0 ) n 1
Rn (x) < Maks f (c) x
x0 c x n 1
b. Galat Pembulatan
Pembulatan maksudnya mengurangi cacah digit pada suatu nilai hampiran
dengan cara membuang beberapa digit terakhir. Cara melakukan pembulatan sudah
dijelaskan di depan. Galat pembulatan terjadi disebabkan karena adanya
pembulatan dalam komputasi numerik, sehingga pengulangan pembulatan tidak
disarankan dalam komputasi numerik karena hanya akan memperbesar galat.
Latihan Soal:
1. Bulatkan hingga ke-4 angka signifikan dari bilangan-bilangan berikut:
a. 1.285216
b. 0.0321672
c. 3.245531
d. 6.242567
2. Hitunglah nilai hampiran nilai cos(0.2), sudut dinyatakan dalam radian dengan
deret MacLaurin sampai suku orde n = 6. (sampai 7 angka dibelakang koma)!
(1. 22)
3. Hitung galat ( ) dan galat relatif ( R ) pada angka signifikan dengan masing-
masing hampiran berikut ini:
a. Nilai sejati x = 2.71828182 dihampiri dengan nilai hampiran x = 2.7182.
b. Nilai sejati x = 98750 dihampiri dengan nilai hampiran x = 99000.
Salah satu masalah yang paling umum ditemui dalam matematika adalah
mencari akar suatu persamaan. Jika diketahui fungsi f(x), akan dicari nilai-nilai x
yang memenuhi f(x) = 0. Termasuk dalam masalah menentukan titik potong dua
buah kurva. Apabila kurva-kurva tersebut dinyatakan oleh fungsi f(x) dan g(x),
maka absis titik potong kedua kurva tersebut merupakan akar-akar persamaan f(x) –
g(x) = 0.
y = f(x)
a c0 c1
w
c2 b Gambar 2.1
w
Teorema 2.1. Jika f(x) menerus di dalam selang [a,b] dengan f(a).f(b) < 0 dan s
[a,b] sehingga f(s) = 0 dan cr = (ar + br)/2, maka selalu berlaku dua ketidaksamaan
berikut:
br – ar = br-1 - ar-1 / 2
jelas bahwa :
b1 – a1 = b0 – a0 / 2 = b–a /2
b2 – a2 = b1 – a1 / 2 = b – a / 22
b3 – a3 = b2 – a2 / 2 = b – a / 23
...
br – ar = br – ar / 2 = b – a / 2r
pada iterasi ke-r, posisi cr, yang merupakan akar hampiran dan s yang merupakan
akar sejati adalah seperti pada diagram berikut:
ar s cr br
berdasarkan diagram di atas jelaslah bahwa
br a r
s – cr
2
br a r 1 b a b a
s – cr = r 1
2 2 2r 2
jadi selisih antara akar sejati dengan akar hampiran tidak pernah lebih dari setengah
epsilon.
Dengan mengingat kriteria berhenti adalah br – ar < , maka dari (i) terlihat
bahwa:
s - cr /2
sehingga
ba
2 r 1 2
ba
2r
r ln(2) ln(b a) ln( )
C
c b
A Gambar 2.2
y = g(x)
Garis singgung kurva di
x, dengan gradien = f’(x)
x i+1 xi
f ( xr )
f ' ( xr )
x r x r 1
Sehingga rumus metode Newton-Raphson adalah
f ( xr )
x r 1 xr , dengan f ' ( xr ) 0 .............. (2.2)
f ' ( xr )
f ( xr )
karena untuk mencari akar maka f ( xr 1 ) 0 , sehingga x r 1 xr ,
f ' ( xr )
Jawab:
f ( x) e x 5 x 2
f ' ( x) e x 10 x
Dengan rumus Newton-Raphson:
e x 5x 2
xr 1 xr , dengan x 0 = 1:
e x 10 x
e x 5x 2
xr 1 xr , tabel iterasinya:
e x 10 x
Tabel 2.3 Tabel iterasi metode Newton-Raphson
r Xr e x 5x 2 e x 10 x X r+1 X r+1 – X r
0 1 -2.3 -7.3 0.684932 0.315068493
1 0.684932 -0.37117 -4.87483 0.608792 0.076140012
2 0.608792 -0.02247 -4.25725 0.603515 0.005276969
3 0.603515 -4.9E-05 -4.21405 0.603503 1.15823E-05
4 0.603503 1.91E-06 -4.21395 0.603503 4.52571E-07
xr 1 xr x
x r 1
Gambar 2.4
Contoh 11:
Hitunglah akar f ( x) e x 5x 2 dengan metode Secant. Gunakan = 0,00001, dan
tebakan awal akar x 0 = 0.5 , x1 = 1.
Jawab:
f ( xr ) f ( x r 1 ) ( xr x r 1 )
i xr xr+1 xr+1-xr
0 0.5 0.393168 0 0.5 0 -0.5
1 1 -2.3 0.393168 0.5 0.572994 -0.42701
2 0.572994 0.125114 -2.3 -0.42701 0.595024 0.02203
3 0.595024 0.035541 0.125114 0.02203 0.603765 0.008741
4 0.603765 -0.00111 0.035541 0.008741 0.603501 -0.00026
5 0.603501 1.04E-05 -0.00111 -0.00026 0.603503 2.44E-06
Dari tabel diatas hampiran akar x = 0.603501
Latihan Soal
1. Diketahui persamaan f ( x) x 3 2 x 2 10 x 20 0 . Tentukan akar-akar dari
persamaan di atas pada selang [1, 1.5] dengan menggunakan:
a. Metode biseksi
b. Metode regula-falsi
2. Tentukan bagaimana cara menentukan 2 , dengan memilih x0 1 dan =
0.000001 dengan metode Newton-Raphson !
3. Tentukan nilai 1/7, dengan memilih x0 0.2 dan = 0.0000001 dengan
metode Newton-Raphson !
4. Selesaikan persamaan xe x 1 0 pada selang [-1,0] dengan menggunakan:
a. Metode biseksi
b. Metode Regula Falsi
5. Gunakan metode Secant untuk menghitung salah satu akar persamaan
f ( x) x 3 x 2 3x 3 0 , jika x = 1 dan x = 2. (3.33)
6. Gunakan metode biseksi untuk menyelesaikan persamaan f ( x) tgx x 1 0
Jika x = 1 dan x = 1.5 . (3.33)
7. Selesaikan persamaan x e x = 0 , dengan titik pendekatan awal x0 0 dan
G. Interpolasi Numerik
Interpolasi adalah proses pencarian dan perhitungan nilai suatu fungsi yang
grafiknya melewati sekumpulan titik yang diberikan. Titik-titik tersebut
kemungkinan merupakan hasil eksperimen dalam sebuah percobaan, atau dari hasil
sebuah fungsi yang diketahui. Fungsi interpolasi yang dibicarakan pada bab ini
adalah interpolasi pada fungsi polinomial, karena fungsi tersebut paling banyak
dipakai. Tujuan utama mendapatkan polinomial hampiran adalah untuk
menggantikan suatu fungsi yang rumit dengan fungsi yang lebih sederhana.
Interpolasi digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam bidang teori
hampiran. Untuk memberikan wawasan, berikut disajikan sebuah masalah hampiran
dan kemungkinan pemakaian interpolasi untuk menyelesaikannya. Diberikan
sebuah tabel nilai-nilai fungsi, misalnya f ( x) cos( x) , interpolasi dapat digunakan
untuk mencari nilai-nilai f(x) untuk nilai-nilai x yang tidak terdapat di dalam tabel.
Salah satu solusi adalah mencari fungsi yang mencocokan (fit) titik-titik data di
dalam tabel. Pendekatan seperti ini dinamakan pencocokan kurva (curve fitting).
Fungsi yang diperoleh dari pendekatan ini merupakan fungsi hampiran, sehingga
nilai fungsinya tidak setepat nilai aslinya.
Misalkan kita mempunyai data yang disajikan dalam tabel berikut ini:
Table 3.1
x x1 x2 x3 ...... xn
y y1 y2 y3 ...... yn
dengan a0 , a1 ,...., an adalah parameter yang akan dicari berdasarkan titik data, n
adalah derajat (order) dari persamaan polinomial dan x adalah variabel bebas.
Diberikan n+1 buah titik yang berbeda, ( x0 , y0 ), ( x1 , y1 ), .... ( xn , y n ), .
sedang p n (x) adalah fungsi hampiran terhadap f(x). Setelah polinom interpolasi
(extrapolated value)
Nilai interpolasi dan ekstrapolasi dapat ditunjukkan gambar 3.1 berikut.
Gambar 3.1
y
( x1 , y1 )
( x0 , y 0 )
x
Gambar 3.2
linier:
y0 a0 a1 x0
y1 a0 a1 x1
Kedua persamaan di atas jika diselesaikan dengan eleminasi akan
memberikan persamaan berikut:
y1 y 0 x y x0 y1
a1 ........ (3.3) dan a0 1 0 ........... (3.4)
x1 x0 x1 x0
Substitusi (3.3) dan (3.4) ke dalam (3.2), sehingga di dapat persamaan garis
lurus sebagai berikut:
x1 y 0 x0 y1 ( y1 y 0 ) x
p1 ( x) ............. (3.5)
x1 x0 ( x1 x0 )
Dengan sedikit manipulasi aljabar, persamaan (3.5) dapat disusun menjadi
( y1 y 0 )
p1 ( x) y 0 ( x x0 ) ............... (3.6)
( x1 x0 )
Jawab:
Dengan menggunakan persamaan (3.6) diperoleh:
(203.2 179.3)(1968 1960)
p1 (1968) 179.3 198.4
1970 1960
Jadi taksiran jumlah penduduk Amerika Serikat tahun 1968 adalah 198.4 juta jiwa.
Contoh 13:
Diketahui data ln(9.0) = 2.1972, ln(9.5)=2.1513, tentukan ln(9.2) dengan interpolasi
linear sampai 1 angka signifikan, jika nilai sejati ln(9.2)=2.2192 !
Jawab:
Dengan menggunakan persamaan (3.6) diperoleh:
(2.1513 2.1972)(9.2 9.0)
p1 (9.2) 2.1972 2.2188
9.5 9.0
Sehingga galat = 2.2192 – 2.2188 = 0.0004. terlihat dari galat tersebut
interpolasi linier memperoleh ketelitian hanya pada 3 angka signifikan, sehingga
hanya benar sampai 3 angka signifikan.
2. Interpolasi Kuadratik
Misalkan diberikan tiga buah titik data ( x0 , y 0 ) , ( x1 , y1 ) , dan ( x2 , y 2 ) . Polinom
yang menginterpolasi ketiga buah titik itu adalah polinom kuadrat yang berbentuk:
p2 ( x) a0 a1 x a2 x 2 .................... (3.7)
buah persamaan dengan tiga buah parameter yang tidak diketahui, yaitu a 0 , a1
a0 a1 x0 a2 x0 y0
2
a0 a1 x1 a2 x1 y1
2
a0 a1 x2 a2 x2 y 2
2
Contoh 14:
Diketahui titik ln(8.0) = 2.0794, ln(9.0) = 2.1972, dan ln(9.5) = 2.2513. tentukan
nilai ln(9.2) dengan interpolasi kuadratik!
Jawab:
Sistem persamaan linier yang terbentuk adalah
a0 8.0a1 64.00a2 2.0794
3. Interpolasi Kubik
Misal diberikan empat titik data ( x0 , y 0 ) , ( x1 , y1 ) , ( x2 , y 2 ) dan ( x3 , y3 ) . Polinom
yang menginterpolasi keempat titik tersebut adalah polinom kubik yang berbentuk:
p3 ( x) a0 a1 x a2 x 2 a3 x 3
empat buah persamaan dengan empat buah parameter yang tidak diketahui,
yaitu a 0 , a1 , a 2 dan a 3 Sebagai berikut:
a0 a1 x0 a2 x0 a3 x0 y0
2 3
a0 a1 x1 a2 x1 a3 x1 y1
2 3
a0 a1 x2 a2 x2 a3 x2 y 2
2 3
a0 a1 x3 a2 x3 a3 x3 y3
2 3
Bila digambar, kurva polinom kubik seperti pada gambar 3.4 berikut:
I. Polinom Newton
Kita tinjau kembali polinom linier pada persamaan (3.6):
( y1 y 0 )
p1 ( x) y 0 ( x x0 )
( x1 x0 )
Bentuk persamaan ini bisa ditulis sebagai berikut:
p1 ( x) a0 a1 ( x x0 ) ......... (3.10)
y1 y 0 f ( x1 ) f ( x0 )
dan a1 .................. (3.12)
x1 x0 x1 x0
Persamaan (3.12) ini merupakan bentuk selisih terbagi (divided-difference)
dan dapat ditulis menjadi: a1 f [ x1 , x0 ] ................. (3.13)
p2 ( x) p1 ( x) a2 ( x x0 )( x x1 ) .................. (3.15)
= a 0 a1 ( x x0 )
p2 ( x) p1 ( x) a2 ( x x0 )( x x1 )
p3 ( x) p2 ( x) a3 ( x x0 )( x x1 )( x x2 )
= a0 a1 ( x x0 ) a2 ( x x0 )( x x1 ) a3 ( x x0 )( x x1 )( x x2 )
.
.
.
pn ( x) pn1 ( x) an ( x x0 )( x x1 ).....( x xn1 )
a0 a1 ( x x0 ) a 2 ( x x0 )( x x1 ) a3 ( x x0 )( x x1 )( x x2 )
... a n ( x x0 )( x x1 )...( x xn 1 )...............(3.16)
masing-masing:
a 0 f ( x0 )
a1 f [ x1 , x0 ]
a2 f [ x2 , x1 , x0 ]
.
.
.
f ( xi ) f ( x j )
f [ xi , x j ]
xi x j
f [ xi , x j ] f [ x j , x k ]
f [ xi , x j , x k ]
xi x k
.
.
.
f [ xn , xn1 ,..., x1 ] f [ xn1 , xn2 ,...x0 ]
f [ xn , xn1 ,..., x1 , x0 ] ...............(3.17)
x n x0
Karena tetapan a 0 , a1 , a 2 , ..... a n merupakan nilai selisih terbagi, maka
0 x0 f ( x0 ) f [ x1 , x0 ] f [ x2 , x1 , x0 ] f [ x3 , x2 , x1 , x0 ]
1 x1 f ( x1 ) f [ x2 , x1 ] f [ x3 , x2 , x1 ]
2 x2 f ( x2 ) f [ x3 , x 2 ]
3 x3 f ( x3 )
Table 3.2
Keterangan:
ST : Selisih Terbagi
Contoh 15:
Hitung f(9.2) dari nilai-nilai (x,y) yang diberikan pada tabel dibawah dengan
polinom Newton berderajat 3.
Jawab:
Tabel selisih-terbagi:
i xi y i f ( xi ) ST-1 ST-2 ST-3
f (x) , sehingga p n (x) tidak sama dengan f (x) , meskipun pada titik-titik tertentu
p n (x) f (x) sehingga terdapat galat (selisih) diantara keduanya sebut saja E (x) ,
Atau
E ( x) Qn1 ( x) R( x) .............. (3.19), yang dalam hal ini
R(x) adalah fungsi yang mencatat nilai selain x0 , x1 , x2 ,........xn . Persamaan (3.18)
dapat ditulis sebagai
f ( x ) pn ( x) ( x x0 )( x x1 )( x x2 ).....( x xn ) R( x) 0 , misalkan
R(x) tidak ditulis sebagai R(t ) , karena akan dicari nilai-nilai selain t.
Berdasarkan teorema Rolle yang berbunyi :
Misalkan fungsi f kontinu pada [a,b] dan f’(x) ada untuk semua a<x<b. jira
f(a)=f(b)=0, maka terdapat nilai c, dengan a<c<b, sedemikian hingga f’(c)=0
Sehingga misalkan pada t=c adalah:
Jika w kontinu dan dapat diturunkan pada selang [a.b], maka
W’(t) = 0, W’’(t) = 0, W’’’(t) = 0,.... Wn+1 = 0, sehingga jika digunakan pada (3.21)
pada t = c adalah:
n 1
W n1 (t ) 0 f n1 (c) pn (c) Qn1 (c)! R( x)
f n 1 (c)
E ( x ) ( x x0 )( x x1 )( x x2 ).....( x xn ) .............. (3.24)
(n 1)!
Jika fungsi f diketahui, dapat dicari turunannya di x = c untuk menghitung
galat interpolasi. Tetapi nilai c tidak diketahui, yang jelas nilai c terletak antara
n 1
x 0 dan x n . Jika [ x0 , xn ] merupakan selang kecil sehingga f berubah lambat,
x0 x n
tengah x 0 dan x n , yaitu xt , sehingga :
2
f n1 ( xt )
E R ( x) ( x x0 )( x x1 )( x x2 )....( x xn ) .......... (3.25), disebut
(n 1)!
galat rata-rata interpolasi.
Contoh 16:
Diketahui tabel yang berisi pasangan titik (x,f(x)) dari fungsi f(x) = cos (x)
xi f ( xi )
0.0 1.0000000
1.0 0.5403023
2.0 -0.4161468
3.0 -0.9899925
4.0 -0.6536436
Hitung galat rata-rata interpolasi di titik x =0.5, x=1.5, x=2.5, bila x diinterpolasi
dengan polinom Newton berderajat 3 bila x0 0
Jawab:
Polinom derajat 3 yang menginterpolasi f(x) = cos (x) dalam selang [0.0, 3.0]
adalah:
cos( x) p3 ( x) 1.0000 0.4597( x 0.0) 0.2485( x 0.0)( x 1.0)
0.1466( x 0.0)( x 1.0)( x 2.0)
(0.0 3.0)
Titik tengah [0.0, 3.0] adalah xt 1.5
2
Galat rata-rata interpolasi:
( x 0.0)( x 1.0)( x 2.0)( x 3.0) ( 4)
E3 ( x ) f ( xt )
4!
Turunan keempat dari fungsi f ( x) cos( x) ,
f ' ( x) sin( x) , f ' ' ( x) cos(x) , f ' ' ' ( x) sin( x) , f ( 4) ( x) cos( x)
Sehingga:
( x 0.0)( x 1.0)( x 2.0)( x 3.0)
E3 ( x) (cos(1.5))
4!
Nilai-nilai interpolasi serta galat rata-rata interpolasi jika dibanding nilai sejati dan
galat sejati diperlihatkan tabel berikut:
X f (x ) p3 ( x) E3 ( x) Galat sejati
f n 1 (t )
Untuk: dapat dihampiri nilainya dengan f [ xn1 , xn , xn1 ,...., x1 , x0 ] asalkan
(n 1)!
terdapat titik tambahan xn+1
Contoh 17:
Pada contoh 16, hitung taksiran galat interpolasi pada polinom berderajat 3 untuk
menaksir nilai f(2.5)
Jawab:
Karena polinom berderajat 3, maka dari tabel selisih terbaginya:
f [ x4 , x3 , x2 , x1 , x0 ] = -0.0147
L. Polinom Newton-Gregory
Polinom Newton-Gregory merupakan kasus khusus dari polinomial Newton
untuk titik-titik yang berjarak sama. Pada aplikasi nilai-nilai x berjarak sama, misal
pada tabel nilai fungsi , atau pengukuran pada selang waktu yang teratur. Untuk
titik-titik yang berjarak sama, rumus polinom Newton menjadi lebih sederhana,
selain itu tabel selisih menjadi lebih mudah dibentuk. Disini kita menanamkan tabel
tersebut sebagai tabel selisih. Ada dua macam tabel selisih, yaitu tabel selisih
maju (foward difference) dan tabel selisih mundur (backward difference). Karena
x0 f0 f 0 2 f 0 3 f 0 4 f 0
x1 f1 f1 2 f1 3 f1
x2 f2 f 2 2 f 2
x3 f3 f 3
x4 f4
Lambang menyatakan selisih maju, keterangan untuk setiap simbol pada tabel
diatas adalah:
f 0 f ( x0 ) y o
f1 f ( x1 ) y1
....
f p f (x p )
f 0 f1 f 0
f1 f 2 f1
...
f p f p 1 f p
2 f 0 f1 f 0
3 f 0 2 f1 2 f 0
3 f1 2 f 2 2 f1
...
3 f p 2 f p 1 2 f p
f ( x0 )
=
h
f 0
=
1! h
f [ x2 , x1 ] f [ x1 , x0 ]
f [ x2 , x1 , x0 ]
x 2 x0
f ( x 2 ) f ( x1 ) f ( x1 ) f ( x0 )
x 2 x1 x1 x0
=
x 2 x0
f 1 f 0
= h
2h
2 f 0
=
2!h 2
Bentuk umumnya:
n f ( x0 ) n f 0
f [ xn ,........, x1 , x0 ] ………………. (3.27)
n!h n n!h n
f 0 2 f 0
= f 0 ( x x0 ) ( x x0 )( x x1 ) ....
1!h 2!h 2
n f 0
( x x0 )( x x1 )...( x xn 1 )
n!h n …………… (3.28)
Titik yang berjarak sama dinyatakan sebagai:
xi x0 ih , i = 0, 1, 2, …,n, dan nilai x yang diinterpolasikan adalah:
x x0 sh , s R
Jika persamaan (3.28) ditulis dalam parameter s adalah:
sh s( s 1)h 2 2
p n ( x) f 0 f 0 f 0 ....
1!h 2!h 2
s( s 1)(s 2)...(s n 1)h n n
f0
n!h n
Sehingga menghasilkan
s s( s 1) 2 s( s 1)(s 2)...(s n 1) n
p n ( x) f 0 f 0 f 0 ... f 0 …… (3.29)
1! 2! n!
Pembentukan rumus Polinom Newton-Gregory Maju untuk titik yang berjarak
sama adalah sebagai berikut:
p 0 ( x) f 0
s
p1 ( x) p0 ( x) f 0
1!
s
= f 0 f 0
1!
s( s 1) 2
p 2 ( x) p1 ( x) f0
2!
s s( s 1) 2
= f 0 f 0 + f0
1! 2!
s( s 1)(s 2) 3
p3 ( x) p 2 ( x) f0
3!
Contoh 18:
Buat table selisih untuk fungsi f(x)=1/(x+1) pada selang [0.000, 0.625] dan h =
0.125. Hitung f(0.300) dengan polinom Newton-Gregory maju derajat 3.
Jawab:
x f (x) f 2 f 3 f
0.000 1.000 -0.111 0.022 -0.006
0.125 0.889 -0.089 0.016 -0.003
0.250 0.800 -0.073 0.013 -0.005
0.375 .272 -0.060 0.008
0.500 0.667 -0.052
0.625 0.615
sekitar pertengahan selang [0.125, 0.500], dan h = 0.125, maka nilai s adalah:
x x0 sh
x x0 0.300 0.125
s 1.4
h 0.125
Sehingga nilai f(0.300) dengan polinom Newton-Gregory maju derajat 3:
s s( s 1) 2 s( s 1)(s 2) 3
p3 ( x) = f 0 f 0 + f0 + f0
1! 2! 3!
(1.4)(0.4) (1.4)(0.4)(0.6)
= 0.889 (1.4)(0.089) (0.016) (0.003)
2 6
= 0.889 – 0.1246 + 0.0045
n 1 n1 f 0
f (t )
h n 1
Sehingga taksiran galat dalam menginterpolasi f(x) dengan polinom Newton-
Gregory Maju adalah:
n 1 f 0
E ( x) ( x x0 )( x x1 )....( x xn ) n1 …… (3.31)
h (n 1)!
atau dalam bentuk lain:
n1 f 0
E ( x) s( s 1)(s 2)...(s n) .................. (3.32)
(n 1)!
( x x0 )
dengan s
h
Dengan menggunakan titik tambahan x = 1.3, nilai n1 f 0 dapat dihitung, yang
mana pada tabel selisih telah diketahui yaitu -0.04797. sehingga taksiran galat
dalam menginterpolasi f(0.8) adalah:
s( s 1)(s 2) 3 (1.75)(0.75)(0.25)(0.04797)
E (0.8) f0
3! 3!
= 2.62 x 10-3
Sebagai contoh table selisih mundur diperlihatkan oleh table 3.3 sebagai berikut:
-2 x2 f 2 f 2
f 1 2 f 1
-1 x 1 f 1
f 0 2 f0 3 f0
x0 f0
0
Keterangan:
f 0 f ( x0 )
f 1 f ( x1 )
f 0 f 0 f 1
f 1 f 1 f 2
2 f 0 f 0 f 1
k 1 f i k f i k f i 1
(2.8)(1.8)
f (1.72) p3 (1.72) 0.2238908 2.8(0.0579278) (0.0002400)
2
(2.8)(1.8)(0.8)
+ (0.0004093)
6
= 0.2238908 + 0.1621978 + 0.0006048 – 0.0002750
= 0.3864183
Latihan Soal
1. Hampiri fungsi f ( x) cos( x) dengan polinom interpolasi berderajat 3 di dalam
selang [0.0, 1.2]. gunakan 4 titik x 0 = 0.0, x1 = 0.4, x 2 = 0.8, x3 = 1.2. Perkirakan
nilai p3 (0.5) dan bandingkan dengan nilai sejatinya! Diketahui nilai sejatinya
0.877583.
2. Bentuklah polinom berderajat satu, dua, tiga dan empat yang menghampiri
fungsi f ( x) cos( x) dalam selang [0.0, 4.0] dan jarak antar titik 1.0. lalu
taksirlah nilai fungsi di x = 2.5 dengan polinom Newton derajat 3 .
3.
x 0.1 0.3 0.5 0.7 0.9 1.1 1.3
f (x) 0.003 0.067 0.148 0.248 0.370 0.518 0.697