Surabaya, 6 April 2022
SEMINAR NASIONAL HASIL RISET DAN PENGABDIAN
“Menuju Indonesia Bangkit dan Tangguh melalui Riset dan Pengabdian berbasis Teknologi”
Akuntabilitas, Transparansi, Dan Partisipasi Masyarakat Terhadap
Pengelolaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa (Studi di Desa
Toriyo Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo)
Faizah Millenia Cahyaningrum*, Kurnia Rina Ariani
1Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia
*Email: faizahcahya24@[Link]
Abstrak
Prinsip akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk
mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui bagaimana penerapan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi
masyarakat dalam pengelolaan APBDes di Desa Toriyo Kecamatan Bendosari Kabupaten
Sukoharjo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan
deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Desa Toriyo Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo
menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah
Kepala Desa, PTKD, dan masyarakat di Desa Toriyo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Pemerintah Desa Toriyo telah menerapkan prinsip akuntabilitas untuk pelaporan dan
pertanggungjawaban laporan realisasi pelaksanaan APBDes sesuai dengan Permendagri No. 113
Tahun 2014. Pemerintah Desa Toriyo juga secara transparan menyampaikan laporan realisasi
APBDes kepada masyarakat melalui baliho infografis yang dipasang di depan Kantor Desa Toriyo.
Dalam mewujudkan pembangunan desa dan pengelolaan APBDes yang baik, masyarakat di Desa
Toriyo turut berpartisipasi bersama seluruh lembaga kemasyarakatan seperti BPD, PKK, dan
Karang Taruna.
Kata kunci: Akuntabilitas; Transparansi; Partisipasi Masyarakat; Pengelolaan APBDes
Copyright © (2022) Seminar Hasil Riset dan Pengabdian ke 4
| 300
Prosiding Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian E-ISSN: 2776-5105
PENDAHULUAN
Untuk mewujudkan pemerintahan desa yang baik, terdapat beberapa prinsip utama seperti
prinsip akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat. Akuntabilitas merupakan
prinsip yang menentukan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan desa agar dapat
dipertanggungjawabkan sesuai UU kepada masyarakat (Sholeh, 2015). Prinsip akuntabilitas
diwujudkan dengan pemberian informasi keuangan kepada masyarakat, sehingga
memungkinkan bagi mereka untuk menilai pertanggungjawaban pemerintah atas semua
aktivitas yang dilakukan.
Selain prinsip akuntabilitas, untuk mewujudkan pemerintahan yang baik diperlukan juga
prinsip transparansi dalam pengelolaan keuangan desa. Transparansi merupakan prinsip
keterbukaan diperolehnya informasi yang benar dan jujur dalam pengelolaan keuangan desa
dengan tidak diabaikannya hak pribadi dan golongan (Sholeh, 2015). Prinsip transparansi
bertujuan untuk memperoleh informasi-informasi terbuka mengenai informasi keuangan
maupun kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah bagi masyarakat.
Apabila prinsip transparansi diterapkan, maka akan menimbulkan hubungan antara
pemerintah dan masyarakat yang baik. Dalam penyelenggaraan pemerintahan, partisipasi
masyarakat sangat diperlukan. Partisipasi masyarakat yaitu suatu keterlibatan masyarakat
secara sadar dan sukarela dalam proses pembangunan, mulai dari pengambilan keputusan,
perencanaan program, pelaksanaan program, serta evaluasi (Soetomo, 2008). Sehingga,
keberhasilan pembangunan akan tercapai apabila masyarakat ikut berpartisipasi dengan
memberikan ide atau gagasannya.
Penelitian ini dianggap penting karena, disini akan dijelaskan bagaimana penerapan prinsip
akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan APBDes di Desa
Toriyo Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo. Dan dari penelitian ini, diharapkan agar
Pemerintah Desa Toriyo mampu mengelola keuangan desa salah satunya dalam mengelola
APBDes secara akuntabel dan transparan sesuai dengan Permendagri No. 113 Tahun 2014.
Selain itu, diharapkan juga masyarakat di Desa Toriyo turut berpartisipasi terhadap pengelolaan
APBDes khususnya dalam pembangunan desa. Berdasarkan uraian di atas, maka Penulis tertarik
untuk mengambil Judul “Akuntabilitas, Transparansi, dan Partisipasi Masyarakat Terhadap
Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (Studi di Desa Toriyo Kecamtan Bendosari
Kabupaten Sukoharjo)”.
| 301
Prosiding Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian E-ISSN: 2776-5105
TINJAUAN PUSTAKA
Teori Keagenan (Agency Theory)
Teori keagenan (agency theory) yaitu hubungan antara 2 pihak yang pertama pemilik
(principal) dan yang kedua manajemen (agent). Berkaitan dengan teori keagenan, praktek
pengelolaan keuangan dalam organisasi sektor publik didasari oleh teori keagenan. Dalam hal
ini, Pemerintah Desa bertindak sebagai agent yang memiliki kewajiban untuk
mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan. Sedangkan masyarakat selaku pengguna
informasi keuangan bertindak sebagai principal nya. Dengan demikian, hubungan antara
Pemerintah Desa dan masyarakat selaku pihak yang ikut dalam menentukan kebijakan desa,
dapat digambarkan sebagai suatu hubungan keagenan (agency relationship).
Akuntabilitas
Menurut Mardiasmo (2018), akuntabilitas yaitu kewajiban pihak pemegang amanah
(agent) untuk memberikan pertanggungjawaban, menyajikan, melaporkan, dan
mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang menjadi tanggungjawabnya kepada pihak
pemberi amanah (principal) yang memiliki hak dan kewenangan untuk meminta
pertanggungjawaban tersebut. Akuntabilitas juga dapat diartikan sebagai kewajiban individu atau
pemimpin yang menyangkut pertanggungjawaban dan pengelolaan sumber daya publik (Lutfi, et al.,
2018).
Dari definisi para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa akuntabilitas adalah kewajiban
menyampaikan pertanggungjawaban terhadap kinerja seseorang/badan hukum/pimpinan
kolektif suatu organisasi kepada pihak yang memiliki hak dan kewenangan untuk meminta
pertanggungjawaban tersebut.
Transparansi
Menurut Dilago, et al. (2018), transparansi adalah keterbukaan yang menciptakan
kepercayaan antara pemerintah dengan masyarakat melalui penyedia informasi dan menjamin
kemudahan dalam memperoleh informasi. Sedangkan menurut Ramadanis (2019),
transparansi merupakan keterbukaan organisasi dalam memberikan informasi yang terkait
dengan aktivitas pengelolaan sumber daya publik kepada pihak-pihak pemangku kepentingan.
Dari definisi para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa transparansi adalah bentuk
keterbukaan pemerintah kepada masyarakat untuk mengakses informasi terkait aktivitas
pengelolaan sumber daya publik, berdasarkan pertimbangan bahwa masyarakat memiliki hak
untuk mengetahui secara terbuka atas pertanggungjawaban pemerintah tersebut.
Partisipasi Masyarakat
| 302
Prosiding Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian E-ISSN: 2776-5105
Menurut Sumaryadi (2010), partisipasi dapat diartikan peran serta masyarakat dalam
proses pembangunan baik dalam bentuk pernyataan atau masukan berupa ide, tenaga, waktu,
keahlian, modal, atau materi. Sedangkan partisipasi masyarakat yaitu suatu keterlibatan
masyarakat secara sadar dan sukarela dalam proses pembangunan, mulai dari pengambilan
keputusan, perencanaan program, pelaksanaan program, serta evaluasi (Soetomo, 2008).
Dari definisi para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat adalah
keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan keuangan desa, dimulai dari proses perencanaan,
pengawasan, hingga evaluasi untuk mencapai hasil yang tepat sasaran dan mampu menciptakan
kesejahteraan bagi masyarakat.
Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes)
Pengelolaan keuangan desa merupakan keseluruhan kegiatan meliputi perencanaan,
penganggaran, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan desa. Anggaran
Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) adalah rencana keuangan tahunan yang dibahas dan
disetujui bersama oleh Pemerintah Desa dan BPD, serta ditetapkan dengan Peraturan Desa
(Mannosoh dan Warongan, 2019). Fungsi APBDes yaitu menjamin kelayakan sebuah kegiatan
dari segi pendanaan, sehingga dapat dipastikan kelayakan pelaksanaan kegiatan yang telah
ditetapkan.
APBDes bertujuan mendorong Pemerintah Desa agar mampu memberikan pelayanan
terbaik kepada masyarakat melalui perencanaan pembangunan yang tertuang di dalamnya. Di
dalam APBDes, memuat beberapa jenis pendapatan dan pengeluaran desa. Sehingga,
pendapatan dan pengeluaran desa tersebut harus dikelola dengan baik, dalam arti harus
direncanakan, diorganisasikan, dicatat, dan dipertanggungjawabkan secara efektif sehingga
dana yang terkumpul dapat digunakan untuk membiayai program atau kegiatan desa yang telah
direncanakan sebelumnya.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif yaitu penelitian
yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, dan kejadian yang terjadi saat ini
(Moleong, 2010). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan
pendekatan deskriptif. Data yang digunakan menggunakan data primer yang diperoleh secara
langsung dari hasil wawancara.
| 303
Prosiding Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian E-ISSN: 2776-5105
Subjek Penelitian
Subjek atau narasumber dalam penelitian ini, yaitu :
1) Kepala Desa adalah pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan desa dan
mewakili dalam kepemilikan kekayaan milik desa yang dipisahkan.
2) Pelaksanaan Teknis Pengelolaan Keuangan Desa (PTKD) adalah unsur perangkat desa
yang membantu kepala desa untuk pengelolaan keuangan desa. PTKD terdiri dari :
a. Sekretaris Desa, bertindak selaku koordinator pelaksana teknis pengelolaan keuangan
desa.
b. Kasi Pemerintahan, bertindak mengatur penyelenggaraan pemerintahan desa.
c. Bendahara Desa, dijabat oleh staf pada bagian keuangan desa.
d. Masyarakat.
Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini
dilaksanakan di Desa Toriyo Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo. Sedangkan waktu
penelitian berlangsung selama 2 minggu yaitu dimulai pada tanggal 7 Februari 2022 hingga 22
Februari 2022.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini, sebagai berikut :
1) Observasi
Observasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan mengamati keadaan objek
penelitian secara langsung.
2) Wawancara (interview)
Wawancara adalah proses komunikasi atau interaksi untuk mengumpulkan
informasi dengan cara tanya jawab antara peneliti dengan informan atau narasumber
penelitian.
3) Dokumentasi
Dokumentasi adalah data yang diperolah dari catatan-catatan yang dimiliki oleh
Pemerintah Desa.
Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini, menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Adapun
tahap-tahap analisis data yang dilakukan, antara lain :
| 304
Prosiding Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian E-ISSN: 2776-5105
1) Mengelompokkan semua data yang telah dikumpulkan.
2) Membaca semua data dan membuat catatan penting yang sesuai dengan masalah
penelitian.
3) Mereduksi data dengan mengelompokkan, memusatkan, dan menyederhanakan data.
Caranya dengan membuang atau mengurangi data yang tidak penting, sehingga data yang
terpilih dapat diproses ke tahap selanjutnya.
4) Penyajian data, yaitu dengan menyusun informasi yang sesuai agar mudah dipahami.
5) Perumusan dan simpulan, yaitu dengan melakukan tinjauan ulang catatan-catatan yang
berhasil dikumpulkan di lapangan sehingga dapat diuji kebenarannya dengan teliti dan
cermat.
6) Hasil yang diperoleh, kemudian di interpretasikan dan disajikan dalam bentuk teks
naratif.
PEMBAHASAN
1. Akuntabilitas Terhadap Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa
(APBDes) di Desa Toriyo Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo
Dalam pengelolaan APBDes, Pemerintah Desa Toriyo harus menerapkan prinsip
akuntabilitas. Terdapat beberapa indikator, Pemerintah Desa Toriyo dikatakan akuntabel
dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), antara lain :
1) Mampu menyajikan informasi penyelenggaraan pemerintah secara terbuka, cepat, dan
tepat.
Pemerintah Desa Toriyo menyajikan laporan realisasi pelaksanaan APBDes
berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah Desa Toriyo
juga menyampaikan laporan realisasi pelaksanaan APBDes tiap semester kepada Bupati
Sukoharjo melalui Kasi Pemerintahan secara online. Dan disampaikan paling lambat 1-
2 bulan setelah masa anggaran berakhir. (Firman Wahyu Setyawan, [Link], Wawancara,
09 Februari 2022).
Selain itu, laporan realisasi pelaksanaan APBDes disampaikan kepada masyarakat
melalui lembaga perwakilan masyarakat yang disebut BPD saat musyawarah desa.
(Khotamul Waladi, [Link], Wawancara, 07 Februari 2022).
2) Mampu menjelaskan dan mempertanggungjawabkan setiap kebijakan publik yang
proporsional.
Pemerintah Desa Toriyo dapat mempertanggungjawabkan setiap kebijakan
anggaran yang diambil, karena sebelumnya diadakan musyawarah dusun dan
musyawarah desa terlebih dahulu. Kemudian, semua kebijakan disahkan oleh
| 305
Prosiding Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian E-ISSN: 2776-5105
Pemerintah Desa Toriyo bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan
dilaksanakan secara bersama-sama (Khotamul Waladi, [Link], Wawancara, 07 Februari
2022).
3) Mampu Memberikan Pelayanan yang Memuaskan Bagi Publik
Pemerintah Desa Toriyo memberikan kepastian jadwal dan jam pelayanan secara
tepat waktu kepada masyarakat, yaitu dilaksanakan pada Hari Senin-Jum’at dimulai
pukul 08.00 WIB. Pemerintah Desa Toriyo juga memberikan pelayanan yang nyaman,
ramah, dan sopan kepada masyarakat dengan berlaku secara adil tanpa memandang
status sosial masyarakat dan menyediakan tempat duduk di lobi Kantor Desa Toriyo,
agar pelayanan dapat berjalan secara tertib dan teratur (Paimin, S.H, Wawancara, 19
Februari 2022).
Selain itu, terdapat sarana publik untuk menilai kinerja Pemerintah Desa melalui
medsos via grup WA untuk setiap dusun di Desa Toriyo ini. Disana terdapat beberapa
masukan dan kritikan yang dapat membangun desa. Lalu, masukan dan kritikan
tersebut disimpulkan, kemudian dimusyawarahkan bersama BPD (Khotamul Waladi,
[Link], Wawancara, 07 Februari 2022).
2. Transparansi Terhadap Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa
(APBDes) di Desa Toriyo Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo
Pemerintah Toriyo telah menerapkan prinsip transparansi dalam pengelolaan
APBDes, dibuktikan dari adanya baliho infografis laporan realisasi pelaksanaan APBDes yang
dipasang di depan Kantor Desa Toriyo. Namun, untuk saat ini baliho tersebut sudah tidak
lagi dipasang dikarenakan rusak akibat faktor cuaca. Pemerintah Desa Toriyo juga
menyediakan informasi tentang desa melalui media internet berupa website resmi, sehingga
kapanpun dan dimanapun dapat diakses oleh publik. Selain itu, terakomodasinya suara atau
usulan rakyat dalam kegiatan pembangunan desa. Tetapi, karena ada aturan mendadak dari
pemerintah tentang BLT 40% dan 8% untuk penanganan COVID-19, maka tidak semua bisa
terealisasi tahun ini (Dwi Rohmad Agung Purnomo, [Link], Wawancara, 17 Februari 2022).
3. Partisipasi Masyarakat Terhadap Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Desa (APBDes) di Desa Toriyo Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo
Menurut UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah menekankan pentingnya
partisipasi masyarakat sebagai dasar untuk mencapai tujuan kesejahteraan masyarakat,
menjamin adanya prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta pelayanan umum untuk
memenuhi aspirasi masyarakat.
| 306
Prosiding Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian E-ISSN: 2776-5105
Dalam pengelolaan APBDes di Desa Toriyo, masyarakat ikut berpartisipasi dengan
memberikan kritik dan masukan terhadap program desa yang sedang berjalan. Masyarakat
juga terlibat dalam rapat MUSRENBANGDES dan turut memberikan ide atau gagasannya
mengenai rencana pembangunan desa beserta lembaga kemasyarakatan seperti BPD, PKK,
dan Karang Taruna. Selain itu, Pemerintah Desa Toriyo memiliki strategi untuk mengajak
masyarakat ikut berpartisipasi dalam pengelolaan APBDes yaitu dengan aktif melibatkan
BPD selaku perwakilan masyarakat di setiap kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Desa.
Dalam mewujudkan partisipasi masyarakat, Pemerintah Desa Toriyo tidak memiliki kendala.
Hal ini dikarenakan, Pemerintah Desa Toriyo selalu mengadakan musyawarah mufakat
bersama BPD (Supriyanto, [Link], Wawancara, 17 Februari 2022).
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) di Desa Toriyo
Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo telah menerapkan prinsip akuntabilitas.
Untuk pelaporan dan pertanggungjawaban yang dilakukan Pemerintah Desa Toriyo
sesuai dengan Permendagri No. 113 Tahun 2014. Untuk pelaporan, Pemerintah Desa
Toriyo selalu menyampaikan laporan realisasi pelaksanaan APBDes tiap semester
kepada Bupati Sukoharjo paling lambat 1-2 bulan setelah masa anggaran berakhir dan
juga menyampaikan laporan realisasi pelaksanaan APBDes secara terbuka kepada
masyarakat melalui BPD selaku perwakilan masyarakat. Sedangkan untuk
pertanggungjawaban, Pemerintah Desa Toriyo dapat mempertanggungjawabkan setiap
kebijakan publik yang diambil karena sebelumnya diadakan Musdus dan Musdes
bersama BPD. Selain itu, Pemerintah Desa Toriyo juga telah memberikan pelayanan
yang memuaskan bagi publik dan memberikan sarana bagi publik untuk menilai kinerja
Pemerintah Desa Toriyo.
2. Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) di Desa Toriyo
Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo secara bertahap telah menerapkan prinsip
transparansi sesuai dengan Permendagri No. 113 Tahun 2014 tentang pengelolaan
keuangan desa. Hal ini dibuktikan dengan Pemerintah Desa Toriyo secara transparan
telah menyampaikan informasi laporan realisasi pelaksanaan APBDes melalui bukti fisik
berupa baliho infografis laporan realisasi APBDes yang dipasang di depan Kantor Desa
Toriyo dan juga menyediakan website resmi sehingga memudahkan publik untuk
mengakses informasi tentang Desa Toriyo. Selain itu, terakomodasinya suara atau
usulan masyarakat dalam kegiatan pembangunan desa, meskipun tidak semua dapat
| 307
Prosiding Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian E-ISSN: 2776-5105
terealisasi di tahun ini dikarenakan adanya aturan mendadak dari pemerintah tentang
BLT 40% dan 8% untuk penanganan COVID-19.
3. Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) di Desa Toriyo telah
menerapkan prinsip partisipasi masyarakat. Hal ini dibutikan dalam setiap pengambilan
kebijakan Pemerintah Desa Toriyo selalu melibatkan masyarakat. Selain itu, masyarakat
juga ikut berpartisipasi dan turut memberikan ide atau gagasannya dalam rapat
MUSRENBANGDES bersama lembaga kemasyarakatan yang ada seperti BPD, PKK, dan
Karang Taruna. Pemerintah Desa Toriyo selalu mengadakan musyawarah mufakat
dengan BPD sehingga tidak ada kendala dalam mewujudkan partisipasi masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Dilago, R., Lumolos, J., & Waworundeng, W. (2018). Transparansi Pemerintah Desa Dalam
Pengelolaan Dana Desa di Desa Soatobaru Kecamatan Galela Barat Kabupaten Halmahera
Baru. Jurnal Jurusan Ilmu Pemerintahan.
Lutfi, M. I., Hasan, A., & Mutia, Y. (2018). Analisis Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan
Keuangan Desa di Kecamatan Bengkalis. Jurnal Akuntansi, 29-41.
Manossoh, H., & Warongan, J. D. L. (2019). Analisis Pelaksanaan dan Pelaporan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Desa di Desa Bolangitang Kecamatan Bolaang Itang Barat
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Jurnal EMBA, 7(5), 3199–3208.
Mardiasmo. (2018). perwujudan Transparansi Akuntabilitas Publik Melalui Akuntansi.
Yogyakarta: Andi.
Moleong, Lexy. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
Paimin. (2022). Hasil Wawancara.
Purnomo, D. R. A. (2022). Hasil Wawancara.
Ramadanis., Ahyaruddin, M. (2019). Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Jurnal Akuntansi dan Ekonomika, 9(1).
Setyawan, F. W. (2022). Hasil Wawancara.
Soetomo. (2008). Strategi-Strategi Pembangunan Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Soleh, Chabib dan Rochmansjah, Heru. (2015). Pengelolaan Keuangan Desa. Jatinangor: Fokus
Media.
Sumaryadi, I.N. (2010). Sosiologi Pemerintahan. Bogor: Ghalia Indonesia.
Supriyanto. (2022). Hasil Wawancara.
Waladi, K. (2022). Hasil Wawancara.
| 308