Akuntabilitas dan Transparansi Dana Desa Koto
Akuntabilitas dan Transparansi Dana Desa Koto
Abstract
Village Fund Allocations are funds given to villages originating from the central and regional
government financial balance funds to realize the fulfillment of the village's right to carry out its
autonomy so that it grows and develops following the growth of the village itself based on diversity,
participation, genuine autonomy, democratization, community empowerment and increasing the role
of the Village Government in providing services, improving community welfare, and spurring
development and growth. The method used is a qualitative method used to examine the condition of
natural objects. To obtain the sample, the researcher used purposive sampling method. Data
collection in this study was carried out in stages from observation, documentation and interviews with
several informants. Using triangulation techniques in analyzing data, the Koto Perambahan Village
Government runs according to technical guidelines at the village, district, sub-district and central
levels. All village apparatus, especially the village secretary, who is the backbone of the village to
carry out accountability in managing the allocation of village funds in accordance with regulations.
The Koto Village Government realizes the application of transparency in the management of ADD by
publishing the use of ADD on the village information board containing the allocation of village funds.
The community also participates in managing. The community participates in managing ADD. There
is an inhibiting factor in the allocation of village funds, namely at the disbursement stage which is
experiencing delays.
Abstrak
Alokasi Dana Desa merupakaan dana yang diberikan kepada desa berasal dari dana perimbangan
keuangan pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan pemenuhan hak desa untuk
menyelenggarakan otonominya agar tumbuh dan berkembang mengikuti pertumbuhan dari desa itu
sendiri berdasarkan keanekaragaman, partisipasi, otonomi asli, demokratisasi, pemberdayaan
masyarakat dan meningkatkan peran Pemerintah Desa dalam memberikan pelayanan, meningkatkan
kesejahteraan masyarakat, serta memacu pembangunan dan pertumbuhan. Metode yang digunakan
adalah metode kualitatif yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. Untuk
memperoleh sampel, peneliti menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dalam
penelitian ini dilakukan secara bertahap dari observasi, dokumentasi dan wawancara dengan beberapa
informan. Menggunakan teknik triangulasi dalam menganalisis data Pemerintah Desa Koto
Perambahan menjalankan sesuai juknis baik tingkat desa, kabupaten, kecamatan dan pusat. Seluruh
perangkat desa terutama sekretaris desa yang menjadi tulang punggung desa menjalakan akuntabilitas
dalam pengelolaan alokasi dana desa sesuai dengan regulasi. Pemerintah Desa Koto mewujudkan
penerapan transparansi dalam pengelolaan ADD dengan cara mempublikasikan penggunaan ADD
dipapan informasi desa berisi pengalokasian dana desa. Masyarakat turut ikut mengelola. Masyarakat
turut ikut serta dlam mengelola ADD. Terdapat faktor yang menghambat didalam alokasi dana desa
adalah pada tahap pencairan yang mengalami keterlambatan.
Kata Kunci: Akuntabilitas, Transparansi, Partisipasi Masyarakat, Pengelolaan Alokasi Dana Desa
288
Jurnal Al-Iqtishad Volume 18 Nomor 2 Tahun 2022 Natasya, Desmiyawati, Anggraini
PENDAHULUAN
Mengelola dana desa tidak terlepas dari akuntabilitas, artinya adanya tanggung jawab
dalam pengelolaan dana desa itu sendiri. Penanggung jawab administrasi keuangan desa
adalah administrasi keuangan yang dapat diwakili mulai dari penyusunan, pelaksanaan,
289
Jurnal Al-Iqtishad Volume 18 Nomor 2 Tahun 2022 Natasya, Desmiyawati, Anggraini
290
Jurnal Al-Iqtishad Volume 18 Nomor 2 Tahun 2022 Natasya, Desmiyawati, Anggraini
transparansi juga hendak terus menjadi baik Dilago (2018). Apabila prinsip transparansi
diterapkan hingga hendak memunculkan ikatan antara warga serta pemerintah yang baik
hingga pemerintah juga tidak segan buat sediakan data kepada warga dengan menjamin
hendak mempermudah dalam mendapatkan data secara akurat. Bila berhubungan dengan
konteks penyelenggaraan urusan publik, transparansi merupakan sesuatu keadaan dimana
pemerintah wajib terbuka mengenai keuangan ataupun non keuangan kepada warga terpaut
seluruh aktivitas yang dicoba serta keputusan- keputusan yang wajib diambil oleh pemerintah
dalam penerapan urusan publik (Kisnawati 2018).
Dari riset yang dicoba oleh Dilago (2018) yang mempelajari Transparansi Pemerintah
Desa dalam Pengelolaan Dana Desa di Desa Soatobaru Kecamatan Galela Barat Halmahera
Utara mengatakan warga bisa mendapatkan dokumen menimpa pengelolaan alokasi dana
desa, meski akses buat mendapatkannya tidak seluruh warga bisa memandang point- point
dalam dokumen tersebut, serta dalam penerapannya warga tidak telalu mengenali secara jelas.
Berbeda dengan riset Luthfi (2018) yang mempelajari Analisis Transparansi serta
Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa di Kecamatan Bengkalis mengatakan bahwa pada
objek peneltian yang di cermat telah menerapkan dan mematuhi prinsip transparansi.
Partisipasi Masyarakat ialah salah satu aspek pendukung dalam pembangunan desa.
Apabila program pemerintah cocok dengan kebutuhan masyarakat hingga telah tentu warga
juga hendak ikut andil serta pastinya hendak memperoleh partisipasi warga dengan harapan
hendak menggapai tujuan program tersebut. Berikutnya bisa ditentukan pula kalau tujuan
pembangunan hendak tercapai. Keberhasilan pembangunan hendak tercapai apabila
partisipasi warga ikut andil serta pula sebab terdapatnya nilai tradisional sebagai kemampuan
yang bisa digerakan dalam pembangunan lewat strategi manajemen yang cocok (Hardianti,
2019).
Pada Riset yang dicoba oleh Hardianti (2019) menimpa Partisipasi Warga dalam
Pembangunan Infrastruktur Desa (Program Alokasi Dana Desa di Desa Buntongi Kecamatan
Ampana Kota menampilkan kalau tingkatan partisipasi warga dalam penerapan program dana
alokasi dana desa di desa Buntongi masih rendah. Sebaliknya riset yang dicoba oleh
(Nurbaeti, 2020) menimpa Analisis Akuntabilitas, Transparansi serta Partisipatif Warga
Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Banjarharjo Kecamatan Banjarharjo
Kabupaten Brebes melaporkan kalau objek riset secara bertahap telah melakukan prinsip
partisipasi warga dengan Permendagri No. 113 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Keuangan
Desa.
291
Jurnal Al-Iqtishad Volume 18 Nomor 2 Tahun 2022 Natasya, Desmiyawati, Anggraini
Dikutip dari [Link] dengan topik permasalahan alokasi dana desa, diketahui
banyaknya pegawai pemerintahan desa yang mengemban tugas mengelola dana desa masih
kurang menguasai pengetahuan ataupun wawasan mengenai pengelolaan dana desa. Sehingga
terjadinya kesalahan yang muncul akibat kurang pahamnya pegawai pemerintahan desa
dalam menyusun laporan pengelolaan dana desa. Banyaknya dana yang dialirkan pemerintah
pusat ke pemerintah daerah terlebih ke pemerintah desa yang tidak diimbangi dengan skill
dalam melakukan pengelolaannya menyebabkan banyak terjadinya kesalahan dan tidak
ketepatan dalam mencapai sasaran anggaran.
Dalam pelaksanaan pengelolaan dana desa di Desa Koto Perambahan, Kampar, Riau
terdapat permasalahan yang dilakukan oleh mantan Kepala Desa Koto Perambahan pada
tahun 2012 – 2017 yang berinisial MY yang melakukan tindak Korupsi Dana Desa dan sudah
ditetapkan sebagai tersangka yang merugikan negara sebanyak Rp.496 juta dari dana desa
Tahun Anggaran 2015-2016 ([Link] 12/10/21)
Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian Ainul (2017) dengan penelitian
Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa-Desa Kecamatan Rogojampi
Kabupaten Banyuwangi dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pada tahap
perencanaan dan pelaksanaan telah sesuai dengan prosedur yang berlaku dan pengelolaannya
telah dilakukan secara akuntabel dan transparan. Untuk tahap pengawasan masih belum
berjalan dengan baik karena kurangnya transparansi masyarakat. Sedangkan untuk tahap
pertanggung jawaban juga belum berjalan dengan baik dikarenakan SDM tim pelaksana
dalam laporan administrasi yang masih kurang, sehingga diperlukan adanya pembinaan dan
pengawasan lebih dari pemerintah.
Selanjutnya Dilago (2018) dengan penelitian Transparansi Pemerintah Desa dalam
Pengelolaan Dana Desa di Desa Soatobaru Kecamatan Galela Barat Halmahera Utara dengan
hasil penelitian yang menunjukkan bahwa masyarakat dapat memperoleh dokumen mengenai
pengelolaan alokasi dana desa, walaupun akses untuk mendapatkannya tidak semua
masyarakat dapat melihat point-point dalam dokumen tersebut, dan dalam pelaksanaannya
masyarakat tidak terlalu mengetahui secara jelas.
Jurnal yang diteliti oleh terakhir di Hardianti (2019) dengan penelitian Partisipasi
Masyarakat dalam Pembangunan Infrastruktur Desa (Program Alokasi Dana Desa di Desa
Buntongi Kecamatan Ampana Kota dengan kesimpulan yaitu, partisipasi masyarakat untuk
melaksanaan kegiatan dana desa di desa Buntongi masih rendah. Kemudian kesimpulan
selanjutnya, bagian yang terkait dengan partisipasi publik dalam fase implementasi yaitu
292
Jurnal Al-Iqtishad Volume 18 Nomor 2 Tahun 2022 Natasya, Desmiyawati, Anggraini
jenis pekerjaan dan pendapatan. Sedangkan tingkat Pendidikan hanya mempengaruhi proses
perencanaan, pemantauan, serta evaluasi.
Adapun beberapa perbedaan dalam penelitian ini jika dibandingkan dengan penelitian
sebelumnya yaitu pertama, pada penelitian sebelumnya meneliti satu variabel x yaitu meneliti
akuntabilitas dana desa saja. Kedua, perbedaan lainnya yaitu perbedaan pada urgensi yang
diteliti dan terdapat juga penelitian sebelumnya hanya menguji topik transparansi pemerintah
desa dalam pengelolaan dana desa, dengan tujuan apakah pemerintah desa tersebut secara
keseluruhan sudah menerapkan prinsip transparansi dalam melaksanakan pengelolaan
(ADD). Lalu yang ketiga pada penelitian sebelumnya juga lebih terfokus pada pembangunan
infrastruktur desa, sedangkan penelitian ini merujuk pada 3 variabel independen yaitu
akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat dengan variabel dependen pengelolaan
alokasi dana desa. Peneliti merasa perlu adanya penelitian mengenai ketiga prinsip tersebut
untuk diteliti langsung sehingga dapat mengetahui bagaimana prinsip tersebut diterapkan
dalam pengelolaan alokasi dana desa. Adapun perbedaan lainnya terletak objek dan tahun
penelitian.
Berdasarkan latar belakang serta inkonsistensi hasil penelitian terdahulu maka dapat
diklasifikasikan beberapa rumusan masalah sebagai berikut: 1). Bagaimana akuntabilitas
pengelolaan dana desa dalam perencanaan, pelaksanaan, pelapor dan pengawasan anggaran
dana desa Pemerintah Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar? 2).
Bagaimana Transparansi pengelolaan alokasi dana desa di Pemerintah Desa Koto
Perambahan Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar? 3). Bagaimana Partisipasi Masyarakat
pada pengelolaan alokasi dana desa di Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampa Kabupaten
Kampar?
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1). Mendeskripsikan dan
menganalisis akuntabilitas pengelolaan alokasi dana desa di Desa Koto Perambahan
Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar. 2). Mendeskripsikan dan menganalisis transparansi
pengelolaan alokasi dana desa di Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampa Kabupaten
Kampar. 3). Mendeskripsikan dan menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan
alokasi dana desa di Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar.
Penulis berharap penelitian ini bermanfaat bagi para pembaca, Adapun manfaat secara
teoritis yaitu menambah wawasan tentang akuntansi sektor publik dalam pemerintah desa
tentang akuntabilitas pengelolaan alokasi desa. Manfaat praktis bagi peneliti, penelitian ini
menjadi media untuk mengaplikasikan berbagai teori yang dipelajari. Selain itu, dengan
melakukan penelitian ini maka peneliti mendapatkan tambahan pengetahuan dan wawasan
293
Jurnal Al-Iqtishad Volume 18 Nomor 2 Tahun 2022 Natasya, Desmiyawati, Anggraini
TINJAUAN LITERATUR
Stewardship Theory ( Teori Stewarship)
Teori mendasari penelitian ini adalah bagian dari agency theory yaitu stewardship
theory Donaldson dan Davis (1991) yang menggambarkan situasi dimana para manajemen
tidaklah termotivasi oleh tujuan - tujuan individu tetapi lebih ditujukan pada sasaran hasil
utama mereka untuk kepentingan organisasi. Teori tersebut mengasumsikan bahwa adanya
hubungan yang kuat antara kepuasan dan kesuksesan organisasi. Kesuksesan organisasi
menggambarkan maksimalisasi utilitas kelompok principals dan manajemen.
Teori stewardship dapat diterapkan pada penelitian akuntansi organisasi sektor publik
seperti organisasi pemerintahan yang sejak awal perkembangannya, akuntansi organisasi
sektor publik telah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi hubungan antara
stewards dengan principals. Akuntansi sebagai penggerak berjalannya transaksi bergerak
kearah yang semakin kompleks dan diikuti dengan tumbuhnya spesialisasi dalam akuntansi
dan perkembangan organisasi sektor publik.
Kontrak hubungan antara stewards dan principals atas dasar kepercayaan amanah =
trust, bertindak kolektif sesuai dengan tujuan organisasi. Implikasi teori stewardship terhadap
penelitian ini, dapat menjelaskan eksistensi Pemerintah Desa sebagai suatu lembaga yang
dapat dipercaya dan bertindak sesuai dengan kepentingan publik dengan melaksanakan tugas
dan fungsinya dengan tepat untuk kesejahteraan masyarakat principal.
Akuntabilitas
Pemerintah desa melaksanakan tugasnya dalam membuat pertanggung jawaban
keuangan berupa penyajian laporan keuangan yang akuntabel dan transparan sesuai dengan
karakteristik laporan keuangan relevan, andal, dapat dipahami dan dapat dibandingkan.
Akuntabilitas pengelolaan dana desa merupakan salah satu bentuk transparansi pemerintah
desa steward terhadap masyarakat principal dalam pengelolaan alokasi dana desa, yaitu
dengan cara memberikan akses informasi keuangan kepada masyarakat sehingga pelayanan
publik maupun kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara maksimal. Akuntabilitas
terkait erat dengan instrumen untuk kegiatan kontrol terutama dalam hal pencapaian hasil
294
Jurnal Al-Iqtishad Volume 18 Nomor 2 Tahun 2022 Natasya, Desmiyawati, Anggraini
Undang-Undang No.6 Tahun 2014 Pasal 24 menyatakan bahwa yang dimaksud dengan
akuntabilitas adalah asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir kegiatan
penyelenggaraan pemerintahan desa harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat
desa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Transaparansi adalah
keterbukaan informasi kepada publik, apabila publik membutuhkan informasi tersebut bisa
didapatkan. Dengan adanya keterbukaan maka dana desa dapat dikontrol dan diawasi dengan
baik oleh pihak yang berwenang, serta dana desa tersebut dapat dipertanggung jawabkan oleh
pihak yang mengelolanya.
Partisipasi Mayarakat
Partisipasi masyarakat bisa menjadi salah satu faktor yang menentukan efektivitas
pengelolaan dana desa. Semakin tinggi partisipasi masyarakat maka cenderung semakin
tinggi pula efektifitas pengelolaan dana desa. Hal ini sesuai dengan agency theory bahwa
partisipasi masyarakat merupakan salah satu penilaian principal pada kinerja dari agent.
Partisipasi masyarakat adalah keterlibatan peran sertanya masyarakat dalam kegiatan
pemerintahan, sehingga berdampak pada proses evaluasi dan kontrol kinerja pemerintah dan
meminimalisir penyalahgunaan wewenang.
Namun saat ini masih banyak aparat desa yang belum menciptakan akuntabilitas dan
transparansi, hal ini terbukti dengan adanya penelitian (Riyanto, 2015) yang melakukan
penelitian tentang akuntabilitas finansial dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di
Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara menunjukan mulai dari pelaksanaan
sampai dengan pencapaian hasilnya dapat dipertanggungjawabkan di depan seluruh pihak
Pemerintah Desa, tetapi belum dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh masyarakat
desa.
Penelitian ini sejalan dengan penelitian Amirullah (2016) yang melakukan penelitian
tentang pengelolaan keuangan desa Brumbungan Kidul, penelitian ini menunjukan bahwa
secara keseluruhan pengelolaan keuangan desa sudah baik. Namun, pada tahap perencanaan
dan pertanggung jawaban terjadi ketidaksesuaian, karena terjadi keterlambatan dalam
penyusunan peraturan desa dan pengelolaan keuangan desa tidak diinformasikan kepada
seluruh masyarakat desa Brumbungan Kidul. Kurangnya pengetahuan dari pemerintah desa
menjadi faktor penghambat dalam pengelolaan keuangan desa. Penelitian Mada (2017)
295
Jurnal Al-Iqtishad Volume 18 Nomor 2 Tahun 2022 Natasya, Desmiyawati, Anggraini
METODE PENELITIAN
Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari
dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah aparatur desa dan
masyarakat Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampa. Kecamatan Bangko Memiliki
wilayah pemerintahan desa sebanyak 6 dusun.
Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel
dengan pertimbangan tertentu, artinya subjek tersebut memahami dan menguasai
permasalahan serta bersedia memberikan informasi yang lengkap dan akurat terkait dengan
data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Peneliti mengambil responden adalah
responden yang terlibat langsung terhadap pengelolaan pengeloaan alokasi dana desa yang
terdiri dari aparatur desa dan masyarakat desa yang berkaitan langsung dengan pengelolaan
alokasi dana desa yang terdiri dari beberapa koresponden yaitu: Kepala Desa, Sekretaris
Desa, Bendahara Desa, Kepala Badan Permusyawaratan Desa, Masyarakat Desa (Pemilik
warung yang merupakan anggota BPD, Guru Paud, Ketua RT) 3 Koresponden.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan upaya-
upaya penting, seperti mengajukan pertanyaan dan prosedur, mengumpulkan data yang
spesifik dari narasumber, menganalisis data secara induktif, dan menafsirkan makna data.
Pendekatan studi kasus adalah pendekatan kualitatif yang penelitinya mengeksplorasi
kehidupan nyata, sistem terbatas kontemporer (kasus) atau beragam sistem terbatas (berbagai
kasus), melalui pengumpulan data yang detail dan mendalam melibatkan beragam sumber
informasi atau sumber melalui pengamatan, wawancara, bahan audiovisual, dokumen dan
berbagai laporan. Penelitian kualitatif ini berakar pada latar alamiah sebagai keutuhan
manusia yang menjadi alat penelitiannya.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik triangulasi dalam menganalisis data.
Teknik triangulasi merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data dengan observasi
296
Jurnal Al-Iqtishad Volume 18 Nomor 2 Tahun 2022 Natasya, Desmiyawati, Anggraini
penelitian di lapangan yang selanjutnya hasil observasi ini dilakukan crosscheck melalui
persepsi peneliti.
Akuntabilitas
(X1)
Partisipasi
Masyarakat
(X3)
Berikut ini peneliti uraikan hasil wawancara peneliti dengan narasumber tentang
ketapatan sasaran, adapun hasil wawancaranya adalah sebagai berikut:
297
Jurnal Al-Iqtishad Volume 18 Nomor 2 Tahun 2022 Natasya, Desmiyawati, Anggraini
Kinerja Pengelolaan Alokasi Dana Desa Selanjutnya di singkat menjadi ADD di Desa
Koto Perambahan secara umum telah berjalan dengan baik. Sesuatu yang direncanakan telah
dilaksanakan dan dapat dipertanggung jawabkan. Seperti yang sudah diinformasikan pada
data ADD, untuk kasus yang peneliti angkat maka ADD yang bisa peneliti analisis adalah
ADD tahun 2016 dan tahun 2017 karena dimasa itu, terjadi kasus yang dilakukan kepala desa
atas ADD. Walau demikian, pemerintah pusat sama sekali tidak menurunkan jumlah ADD
dari tahun 2016 ke tahun 2017 meski telah terjadi kasus tersebut. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa tidak ada keterkaitan jumlah ADD yang dicairkan pemerintah pusat ke desa meski
desa tersebut melakukan tindakan korupsi dana desa. Dalam hal ini, mantan kepala desa
tersebut telah membayar atas tindakan melanggar hukum yang dilakukannya dan program
desa terus berlanjut demi kesejahteraan masyarakat desa melalui ADD.
298
Jurnal Al-Iqtishad Volume 18 Nomor 2 Tahun 2022 Natasya, Desmiyawati, Anggraini
Pemerintah desa Koto Perambahan menjalankan sesuai juknis baik tingkat desa,
kabupaten, kecamatan dan pusat. Seluruh perangkat desa terutama sekretaris desa yang
menjadi tulang punggung desa menjalakan akuntabilitas dalam pengelolaan alokasi dana desa
sesuai dengan regulasi.
299
Jurnal Al-Iqtishad Volume 18 Nomor 2 Tahun 2022 Natasya, Desmiyawati, Anggraini
diumumkan melalui baleho yang tersebar di enam dusun. BPD bertugas mengawasi kinerja
kepala desa – keuangan maupun sosial.
Penerapan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan alokasi dana desa di Desa Koto
Perambahan secara umum berjalan dengan baik, Pemerintah Desa Koto melibatkan
masyarakat mulai dari perencanaan sampai dengan pertanggungjawaban. Partisipasi
masyarakat lainnya di Desa Koto sebagai salah satu bentuk pengawasan dari masyarakat
melalui BPD, nantinya BPD yang akan menyampaikan kepada kepala desa. Namun
terkadang dari kepala desa sendiri yang langsung berkomunikasi dengan masyarakat.
300
Jurnal Al-Iqtishad Volume 18 Nomor 2 Tahun 2022 Natasya, Desmiyawati, Anggraini
dana desa di Desa Koto Perambahan secara umum berjalan dengan baik untuk transparansi.
Pemerintah Desa Koto Perambahan membuka diri dan terbuka kepada masyarakat atas
pengalokasian dana desa yang diterima dari pusat, mulai dari menempelkan informasi
tersebut di beberapa papan pengumuman, baleho, dan akses internet melalui website.
Pengelolaan alokasi dana desa di Desa Koto Perambahan secara umum berjalan dengan
baik untuk partisipasi masyarakat. Pemerintah Desa Koto Perambahan melibatkan
masyarakat mulai dari perencanaan sampai dengan pertanggung jawaban realisasi dana desa.
Salah dengan melibatkan masyarakat didalam kegiatan pelaksanaan yang menggunakan
anggaran dari dana desa. Terdapat faktor yang menghambat didalam alokasi dana desa adalah
pada tahap pencairan yang mengalami keterlambatan. Karena sebagian besar didalam
pengalokasian dana desa Koto Perambahan adalah untuk pemberdayaan seperti honor
pegawai, maka besar harapan untuk tahap pencairan sesuai dengan waktunya. Untuk
pelaksanaan kegiatan infrastruktur yaitu jalan, diharapkan ada penambahan dana karena
mengingat luasnya Desa Koto Perambahan.
Mengacu kepada permasalahan yang terjadi di Desa Koto Perambahan dengan kasus
mantan kepala desa maka diharapkan untuk membentuk tim yang bisa bersikap independen.
Karena menurut pengakuan salah satu pegawai setempat mengatakan bahwa sebelumnya
mantan kades yang bermasalah tersebut sudah diingatkan untuk menyelesaikan kasus yang
sedang dihadapi agar tidak sampai kejalur hukum, namun tidak diindahkan. Berdasarkan
pengenaan penalti untuk dana BLT tahun 2021 yang diterima pemerintah Desa Koto,
hendaknya selalu update permandegri terbaru. Berdasarkan data, masih terdapat masyarakat
yang buta huruf, maka hendaknya dari dana desa yang ada, dialokasi untuk pengentasan buta
huruf.
Dalam penelitian ini belum melibatkan tokoh masyarakat dan masyarakat setempat
lebih luas dan bervariasi. Dalam penelitian ini hanya menggunakan 3 variabel independen
yaitu akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat, diduga masih ada faktor yang
mempengaruhi pengelolaan ADD dengan variabel independen penelitian seperti variabel
sistem pengendalian internal. Dalam penelitian ini masih terdapat keterbatasan dalam
menambahkan item pertanyaan wawancara kepada nara sumber yang membahas mengenai
kasus yang terjadi di Desa Koto Perambahan, Kampar, Riau.
DAFTAR PUSTAKA
301
Jurnal Al-Iqtishad Volume 18 Nomor 2 Tahun 2022 Natasya, Desmiyawati, Anggraini
302
Jurnal Al-Iqtishad Volume 18 Nomor 2 Tahun 2022 Natasya, Desmiyawati, Anggraini
303
Jurnal Al-Iqtishad Volume 18 Nomor 2 Tahun 2022 Natasya, Desmiyawati, Anggraini
Publishing.
Soemarso, S. R. (2004). Revisi Akuntansi Suatu Pengantar. Jakarta: Salemba Empat.
Solekhan, M. (2012). Penyelenggaraan pemerintahan desa: berbasis partisipasi masyarakat
dalam membangun mekanisme akuntabilitas. Malang: Setara Press.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Sumpeno, W. (2011). Perencanaan Desa Terpadu. Banda Aceh: Read.
Sunardjo, U. (1984). Tinjauan Sepintas Tentang Pemerintahan Desa Dan Kelurahan.
Bandung: Tarsito.
Syahadatina, R. (2017). Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Rapa Laok
Kecamatan Omben Kabupaten Sampang. Jurnal Akuntansi Dan Investasi, 2(1), 1–18.
Syamsi, S. (2015). Partisipasi Masyarakat Dalam Mengontrol Penggunaan Anggaran Dana
Desa. JISIP: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 3(1).
Ultafiah, W. (2017). Pengaruh Akuntabilitas. Transparansi Dan Partisipasi Terhadap
Pengelolaan Dana Desa Untuk Mewujudkan Good Governance Pada Desa di
Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat. Universitas Muhammadiyah Palembang.
Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014. tentang desa dan pengelolaan keuangan desa.
Utami, K., & Syofyan, E. (2013). Pengaruh Pengetahuan Dewan tentang Anggaran terhadap
Pengawasan Keuangan Daerah dengan Variabel Pemoderasi Partisipasi Masyarakat
dan Transparansi Kebijakan Publik. Wahana Riset Akuntansi, 1(1), 63–86.
Waluyo. (2007). Manajemen Publik: Konsep, Aplikasi, Dan Implementasinya Dalam
Pelaksanaan Otonomi Daerah. Bandung: Mandar Maju.
Wida, S. A., Supatmoko, D., & Kurrohman, T. (2017). Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi
Dana Desa (ADD) di Desa–Desa Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi. E-
Journal Ekonomi Bisnis Dan Akuntansi, 4(2), 148–152.
Yuliansyah, R. D. (2016). Akuntansi Desa. Jakarta: Salemba Empat.
304