1 PEMBANGUNAN
BANGUNAN GEDUNG
1.1 Standar Umum
Perencanaan Untuk menjamin kepastian dan ketertiban hukum dalam penyelenggaraan
bangunan gedung, setiap bangunan gedung harus memenuhi persyaratan administratif dan
teknis bangunan gedung, serta harus diselenggarakan secara tertib.
Berdasarkan Undang-Undang No. 28 tahun 2002, tentang Bangunan Gedung, yang dimaksud
dengan:
1 Bangunan gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan
tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau di dalam tanah
dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk
hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial, budaya,
maupun kegiatan khusus.
2 Perawatan adalah kegiatan memperbaiki dan/atau mengganti bagian bangunan gedung,
komponen, bahan bangunan, dan/atau prasarana dan sarana agar bangunan gedung tetap
laik fungsi.
1.2 Standar Teknis
Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 29/PRT/M/2006, klasifikasi bangunan
gedung berdasarkan tingkat kompleksitasnya meliputi:
1. Bangunan gedung sederhana
Bangunan gedung sederhana adalah bangunan gedung dengan karakter sederhana dan
memiliki kompleksitas dan teknologi sederhana dan/atau bangunan gedung yang sudah ada
disain prototipnya. Masa penjaminan kegagalan bangunannya selama 10 (sepuluh) tahun.
Termasuk klasifikasi sederhana, antara lain:
a. Bangunan gedung yang sudah ada disain prototipnya dan/atau yang jumlah
lantainya s.d. 2 (dua) lantai dengan luas s.d. 500 m2;
b. Bangunan rumah tidak bertingkat, dengan luas s.d. 70 m2;
c. Bangunan gedung pelayanan kesehatan, seperti Puskesmas;
d. Bangunan gedung pendidikan tingkat dasar s.d. lanjutan dengan jumlah lantai
s.d. 2 (dua) lantai.
2. Bangunan gedung tidak sederhana
Bangunan gedung tidak sederhana adalah bangunan gedung dengan karakter sederhana dan
memiliki kompleksitas dan teknologi tidak sederhana. Masa penjaminan kegagalan
bangunannya selama 10 (sepuluh) tahun. Termasuk klasifikasi tidak sederhana, antara lain:
a. Bangunan gedung yang belum ada disain prototipnya dan/atau yang jumlah
lantainya di atas 2 (dua) lantai dengan luas di atas 500 m2;
b. Bangunan rumah tidak bertingkat, dengan luas di atas 70 m2;
c. Bangunan gedung pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit klas A, B, dan C;
d. Bangunan gedung pendidikan tingkat dasar s.d. lanjutan dengan jumlah lantai di
atas 2 (dua) lantai atau bangunan gedung pendidikan tinggi.
2 PERSYARATAN TEKNIS
BANGUNAN GEDUNG SEDERHANA
2.1 Persyaratan Teknis Bangunan Gedung Sederhana Tahan Gempa
Tujuan untuk mewujudkan bangunan gedung sederhana yang lebih aman terhadap dampak
kerusakan yang diakibatkan oleh bencana gempa bumi. Persyaratan pokok tahan gempa pada
bangunan sederhana berdasarkan Peraturan Menteri PU No. 05 tahun 2006, meliputi:
a. Kualitas bahan bangunan yang baik;
b. Keberadaan dan dimensi struktur yang sesuai;
c. Seluruh elemen struktur utama tersambung dengan baik; dan
d. Mutu pengerjaan yang baik.
2.2 Persyaratan Teknis Bangunan Gedung Negara
Berdasarkan Peratuan Menteri PUPR Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pembangunan Gedung
Negara, persyaratan teknis pokok pada bangunan gedung sederhana dapat dilihat pada tabel
berikut ini:
TABEL 1 Spesifikasi Teknis Bangunan Gedung Negara Gedung Kementerian/Lembaga Negara
NO URAIAN KLASIFIKASI
A PERSYARATAN TATA BANGUNAN DAN
LINGKUNGAN
[Link] Antar Bangunan minimal 4 m
[Link] Bangunan maksimum 2 lantai
[Link] Langit-langit min. 2,80 m
4. Kelengkapan Sarana dan Prasarana
a. parkir kendaraan a. minimal 1 parkir kendaraan untuk
100 m2 luas bangunan gedung
atau sesuai dengan ketentuan
peraturan daerah setempat
b. aksesibiltas b. tersedia sarana aksesibilitas bagi
penyandang disabilitas Sesuai
ketentuan peraturan perundang-
undangan dan standar
c. drainase c. tersedia drainase sesuai
ketentuan peraturan perundang-
undangan dan standar
B PERSYARATAN BAHAN BANGUNAN
1 Bahan Penutup Lantai 1. keramik, vinil, tegel PC, homogeneous
tile (HT)
2 Bahan Dinding Luar 2. bata, batako diplester dan dicat, kaca
3 Bahan Dinding Dalam 3. bata, batako, bata ringan diplester
dan dicat tembok, kaca
4 Bahan Penutup Plafon 4. kayu-lapis dicat, gipsum
5 Bahan Penutup Atap 5. genteng tanah liat, genteng beton,
genteng metal, seng, sirap
6 Bahan Kosen 6. kayu dipelitur/dicat dan nodized
aluminium
7 Bahan Daun Pintu/Jendela 7. Kaca, panel kayu, kayu lapis,
engineering wood, bambu laminating,
metal, aluminium, PVC
C PERSYARATAN STRUKTUR BANGUNAN
1 Pondasi 1. batu kali, kayu, rollag bata, beton-
bertulang K-200
2 Struktur Lantai (khusus untuk bangunan 2. beton bertulang K-200, baja anti
gedung bertingkat) karat, kayu klas kuat/awet II
3 Kolom 3. beton bertulang K-200, baja anti
karat, kayu klas kuat/awet II
4 Balok 4. beton bertulang K-200, baja anti
karat, kayu klas kuat/awet II
5 Rangka Atap 5. kayu klas kuat/awet II, baja ringan,
baja anti karat
6 Kemiringan Atap 6. genteng min. 30°, sirap min.22.5°,
seng/aluminium/metal min 15°
D PERSYARATAN UTILITAS dan PRASARANA
DAN SARANA DALAM BANGUNAN
1. Air Bersih 1. PAM, sumur pantek
2. Saluran air hujan 2. talang, saluran lingkungan
3. Pembuangan Air Kotor 3. bak penampung
4. Pembuangan Kotoran 4. bak penampung
5. Bak Septik/septictank & resapan 5. septictank, biopro dan sejenisnya
6. Sarana Pengamanan terhadap Bahaya 6. sistem yang terdiri atas peralatan,
Kebakaran kelengkapan dan sarana, baik
yang terpasang maupun
terbangun pada bangunan yang
digunakan baik untuk tujuan
sistem proteksi aktif, sistem
proteksi pasif maupun cara-cara
pengelolaan dalam rangka
melindungi bangunan dan
lingkungannya terhadap bahaya
kebakaran
7. Sumber daya listrik *) 7. PLN, Generator (Penggunaan daya
listrik harus memperhatikan
prinsip hemat energi), serta
mengikuti ketentuan dalam SNI
PUIL.
8. Penerangan 8. 100-400 lux/m2, dihitung
berdasarkan kebutuhan dan
fungsi bangunan/fungsi ruang
serta ketentuan peraturan
perundang-undangan dan standar
9. Tata Udara 9. 6-10% bukaan atau dengan tata
udara buatan (AC*)
10. Sarana Transportasi Vertikal dan Horizontal 10. Tangga
*)
11. Aksesibilitas bagi disabilitas/penyandang 11. Ram di dalam bangunan gedung
cacat* memiliki kemiringan paling besar
6° (1:10) ram di luar bangunan
gedung memiliki kemiringan
paling besar 5° (1:12) Lebar
efektif ram tidak boleh kurang
dari 95 cm tanpa tepi
pengaman/kanstin (low curb) dan
120 cm dengan tepi
pengaman/kanstin (low curb).
12. Proteksi petir 12. proteksi petir sesuai dengan
ketentuan ketentuan peraturan
perundang-undangan dan standar
tetang Sistem Proteksi Petir
E PERSYARATAN SARANA KESELAMATAN
1. Tangga Penyelamatan (khusus untuk 1. lebar minimal = 1, 20 m, dan
bangunan bertingkat) bukan tangga putar
2. Tanda Penunjuk Arah 2. jelas, dasar putih huruf hijau
3. Pintu 3. lebar minimal 0,90 m
4. Koridor/selasar 4. lebar minimal 0,92 m (1 orang
pengguna kursi roda) / lebar
minimal 1,84 m (2 orang
pengguna kursi roda)