0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan26 halaman

Rheologi dan Aliran dalam Farmasi

Dokumen ini membahas rheologi dalam farmasi, termasuk pengaruh viskositas dan faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti suhu, tekanan, dan konsentrasi. Selain itu, dijelaskan tipe-tipe aliran cairan, baik sistem Newton maupun non-Newton, serta aplikasinya dalam sediaan farmasi seperti suspensi dan salep. Rheologi penting untuk memahami aliran dan perilaku sediaan farmasi dalam berbagai kondisi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan26 halaman

Rheologi dan Aliran dalam Farmasi

Dokumen ini membahas rheologi dalam farmasi, termasuk pengaruh viskositas dan faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti suhu, tekanan, dan konsentrasi. Selain itu, dijelaskan tipe-tipe aliran cairan, baik sistem Newton maupun non-Newton, serta aplikasinya dalam sediaan farmasi seperti suspensi dan salep. Rheologi penting untuk memahami aliran dan perilaku sediaan farmasi dalam berbagai kondisi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Rheologi

• Rheologi dalam Farmasi


• Tipe-tipe Aliran
Rheologi dalam Farmasi
Proses penuangan
sediaan dari botol.
Misalnya menuang

• Dalam bidang Farmasi, aliran pada sirup obat dari


botolnya.

suatu sediaan dikenal dengan istilah


rheologi. Penekanan atau
pemencetan sediaan

• Rheologi berasal dari bahasa Yunani,


Pelewatan dari suatu dari suatu tube atau
jarum suntik yang wadah lain yang dapat
diproduksi oleh berubah bentuk.

terdiri dari dua kata yaitu Rheo yang


industri. Misalnya proses
Rheologi pemencetan salep
dalam bidang dari tubenya.

artinya mengalir dan logos yang artinya penelitian &


teknologi
ilmu. farmasi

• Menurut Bingham dan Crawford,


rheologi menggambarkan aliran zat Penggosokan dan
pengolesan bentuk

cair atau perubahan bentuk


produk di atas
Pemompaan sediaan
permukaan kulit atau
dan penyimpanan ke
ke dalam kulit.
alat pengisian.

(deformasi) zat di bawah tekanan.


Misalnya proses
pengolesan krim di
wajah.
VISKOSITAS

• Suatu cairan yang memiliki viskositas • Kekentalan (viskositas) pada zat cair ini
(kekentalan) yang rendah, maka cairan disebabkan oleh adanya gaya kohesi
tersebut akan lebih mudah mengalir yaitu gaya tarik menarik antara molekul
misalnya air dan sebaliknya suatu sejenis.
cairan yang memiliki viskositas • Dalam ilmu rheologi, viskositas adalah
(kekentalan) yang tinggi maka cairan- suatu pernyataan tahanan dari suatu
cairan tersebut akan sulit mengalir, cairan untuk mengalir. Makin tinggi
misalnya oli, kecap, saus lombok dan viskositas, maka makin besar
lain-lain. Hal ini bisa dibuktikan dengan tahanannya.
cara menuangkan air dan kecap di atas
lantai yang permukaannya miring. Pasti
air mengalir lebih cepat daripada kecap
tadi.
HAL-HAL YANG MEMENGARUHI VISKOSITAS

1. Suhu
• Suhu sangat memengaruhi tingkat viskositas.
• Semakin tinggi suhu zat cair, maka semakin
kurang kental zat cair tersebut.
• Sebaliknya, semakin tinggi suhu suatu zat gas,
semakin kental zat gas tersebut.
• Pemanasan zat cair menyebabkan molekul-
molekulnya memperoleh energi. Molekul-
molekul cairan bergerak sehingga gaya
interaksi antar molekul melemah.
HAL-HAL YANG MEMENGARUHI VISKOSITAS

2. Tekanan 3. Penambahan bahan lain


• Viskositas cairan naik dengan naiknya • Penambahan gula pasir meningkatkan
tekanan, sedangkan viskositas gas tidak viskositas air.
dipengaruhi oleh tekanan. • Adanya bahan tambahan seperti bahan
suspensi menaikkan viskositas air.
• Pada minyak ataupun gliserin adanya
penambahan air akan menyebabkan
viskositas akan turun karena gliserin
maupun minyak akan semakin encer,
sehingga waktu alirnya semakin cepat.
HAL-HAL YANG MEMENGARUHI VISKOSITAS

4. Berat Molekul 5. Konsentrasi Larutan


• Viskositas naik dengan naiknya berat • Viskositas berbanding lurus dengan
molekul. konsentrasi larutan.
• Misalnya, laju aliran alkohol cepat, • Suatu larutan dengan konsentrasi tinggi
kekentalan alkohol rendah sedangkan akan memiliki viskositas yang tinggi
larutan minyak laju alirannya lambat, pula, karena konsentrasi larutan
viskositas juga tinggi. menyatakan banyaknya partikel zat
• Viskositas akan naik jika ikatan rangkap yang terlarut tiap satuan volume.
semakin banyak. Karena dengan • Semakin banyak partikel yang terlarut,
adanya solute yang berat memberi gesekan antar partikel semakin tinggi
beban yang berat pada cairan sehingga dan viskositasnya semakin tinggi pula.
menaikkan viskositas.
APLIKASI RHEOLOGI DALAM BIDANG FARMASI

Cairan Semisolid

Pelewatan melalui Penyebaran dan pelekatan pada kulit.


mulut wadah, termasuk
Pencampuran cairan
penuangan dari botol,
dengan bahan yang
pengemasan dalam
lain.
botol dan pelewatan Pemindahan dari wadah atau pengeluaran dari
melalui jarum suntik. tube.

Kemampuan zat padat untuk bercampur dengan


Perpindahan cairan, cairan-cairan yang saling bercampur satu
termasuk pemompaan Stabilitas fisik dari dengan lainnya.
dan pengaliran cairan sistem-sistem dispersi.
melalui pipa.
Pelepasan obat dari basisnya.
APLIKASI RHEOLOGI DALAM BIDANG FARMASI

Padatan Pengompresan

Kapasit
Aliran serbuk dari corong
Efisien
ke dalam lubang
as
pencetak tablet atau ke si
dalam kapsul selama Kemampuan pengemasan produk
proses pembuatan. dari padatan dalam bentuk pempro
serbuk atau granul. si dari
sesan.
alat.
Tipe-Tipe Aliran

PEMBAGIAN ALIRAN CAIRAN


Masing-masing sediaan
Farmasi, memiliki karakteristik
aliran yang spesifik. Dalam
bidang Farmasi dikenal dua
jenis aliran.
SISTEM NEWTON

• Aliran newton adalah jenis aliran yang ideal. Pada umumnya cairan yang bersifat ideal
adalah pelarut, campuran pelarut, dan larutan sejati.
• Pada cairan Newton, hubungan antara shearing rate (kecepatan tekanan) dan
shearing stress (besarnya tekanan) adalah linear, dengan suatu tetapan yang dikenal
dengan viskositas atau koefisien viskositas.
• Tipe alir ini umumnya dimiliki oleh zat cair tunggal serta larutan dengan struktur
molekul sederhana dengan volume molekul kecil. Tipe aliran yang mengikuti Sistem
Newton, viskositasnya tetap pada suhu dan tekanan tertentu dan tidak tergantung
pada kecepatan geser, sehingga viskositasnya cukup ditentukan pada satu kecepatan
geser.
SISTEM NEWTON

Gambaran Shearing force


Pada aliran Newton, tidak membutuhkan
energi (tekanan) untuk bisa mengalir
karena akan mengalir dengan sendirinya
mengikuti gaya gravitasi sehingga
viskositas (kekentalan zat) tidak berubah.
Contohnya adalah pada air yang
mengalir, tanpa adanya energi (tekanan),
air dapat mengalir terutama pada daerah
yang miring.
SISTEM NEWTON

Satuan yang digunakan adalah centipoise (cp) Grafik aliran Newton


SISTEM NEWTON

FLUIDITAS VISKOSITAS KINEMATIS

Fluiditas (Φ) adalah kebalikan dari Viskositas kinematis dinyatakan


viskositas: dimana viskositas suatu cairan
dibagi dengan kerapatan cairan
tersebut.
SISTEM NEWTON
Contoh:

• Dengan menggunakan viskositas


Ostwald, diperoleh viskositas aseton
0,313 cp pada suhu 25oC. Kerapatan
aseton pada suhu 25oC adalah 0,788
g/cm3. Berapakah viskositas kinematis
dari aseton pada suhu 25oC?
SISTEM NON
NEWTON
Pada cairan non-Newton, shearing rate
(kecepatan tekanan) dan shearing stress
(besarnya tekanan) tidak memiliki
hubungan linear, viskositasnya berubah-
ubah tergantung dari besarnya tekanan
yang diberikan.
Aliran ini dipengaruhi oleh adanya
kecepatan dan besarnya energi
(tekanan) sehingga bisa mengalir.
Bila tidak diberi tekanan, maka
sediaan ini tidak akan mengalir.
Karena adanya tekanan (energi)
maka viskositas dari sediaan ini akan
berubah.
SISTEM NON NEWTON

ALIRAN PLASTIS Grafik Aliran Plastis


• Kurva aliran plastis tidak melalui titik (0,0) tapi
memotong sumbu shearing stress pada suatu
titik tertentu yang dikenal dengan sebagai
harga yield.
• Cairan plastis tidak akan mengalir sampai
shearing stress dicapai sebesar yield value
tersebut.
• Aliran plastis diaplikasikan pada suspensi
dengan partikel-partikel yang terflokulasi.
(Suspensi terflokulasi adalah suspensi dengan
ukuran partikel yang besar, sehingga bila
mengendap, tidak terbentuk endapan yang
rapat, dan bila dikocok, akan segera terdispersi
dalam pembawanya).
SISTEM NON NEWTON
ALIRAN PLASTIS

Contoh:
• Suatu bahan plastis diketahui
mempunyai yield value 5200 dyne cm-2.
Pada shearing stress di atas yield value,
F ditemukan meningkat secara linear
dengan meningkatnya G. Jika rate of
shear 150 detik-1 pada saat F 8000 dyne
cm-2, hitung U (viskositas plastis) dari
sampel tertentu.
SISTEM NON NEWTON

ALIRAN PSEUDOPLASTIS Aliran pseudoplastis sederhana


• Viskositas menurun dengan meningkatnya rate
of share (kecepatan tekanan).
• Terjadi pada molekul berantai panjang seperti
polimer-polimer termasuk gom, tragakan,
natrium alginat, metil selulosa, karboksi
metilselulosa.
• Meningkatnya shearing stress (besarnya
tekanan) menyebabkan keteraturan polimer
sehingga mengurangi tahanan.
• Kurva untuk aliran pseudoplastis dimulai dari
titik (0,0) , tidak ada harga yield.
SISTEM NON NEWTON

ALIRAN PSEUDOPLASTIS Gambaran Aliran Pseudoplastis


• Sistem pseudoplastis disebut pula sebagai sistem
geser encer (shear-thinning) karena dengan
menaikkan tekanan geser viskositas menjadi turun.
• Contoh dalam kehidupan sehari-hari adalah kecap
atau saus tomat. Sebelum dikocok, saus tomat akan
susah dituang dari botol, tetapi setelah dikocok
maka akan mudah dikeluarkan dari botol. Apabila
semakin dikocok maka akan bertambah encer. Hal
ini disebabkan karena pengocokan menyebabkan
kekentalan menjadi berkurang. Kandungan natrium
CMC pada saus tomat sebagai bahan pensuspensi
karena adanya pengocokan maka struktur
polimernya makin beraturan sehingga makin encer.
SISTEM NON NEWTON

ALIRAN DILATAN Grafik Aliran Dilatan


• Aliran dilatan merupakan kebalikan dari aliran
pseudoplastis . Disebut sebagai sistem geser kental
(shear-thickeningsystem)
• Dimiliki oleh suspensi yang berkonsentrasi tinggi
(>50%) dari partikel yang terdeflokulasi
• Viskositas meningkat dengan bertambahnya rate of
shear. Dalam pengeluarannya dari wadah
membutuhkan tekanan yang kuat.
• Pada saat shearing stress (pengocokan) meningkat,
partikel (bulk) akan menyebar dan mengembang
atau memuai (dilate) sehingga ruang kosong
bertambah yang menyebabkan hambatan aliran
meningkat (tidak dibasahi) akhirnya terbentuk pasta
kaku
SISTEM NON NEWTON

ALIRAN DILATAN Diagram Aliran Dilatan


Contoh:
• Pada bedak calamin, pada saat di dalam botol
yang didiamkan, konsistensinya encer dan
partikelnya mengendap, tetapi setelah adanya
pengocokan maka partikel yang tadinya
mengendap akan menyebar dan menambah
kekentalan dari lotio.
• Aliran dilatan ini diaplikasikan pada sediaan
bentuk salep dan pasta. Sediaan salep dan
pasta, butuh tekanan yang lebih besar untuk
mengeluarkan dari wadah.
SISTEM NON NEWTON

ALIRAN THIKSOTROPIK Diagram Aliran Thiksotropik


• Tipe sediaan thiksotropik bila dalam keadaan
diam, akan menyerupai suatu gel.
• ketika diberi tekanan misalnya pengocokan,
struktur gel ini akan terpecah menjadi partikel-
partikel yang lurus yaitu sol.
• Pada saat pengocokan dihilangkan, tahap demi
tahap struktur gel kembali terbentuk. (Gel sol
gel (proses pertama berlangsung cepat
sedangkan proses kedua berlangsung lebih
lambat).
SISTEM NON NEWTON

ALIRAN THIKSOTROPIK Contoh


• Jadi, aliran thiksotropik, jika diterapkan • Aliran ini telah diterapkan pada
dalam sebuah sediaan Farmasi, maka suspensi parenteral prokain penisilin G.
akan menghasilkan sebuah sediaan • Pada saat melalui jarum suntik,
yang baik. Hal ini disebabkan karena strukturnya terpecah. Setelah masuk ke
sediaan ini bila dikocok, viskositas dalam jaringan, strukturnya kembali
sediaan akan bertambah, namun bila terbentuk. Hal ini mengakibatkan
pengocokan dihentikan maka terbentuknya suatu depot pada tempat
partikelnya tidak akan mengendap injeksi di otot, sehingga sedikit demi
cepat, sehingga penampilan dari sedikit zat aktifnya akan terlepas dan
sediaan ini kelihatan menarik karena akan masih tersedia selalu di dalam
keseragaman penyebaran partikel. tubuh dalam waktu yang relatif lama.
SISTEM NON NEWTON
ALIRAN ANTITHIKSOTROPIK

• Merupakan kebalikan dari aliran


thiksotropi (Sol menjadi gel menjadi
sol). Contohnya: magma magnesia.
• Sediaannya mengandung zat padat
dalam jumlah sedikit (1-10%) dan
terflokulasi.
• Bila dikocok, struktur sol akan menjadi
gel, dimana kekentalannya bertambah,
sehingga terjadi hambatan untuk
mengalir, namun bila didiamkan akan
kembali menjadi sol.
ALIRAN YANG DIAPLIKASIKAN DALAM FARMASI
Dalam bidang Farmasi, jenis aliran thiksotropik yang merupakan aliran yang ideal yang
diinginkan untuk bentuk suspensi, emulsi, lotio, krim, salep serta suspensi parental yang
digunakan untuk depot terapi intramuskular. Kriteria dari aliran tiksotropik dalam
sediaan misalnya berikut ini.

Suspensi thiksotropik tidak akan mengendap dengan segera dalam wadahnya.

Menjadi cair bila dikocok.

Keseragaman suspensi bertahan lama selama digunakan.

Suspensi thiksotropik memperoleh kembali konsistensinya dengan cepat sehingga partikel-partikel tetap berada dalam keadaan
tersuspensi.

Untuk suspensi parental thiksotropik bersifat shear-thinking sehingga pada saat melewati jarum suntik, struktur suspensi terpecah, dan
akan membentuk depot pada tempat injeksi.
Thank
You

Anda mungkin juga menyukai