0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan12 halaman

PBL Alat Peraga Tingkatkan Minat Fisika

Penelitian ini mengeksplorasi penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang dibantu alat peraga untuk meningkatkan minat dan hasil belajar fisika siswa di MA Uswatun Hasanah Semarang. Hasil menunjukkan peningkatan minat belajar siswa dengan rata-rata 81,786% dan hasil belajar dengan koefisien N-gain 0,21, yang termasuk dalam kriteria rendah, namun ketuntasan hasil belajar mencapai 85%. Kesimpulannya, model PBL berbantuan alat peraga memiliki pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.

Diunggah oleh

Ririh Alwah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan12 halaman

PBL Alat Peraga Tingkatkan Minat Fisika

Penelitian ini mengeksplorasi penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang dibantu alat peraga untuk meningkatkan minat dan hasil belajar fisika siswa di MA Uswatun Hasanah Semarang. Hasil menunjukkan peningkatan minat belajar siswa dengan rata-rata 81,786% dan hasil belajar dengan koefisien N-gain 0,21, yang termasuk dalam kriteria rendah, namun ketuntasan hasil belajar mencapai 85%. Kesimpulannya, model PBL berbantuan alat peraga memiliki pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.

Diunggah oleh

Ririh Alwah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Physics Education Research Journal Vol. 3 No.

1 (2021), 41-52
P-ISSN: 2685-6190
e-ISSN: 2714-7746

Penerapan Model Problem Based Learning (PBL)


Berbantuan Alat Peraga untuk Meningkatkan Minat
dan Hasil Belajar Fisika Siswa MA

A. Pujiyanti1* , Ellianawati2, dan W. Hardyanto3

Program Pascasarjana Pendidikan Fisika, Universitas Negeri Semarang, Indonesia


* Email: arikpujiyanti26@[Link]

Received: October 25th, 2020. Accepted: February 10th, 2021. Published: February 28th, 2021

Abstrak
Implementasi kurikulum 2013 memunculkan beberapa inovasi
dalam proses pembelajaran termasuk menggunakan model PBL.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat dan hasil
belajar peserta didik setelah diberi perlakuan dengan model
Problem Based Learning (PBL) berbantuan alat peraga. Jenis
penelitian yang digunakan adalah penelitian pra-eksperimental
dengan rancangan one-shot case study. Sampel penelitian terdiri
atas 14 peserta didik MA Uswatun Hasanah Semarang. Teknik
pengumpulan data menggunakan instrumen tes tertulis dan
angket minat belajar peserta didik. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik yang dianalisis
dengan uji N-gain mengalami peningkatan dengan koefisien N-
gain 0,21 yang termasuk pada kriteria rendah. Persentase minat
belajar peserta didik diperoleh hasil rata-rata sebesar 81,786%
sehingga deikategorikan sangat baik. Hasil penelitian juga
menunjukkan penggunaan model PBL memeroleh ketuntasan
hasil belajar materi Gerak Melingkar sebesar 85% sehingga dapat
disimpulkan bahwa model PBL berbantuan alat peraga memiliki
pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik.

Abstract
The implementation of the 2013 curriculum led to several
innovations in the learning process including using the Problem
Based Learning (PBL) model. This study aims to determine the
interests and learning outcomes of students after being treated
with the PBL model assisted by teaching aids. This type of

doi:10.21580/perj.2021.3.1.6666
[Link] 41
Phy. Educ. Res. J. Vol. 3 No. 1 (2021), 41-52

research is a pre-experimental study with a one-shot case study


design. The research sample consisted of 14 students of MA
Uswatun Hasanah Semarang. The data collection technique
used a written test instrument and a student interest
questionnaire. The results of this study indicate that the learning
outcomes of students analyzed by the N-gain test have
increased with an N-gain coefficient of 0.21 which is included in
the low criteria. The percentage of students' interest in learning
obtained an average result of 81.786% so that it is categorized as
very good. The results also showed that the use of the PBL
model resulted in 85% completeness of the learning outcomes
of the Circular Motion material so it could be concluded that the
PBL model assisted by teaching aids had an influence on the
learning outcomes of students. ©2021PERJ

Keywords: Interest to Learn; Learning outocomes; PBL (Problem Based


Learning).
(Jannah, Rahmawati, & Reffiane,
PENDAHULUAN 2020). Guru harus menyadari bahwa
setiap peserta didik memiliki cara
Pendidikan merupakan kegiatan yang berbeda untuk belajar dan
yang terencana untuk mewujudkan memahami informasi baru,
proses belajar mengajar dengan sehingga perlu dibimbing dengan
tujuan mengembangkan potensi berbagai model yang ada serta
peserta didik, agar memiliki media dengan menyesuaikan
kemampuan KI 1, KI 2, KI 3, dan KI kondisi saat ini. Hal ini bertujuan
4 (Yulianto, Tusmiyati, & untuk memaksimalkan informasi
Widiastuti, 2020). Pembahasan yang dapat peserta didik pahami
tentang pendidikan tidak dapat dalam kegiatan belajar mengajar
terlepas dari pembelajaran di (Wa, Makatita, & Lisaholit, 2019).
sekolah. Era globalisasi dalam konteks
Tujuan pembelajaran adalah pendidikan diarahkan pada
untuk memeroleh perubahan pembelajaran, inovasi ketrampilan,
tingkah laku setiap peserta didik serta mempertimbangkan
yang dikarenakan adanya proses kelestarian lingkungan untuk
pembelajaran (Ismail, 2011). jangka panjang (Fadly, 2017).
Pendidik diharapkan tidak hanya Keterampilan belajar dan inovasi
sekedar menyampaikan materi yang dimaksud adalah kemampuan
untuk mentransfer konsep pada untuk berpikir kritis dan
proses pembelajaran, tetapi juga memecahkan masalah,
dapat mengaktifkan peserta didik berkomunikasi dan berkolaborasi,
agar pembelajaran lebih efektif

42 [Link]
Phy. Educ. Res. [Link]. 3 No. 1 (2021), 41-52

serta kreatif dan inovatif (Nurtanto, laboratorium IPA. Terbatasnya alat


Moh, & Sofyan, 2020). praktikum tersebut mennjadi tugas
Tujuan dari Kurikulum 2013 guru untuk menciptakan berbagai
yaitu untuk menciptakan peserta karya yang dapat dijadikan sebagai
didik sebagai penerus bangsa secara penunjang untuk melakukan
integratif (Setyorini, 2020). praktikum sesuai dengan
Pengintegrasian tersebut sebagai penerapan kurikulum saat ini.
upaya memperbaiki peringkat Implementasi kurikulum 2013
Program for International Student menganjurkan bahwa guru harus
Assessment (PISA) dan TIMSS lebih inovatif, yaitu dengan
(Trends in International Mathematics memunculkan beberapa inovasi
and Science Study) yang dalam proses pembelajaran
peringkatnya semakin menurun. termasuk di dalamnya model PBL.
Kurikulum 2013 revisi memiliki Model tersebut digambarkan
beberapa karakteristik, salah sebagai model pembelajaran
satunya pendekatan saintifik dalam konstruktivisme yang berasumsi
proses pembelajaran yang meliputi bahwa belajar adalah hasil dari
5M (Mengamati, Menanya, interaksi kognitif dan sosial yang
Mencoba, Mengasosiasi/Menalar, berasal dari lingkungan yang
dan Mengkomunikasikan). Akan berfokus pada suatu masalah
tetapi, kurikulum 2013 masih (Maskur, Sumarno, & Rahmawati,
mengalami kendala dalam hal 2020).
capaian (Nurmeipan & Hermanto, Pembelajaran fisika sesuai
2020). dengan kurikulum Indonesia (K13),
Lingkungan belajar di MA bertujuan untuk menumbuhkan
Uswatun Hasanah cukup memadai. sikap ilmiah, mengembangkan
Namun berdasarkan hasil observasi, keterampilan berpikir dan
terdapat kekurangan media untuk pengalaman untuk merumuskan
memandu proses pembelajaran. masalah, mengusulkan dan
Selain itu, MA Uswatun Hasnah memverifikasi hipotesis,
belum memiliki alat peraga fisika mengkomunikasikan hasil
yang berkaitan dengan konsep eksperimen, memahami konsep
gerak melingkar, sehingga guru fisika, serta mengembangkan IPEK
untuk mengajak peserta didik agar (Kemendikbud, 2014). Penelitian
mencapai tujuan pembelajaran yang bertujuan untuk mengetahui
harus lebih kreatif. Permasalahan tingkat keterampilan berpikir kritis
yang dihadapi di MA Uswatun melalui model pembelajaran PBL
Hasanah yaitu terbatasnya alat telah dilakukan oleh Putri,
praktikum fisika, sehingga selama Pursitasari, & Rubini (2020). Hasil
proses pembelajaran guru masih penelitian tersebut diperoleh tingkat
kesulitan mengajak peserta didik N-gain sebesar 72% dan respons
untuk belajar praktik di peserta terhadap penerapan

[Link] 43
Phy. Educ. Res. J. Vol. 3 No. 1 (2021), 41-52

pembelajaran dengan model PBL pembelajaran yaitu alat peraga


sebesar 81% dan termasuk kategori percepatan sentripetal. Alat peraga
baik (Putri, Pursitasari, & Rubini, tersebut dilengkapi dengan sensor
2020). untuk mendeteksi kecepatan sudut
Melalui model PBL, peserta didik dalam satuan rpm pada gerak
menjadi terbiasa belajar dari melingkar. Alat peraga ini sudah
masalah aktual dan faktual dalam berifat otomatis, sehingga peserta
kehidupan sehari-hari, belajar didik tidak harus menghitung setiap
kelompok dan diskusi untuk benda yang mengalami gerak
mempelajari masalah, mencari melingkar secara manual. Salah satu
informasi yang relevan, tujuan penggunaan alat tersebut
mengumpulkan informasi, adalah agar minat belajar peserta
meninjau alternatif solusi yang ada, didik meningkat (Slameto, 2010).
dan menyusun tindakan Minat belajar merupakan faktor
penyelesaian (Mann & Chang, 2019). instrinsik yang memiliki peran
Oleh karena itu, peserta didik dapat terhadap hasil belajar peserta didik,
memahami teori secara mendalam sedangkan hasil belajar adalah
melalui pengalaman praktik perubahan-perubahan yang terjadi
pembelajaran empiris. Model pada diri peserta didik, yang
tersebut juga memiliki kelemahan menyangkut 3 aspek (kognitif,
misalnya ada beberapa peserta afektif, dan psikomotorik)
didik yang menghadapi kesulitan (Purwanto, 2009).
untuk berpikir kritis. Berdasarkan Penelitian yang telah dilakukan
kelemahan tersebut, akan lebih oleh Purwanto, dkk (2016) tentang
efektif jika pendidik menggunakan penggunaan model Problem Based
media yang menarik seperti alat Learning (PBL) dengan media power
peraga sebagai sarana point menyatakan bahwa model PBL
pembelajaran. jika diterapkan dalam proses
Alat peraga merupakan salah pembelajaran tidak hanya
satu media pembelajaran yang memengaruhi hasil belajar peserta
dijadikan sebagai sarana didik, tetapi juga memengaruhi
menyampaikan pesan dan minat belajar peserta didik. Adanya
informasi, sehingga memunculkan integrasi media power point dengan
minat peserta didik untuk belajar model PBL mendorong peserta
(Sundayana, 2015). Alat peraga juga didik untuk aktif dalam
digunakan untuk memperagakan menyelesaikan dan memecahkan
materi, sehingga peserta didik dapat permasalahan yang diberikan oleh
lebih mudah memahami materi guru (Purwanto, Djatmika R.W.W,
pembelajaran tersebut (Asyhar, & Hariyono, 2016). Model PBL
2011). selain diintegrasikan dengan media
Salah satu alat peraga yang power point juga dapat
digunakan sebagai media diintegrasikan dengan alat peraga.

44 [Link]
Phy. Educ. Res. [Link]. 3 No. 1 (2021), 41-52

Alat peraga yang digunakan 92,5%, dan LKPD (Lembar Kerja


dalam penelitian ini yaitu alat Peserta Didik) dengan kelayakan
peraga sentripetal yang diterapkan 75% sehingga layak digunakan.
dalam pembelajaran. Prinsip kerja Instrumen penelitian yang
alat peraga ini seperti kipas angin, digunakan yaitu tes hasil belajar
yang memiliki akrilik berbentuk berupa soal uraian telah divalidasi
lingkaran serta dapat bergerak dan diperoleh kelayakan 75%.
melingkar. Alat peraga yang Instrumen yang digunakan untuk
digunakan dalam percobaan mengetahui minat peserta didik
bertujuan untuk menentukan terhadap model PBL berbantuan
percepatan sentripetal, percepatan alat peraga adalah angket dengan
sudut, kecepatan linier, dan gaya skala likert.
sentripetal. Implementasi model Teknik analisis data penelitian
Problem Based Learning (PBL) meliputi teknik analisis hasil belajar
berbantuan dengan alat peraga dan angket minat peserta didik.
dapat membuat peserta didik lebih Analisis statistik untuk uji
memahami konsep gerak melingkar normalitas yang digunakan yaitu uji
yang ditunjukkan dengan one-sample kolmogorov-smirnov
peningkatan nilai hasil belajar. test. Alasan penggunaan uji tersebut
Model PBL berbantuan dengan alat dikarenakan sampel yang
peraga diharapkan dapat digunakan terbatas, yaitu 1 kelas.
memberikan peningkatan minat dan Selain itu, juga dilakukan uji N-gain
hasil belajar yang signifikan kepada untuk menganalisis perbedaan hasil
peserta didik. belajar peserta didik sebelum diberi
dan setelah diberi perlakuan.
METODE Sebelum dianalisis menggunakan
Jenis penelitian yang digunakan uji N-gain, perlu dilakukan uji one
adalah pra-eksperimental dengan sample t-test. Analisis angket respon
rancangan One-shot Case Study. peserta didik terhadap penerapan
Penelitian telah dilaksanakan di MA model PBL berbantuan alat peraga
Uswatun Hasanah Semarang. dilakukan dengan menghitung rata-
Populasi penelitian terdiri atas 14 rata dari empat aspek yaitu
peserta didik kelas XII yang telah implementability, kesinambungan,
menerima materi gerak melingkar. appropriatene, dan kemenarikan.
Prosedur pengambilan sampel pada
penelitian dilakukan dengan teknik HASIL DAN PEMBAHASAN
sampel jenuh, yaitu dengan Data penelitian diperoleh dari
menggunakan seluruh anggota nilai pretest dan posttest peserta
populasi sebagai sampel penelitian. didik, serta hasil angket yang
Perangkat pembelajaran yang diberikan setelah pembelajaran.
digunakan yaitu silabus, RPP yang Hasil analisis data nilai pretest dan
telah divalidasi dengan kelayakan nilai posttest menunjukkan rata-rata

[Link] 45
Phy. Educ. Res. J. Vol. 3 No. 1 (2021), 41-52

hasil belajar peserta didik sebelum diperoleh nilai 0,623 sehingga


dan setelah diberi perlakuan terdistribusi normal, karena tidak
mengalami sedikit peningkatan terdapat perbedaan antara data
yaitu dari rata-rata 72,36 menjadi dengan kurva normal.
78,21. Hasil analisis one-sample Data nilai pre-test dan posttest
kolmogorov-smirnov test dianalisis menggunakan uji one
menunjukkan bahwa 14 peserta sample t-test. Uji ini termasuk bagian
didik memperoleh nilai rata-rata dari statistik parametrik, sehingga
72,3571 dengan standar deviasi 2,43. asumsi dasar yang harus terpenuhi
Data tersebut terdistribusi normal adalah data penelitian yang
berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh harus berdistribusi
diperoleh nilai D = 0,201 (p > 0,05) normal. Uji one sample t-test dalam
atau Z= 0,752 (p > 0,05). Hasil penelitian ini digunakan untuk
perhitungan Asymp. Sig. (2-tailed) membandingkan rata-rata sampel
digunakan untuk membuktikan yang diteliti. Hasil analisis dengan
bahwa distribusi yang diamati tidak uji one sample t-test disajikan pada
menyimpang secara signifikan. Tabel 1.
Hasil dari analisis tersebut

Tabel 1. Hasil Analisis One Sample t-Test


Test Value = 73
t df Sig. (2- Mean 95% Confidence
tailed) Difference Interval of the
Difference
Lower Upper
Nilai 0,987 13 0,342 0,64286 -2,0500 0,7643

Berdasarkan hasil analisis uji one normalitas dengan uji one-sample


sample test dapat disimpulkan kolmogorov-smirnov pada nilai
bahwa Ho diterima karena nilai sig. posttest disajikan pada Tabel 2.
(2-tailed) > 0,05. Hasil analisis uji

Tabel 2. Hasil Analisis Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov (posttest)

Kriteria Nilai
N 14
Normal Parameters(a,b) Mean 78,2143
Std. Deviation 6,68153
Kolmogorov-Smirnov Z 0,662
Asymp. Sig. (2-tailed) 0,774

Tabel 2 menunjukkan data nilai hasil analisis data yang diperoleh


posttest terdistribusi normal, karena nilai Z= 0,662 (p > 0,05). Hasil

46 [Link]
Phy. Educ. Res. [Link]. 3 No. 1 (2021), 41-52

analisis nilai posttest selanjutnya test. Analisis uji one sample test
yaitu menggunakan uji one sample disajikan pada Tabel 3.

Tabel 3. Analisis Uji One Sample Test (Posttest)

Test Value = 73

t df Sig. (2-tailed) Mean 95% Confidence Interval of the


Difference Difference
Lower Upper

2,920 13 0,012 5,21429 1,3565 9,0721

Berdasarkan hasil analisis uji one Hasil belajar peserta didik juga
sample test nilai posttest disimpulkan dilihat dari empat indikator soal,
bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. yang disajikan pada Tabel 4.
Hal ini menunjukkan bahwa Perbandingan hasil belajar peserta
terdapat perbedaan rata-rata nilai didik juga dapat dilihat dari uji N-
pre-test dan posttest. Rata-rata nilai gain yaitu membandingkan nilai
pre-test diperoleh 72,3 sedangkan pre-test dan posttest. Hasil analisis uji
nilai posttest 78,2. Hasil penelitian ini N-gain disajikan dalam Tabel 5.
sesuai dengan hasil penelitian yang
diakukan oleh Malmia, dkk (2019) Tabel 4. Hasil Belajar Berdasarkan
yaitu terdapat peningkatan hasil Indikator Soal
belajar setelah menggunakan Capaian
Indikator
pembelajaran berbasis masalah. (%)
Peningkatan hasil belajar tersebut Menentukan besar
disebabkan pembelajaran berbasis perpindahan sudut
masalah membantu peserta didik pada gerak melingkar
yang dikaitkan dengan 86
untuk mendapatkan informasi yang
permasalahan
sudah ada di benak peserta didik
kontekstual
berkaitan dengan pengetahuan
dasar dan kompleks. Selain itu, PBL Menentukan
percepatan sentripetal 78
melibatkan peserta didik pada saat
pembelajaran untuk menyelesaikan Menganalisis dan
permasalahan yang berkaitan menentukan kecepatan 78
dengan kehidupan nyata, sehingga linier
rasa ingin tahu peserta didik Menentukan besar
meningkat. Apabila rasa ingin tahu 71
gaya sentripetal
meningkat, maka peserta didik
termotivasi untuk belajar sehingga
memengaruhi hasil belajar (Malmia,
Makatita, & Lisaholit, 2019).

[Link] 47
Phy. Educ. Res. [Link]. 3 No. 1 (2021), 41-52

Tabel 5. Analisis Uji N-gain


Kriteria Jumlah Peserta Didik N-gain Keterangan
Rendah 9
Sedang 5 0,21 Rendah
Tinggi 0

Tabel 5 menunjukkan bahwa percepatan sentripetal yang


nilai N-gain yang diperoleh digunakan selama proses
termasuk kategori kriteria rendah. pembelajaran merupakan salah satu
Rendahnya nilai N-gain disebabkan faktor eksternal yang membuat
peserta didik baru pertama kali peserta didik menjadi lebih tertarik
mengenal alat peraga percepatan dalam mengikuti pembelajaran
sentripetal, sehingga masih terdapat fisika.
kesulitan dalam penggunaan alat Minat belajar peserta didik
peraga yang digunakan. Meskipun diukur menggunakan angket.
nilai N-gain yang diperoleh rendah, Analisis data minat belajar peserta
dapat disimpulkan bahwa hasil didik dilihat berdasarkan rata-rata
belajar peserta didik menggunakan persentase pada tiap aspek media
model PBL berbantuan alat peraga yang digunakan. Rata-rata persentase
pada konsep gerak melingkar tiap aspek media disajikan pada
mengalami sedikit peningkatan. Tabel 6.
Media pembelajaran alat peraga

Tabel 6. Minat belajar peserta didik

Aspek
Implementability (%) Kesinambungan Appropriatenes Kemenarikan
(%) (%) (%)
80 80,952 80 86,19
Rata-rata Persentase 81,786

Tabel 6 menunjukkan persentase implementability memperoleh nilai


minat tertinggi terdapat pada aspek 80%, dikarenakan terdapat peserta
kemenarikan. Hal tersebut didik yang kesulitan dalam
disebabkan peserta didik mayoritas mengoperasikan alat peraga yang
memiliki keinginan mengeksplor digunakan. Pada aspek
materi dengan alat peraga. kesinambungan berkaitan dengan
Kemampuan eksplorasi dan penggunaan alat peraga
pemahaman materi dipengaruhi memperoleh persentase 80,952%.
oleh berbagai keterampilan pada Hal ini dikarenakan menurut
saat proses pembelajaran peserta didik, alat peraga yang
(Susilawati 2020). Aspek digunakan sudah sesuai untuk

48 [Link]
Phy. Educ. Res. [Link]. 3 No. 1 (2021), 41-52

memenuhi kebutuhan pembelajaran terhadap pembelajaran fisika


pada masa kini. Aspek dengan model PBL berbantuan alat
appropriatenes berkaitan dengan peraga diperoleh skor rata-rata
kecocokan alat peraga untuk 81,79% sehingga dapat disimpulkan
pembelajaran konsep gerak peserta didik memiliki minat belajar
melingkar, memperoleh nilai 80%. fisika dengan model PBL
Appropriatenes dapat ditumbuhkan berbantuan alat peraga yang
dengan bantuan aplikasi sebagai akhirnya memengaruhi hasil
mediadalam proses pembelajaran belajar.
(Rais et al. 2020). Perbedaan
persentase pada tiap aspek DAFTAR PUSTAKA
disebabkan setiap peserta didik
mengalami kendala yang berbeda Asyhar, R. 2011. Kreatif
saat pemakaian alat peraga tersebut. Mengembangkan Media
Beradasarkan hasil analisis data, Pembelajaran. Jakarta: Gaung
minat belajar peserta didik Persada (GP) Press.
dikategorikan sangat baik. Fadly, W. 2017. Tinjauan
Kepraktisan Model
KESIMPULAN Pembelajaran Fisika
“PRODUKSI” Terhadap
Berdasarkan hasil penelitian Keterlaksanaan Pembelajaran
yang telah dilakukan disimpulkan dan Aktivitas Belajar Siswa.
bahwa model PBL berbantuan alat Scientiae Educatia: Jurnal
peraga dapat meningkatkan hasil Pendidikan Sains, 6 (2), 111-124.
belajar secara signifikan. Hal ini Ismail, S. 2011. Strategi Pembelajaran
dapat dilihat dari nilai rata-rata Agama Islam Berbasis PAIKEM.
posttest yang lebih tinggi dari nilai Semarang: RaSAIL Media
pretest yaitu 78,21 dengan t (t hitung) Group.
diperoleh 2,920. Hal ini Jannah, A. R., Rahmawati, I., &
menunjukkan bahwa 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > Reffiane, F. 2020. Keefektifan
𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka dapat disimpulkan Model PBL Berbantu Media
bahwa pembelajaran menggunakan Audio-Visual Terhadap Hasil
model PBL dengan berbantuan alat Belajar Tema Indahnya
peraga percepatan semtripetal Keberagaman Di Negeriku.
dapat meningkatkan hasil belajar Mimbar PGSD Undiksha, 8(3),
peserta didik. Meningkatnya hasil 342-350.
belajar peserta didik juga dapat Kemendikbud. 2014. Materi
dilihat dari hasil analisis N-gain, Pelatihan Implementasi
diperoleh 0,21 dengan kriteria Kurikulum 2013 Tahun Ajaran
rendah. Minat peserta didik 2014 Mata Pelajaran Fisika

[Link] 49
Phy. Educ. Res. J. Vol. 3 No. 1 (2021), 41-52

SMA/SMK. Jakarta: Nurtanto, M., Moh, F., & Sofyan, H.


Kemendikbud. 2020. Problem Based Learning
Malmia, W., Makatita, S. H., & (PBL) in Industry 4.0:
Lisaholit, S. 2019. Problem- Improving Learning Quality
Based Learning As An Effort To through Character-Based
Improve Student Learning Literacy Learning and Life
Outcomes. International Journal Career Skill (LL-LCS). Journal
Of Scientific & Technology of Physics: Conference Series, 1-
Research, 8(9), 1140-1143. 10.
Mann, L., & Chang, R. 2019. From Perpusnas. 2003. Dipetik Januari 29,
problem-based learning to 2021, dari
practice-based education: a [Link]:
framework for shaping future [Link]
engineers. European Journal Of Purwanto. 2009. Evaluasi Hasil
Engineering Education, 1-21. Belajar. Yogyakarta: Pustaka
Maskur, R., Sumarno, & Pelajar.
Rahmawati, Y. 2020. The Purwanto, W., Djatmika R.W.W, E.
Effectiveness of Problem Based T., & Hariyono. 2016.
Learning and Aptitude Penggunaan Model Problem
Treatment Interaction in Based Learning dengan Media
Improving Mathematical Power Point untuk
Creative Thinking Skills on Meningkatkan Minat Belajar
Curriculum 2013. European Siswa. Jurnal Pendidikan: Teori,
Journal of Educational Research, Penelitian, dan Pengembangan,
9(1): 375-383. 1(9), 1700-1705.
Noviansyah, M. I., Mursyid, S., & Putri, C. D., Pursitasari, I. D., &
Sirait, J. ([Link].). Pengaruh Rubini, B. 2020. Problem Based
Pembelajaran Gerak Melingkar Learning Terintegrasi STEM di
Beraturan Berbantuan Alat Era Pandemi Covid-19 untuk
Peraga Portable Board Meningkatkan Keterampilan
Terhadap Hasil Belajar Siswa. Berpikir Kritis Siswa. JIPI
Program Studi Pendidikan (Jurnal IPA dan Pembelajaran
Fisika FKIP UNTAN. IPA), 4(2): 193-204.
Nurmeipan, R., & Hermanto, F. Rais, A.A., Lukman, H. &
2020. Imolementasi Kurikulum Sulistiawati. 2020. Pemahaman
2013 pada Materi IPS Kelas VIII Konsep Siswa melalui Model
di SMP Sekecamatan Inkuiri Terbimbing Berbantuan
Gunungpati. Sosiolium, 2(1), Simulasi PhET. Physics
28-34. Education Research Journal,
2(1): 1-8

50 [Link]
Phy. Educ. Res. [Link]. 3 No. 1 (2021), 41-52

Setyorini, I. 2020. Pandemi Covid-19 Induksi Magnetik. Jurnal


dan Online Learning: Apakah Penelitian Pembelajaran Fisika,
berpengaruh Terhadap Proses 11(1): 69-74.
Pembelajaran Pada Kurikulum Wa, M., Makatita, S. H., & Lisaholit,
2013. Journal of Industrial S. 2019. Problem Based
Engineering & Management Learning As An Effort to
Research (JIEMAR), 1(1): 95-102. Improve Student Learning
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor- Outcomes. International Jounal
Faktor yang Mempengaruhinya. Of Scientific & Technology
Jakarta: Rineka Cipta. Research, 8(9): 1140-1143.
Sugiyono. 2015. Metodelogi Penelitian Yulianto, H. T., Tusmiyati, A., &
Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Widiastuti, H. 2020.
Sundayana. 2015. Statistika Penelitian Peningkatan Aktivitas dan
Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Hasil Belajar Siswa Melalui
Susilawati. 2020. Eksplorasi Konten, Penerapan Model Problem
Keterampilan Argumentasi, Based Learning (PBL). Teaching
Diskusi Ilmiah, dan Interaksi and Learning Journal of
Keterampilannya dengan Mandalika, 1(2): 104-116.
Pengetahuan Konseptual

[Link] 51
Phy. Educ. Res. J. Vol. 3 No. 1 (2021), 41-52

52 [Link]

Anda mungkin juga menyukai