Asuhan Keperawatan pada Bayi RDS
Asuhan Keperawatan pada Bayi RDS
OLEH :
Ns. PERA PUTRA BUNGSU, S. Kep, M. Ns. NEVIA SRI ASTUTI, [Link]
Kep
A. PENGKAJIAN
I. Biodata
a. Identitas Pasien
1. Nama inisial : An. K
2. Tempat, tgl, jam lahir : Payakumbuh. 30 januari 2021 jam 07.55 wib
3. Jenis kelamin : Perempuan
4. Tgl masuk RS : 30 Oktober 2023 jam 10.45 wib
5. Tgl pengkajian : 30 November 2023 jam 15.30 wib
Saat dilakukan pengkajian pada tgl 30 November 2023 jam 15.30 wib,
bayi terpasang CPAP FiO2 30 % PEEP 6, didapatkan kondisi pernafasan 62
x/menit, CRT > 3 detik, saturasi 96%, nadi 113 x/menit, terlihat ada retraksi
dinding dada ringan, sesak tidak ada, sianosis tidak ada, suara nafas kedua
paru baik dan bayi tampak menangis, akral hangat, kulit terlihat kemerahan,
terpasang OGT, dengan diit ASI 8 x 5 cc dan bayi belum asi dengan ibu. BB
bayi 2640 gr.
c. Riwayat prenatal
1. Bayi adalah anak kedua dengan umur kehamilan 37-38 minggu
2. Riwayat penyakit ibu : Ayah bayi Ny. S mengatakan pada kehamilan
kedua ini Ny. S tidak pernah memiliki keluhan berat dan Ny. S juga
tidak ada riwayat penyakit lainnya selama kehamilan, hanya mengeluh
mual dan muntah sampai kehamilan 3 bulan, dan selama kehamilan Tn. R
mengatakan Ny. S tidak ada riwayat alergi makanan atau pun obat-
obatan. Selama kehamilan Ny. S memeriksakan kondisinya ke klinik
dokter setiap 3 bulan sekali.
d. Riwayat Intranatal
1. Diagnosa ibu : SC atas indikasi repeat SC + kontraksi
2. Tanggal lahir : 30 Oktober 2023 jam 07.55 Wib
3. Kondisi lahir : BB/PB : 2640 gr/47 cm, Jenis Kelamin :
perempuan, TP : bugar
4. Ketuban : Jernih, mec : (+), BAK : (+), Anus : (+), Apgar
Score : 5/7
5. Cara persalinan : Sectio Caesarea
6. Anastesi : Spinal
7. Tali pusat : Segar
SKOR DOWNE
SKOR
KRITERIA 0 1 2
PASIEN
Frekuensi < 60 x /menit 60-80 x/menit > 80x /menit 1
Nafas
Retraksi Tidak ada Retraksi ringan Retraksi berat 1
retraksi
Sianosis Tidak ada Sianosis hilang Sianosis 1
sianosis Pemberian O² menetap
walau diberi O²
Suara nafas Suara nafas Suara nafas Tidak ada nafas 1
kedua paru baik dikedua paru dikedua paru
menurun
Merintih Tidak merintih Dapat didengar Dapat didengar 0
dengan tanpa alat bantu
stetoscope
TOTAL 4
KET :
< 3 GAWAT NAFAS RINGAN
4 – 5 GAWAT NAFAS
SEDANG
> 6 GAWAT NAFAS BERAT
2. Pemeriksaan Umum
a. Kepala ⃝ semetris ⃝ Asimetris ⃝ Cephal
Hematoma
⃝ Caput Succedanium ⃝ Anencephali ⃝
Microcephali
⃝ Hydrocephalus
b. Ubun -ubun ⃝ Datar ⃝ Cembung ⃝ Cekung
Lainnya ; ……………………………………….
c. Mata ⃝ Normal ⃝ Anemia ⃝ Ikterus
⃝ Sekret
Lainnya ; ……………………………………….
d. THT ⃝ Normal ⃝ Sianosis ⃝ Sekret
Lainnya ………………………………………
e. Mulut ⃝ Normal ⃝ Labioschizis
⃝ Labiopalatoschizis
⃝ Labiogenatopalatoschizis
f. Mukosa : mukosa bibir tampak kering ⃝ refleks hisap lemah
g. Thorax
Paru ⃝ Normal ⃝ Retraksi ⃝ Sesak
⃝ Merintih ⃝ Sianosis
Jantung (BJ I/II) ⃝ Murni ⃝ Tidak murni ⃝ Reguler
⃝ Tidak Reguler ⃝ Bunyi tambahan
h. Abdomen ⃝ Normal ⃝ Distensi
⃝ Pembesaran hepar
⃝ Bising usus : 30 x/menit
Pembesaran Limpa
i. Tali Pusat ⃝ Segar ⃝ Layu
j. Punggung ⃝ Normal ⃝ Spins Bifida ⃝ Gibus
k. Genetalia ⃝ Laki-laki ⃝ Perempuan
⃝ Kelainan ⃝ Hemaphrodit
l. Anus ⃝ Ada ⃝ Tidak ada ⃝ BAB
meconium (+)
m. Ekstremitas ⃝ Simetris ⃝ Tidak Simetris ⃝ Reflek
Moro ⃝ Edema ⃝ Lainnya : .......................
n. Kulit ⃝ turgor : baik ⃝ Kutis marmorata ⃝ Sianosis
⃝ Ikterus ⃝ Perdarahan
⃝ Hematoma ⃝ Skerelema
⃝ lainnya : .......................................
3. Maturitas Fisik
TANDA -1 0 1 2 3 4 5 SKOR
Kulit Lengket, Merah seperti Merah muda, Permukaan Daerah Seperti kertas, Pecah- pecah, 2
rapuh, agar, gelatin, halus, vena- mengelupas pucat & kulit pecah- kasar, keriput
transparan transparan vena tampak dengan/tanpa pecah, venapecah dalam,
ruam, vena Panjang tidak ada
jarang vena
Lanugo Tidak ada Jarang Banyak Menipis Mulai Umumnya 3
sekali menghilang tidak ada
Permukaan Tumit ibu >50mm Garis-garis Lipatan Lipatan Garis-garis 3
plantar kaki Jari :40- tidak ada merah tipis melintang pada 2/3 pada seluruh
50 garis hanya pada anterior telapak
mm : -1 bagian kaki
<40 mm :- anterior
2
Payudara Tidak Hampir tidak Areola datar, Areola Areola Areola penuh, 3
tampak tampak tidak ada berbintil, timbul, 5-
benjolan benjolan 1-2 benjolan 3- 10 mm
mm 4
mm
Mata/ daun Kelopak Kelopak Pinna sedikit Pinna Pinna Kartilago 2
telinga mata terbuka, melengkung, memutar keras & tebal, telinga
menyatu Pinna datar, lunak, recoil penuh, berbentuk, kaku
tetap lambat lunak, tetapi recoil
terlipat sudah segera
rekoil
Kelamin Skrotum Skrotum Testis pada Testis Testis Testis
laki-laki datar, kosong, kanal bagian menuju diskrotum, pendulous,
halus rugae samar atas, Rugae kebawah, rugae jelas rugae
jarang rugae sedikit dalam
Kelamin Klitoris Klitoris Klitoris Labia mayora Labia Labia mayora 3
perempuan menonjol, menonjol, menonjol, & minora mayora menutupi klitoris
labia lebih labia lebih labia lebih sama-sama besar, labio & labia minora
datar kecil membesar menonjol minora
kecil
Interprestasi hasil skor
4. Kebutuhan Cairan
Intake : ASI/Sufor 8x5 cc
Output : BAB 10 cc
5. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Hasil Nilai rujukan
Hemoglobin 18,6 13.5 – 17.5
Leukosit 13,40 9.40 – 34.00
Eritrosit 5,06 3.90 – 5.10
Hematokrit 52 42.0 – 54.0
Trombosit 167 150 – 400
GDR 72 < 200
IT / IM Ratio 0,17 < 0,2
Dukungan Ventilasi
Observasi :
1. Identifikasi adanya kelelahan otot bantunapas
2. Identifikasi efek perubahan posisi terhadap status pernapasan
3. Monitor status respirasidan oksigenasi
Terapeutik :
1. Pertahankan kepatenan jalan nafas
2. Berikan posisi semi fowler atau fowler
3. Fasilitasi mengubah posisi senyaman mungkin
4. Berikan oksigenasi sesuai kebutuhan
Kolaborasi :
1. Kolaborasi pemberian bronchodilator
2 Menyusui tidak Setelah dilakukan tidakan Promosi ASI Eksklusif
efektif (D.0029) keperawatan 1x24 jam diharapkan Observasi :
berhubungan status menyusui meningkat 1. Identifikasi kebutuhan laktasi bagi ibu padaantenatal,
dengan (L.03029) dengan kriteria hasil : intranatal, dan postnatal
ketidakadekuatan 1. Perlekatan bayi pada payudara Terapeutik :
refleks menghisap ibu meningkatskor 5 1. Fasilitasi ibu melakukan IMD (inisiasi menyusu dini)
bayi 2. Tetesan/pancaran ASI 2. Fasilitasi ibu untuk rawat gabung atau rooming in
meningkat skor 5 3. Dukung ibu menyusui dengan mendampingi ibu
3. Suplai ASI adekuat selama kegiatan menyusui berlangsung
4. Intake bayi meningkat skor 5 4. Diskusikan dengan keluarga tentang ASI eksklusif
5. Hisapan bayi kuat skor 5 Edukasi :
6. Bayi rewel menurun 1. Jelaskan manfaat menyusui bagi ibu dan bayi
2. Jelaskan tanda-tanda bayi cukup ASI (mis: berat badan
meningkat, BAK lebih dari 10 kali/hari, warna urine
tidak pekat)
3. Anjurkan ibu menyusui sesegera mungkin setelah melahirkan
4. Anjurkan ibu memberikan nutrisi kepada bayi hanya
dengan ASI
5. Anjurkan ibu menjaga produksi ASI dengan memerah,
walaupun kondisi ibu atau bayi terpisah
3 Resiko hipotermi Setelah dilakukan tindakan Manajemen Hipotermi
(D.0140) ditandai keperawatan 1 x 24 jam diharapkan Observasi :
dengan bayi baru termoregulasi membaik (L. 14134) 1. Monitor suhu tubuh
lahir dengan kriteria hasil : 2. Identifikasi penyebab hipotermi
1. Suhu tubuh membaik skor 5 3. Monitor tanda gejala akibat hipotermi
2. Suhu kulit membaik skor Terapeutik :
3. Takikardi menurun skor 5 1. Sediakan lingkungan yang hangat\lakukan penghangatan pasif
4. Kulit merah menurun skor 5 (selimut)
E. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN (CATATAN PERKEMBANGAN)
Hari/ No. Evaluasi Paraf
Implementasi Keperawatan
Tanggal/ Jam Dx Kep (SOAP) Perawat
Hari 1 1 Pemantauan Respirasi Jam 17.30 Wib
30 Nov 2023 1. Memonitor frekuensi, irama, DS : -
Jam 16.30 kedalaman dan upaya napas DO :
Wib 2. Memonitor pola napas (bradipnea, 1. Bayi terpasang CPAP FiO2 30 % PEEP 6
takipnea, hiperventilasi, kussmaul) 2. Pernafasan 62 x/menit
3. Mengauskultasi bunyi napas 3. CRT <3 detik
4. Memonitor saturasi oksigen 4. Saturasi 96%
5. Mengatur interval pemantauan 5. Nadi 113 x/menit
respirasi sesuai kondisi pasien per 3 6. Terlihat ada retraksi dinding dada ringan
jam 7. Sesak tidak ada
6. Mendokumentasikan hasil pemantauan 8. Sianosis tidak ada
9. Bayi tampak menangis kuat
Dukungan Ventilasi 10. Skor downe 2 ( gawat nafas ringan)
1. Mengidentifikasi adanya kelelahan 11. Pernafasan cuping hidung
otot bantu napas Analisa :
2. Memonitor status respirasi dan 1. Pola nafas tidak efektif belum teratasi
oksigenasi Perencanaan Selanjutnya :
3. Mempertahankan kepatenan jalan 1. Intervensi pemantauan respirasi dan
nafas dukungan ventilasi dilanjutkan
4. Memfasilitasi mengubah posisi
senyaman mungkin setiap 3 jam
5. Memberikan oksigenasi sesuai
kebutuhan
Hari 1 2 Promosi ASI Eksklusif Jam 17.30 Wib
30 Nov 2023 1. Mengidentifikasi kebutuhan laktasi DS : -
Jam 16.30 bagi ibu pada antenatal, intranatal, dan 1. Ayah bayi Ny. S mengatakan ASI Ny. S