0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan28 halaman

Asuhan Keperawatan pada Bayi RDS

Laporan ini menyajikan asuhan keperawatan pada bayi Ny. K yang mengalami Respiratory Distress Syndrome (RDS) di RS Islam Ibnu Sina Bukittinggi. Pengkajian menunjukkan bayi lahir dengan berat 2640 gram dan panjang 47 cm, mengalami sesak napas dan memerlukan CPAP untuk perawatan. Kondisi bayi membaik dengan saturasi oksigen meningkat dan tidak ada tanda nyeri saat pengkajian.

Diunggah oleh

adie.diputra92
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan28 halaman

Asuhan Keperawatan pada Bayi RDS

Laporan ini menyajikan asuhan keperawatan pada bayi Ny. K yang mengalami Respiratory Distress Syndrome (RDS) di RS Islam Ibnu Sina Bukittinggi. Pengkajian menunjukkan bayi lahir dengan berat 2640 gram dan panjang 47 cm, mengalami sesak napas dan memerlukan CPAP untuk perawatan. Kondisi bayi membaik dengan saturasi oksigen meningkat dan tidak ada tanda nyeri saat pengkajian.

Diunggah oleh

adie.diputra92
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI Ny. K DENGAN


RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME (RDS) DIRUANG AZZAHRA
RS ISLAM IBNU SINA BUKITTINGGI

OLEH :

ADI SAPUTRA, [Link]


2412149011057

Preceptor Akademik Preceptor Klinik

Ns. PERA PUTRA BUNGSU, S. Kep, M. Ns. NEVIA SRI ASTUTI, [Link]
Kep

PROGRAM STUDI PROFESI NERS FAKULTAS


ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS
MOHAMMAD NATSIR
BUKITTINGGI
2025
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA ANAK DENGAN RDS DI RUANGAN ANAK
AZZAHRA

A. PENGKAJIAN
I. Biodata
a. Identitas Pasien
1. Nama inisial : An. K
2. Tempat, tgl, jam lahir : Payakumbuh. 30 januari 2021 jam 07.55 wib
3. Jenis kelamin : Perempuan
4. Tgl masuk RS : 30 Oktober 2023 jam 10.45 wib
5. Tgl pengkajian : 30 November 2023 jam 15.30 wib

b. Identitas Orang tua


1. Ayah
a. Nama : Rahmat Fauzi
b. Usia : 30 thn
c. Pendidikan : SMA
d. Pekerjaan : Sopir
e. Agama : Islam
f. Alamat : Bukik Batabuah
2. Ibu
a. Nama : Saribul Aramah
b. Usia : 33 thn
c. Pendidikan : SMP
d. Pekerjaan : ibu rumah tangga
e. Agama : Islam
f. Alamat : Bukik Batabuah

II. Pemeriksaan Fisik


Berat badan lahir : 2640 gram
Panjang badan : 47 cm
Lingkar kepala : 32 cm (normal 30 s/d 35
cm) Lingkar Dada : 33 cm (normal 32 s/d 38
cm)
Lingkar perut : 34 cm (normal 30 s/d 38 cm)

III. Riwayat Kesehatan


a. Keluhan Utama
Bayi baru lahir SC atas indikasi repeat SC + kontraksi dengan BB/PB :
2640 gr / 47 cm, Jenis Kelamin : perempuan, TP : bugar, Ketuban : Jernih,
mec : (+), BAK : (+), Anus : (+), A/S : 5/7, Downe score : 4 ( gawat nafas
sedang )

b. Riwayat kesehatan Saat ini


Bayi 2 jam post sc di RST tgl 30 Oktober 2023 jam 07.55 Wib mengalami
sesak nafas, retraksi dada ringan, nafas cuping hidung, terlihat sianosis
hilang dengan pemberian O2, saturasi 88 %, suara nafas kedua paru menurun
dan bayi merintih, RR 65 x/menit, dan sampai diruangan bayi terpasang
CPAP FiO² 30 % PEEP 6. Terpasang infus D10% drip calcii 10 mcg 8
tetes/menit mikro, dengan kadar gula darah random 72 mg/dl.

Saat dilakukan pengkajian pada tgl 30 November 2023 jam 15.30 wib,
bayi terpasang CPAP FiO2 30 % PEEP 6, didapatkan kondisi pernafasan 62
x/menit, CRT > 3 detik, saturasi 96%, nadi 113 x/menit, terlihat ada retraksi
dinding dada ringan, sesak tidak ada, sianosis tidak ada, suara nafas kedua
paru baik dan bayi tampak menangis, akral hangat, kulit terlihat kemerahan,
terpasang OGT, dengan diit ASI 8 x 5 cc dan bayi belum asi dengan ibu. BB
bayi 2640 gr.

c. Riwayat prenatal
1. Bayi adalah anak kedua dengan umur kehamilan 37-38 minggu
2. Riwayat penyakit ibu : Ayah bayi Ny. S mengatakan pada kehamilan
kedua ini Ny. S tidak pernah memiliki keluhan berat dan Ny. S juga
tidak ada riwayat penyakit lainnya selama kehamilan, hanya mengeluh
mual dan muntah sampai kehamilan 3 bulan, dan selama kehamilan Tn. R
mengatakan Ny. S tidak ada riwayat alergi makanan atau pun obat-
obatan. Selama kehamilan Ny. S memeriksakan kondisinya ke klinik
dokter setiap 3 bulan sekali.

d. Riwayat Intranatal
1. Diagnosa ibu : SC atas indikasi repeat SC + kontraksi
2. Tanggal lahir : 30 Oktober 2023 jam 07.55 Wib
3. Kondisi lahir : BB/PB : 2640 gr/47 cm, Jenis Kelamin :
perempuan, TP : bugar
4. Ketuban : Jernih, mec : (+), BAK : (+), Anus : (+), Apgar
Score : 5/7
5. Cara persalinan : Sectio Caesarea
6. Anastesi : Spinal
7. Tali pusat : Segar

e. Faktor Resiko Infeksi


Ayah bayi Tn. R mengatakan selama kehamilan Ny. S tidak pernah mengalami
penyakit infeksi apapun, hanya saja tedapat keluhan mual dan muntah pada
awal kehamilan hingga usia kehamilan 3 bulan yang dapat ditoleransi
dengan obat dan kontrol ke klinik dokter dan setelahnya sembuh.

f. Alergi/Reaksi (Pada orang tua: Ayah/ibu)


Ayah bayi Ny. S Mengatakan ibu dan ayah bayi tidak ada mempunyai riwayat
alergi, baik itu alergi makanan maupun alergi obat-obatan.

IV. KEBUTUHAN DASAR


1. Kebutuhan Biologis
a. Nutrisi
ASI : Ayah bayi Ny. S mengatakan ASI belum keluar, bayi belum asi
dengan ibu.
PASI : bayi terpasang OGT ( Oro gastric tube) dengan frekuensi diit 8 x 5
cc
Colostrum : Ayah bayi Ny. S mengatakan sudah ada colostrum sedikit
b. Eliminasi
BAK Keluhan : tidak ada kelainan dan urine ada saat mengganti pampers
BAB Keluhan : tidak ada kelainan, meconium ada

2. Kebutuhan Sosial Budaya Ekonomi


a. Status pernikahan : menikah
b. Kebiasaan orang tua : tidak ada riwayat kebiasaan merokok
maupun alkohol
c. Suku : minang
d. Agama : Islam
e. Hubungan orang tua dan bayi
Ibu Tingkah Laku Ayah
Tidak ada Menyentuh Tidak Ada
Tidak ada Memeluk Tidak Ada
Tidak ada Berbicara Tidak Ada
Tidak ada Berkunjung Ada
Tidak ada Memanggil nama Tidak Ada
Tidak ada Kontak mata Tidak Ada

3. Kebutuhan Komunikasi & Edukasi


a. Bahasa Sehari- hari : bahasa minang
b. Kebutuhan Edukasi : ayah bayi mengatakan kurang mengetahui
bagaimana cara perawatan bayi nya.
c. Cara Edukasi yang disukai : Diskusi
V. PENILAIAN NYERI NEONATUS : NIPS (Neonatal Infant Pain Scale)
Penilaian 0 1 2 Nilai
Ekspresi Wajah Wajah tenang, Otot wajah tegang, alis
ekspresi Netral berkerut, dagu 0
dan rahang tegang
Menangis Tenang tidak Merengek ringan, Berteriak kencang, 0
menangis kadang-kadang menarik, melengking
terus -menerus
(Catatan: menangis
lirih jika bayi di
intibasi
yang dibuktikan
melalui Gerakan mulut
dan wajah yang jelas
Pola Pernafasan Pola pernafasan Tidak teratur, lebih cepa, 0
bayi normal tersedak,
napas tertahan
Lengan Tidak ada Tegang, lengan lurus, 0
kekuatan otot, kaku dan/atau
Gerakan tangan ekstensi,
acak sekali- fleksi
sekali
Kaki Tidak ada Tegang, kaki lurus, kaku 0
kekuatan otot, dan/atau ekstensi,
Gerakan tangan fleksi
acak sekali-
sekali
Kesadaran Tenang, tidur Terjaga, gelisah, dan 0
atau Gerakan meronta-ronta
kaki yang acak
yang terjaga
Intrepetasi :
0 = tidak nyeri
1-2 = nyeri ringan
3-4 = nyeri sedang (Intervensi nonfarmakologi, divaluasi selama 30 menit)
>4 = nyeri hebat/ketidaknyamanan berat (diberikan analgesik, dievaluasi
selama 30 mnt
Saat pengkajian tidak terdapat penilaian nyeri pada bayi

VI. PEMERIKSAAN FISIK


1. Tanda -Tanda Vital
a. Kondisi saat lahir : tidak segera menangis
b. Apgar Score : 5/7
c. Warna kulit : tubuh kemerahan
d. Nadi : 127 x/menit
e. Suhu : 36,5 °C
f. Pernafasan : 40 x/menit
g. Saturasi O2 : 86 x/menit
h. Capilary refill : < 3 detik
i. Skor downe : skor 4 (gawat nafas sedang)

SKOR DOWNE
SKOR
KRITERIA 0 1 2
PASIEN
Frekuensi < 60 x /menit 60-80 x/menit > 80x /menit 1
Nafas
Retraksi Tidak ada Retraksi ringan Retraksi berat 1
retraksi
Sianosis Tidak ada Sianosis hilang Sianosis 1
sianosis Pemberian O² menetap
walau diberi O²
Suara nafas Suara nafas Suara nafas Tidak ada nafas 1
kedua paru baik dikedua paru dikedua paru
menurun
Merintih Tidak merintih Dapat didengar Dapat didengar 0
dengan tanpa alat bantu
stetoscope
TOTAL 4

KET :
< 3 GAWAT NAFAS RINGAN
4 – 5 GAWAT NAFAS
SEDANG
> 6 GAWAT NAFAS BERAT

2. Pemeriksaan Umum
a. Kepala ⃝ semetris ⃝ Asimetris ⃝ Cephal
Hematoma
⃝ Caput Succedanium ⃝ Anencephali ⃝
Microcephali
⃝ Hydrocephalus
b. Ubun -ubun ⃝ Datar ⃝ Cembung ⃝ Cekung
Lainnya ; ……………………………………….
c. Mata ⃝ Normal ⃝ Anemia ⃝ Ikterus
⃝ Sekret
Lainnya ; ……………………………………….
d. THT ⃝ Normal ⃝ Sianosis ⃝ Sekret
Lainnya ………………………………………
e. Mulut ⃝ Normal ⃝ Labioschizis
⃝ Labiopalatoschizis
⃝ Labiogenatopalatoschizis
f. Mukosa : mukosa bibir tampak kering ⃝ refleks hisap lemah
g. Thorax
Paru ⃝ Normal ⃝ Retraksi ⃝ Sesak
⃝ Merintih ⃝ Sianosis
Jantung (BJ I/II) ⃝ Murni ⃝ Tidak murni ⃝ Reguler
⃝ Tidak Reguler ⃝ Bunyi tambahan
h. Abdomen ⃝ Normal ⃝ Distensi
⃝ Pembesaran hepar
⃝ Bising usus : 30 x/menit
Pembesaran Limpa
i. Tali Pusat ⃝ Segar ⃝ Layu
j. Punggung ⃝ Normal ⃝ Spins Bifida ⃝ Gibus
k. Genetalia ⃝ Laki-laki ⃝ Perempuan
⃝ Kelainan ⃝ Hemaphrodit
l. Anus ⃝ Ada ⃝ Tidak ada ⃝ BAB
meconium (+)
m. Ekstremitas ⃝ Simetris ⃝ Tidak Simetris ⃝ Reflek
Moro ⃝ Edema ⃝ Lainnya : .......................
n. Kulit ⃝ turgor : baik ⃝ Kutis marmorata ⃝ Sianosis
⃝ Ikterus ⃝ Perdarahan
⃝ Hematoma ⃝ Skerelema
⃝ lainnya : .......................................
3. Maturitas Fisik
TANDA -1 0 1 2 3 4 5 SKOR
Kulit Lengket, Merah seperti Merah muda, Permukaan Daerah Seperti kertas, Pecah- pecah, 2
rapuh, agar, gelatin, halus, vena- mengelupas pucat & kulit pecah- kasar, keriput
transparan transparan vena tampak dengan/tanpa pecah, venapecah dalam,
ruam, vena Panjang tidak ada
jarang vena
Lanugo Tidak ada Jarang Banyak Menipis Mulai Umumnya 3
sekali menghilang tidak ada
Permukaan Tumit ibu >50mm Garis-garis Lipatan Lipatan Garis-garis 3
plantar kaki Jari :40- tidak ada merah tipis melintang pada 2/3 pada seluruh
50 garis hanya pada anterior telapak
mm : -1 bagian kaki
<40 mm :- anterior
2
Payudara Tidak Hampir tidak Areola datar, Areola Areola Areola penuh, 3
tampak tampak tidak ada berbintil, timbul, 5-
benjolan benjolan 1-2 benjolan 3- 10 mm
mm 4
mm
Mata/ daun Kelopak Kelopak Pinna sedikit Pinna Pinna Kartilago 2
telinga mata terbuka, melengkung, memutar keras & tebal, telinga
menyatu Pinna datar, lunak, recoil penuh, berbentuk, kaku
tetap lambat lunak, tetapi recoil
terlipat sudah segera
rekoil
Kelamin Skrotum Skrotum Testis pada Testis Testis Testis
laki-laki datar, kosong, kanal bagian menuju diskrotum, pendulous,
halus rugae samar atas, Rugae kebawah, rugae jelas rugae
jarang rugae sedikit dalam
Kelamin Klitoris Klitoris Klitoris Labia mayora Labia Labia mayora 3
perempuan menonjol, menonjol, menonjol, & minora mayora menutupi klitoris
labia lebih labia lebih labia lebih sama-sama besar, labio & labia minora
datar kecil membesar menonjol minora
kecil
Interprestasi hasil skor

Skor -10 = usia 20 minggu Skor 25 = usia 34 minggu


Skor -5 = usia 22 minggu Skor 30 = usia 36 minggu
Skor 0 = usia 24 minggu Skor 35 = usia 38 minggu
Skor 10 = usia 28 minggu Skor 40 = usia 40
minggu
Skor 15 = usia 30 minggu Skor 45 = usia 42 minggu
Skor 20 = usia 32 minggu Skor 50 = usia 44 minggu

4. Kebutuhan Cairan
Intake : ASI/Sufor 8x5 cc
Output : BAB 10 cc
5. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Hasil Nilai rujukan
Hemoglobin 18,6 13.5 – 17.5
Leukosit 13,40 9.40 – 34.00
Eritrosit 5,06 3.90 – 5.10
Hematokrit 52 42.0 – 54.0
Trombosit 167 150 – 400
GDR 72 < 200
IT / IM Ratio 0,17 < 0,2

6. Terapi dan obat-obatan


Nama obat Sediaan Dosis Frekuensi Rute
Ampicillin Vial 125 Mg 2 kali IV
Gentamicin Ampul 12,5 Mg 1 kali IV

Bukittinggi, tanggal 30 November 2023, jam 16.00 Wib


Perawat yang melakukan pengkajian

Riza Rahmayanti, [Link]


B. ANALISA DATA
TANGGAL DAN
NO DATA FOKUS ETIOLOGI PROBLEM
JAM
1. 30 November 2023 DS : - Imaturitas Pola nafas tidak
Jam 16.00 Wib DO : neurologis efektif (D.0005)
1. Bayi terpasang CPAP
FiO² 30 % PEEP 6
2. Kondisi pernafasan 62
x/menit
3. CRT < 3 detik
4. Saturasi 96 %
5. Nadi 113 x/menit
6. Terlihat ada retraksi
dinding dada ringan
7. Sesak tidak ada
8. Sianosis tidak ada
9. Skor downe 4 ( gawat
nafas sedang)
10. Pernafasan cuping
hidung
2 30 November 2023 DS : Ketidakadekuatan Menyusui tidak
Jam 16.00 Wib 1. Ayah bayi Ny. S refleks efektif (D.0029)
mengatakan asi masih menghisap bayi
sedikit dan bayi belum
pernah asi dengan ibu
DO :
1. Mukosa bibir tampak
kering dan reflek hisap
bayi tampak masih
lemah
2. Bayi tampak tidak
menghisap terus
menerus
3. Bayi terpasang OGT
4. Bayi tampak menangis
3 30 November 2023 DS : - Bayi Baru Lahir Resiko Hipotermi
Jam 16.00 Wib DO : (D.0140)
1. Berat bayi saat ini
2640 gr
2. Suhu 36,5 °C
3. Nadi 113 x/menit
4. Bayi berada di
inkubator
5. Bayi nampak
kemerahan
6. akral teraba hangat

C. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Pola nafas tidak efektif (D.0005) berhubungan dengan imaturitas neurologis
2. Menyusui tidak efektif (D.0029) berhubungan dengan ketidakadekuatan
refleks menghisap bayi
3. Resiko hipotermi (D.0140) ditandai dengan bayi baru lahir
D. INTERVENSI KEPERAWATAN
Diagnosa
No SLKI SIKI
Keperawatan
1 Pola nafas tidak Setelah dilakukan tindakan Pemantauan Respirasi
efektif (D.0005) keperawatan 1 x 24 diharapkan pola Observasi :
berhubungan napas efektif (L.01004) dengan 1. Monitor frekuensi, irama, kedalaman dan upaya napas
dengan imaturitas kriteria hasil : 2. Monitor pola napas (bradipnea, takipnea, hipervemtilasi,
neurologis 1. Penggunaan otot bantu napas kussmaul)
menurun skor 5 3. Auskultasi bunyi napas
2. Pernapasan pursed-lip menurun 4. Monitor saturasi oksigen
3. Skor 5 5. Monitor hasil x-ray thorak
4. Pernapasan cuping hidung Terapeutik :
menurun skor 5 1. Atur interval pemantauan respirasi sesuai kondisi pasien
5. Frekuensi napas membaik skor 5 2. Dokumentasikan hasil pemantauan
6. Kedalaman napas membaik skor 5 Edukasi :
1. Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan
2. Informasikan hasil pemantauan

Dukungan Ventilasi
Observasi :
1. Identifikasi adanya kelelahan otot bantunapas
2. Identifikasi efek perubahan posisi terhadap status pernapasan
3. Monitor status respirasidan oksigenasi
Terapeutik :
1. Pertahankan kepatenan jalan nafas
2. Berikan posisi semi fowler atau fowler
3. Fasilitasi mengubah posisi senyaman mungkin
4. Berikan oksigenasi sesuai kebutuhan
Kolaborasi :
1. Kolaborasi pemberian bronchodilator
2 Menyusui tidak Setelah dilakukan tidakan Promosi ASI Eksklusif
efektif (D.0029) keperawatan 1x24 jam diharapkan Observasi :
berhubungan status menyusui meningkat 1. Identifikasi kebutuhan laktasi bagi ibu padaantenatal,
dengan (L.03029) dengan kriteria hasil : intranatal, dan postnatal
ketidakadekuatan 1. Perlekatan bayi pada payudara Terapeutik :
refleks menghisap ibu meningkatskor 5 1. Fasilitasi ibu melakukan IMD (inisiasi menyusu dini)
bayi 2. Tetesan/pancaran ASI 2. Fasilitasi ibu untuk rawat gabung atau rooming in
meningkat skor 5 3. Dukung ibu menyusui dengan mendampingi ibu
3. Suplai ASI adekuat selama kegiatan menyusui berlangsung
4. Intake bayi meningkat skor 5 4. Diskusikan dengan keluarga tentang ASI eksklusif
5. Hisapan bayi kuat skor 5 Edukasi :
6. Bayi rewel menurun 1. Jelaskan manfaat menyusui bagi ibu dan bayi
2. Jelaskan tanda-tanda bayi cukup ASI (mis: berat badan
meningkat, BAK lebih dari 10 kali/hari, warna urine
tidak pekat)
3. Anjurkan ibu menyusui sesegera mungkin setelah melahirkan
4. Anjurkan ibu memberikan nutrisi kepada bayi hanya
dengan ASI
5. Anjurkan ibu menjaga produksi ASI dengan memerah,
walaupun kondisi ibu atau bayi terpisah
3 Resiko hipotermi Setelah dilakukan tindakan Manajemen Hipotermi
(D.0140) ditandai keperawatan 1 x 24 jam diharapkan Observasi :
dengan bayi baru termoregulasi membaik (L. 14134) 1. Monitor suhu tubuh
lahir dengan kriteria hasil : 2. Identifikasi penyebab hipotermi
1. Suhu tubuh membaik skor 5 3. Monitor tanda gejala akibat hipotermi
2. Suhu kulit membaik skor Terapeutik :
3. Takikardi menurun skor 5 1. Sediakan lingkungan yang hangat\lakukan penghangatan pasif
4. Kulit merah menurun skor 5 (selimut)
E. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN (CATATAN PERKEMBANGAN)
Hari/ No. Evaluasi Paraf
Implementasi Keperawatan
Tanggal/ Jam Dx Kep (SOAP) Perawat
Hari 1 1 Pemantauan Respirasi Jam 17.30 Wib
30 Nov 2023 1. Memonitor frekuensi, irama, DS : -
Jam 16.30 kedalaman dan upaya napas DO :
Wib 2. Memonitor pola napas (bradipnea, 1. Bayi terpasang CPAP FiO2 30 % PEEP 6
takipnea, hiperventilasi, kussmaul) 2. Pernafasan 62 x/menit
3. Mengauskultasi bunyi napas 3. CRT <3 detik
4. Memonitor saturasi oksigen 4. Saturasi 96%
5. Mengatur interval pemantauan 5. Nadi 113 x/menit
respirasi sesuai kondisi pasien per 3 6. Terlihat ada retraksi dinding dada ringan
jam 7. Sesak tidak ada
6. Mendokumentasikan hasil pemantauan 8. Sianosis tidak ada
9. Bayi tampak menangis kuat
Dukungan Ventilasi 10. Skor downe 2 ( gawat nafas ringan)
1. Mengidentifikasi adanya kelelahan 11. Pernafasan cuping hidung
otot bantu napas Analisa :
2. Memonitor status respirasi dan 1. Pola nafas tidak efektif belum teratasi
oksigenasi Perencanaan Selanjutnya :
3. Mempertahankan kepatenan jalan 1. Intervensi pemantauan respirasi dan
nafas dukungan ventilasi dilanjutkan
4. Memfasilitasi mengubah posisi
senyaman mungkin setiap 3 jam
5. Memberikan oksigenasi sesuai
kebutuhan
Hari 1 2 Promosi ASI Eksklusif Jam 17.30 Wib
30 Nov 2023 1. Mengidentifikasi kebutuhan laktasi DS : -

Jam 16.30 bagi ibu pada antenatal, intranatal, dan 1. Ayah bayi Ny. S mengatakan ASI Ny. S

Wib postnatal masih belum ada dan bayi belum pernah


2. Memfasilitasi ibu melakukan IMD ASI dengan ibu
(inisiasi menyusu dini) 2. Ayah bayi mengatakan Ny. S belum bisa
3. Memfasilitasi ibu untuk rawatgabung melakukan IMD karena bayi masih di
atau rooming in inkubator.
4. Mendukung ibu menyusui dengan 3. Ayah mengatakan paham dari manfaat
mendampingi ibu selama kegiatan ASI yang diberikan
menyusui berlangsung DO :
5. mendiskusikan dengan keluarga 1. Mukosa bibir bayi tampak kering
tentang ASI eksklusif 2. Berat bayi saat ini 2640 gr
6. Menjelaskan manfaat menyusui bagi 3. Reflek hisap bayi tampak masih lemah
ibu dan bayi 4. Bayi tampak tidak menghisap terus
7. Menjelaskan tanda-tanda bayi cukup menerus
ASI (mis: berat badanmeningkat, BAK 5. Bayi terpasang OGT
lebih dari 10 kali/hari, warna urine 6. Diit sufor 8x5 cc /OGT
tidakpekat) 7. Bayi tampak menangis
8. Menganjurkan ibu menyusui sesegera Analisa :
mungkin setelah melahirkan 1. Menyusui tidak efektif belum teratasi
9. Menganjurkan ibu memberikan nutrisi Perencanaan Selanjutnya :
kepada bayi hanya dengan ASI 1. Intervensi promosi ASI ekslusif
[Link] ibu menjaga produksi dilanjutkan
ASI dengan memerah, walaupun
kondisi ibu atau bayi terpisah
Hari 1 3 Manajemen Hipotermi Jam 17.30 Wib
30 Nov 2023 1. Memonitor suhu tubuh DS : -
Jam 16.30 2. Mengidentifikasi penyebab hipotermi DO :
Wib 3. Memonitor tanda gejala akibat 1. Suhu 36,9 °C
hipotermi 2. Nadi 113 x/menit
4. Menyediakan lingkungan yang 3. Bayi berada di inkubator
hangat\lakukan penghangatan pasif 4. Bayi nampak kemerahan
(selimut) 5. Akral teraba hangat
Analisa :
1. Resiko hipotermi teratasi
Perencanaan Selanjutnya :
1. Intervensi manajemen hipotermi dihentikan
Hari 2 1 Pemantauan Respirasi Jam 16.30 Wib
01 Des 2023 1. Memonitor frekuensi, irama, DS : -
Jam 15.30 kedalaman dan upaya napas DO :
Wib 2. Memonitor pola napas (bradipnea, 1. Bayi terpasang CPAP FiO2 21 % PEEP 5
takipnea, hiperventilasi, kussmaul) 2. Pernafasan 54 x/menit
3. Mengauskultasi bunyi napas 3. CRT < 3 detik
4. Memonitor saturasi oksigen 4. Saturasi 96 %
5. Mengatur interval pemantauan 5. Nadi 128 x/menit
respirasi sesuai kondisi pasien per 3 6. Retraksi dinding dada tidak ada
jam 7. Sesak tidak ada
6. Mendokumentasikan hasil pemantauan 8. Sianosis tidak ada
9. Bayi tampak tidur

Dukungan Ventilasi [Link] downe 1 ( gawat nafas ringan)

1. Mengidentifikasi adanya kelelahan Analisa :


otot bantu napas 1. Pola nafas tidak efektif belum teratasi
2. Memonitor status respirasi dan Perencanaan Selanjutnya :
oksigenasi 1. Intervensi pemantauan respirasi dan
3. Mempertahankan kepatenan jalan dukungan ventilasi dilanjutkan
nafas
4. Memberikan posisi quarterprone
5. Memfasilitasi mengubah posisi
senyaman mungkin setiap 3 jam
6. Memberikan oksigenasi sesuai
kebutuhan
Hari 2 2 Promosi ASI Eksklusif Jam 16.30 Wib
01 Des 2023 1. Mengidentifikasi kebutuhan laktasi DS : -
Jam 15.30 bagi ibu pada antenatal, intranatal, dan 1. Ayah bayi Ny. S mengatakan ASI Ny. S
Wib postnatal mulai ada
2. Memfasilitasi ibu melakukan IMD 2. Ayah mengatakan paham dari manfaat ASI
(inisiasi menyusu dini) yang diberikan
3. Memfasilitasi ibu untuk rawatgabung DO :
atau rooming in 1. Mukosa bibir bayi lembab
4. Mendukung ibu menyusui dengan 2. BB/PB : 2680 gr
mendampingi ibu selama kegiatan 3. Reflek hisap bayi sudah mulai ada
menyusui berlangsung 4. Diit ASI/Sufor 8x20 cc /OGT
5. mendiskusikan dengan keluarga 5. Bayi terpasang OGT
tentang ASI eksklusif 6. Daya serap ada
6. Menjelaskan manfaat menyusui bagi 7. Bayi tampak menghisap sesekali
ibu dan bayi Analisa :
7. Menjelaskan tanda-tanda bayi cukup 1. Menyusui tidak efektif belum teratasi
ASI (mis: berat badan meningkat, Perencanaan Selanjutnya :
BAK lebih dari 10 kali/hari, warna 1. Intervensi promosi ASI ekslusif
urine tidak pekat) dilanjutkan
8. Menganjurkan ibu menyusui sesegera
mungkin setelah melahirkan
9. Menganjurkan ibu memberikan nutrisi
kepada bayi hanya dengan ASI
[Link] ibu menjaga produksi
ASI dengan memerah, walaupun
kondisi ibu atau bayi terpisah
Hari 3 1 Pemantauan Respirasi Jam 14.00 Wib
02 Des 2023 1. Memonitor frekuensi, irama, DS : -
Jam 13.00 kedalaman dan upaya napas DO :
Wib 2. Memonitor pola napas (bradipnea, 1. Bayi sudah tidak terpasang
takipnea, hiperventilasi, kussmaul) 2. Pernafasan 44 x/menit
3. Mengauskultasi bunyi napas 3. CRT < 3 detik
4. Memonitor saturasi oksigen 4. Saturasi 96 %
5. Mengatur interval pemantauan 5. Nadi 130 x/menit
respirasi sesuai kondisi pasien per 3 6. Retraksi dinding minimal
jam 7. Sesak tidak ada
6. Mendokumentasikan hasil pemantauan 8. Sianosis tidak ada
9. Skor downe 1 ( gawat nafas ringan)

Dukungan Ventilasi Analisa :


1. Mengidentifikasi adanya kelelahan 1. Pola nafas tidak efektif belum teratasi

otot bantu napas Perencanaan Selanjutnya :

2. Memonitor status respirasi dan 1. Intervensi pemantauan respirasi dan

oksigenasi dukungan ventilasi dilanjutkan

3. Mempertahankan kepatenan jalan


nafas
4. Memberikan posisi quarterprone
5. Memfasilitasi mengubah posisi
senyaman mungkin setiap 3 jam
6. Memberikan oksigenasi sesuai
kebutuhan
Hari 3 2 Promosi ASI Eksklusif Jam 14.00 Wib
02 Des 2023 1. Mengidentifikasi kebutuhan laktasi DS : -
Jam 13.00 bagi ibu pada antenatal, intranatal, dan 1. Ayah bayi Ny. S mengatakan ASI Ny. S
Wib postnatal sudah banyak
2. Memfasilitasi ibu melakukan IMD DO :
(inisiasi menyusu dini) 1. Mukosa bibir bayi lembab
3. Memfasilitasi ibu untuk rawatgabung 2. BB/PB : 2660 gr
atau rooming in 3. Reflek hisap bayi ada
4. Mendukung ibu menyusui dengan 4. Diit ASI 8x30 cc /Oral
mendampingi ibu selama kegiatan 5. Daya serap ada
menyusui berlangsung 6. Daya hisap bayi kuat
5. mendiskusikan dengan keluarga Analisa :
tentang ASI eksklusif 1. Menyusui tidak efektif teratasi
6. Menjelaskan manfaat menyusui bagi Perencanaan Selanjutnya :
ibu dan bayi 1. Intervensi promosi ASI ekslusif
7. Menjelaskan tanda-tanda bayi cukup dihentikan
ASI (mis: berat badan meningkat,
BAK lebih dari 10 kali/hari, warna
urine tidak pekat)
8. Menganjurkan ibu menyusui sesegera
mungkin setelah melahirkan
9. Menganjurkan ibu memberikan nutrisi
kepada bayi hanya dengan ASI
[Link] ibu menjaga produksi
ASI dengan memerah, walaupun
kondisi ibu atau bayi terpisah

Anda mungkin juga menyukai