0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
55 tayangan12 halaman

Pengajaran BIPA dengan Pendekatan Teks

Makalah ini membahas pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dengan pendekatan berbasis teks, yang menekankan pemahaman dan produksi teks dalam konteks sosial. Pendekatan ini terdiri dari empat tahapan: Building Knowledge of the Field, Modelling, Joint Negotiation of Text, dan Independent Construction of Text, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bahasa siswa. Selain keuntungan seperti pembelajaran bermakna dan kolaboratif, terdapat tantangan terkait variasi latar belakang budaya siswa.

Diunggah oleh

Maulidatul Khoir
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
55 tayangan12 halaman

Pengajaran BIPA dengan Pendekatan Teks

Makalah ini membahas pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dengan pendekatan berbasis teks, yang menekankan pemahaman dan produksi teks dalam konteks sosial. Pendekatan ini terdiri dari empat tahapan: Building Knowledge of the Field, Modelling, Joint Negotiation of Text, dan Independent Construction of Text, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bahasa siswa. Selain keuntungan seperti pembelajaran bermakna dan kolaboratif, terdapat tantangan terkait variasi latar belakang budaya siswa.

Diunggah oleh

Maulidatul Khoir
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

PENGAJARAN BIPA BERBASIS TEKS

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah “Bipa Dasar”

Dosen Pengampu : Siti Majidah, S. Hum., M. Pd.

Disusun oleh :

Mahlufatun Nur Aini (234486232019)

Maulidatul Khoir (234486232036)

Salsabila Meira (234486232038)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH

FAKULTAS TARBIYAH

UNIVERSITAS AL-FALAH ASSUNIYAH

MARET 2025

1
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami


kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan
tepat waktu. Tanpa pertolongannya tentu kami tidak akan sanggup untuk
menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga
tetap tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Yang kita
nantikan syafa‟atnya di akhirat kelak. Kami mengucapkan syukur kepada
Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik
maupun akal pikiran, sehingga kami mampu menyelesaikan pembuatan
makalah tugas mata kuliah Bipa Dasar dengan judul “Pengajaran Bipa
Berbasis Teks”.

Kami tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata
sempurna dan masih banyak kesalahan serta kekurangan di dalamnya.
Namun dengan berkat bimbingan dari ibu dosen dan petunjuk atau
bantuan dari berbagai sumber yang kami peroleh makalah ini dapat kami
selesaikan. Pada kesempatan kali ini kami dengan penuh hormat
mengucapkan terimakasih kepada Ibu dosen Siti Majidah, S. Hum., M. Pd.
selaku dosen pengampu mata kuliah Bipa Dasar. Untuk itu, kami
mengharapkan kritik serta saran dari pembaca, supaya makalah ini
nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Kemudian apabila
terdapat banyak kesalahan pada makalah ini, kami memohon maaf yang
sebesar- besarnya.

Demikian makalah ini dibuat, semoga dapat bermanfaat khususnya


bagi calon tenaga pendidik terlebih bagi pembaca dan masyarakat pada
umumnya. Amiin Yaa Rabbal „Alamiin.

Jember,14 April 2025

Penyusunan

2
DAFTAR ISI
COVER ..........................................................................................................
.....................1
KATA PENGANTAR...................................................................................2

DAFTAR ISI..............................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN..............................................................................4

A. Latar Belakang.........................................................................4
B. Rumusan Masalah....................................................................5
C. Tujuan Masalah........................................................................5

BAB II PEMBAHASAN...............................................................................6

A. Konsep Pendekatan Pembelajaran BIPA Berbasis Teks ..........6


B. Tahapan dalam Pendekatan Pembelajaran BIPA Berbasis Teks 6
C. Keuntungan dan Tantangan dalam Penerapan Pembelajaran Bipa
................................................................................................9

BAB III KESIMPULAN................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................12

3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) merupakan bagian dari
diplomasi kebudayaan yang memegang peranan penting dalam memperkenalkan bahasa dan
budaya Indonesia kepada masyarakat internasional. Agar pembelajaran BIPA dapat berjalan
secara optimal, diperlukan perencanaan yang matang, salah satunya melalui penyusunan
perangkat pembelajaran yang sistematis dan kontekstual. Dalam hal ini, Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) menjadi elemen krusial yang berfungsi sebagai pedoman dalam
menyusun dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa
dan konteks pembelajaran.
Salah satu pendekatan yang dinilai efektif dalam pengajaran BIPA adalah pendekatan
pembelajaran berbasis teks. Pendekatan ini menitikberatkan pada pemahaman dan produksi
teks dalam konteks sosial tertentu dengan memperhatikan struktur teks, fitur kebahasaan,
serta tata bahasa yang digunakan. Pendekatan ini pertama kali dikembangkan di Australia dan
telah terbukti mendukung penguasaan keterampilan berbahasa melalui tahapan pembelajaran
yang terstruktur.
Dalam implementasinya, pendekatan berbasis teks mengacu pada beberapa tahapan,
yakni Building Knowledge of the Field, Modelling of Text, Joint Negotiation of Text, dan
Independent Construction of Text. Keempat tahapan ini memungkinkan terjadinya proses
belajar yang kolaboratif dan bertahap, sehingga siswa tidak hanya dituntut menghasilkan
produk akhir berupa teks, tetapi juga mengalami proses pembelajaran yang mendalam dan
bermakna. Selain itu, pendekatan ini mendorong peran aktif siswa dan kolaborasi antara
pengajar dalam berbagai bentuk aktivitas pembelajaran.
Dengan pendekatan yang terarah serta keterlibatan aktif pengajar inti, pengajar
model, dan pengamat dalam proses pengajaran, diharapkan penguasaan bahasa oleh siswa
BIPA dapat berkembang secara menyeluruh. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji lebih

4
lanjut mengenai implementasi pendekatan berbasis teks dalam pembelajaran BIPA sebagai
upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan pencapaian tujuan komunikatif siswa.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana konsep pendekatan pembelajaran BIPA berbasis teks?
2. Apa saja tahapan dalam pendekatan pembelajaran BIPA berbasis teks?
3. Apa keuntungan dan tantangan dalam penerapan pendekatan pembelajaran BIPA berbasis
teks?
C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui konsep pendekatan pembelajaran berbasis teks dalam pengajaran
BIPA.
2. Untuk mengetahui tahapan-tahapan pendekatan berbasis teks dalam kegiatan belajar
mengajar BIPA.
3. Untuk mengetahui keuntungan serta tantangan yang mungkin muncul dalam penerapan
pendekatan ini di kelas BIPA.

5
BAB II

PEMBAHASAN

A. Konsep Pendekatan Pembelajaran BIPA Berbasis Teks


Dalam kurikulum, seorang pengajar wajib menyiapkan segala bentuk perangkat
pembelajaran. Tanpa perangkat pembelajaran, pembelajaran tidak akan sesuai dengan
kebutuhan siswa dan situasi yang ada. Salah satu komponen penting dari sebuah
perencanaan pembelajaran adalah rencana pembelajaran (RPP). RPP tersebut menjadi
acuan bagi guru tentang bagaimana kegiatan belajar mengajar akan dilakukan. Tanpa
adanya RPP, kegiatan belajar mengajar mengalami kendala seperti tidak tercapainya
tujuan pembelajaran sehingga program pengajaran BIPA kurang sempurna terutama pada
penguasaan bahasa para siswa.
Penggunaan pendekatan berbasis teks dalam pengajaran bahasa dikembangkan
pertama kali di Australia. Para ahli bekerjasama membuat metode pengajaran untuk
membantu siswa belajar bahasa. Hal ini berarti bahwa dalam sebuah teks akan ditemukan
fitur-fitur kebahasaan yang menjadi ciri teks tersebut. Secara lebih spesifik, penggunaan
teks dalam penyusunan materi belajar membantu siswa dalam 3 hal, yaitu memahami
penggunaan ragam bahasa tulis dalam konteks, struktur ragam bahasa tulis, dan tata
bahasa.1
B. Tahapan dalam Pendekatan Pembelajaran BIPA Berbasis Teks
Salah satu metode pengajaran BIPA yang digunakan yaitu menggunakan
pendekatan pembelajaran berbasis teks yang merupakan metode yang sangat efektif
karena menekankan penggunaan teks otentik dan bermakna dalam konteks nyata, serta

1
Basori dan Maharany Elva Riezky, “GENRE-BASED APPROACH IN TEACHING BIPA PENDEKATAN BERBASIS
GENRE DALAM PENGAJARAN BIPA,” Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Volume 9, Nomor 2 (2021).

6
memperkenalkan bahasa dalam konteks sosial dan budaya Indonesia. Pendekatan ini
biasanya merujuk pada Pendekatan Berbasis Genre (Genre-Based Approach / GBA).
Pada pendekatan berbasis teks, kurikulum model pengajaran dibagi menjadi 3
tahapan yang dilakukan secara berurutan yaitu, Modelling, Joint Negotiation of a Text,
dan Independent Instruction of a Text (NSW Department of School Education, 1989).
Pada perkembangannya, Hammond and Macken-Horarik (in Yang, 2016) membagi
tahapan menjadi 4 yaitu, Building Knowledge of the Field, Modelling, Joint Negotiation
of a Text, dan Independent Instruction of a Text. Setiap tahapan terdapat ragam aktivitas
yang melibatkan kerjasama antara guru dengan siswa atau siswa dengan siswa.
1. Building Knowledge of Field
Tahapan pertama dalam pendekatan berbasis teks adalah Building Knowledge
of the Field. Pada tahapan ini, semua aktivitas belajar mengajar ditujukan untuk
membangun pengetahuan siswa terhadap teks yang akan mereka pelajari dengan
cara mengenalkan ragam konteks yang akan dipakai. Ragam kegiatan yang bisa
dilakukan dalam tahapan ini adalah curah pendapat (brainstorming), membaca
ragam sumber yang relevan atau perbandingan lintas budaya. Selain itu, kosakata
serta tata bahasa terkait dengan teks yang dibahas juga dikenalkan pada tahapan ini.
2. Modelling
Setelah mendapatkan pengetahuan yang kuat pada tahap Building Knowledge
of the Field, siswa kemudian diarahkan untuk ke tahap pemodelan (Modelling).
Ragam kegiatan dalam tahapan ini diantaranya adalah pemberian contoh ragam teks
dengan tujuan komunikasi yang sama. Sebagai contoh, teks prosedur yang
digunakan untuk membuat masakan, mencuci baju, mendaftar sekolah, atau prosedur
dalam mengurus visa. Walapun berbeda konteks, semua contoh teks prosedur
tersebut mempunyai tujuan komunikatif yang sama, yaitu memberikan cara atau
instruksi. Seperti yang disampaikan oleh Dickenson (2013), mengonstruksi ulang
merupakan kata yang tepat untuk dipakai dalam tahapan ini karena guru berperan
penting dalam memahamkan siswa secara lebih rinci tentang sebuah teks, mulai dari
tujuan komunikasi sampai kosakata kunci yang sering dipakai untuk menyusun
sebuah teks.

Baik tahap Building Knowledge of the Field maupun tahap pemodelan


(Modelling) berperan penting dalam memberikan dasar pemahaman siswa terhadap
sebuah teks. Pada tahapan tersebut, kontribusi besar guru sangat berpengaruh dalam

7
kesuksesan belajar siswa. Guru menjadi kunci utama membangun pengetahuan yang
kuat agar tujuan pembelajaran tercapai (Reppen, 1995). Guru tidak hanya harus
menyiapkan materi belajar tetapi juga fasilitas penunjang lain dalam belajar.
Berdasarkan hal tersebut maka peran guru tidak hanya diperlukan sebagai satu-
satunya sumber belajar, akan tetapi mereka juga dituntut sebagai penuntun dan
fasilitator belajar siswa. Berdasarkan hal tersebut maka tahapan Buildingm
Knowledge of the Field dan pemodelan (Modelling) membutuhkan alokasi waktu
yang lebih dibandingkan tahapan yang lain. Berdasarkan dari pernyataan tersebut
dapat disimpulkan bahwa guru berperan penting dalam menciptakan ragam kegiatan
yang berdampak langsung dalam menunjang keberhasilan siswa dalam memahami
teks.
3. Joint Negotiation of a Text
Tahapan selanjutnya adalah Joint Negotiation of the Text. Pada tahapan ini,
siswa dan guru akan bekerjasama untuk membuat jenis teks yang sama dengan yang
dibahas pada tahap pemodelan. Yang (2016) menambahkan bahwa sangat
dimungkinkan terjadinya kerjasama antar murid dalam mengonstruksi ulang dan
membuat teks baru. Pada proses tersebut siswa diminta untuk menggunakan
pengetahuan dan keterampilan yang mereka kuasai ketika proses Building
Knowledge of the Field dan pemodelan (Modelling). Pada tahap ini, pengetahuan
dan keterampilan siswa terasah karena mereka praktik membuat sebuah teks. Akan
tetapi, pembuatan teks dalam tahapan ini lebih pada memodifikasi teks yang telah
mereka pelajari (Dirgeyasa, 2016). Pada tahap ini juga, kerjasama antar siswa atau
siswa dengan guru dimungkinkan terjadi sharing knowledge yang membantu siswa
untuk menambah pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menguasai teks.
Selain itu, siswa berkesempatan untuk praktik pemakaian tata bahasa, struktur teks
dan kosakata khusus yang berkaitan dengan topik untuk membuat teks.
4. Independent Construction of Text
Tahap terakhir dalam pendekatan berbasis teks adalah Independent Construction of
Text. Pada tahap ini, siswa secara individu membuat teks. Siswa diberikan
kebebasan untuk membuat teks dengan genre yang sama pada tahap sebelumnya.
Akan tetapi, siswa diberikan kebebasan untuk memilih topik yang mereka suka.
Pada tahap ini, siswa juga diperbolehkan untuk melakukan konsultasi dengan teman
atau dengan guru selama proses pembuatan teks. Oleh karena itu, kegiatan siswa

8
dimulai dari pembuatan rancangan, guru memberikan masukan, revisi, sampai teks
yang dibuat sempurna, baik dari segi stuktur maupun kebahasaannya.2

C. Keuntungan Dan Tantangan dalam Penerapan Pendekatan Pembelajaran BIPA


Berbasis Teks
Banyak penelitian terdahulu yang mengangkat isu pendekatan berbasis teks
dalam pengajaran bahasa asing atau bahasa kedua. Ini menjadi bukti bahwa pendekatan
tersebut banyak dipakai dan bermanfaat dalam pengajaran bahasa. Berdasar pada
tahapan-tahapan yang ada dalam pendekatan berbasis teks, berikut empat keuntungan
pemakaian pendekatan ini dalam pengajaran BIPA.
1. Pendampingan (Guided process)
Pada pendekatan berbasis teks, siswa tidak hanya berorientasi pada produk akhir
yaitu sebuah teks, tetapi juga pada proses pembuatan teks itu sendiri. Untuk
menghasilkan sebuah teks yang utuh, selain siswa belajar sendiri atau belajar melalui
teman, mereka juga dibimbing dan diarahkan oleh guru. Siswa dipandu mulai dari
tahap awal pengenalan teks sampai mereka dapat menghasilkan teks secara individu.
Akan tetapi, peran guru akan berubah seiring dengan perubahan tahapan. Kontribusi
guru terhadap kelas terlihat menonjol terutama di dua tahap awal yang kemudian
menjadi lebih berkurang di dua tahap akhir yang memerankan guru sebagai
fasilitator dan motivator dalam belajar.
2. Mendukung terciptanya kegiatan belajar baik kelompok maupun individu. (Foster
both group work and individual study)
3. Seperti yang dikatakan oleh Nugroho dan Hafrizon (2009)
pendekatan ini sangat menitikberatkan pada kerjasama dan interaksi baik antar siswa
maupun siswa dengan guru dalam memahami dan membuat teks. Selain itu, siswa
dapat mengasah keterampilan berkomunikasi mereka melalui curah pendapat dan
bertukar gagasan selama proses belajar mengajar. Hal ini akan sangat terlihat pada

2
Basori dan Maharany Elva Riezky, “GENRE-BASED APPROACH IN TEACHING BIPA PENDEKATAN BERBASIS
GENRE DALAM PENGAJARAN BIPA,” Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Volume 9, Nomor 2 (2021).

9
tahap Joint Negotiation of Text di mana mereka berkolaborasi mendekonstruksi dan
membuat teks secara berkelompok. Selain itu, rasa tanggungjawab juga terbangun
karena mereka secara individu menghasilkan sebuah teks pada tahapan Independent
Construction of Text. Dengan demikian, pendekatan ini juga membangkitkan
motivasi siswa dalam belajar.
4. Mendukung Pembelajaran yang Bermakna bagi Siswa (Meaningful learning)
Pada setiap tahapan yang ada, siswa akan belajar konteks sosial yang berasal dari
teks yang akan dipakai. Pada pemodelan misalnya, mereka belajar dari ragam
sumber yang ada di sekitar mereka seperti majalah, surat kabar, atau acara memasak
di sebuah stasiun televisi. Dengan demikian, apa yang mereka pelajari dan mereka
hasilkan akan bermakna. Dengan pembelajaran bermakna, mereka tidak hanya
mempunyai kemampuan untuk mengingat, atau menghafal melainkan mereka
berkesempatan untuk menganalisa, mengaplikasikan keterampilan dan pengetahuan
yang mereka dapat untuk memproduksi sebuah teks. Kegiatan tersebut berdampak
pada pemahaman yang utuh dalam diri siswa.
Adapun tantangan dalam penerapan pendekatan berbasis teks yaitu:
1. Variasi Latar Belakang Budaya Siswa
Perbedaan budaya antara siswa dan konteks sosial budaya Indonesia dapat
menjadi tantangan dalam memahami teks dan konteks penggunaannya.
2. Keterbatasan Sumber Daya dan Media Pembelajaran
Keterbatasan dalam ketersediaan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa
dapat menghambat efektivitas penerapan pendekatan berbasis teks.
3. Perbedaan Gaya Belajar Siswa
Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda, dan pendekatan berbasis teks
mungkin tidak sesuai untuk semua siswa, terutama bagi mereka yang lebih
menyukai metode pembelajaran yang lebih praktis atau visual.3

3
Octo Dendy Andriyanto dkk., “Tantangan dan Strategi Pembelajaran BIPA bagi Pemelajar Anak-Anak di
Sekolah Satuan Pendidikan Kerjasama,” Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua 6, no. 2 (22
Oktober 2021): 59–66, [Link]

10
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang berbasis teks,
menekankan pentingnya penggunaan teks otentik dalam konteks sosial dan budaya untuk
meningkatkan pemahaman dan keterampilan berbahasa siswa. Terdapat empat tahapan
utama dalam pendekatan ini, yaitu Building Knowledge of Field (membangun pengetahuan
siswa tentang konteks teks yang akan dipelajari), Modelling (memberikan contoh teks yang
relevan untuk tujuan komunikasi), Joint Negotiation of Text (kolaborasi antara siswa dan
guru dalam menciptakan teks), serta Independent Construction of Text (siswa secara
individu membuat teks dengan bimbingan guru). Keuntungan dari pendekatan ini mencakup
proses pembelajaran yang terarah, dukungan kerjasama, dan pembelajaran yang bermakna.
Meskipun terdapat tantangan dalam penerapannya, pendekatan berbasis teks memiliki
potensi besar dalam meningkatkan kualitas pengajaran BIPA dan pencapaian tujuan
komunikasi siswa. Dengan penerapan yang tepat, diharapkan siswa dapat menguasai bahasa
Indonesia secara menyeluruh.

11
DAFTAR PUSTAKA

Andriyanto, Octo Dendy, Meilita Hardika, Bambang Yulianto, Heny Subandiyah, dan
Tengsoe Tjahjono. “Tantangan dan Strategi Pembelajaran BIPA bagi Pemelajar
Anak-Anak di Sekolah Satuan Pendidikan Kerjasama.” Jurnal Pendidikan Bahasa
dan Sastra Indonesia Metalingua 6, no. 2 (22 Oktober 2021): 59–66.
[Link]
Basori, dan Maharany Elva Riezky. “GENRE-BASED APPROACH IN TEACHING BIPA
PENDEKATAN BERBASIS GENRE DALAM PENGAJARAN BIPA.” Jurnal
Pendidikan Luar Sekolah Volume 9, Nomor 2 (2021).
———. “GENRE-BASED APPROACH IN TEACHING BIPA PENDEKATAN
BERBASIS GENRE DALAM PENGAJARAN BIPA.” Jurnal Pendidikan Luar
Sekolah Volume 9, Nomor 2 (2021).

12

Anda mungkin juga menyukai