PRESENTASI
TUGAS TRK
Reaktor RATB Pada Pra Rancangan
Pabrik Biodisel Dari CPO dan
Metanol dengan Proses
Transesterifikasi Kapasitas
2.000.000 ton/tahun
Anggota kelompok
Maria Marini ( 2024710450118 )
Ivan Abdillah K ( 2024710450120 )
Himmatul Aulia J (2024710450158)
Rizatul Aukaf (2024710450157)
Muhamad Ichwan A (2024710450181)
Daftar Isi
BAB I Pendahuluan
BAB II Dasar Teori
BAB III Studi Kasus
BAB IV Neraca Massa & Neraca
panas
BAB V Kesimpulan dan Saran
BAB I
Reaktor RATB pada Pra Rancangan Pabrik Biodiesel dari CPO dan Metanol dengan Proses
Transesterifikasi Kapasitas 2.000.000 Ton/Tahun
Industri biodiesel merupakan salah satu solusi strategis dalam mengurangi ketergantungan
terhadap bahan bakar fosil sekaligus mendukung upaya pengembangan energi terbarukan. Salah
satu proses utama dalam produksi biodiesel adalah reaksi transesterifikasi, yang melibatkan
minyak nabati seperti Crude Palm Oil (CPO) dan metanol untuk menghasilkan metil ester
(biodiesel) dan gliserol sebagai produk samping.
Dalam skala industri, keberhasilan proses ini sangat bergantung pada pemilihan dan perancangan
reaktor yang tepat. Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB) menjadi salah satu pilihan yang
umum digunakan karena kemampuannya dalam menjaga keseragaman campuran dan kestabilan
suhu reaksi. Oleh karena itu, analisis dan perancangan reaktor RATB menjadi aspek penting dalam
tahap pra rancangan pabrik biodiesel.
BAB II
2.1. Pengertian dan Karakteristik RATB
Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB), juga dikenal sebagai Continuous Stirred Tank
Reactor (CSTR), merupakan jenis reaktor kimia yang beroperasi secara kontinu dengan
pengadukan yang memastikan homogenitas campuran di dalamnya. Dalam RATB, aliran
fluida masuk dan keluar secara kontinu, dan pengadukan dilakukan untuk mempertahankan
keseragaman suhu, komposisi, dan kecepatan reaksi di seluruh volume reaktor
2.2. Prinsip Operasi dan Model Matematis
Proses dalam RATB diasumsikan sebagai aliran ideal dengan pencampuran sempurna,
sehingga komposisi fluida di dalam reaktor seragam. Model matematis yang umum
digunakan untuk menggambarkan perilaku RATB adalah persamaan neraca massa, yang
menghubungkan laju aliran masuk, laju aliran keluar, laju reaksi, dan waktu tinggal rata-rata
BAB II
2.3. Evaluasi Unjuk Kerja RATB
Untuk menilai efektivitas pencampuran dalam RATB, dilakukan evaluasi menggunakan
perunut radioisotop. Penelitian oleh Kundari dkk. menunjukkan bahwa nilai bilangan
dispersi (D/uL) dalam RATB berkisar antara 11,08 hingga 21,4, yang menunjukkan
bahwa pencampuran dalam reaktor tersebut dapat dianggap ideal .
2.4. Aplikasi RATB dalam Industri
RATB banyak digunakan dalam berbagai proses industri kimia, termasuk produksi
biodiesel melalui transesterifikasi. Keunggulan RATB terletak pada kemampuannya
untuk mempertahankan kondisi reaksi yang konsisten, memungkinkan kontrol yang
lebih baik terhadap laju reaksi dan kualitas produk akhir .
VIDEO CARA KERJA
BAB III
Studi Kasus
3.1 Uraian Proses
Studi kasus yang diangkat yaitu Proses produksi biodiesel ini menggunakan
minyak nabati sebagai bahan baku utamanya yaitu crude palm oil (CPO). Dalam
produksi biodiesel ini dibutuhkan langkah-langkah seperti tahap persiapan bahan
baku, tahap proses reaksi, dan diakhiri dengan tahap pemurnian produk.
BAB III
Studi Kasus
Proses persiapan bahan baku ini diawali dengan memanaskan bahan baku utama yaitu CPO pada
suhu 60 oC dalam tangki (T-03), untuk mencegah terjadinya penggumpalan pada tangki dan
pompa, karena CPO memiliki titik tuang 35-40 oC. Kemudian CPO dialirkan dari T-03 ke reaktor (R-
01). Kemudian menyiapkan katalis homogen basa yaitu KOH dan alkohol yaitu metanol.
Metanol dari tangki penyimpanan bahan baku (T-01) dan KOH cair dari tangki penyimpanan bahan
baku (T-02) yang bersuhu 30 oC dan bertekanan 1 atm, dicampurkan pada mixer (M-01). Pada
mixer terjadi pencampuran dengan bantuan pengaduk untuk menghomogenkan kedua larutan
tersebut pada temperatur 30 oC dan tekanan 1 atm. Kemudian setelah keduanya homogen,
campuranmetanol dan KOH dipanaskan pada suhu 60 oC. Setelah itu dialirkan menuju reaktoralir
tangki berpengaduk (RATB) (R-01).
BAB III
Studi Kasus
Tahap Proses Reaksi Transesterifikasi
Mekanisme reaksi transesterfikasi diawali dengan pemisahan gliserol dari minyak, kemudian disusul dengan
bereaksinya asam lemak bebas dengan alkohol menjadi metil ester [16]. Metode ini dapat mencapai konversi
99,5%dengan waktu reaksi 32-60 menit pada suhu 70oC dan tekanan atmosfer dengan pengunaan katalis homogen
basa (KOH) [18]. Proses transesterifikasi mengkonversi asam-asam lemak dari trigliserida menjadi metil
ester/biodieseldengan metanol
BAB III
Studi Kasus
Proses transesterifikasi ini reaksinya merupakan reaksi setimbang dengan kalor reaksi kecil.
Penggeseran reaksi ke kanan biasanya dilakukan dengan mengunakan alkohol berlebih, untuk
meningkatkan laju reaksi dan konversi dalam produksi biodiesel. Rasio perbandingan metanol
dengan trigliserida, umumnya sebesar 6:1 [17].
Berbagai alkohol rantai pendek seperti metanol, etanol, atau amil alkohol dapat digunakan
sebagai pelarut. Namun, dalam proses produksi biodiesel, metanol paling disukai. Hal tersebut
dikarenakan polaritasnya yang lebih besar, proses recovery yang mudah, dan harganya murah,
selain itu metanol mampu memberikan laju reaksi yang lebih tinggi dibandingkan alkohol lainnya.
BAB III
Studi Kasus
Tahap Proses Netralisasi
Dari reaktor RATB (R-01), produk dialirkan menuju neutralizer (NZ-01).
Tahap netralisasi produk dilakukan dengan penambahan larutan asam (HCl) hingga
mencapai pH netral yaitu pH 7. Proses ini beroperasi pada temperatur 30oC dan
tekanan 1 atm. Proses ini memiliki reaksi sebagai berikut.
HCl + KOH → KCl + H2O
BAB III
Studi Kasus
Tahap Proses Pemurnian
Tahap pertama dekantasi, tahap ini sebagai tahap pemurnian awal berdasarkan densitas
dan kelarutannya. Prosesnya dilakukan dengan mengalirkan produk dari neutralizer NZ-01
ke dekanter DC-01. Terpisahnya fase mulaiterbentuk segera setelah pengadukan
campuran dihentikan. Hal tersebut terjadi karena keduanya memiliki massa jenis dan
afinitas kimia yang berbeda. Produk atasyang memiliki densitas lebih rendah yaitu
biodiesel, dengan beserta sisa trigliserida, metanol, dan air, dialirkan ke washing tower
(WT-01). Sementara, produk bawah yaitu KCl dan gliserol dengan sedikit asam lemak
bebas yang terlarut olehnya, dialirkan ke unit pengolahan limbah (UPL)
BAB III
Studi Kasus
Tahap Proses Pemurnian
Pada proses akhir, sisa-sisa air harus dihilangkan dengan langkah evaporasi.
Pada EV-01 terjadi tahap pemisahan akhir untuk menghilangkan sisa air yang masih
belum terpisahkan dari biodiesel, dengan cara dievaporasi pada suhu 105C, hingga
diperoleh biodiesel dengan kemurnian minimum 96,5%. Kemudian produk utama
biodiesel akan disimpan pada tangki penyimpanan (T-05) dan siap untuk uji
karakterisasi untuk memastikan pemenuhan kualitas produk
BAB IV
Neraca Massa dan Neraca Panas
Neraca Massa
Neraca Panas
BAB V
Kesimpulan
Pada Pra Rancangan Pabrik Biodisel Dari CPO dan Metanol dengan Proses Transesterifikasi Kapasitas
2.000.000 ton/tahun dibutuhkan beberapa alat untuk menunjang perancangan pabrik tersebut. Salah
satunya yaitu Alat Reaktor,reaktor yang dipakai pada pra prancangan pabrik ini adalah reaktor RATB yang
berfungsi untuk mereaksikan crude palm oil dengan metanol dengan bantuan katalis KOH. Reaktor
tersebut dengan spesifikasi sbb :
1. Kapasitas : 687,09 m3
2. Diameter Tangki : 8.,6 m
3. Tinggi Tangki : 10,75 m
4. Tinggi Tutup Tangki : 2,02 m
5. Tebal Tangki : 0,01 m
6. Diameter Jaket : 0,05 m
7. Tinggi Jaket Pemanas : 10,83 m
8. Bahan Konstruksi : Carbon Steel SA 203 Grade C
Dari hasil perhitungan didapatkan neraca massa input sebesar 357.309kg/jam dan neraca massa ouput
357.309kg/jam. Untuk neraca panas input sebesar 83.793.139KJ dan neraca panas output 83.793.139KJ
BAB V
Saran
Untuk mengurangi ketergantungan pada CPO,perlu dikaji
penggunaan minyak nabati yang lain untuk memperluas proses
yang ada.
Lebih Menerapkan konsep Green Industry yang dimana
memastikan pengolahan limbah padat, cair dan gas telah sesuai
dengan peraturan pemerintah.
Melibatkan masyarakat dalam kegiatan edukasi lingkungan dan
memastikan operasional pabrik tidak merusak lingkungan sekitar
pabrik
Tinjauan Pustaka
Septa A , Cahaya A. Aziz, I. ( 2008, Mei ).
2023. “Pra Rancangan Pembuatan Biodiesel
Pabrik Biodisel Dari dari minyak goreng
CPO dan Metanol bekas dalam Reaktor
dengan Proses Alir Berpengaduk.
Transesterifikasi Diakses pada 23 Mei
Kapasitas 2.000.000 2025, dari
ton/tahun “ . Jakarta [Link]
[Link]/[Link]/valensi
/article/view/257
TERIMA
KASIH
Mohon maaf atas kesalahan dan
kekurangan selama presentasi berlangsung.