Deteksi Dini & Pencegahan
Stunting pada Anak
dr. Desak Made Widiastiti Arga, Sp.A
Pendahulua n
Situasi Global
• Stunting merupakan akibat dari malnutrisi
kronis in-utero dan early childhood
• Anak yang mengalami stunting berisiko tidak
mencapai potensi tinggi badan maupun
perkembangan kognitif yang maksimal
• Tahun 2022, sebanyak 148,1 juta atau sekitar
22,3% anak balita mengalami stunting di
seluruh dunia (52% Asia, 43% Afrika)
Bola stunting adalah yang terbesar
Pendahulua n
Situasi Global
Angka stunting mengalami
penurunan secara konstan
sejak tahun 2020, diperlukan
percepatan penanganan
serta pencegahan malnutrisi
untuk mencapai target SDGs
tahun 2030
Sumber :
UNICEF, WHO, The World Bank. Levels and trends in child malnutrition: UNICEF / WHO / World Bank Group Joint Child Malnutrition Estimates: Key findings of the 2023 edition. 2023.
Pendahulua n
Situasi di Indonesia
Prevalensi stunting
nasional
• Telah terjadi penurunan
prevalensi stunting selama 10
tahun terakhir (2013-2023)
• Progress ini belum dapat
memenuhi target RPJMN 2020-
2024 yang menargetkan
prevalensi stunting sebesar 14%
pada tahun 2024
Sumber :
Hasil Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Pendahulua n
1000 Hari Pertama Kehidupan
• Periode krusial tumbuh kembang anak, ditandai dengan laju pertumbuhan otak
cepat dengan plastisitas tinggi
• Periode otak paling rentan terhadap kekurangan nutrisi
• Malnutrisi pada periode ini menimbulkan dampak jangka panjang yang permanen
Pendahulua n
1000 Hari Pertama Kehidupan
Perkembangan otak yang ditandai dengan
laju proliferasi neuron (pertambahan dalam
jumlah sel), diferensiasi (kompleksitas),
myelinisasi, dan synaptogenesis (konektivitas)
Pada usia 2 tahun pembentukan
otak sudah mencapai 80% dari
orang dewasa
Pendahulua n
Dampak Malnutrisi pada Perkembangan Otak
Pendahulua n
Dampak Stunting
STUNTING adalah Kekurangan gizi ditandai dengan weight faltering
marker kegagalan
multiorgan sebagai
dampak kekurangan
gizi kronik IGF-1 ↆ
(Hawkes 2015)
Pertumbuhan linear ↆ Perkembangan, plastisitas otak ↆ Pembakaran lemak ↆ
(Mater&Child Nutr 2016) (Neuroscience 2016) (Am J Hum Biol 2003)
Peningkatan risiko penyakit
Perkembangan kognitif dan
Perawakan pendek (stunting) kronis di masa dewasa
motorik terlambat
(obesitas, DM, hipertensi)
Sumber :
Rangkuman Damayanti Rusli Sjarif, 2022
Pendahulua n
Dampak Stunting
Kekurangan gizi
Penurunan fungsi
(terutama energi dan protein)
kognitif akibat
kurang gizi
Jangka pendek Jangka panjang
Gizi kurang/ gizi buruk pada Stunting
Weight faltering pada 2 bulan masa bayi (Grantham-McGregor 1987)
pertama (Waber 2014) Kecerdasan (IQ)
(Emond 2007) Kecerdasan (IQ) ↓ ↓15-20 poin
Kecerdasan (IQ) ↓ 3-4 poin 65% IQ < 90, hanya mampu
sekolah sampai SMP
Sumber :
Rangkuman Damayanti Rusli Sjarif, 2022
Pendahulua n
Stunting
Syndrome
Sumber :
PNPK Stunting, 2022
Definisi & Etiologi
Definisi Stunting
Kondisi di mana TB/U atau PB/U < -2SD grafik WHO, yang disebabkan oleh
malnutrisi kronik, akibat kurangnya asupan nutrisi, penyakit infeksi
berulang, dan atau praktik pemberian makan yang tidak tepat, terutama
terjadi pada 1000 HPK
Tidak Semua PENDEK
STUNTING
perawakan pendek (STUNTED)
adalah stunting
Definisi & Etiologi
Definisi Stunting
Sumber :
[Link] Endo 2009, [Link] 2020, Sjarief 2020
Definisi & Etiologi
Stunted vs Stunting
PB/U < -2 SD
STUNTED (PENDEK)
PROPORSIONAL DISPROPORSIONAL
USIA BERAT < USIA TINGGI < USIA KRONOLOGIS USIA TINGGI < USIA BERAT < USIA KRONOLOGIS DISMORFIK, SINDROM
STUNTING PENDEK
Penyebab Lainnya
CONTOH
KASUS
Quensha = Usia berat < Usia Tinggi < Usia Kronologis STUNTING
Shakila = Usia Tinggi < Usia Berat < Usia Kronologis PENDEK PENYEBAB LAIN
Definisi & Etiologi
Red Flag & Etiologi Potensial
Definisi & Etiologi
Faktor Risiko
Deteksi Dini
Deteksi Dini Stunting
Terjadi sebelum penurunan status gizi
•Terjadi sebelum terdapatnya tanda klinis gizi kurang atau gizi buruk
Hambatan
Pertumbuhan
•Dapat terjadi saat anak masih aktif & tidak terlihat sakit atau kurus
•Dapat terjadi pada semua status gizi
Deteksi Dini
Penilaian Pertumbuhan
3 Melakukan interpretasi hasil:
2 Interpretasi sewaktu
• Indikator pertumbuhan
1 Melakukan
Melakukan plot
hasil pada kurva
baku
(BB/U, PB/U, BB/PB,
IMT/U, LK/U)
• Status pertumbuhan
pengukuran (BB/U, PB/U) dan status
antropometri gizi (BB/PB)
(BB, PB/TB, LK) Interpretasi menyeluruh
• Kecenderungan arah
pertumbuhan pada
kurva/trend (BB/U)
1 Pengukuran Antropometri
Untuk mendapatkan data yang akurat,
dimulai dengan cara penimbangan berat badan dan
pengukuran panjang/tinggi badan yang benar menggunakan
alat penimbangan dan pengukuran yang standar
Cara Menimbang Berat Badan
• Kenali peralatan yang digunakan
• Selalu memastikan dari titik
“nol”
• Selalu melakukan peneraan
secara berkala
• Menggunakan pakaian
meminimal mungkin
• Perhatikan posisi: bayi/anak dan
petugas
Cara Mengukur Panjang/Tinggi Badan
Stadiometer (usia 2-5 tahun) • Kenali peralatan yang
Infantometer (usia 0-2 tahun) digunakan
• Memastikan permukaan
rata dan posisi yang benar
dan tidak menggunakan
aksesoris
• Melakukan koreksi 0,7 cm:
< 2 tahun tapi dilakukan
dengan berdiri ditambah 0,7
cm
> 2 tahun tapi dilakukan
dengan berbaring dikurangi
0,7 cm
2 Melakukan Plot pada Kurva Baku
Growth standart (kurva) apa yang digunakan di
Indonesia untuk mengetahui apakah anak ini
STUNTED (PERAWAKAN PENDEK)?
PMK no. 2/2020 menggunakan GROWTH STANDART
WHO-2006 untuk menilai:
• Status pertumbuhan (trend pertumbuhan)
Indikator BB/U dan PB/U (deteksi dini)
• Status gizi (proporsionalitas)
Indikator BB/PB atau BB/TB
3 Interpretasi
Hasil
PERMENKES NO 2
TAHUN 2020
Kesalahan yang sering terjadi
• Penimbangan dan pengukuran yang tidak benar
• Timbangan tidak pernah ditera, tidak dari titik nol
• Posisi pengukuran salah, petugas salah lihat
• Kesalahan dalam memilih kurva/grafik
• Tidak sesuai umur dan jenis kelamin
• Tidak memperhitungkan usia koreksi
• Status gizi masih menggunakan BB/U, padahal yang betul adalah BB/TB
• Kesalahan dalam memplot
• Salah tempat/titik
• Salah lihat
BB menurut umur
BB Menurut Umur
BB normal
BB kurang
BB sangat
kurang
PB menurut umur
PB Menurut Umur
Normal
Pendek
Sangat Pendek
BB Menurut PB
Obes
Overweight
Risiko
Overweight
Gizibaik
Gizikurang
(Kurus)
Giziburuk
(Sangatkurus)
Tumbuh Normal
• “Normally growing children” akan mengikuti tren yang berjalan sejajar
dengan median dan garis z-score
• “The track” dapat di bawah atau di atas median
• Anak yang tumbuh normal akan selalu berada di antara -2 dan 2 z- score
• Beberapa situasi yang harus diwaspadai yang menunjukkan adanya masalah
atau berisiko untuk terjadi masalah tergantung dimana perubahan tersebut
mulai terjadi dan arah garis pertumbuhannya
• Garis pertumbuhan anak menyilang garis z-score
• Terdapat garis yang menukik turun atau naik dengan tajam
• Garis pertumbuhan mendatar
Menyilang Z-Score
• Garis pertumbuhan yang menyilang
z-score mengindikasikan adanya
masalah atau risiko bermasalah
pertumbuhan
A
• Interpretasi masalah atau berisiko
masalah tergantung dari titik mulai
dan trend arah pergerakannya serta
riwayat/kondisi kesehatan anak
B
Menukik Tajam
• Garis menukik tajam dapat naik maupun
turun perlu analisis lebih lanjut
• Menukik naik biasa terjadi pada kondisi catch
up growth
• Perlu dilihat trend TB/U
• Pada catch up growth kenaikan BB/U sejalan
dengan kenaikan TB/U
• Menukik turun dapat terjadi pada perbaikan
pola pemberian makan pada anak dengan
overweight
• Tetap waspada, lihat trend TB/U, adakah tinggi
badan juga bertambah?
• Menukik turun pada anak dengan BB kurang
atau status gizi kurang harus dievaluasi
tanda masalah yang lebih besar
Mendatar
• Jika garis pertumbuhan mendatar (BB
dan TB tidak naik)
mengindikasikan ada masalah
• Garis mendatar pada kurva BB/U pada
status gizi obese dan overweight
perlu dicermati:
• Pada obesitas dan overweight BB tidak
naik sangat diharapkan, dengan
pertambahan TB akan menghasilkan
status gizi yang membaik
• Tetapi jika penurunan BB tidak
disertai kenaikan TB
mengindikasikan ada masalah, perlu
dievaluasi lebih lanjut
Weight Faltering
Terjemahan Bahasa Indonesia oleh Kemenkes (Permenkes 29/2019) disebut Gagal Tumbuh
• Kenaikan BB di bawah persentil 5 dari tabel kenaikan BB (weight
increment) dari tabel WHO
• Bayi dan anak yang saat ditimbang beratnya turun, tetap, atau
beratnya naik tapi tidak sesuai usianya (kenaikan di bawah KBM)
• Bila BB setiap bulan tetap atau BB naik tidak sesuai usianya, maka
PB/TB akan tetap risiko jadi stunting atau bisa berisiko gizi
kurang/ gizi buruk
Cara Deteksi Dini Gagal Tumbuh Dengan Tabel Pertambahan Berat Badan
Waspada bila nilai pertambahan berat badan dibawah persentil 5 dari standar tabel
kenaikan BB WEIGHT FALTERING/GAGAL TUMBUH (Permenkes 29/2019)
BB bayi usia 1 bulan 3800 gr kontrol usia 4 bulan 5000 gr (5000-3800 = 1200 gr (< P5)
Penilaian Pertumbuhan untuk Deteksi Dini Menentukan ‘Weight Faltering’ untuk
Mencegah Stunting
Trend atau kecenderungan
• Lihat trend BB/U sehingga dapat dilakukan
intervensi secepatnya
Yang dinilai adalah arah garis pertumbuhan
• Tidak dapat dinilai dengan satu kali
pengukuran
• Tidak memandang posisi pada grafik
pertumbuhan
• Tidak digunakan untuk menentukan status
gizi (BB/TB) status gizi tidak bisa digunakan
untuk deteksi dini gangguan pertumbuhan
Apa yang dilakukan apabila ditemukan Weight Faltering?
BAYI USIA <6 BULAN
• Edukasi manajemen laktasi (cara menyusui yang benar)
• Mengajari cara menyusu yang benar perlekatan mulut bayi ke putting
(areola)
• Menyusu setiap payudara minimal 10 menit dan tidak boleh lebih dari 30
menit
• Jarak memberikan ASI setiap 2-3 jam
• Edukasi makanan bergizi untuk Ibu
• Mengandung kecukupan protein hewani dan susu, kecukupan serat dan
buah/sayur
Apa yang dilakukan apabila ditemukan Weight Faltering?
BAYI USIA ≥6 BULAN
• Edukasi pemberian MP-ASI sesuai buku KIA baru tahun 2020
• Bila bayi belum diberikan MP-ASI segera dimulai, bila sudah nilai
pemberian MP-ASI
• Apakah cukup mengandung protein hewani dan sedikit serat (sayur/buah)
• Jumlah pemberian MP-ASI (dimulai ½ gelas atau 100 ml setiap makan dan
dinaikkan berthap sesuai kemampuan bayi)
• Frekuensi pemberian MP-ASI (dimulai 2 kali sehari sampai 3 kali sehari)
• Jenis MP-ASI (dimulai tekstur halus dan bertahap dinaikkan kasar, nasi tim)
• Pemberian dengan responsive feeding (bounding dan kenali sinyal lapar
kenyang pada bayi
Monitoring Kecukupan Pemberian ASI/MPASI
1. Menilai kenaikan berat badan
❑ Usia <6 Bulan: 150-200 gram dalam 7 hari atau 300-400 gram dalam 14 hari atau
600-800 gram dalam 4 minggu
❑ Usia ≥6 Bulan:
2. Bila berat badan tidak naik sesuai ketentuan diatas RUJUK KE PUSKESMAS
Pencegah an
Pencegahan Stunting
Pendekatan Percepatan Penurunan Stunting
Balita Balita
Mencegah Berisiko Stunting
stunting baru Stunting & BBLR
Pencegahan Tersier
Pencegahan Primer Pencegahan Sekunder
Mencegah
Balita Normal Balita Weight
Penurunan Kognitif
Faltering, BB Kurang,
Gizi Kurang/Gizi Buruk
Sumber :
Damayanti Rusli Sjarif, 2022
Pencegah an
Prinsip Pencegahan Stunting
Pencegahan Primer (Posyandu) Pencegahan Sekunder Pencegahan Tersier (RSUD)
promotif/ preventif (Puskesmas) kuratif rehabilitatif
Keluarga & Masyarakat (Kader, Posyandu, Dokter umum Dokter spesialis anak
PKK, PLKB, Bidan Desa, Petugas gIzi)
Gizi Buruk BBLR Perawakan
Balita Weight Faltering, Pendek
Balita Normal (severely wasted)
BB Kurang (underweight),
Gizi Kurang (wasted) Tata laksana
Tata laksana komprehensif Stunting ?
ASI, MPASI/ • Timbang-Ukur di gizi buruk
makanan keluarga Posyandu Deteksi dini penyakit (F75/F100 &
dan tatalaksana segera Tata laksana
cukup protein sebulan sekali mineral mix)
komprehensif
hewani • Deteksi dini (Red Flag)
weight faltering
dan rujuk ke
dokter
puskesmas
Sumber :
Damayanti Rusli Sjarif, 2022
Pencegah an
Pencegahan Stunting
ASI eksklusif
Memenuhi gizi
hingga bayi usia MP-ASI tepat
sejak hamil
6 bulan
Rutin memantau
Lengkapi
tumbuh Menjaga sanitasi
imunisasi
kembang bayi
TERIMA KASIH