LABORATORIUM IPA SMPN 129 JAKARTA
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) LABORATORIUM
1. SOP PELAKSANAAN PRATIKUM
1) Sebelum Praktikum
· Kepala laboratorium dan guru IPA mengadakan rapat membahas kesiapan kegiatan praktik
dua pekan sebelum kegiatan praktikum untuk siswa dilakukan;.
a) Kepala Laboratorium mengecek kesiapan dan kelayakan alat yang akan digunakan satu
pekan sebelum kegiatan praktikum dimulai.
b) Kepala laboratorium mengecek kesiapan LKS yang akan digunakan untuk kegiatan
praktikum;
c) Kepala laboratorium menyerahkan daftar bon alat kepada guru praktikum untuk diisi
alat apa yang akan dipinjam;
d) Guru praktikum diwajibkan mengisi Berita Acara Praktikum yang
diketahui penanggungjawab laboratorium sebelum melakukan praktikum.
2) Selama Praktikum
a) Sebelum masuk ke ruang praktikum siswa harus menggunakan jas lab.
b) Siswa mengikuti tata tertib yang berlaku di laboratorium IPA
c) Guru menjelaskan cara penggunaan alat kepada siswa sesuai dengan fungsinya;
d) Siswa menggunakan alat sesuai dengan fungsi dan petunjuk praktikum dan diamati oleh
guru pembimbing.
e) Guru menuliskan catatan penting tentang kegiatan yang sudah dilaksanakan pada buku
kegiatan harian lab yang tersedia.
3) Selesai Praktikum
a) Siswa membersihkan alat yang telah digunakan dan mengembalikannya kepada tempat
semula
b) Guru praktikum memeriksa kelayakan alat jika rusak/hilang maka dicatat dan harus
Diganti
4) Lain-Lain
Sebelum menggunakan alat-alat praktikum, siswa
harus memahami petunjuk penggunaan alat itu, sesuai dengan petunjuk penggunaan yang
diberikan atau disampaikan oleh penanggungjawab praktikum;
a) Siswa harus memperhatikan dan mematuhi peringatan (warning) yang biasa tertera pada
badan alat;
b) Siswa harus memahami fungsi atau peruntukan alat-alat praktikum dan menggunakan
alat-alat tersebut hanya untuk aktivitas yang sesuai fungsi atau peruntukannya.
Menggunakan alat praktikum di luar fungsi atau peruntukannya dapat menimbulkan
kerusakan pada alat tersebut dan bahaya keselamatan praktikan;
c) Siswa harus memahami spesifikasi dan jangkauan kerja alat-alat praktikum dan
menggunakan alat-alat tersebut sesuai spesifikasi dan jangkauan kerjanya. Menggunakan
alat praktikum di luar spesifikasi dan jangkauan kerjanya dapat menimbulkan kerusakan
pada alat tersebut dan bahaya keselamatan praktikan;
d) Seluruh peralatan praktikum yang digunakan harus dipastikan aman dari benda/logam
tajam, api/ panas berlebih atau lainnya yang dapat mengakibatkan kerusakan pada alat
tersebut;
e) Tidak melakukan aktifitas yang dapat menyebabkan kotor, coretan, goresan atau
sejenisnya pada badan alat-alat praktikum yang digunakan.
2. SOP PEMINJAMAN ALAT LABOR
a. Membuat Pengajuan Surat Permohonan Peminjaman Alat/Barang/Sarana dan Prasarana
yang dimiliki oleh Sekolah kepada Kepala Laboratorium
b. Permohonan Pinjaman yang ditujukan kepada Kepala Laboratorium akan segera
ditindaklanjuti
c. Mengisi daftar peminjaman alat yang disediakan laboratorium
d. Mengisi surat perjanjian peminjaman alat yang
e. Penyerahan alat pinjaman dan melalukan pengecekan awal terhadap kondisi alat sebelum
dipinjamkan
f. Mengembalikan alat pinjaman tersebut dan melakukan pengecekan akhir terhadap semua
barang pinjaman tersebut harus sesuai dengan kondisi awal pada saat barang tersebut
dipinjam
g. Setiap peminjaman dikenakan biaya perawatan sesuai dengan ketentuan laboratorium
h. Pengisian Surat Pengembalian
3. SOP PENGADAAN ALAT
a. Kepala sekolah membentuk panitia pengadaan alat-alat lab
b. Melakukan pengecekan ke labor untuk melihat alat-alat yang sudah ada, rusak ataupun yang
kurang untuk didata
c. Ketua panitia melaksanakan rapat pembuatan rencana kerja (RKS) dan harga perkiraan
sendiri (HPS) serta alat-alat yang dibutuhkan dalam pratikum guna mencapai tujuan
pembelajaran
d. Panitia menyerahkan hasil rapat (proposal pengadaan alat lab) ke kepala sekolah untuk
diminta persetujuan
e. Setelah mendapat persetujuan, kemudian proposal disampaikan kepada kepala dinas
pendidikan setempat
f. Dinas pendidikan mempelajari dan meneliti proposal yang diajukan pihak sekolah kemudian
menyetujui proposl tersebut
g. Setelah proposal disetujui, dinas pendidikan memberitahukan kepala sekolah bahwa
proposal nya disetujui
h. Setelah itu, dinas pendidikan mengirim alat-alat lab tersebut ke sekolah
4. SOP PENERIMAAN ALAT
a. Barang yang tiba diperiksa kesesuaian barang dengan surat pesanan, kondisi barang, dan
kesesuaian supplier surat barang nya
b. Barang yang tidak sesuai dengan pesanan dikembalikan ke supplier
c. Catat barang yang memenuhi persyaratan didalam daftar penerimaan barang sebagai serah
terima barang
d. Masukan barang kedalam tempat khusus yang terpisah dengan barang lama
e. Catat dan pindahkan barang kedalam lemari penyimpanan dan kelompokkan sesuai
spesifikasinya masing-masing.
5. SOP PEMELIHARAAN ALAT
a. Setiap alat yang telah digunakan pada pratikum, alat dibersihkan kembali dan diletakkan
pada rak nya
b. Setiap pengguna yang merusak/menghilangkan alat akan dikenakan sanksi denda dan sanksi
lainnya
c. Setiap pengguna wajib mematuhi tata tertib lab
d. Setiap pengguan fasilitas lab wajib dikenakan biaya pemeliharaan yang ditentukan oleh
sekolah
e. Pengelola wajib membuat jurnal bulanan yang dilaporkan kepada jurusan setiap bulannya
f. Jurnal bulanan memuat rincian aktifitas lab, jadwal penggunaan lab, jumlah pengguna, lama
penggunaan dan biaya pemasukan dan pengeluaran.
1. LATAR BELAKANG
Dalam penggunaan alat alat laboratorium SMP , terkadang para siswa SMP ceroboh dalam
menggunakan alat - alat laboratorium . Dan para guru tidak terlalu mengawasi para siswa dalam
memakai alat - alat dalam kegiatan praktikum sehingga terkadang alat - alat praktikum sering
rusak dan hilang . Dengan alat praktikum yang rusak maka praktikum tidak dapat berjalan
dengan baik dan para siswa tidak terlalu mengerti dengan praktikum dikarenakan praktikum
dilakukan dengan cara demonstrasi .
2. TUJUAN DAN FUNGSI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP )
2.2.1 Tujuan SOP
1. Agar petugas/pegawai menjaga konsistensi dan tingkat kinerja petugas/pegawai atau tim
dalam organisasi atau unit kerja.
2. Agar mengetahui dengan jelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam organisasi.
3. Memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari petugas/pegawai terkait.
4. Melindungi organisasi atau unit kerja dan petugas/pegawai dari malpraktek atau kesalahan
administrasi lainnya.
5. Untuk menghindari kegagalan atau kesalahan, keraguan, duplikasi dan inefisiensi.
2.2.2 Fungsi SOP
1. Memperlancar tugas petugas/pegawai atau tim/unit kerja.
2. Sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan.
3. Mengetahui dengan jelas hambatan-hambatannya dan mudah dilacak.
4. Mengarahkan petugas/pegawai untuk sama-sama disiplin dalam bekerja.
5. Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin.
3. RUANG LINGKUP
3.1. Prosedur ini berlaku untuk kegiatan praktikum siswa di laboratorium di lingkungan
sekolah.
3.2. Prosedur ini berlaku untuk kegiatan praktikum rutin, penggunaan alat untuk penelitian
siswa maupun guru dan pengguna dari pihak lain.
4. DEFINISI
Alat adalah kumpulan peralatan/perkakas yang digunakan dalam menunjang kegiatan praktikum
di laboratorium.
5. WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB
5.2.1 Kepala Laboratorium bertanggung jawab terhadap pelaksanaan prosedur ini.
5.2.2 Teknisi/Laboran bertanggung jawab atas perawatan, penyimpanan, pendistribusian alat,
dan pemeriksaan alat.
5.2.3 Siswa bertanggung jawab terhadap penggunaan alat dalam kegiatan praktikum dan guru
pembimbing mengawasi dan mengontrol penggunaan alat dalam kegiatan praktikum.
6. BAHAN ACUAN
6.1. UU Nomor: 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
6.2. UU RI Nomor: 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
6.3. PP Nomor: 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
7. PROSEDUR
7.1 Sebelum Praktik
7.1.1 Kepala laboratorium, teknisi dan analis/laboran mengadakan rapat membahas kesiapan
kegiatan praktik dua pekan sebelum kegiatan praktikum untuk siswa dilakukan;
7.1.2 Kepala Laboratorium bersama dengan teknisi/laboran mengecek kesiapan dan kelayakan
alat yang akan digunakan satu pekan sebelum kegiatan praktikum dimulai.
7.1.3 Kepala dan penanggung jawab laboratorium mengecek kesiapan LKS yang akan
digunakan untuk kegiatan praktikum;
7.1.4 Laboran menyerahkan daftar bon alat kepada siswa/gosen untuk diisi alat apa yang akan
dipinjam;
7.1.5 Laboran menyerahkan alat kepada ketua dan anggota kelompok siswa;
7.1.6 Siswa (ketua kelompok)/dosen bersama dengan teknisi/analis/laboran bersama-sama
mengecek kelayakan alat yang dipinjam. Jika terjadi ketidaklayakan alat akan dikembalikan
kepada laboran/teknisi dan dicatat dalam buku kerusakan alat.
7.1.7 Guru praktikum diwajibkan mengisi Berita Acara Praktikum yang diketahui oleh
penanggungjawab laboratorium sebelum melakukan praktikum.
.7.2 Selama Praktik
7.2.1 Sebelum masuk praktik siswa harus menggunakan jas praktik sesuai dengan ketentuan dan
tidak membawa tas masuk ke laboratorium.
7.2.2 Siswa harus mengisi buku daftar hadir yang telah disiapkan mulai jam praktik sampai
dengan selesainya praktik.
7.2.3 Guru menjelaskan cara penggunaan alat kepada siswa praktikan baik yang standart
maupun yang dipinjam sesuai dengan fungsinya;
7.2.4 Siswa menggunakan alat sesuai dengan fungsi dan petunjuk praktik dan diamati oleh guru
pembimbing.
7.3 Selesai Praktik
7.3.1 Siswa membersihkan alat yang telah digunakan dan mengembalikannya kepada
teknisi/laboran;
7.3.2 Teknisi/Laboran memeriksa kelayakan alat jika rusak/hilang maka teknisi/laboran
mencatat sebagai alat yang ditinggalkan yang harus diganti oleh peminjam.
7.4 Lain-Lain
7.4.1. Sebelum menggunakan alat-alat praktikum, siswa harus memahami petunjuk
penggunaan alat itu, sesuai dengan petunjuk penggunaan yang diberikan atau disampaikan oleh
penanggungjawab praktikum;
7.4.2. Siswa harus memperhatikan dan mematuhi peringatan (warning) yang biasa tertera pada
badan alat;
7.4.3. Siswa harus memahami fungsi atau peruntukan alat-alat praktikum dan menggunakan
alat-alat tersebut hanya untuk aktivitas yang sesuai fungsi atau peruntukannya. Menggunakan
alat praktikum di luar fungsi atau peruntukannya dapat menimbulkan kerusakan pada alat
tersebut dan bahaya keselamatan praktikan;
7.4.4. Siswa harus memahami spesifikasi dan jangkauan kerja alat-alat praktikum dan
menggunakan alat-alat tersebut sesuai spesifikasi dan jangkauan kerjanya. Menggunakan alat
praktikum di luar spesifikasi dan jangkauan kerjanya dapat menimbulkan kerusakan pada alat
tersebut dan bahaya keselamatan praktikan;
7.4.5. Seluruh peralatan praktikum yang digunakan harus dipastikan aman dari benda/logam
tajam, api/ panas berlebih atau lainnya yang dapat mengakibatkan kerusakan pada alat tersebut;
7.4.6. Tidak melakukan aktifitas yang dapat menyebabkan kotor, coretan, goresan atau
sejenisnya pada badan alat-alat praktikum yang digunakan.